Home Blog Page 13595

Nike Cari Pemain Berbakat Lewat The Chance

MEDAN- Perusahaan perlengkapan olah raga Nike, meluncurkan program The Chance 2012, untuk mencari 100 pemain sepak bola amatir bertalenta di 55 negara. Ke-100 pemain ini akan diberi pelatihan dengan pengawasan dari para pelatih Nike  di Akademi FC Barcelona, Spanyol.
Di sana, mereka akan mendapatkan fasilitas kelas dunia, pelatihan elit, dan masukan dari para ahli gizi, psikolog dan ahli kebugaran untuk memantau perkembangan mereka selama mengikuti program ini.

Dari 100 pemain yang terpilih, akan diciutkan menjadi 16 pemain untuk menjalani tur pelatihan selama empat minggu dan menghadapi beberapa tim akademi paling terkenal di dunia, termasuk Manchaster United dan Timnas muda Amerika sebagai hadiah.

“Ini kesempatan emas. Pemain yang lolos berpotensi memenangkan sebuah kontrak profesional,” kata Nino Priambodo selaku Country Marketing Manager Nike Indonesia di Medan, kemarin.

Nino mengatakan, di Indonesia, kualifikasi The Chance digelar di tiga kota yakni Medan, Surabaya dan Jakarta. Pesertanya terdiri dari remaja berumur 16 hingga 23 tahun yang cinta bermain sepakbola.

Disebutkannya, kualifikasi The Chance di Kota Medan akan digelar pada 4 hingga 6 Mei mendatang di Stadion Teladan Medan.

Sementara itu Husni Muttakin Hasibuan selaku penyelenggara kualifikasi The Chance di Kota Medan mengatakan, bagi pesepakbola amatir di Kota Medan yang berminat bisa langsung mendaftarkan di Seketariat Pendaftaran The Chance Medan, Komplek Stadion Teladan Pintu Selatan, Jalan Stadion Teladan Medan, mulai 4 April hingga 2 Mei mendatang. “Sementara peserta akan dibatasi hingga 1.000 peserta,” ungkapnya.

Sedangkan persayaratannya, usia 16 hingga 23 tahun, mengisi formulir pendaftaran foto copy KTP, foto copy Kartu Keluarga. Jika masih pelajar, harus disertai kartu pelajar dan akte kelahiran. Untuk informasi lebih hubungi Hotline 0852 9666 5554 dan 0878 8239 5392 dan tidak dipungut biaya alias gratis.(gus)

Kacab BNI Pemuda Diperiksa Jaksa

MEDAN-Kepala Cabang BNI 46 Jalan Pemuda Medan, Iriawan diperiksa Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Rabu (24/4).

Pemeriksaan Kacab BNI 46 itu, dalam rangka pemeriksaan lanjutan, terkait izin yang diberikan pejabat yang bersangkutan, atas pembukaan rekening atas nama tersangka Boy Hermansyah (DPO).   Pemeriksaan tertutup yang dilakukan penyidik Pidsus Kejatisu dilakukan mulai pagi pukul 10.00 WIB di lantai satu gedung Pidsus.

“ Iya tadi Kacab BNI 46 Pemuda Medan kita periksa terkait pengucuran kredit senilai Rp129 miliar,” ujar Plh Kasi Penkum Kejatisu Ronald Bakkara, Rabu (24/4).

Menurut Bakkara, pemeriksaan terhadap pimpinan BNI 46 terkait izin membuka rekening tersangka Boy Hermansyah yang diduga mengalir ke rekening buronan interpol tersebut.

“Pemeriksaan ini hanya sebatas meminta keterangan terkait izin membuka rekening Boy. saat ini pimpinan BNI 46 sedang kita mintai keterangan terkait dugaan mengalirnya sejumlah dana ke rekening Boy Hermansyah. Namun ia hanya sebatas saksi saja,” bebernya.
Sayangnya, Bakara tidak bisa menyebutkan hasil dari pemeriksaan tersebut.

“Kalau hasil pemeriksaan belum bisa kita ekspos, yang pasti ini hanya sekadar pemeriksaan terkait aliran dana di rekening Boy,” ucapnya.
Pemanggilan pimpinan BNI Cabang Medan ini pun tidak terlepas dari izin Bank Indonesia (BI). Dimana izin tersebut baru dikeluarkan pihak BI, sedangkan proses pemeriksaan rekening milik Boy Hermansyah sudah sejak lima bulan yang lalu direncanakan.

Pemanggilan pimpinan BNI 46 Cabang Medan terkait kasus dugaan korupsi penyimpangan dana kredit fiktif senilai Rp129 milyar Bank BNI 46 Cabang Jalan Pemuda Medan. (rud)

Meneg LH Siap Resmikan Bank Sampah Medan

MEDAN- Menteri Negara Lingkungan Hidup (Meneg LH) Prof Dr Balthasar Kambuaya siap datang ke Medan pada 11-12 Mei 2012, guna meresmikan pembangunan Bank Sampah yang digagas Walikota Medan, Rahudman Harahap. Kesiapan menteri asal Papua itu datang ke Medan, setelah Rahudman menemui Kambuaya di kantornya, Jakarta, kemarin (25/4).

Di hadapan Meneg LH, Rahudman menyampaikan bahwa Pemko Medan dalam dua tahun kepemimpinannya ini konsen soal kebersihan dan lingkungan hidup.

“Kota Medan kita kembangkan sebagai Kota Hijau, selain masalah kebersihan. Semua sarana untuk kebersihan ini sudah kami penuhi. Tong-tong sampah, Bank Sampah, sudah menyebar ke semua kecamatan. Mohon Pak menteri datang ke Medan untuk meresmikan. Termasuk meresmikan kawasan hijau,” papar Rahudman, yang disertai Kadis Kebersihan Kota Medan, Pardamean Siregar, Kadis Nakertrans Marah Husin Lubis, dan sejumlah staf.
Tanpa basa-basi, Kambuaya langsung menyanggupi. “Saya pasti datang. Waktunya diatur,” tegas Kambuaya, seraya memandang Asisten Deputi Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup, Sudirman, yang ikut hadir dalam pertemuan.

Sudirman langsung mengatakan, Meneg LH punya waktu tanggal 11 hingga 12 Mei. “Jadi nginap semalam,” ujar Sudirman. Kambuaya pun tersenyum.
“Iya lah, harus nginap lah Pak Menteri,” kelakar Rahudman, disambut tawa yang hadir.

Suasana pertemuan sangat akrab. Tawa lepas sering muncul. Kambuaya sendiri memuji Rahudman sebagai walikota yang sangat peduli dengan lingkungan. “Karena masalah kebersihan termasuk salah satu bentuk pelayanan publik. Saya apresiasi Pak Walikota yang serius menangani masalah kebersihan kota,” ujar Kambuaya. (sam)

Jadikan Sepak Bola Wadah Silaturahmi

MEDAN- Dalam olah raga sepakbola, kekompakan dan kebersamaan mutlak diterapkan untuk membentuk tim yang solid. Selain itu, seluruh pemain juga dituntut menjunjung tinggi fair play atau sportifitas.

Hal ini dikatakan Ketua DPW PPP Sumut Fadly Nurzal saat membuka turnamen futsal Bravo Cup di Lapangan Futsal, Jalan Setia Budi, Helvetia Medan, kemarin.

Disebutkan Fadly, dalam olahraga seluruh pemain dituntut menjunjung tinggi fair fly, atau sportifitas. “Jika itu didekatkan dalam hubungan sosial dan kemasyarakatan, sportifitas dalam kehidupan juga sangat dibutuhkan. Karena memang dalam kehidupan ini, kita semua memiliki peran berbeda-beda,” ungkap Fadly.

Fadly Nurzal juga menyebutkan, sepakbola telah mengajari kita untuk saling menghormati, atas perbedaan dan keragaman yang kita miliki. Karena itu, dalam aturan yang dibuat FIFA, dalam sepakbola rasisme itu sangat diharamkan.

Lalu kata Fadly, jika dikaitkan dengan demokrasi, sepakbola menumbuhkan partisipasi aktif seluruh unsur atau dalam istilah demokrasi dikenal dengan meritokrasi. Oleh karena itu, dalam membangun bangsa dan negara termasuk di dalamnya generasi muda dibutuhkan partisipasi semua pihak untuk mewujudkannya.

KompetisiFutsal Bravo Cup, memperebutkan tropy bergilir H Fadly Nurzal, SAg dan tropy bergilir Yulizar P Lubis. Dalam pertandingan ini, selain tropy panitia juga menyiapkan hadian uang untuk pembinaan.(ade)

Langgar Roilen, 3 Rumah Dibongkar

MEDAN-Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan kembali membongkar bangunan bermasalah.

Kali ini yang menjadi objek pembongkaran adalah tiga unit bangunan rumah tempat tinggal di Jalan Selam III, persisnya di sudut Jalan Sei Musi, Kelurahan Tegal Sari Mandala, Kecamatan Medan Denai. Pembongkaran dilakukan karena pembangunannya terbukti menyimpang dari Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB) yang telah dikeluarkan. “Penyimpangan yang dilakukan itu berupa pelanggaran roilen rumah Jalan Selam III dan Jalan Musi. Untuk Jalan Selam III, roilen yang dilanggar berukuran lebih kurang 2,5 x 12 meter, sedangkan Jalan Musi, roilen yang dilanggar lebih kurang 6 x 17 meter,” kata Kabid Pemanfaatan dan Tata Ruang Dinas TRTB, Ali Tohar, Rabu (26/4).

Dijelaskan Ali, kondisi bangunan rumah tempat tinggal itu sudah rampung 100 persen. Malah salah satu rumah telah ditempati. Meski demikian tidak menghalangi tim  untuk melakukan pembongkaran. Sebelum melakukan pembongkaran, Ali Tohar yang memimpin prosesi pembongkaran lebih dahulu mendatangi orang yang menempati rumah tersebut. Setelah memberitahukan tujuan kedatangan untuk melakukan pembongkaran, penghuni rumah yang diduga sebagai penyewa tak bisa berbuat apa-apa.

Apalagi Ali Tohar sebelumnya juga telah menyampaikan tiga surat peringatan kepada pemilik rumah untuk membongkar sendiri bangunan yang menyimpang dari SIMB tersebut. Namun peringatan itu tidak ditanggapi.  “Makanya, kita hari ini datang untuk melakukan pembongkaran,” kata Ali Tohari didampingi Kasi Pengawasan. (adl)

Wali Kota Lepas Khafilah Asal Medan

Kota Medan Ikuti MTQN Tingkat Provinsi Sumut ke XXXIII

Membaca Al Quran harus dibudayakan di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Al Quran merupakan hidayah dan petunjuk bagi umat Islam dalam rangka menggapai kehidupan dunia dan akhirat.

Budaya membaca Al Quran menjadi keharusan bagi umat Islam dan diajarkan sejak dini, sehingga kelak generasi Islam menjadi umat yang tangguh pada massa akan datang. Demikian disampaikan Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap, Jumat (27/4) di pendopo rumah dinas Wali Kota Medan.

Dengan didampingi Ketua TP PKK Kota Medan, Hj Yusrah Rahudman Harahap, Wali Kota Medan melepas sebanyak 39 orang khafilah asal Kota Medan untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) tingkat Provinsi Sumatera Utara ke XXXIII yang dipusatkan di Kabupaten Serdang Bedagai.

Hadir dalam kesempatan itu, Ketua MUI Kota Medan Prof DR H Mohd Hatta MA, KH Amiruddin MS, Pimpinan BKM Jabal Noor KH Zulfikar Hajar Lc, Kepala Kementerian Agama Kota Medan Drs H Iwan Zulhami serta para pimpinan SKPD jajaran Pemko Medan.

Rahudman mengatakan, perlombaan MTQN ke-XXXIII yang digelar mulai 27 April sampai 5 Mei 2012 adalah program pemerintah yang diselengggarakan setiap tahunnya secara berjenjang mulai tingkat kecamatan hingga tingkat nasional, bahkan sampai ke tingkat Internasional.
“MTQ bagian dari upaya membudayakan membaca Al Quran di tengah-tengah kehidupan masyarakat, karenanya Al Quran merupakan hidayah dan petunjuk bagi umat Islam dalam rangka menggapai kehidupan dunia dan akhirat,” katanya.

Dia memaparkan, di dalam Al Quran banyak terkandung perkembangan ilmu pemgetahuan dan teknologi, yang turut menciptakan globalisasi membawa perubahan. Seiring dengan globalisasi membawa dampak negatif dengan masuknya budaya asing, terkadang tidak sesuai dengan nilai budaya Indonesia, khususnya Kota Medan.

Rahudman mengajak kepada semua masyarakat agar senantiasa membentengi anak-anak dan generasi muda dengan nilai-nilai serta ajaran agama yang sumber utamanya adalah Al Quran.

“Kami memberi harapan dan motivasi agar para khafilah asal Kota Medan dapat berhasil dan menjadi yang terbaik. dan berprestasi ,” ucapnya.
Dia mengharapkan, dengan mengikuti MTQN tingkat Provinsi Sumatera Utara bisa meningkatkan hubungan silaturahim di antara umat Islam dari kabupaten/kota se-Sumatera Utara dan sekaligus menjadi nama baik di Kota Medan.

“Khafilah lain harus menunjukkan sikap dan prilaku yang bisa menjadi contoh bagi  khafilah lainnya, baik dalam segi membaca di atas mimbar tilawah maupun dalam menampilkan sikap dan prilaku selama belangsungnya perlombaan MTQN,” sebutnya.

Pada kesempatan itu, Rahudman Harahap menitipkan pesan kepada pimpinan khafilah agar benar-benar memperhatikan para peserta, terutama kondisi kesehatan dan pemondokannya. Pastikan sebuah pemondokan yang betul-betul sehat.

“Tahun ini, para peserta didampingi dua orang dokter agar kesehatannya benar-benar sehat, dan lancar dalam mengikuti lomba,” ucapnya.
Lebih lanjut, Rahudman menyatakan, khafilah asal Kota Medan tetap berjuang membawa nama baik Kota Medan sebagai kota religius, madani dan metropolitan. Dengan nama besar Kota Medan, maka khafilahnya bisa memberikan kebanggaan bagi segenap masyarakat Kota Medan. (adl)

Kota Medan Ikuti 20 Nomor Perlombaan

Asisten Kesejehteraan Masyarakat (Askesmas) Drs H Musadad Nasution selaku pimpinan kafilah melaporkan, kafilah yang berangkat mengikuti perlombaan MTQN tingkat Provinsi Sumatera Utara ke-33 di Kabupaten Serdang Bedagai sebanyak 39 orang terdiri dari 19 orang laki-laki, 20 orang perempuan.

Pada MTQN ke XXXIII Provinsi Sumatera Utara, Musadad membeberkan, memperlombakan 20 nomor dari 22 nomor  yang dilombakan, dua nomor yakni tafsir bahasa arab golongan putri dan dekorasi golongan putra tidak ikut karena tidak ada pesertanya.

“Dalam rombongan dari Kota Medan, ada penambahan jumlah mencapai 10 orang official, 3 orang pelatih dan 2 orang dokter,” sebutnya.
Dia menyampaikan, para kafilah yang dibawa sudah memiliki persiapan, yang sebelumnya telah mengikuti Training Centre (TC) di wisma Naniko, dan khusus untuk pelatih Qira’at Saba didatangkan ahli Qira’at dari Sumatera Barat. Selain itu dilakukan kerja sama dengan tim doter THT RSU Pirngadi Medan untuk memeriksa dan merawat para kafilah.

Musadad juga menyatakan, pihaknya sudah meninjau lokasi pelaksanaan perlombaan MTQN ini ditempatkan di Kecamatan Penggajahan, Serdang Bedagai.

Dalam kegiatan itu, tempat yang disiapkan sudah cukup baik. Dengan kondisi tempat yang baik, maka mem buat timnya bertambah lebih semangat untuk mengikuti MTQN tingkat Provinsi Sumatera Utara di Serdang Bedagai.

Hal lainnya, Musadad menyampaikan terima kasih banyak atas dukungan dan doa dari segenap warga Kota Medan. Karena dengan doa dan dukungan inilah yang membuat tim merasa terbantu dalam menggerakkan langkah menuju lokasi MTQN tingkat Provinsi Sumatera Utara.

Lebih lanjut, dia menyampaikan, rombongan tim, khususnya peserta yang ikut berlomba sudah melalui tahap seleksi melalui tim yang ahli. Selanjutnya, seleksi yang dilakukan sangat ketat. Sehingga, peserta yang dibawa bisa mengharumkan Kota Medan.

“Kami berniat tetap mengharumkan nama besar Kota Medan sebagai kota religius, madani dan metropolitan. Insya Allah kafilah asal Medan menjadi yang terbaik,” katanya. (adl)

Angie Nangis Masuk Sel

Pertama Kali Diperiksa Sebagai Tersangka, Langsung Ditahan

JAKARTA-Angelina Sondakh menjadi tersangka pertama yang menghuni Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Cabang Jakarta Timur. Seusai menjalani pemeriksaan kali pertama kemarin (27/4), anggota Komisi X DPR itu langsung dijebloskan ke ruang tahanan berukuran 3×4 meter  yang terletak di basement gedung KPK.

Menurut Nasrullah, kuasa hukum Angie yang sempat mengantar hingga masuk sel, kliennya sempat menitikan air mata begitu masuk ke ruangan sempit itu. Kata Nasrullah, yang membuat Angie sangat sedih adalah dia harus berpisah dengan Keanu Jabbar Massaid, anaknya yang baru berumur dua tahun.
“Kalau untuk masalah kasusnya, dia sudah pasrah. Yang membuat dia paling sedih adalah berpisah dengan anak-anaknya. Bayangkan dia sekarang menghidupi tiga anak yatim,” kata Nasrullah.

Angie yang mengenakan pakaian putih dipadu celana hitam dengan rambut terurai datang ke markas komisi antikorupsi Jalan Rasuna Said Jakarta sekitar pukul 09.20 WIB. Seperti biasa, janda Adjie Massaid itu didampingi Mudji Massaid, adik iparnya.

Sang ayah Lucky Sondakh juga terlihat datang memberikan dukungan untuk Angie. Dia hanya melempar senyum kepada wartawan yang sudah menunggunya. Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun Angie melenggang ke pintu masuk gedung KPK dengan pengawalan Mudji.

“Ini memang kali pertama AS (Angelina Sondakh) kami panggil untuk dimintai keterangan sebagai tersangka,” kata juru bicara KPK Johan Budi kemarin.
Angie memang tidak hanya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap wisma atlet. Tapi perempuan yang masih aktif di komisi X DPR itu belakangan juga ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi di Kemendikbud.

Ternyata, KPK tak kenal kompromi. Seusai menjalani pemeriksaan selama enam jam lebih, Angie langsung ditahan. Komisi antikorupsi ini pun memutuskan Angie ditahan di rutannya. Ketua KPK Abraham Samad saat dihubungi wartawan sore kemarin mengatakan dirinya memang menandatangani surat penahanan. “Yang bersangkutan kami tahan di rutan KPK agar tidak melakukan konsolidasi dengan pihak lain di luar,” kata Abraham kemarin.

Namun meski ditahan di rutan yang letaknya satu gedung dengan ruang pemeriksaan, KPK memiliki protab tersendiri. Yakni, Angie dibawa keluar melalui pintu utama lalu digiring masuk ke rutan melalui pintu samping KPK yang berjarak sekitar 200 meter. Jadi wartawan memiliki kesempatan untuk mewawancara atau merekam gambar Angie.

Sekitar pukul 17.00 WIB, mobil tahanan KPK disiapkan diluar pintu utama. Rencananya, Angie dikeluarkan lalu diangkut dengan mobil tahanan untuk dibawa ke pintu samping. Itu rencana tersebut urung dilakukan. KPK memutuskan untuk menggiring Angie dengan berjalan kaki. Puluhan polisi dan satuan pengamanan KPK disiapkan. “Tak berselang lama Angie keluar dan langsung digiring menuju rutan KPK.

Johan mengatakan penahanan ini akan dilakukan hingga 20 hari kedepan hingga masa penyidikan selesai. Sebab, sejak awal rutan KPK memang digunakan hanya untuk tersangka yang menjalani proses penyidikan saja.

Satu Sel dengan Mindo Rosalina

Lebih lanjut Johan menerangkan, KPK memiliki pertimbangan tersendiri menahan Angie. Tapi semua pertimbangan tersebut ada di tangan penyidik. “Kami punya alasan tersendiri dimana harus menahan seseorang. Dan seorang tersangka tidak bisa memilih harus ditahan dimana. Lha kalau tersangka minta ditahan di rumah gimana,” katanya.

Berarti Angie satu tahanan bersama Mindo Rosalina Manunang (mantan Direktur Marketing PT Anak Negeri), apakah tidak akan mengganggu proses penyidikan mengingat keduanya tersangkut kasus yang sama? Johan pun menjawab bahwa penahanan Rosa di rutan KPK adalah hasil koordinasi dengan LPSK. Sebab hingga kini Rosa dibawah perlindungan LPSK.

Karenanya lanjut Johan, yang bisa menjelaskan bagaimana keberadaan Rosa di rutan KPK adalah LPSK. “Dan pihaknya sendiri akan berkoordinasi dengan lembaga yang dipimpin Abdul Haris Semendawai itu. Tapi bagaimanapun juga KPK akan terus meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. “Ada penjaga 24 jam di luar dan di dalam rutan. Di sana juga ada cctv untuk membantu pengawasan,” imbuhnya.

Pria yang pernah mencalonkan diri sebagai pimpinan KPK membenarkan bahwa pihaknya menemukan beberapa transaksi keuangan Angie yang diduga berkaitan dengan proyek di Kemenpora dan Kemendikbud. Namun Johan tidak menerangkan lebih rinci bentuk aliran ke Angie itu. “Nanti akan dibuka semua di pengadilan,” tambah Johan.

Memang berdasarkan persidangan dalam kasus suap wisma atlet, Angie disebut-sebut menerima sejumlah dari Permai Grup, perusahaan yang dipimpin Muhammad Nazaruddin. Uang-uang itu diberikan melalui perantara Rosa yang sebelumnya sudah diperkenalkan Nazaruddin.

Dalam persidangan dengan terdakwa Nazaruddin Rabu (25/1) lalu, Rosa yang dihadirkan menjadi saksi mengaku pada 2010 perusahaannya telah menggelontorkan dana Rp10 miliar untuk meloloskan proyek Wisma Atlet SEA Games 2012 yang tengah dibahas Badan Anggaran DPR. Politisi DPR yang mendapat pelicin dari Nazaruddin itu adalah Wayan Koster dan Angie. Masing-masing mendapat Rp5 miliar.

Hal itu dibenarnya Yulianis, mantan Direktur Keuangan Permai Grup. Dia mengatakan memang pernah mencatat pengeluaran perusahaan yang diminta Rosa agar diberikan kepada Angie. Uang tersebut lantas diantar Lutfi Ardiansyah, sopir Yulianis ke ruang I Wayan Koster di DPR. Nah, setelah mengantar uang itu, Lutfi berpapasan dengan Angie yang hendak masuk ke ruang Koster.

Selain itu, KPK juga menemukan banyak pembicaraan antara Angie dengan Rosa dengan menggunakan istilah apel Malang dan apel Washington untuk menyebut rupiah dan dollar yang digunakan sebagai pelicin. Salah satunya adalah untuk pelicin pembangunan proyek di Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Haluoleo di Sulawesi Tenggara.

Saat digiring ke rutan, Angie mengaku pasrah dengan penahanan yang dilakukan kepadanya. “Saya lillahi ta”ala aja,” kata Angie sambil terus tersenyum kepada wartawan. Saat dirubung wartawan, Angie hanya singkat menjawab, untuk urusan proses hukum semua sudah diserahkankan kepada pihak kuasa hukum.
Nasrullah mengaku tidak kaget kliennya ditahan. Bahkan dia mengaku sejak siang kemarin telah mengirim surat permohonan penangguhan penahanan dengan alas an tertentu. Tapi semua dimentahkan KPK.
Menurutnya, KPK terlalu tergesa-gesa menahan kliennya. Pasalnya, selama ini kliennya selalu koperatif dan sedang menghidupi tiga anak yang masih kecil. Menurutnya, KPK belum perlu menahan kliennya.

KPK Dianggap Tergesa-gesa
Tak hanya itu, dia juga membongkar bahwa sebenarnya surat perintah dimulainya penyidikan (sprindik) untuk Angie ternyata baru dibuat pada 18 April lalu. Dengan begitu, kata Nasrullah, saat penetapan Angie sebagai tersangka pada awal Februari tidak berdasarkan sprindik. Padahal seharusnya, penyidikan harus didasari pada sprindik.
“Bisa jadi ada tekanan tertentu yang membuat KPK tergesa-gesa menetapkan Angie sebagai tersangka. Tapi saya tidak tahu apakah itu tekanan politis atau tidak, yang jelas ada keuntungan politis yang didapat kalangan tertentu dengan ditetapkan Angie sebagai tersangka,” imbuhnya.
Sementara itu, Lucky Sondakh, ayah kandung Angelina Sondakh, mengatakan kedatangannya ke KPK adalah bentuk support dan kasih sayang terhadap anaknya. Katanya, sebagai seorang ayah dirinya memiliki kewajiban untuk mendampingi anaknya yang tengah terjerat kasus korupsi.
“Saya sedih (Angie ditahan) tapi harus tabah,” katanya sesaat setelah Angie ditahan. Untuk itu dia meminta agar Angie lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dan memperbanyak ibadah dan doa. Meski begitu Lucky mengaku tidak tahu banyak soal kasus yang menjerat anaknya. Dia beralasan bukan seorang ahli hukum. Tapi dia mengaku kerap berdiskusi bersama Angie untuk membicarakan kasusnya.
Sementara itu, kalangan di Partai Demokrat berharap agar Angie tetap kooperatif menjalani proses hukum seperti yang telah dilakukan, selama ini. “Sebagai partai, tentu kami akan mendorong kader untuk mematuhi proses hukum dengan baik. Saya yakin Angie tidak akan mempersulit proses pemeriksaan, sebab dia warga negara yang patuh dan menghormati hukum.” kata Ketua Departemen Pemberantasan Korupsi dan Mafia Hukum DPP Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin, saat dihubungi, kemarin.
Menurut dia, hanya dengan sikap demikian, kepastian hukum akan bisa segera tercapai. “Kalau bersalah nyatakan bersalah, sebaliknya kalau tidak bersalah nyatakan tidak bersalah, supaya tidak ada pihak yang tersandera,” tegasnya. (kuh/dyn/agm/jpnn)

Wapres Minta Suara Azan Jangan Keras

JAKARTA-Kumandang azan yang menjadi penanda waktu salat mendapat perhatian Wakil Presiden (Wapres) Boediono. Dia meminta suara azan jangan keras. Suara azan lebih baik pelan atau sayup-sayup.

Hal ini diungkapkan Boediono saat membuka Muktamar VI Dewan Masjid Indonesia (DMI). “Dewan Masjid Indonesia kiranya dapat mulai membahas, umpamanya, tentang pengaturan penggunaan pengeras suara di masjid-masjid,” kata Boediono di Asrama Haji Pondok Gede Jumat (27/4).

Dia menyebut, pengaturan itu merupakan salah satu bentuk pengelolaan masjid. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, papar Wapres, Indonesia dapat memberikan contoh-contoh yang baik bagi dunia Islam. Selain syiar Islam, hal itu juga memberikan citra positif bagi umat Islam.

Boediono memahami bahwa azan adalah panggilan suci bagi umat Islam untuk melaksanakan kewajiban salat. Namun demikian, apa yang dia rasakan barangkali juga dirasakan orang lain. “Yaitu bahwa suara azan yang terdengar sayup-sayup dari jauh terasa lebih merasuk ke sanubari kita dibanding suara yang terlalu keras, menyentak, dan terlalu dekat ke telinga kita,” urainya.

Kalau Bisik-bisik Bukan Azan

Pernyataan Boediono ini langsung menuai tanggapan. Ketua DPW PKS Sumut H M Hafez Lc MA mengatakan pernyataan Wapres adalah sesuatu yang tidak pas. “Jadi kalau bisik-bisik bukan azan namanya. Rasulullah saja pernah menyuruh bilal Azan supaya naik ke Ka’bah untuk mengumandangkan Azan agar didengar dari segala penjuru,” katanya, tadi malam.

Alumni Universitas Al Azhar Kairo ini membeberkan, suara yang dipantulkan dari azan harus menyeluruh ke segala penjuru. Bila saat ini ada yang menyebutkan azan sebaiknya tidak perlu keras-keras, hal itu bisa menimbulkan banyak persepsi dari sudut pandang umat Islam. Ada baiknya, orang yang mengeluarkan pernyataan itu mengevalusi sendiri karena bila tidak umat Islam bisa terpancing amarahnya. “Larangan azan itu pernah ada diterapkan oleh negara sekuler seperti di Turki. Pada masa Perdana Menteri Raceb Tayyib Erdogan, azan tidak boleh keluar dari masjid dan tak boleh pakai microphone. Tapi sekarang, Turki sudah terang-terangan. Kok ini malah Indonesia mau membuatnya, inikan aneh,” paparnya.

“Jadi ada baiknya komentar mengenai keagaman ini diserahkan kepada menteri agama saja, sehingga tidak salah dan menyinggung umat lain,” tambahnya. (fal/c11/agm/jpnn/ril)

Ondim Dapat Restu Syamsul

MEDAN-Syah Afandin atau yang akrab disapa Ondim mengaku telah mendapat restu dari Syamsul Arifin. Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sumatera Utara (Sumut) ini menyatakan restu tersebut terkait rencana untuk maju dalam Pilgubsu 2013 mendatang.

“Itu yang paling utama. Pertama restu dari emak dan abang,” aku Omdin kepada Sumut Pos, Jumat (27/4).
“Itu yang paling utama. Pertama restu dari emak dan abang,” akunya.

Seandainya benar, berarti restu dari Syamsul Arifin yang saat ini menyandang status Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) nonaktif, diterimanya di Jakarta?
“Iya, saat ke Jakarta. Di dalam adab Melayu, kita harus saling hormat-menghormati terutama terhadap yang lebih tua,” akunya lagi.
Rencana maju dalam Pilgubsu, sambung Ondim, didasarkan atas tanggung jawabnya sebagai orang nomor satu di partai berlambang matahari tersebut di Sumut. Selain itu pula, dilandasai dari ritme atau alur keberadaan partai politik yang secara hakikatnya adalah untuk mendapatkan kekuasaan. “Kita diinstruksikan untuk mengambil peran. Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PAN, sudah menyepakati Ketua Umum DPP, Pak Hatta Rajasa menjadi calon presiden 2014. Antara capres dan pilkada di provinsi dan kabupaten/kota, memiliki sinergi,” terangnya.

Bagaimana dengan sosok kandidat-kandidat lainnya? Terkait hal itu, Ondim menjawab dengan santai dengan mengatakan, dalam perkembangannya ke depan, suhu politik di Sumut khususnya yang bersinggungan dengan Pilgubsu terlebih soal pencalonan masih bersifat fluktuatif. “Nanti semakin lama, akan terus berkembang dan mulai mengerucut,” jelasnya.

Konstelasi politik yang akan terus cair, lanjutnya, akan terus memacu bentuk-bentuk kolaborasi atau koalisi yang akan dilakukan partai-partai ataupun untuk memasangkan calon-calon yang ada. Ondim juga sempat menyebut nama Sutan Bhatoegana yang digembar-gemborkan akan maju menjadi cagubsu, merupakan bentuk dari fluktuasi politik yang mungkin dan akan terus terjadi. “Artinya Sumut berpotensi besar. Nah, dalam hal ini PAN harus aktif, membutuhkan kolaborasi untuk Pilgubsu. Saat ini, suara PAN berada dalam persentase sekitar tujuh sampai delapan setengah persen. Di sinilah ada kolaborasi politk,” katanya.

Apakah PAN akan mengedepankan koalisi dengan partai berbasis agama atau nasionalis atau partai terbuka? Terkait hal itu, Ondim menerangkan, dalam konteks ideologi partai, PAN berlandaskan ideoologi nasionalis. “Ini yang harus diluruskan. Dari dulu itu, PAN mengedepankan ideologi nasionalis walaupun dasarnya dari Muhammadiyah. Kolaborasi yang akan dijajaki dan dibentuk terhadap semua plang partai. Kita hari ini belum bisa memprediksi. Karean semuanya belum jelas, masih terus berubah-ubah,” tegasnya. (ari)

Barca, Real, dan Cagubsu

Faliruddin Lubis
Redaktur Pelaksana Sumut Pos

Semifinal Liga Champions 2012 melahirkan kejutan. Dua klub raksasa Eropa Barcelona alias Barca dan Real Madrid alias Real yang biasa masuk final, akhirnya roboh dibantai tim tak diunggulkan Chelsea dan Bayern Munchen.

Semua pecinta sepakbola masih tak yakin kenapa kedua kekuatan Eropa itu bernasib sama. Tapi, itulah sepakbola semuanya bisa terjadi. Jadi tim sekuat apapun dan juara di berbagai kompetisi bisa saja tersingkir. Begitu juga sebaliknya tim yang dianggap bakal tersisih bisa membuat kejutan.

Intinya, para pecinta Barca dan Real hendaknya tak berkecil hati harus fair play. Kedua pelatih juga sudah legowo masak pendukungnya tak mau legowo.
Terlepas mau diterima atau tidak, intinya kekalahan Barca dan Real tentu saja karena motivasi sang lawan berlipat. Pasalnya, tim yang dihadapi tim kuat bertabur uang dan bintang lapangan hijau. Jadi, tim lawan tak mau main-main mempersiapkan diri termasuk mencari tahu cara main lawan.

Mungkin saja, sang pelatih dan pemain mempelajari setiap pertandingan-pertandingan yang dilakoni Real dan Barca. Di sana tergambar cara main serta taktik yang diterapkan pelatih Real dan Barca. Jadi, karena banyaknya sudah melihat rekaman-rekaman itu, tim lawan jadi tahu kelemahan Barca dan Real.

Apalagi keduanya dari tahun ke tahun cara mainnya tak berubah-ubah makin mudah dipelajari. Tapi, sudahlah nanti dituduh pula kita menggurui.
Yang mau disampaikan sebenarnya bagaimana peluang cagubsu yang akan datang. Bisa jadi nasib cagubsu yang sudah mulai mengklaim maju sama seperti nasib Barca dan Real. Lho, kenapa? Sekarang ini tokoh yang mengklaim maju sudah mulai unjuk kekuatan dana dan sosok. Mereka terus menjalankan taktik untuk meraih simpati masyarakat. Mungkin saja sudah banyak dana yang digelontorkan untuk mencapai kursi Sumut 1.

Berbagai hasil survei intern partai politik dan lainnya pun sudah mengklaim tokoh-tokoh itu bakal meraih suara terbanyak karena cukup populer.
Tak jarang pula mereka sengaja membawa wartawan televisi dan cetak untuk meliput kegiatannya, agar bisa dilihat oleh semua kalangan masyarakat. Ini tentu bisa jadi kerugian. Pasalnya, calon yang belum menunjukkan gigi mengintai taktik para calon ini. Nah, setelah semuanya dipelajari baru dia fight dan menyusun kekuatan.

Kalau ini yang terjadi bisa saja merubah keadaan. Bisa-bisa calon yang sekarang ini masih tidur, malah menang mutlak di hitungan akhir KPU. Malah, cagubsu yang sembunyi ini diam-diam punya taktik lain untuk mengalahkan calon yang katanya sudah populer. Atau bisa jadi melakukan serangan fajar karena dananya masih  banyak. Masyarakat pun langsung mencoblosnya.

Jadi, bagi cagubsu yang bakal maju hendaknya jangan seperti nasib Barca dan Real. Karena kuatnya dan populernya dalam segala hal membuat lawan termotivasi untuk mengalahkannya. Kalaupun bernasib seperti Barca dan Real juga harus legowo, jangan terus melakukan hal-hal yang tak diinginkan karena kesal. Semuanya bisa senasib dengan Barca dan Real. (*)