31 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 13599

9 Anggota Brimob Terancam Pecat

Terkait Bentrok Lawan Kostrad di Gorontalo

JAKARTA- Insiden Brimob dan Kostrad di Gorontalo disikapi serius Mabes Polri. Setelah menahan sembilan anggota Brimob, kini penyidikan mulai mengerucut pada perintah patroli. Diduga, serangan Brimob yang dipicu pelemparan batu itu atas seizin seorang perwira.

“Perwira ini juga sudah kami tahan,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Muhammad Taufik saat jumpa pers di kantornya kemarin (27/04). Atas restu perwira yang hanya disebutkan berinisial B ini, delapan bintara yang diduga melakukan penembakan berani bergerak.
Taufik memastikan mereka akan disidangkan secara terbuka. “Proses internal dulu, nanti sidang kode etik,” jelas Taufik.

Kemarin, gelar perkara juga sudah dilakukan di Polda Gorontalo dengan diikuti pihak TNI dari Kostrad dan Kodam Wirabuana. “Ini di luar institusi ya, jadi ini oknum-oknum,” kata Taufik.

Penyidik dari Divisi Propam  sedang memeriksa perwira itu untuk mencari kemungkinan keterlibatan petugas yang lain. “Sementara ini masih sembilan, tapi bisa saja bertambah,” katanya.

Terpisah, Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul mengapresiasi sikap prajurit TNI AD terutama Kostrad yang tidak terpancing dengan insiden itu. (rdl/ttg/jpnn)

Tak Sehat, Menteri Kesehatan Mundur

JAKARTA-Endang Rahayu Sedyaningsih memilih untuk mengakhiri karirnya sebagai menteri kesehatan di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid dua. Penyakit kanker paru-paru yang diidap sejak Oktober 2010 membuat Endang mengajukan pengunduran diri dari kursi menkes ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Seusai menjenguk Endang di RSCM, Jakarta, Kamis (26/4), SBY mengungkapkan adanya surat pengunduran diri tersebut. “Tujuannya semata-mata supaya berkonsentrasi untuk pengobatan beliau, dengan demikian kementerian kesehatan tidak terbengkalai,” kata SBY.

SBY mengaku menghormati keputusan yang dipilih Endang tersebut. Permohonan pengunduran itu pun dikabulkan. “Saya setujui pengunduran diri beliau.

Untuk sementara kementerian kesehatan sehari-hari dijalankan oleh wamen (wakil menteri) beserta pejabat terkait,” ujarnya. Posisi Wamenkes saat ini diisi oleh Ali Gufron Mukti.

Dalam kacamata SBY, Endang termasuk menteri yang gigih. Misalnya saat mendampingi presiden melakukan kunjungan kerja ke daerah. “Bahkan saya tahu ketika beliau sudah mulai sakit tapi tidak mengurangi semangat dan irama kerjanya,” tutur SBY yang didampingi Ani Yudhoyono dan Ali Gufron Mukti.

Dia lantas mengajak untuk bersama-sama berdoa untuk kesembuhan Endang. “Saya beserta yang lain mendoakan semoga ada kebesaran Tuhan Yang Maha Kuasa kepada beliau sehingga bisa sembuh seperti sedia kala,” katanya.

Selain presiden, kemarin Wapres Boediono dan Ibu Herawati juga ikut menjenguk. Selain itu ada sejumlah menteri, yakni Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Meneg PPA) Linda Gumelar, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu. “Kita datang ke sini hanya memberikan support. Tadi beliau juga masih bisa berkomunikasi,” jelas Mari Elka ditemui usai menjenguk Endang.
Senada dengan Mari Elka, Linda pun ingin memberikan dukungan bagi Endang. Bahkan dia mengaku sempat bercanda dengan Endang yang tengah terbaring sakit. “Kalau menteri-menteri perempuan kan selalu bekerja sama. Kita joke saja ya. Kita tadi berbincang-bincang kok,” imbuh Linda.

Sementara itu, Mantan Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih ternyata telah menjalani perawatan di RSCM selama dua setengah minggu. Hal itu diungkapkan Direktur Utama RSCM Prof DR Dr Akmal Taher, SpU (K) di Laboratorium Penyakit Dalam, RSCM, kemarin. “Jadi dua minggu setengah dirawat di sini (RSCM). Tapi sempat pulang tiga hari, pas weekend,” jelas Akmal.

Akmal menuturkan, Endang dirawat di RSCM Kencana. Menurut kabar, pejabat berusia 57 tahun itu menghuni ruang VIP yang terletak di lantai tujuh. Sejauh ini, lanjut dia, kondisi kesehatan Endang belum membaik dibandingkan pekan lalu. Namun, Akmal membantah jika Endang mengalami masa kritis. Pihaknya bahkan terkejut saat yang bersangkutan dikabarkan meninggal. “Memang dibanding minggu lalu belum ada perbaikan yang berarti. Tapi kalau ada kabar beliau kritis, bahkan ada yang sampai sangat ekstrim (meninggal) itu tidak betul,” tegasnya.

Dia menuturkan, hingga kemarin, Endang masih dalam keadaan sadar. Bahkan, ibu tiga anak itu masih bisa menerima tamu. Namun, diakui Akmal, Endang masih memerlukan perawatan intensif dan beberapa pemeriksaan serta pengobatan dalam bentuk rehabilitasi medik, fisioterapi hingga terapi radiasi. Untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya, diberikan obat-obatan dalam bentuk cairan. Sebab, kondisi Endang cukup lemah. “Ya seperti orang yang tidur lama, jadi kondisinya lemah. Karena itu, pengobatan yang diberikan untuk support keadaan badannya, terutama” untuk menopang fungsi tubuh beliau dan mengembalikan daya tahan tubuhnya,” paparnya.

Endang dideteksi mengidap kanker paru sejak Oktober 2010. Sejak itu dia telah menjalani pengobatan baik di dalam negeri dan luar negeri selama kurang lebih satu setengah tahun. Pengobatan yang selama ini telah dijalani oleh Endang antara lain radiasi lokal dan bedah beku, tujuannya untuk mengobati kanker secara lokal serta meningkatkan daya tahan tubuh. Namun, setelah menjalani pengobatan tersebut, kata dia, kondisinya cukup baik dan tidak ada keluhan.

Sementara itu, Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengungkapkan, presiden belum memikirkan pengganti Endang yang akan menjabat menkes. Dia menegaskan, tugas-tugas menkes diambil alih oleh wamenkes dan jajaran pejabat eselon I. “Kami belum ada informasi dan juga belum pernah ada pembicaraan untuk langsung mengganti Ibu Endang sebagai menkes, meskipun pengunduran diri beliau sudah diterima oleh pak presiden,” kata Julian. (fal/ken/dyn/jpnn)

Akibat Tanah Longsor, Berastagi-Medan Masih Satu Jalur

Alat Berat Disiagakan di Lokasi Longsor

MEDAN-Jalan Berastagi-Medan hingga Kamis, (26/4) pukul 15.00 WIB masih setengah jalan atau satu jalur yang digunakan. Sebab, jalur setengahnya masih tertimbun tanah longsoran. Selain itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Sumut juga menyatakan peringatan (warning) pada pengguna jalan yang menuju Berastagi.

“Kita tidak perlu keluarkan warning secara tertulis. Masyarakat maupun pelaku usaha sudah tahu dan memahami adanya longsor di jalur Berastagi-Medan,” kata Kabid Perhubungan Darat Dishub Sumut Darwin Purba, Kamis (26/4).

Dikatakannya, meski begitu pihaknya menyatakan agar masyarakat dan wisatawan tetap berhati-hati. Sebab, kawasan itu masih rawan longsor khususnya di kawasan terjadinya longsor saat ini.

“Alat berat masih di sana. Mereka masih bekerja, polisi dan petugas kita juga masih di sana mengatur lalu lintas. Sampai saat ini, masih satu jalur yang bisa digunakan, karena ruas jalan sebelahnya masih tertutup tanah longsor. Mungkin diusahakan secepatnya akan kembali normal, jalur bisa dua arah lagi. Macet di sana masih dibatas normal dan bisa dikontrol. Mungkin, Jumat (27/4) sudah bisa normal, diusahakan secepatnya lagi,” cetusnya.
Dijelaskannya, pihaknya tetap berusaha mengatur lalu lintas berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk kelancaran lalu lintas. Hingga saat ini, jalur distribusi hasil pertanian dari Berastagi menuju Medan juga sudah normal dan tidak ada gangguan sama sekali.

“Tidak ada gangguan. Meski begitu, petugas alat berat juga berhati-hati mengangkut material tanah longsor itu. Karena tanah diatasnya tidak padat lagi, jadi kalau diangkut semuanya takutnya akan longsor lagi, tanah diatasnya jadi turun karena tidak padat. Ini yang diantisipasi, untuk itu kita sudah sampaikan juga pada pelaku usaha pariwisata seperti travel mengenai peringatan bahaya longsor di jalur Berastagi-Medan agar membawa wisatawan hati-hati,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sumut Haposan Siallagan menyatakan tiga perusahaan pengangkutan orang (PO) bus dari Medan menuju Berastagi sudah normal dan tidak ada lagi yang tidak beroperasi. “Semua sudah normal, tidak ada lagi kendala dan tidak ada lagi perusahaan angkutan yang tidak beroperasi. Semuanya sudah berjalan baik dan normal. Tapi kepada sopir dan penumpang juga sudah kita berikan peringatan agar berhati-hati berjalan di kawasan itu, karena rawan longsor. Semuanya di kawasan itu rawan longsor. Warning juga sudah kita sampaikan pada pengelola PO bus yang memiliki rute ke Berastagi,” tegas.(adl)

Adik Syamsul Incar Kursi Gubsu

Ical Belum Punya Calon

MEDAN-Partai-partai besar masih terus mensurvey tokoh-tokoh yang bisa dijadikan bakal calon (balon) pada Pilgubsu 2013 mendatang. Partai Amanat Nasional (PAN) Sumut tak perlu terlalu repot. Pasalnya, adik Syamsul Arifin, Syah Afandin alias Ondim, telah siap mereka calonkan.

“Kita punya tujuh kursi. Kalau untuk yang dicalonkan, untuk yang nomor satu. Bukanlah yang nomor dua. Ketua (Ondim, Red) adalah yang paling tinggi di partai. Jadi dialah nanti yang akan dicalonkan,” jawab Sekretaris PAN Sumut, Parluhutan Siregar saat dikonfirmasi Sumut Pos, Kamis (26/4).
Ondim memang Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PAN Sumut. Dukungan terhadap Ondim juga telah dinyatakan DPD PAN Asahan. “ Kami siap berjuang mendukung saudaraku Syah Affandin jadi gubernur,” cetus Ketua DPD PAN Asahan Bun Yaddin, Januari lalun
Di kesampatan yang sama de ngan Bun Yaddin.

Ondim pun menyatakan siap menjadi BK 1. “Saya tidak mau diusung, tapi langsung aja jadi Gubsu, “ kata Ondim dihadapan pengurus dan kader PAN Asahan di Hotel Bintang, (19/1) lalu.

Namun, menurut Parluhutan, sejauh ini PAN masih menunggu kebijakan atau instruksi dari pengurus DPP PAN. Karena segala sesuatunya, sangat berkaitan dengan banyak hal, salah satunya Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 mendatang.
“Kita masih menunggu tausyiah dari Jakarta. Karena erat kaitannya antara Pilgubsu dengan Pilpres. Untuk kepastian nama, sejauh ini belum ada nama. Tapi kalau untuk diusung, Ketua DPW lah yang berhak untuk itu. Semuanya kita lihat perkembangan selanjutnya,” tutur pria yang juga Ketua Fraksi PAN DPRD Sumut tersebut.

Untuk agenda pembukaan Cagubsu dan Cawagubsu untuk Pilgubsu 2013 mendatang, Parluhutan menyatakan PAN Sumut akan secepatnya membuka pendaftaran, yang rencananya dibuka pada sekira akhir Mei atau awal Juni 2012 mendatang.
“Secepatnya kita buka, kalau tidak akhir Mei mungkin awal Juni ini,” akunya.

Soal koalisi, Parluhutan menyebutkan, sejauh ini belum bisa dipastikan. “Belum bisa dipastikan, karena ini masih tahap melirik-lirik belum tahap pendekatan atau PDKT,” katanya sembari berkelakar.

Komisioner KPUD Sumut, Turunan B Gulo menyatakan, selain tidak pernah berkasus yang berkekuatan hukum dengan ancaman lima tahun, untuk menjadi calon juga dibutuhkan syarat lain. “Syarat dicalonkan ada dua, dari partai politik dan perseorangan. Kalau dari parpol, harus ada 15 persen kursi di parlemen. Kalau untuk perseorangan tergantung jumlah penduduknya. Saat ini malah jumlah penduduk Sumut berkisar 15 juta jiwa, jadi calon perseorangan harus punya dukungan minimal tiga persen dari jumlah penduduk itu. Syarat menjadi calon, intinya pendidikan minimal SLTA,” urainya lagi.

Dikemukakannya, Pendaftaran pasangan calon dan penyerahan surat pencalonan dimulai 10-16 November 2012. “Setelah berbagai regulasi itu selesai, KPU Sumut akan membentuk PPK, PPS, dan petugas pemutakhiran data pemilih pada 5 September hingga 11 Oktober 2012. Pendaftaran pasangan calon dan penyerahan surat pencalonan dimulai 10-16 November 2012,” jelasnya.

Sementara itu, hingga kemarin, yang mengambil formulir pendaftaran Cagubsu/Cawagubsu di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Sumut, belum ada penambahan dari yang sebelumnya tiga orang yakni, Bupati Serdangbedagai (Sergai) Erry Nuradi, Mantan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu) yang juga mantan Bupati Tapanuli Utara (Taput) RE Nainggolan, dan Bintatar Hutabarat.

Belum Ada yang Menggoda Ical

Di sisi lain, Plt Ketua DPD Golkar Sumut, Andi Achmad Dara atau biasa dipanggil ‘Adey’, memastikan bahwa Ketum DPP Golkar, Aburizal Bakrie, belum menimang satu nama kandidat yang akan dimajukan sebagai cagub Sumut di pilgub 2013 mendatang.

Adey juga memastikan, bosnya itu tidak akan menggunakan penilaian subyektif dalam memilih cagub Sumut.
“Belum ada. Dan memang tidak ada subyektifitas dalam menentuan calon di pilgub mana pun,” ujar Adey kepada koran ini di Jakarta, kemarin (24/4), saat ditanya apa benar Ical sudah mengantongi satu nama cagub.

Dijelaskan, penentuan cagub di Golkar bersikap obyektif, yakni hasil survei dan masukan-masukan pengurus Golkar di Sumut mengenai situasi politik lokal jelang pilgub 2013. “Kita punya mekanisme baku. Jadi tak ada yang subyektif,” tegasnya.

Adey juga berpendapat, masih ada cukup waktu bagi Golkar untuk mempersiapkan diri menjelang pilgub Sumut. Untuk pelaksanaan penjaringan bakal calon, lanjutnya, baru akan dilakukan sekitar dua hingga tiga bulan lagi.  “Jadi masih jauh,” katanya.

Setelah dilakukan penjaringan, akan disusul dengan survei. “Dari hasil survei itulah nanti baru bisa kelihatan siapa yang layak dicalonkan,” imbuh Adey.

Muhammadiyah tak Mau Lagi jadi Penonton

Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sumatera Utara akan membentuk tim khusus merumuskan calon Gubsu yang berasal dari kader Muhammadiyah. Hal itu dilakukan guna memperjuangkan kader terbaiknya untuk benar-benar diperjuangkan dan dimenangkan menjadi Gubsu atau Wagubsu mendatang.

Hal itu terungkap dalam rekomendasi Diskusi PW Muhammadiyah  Sumut bersama  Anggota DPRD Sumut dan Medan berasal dari berbagai partai politik di RSU Muhammadiyah Medan Jalan Mandala By Pass Medan, Selasa (24/4). Hadir dalam diskusi, sejumlah Badan Pelaksana Harian (BPH) Muhammadiyah Sumut di antaranya, Ketua dan Sekretaris Prof Dr H Asmuni MA, Wakil Ketua Dalail Ahmad, Prof Dr Hasyimsah Nasution MA, Suhrawardi Lubis SH SpN, Sarwi Edi, MA, Drs Agussani MAP juga Rektor UMSU, Askolan Lubis MA, dan Prof Dr Ibrahim Gultom MPd.
Sementara Muhammadiyah yang aktif di sejumlah Parpol yang ikut hadir dalam diskusi yakni Kamaluddin Harahap yang kini menjabat Wakil Ketua DPRDSU dari PAN, Ahmad Hosen Hutagalungh dari PPP, Rafdinal SSos dari PBB dan Ahmad Arief SE MM dari PAN.
Dalam diskusi tersebut terungkap, Muhammadiyah pada Pilgubsu 2013 harus benar-benar ikut terlibat mencalonkan dan mengusung kadernya jadi Cagubsu. Sebab hal tersebut dinilai merupakan bagian dari high politicnya warga Muhammadiya di Sumatera Utara.
Muhammadiyah tidak berkeinginan peristiwa di Pilgubsu 2009 terulang kembali akibat Muhammadiyah hanya jadi penton semata. Untuk itu, pada Pilgubsu 2013 Muhammadiyah Sumut harus memainkan peran strategisnya  dalam upaya ikut serta dan peduli terhadap Sumatera Utara, khususnya calon pemimpin yang bakal dijagokan oleh sejumlah parpol.
Oleh karena itu, dalam memainkan peran strategis ini, Muhammadiyah tidak boleh ketinggalan. “Kita harus ikut memikirkan Sumut, karena sudah saatnya kita memikirkan untuk memunculkan kader-kader Muhammadiyah jadi Gubsu. Sebab saat ini banyak kader kita yang mumpuni untuk maju jadi cagubsu,”kata Wakil Ketua PW Muhammadiyah Sumut, Hasyimsah Nasution. (ari/sam/ade)

Dua Wartawan Sumut Pos Raih Penghargaan

MEDAN-Dua wartawan Harian Sumut Pos Valdesz Junianto Nainggolan dan Laila Azizah terpilih sebagai Juara II dan III dalam lomba karya tulis ‘Garuda Indonesia Airlines Travel Fair (GATF) 2012’, yang digelar Garuda Indonesia cabang Medan.

Pengumuman lomba karya tulis itu disampaikan manajemen Garuda Indonesia Airlines cabang Medan di Medan Club, Kamis (25/4).
Valdesz menyabet Juara II dengan tulisan berjuduln Ketika GIA cabang Medan berkompetisi di ‘ASEAN Sky Open Policies’: Membuka Koridor Bersama, Membuka Kompetisi di Langit Terbuka, sementara Laila terpilih sebagai Juara III lewat tulisan berjudul Sambut ASEAN Open Sky Policy 2015 : Garuda Punya Jurus Jitu, Kualanamu Ikut Siap.

Adapun dalam lomba karya tulis itu, panitia pelaksana menunjuk tim juri yang terdiri atas manajemen Garuda Indonesia, wartawan senior, akademisi, dan praktisi pariwisata. Dalam penjuriannya, juri melihat empat pembobotan nilai yakni kesesuaian tema dengan konten tulisan, data pendukung, sistematika penulisan, orisinalitas, dan bobot tulisan dalam kemajuan  kepariwisataan.

Dengan sistem penilaian tersebut, Hisar Hasibuan dari Medan Bisnis ditetapkan menjadi juara pertama. Pemenang pertama berhak atas satu unit kamera D-SLR Canon EOS dan hadiah uang, pemenang kedua mendapatkan satu unit laptop dan hadiah uang, serta pemenang ketiga memperoleh satu unit Blackberry dan hadiah uang. Sementara itu pemenang harapan diberikan kepada Hendrik Hutabarat dan Zainul Abdi, keduanya dari Medan Bisnis, serta Syahrial dari Harian Analisa.

Pada kesempatan itu, General Manager PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk cabang Medan, Muchwendi Harahap, mengatakan tulisan dari para wartawan di Kota Medan sangat baik sehingga menyulitkan tim juri dalam menetapkan  penilaian. Dia melihat seluruh tulisan memberikan ide dan gagasan baru  kepada PT Garuda Indonesia untuk berkiprah di Kota Medan dalam menyambut Bandara Kualanamu.

“Saya termasuk satu tim juri, saya lihat  kualitas tulisannya bagus semua. Kami di tim juri kewalahan mencari yang  terbaik. Pada akhirnya, kami memutuskan pada hari ini tulisan yang terbaik  dan tulisan-tulisan yang dinilai baik,” ujarnya.

Muchwendi memaparkan karya tulis yang dihasilkan oleh para jurnalis di Kota Medan akan menjadi ide baru bagi PT Garuda Indonesia dalam mengembangkan dunia kepariwisataan di Indonesia, khususnya Sumatera Utara. “Perlombaan ini bukan pada 2012 saja, tapi menjadi agenda reguler tahunan kami,” tukasnya.

Di akhir sambutan, Muchwendi menyampaikan, rasa terima kasih kepada para  jurnalis yang telah berpartisipasi membuat tulisannya untuk PT Garuda Indonesia. ‘’Semoga setiap tahun jumlah wartawan yang berpartisipasi di perlombaan karya tulis PT Garuda Indonesia terus bertambah,’’ harapnya. (ril)

Bupati Karo Bisa Dipenjara Dua Tahun

Kasus Dugaan Ijazah Palsu akan Seret KPUD Karo

MEDAN- Kasus dugaan ijazah palsu Bupati Karo Kena Ukur Surbakti sepertinya akan menyeret-nyeret pihak lain.

Satu di antaranya adalah pihak Komisioner Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Karo. Selain itu, jika memang terbukti palsu, Bupati Karo pun bisa dihukum dua tahun.

Itu dikemukakan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Nuriyono saat dimintai tanggapannya terkait kasus tersebut oleh Sumut Pos, Kamis (26/4). “Jika ijazah palsu itu digunakan maka akan semakin kuat tindak pidananya. Nah harus dipertanyakan juga kepada pihak KPUD Karo, yang berwenang dalam proses verifikasi, kenapa ini bisa terjadi. Ini akan menyeret-nyeret pihak KPUD Karo. Karena ijazah itu menjadi salah satu syarat untuk maju menjadi kepala daerah,” tegas Nuriyono.

Dalam kasus dugaan ijazah palsu tersebut, sambungnya, yang diutamakan adalah harus ada laporan kasus tersebut kepada penegak hukum. Selain itu pula, yang harus digarisbawahi adalah kinerja dari penegak hukum itu sendiri yang menerima laporan kasus dugaan ijazah palsu tersebut. “Tapi tidak seketika menurunkan bupati, karena prosesnya panjang. Kalau ada laporan, kemudian diproses di kepolisian dan kemudian diselidiki baru bisa diberhentikan. Kalau tidak ada laporan, tidak bisa diproses,” katanya.

Setelah ada laporan, kasus juga kadang belum tentu langsung tuntas. “Kalau polisi tidak bergerak, 10 tahun pun tidak turun-turun. Peran serta kepolisian harus benar-benar. Karena persoalan ini akan menyeret-nyeret pihak lain, termasuk unsur KPUD setempatnya. Dan bisa dipertanyakan, kenapa ijazah palsu itu bisa lulus atau dibiarkan begitu saja,” terangnya lagi.

Menurutnya, jika benar ada laporan dan kepolisian memprosesnya secara tegas hingga ke meja kejaksaan, hanya dibutuhkan waktu selama lebih kurang enam bulan saja, untuk mengetahui kepastian benar atau tidaknya kasus tersebut.

Ketika di persidangan nantinya, terbukti benar kasus dugaan ijazah palsu tersebut, secara hukum pidana maka sanksi penjara yang dijatuhkan sekurang-kurangnya dua tahun lebih.

“Jika proses pemeriksaan berjalan lancar, enam bulan sudah bisa selesai. Enam bulan bulan bisa jadi tersangka. Kemudian ada pemberhentian sementara. Itu dikenakan pasal pemalsuan dengan sanksi di atas dua tahun penjara,” urainya.

Sementara itu, Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Medan Hasan Basri yang dikonfirmasi mengenai kebenaran kasus tersebut, hanya menjawab sepenggal atau seadanya. “Coba cek di kantor,” jawabnya.

Sementara itu, seorang komisioner KPUD Sumut, Turunan B Gulo menegaskan ijazah minimal SMA dan sederajat adalah mutalk untuk menjadi bupati. Diketahuinya, Kena Ukur Surbakti tidak memiliki ijazah tapi hanya menggunakan surat keterangan dari Kepala Sekolah STM Negeri 1 Medan sebagai persyaratan menjadi bupati. Dari data-data tersebut hanya menjelaskan, Kena Ukur Surbakti angkatan 1968 dan tidak dijelaskan tamat yang dilampiri nilai-nilai ijazah sebagaimana lazimnya.
Dinas Pendidikan Medan maupun Sumut tidak berani membuat ketegasan apakah Kena Ukur Surbakti benar-benar tamat sekolah. Justru Kena Ukur Surbakti membuat justifikasi (pembelaan/pembenaran) dengan mengumpulkan tandatangan teman-temannya semasa sekolah dulu, yang menyatakan Kena Ukur pernah sekolah di STM Negeri 1 Medan tetapi tidak disebut apakah tamat.

Selain itu Kadisdik Medan semasa Drs Hasan Basri MM dalam suratnya tertanggal 12 Januari 2011 tegas menyatakan sesuai data di Disdik Medan Kena Ukur Surbakti tidak tercantum pada akhir tahun 1968 dari STM Negeri 1 Medan. Karena tahun 1968 Kanwil Depdikbud Sumut yang meregister dan mengeluarkan Surat Tanda Tamat Belajar atau ijazah STM Negeri 1 Medan.

Di sisi lain, Aliansi Masyarakat Karo mendatangi Polres Karo. Kedatangan sejumlah perwakilan AMK yang terdiri dari unsur pimpinan gabungan sejumlah LSM, Selasa (24/4) lalu ke Mapolres Karo tidak lain untuk memberikan berkas permohonan pemberitahuan izin aksi unjuk rasa, tertanggal 1 Mei mendatang. “Jika tidak ada penekanan disertai gerakan massa, dikhawatirkan kasus ini akan terbenam,” ujar  Direktur LSM KPKP, Ikuten Sitepu didampingi Ketua LSM Panji Demokrasi Chici Ardy kepada sejumlah wartawan.

Menurut Ikuten,  rencananya pihak AMK akan mengerahkan 300 massa untuk mendesak percepatan pengungkapan dugaan ijazah palsu yang digunakan Kena Ukur Surbakti pada pencalonan diri sebagai peserta Pemilu Kada  Karo tahun 2010 lalu.

Namun, sambung Chici, sebelum terbitnya izin dari pihak kepolisian tentang rencana demo awal bulan depan, pihaknya telah dikabari akan ada pendemo tandingan. “Kita nantikan apakah benar adanya. Jika memang ada pendemo tandingan saat ketika unjuk rasa AMK tanggal 1 Mei mendatang, maka kita persilahkan secara hormat. Ini era kebebasan berdemokrasi, pihak mana saja boleh menyuarakan aspirasinya,” kata Chici. (ari/wan)

Semboyan

Iwan Junaidi
Redaktur Pelaksana Sumut Pos

BIAYA sebesar 496 miliar yang diusulkan KPU Sumut untuk Pilgubsu 2013 nanti, hingga kini belum menunjukkan titik terang. Dari Rp121 miliar yang diusulkan pada Oktober 2011, ternyata hanya Rp60 miliar yang tercantum di APBD. Kekurangannya, kabarnya akan kembali dicantunkan pada PAPBD nantin

Tak ayal kondisi ini melahirkan keraguan akan terlaksananya Pilgubsu 2013, sebab selain harus mengakomodasikan kekurangan tadi di PAPBD, sesungguhnya KPU Sumut juga masih berencana  menganggarkan Rp375 miliar untuk pengadaan logistik gelaran Pilgubsu.
Hmmm… sebegitu besarnya dana yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan seorang pemimpin di provinsi ini.

Sayangnya, kerap terjadi uang dalam jumlah besar yang dipergunakan untuk gelaran Pilkada sebuah daerah, tak menghasilkan seorang pemimpin yang benar-benar dicintai oleh rakyatnya, meski katanya… mereka dipilih oleh para rakyat. Bah.

Penyebabnya, apalagi kalau bukan ketidak mampuan sang pemimpin menjadi pemimpin yang adil dan bijak bagi rakyatnya. Parahnya, sudah tak mampu bersikap adil dan bijak, masyarakat pun masih harus menanggung malu dari tingkah sang pemimpin yang hanya memikirkan keuntungan pribadi dengan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang menjadi tujuannya.

Dinginnya lantai serta lembabnya udara yang ada di balik jeruji besi seakan tak pernah membuat para pemimpin jera untuk tidak melakukan kecurangan terhadap apa yang dipimpinnya.

Kalau sudah begini jadi teringat kisah pewayangan Mahabarata tatkala Resi Abiyasa mengajarkan empat amalan yang harus dimiliki seorang pemimpin kepada Arjuna.

Menurut Abiyasa, seorang pemimpin yang baik harus mampu bersikap Heneng (tenang), Hening (cipta, kreatif), Heling (sadar), dan Hawas (waspada).
Diuraikannya bahwa seorang pemimpin harus memiliki sifat tenang dalam menghadapi segala persoalan, sebab dengan ketenangan segala persoalan akan lebih mudah dihadapai.

Selanjutnya seorang pemimpin harus kreatif dan memiliki banyak ide untuk memakmurkan rakyatnya, dan jangan pernah lupa kepada masyarakat yang dipimpinnya.

Pada bagian terakhir disebutkan jika seorang pemimpin yang baik harus tetap waspada terhadap semua hal yang dapat menyengsarakan rakyatnya.
Pertanyaannya, adakah di antara para tokoh yang secara terang-terangan telah memproklamirkan bakal maju sebagai calon pemimpin di Sumatera Utara ini memiliki keempat persyaratan tadi?

Tak perlu buru-buru memberi jawaban, sebab Pilgubsu itu sendiri baru akan berlangsung setahun lagi. Artinya, masyarakat Sumatera Utara masih memiliki waktu yang sangat panjang untuk menilai dan mempelajari segala tingkah para calon pemimpin itu tadi.

Yang pasti, mulai saat ini orang-orang yang punya ambisi untuk menjadi pemimpin di provinsi ini harus pintar-pintar menghitung seberapa besar peluangnya, sebab masyarakat pun kini sudah tak lagi bodoh ketika berada di bilik suara pencoblosan.

Pemberi nominal terbesar tetap menjadi prioritas utama untuk dipilih,  meski mereka menyadari bahwa terkadang pilihan mereka bukanlah yang terbaik. Namun rasio untuk menemukan sosok pemimpin yang benar-benar ideal sudah tak ada lagi di dalam angan. Rasa kecewa karena sering dikibuli oleh janji-janji politik para calon pemimpin akhirnya membuat masyarakat bersikap apatis.

Bagi mereka, semua orang yang telah mencalonkan diri untuk maju menjadi pemimpin di provinsi ini berarti memiliki uang berlimpah yang siap dibagi-bagikan kepada masyarakat yang rela memberikan hak suaranya. Ujung-ujunganya semboyan ‘wani piro’ menjadi semboyan paling populer yang hinggap di telinga kita pada saat pelaksanaan Pilgubsu nanti. Namun begitu, masih ditunggu semboyan lainnya, yang diharapkan mampu membawa daerah ini kearah yang lebih baik. Semoga. (*)

Caesilia Intan Pratiwi, Ibu Para Gitaris Tanah Air

Mantan Wartawan yang Berubah jadi Juragan

Caesilia Intan Pratiwi bukan seorang gitaris. Bahkan, dia tidak bisa memainkan alat musik petik itu. Tapi, pengabdiannya terhadap perkembangan dunia gitar di Indonesia pantas diacungi jempol. Siapa perempuan setengah baya itu?

THOMAS KUKUH, Jakarta

PULUHAN gitar akustik maupun elektrik berbagai merek berjajar memenuhi tembok rumah sederhana di kawasan Bintaro Sektor 9, Tangerang Selatan. Tak hanya gitar, alat-alat pendukung gitar, seperti sound system, efek gitar, kaset, CD para gitaris ternama, dan sebagainya membuat rumah Caesilia Intan Pratiwi tampak semakin sempit. “Ini toko musik saya,” kata Intan kepada Jawa Pos (grup Sumut Pos) yang menemuinya Jumat lalu (20/4).

Sudah sekitar sepuluh tahun Intan menggeluti dunia gitar. Padahal, dia tidak bisa memainkan alat musik itu. Kiprahnya lebih banyak pada aktivitas pendukung pengembangan seni musik tersebut.

Selain menyediakan aneka gitar dan aksesorinya, alumnus Sastra Indonesia Universitas Padjadjaran Bandung itu juga membuat majalah khusus tentang pernak-pernik gitar.

Dari beberapa majalah yang pernah diterbitkan, Gitar Plus yang sampai sekarang masih bertahan.

Sukses toko dan menerbitkan majalah gitar, perempuan kelahiran Jakarta, 31 Oktober 1973 itu merambah bisnis yang lain. Tapi, bisnis itu tak jauh dari musik gitar. Yakni, persewaan studio musik dan tempat kursus gitar. “Pokoknya semua nggak jauh-jauh dari gitar,” imbuhnya.

Karena ketekunannya menggeluti dunia gitar serta perhatian dan kedekatannya dengan ratusan gitaris, Intan pun mendapat julukan sebagai ibu gitaris tanah air. Bahkan, di tembok luar rumahnya terpampang poster berukuran 3 x 3 meter bergambar lima gitaris terkenal Indonesia. Mereka adalah John Paul Ivan (mantan gitaris Boomerang), Eet Sjahranie (gitaris Edane), Jubing Kristianto, Ezra Simanjuntak, dan Andi Owen. Poster itu dibuat khusus sebagai kartu ucapan selamat ulang tahun ke-8 majalah Gitar Plus.

Intan menceritakan, pada 2002 dia memutuskan untuk resign dari perusahaan media dan event organizer tempatnya bekerja karena baru saja melahirkan anaknya, Gregorius Hugo. Dia tidak rela meninggalkan anaknya untuk diasuh orang lain dengan alasan pekerjaan. Karena itu, dia memutuskan untuk bekerja di rumah sambil momong anak.

“Saya kan mantan wartawan sehingga pekerjaan yang saya pilih pun masih terkait dengan bidang media. Maka, saya putuskan membuat majalah musik, khususnya gitar,” ujarnya.

Pilihan itu bukan tanpa alasan. Menurut Intan, obsesinya membuat majalah gitar karena belum ada majalah khusus yang mengulas segala hal tentang gitar dan pemainnya. Saat itu yang ada hanya majalah berisi notasi lagu-lagu yang dimainkan dengan gitar. Selain itu peminat alat musik gitar sangat banyak.

Gayung bersambut. Mantan bosnya ternyata tertarik dengan ‘proposal’ yang diajukan Intan. Dia mau mengucurkan modal Rp80 juta untuk menerbitkan majalah itu. Bersama Eka Venansius, suaminya, Intan lalu menerbitkan majalah G-magz yang antara lain juga berisi chord-chord gitar.

“Menurut kami majalah jenis itu masih sangat laku,” imbuhnya.

Dari rumah petak di gang sempit kawasan Mampang Jaksel, majalah Intan langsung dicetak 10 ribu eksemplar dan disebarkan ke seluruh Indonesia. Tak disangka, majalahnya disambut baik oleh para penggemar musik gitar.

Untuk mengetahui kemauan pasar, setiap hari Intan memelototi televisi, mencari tahu lagu hits yang sering ditayangkan. Setelah itu dia menyuruh staf redaksi mencari tahu chord gitar lagu-lagu itu. Selanjutnya hasilnya dituangkan di majalah.

“Hampir tiga tahun majalah itu tidak ada iklannya. Kami hanya mengandalkan oplah. Tapi, ternyata untungnya cukup besar,” terangnya.
Sukses dengan G-magz, Intan dan suami nekat menerbitkan majalah gitar yang lebih serius dan bonafide untuk pangsa pasar kelas menengah-atas. Majalah itu diberi nama Gitar Plus. Tidak melulu berisi chord gitar, majalah tersebut mengulas profil gitaris, teknik bermain gitar, peralatan, dan rubrik tanya jawab yang diasuh gitaris ternama.

Prospek majalah kedua itu ternyata tidak seperti yang diinginkan. Selama tiga tahun, majalah itu terus merugi dan disubsidi majalah G-magz.
“Bayangkan, setiap bulan kami rugi Rp 6-7 juta. Nggak ada yang mau ngiklan,” tutur Intan. “Tapi, saya tetap yakin majalah itu akan sukses di jalan ini,” imbuhnya.

Kesabaran Intan mulai membuahkan hasil. Sekitar 2007, Gitar Plus mulai diminati banyak pengiklan dan oplahnya terus stabil. Majalah itu mulai diterima para penggemar musik gitar.

Setelah itu, Intan makin ‘tenggelam’ dalam dunia gitar. Tidak hanya mengurusi perusahaan penerbitannya, dia juga terjun langsung di lapangan untuk menemui para gitaris.

“Saya bikinkan even-even untuk para gitaris itu. Mereka perform menjadi bintang tamu dalam sebuah konser musik,” katanya.

Intan juga membuatkan forum bagi para gitaris untuk menemui komunitasnya. Di situlah terjadi dialog, mulai skill dan teknik bermain gitar, hingga serba-serbi tentang gitar itu sendiri. “Tujuan saya (menggelar even) murni untuk mengedukasi para gitaris muda,” tambahnya.

Awalnya banyak yang mencibir kegiatan Intan. Banyak yang menganggap even-even yang diadakan garing. “Apa asyiknya lihat gitaris saja. Nggak ada band-nya,” tuturnya menirukan cibiran beberapa pihak itu.

Bukan hanya itu. Even-even gitar tersebut juga tak ada duitnya. Sponsor tak mau mendukung. Tapi, Intan tak patah arang. Dia terus menggelar acara tersebut di berbagai kota meski harus merogoh uang pribadi untuk membiayai. Dia yakin suatu saat acara yang dibuatnya menuai hasil. Ternyata benar. Sekitar dua tahun kemudian, event gitar yang dibuat Intan mulai dibanjiri sponsor. Gitaris-gitaris terkenal yang sebelumnya tidak memperhitungkan acara tersebut mulai merengek-rengek minta diajak.

Namun, meski sudah gampang menggaet sponsor, Intan tak sepenuhnya menggunakan acara tersebut untuk mencari untung. Kerja banting tulang itu dilakukannya untuk mengembangkan potensi para gitaris muda. Tak hanya di kota-kota besar, Intan juga kerap mengadakan even di kota-kota kecil.
“Sekali lagi, niat saya adalah mengedukasi anak-anak muda yang gemar gitar,” ujar ibu seorang anak itu.

Dari situlah timbul kedekatan antara para gitaris dan Intan. “Saya lebih banyak dikenal anggota komunitas gitar di daerah. Karena kalau bikin even saya selalu mengandeng anak-anak komunitas di daerah. Kalau belum ada komunitasnya, ya saya bikin dulu komunitasnya. Nekat nggak?” jelasnya lantas tertawa ngakak.

Hampir semua detail di lapangan dia tangani. Misalnya, ada gitaris yang akan tampil di event tiba-tiba tidak enak badan. Untuk itu, dia sendiri yang akan mencarikan obat hingga si gitaris sembuh. Intan juga tak segan-segan membangunkan si artis agar tidak ketinggalan pesawat. Bahkan, menyiapkan makanan kesukaan artis gitarnya.

“Saya benar-benar kayak ibu. Makanya, saya lalu dijuluki ibunya para gitaris. Saya nggak tahu siapa yang memunculkan (julukan) itu,” ujarnya.
Setelah sukses mengembangkan berbagai bisnis gitar, Intan masih sempat menulis dua buku tentang gitar. Yakni, Bermain dengan Uang (2011) dan Pengusah Rock n Roll (2012). Kedua buku tersebut sama-sama diawali dengan komentar puluhan gitaris top yang mengucapkan kekaguman atas kerja keras dan keteguhan Intan dalam mengembangkan dunia gitar.

Intan berharap bukunya menginspirasi orang menjadi pengusaha nekat, tapi konsekuen dan konsisten. Sikap pengusaha seperti itu dia sebut sikap pengusaha rock n roll. Tokoh-tokoh hebat berjiwa rock n roll itu adalah Wali Kota Solo Jokowi dan Menteri BUMN Dahlan Iskan.

“Kedua tokoh itu menginspirasi saya dalam banyak hal. Membuat saya bisa mengambil banyak langkah yang cukup berani,” tandas Intan sambil menitipkan dua bukunya untuk diserahkan kepada Dahlan Iskan. (*)

Tempatkan Kesabaran Secara Proposional

Hadis yang bersumber dari Ali RA ia berkata, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda “Sabar itu ada tiga macam, sabar ketika mendapat musibah, sabar untuk melakukan ketaatan dan sabar untuk tidak berbuat maksiat.

Oleh:
Drs H Hasan Maksum Nasution SH, SPd I, MA

Maka barangsiapa ketika mendapat musibah, niscaya Allah akan menuliskan baginya 300 (tiga ratus) derajat yang jarak antara dua derajat adalah seperti jarak antara langit dan bumi. Dan barang siapa yang bersabar untuk melakukan ketaatan, maka Allah menuliskan baginya 600 (enam ratus) derajat yang jarak antara dua derajat adalah seperti jarak antara batas bumi yang teratas sampai ke ujung bumi yang ke tujuh.

Dan barang siapa yang bersabar untuk tidak berbuat maksiat, maka Allah menuliskan baginya 900 (sembilan ratus) derajat yang jarak antara dua derajat adalah seperti jarak antara batas bumi sampai ke ujung ‘arsy”.

Dalam hidup ini semua orang pasti pernah merasa susah, sedih atau kecewa, baik ringan atau pun berat, baik dalam urusn pribadi, keluarga maupun ummat. Penyebabnya pun bermacam-macam, ada yang susah, karena sulit mendapatkan pekerjaan, ada yang sedih lantaran ditinggal mati oleh orang yang paling dekat atau yang dicintainya dan ada pula yang kecewa, sebab cita-cita atau perjuangan kandas ditangah jalan.
Pendeknya, kehidupam ini tidak pernah sepi dari cobaan dan ujian, yang sewaktu-waktu bisa menimpa setiap orang. Karena itu setiap cobaan dan ujian, apa pun bentuknya perlu kita hadapi dengan sikap “husnuzhan” yakni berprasangka baik kepada Allah, sebab Rasulullah SAW pernah bersabda “barang siapa dikehendaki oleh Allah mendapat kebaikan, maka diberiNya ia cobaan (HR Bukhari).

Begitu pula, manakala orang-orang itu berhasil melepaskan diri dari cobaan dan ujian, maka bermacam-macam sikap yang akan ditunjukkan oleh mereka, ada yang bersyukur kepada Tuhan, lalu mewujudkan rasa syukurnya dengan meningkatan taqwa dan amal kebaikan.
Tetapi ada juga yang mengklaim bahwa cobaan itu teratasi berkat kepintaran dirinya, ia menafikan pertolongan Allah, karena akan terlalu bangga akan kemampuan dirinya, persis seperti yang disinyalir dalam Al-Qur’an dalam surat Hud 9-10:

“Jika kami berikan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari kami, lalu kenikmatan itu kami cabut, pasti dia menjadi putus asa dan inkar. Dan jika kami berikan padanya kebahagiaan sesudah bencana yang menimpanya, niscaya dia akan berkata: “Telah hilang bencana-bencana itu dariku, dia sangat gembira dan membanggakan diri”.

Tujuh Golongan Manusia Mendapat Naungan

Tidak mengherankan apabila tujuh golongan manusia berhak mendapat naungan Allah di bawah ‘Arsy, karena kesabaran mereka yang sempurna dan besarnya rintangan yang mereka hadapi dalam bersabar. Antara lain, kesabaran pemimpin yang berkuasa dalam menegakkan keadilan sesuai hukum, kesabaran pemuda dalam menjalankan ibadah dan melawan hawa nafsu, kesabaran orang yang setia pada masjid, kesabaran orang yang bersedekah dalam merahasiakannya, kesabaran orang yang dirayu untuk melakukan perbuatan keji ditambah dengan kesempurnaan dan keindahan paras si perayu, kesabaran orang yang saling mencinta demi Allah saat bertemu dan berpisah, kesabaran orang yang menangis lantaran khusyu kepada Allah dalam menutupi perbuatannya itu adalah kesabaran yang berat untuk dikerjakan menyatu sehingga melemahkan kesabaran.

Rasullah SAW berkata kepada Mu’adz “jagalah lidahmu”, Mu’adz bertanya: “Apakah kami akan dihukum lantaran apa yang kami bicarakan Rasulullah SAW menjawab: “Tidaklah manusia itu dijerumuskan ke dalam neraka, di atas hidung mereka selain oleh apa yang dihasilkan dari omongan mereka. Khususnya jika maksiat Islam ini telah menjadi kebisaaan, maka bersabar akan hal itu akan menjadi suatu yang amat berat bagi dirinya.
Kesabaran Secara Proposional
Sabda Nabi SAW “Jika seseorang mendapatkan kenikmatan, ia bersyukur, maka syukur itu lebih baik baginya, dan bila mendapat kesusahan, ia bersabar, maka kesabaran itu lebih baik baginya”. (HR. Bukhari).
Oleh sebab itu, apabila seseorang pandai menempatkan kesabaran secara proposional niscaya segala problem kehidupan atau pun cobaan yang menghadang akan dapat dihadapi dengan tenang dan diterimanya dengan tawakkal, sehingga sesuatu yang mestinya akan mengecewakan, bisa diredam untuk tidak berkembang menjadi tekanan perasaan ataupun keputusan.
Bila seseorang tidak mau mengatasi musibah atau cobaan yang menimpa dirinya dengan sabar, maka tidak jarang ia akan mendapat gangguan perasaan dan kejiwaan, lalu menjadi putus asa dan hilang semangat, bahkan bisa mengganggu kesehatan jasmaninya.

Firman Allah dalam surat Luqman 17 “Dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya itu termasuk hal-hal yang diwajibkan oleh Allah”.
Jadi bersifat sabar itu harus disertai usaha untuk memahami kegagalan demi kegagalan se-objektif mungkin, kemudian mencari sebab-sebabnya, sehingga masalah yang semula dirasakan berat dan menjadi tekanan batin, dapat dicari jalan keluarnya, Rasulullah SAW telah menjanjikan “Barang siapa berusaha bersikap sabar, maka Allah akan menyabarkannya. Dan seseorang takkan diberi karunia oleh Allah yang lebih baik dari pada kesabaran” (HR Bukhari Muslim).

Di samping itu orang mukmin harus berkeyakinan bahwa apa yang dialaminya itu, tentu mengandung hikmah, Allah berfirman “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, pada hal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. (QS Al-Baqarah 216).

Akhirnya, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan senantiasa ingat kepada Nya, jangan hanya saat sedang menghadapi kesulitan dan mengalami kesusahan, tetapi ingatlah selalu kepada Allah, baik dalam keadaan duka maupun suka. Memang menurut kebisaaan orang baru ingat kepada Allah bila ia sedang dalam keadaan kesempitan atau kesedihan, tetapi bila kesedihan dan kesempitan itu telah teratasi, lalu lupalah ia kepada Allah Dzat yang menghilangkan kesedihan dan kesempitan. Siapa yang membiasakan diri bersabar ia akan ditakuti musuhnya, siapa yang lemah kesabarannya, ia akan membuat musuhnya berani hingga dapat menundukkan dirinya.(*)

(Penulis adalah Dosen STAI Sumut)

Mantapkan Kehidupan yang Religius

MTQ XXXIII Tingkat Sumut di Sergai

PERBAUNGAN- Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIII tingkat Provinsi Sumatera Utara yang dilaksanakan 28 April hingga 5 Mei 2012 sudah semakin dekat. Saat ini seluruh panitia sudah melakukan gladiresik sesuai dengan bidang nya masing-masing.

Maka tak heran dari pagi hingga sore hari, Lapangan Reflika Sultan Serdang di Jalinsum Perbaungan yang dijadikan sebagai lokasi MTQ diramikan seluruh panitia. Bupati Serdang Bedagai HT Erry Nuradi selaku penanggungjawab panitia terus memantau anak buahnya demi suksesnya acara tersebut. Dengan juga halnya dengan Sekda Kabupaten Serdang Bedagai Drs H Haris Fadillah MSi selaku Ketua Panitia sibuk mempersiapkan pelaksanaan acara.

Kepada koran ini, Haris Fadillah menyebutkan pendaftaran untuk khafilah dari Kabupaten/Kota se-Provinsi Sumatera Utara sudah dibuka sampai pada tanggal 27 April mendatang.  Peserta yang mendaftar selain berasal dari seluruh kabupaten/kota juga ada yang berasal dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perseroan Terbatas Perkebunan Nusantara (PTPN) dan PT London Sumatera.

Kata Haris Fadillah direncanakan MTQ ke XXXIII ini akan dihadiri oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Agama Suryadharma Ali dan 22 Duta Besar negara sahabat.

MTQ ke XXXIII tingkat Provinsi Sumatera Utara yang dibuka Sabtu (28/4) pukul. 20.00 WIB. Acara diawali dengan pawai ta’aruf dan pawai kendaraan hias diikuti sekitar 8.800 orang terdiri dari kontingen 33 kabupaten/kota dan para pelajar se-Sergai serta organisasi masyarakat pada Sabtu pagi (28/4) dari Kota Perbaungan menuju Desa Kebun Melati Kecamatan Pegajahan.

Lebih lanjut dijelaskan Haris Fadillah untuk menghindari kemacetan lalu lintas, Panitia Pelaksana MTQ ke XXXIII sudah berkoordinasi dengan pihak Poldasu untuk mengalihkan rute jalan dengan menggunakan jalur alternatif.

Dihimbau kepada pengemudi truk dan bus dapat menggunakan jalur alternatif melalui Lubuk Pakam– Galang–Dolok Masihul dan keluar di Kota Tebing Tinggi, demikian sebaliknya. Dan untuk kendaraan pribadi dan minibus dapat menggunakan jalur alternarif melalui Kecamatan Pantai Cermin menuju Kecamatan Tanjung Beringin dan keluar di Simpang Bedagai mulai pukul 08.00 – 12.00 WIB tepat pada pelaksanaan pawai ta’aruf.

Untuk pelaksanaan acara yang bertema “Dengan Musabaqah Tilawatil Qur’an ke XXXIII Provinsi Sumatera Utara Kita Mantapkan Kehidupan Masyarakat Yang Religius dan Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama” akan dilaksanakan di 8 (delapan) lokasi yakni Mimbar Tilawah, Istana Replika, aula dan ruang belajar SMKN 1 Pegajahan, Wisma Juang Perbaungan, Masjid Sulaimaniyah Perbaungan dan Masjid Al-Mu’awarah PTPN IV Kebun Adolina.

Haris Fadillah menambahkan untuk para peserta MTQ ini nantinya, panitia menyediakan penginapan di rumah-rumah penduduk di sekitar lokasi MTQ. “Kita sudah sampaikan kepada pemilik rumah-rumah penduduk, bahwa rumah mereka akan dijadikan sebagai tempat penginapan,” ungkap Haris Fadillah.(dra)