Home Blog Page 13613

Andi Masuk Bidikan KPK

Pengembangan Sidang Nazaruddin

JAKARTA – Putusan terdakwa kasus suap wisma atlet Muhammad Nazaruddin memang menjadi salah satu titik terang yang digunakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengembangkan kasus korupsi lainnya yang dilakukan mantan Bendaha Umum Partai Demokrat itu. Bahkan tidak menutup kemungkinan ada pihak-pihak lain yang terseret pasca Nazaruddin, termasuk Menpora Andi Alfian Malarangeng.

Menurut majelis hakim, pada awal 2010 silam Andi telah melakukan pertemuan dengan Nazaruddin bersama Ketua  Komisi X DPR Mahyuddin, dan anggota Komisi X Angelina Sondakh. Menurut majelis yang dipimpin Dharmawati, pertemuan yang terjadi di ruang Andi di Kemenpora merupakan pertemuan tidak resmi, padahal mereka membicarakan hal-hal penting, salah satunya adalah penyelesaian sertifkat tanah Hambalang.

“Yang jelas tidak hanya putusan hakim saja yang akan kami manfaatkan untuk pengembangan, tapi juga seluruh keterangan saksi dan terdakwa,” kata juru bicara KPK Johan Budi, kemarin (22/4).

Dalam persidangan Nazaruddin maupun persidangan wisma atlet dengan terdakwa yang lainnya, beberapa saksi dan terdakwa kerap mengungkapkan keterlibatan Andi. Salah satunya adalah mantan Sesmenpora Wafid Muharam. Dia bersikeras cek senilai Rp3,2 miliar yang diterimanya dari Direktur Marketing PT Anak Negeri Mindo Rosalina Manulang dan Direktur Marketing PT DGI merupakan dana talangan yang diketahui Menpora Andi.
Tak hanya itu, Nazaruddin juga pernah mengungkapkan Andi menerima jatah Rp10 miliar dari proyek pusat pelatihan, pendidikan dan sekolah Hambalang. Kata Nazaruddin, uang tersebut berasal dari PT Adhi Karya, perusahaan pemenang proyek yang diberikan Mahfud Suroso yang disebut-sebut orang dekat Anas.

“Pokoknya, semua yang ada dipersidangan akan kami manfaatkan. Tapi tentu saja pengakuan-pengakuan itu harus berdasakan alat bukti,” kata Johan.
Dia menerangkan, KPK memang tidak mengarahkan tuduhan keterlibatan seseorang secara satu persatu. Namun KPK akan terus mengembangkan wisma atlet dan kasus yang lainnya terkait Nazaruddin secara utuh.

Nah, jika nanti dalam perkembangannya KPK menemukan alat-alat bukti keterlibatan pihak lain, maka komisi antikorupsi yang dipimpin Abraham Samad itu tidak akan segan-segan menetapkan tersangka baru.

KPK, kata Johan, akan segera menindaklanjuti kasus wisma atlet dengan tersangka Angelina Sondakh. Fakta-fakta di dalam persidangan Nazaruddin pun akan dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk membantu mengembangkan kasus Angie.

Bahkan, kata Johan, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan memanggil dan memintai keterangan Andi sebagai saksi untuk Angie. Sementara itu, kuasa hukum Nazaruddin, Rufinus Hutauruk meminta agar KPK benar-benar serius menindaklanjuti fakta-fakta yang muncul di dalam persidangan. Menurut dia, fakta di persidangan sudah jelas-jelas menyebutkan keterlibatan Andi. “Sudah banyak fakta-fakta yang menyebutkan Andi terlibat. KPK seharusnya sudah bisa menjeratnya,” imbunnya. (kuh/bay/jpnn)

Kewenangan Gubernur Diperkuat

JAKARTA- Para bupati dan wali kota yang selama ini banyak tidak menghargai posisi gubernur, dan cenderung ‘melawan’, sepertinya harus siap-siap menghadapi kenyataan baru. Karena dipastikan dalam revisi Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004, pemerintah mengusulkan peningkatan kewenangan seorang gubernur sebagai kepala daerah di sebuah provinsi.

Menurut Direktur Jenderal Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Dirjen PUM Kemendagri), Made Suwandi dalam Lokakarya pers di Lembang, Jawa Barat, kemarin, ada tiga hal yang diusulkan. Diantaranya bahwa sebagai seorang kepala daerah, maka semua Peraturan Daerah (Perda) yang akan diberlakukan di daerah tersebut, harus terlebih dahulu di registrasikan ke gubernur. Untuk kemudian diajukan ke pusat untuk dinilai apakah Perda dimaksud bertentangan atau tidak dengan undang-undang diatasnya.

“Gubernur nantinya juga akan dilibatkan dalam proses fit and proper test untuk menjaring calon-calon pejabat di kabupaten/kota. Dan ketika bupati atau wali kota menolak mengangkat sekretaris daerah, maka gubernur yang akan melantiknya. Jadi tiga hal ini yang di kunci untuk memperkuat kewenangan gubernur,” ungkap Made.

Untuk itu guna semakin mengefisiensi fungsi dan kinerja para kepala daerah, menurut Made ada beberapa hal lain yang diusulkan. “Bahwa nantinya ke depan, seorang kepala daerah tidak lagi boleh menjadi pengurus partai politik. Ini kita masukkan dalam RUU Pemilukada,” ucapnya. (gir)

Brimob-Kostrad Bentrok, 5 Luka Tembak

GORONTALO – Bentrok berdarah kembali terjadi di wilayah Gorontalo, tepatnya di kompleks Taman Menara Keagungan, Limboto, Kabupaten Gorontalo, Minggu (22/4) pukul 00.30 dini hari.

Bentrok tersebut melibatkan oknum anggota Brimob Polda Gorontalo dan oknum anggota Kostrad 221 Motuliato Gorontalo. Di lokasi bentrok, kedua kubu saling baku tembak. 8 orang terluka akibat terkena benda tajam dan tembakan. Terdiri 2 oknum Brimob Polda Gorontalo dan 6 oknum anggota Brigif 221 Gorontalo.

Dua oknum Brimob Polda Gorontalo masing-masing Bripka Asrul Sani dan Briptu Sarifudin. Keduanya mengalami luka robek di bagian kepala. Sementara 6 oknum anggota Brigif 221 Gorontalo masing-masing Prajurit Dua (Prada) Apriadi, Prada Friman, Prada Yanis, Prada Tiflif, Prada Rahim serta Prada Adrian. Lima di antaranya mengalami luka tembak.

Prada Apriadi mengalami luka tembak pada bagian punggung kiri dan di paha kaki kiri. Prada Firman mengalami luka tembak di bagian tangan kiri hingga tembus ke dada. Prada Yanis mengalami luka tembak di bagian mata kaki kanan. Prada Tiflif mengalami luka tembak di bagian paha kanan serta Prada Rahim mengalami luka tembak di bagian lengan. Sedangkan Prada Adrian mengalami luka gores pada pelipis kiri akibat terkena senjata tajam.
Hingga berita ini diturunkan enam oknum anggota Kostrad tersebut masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit MM Dunda Limboto. Sementara dua oknum anggota Brimob yang terluka belum diketahui dirawat di mana.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post (grup Sumut Pos), kejadian bentrok bermula ketika satu regu anggota Brimob Polda Gorontalo melakukan penertiban keamanan di seputaran Taman Menara Keagunan Limboto dan Perkantoran Pemkab Gorontalo. Saat sedang melakukan penyisiran, tiba-tiba terjadi pelemparan batu dan botol oleh sekelompok orang tak dikenal ke anggota Brimob. Anggota Brimob yang berada di atas mobil kemudian melakukan pengejaran.

Diduga, ketika saling kejar itu ada sejumlah oknum anggota Kostrad yang dikejar. Sehingga sejumlah oknum anggota Kostrad melakukan perlawanan.

Tiba-tiba terdengar letusan tembakan. Tak lama kemudian terdengar rentetan tembakan. Masyarakat yang berkumpul di Taman Menara Keagungan Limboto langsung kocar-kacir. Mereka berusaha menyelamatkan diri agar tidak terkena peluru yang nyasar.
Dalam kejadian saling kejar yang disertai letusan senjata api, tersiar kabar ada oknum anggota Brimob Polda Gorontalo yang terkena sabetan senjata tajam. Selain itu ada pula oknum anggota Kostrad yang terkena tembakan. Oknum anggota Kostrad yang terkena tembakan itu pun langsung dilarikan ke RS MM Dunda Limboto.

Sekitar 15 menit kemudian puluhan anggota Brimob datang ke lokasi Taman Menara Keagungan. Puluhan anggota Brimob bersenjata lengkap itu mengejar sejumlah orang yang disinyalir terlibat dalam aksi pelemparan.  Tiba-tiba puluhan anggota Kostrad 221 Gorontalo juga turut datang ke lokasi Taman Menara Keagungan. Kedatangan puluhan anggota Kostrad yang mengenakan baju preman itu langsung penyisiran di seputaran Taman Menara Keagungan Limboto.

Insiden saling kejar mengejar diantara dua kelompok tersebut berlangsung kurang lebih 30 menit. Tidak hanya itu saja beberapa mobil milik warga sipil yang melintas di daerah sekitaran menara ini ikut menjadi korban. Kaca jendela mobil sejumlah warga dipecahkan untuk mengecek apakah di dalam mobil terdapat anggota Brimob atau Kostrad. Situasi itu terus berlangsung hingga menjelang subuh.

Kapolda Gorontalo Brigjen Pol Drs Irawan Dahlan ketika dikonfirmasi melalui Kepala Bidang Humas AKBP Lisma Dunggio sama sekali belum mau memberikan komentar perihal kejadian tersebut dengan alasan pihaknya belum mendapat laporan dan informasi yang jelas. Apalagi ketika disinggung bahwa bentrok antara Brimob dan TNI Kotsrad di taman Menara Limboto tersebut dipicu akibat ulah aparat kepolisian Polri itu sendiri diakui Lisma bahwa pihaknya belum tahu jug mengenai hal itu. “Yang pasti saya belum mendapat laporan resmi mengenai kejadian ini. Kapolres Limboto saya telepon juga tidak dijawab, SMS juga tidak dibalas. Nanti kalau sudah jelas semua baru saya akan kasih informasi. Kalau saya berikan informasi yang tidak sesuai fakta takutnya salah nanti,”tutup Lisma singkat. Demikian pula dengan Kasat Brimob Kombes Pol Eko Saktiono telepon selulernya sulit dihubungi awak koran ini. Saat tim Gorontalo Post mendatangi markas Brimob di Desa isimu Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo juga tidak mendapat ijin masuk dari sejumlah anggota Brimob yang berjaga-jaga di pintu masuk area Markas Brimob dengan alasan untuk kepentingan keamanan. “Maaf, demi untuk keamanan kalian tidak bisa masuk ke markas. Lagian bapak juga tidak ada kalian temui, lagi berangkat ke luar daerah,”kata salah seorang anggota Brimob bersenjata lengkap tersebut.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah Komandan Brigif 22 Kostrad Kolonel Infantri Refrizal mengatakan, bahwa pihaknya juga belum mendapat konfirmasi yang jelas mengenai kronologis kejadian baku tembak antara anggota TNI Kostrad dengan anggota Brimob tersebut. “Maaf saya belum bisa memberikan keterangan pers perihal kejadian ini. Saya juga takut salah sebab informasinya yang saya terima masih simpang siur. Yang pasti secara internal kami melalui Subdenpom tetap menyelidiki kasus ini. Kalau sudah jelas semuanya baru saya akan informasikan,” kata Kol Inf. Refrizal kepada Gorontalo Post (grup Sumut Pos), kemarin.

Lebih lanjut Refrizal menambahkan, bahwa dengan adanya peristiwa ini dirinya selaku pimpinan TNI Kostrad di Provinsi Gorontalo telah memerintahkan seluruh anggotanya yang bertugas diluar markas Brigif. Disinggung berapa orang anggota TNI Kostrad yang mengalami luka dan dirawat di RS MM Dunda Limboto? Diakui Refrizal, anggotanya yang masuk rumah sakit akibat luka-luka berjumlah 5 orang.

“Kalau nggak salah ada yang kena tembak, ada juga yang luka kena benda lain. Kami juga sedang mengumpulkan beberapa proyektil peluru di lokasi kejadian untuk memastikan berapa banyak proyektil peluru tajam maupun peluru karet. Saya nanti akan berkoordinasi dengan Kapolda Gorontalo,” tandasnya. (tim GP/jpnn)

Cacat Usai Makan Sajian KFC

SYDNEY – Banyak orang menganggap mengkonsumsi makanan cepat saji seperti hamburger atau kentang goreng dapat mengganggu kesehatan dan menyebabkan kegemukan. Tapi apa yang dialami oleh seorang anak kecil bernama Monika Samaan asal Sydney, Australia, ternyata lebih parah lagi.
Monika menderita cacat seumur hidup karena mengonsumsi menu dari restoran Kentucky Fried Chicken yang dilaporkan tidak diolah dengan baik. Monika baru berusia 7 tahun ketika ia divonis mengalami kerusakan otak akibat keracunan makanan tidak lama setelah mengkonsumsi menu kebab ayam KFC Twister Wrap tahun October 2005 lalu.

Bertahun-tahun setelah kejadian tersebut, Kejaksaan Agung Australia Sabtu (21/4) lalu mengumumkan bahwa keluarga Monika telah memenangi gugatan mereka terhadap KFC yang memiliki puluhan ribuan jaringan waralaba di seluruh dunia.   Sebagaimana dilaporkan AFP, Kejagung Australia dalam salinan surat putusan pengadilan mengatakan, penyakit Monika disebabkan oleh menu KFC Twister yang dimakannya bersama beberapa anggota keluarganya yang lain. Monika disebutkan mengkonsumsi makanan tersebut dalam jumlah yang jauh lebih banyak dari keluarganya yang juga menderita sakit meski tidak terlalu parah.

Hakim yang mengeluarkan keputusan tersebut, Stephen Rothman, menyatakan bahwa daging ayam yang digunakan dalam menu Twister tersebut telah terkontaminasi bakteri Salmonella karena pekerja restoran yang mengolah daging tidak mengikuti prosedur kerja yang diharuskan. Hakim menganggapnya sebagai suatu tindak kecerobohan.

“Pengadilan memang memiliki bukti yang menyatakan beberapa pegawai sama sekali tidak menyadari konsekuensi yang timbul dari kecerobohan mereka. Tapi tetap saja KFC harus bertanggung jawab atas kecerobohan fatal tersebut,” katanya.

Hakim juga menyatakan, temuan tim pemantau kesehatan sebelum Monika jatuh sakit menunjukkan, restoran tersebut tidak mampu memenuhi standar kebersihan dalam hal penyiapan bahan makanan. “Sang gadis kini cacat secara intelektual dan tubuhnya tidak mampu berfungsi secara independen,”ucap hakim yang akan menentukan nilai ganti rugi KFC kepada keluarga Monika.

Namun KFC telah membantah tuduhan bahwa mereka telah menyebabkan tragedi yang menimpa gadis berusaha 14 tahun tersebut. KFC  akan menempuh upaya banding untuk membersihkan nama baik perusahaan.(AFP/ara/jpnn)

Belasan Pejudi dan Pemodal Dibekuk

MEDAN- Belasan pria paro baya yang terlibat dalam perjudian jenis judi dadu (Samkwan red) Sabtu (21/4) malam lalu, ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) di kawasan Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat.

Selain pemain, polisi juga menangkap bandar judi yang ternyata juga berprofesi sebagai pengusaha dan peternak hewan kaki empat (babi red) di Pangkalan Brandan.

Pantauan di kantor Direktorat Reskrimum Mapolda Sumut, Minggu (22/4) pria paro baya tersebut terlihat menjalani pemeriksaan intensif. Pemeriksaan dilakukan maraton sejak para tersangka ditangkap.

“Dari tadi malam belum tidur, gara-gara periksa mereka (tersangka-red),” ujar salah seorang juper Ditreskrimum Poldasu kepada wartawan.
Informasi yang diperoleh, sebelas tersangka judi samkwan ini dibekuk petugas langsung di Tempat Kejadian Perkara (TKP), yakni di satu unit rumah toko di Jalan Masjid No 75 Kecamatan Babalan Pangkalan Brandan. Ruko tersebut kesehariannya dipergunakan sebagai tempat untuk menjual sepeda.
Polisi mendapat informasi, setiap akhir pekannya (Sabtu dan Minggu red), yakni pada malam hari di tempat ini berubah fungsi menjadi lapak judi samkwan.

Berdasarkan informasi tersebut, polisi langsung melakukan upaya pengintaian. Setelah seminggu melakukan investigasi dan merasa yakin, Sabtu malam lokasi ini digerebek.

Para tersangka diamankan antara lain, Bong Kuang (51) warga Jalan Masjid Gang Baha, Pangkalan Brandan dalam hal ini merupakan bandar sekaligus tukang goncang dadu.

Dia dibantu Sarmin alias Ahon (58) warga Jalan Masjid No 99. Keduanya partner dalam tindak pidana ini, sama-sama penyerta modal membuka usaha judi samkwan. Untuk memuluskan aksi mereka, Bong Kuang kemudian membujuk Edy (53), untuk meminjamkan rukonya menjadi lokasi perjudian.
Tersangka lainnya yang dibekuk yakni Teng Ki Yong alias Aing (55), Abin alias Ali (56, Lim Cun Gek alias Agek (57), Agus Salim alias Ahu (56), Acia alias Ompong (60), Aie alias Ahmadsyah (54), Crisanto alias Anto (54) dan Agam alias Ki Hua (50). Mereka ini semua warga Pangkalan Brandan dalam kasus ini berstatus menjadi pemain.

“Saat kita gerebek mereka lagi operasi. Dari penggerebekan ini kita menyita uang sebanyak Rp 33,6 juta,” tukas Kasubdit III/Umum AKBP Andry Setiawan yang memaparkan kasus tersebut.

Selain menyita uang puluhan juta, polisi juga mengamankan 1 mangkok dadu, 11 unit HP, 8 pulpen, 2 buku rekap kalah menang.
Bong Kuang kepada wartawan mengakui, dia tertarik membuka judi samkwan karena tergiur mendapatkan uang banyak lebih cepat. Dia mengaku, selama ini dia hanya menjadi pemain di beberapa lokasi judi yang banyak terdapat di Sumut. Dia mengaku pernah main di kawasan Belawan, Binjai, Deliserdang dan kawasan lainnya.

“Aku sehari-harinya toke babi. Pernah main judi di Belawan dan Binjai. Buka samkwan ini ingin dapat uang lebih saja. Baru sebulan kubuka tapi sudah ketahuan polisi,” tukas Bong Kuang yang membantah punya backing dari aparat kepolisian atau pun TNI. (ari)

Rumah Kos Terbakar, Satu Tewas Terpanggang

KISARAN- Rumah kos di Jalan SM Raja Kelurahan Sendang Sari Kecamatan Kota Kisaran Barat ludes terbakar, Sabtu (21/4) sekitar pukul 04.00 WIB.
Satu orang penghuninya Dody (35) warga kota Kisaran tewas terpanggang, 2 unit sepeda motor terbakar sementara 3 orang penghuni lainnya selamat. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta.

Informasi dihimpun METRO ASAHAN (grup Sumut Pos), rumah kos semi permanen yang bersebelahan dengan Musholah Al-Ikhlas itu milik Tengku Mukhtaruddin (65) warga Jalan SM Raja Kisaran. Sejauh ini belum diketahui penyebab kebakaran.

“Saat ini kasusnya sudah ditangani penyidik,” kata Kapolres Asahan AKBP Yustan Alpiani saat dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Fahrizal, Mingggu (22/4).

Korban tewas setelah dievakusi langsung dibawa ke RSUD Kisaran untuk divisum. Setelah itu oleh pihak keluarga, jasad Dody dibawa pulang untuk dimakamkan.

Sementara itu Kepala Kesbang Linmas Buwono Prawana yang ditemui di lokasi kejadian mengatakan, saat kejadian pihaknya menerjunkan tiga unit mobil damkar.

Saksi mata menyebutkan sebelum kebakaran ada aksi ribut-ribut. Namun dia mengaku tidak tahu pasti siapa yang ribut.

“Sebagai tetangga kami tidak mau campur tangan dengan permasalahan orang lain, karena belum tentu orang itu mau menerima kita, sama hal yang terjadi pada malam dini hari itu, kami hanya bisa mendengarkan saja,” ungkap saksi mata yang enggan disebutkan namanya itu.
Sementara itu Novy (17) anak kos yang selamat mengaku malam sebelum kejadian dirinya tidak bisa tidur. Sekira jam 04.00 WIB Novy mendengar jeritan. Lalu dia keluar rumah.

Ketika keluar dari kamarnya ternyata rumah kosnya terbakar. Novy melihat api sudah menjalar keseluruh bagian rumah semi permanen tersebut. Sambil berteriak minta tolong langsung membangunkan kedua temannya yang tidur lelap.

“Kami tidak tahu kalau Dody masih ada di dalam rumah itu, karena Dody sering pulang larut malam dan terkadang tidak pulang kerumah. Karena istri korban bekerja sebagai baby sister dan tidur ditempat kerjanya,” ungkapnya.(smg)

Warga Ladang Bambu dan Namogajah Butuh Jembatan

MEDAN-  Warga Kelurahan Ladangbambu dan Namogajah, sangat memimpikan pembangunan jembatan yang bisa menghubungkan kedua daerah tersebut. Demikian disampaikan Lurah Namogajah, Namo Ginting dan Lurah Ladangbambu, Suhartini kepada wartawan.

Dijelaskan Namo Ginting, saat ini akses kedua daerah tersebut terputus. Hal ini dikarenakan tidak adanya jembatan yang bisa menghubungkan kedua daerah ini.

“Kawasan ini sudah ditetapkan sebagai daerah tujuan wisata. Selain itu, masyarakatnya juga bergantung pada hasil pertanian. Jadi bagaimana mungkin bisa menjadi daerah tujuan wisataa, dan mengangkut hasil pertanian dengan cepat, jika akses jalanan tidak ada,” katanya sembari menjelaskan, kalau kawasan ini nantinya juga bisa menjadi jalan alternatif. Sehingga kepadatan arus lalulintas di Jalan Jamin Ginting bisa dikurangi. Jalan ini nantinya bisa jadi jalan alternatif dan menampung membludaknya jumlah kendaraan yang melintas di kawasan Jalan Jamin Ginting Medan.

Hampir senada dengannya, Lurah Ladangbambu Suhartini menjelaskan, proses pembangunan jembatan itu tentunya sangat membantu masyarakat di kawasan ini.

“Karena kepingin ada akses penghubung didua daerah itu, masyarakat menyatakan rela melepaskan lahan mereka untuk dijadikan jalan dan jembatan. Jadi, semua pihak sudah mendukung,” ungkapnya.

Salah seorang kepala lingkungan, Sutrisno membenarkan pernyataan Lurah, kalau masyarakat dengan rela memberikan lahannya untuk digunakan sebagai jalan.

“Kami di sini menyadari arti pentingnya pembangunan. Karenanya kami berharap, kiranya pemerintah memprioritaskan pelaksanaan pembangunan jembatan di daerah ini,” ungkapnya.

Kepala Unit Pelayanan Teknis (KUPT) Dinas Binamarga Medan, Amin Siregar menjelaskan, kalau upaya pembangunan jembatan penghubung di kawasan ini sudah masuk dalam rancangan anggaran kerja (RKA) Dinas Binamarga.

Hanya saja, hal ini masih butuh proses.”Karenanya kita berharap, kiranya pelaksanaan pembangunan jembatan ini bisa direalisasikan tahun ini,” ungkapnya.

Anggota DPRD Medan dari daerah pemilihan II, Kuat Surbakti menjelaskan, pembangunan jembatan tersebut harus segera direalisasikan. (ade)
TINJAU: Kepling Sutrisno (kiri), Anggota DPRD Medan Kuat Surbakti, Lurah Namogajah Namo Ginting (tengah). Lurah Ladangbambu, Suhartini dan Kepala Unit Pelayanan Tekhnis Wilayah IV, Ahmad Amin Siregar meninjau jembatan penghubung Kelurahan Ladangbambu dan Namogajah yang rusak.(*)

Pemkab Pakpak Bharat Bentuk FGD

PAKPAK BHARAT- Pemkab Pakpak Bharat membentuk Forum Group Discussion (FGD), Kamis (19/4). Hal ini seiring dengan penerapan Standar Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2008 guna meningkatkan pemahaman serta mengeksplorasi persoalan yang muncul.

Acara berlangsung hingga Jumat (20/4) di Aula Pemkab Pakpak Bharat itu merupakan kegiatan lanjutan dimana sebelumnya dilakukan peningkatan kapasitas dengan memberi muatan bagi peserta yang dilaksanakan di Medan (23-24/2) lalu.  Sebagai pemandu FGD ini didatangkan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara.

Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu MBA dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Drs Holler Sinamo menyampaikan penerapan sistem manajemen mutu berbasis SNI ISO 9001:2008 merupakan upaya Pemkab Pakpak Bharat untuk meningkatkan kinerja.

“Saya berkomitmen dan secara konsisten akan memantau penerapan SMM SNI ISO 9001:2008 di seluruh SKPD Kabupaten Pakpak Bharat,” tandas Bupati.
Sebelum mengahiri acara Forum Grup Diskusi( FGD) Sekretaris Daerah Kabupaten Pakpak Bharat Drs Holler Sinamo melalui Asisten Administrasi dan Pembangunan Ir Sutra Ginting menyampaikan  agar seluruh SKPD berkomitmen untuk menerapkan Sistem Manejemen Mutu (SMM) SNI ISO 9001:2008 dan membuat indeks kepuasan masyarakat  sehingga kegiatan ini adalah sebagai bagian untuk mempercepat perwujudan pelayanan publik yang prima dan percepatan perwujudan kesejahteraan masyarakat. (mag-14)

Dibacok Karena Knalpot

RANTAU- Cekcok gara-gara suara knalpot sepedamotor yang bising, kepala siswa SMK Pemda Rantau Selatan, Labuhanbatu, Mangaraja Doni (18) dibacok parang oleh IL (19), anak oknum polisi berpangkat Brigadir yang bertugas di Mapolres Labuhanbatu.

Informasi dihimpun METRO ASAHAN  (Grup Sumut Pos), peristiwa itu terjadi Jumat (20/4) sekitar pukul 18.00 WIB. Kala itu korban berada di rumahnya di Jalan Ki Hajar Dewantara, Rantau Selatan.

“Kejadiannya sebelum Magrib, waktu saya di rumah,” kata korban saat ditemui di ruang rawat inap RSU Rantauprapat, Jumat (20/4).
Menurutnya saat itu tiba-tiba IL datang ke rumah korban dan membawa sebilah parang.

“Penasaran dengan maksud dan tujuan IL, saya menghampirinya yang berdiri di depan rumah. Namun belum sempat berbicara panjang lebar, saya langsung diserang, dan kepala saya dibacok hingga berdarah,” kata Mangaraja.

Diakui korban, sebelum dibacok, dirinya memang sempat adu mulut dengan IL. Hal itu dipicu suara knalpot sepedamotor korban saat melintas di depan rumah IL, di Jalan Dewi Sartika, Rantau Selatan.(cr1/smg)

Tewas Ditikam Pemabuk

SERGAI- Rona M Pebri (20) warga Dusun Bahisan, Desa Kotarih, Kecamatan Kotarih Sergai tewas ditikam lelaki yang diguga sedang mabuk  di depan Masjid Jamik, Dusun Banten, Desa Kotarih, Sergai Minggu (22/4) dini hari sekitar pukul 00:20 WIB.

Merasa bersalah Pelaku Johan (25) warga Dusun Banten, Desa Kotarih Baru itu pun langsung menyerahkan diri ke  Mapolsek Kotarih, mengantisifasi  terjadinya amukan warga pihak kepolisian Polsek Kotarih langsung  menyerahkan ke Mapolres Sergai.

Kapolres Sergai  AKBP Arif Budiman, SIK.MH melalui Kasubag Humas Polres Sergai AKP ZN Siregar kepada Sumut Pos Minggu (22/4) mengatakan pelaku diduga dibawah alam sadar saat melakukan penikaman. Besadarkan hasil pemeriksaan sementara pelaku habis minum minuman keras sejenis tuak, nafasnya juga masih bau tuak.

“Pelaku menusuk korban dengan pisau belati  tepat di belakang pinggul hingga tewas ditempat akibat kehabisan darah dan saat ini bersama barang bukti kita amankan di Mapolres Sergai unutk pemeriksaan lebih lanjut”  kata Regar.(mag-16)