30 C
Medan
Friday, April 17, 2026
Home Blog Page 13613

Jaksa Panggil Bos BNI Cabang Pemuda

Lanjutan Kasus Kredit tanpa SOP Rp129 Miliar

MEDAN-Kejatisu berencana akan melayangkan surat pemanggilan terhadap pimpinan BNI 46 Cabang Pemuda Medan, terkait penyidikan kasus kredit tanpa melalui mekanisme Standard Operasional Prosedur (SOP) Rp129 miliar.

Plh Kasi Penkum Kejatisu, Ronald Bakara SH MH mengaku, pemanggilan pimpinan BNI 46 Cabang Pemuda Medan untuk dimintai keterangan mengenai progres kasus BNI 46 yang sempat macat selama lima bulan.

“Besok (hari ini) kalau yang bersangkutan tidak berhalangan akan kita minta keterangan,” ujar Ronald Bakkara.
Ronald Bakkara mengaku kalau jaksa sudah melayangkan surat pemanggilan beberapa hari yang lalu.

Jaksa, kata Bakkara, akan meminta keterangan kemana saja kredit yang disalurkan apakah sesuai mekanisme atau SOP atau tidakn
Pemanggilan pimpinan BNI Cabang Medan ini pun tidak terlepas dari izin Bank Indonesia (BI).

Dimana izin tersebut baru dikeluarkan BI, sedangkan proses pemeriksaan rekening milik kelima tersangka sudah sejak lima bulan yang lalu direncanakan. (rud)

Manajemen Pirngadi Mengaku Salah

Kasus Pasien Meninggal karena Terlambat Ditangani

MEDAN-Kasus meninggalnya Anastasya F Situmeang (7 bulan) di ruang IGD RSU dr Pirngadi Medan, diakui karena kesalahan tim medis RSU dr Pirngadi yang lambat menangani.

“Kami manajemen RSU dr Pirngadi Medan meminta maaf dan kami mengaku salah. Kami minta sudi kiranya keluarga Mualtua Situmeang dan Rini O br Sinaga menerima maaf kami,” kata Wadir Keperawatan RSU dr Pirngadi Medan, dr Amran Lubis didampingi Wadir RSU dr Pirngadi, Yasin, Kabag Keuangan RSU dr Pirngadi Medan, Rustam, Kasubbag Hukum dan Humas RSU dr Pirngadi Medan, Edison Perangin-angin SH MKes, di ruang rapat I RSU dr Pirngadi Medan, Selasa (24/4) siang.

Ke depan, katanya, mereka berjanji akan menata ulang semuanya sesuai dengan SOP dari Dirjen Kemenkes.
“Memang dalam hal ini dokter yang bersangkutan tak beretika, karena memakai telepon dalam menangani pasien. Kita juga menekankan agar supervisor dan dokter spesialis lebih mengutamakan pasien terlebih dahulu.

Ke depannya kita juga akan menempatkan dokter dan perawat yang sudah mempunyai sertifikasi,” jelasnya.
Mengenai Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang berada di IGD, ke depannya semuanya akan ditemani oleh dokter spesialis dan dokter spesialis tak boleh meninggalkan lokasi.

“Jika ada dokter PPDS dan dokter spesialis serta perawat yang melakukan kesalahan akan kita teliti kesalahannya dan akan kita berikan sanksi, sesuai dengan yang berlaku dan kita juga akan berkoordinasi dengan pihak kampusnya,” bebernya.

Bagaimana dengan investigasi yang dilakukan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Arman Lubis menuturkan wajar saja karena itu merupakan lembaga yang mengawasi kinerja dokter.

“Sah-sah saja mereka melakukan investigasi. Namun, untuk investigasi terhadap rumah sakit, IDI tak ada mempunyai wewenang,” ujarnya.
Mengenai lambatnya penanganan yang diberikan oleh rumah sakit, Amran mengaku, ke depannya rumah sakit akan lebih memberikan pelayanan yang lebih bagus lagi.

“Pelayanan akan kita tingkatkan lagi sesuai dengan standart dunia dan akan dilakukan evaluasi sekali sebulan. Tak hanya itu, di depan IGD akan disiagakan satu dokter dengan dua perawat dan satu dokter spesialis lagi agar masyarakat dalam menerima pelayanan kesehatan tak terganggu lagi,” pungkasnya.

Sugiyanto Situmeang, Pengurus Muda-mudi Marga Situmeang se-Sumut dan se-Indonesia yang ditemani Israel Situmeang, Pengurus Marga Situmeang se-Kota Medan, Keluarga Situmeang, Keluarga Sinaga, Mualtua Situmeang dan istrinya, Rini O br Sinaga menerima maaf dari pihak RSU Dr Pirngadi Medan.

“Kita menerima permintaan maaf dari pihak RSU dr Pirngadi Medan dan kita minta dengan tegas agar rumah sakit lebih menghargai manusia dan lebih mengutamakan pelayanan yang lebih bagus lagi ke depannya karena ini merupakan rumah sakit milik semua umum. Kasus ini sampai di sini dan sudah selesai semuanya serta tak akan diperpanjang lagi,” bebernya.

Disambungnya, pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada semua media.
Dijelaskannya, cukup hanya Anastasya saja dan jangan ada Anastasya yang lain. “Cukup hanya anak, cucu kami ini saja yang menjadi korban dan jangan ada Anastasya-Anastasya yang lain lagi,” kata Rini O br Sinaga.

Mengenai uang yang diberikan oleh Wali Kota Medan, Rahudman Harahap di dalam ruangan Sekda Kota Medan, Senin (23/4) kemarin, Sugiyanto mengaku menolaknya.

“Kami sangat berterima kasih dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Wali Kota Medan, Bapak Rahudman Harahap atas uang pemberian dari Pak Wali Kota Medan. Tapi dengan tegas kami menolaknya, bukan karena kami orang kaya atau kami minta uang. Namun, yang kami minta agar pelayanan lebih diterapkan lagi dan lebih ditingkatkan lagi ke depannya. Alangkah lebih baiknya jika uang ini diberikan kepada orang yang lebih membutuhkannya,” kata Sugiyanto sambil menyerahkan uang tersebut kepada manajemen RSU dr Pirngadi Medan yang diterima oleh Wadir Keperawatan RSU dr Pirngadi Medan, Dr Amran Lubis dan disaksikan oleh seluruh pegawai rumah sakit dan marga Situmeang dan marga Sinaga.(jon)

Dirut tak Pernah Hadir

Setiap pertemuan yang dilakukan antara keluarga Anastasya F Situmeang dan pihak RSU dr Pirngadi Medan, Dirut RSU dr Pirngadi Medan, Dewi Syahnan tak pernah hadir.

“Ibu sedang menemani orangtuanya yang sakit di Singapura,” kata Wadir Keperawatan RSU dr Pirngadi Medan, Dr Amran Lubis, di Ruang Rapat I, Selasa (24/4) siang.

Menurutnya, dirut sudah mengetahui hal ini namun tak bisa hadir setiap pertemuan.
“Keluarga Ibu Dirut yakni orangtuanya sakit dan masih dirawat di Singapura. Jadi kami dipercayakan untuk melakukan pertemuan,” jelasnya.(jon)

Evaluasi Dirut Pirngadi

Rendahnya pelayanan yang dilakukan RSUD dr Pirngadi Medan terhadap pasien miskin di Kota Medan, mengakibatkan timbulnya sejumlah masalah. Apa tanggapan anggota dewan? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Kesuma Ramadhan dengan Ketua Komisi B DPRD Medan, Surianda Lubis.

Bagaimana Anda menilai kondisi rumah sakit yang selalu dikritisi masyarakat akibat lemahnya pelayanan?

Dalam hal ini, seharusnya manajemen rumah sakit bisa memahami bahwa setiap aset pemerintah harus memiliki standar pelayanan, yakni harus mampu mengedepankan pelayanan dengan mengedepankan kesehatan dan keselamatan jiwa masyarakat Kota Medan.

Apakah standar pelayanan rumah sakit belum jelas?
Seandainya jelas, maka tidak akan ditemui beberapa kasus, bahkan yang berujung terhadap gugatan ke Pengadilan. Kita melihat jika dalam operasionalnya, RSUD dr Pirngadi  belum bisa menerapkan dua hal tadi, yakni keselamatan jiwa dan pelayanan yang baik terhadap pasiennya. Ini merupakan persoalan serius yang harus segera disikapi oleh pemerintah.

Apa langkah yang seharusnya diambil oleh pemerintah?
Agar sejumlah kasus kasus tidak terulang, cukup alasan bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap pimpinan RSUD Dr Pirngadi. Hal ini untuk menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat. Dengan sejumlah kritikan akibat lambatnya pelayanan yag diberikan rumah sakit dan beragam kritikan lainnya memberikan kesan seolah kesehatan masyarakat tidak lagi menjadi prioritas.

Apa ada dampak yang ditimbulkan dengan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit milik pemerintah?
Dengan hilangnya kepercayaan masyarakat otomatis masyarakat tidak akan lagi mau berobat di rumah sakit tersebut karena bukan mendapatkan kesehatan justru mengancam jiwanya. Alasan ini jugalah yang menyebabkan sejumlah masyarakat berbondong-bondong berobat ke luar negeri karena memilih pelayanan yang lebih representatif yang disediakan rumah sakit luar.

Apa solusi yang harusnya dilakukan untuk menciptakan sebuah pelayanan prima?
Sya kembali menekankan untuk Pemerintah dalam hal ini harus mengevaluasi kinerja pimpinan Pirngadi, jika tidak maksimal harusnya bisa dicari orang yang berkompeten sesuai bidangnya. Setidaknya jika Pirngadi bisa menjadi lokomotif pelayanan yang baik bagi rumah sakit lainnnya, maka ini akan memberikan efek yang sangat baik dengan tingkat kepercayaan masyarakat. Selain itu RSUD dr Pirngadi juga harus memiliki Blue Print untuk program pengembangan rumah sakit dalam jangka waktu lima tahun ke depan. Jadi dengan Blue Print kita kan tau maunya pelyanan yang terbaik itu bagaimana langkah yang harusnya dilakukan. (*)

BLH: Jangan Pakai Air Sungai Babura

MEDAN-Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Medan bersama Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Sumatera Utara, mengambil sample bangkai ikan sapu kaca dan air Sungai Babura, di Jalan Zainul Arifin untuk diperiksa di laboratorium.

“Kemarin kita sama-sama dengan BLH Provsu untuk turun ke sungai Babura dan telah mengambil sample sebanyak enam ekor ikan sapu kaca, yang mati dan air sungai tersebut untuk dibawa dan kita periksa ke laboratorium. Hasilnya seminggu lagi baru keluar,” kata Plt Kepala BLH Kota Medan, Eddy Utama kepada wartawan, kemarin.

Dikatakannya, pihaknya belum mengetahui secara rinci apa penyebab kematian ikan-ikan sapu kaca di Sungai Babura.
Tapi, dirinya tidak menampik adanya dugaan karena pencemaran air limbah pelaku kegiatan industri di hulu sungai. Untuk itu, dirinya masih menunggu hasil laboratorium.

“Kita belum tahu penyebabnya ikan-ikan itu mati. Tapi, kita telah menurunkan tim investigasi dari mulai jembatan di Jalan KH. Zainul Arifin sampai ke perbatasan Kota Medan dengan Deliserdang. Bila ditemukan ada industry yang membuang limbah secara sembarangan ke sungai Babura, maka ditindak tegas,” kata Eddy.

Ketika ditanya apakah penyebab matinya ikan-ikan sungai Babura akibat pencemaran limbah pabrik, Eddy tetap belum bisa menjawabnya. Dia tetap mengatakan menunggu hasil laboratorium dan investigasi pihaknya. Untuk itu, jajarannya bekerjasama dengan BLH Propsu akan mencari penyebab kematian ikan-ikan sungai Babura.

Dengan belum ditemukannya penyebab kematian ikan-ikan di sungai Babura, Eddy mengimbau kepada warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai supaya jangan dulu menggunakan air tersebut. Karena ditakutkan hal-hal yang tidak diinginkan akibat air kurang bersih.

“Kita telah meminta kepada warga supaya jangan dulu menggunakan air sungai itu sebelum hasil investigasi dan laboratorium keluar,” katanya.
Ketika ditanya, kalau pihaknya melarang warga menggunakan air sungai Babura, apa yang dibuatnya solusi untuk warga, Eddy tidak bisa menjawabnya. “Itulah dia persoalannya, makanya kita enggak tahu lagi bagaimana caranya supaya warga tidak menggunakan air sungai tersebut,” katanya.
Sementara itu, pengamat  lingkungan hidup di Medan, Jaya Arjuna mengatakan jika ikan sapu kaca yang mati itu berarti ikan tersebut sudah tercemar oleh air limbah. “Kita ketahui ikan sapu kaca merupakan ikan yang paling kuat terhadap pencemaran, jika ikan lain sudah mati maka ikan sapu kaca masih bisa bertahan. Tapi kalau sudah ikan sapu kaca yang mati itu tandanya air sudah tercemar oleh limbah kimia,” kata Jaya, kemarin.

Dikatakan Jaya, untuk mencari apa penyebab matinya ikan-ikan itu, maka BLH harus mencari dan memeriksa sumber limbah kimia dari hulu sumber kematian ikan. “Pemerintah harus melihat ada industry apa di sekitar itu yang berpotensi menghasilkan limbah kimia. Saya yakin matinya ikan-ikan itu bukan karena kekurangan oksigen tapi karena bahan kimia yang sangat tinggi, sehingga ikan sapu kaca tidak bisa bertahan lagi untuk hidup, kalau hanya limbah organik itu tidak akan sampai membuat ikan sapu kaca mati,” kata Jaya.

Jaya menjelaskan, untuk mengetahui kepastian apa penyebab matinya ikan tersebut, maka pemerintah tidak cukup hanya mengambil air dan memeriksa ikan. Kalau hanya itu yang dilakukan itu berarti hanya bertujuan untuk sekadar memeriksa terjadinya pencemaran. “Pencemaran itu sudah terjadi karena ikan-ikan sudah mati, itu sudah bukti yang kuat. Masalahnya, yang harus segera dicari adalah dari mana limbah kimia itu berasal makanya pemerintah harus mencari industry mana yang berada di sekitar hulu dari sumber kematian ikan-ikan itu, juga industry mana yang paling berpotensi menghasilkan limbah kimia,” terang Jaya.(adl)

Gara-gara Foto Bos Tegur Anak Buah

Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat, DR dr Sugiri Syarief MPA menegur anak buahnya Kepala Bidang di BKKBN Perwakilan Sumatera Utara, karena dianggap kurang pas memuat fotonya di salah satu tabloid buatan sang anak buah.

Saat dimuat foto sang kabid disandingkan dengan foto Wali Kota Medan, Drs Rahudman Harahap dengan gambar yang cukup besar. Sementara, foto Plt Gubernur Sumut, H Gatot Pujonugroho ST dengan bosnya itu dimuat kecil.

Sialnya, saat Kepala BKKBN Pusat DR Dr Sugiri Syarief MPA menegur sang kabid disaksikan juga oleh Sestama BKKBN Pusat Subagyo bersama Deputy KS/PK Pusat, Sudibyo Ali Muso didampingi Sekdaprovsu, H Nurdin Lubis. (ila)

Dewan Berkantor di Pelni

Penunjukan Langsung, Disewa Rp1 Miliar

MEDAN-Kantor DPRD Medan sementara telah ditentukan dengan sistem penunjukan langsung. Hingga pembangunan gedung baru selesai, dewan akan berkantor di PT Pelni (Persero).

Wakil Ketua DPRD Medan, Ikhrimah Hamidy mengatakan, proses tender terbuka sudah dilakukan beberapa waktu lalu, namun hanya satu perusahaan yang memasukkan harga penawaran. Akhirnya panitia kembali membuka tender kedua, tetapi tidak ada juga yang mengirimkan penawaran harga dan memasukkan dokumen sesuai jadwal.

“Jadi diambil keputusan pakai sistem penunjukan langsung. Yang pasti proses penentuan kantor sementara sudah diikuti sesuai Peraturan Presiden (Perpres) No 35, tentang pengadaan barang dan jasa, bahwa biaya diatas Rp1 miliar harus melalui proses tender,” katanya, Selasa (24/4).
Dia menilai gedung Pelni cukup representatif dijadikan kantor dewan. Selain dari segi lokasi, harga yang ditawarkan perusahaan itu juga sesuai dengan anggaran yang diajukan. Begitu juga dengan kondisi  gedung bisa memenuhi kebutuhan anggota dewan.

“Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Medan sudah ke sana (Pelni) meninjau lokasi untuk melihat kesiapan dari pemilik gedung,” ucap nya. Mengenai biaya sewa, lanjut dia, akan disesuaikan dengan harga kontrak sewa yang telah diajukan Pelni dengan besaran anggaran pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2012 sebesar Rp1 miliar. Apabila anggaran APBD tersebut tidak mencukupi maka akan ditambah lagi pada penambahan APBD (P-APBD).
“Sesuai dengan anggaran pada APBD 2012, biaya sewa kantor sementara untuk setahun anggaran sebesar Rp1 miliar. Jadi kalau butuh penambahan, harganya tinggal ditambah saja pada APBD. Diharapkan proses pembangunan bisa selesai sesuai dengan harapan yaitu dua tahun kalender,” ucapnya.
Dia memperkirakan, setelah pindah ke kantor sementara, proses pembongkaran gedung akan dilakukan pada bulan Juni setelah melalui proses lelang terlebih dahulu. Jadi begitu sekwan selesai memindahkan barang-barang penting dan berharga di DPRD, sisa-sisa dari gedung diserahkan kepada pemenang tender pembongkaran tersebut.

“Setelah pembongkaran selesai, langsung pembangunan. Diharapkan pembangunan bisa dimulai bulan Juni tahun ini dan ditargetkan selesai satu tahun kalender jadi pada Juni 2013, anggota dewan sudah bisa menempati  gedung baru,” ucapnya.

Sekwan DPRD Medan, OK Zulfi mengatakan selanjutnya akan dipersiapkan proses pemindahan barang-barang yang ada di kantor ini. Soal berapa lama waktu yang dibutuhkan, dia belum bisa memberikan penjelasan lebih lanjut.

“Persiapan selanjutnya akan segera dilakukan. Sekarang kami sedang melakukan proses peninjauan untuk kemudian diambil langkah selanjutnya terkait proses pemindahan. Seluruhnya disiapkan sesuai dengan aturan berlaku,” pungkasnya.(adl)

Sepeda Motor Nyungsep, Pelajar SMP Tewas

MEDAN-Seorang pelajar SMP Teja (15), tewas dengan kondisi kepala pecah, setelah sepeda motor Yamaha Jupiter MX BK 3828 CO nyungsep, saat melaju di Jalan TB Simatupang, Simpang Jalan Amal, Senin (23/4) malam.

Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kecelakaan maut itu terjadi saat korban dan temannya Suhendri (17) pulang dari Sunggal menuju Kampung Lalang. Sesampainya di Jalan TB Simatupang Simpang Jalan Amal, Teja terkejut melihat truk colt diesel yang berjalan pelan di depannya. Teja langsung banting stang ke arah kiri, Naas dari arah belakang sepeda motor menyambar bagian belakang sepeda motor korban. Akibatnya, korban kehilangan kendali hingga sepeda motornya terseret sejauh 10 meter dan berhenti di depan Badan Kesehatan Nasional, Jalan TB Simatupang Simpang Jalan Amal.
Saat terjatuh bagian kepala Teja membentur aspal menyebabkan bagian kepalanya pecah. Sedangkan temannya, Suhendri terseret dan menderita patah tangan.

Melihat keduanya berlumuran darah, sepeda motor yang menabrak Teja dan Suhendri kontan melarikan diri. Warga sekitar yang melihat kejadian itu melarikan korban ke Rumah Sakit Sundari. Tapi nyawa Teja tidak dapat diselamatkan. Sementara, Suhendri dilarikan ke RS Bina Kasih.  Pantauan wartawan di lokasi kejadian, di sekitar lokasi itu memang kerap terjadi kecelakaan, pasalnya kondisi penerangan jalan yang minim. selain itu akibat kecelakaan ini TKP ramai di kerumuni warga. Petugas Polsekta Medan Sunggal masih melakukan penyelidikan. (gus)

Rapim AMMI 27-29 April di Medan

MEDAN-Perkembangan politik, budaya dan sosial kemasyarakatan di Sumatera Utara akhir-akhir ini menjadi perhatian serius Pengurus Besar Angkatan Muda Melayu Indonesia (PB AMMI), sebagai organisasi sayap Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI).

Di antaranya yang menjadi prioritas adalah tren menghadapi suksesi Gubernur Sumut menjelang Pilgub 2013 dan masalah pertanahan. Hal tersebut akan menjadi salah satu topik bahasan dalam Rapat Pimpinan Angkatan Muda Melayu Indonesia (Rapim AMMI), yang dijadwalkan diselenggarakan selama tiga hari 27-29 April 2012, di Hotel Madani Medan.

“Kami sudah lama mencermati beberapa perkembangan politik dan sosial budaya di masyarakat Sumut, dan pada waktunya akan menyikapinya. Karena itu, dalam Rapim AMMI nanti perkembangan kondisi Sumatera Utara ini akan kami bahas,” kata Ketua Umum PB AMMI, H OK  Azhari SE didampingi Ketua Panitia Pelaksana Rapim, Drs Azrin Marydha, Sekretaris Panitia, Syahril Tambuse SH dan unsur pembina Zaidan BS kepada pers, kemarin.

Dikatakan, PB AMMI memprioritaskan masalah suksesi kepemimpinan di Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara (Gubsu) untuk periode 2013-2018, karena masalah ini menyangkut nasib rakyat Sumatera Utara ke depan khususnya bagi masyarakat melayu.

“Kita punya kepentingan, karena komunitas Melayu selain merupakan anak negeri mulai Langkat sampai Labuhanbatu, juga jumlahnya cukup besar. Karenanya, terhadap hal-hal yang menyangkut kepentingan rakyat Sumut, khususnya warga Melayu, PB AMMI tentu tidak bisa berdiam diri. Kami adalah juga tuan di negeri sendiri, untuk kepentingan rakyat kami harus berperan,” tegasnya.

Mengenai masalah pertanahan, PB AMMI juga akan menyikapi khususnya menyangkut klaim-klaim tanah ulayat Melayu, yang seolah dengan mudah dilontarkan oleh siapa saja.

“Padahal, klaim tentang hak-hak terhadap tanah ulayat harus jelas dari siapa dan apa dasarnya, jangan justru yang sesungguhnya berhak malahan menjadi penonton belaka,” ujarnya.

Namun demikian, untuk kedua materi yang akan disikapi serta hal-hal lainnya itu, akan dibawa dalam Rapim AMMI nanti, sehingga hasilnya akan menjadi sikap bersama masyarakat Melayu khususnya keluarga besar AMMI di Sumatera Utara.
“Setelah menjadi keputusan bersama, maka implementasinya juga akan merupakan sikap bersama,” tambahnya.(red)

Duel Calon Degradasi

Aston Villa vs Bolton

BIRMINGHAM- Bolton Wanderers masih punya asa untuk bertahan di Liga Primer Inggris. Begitu juga Aston Villa yang bernasib sedikit lebih baik. Keduanya harus bertarung dini hari ini (Siaran Langsung ESPN Pukul 01.45 WIB) untuk membuktikan siapa yang lebih layak di Primer League.
Nasib Bolton musim ini menyedihkan. Dari 33 laga yang sudah dilakoninya, anak asuh Owen Coyle ini baru kumpulkan 30 angka. Sebagai konsekwensinya, Bolton kini menghuni posisi dua dari bawah. Hanya setingkat lebih baik dari Wolverhampton.

Sedangkan Aston Villa kini duduk di posisi 15 dari 34 laga. Namun poin yang dikumpulkannya baru 36. Jadi masih ada kans untuk Bolton dan tiga klub di atasnya: Blackburn (31 poin), Wigan (34 poin), dan QPR (34 poin).

Gelandang Bolton, Nigel Reo-Coker salah satu yang mengemukakan kemungkinan timnya bertahan di kasta tertinggi. Apalagi Bolton masih punya satu game yang belum dilakoni. “Ada peluang bagi kami untuk mendapatkan hasil bagus di Villa Park. Mereka sedang dalam kondisi sulit dari lima pertandingan mereka,” kata Reo-Coker di Soccerway.

“Peluang masih ketat. Ada tiga tim yang masih berpeluang lolos dari degradasi. Sebaliknya ada tiga tim di atas zona merah yang masih bisa diseret degradasi,” sambungnya.

Aston Villa memang cenderung menurun. Dari lima laga terakhir, mereka empat kali imbang dan sekali kandas. Terakhir mereka imbang di Sunderland 0-0. Konon faktor cedera Darrent Bent membuat tumpulnya lini depan The Villans.  Ya Bent memang sudah absen sejak Februari lalu. Dampaknya bahkan sangat terasa. Bayangkan, tanpa Bent, Villa hanya menjaringkan delapan gol dari 11 laga di liga.  Lebih ironis, Villa tak pernah lagi mencetak lebih dari dua gol sejak kemenangan atas Wolves 3-2 pada 21 Januari lalu.

Ujungnya, kondisi akhrinya memunculkan spekulasi menyakitkan bagi Alex McLeish di balik kemudi Villa. Dilansir Goal nasib McLeish hanya menunggu waktu untuk didepak.

Konon, pemilik Aston Villa Randy Lerner sudah mencari pengganti McLeish. Ada dua nama yang mengemuka. Yakni arsitek Wigan Roberto Martinez dan pelatih Swansea Brendan Rodgers. (*)

Perbasasi Medan Gelar Liga II

MEDAN-Untuk menyalurkan bakat dan dan menambah jam terbang seluru atlet baseball dan softball, Pengcab Perbasasi Medan menggelar Liga Baseball dan Softball Kota Medan II 2012 yang dibuka resmi oleh Ketua Umum KONI Medan Drs H Zulhifzi Lubis, Minggu (22/4) dfi Lapangan Rimbawan Pintu III Kompleks USU Medan.

Dalam arahannya Ketua Umum KONI Medan yang akrab disapa “Opunk Ladon” ketika membuka liga tersebut didampingi Sekum Drs Chairil Basri dan monitoring Haryani mengemukakan, hendaknya seluruh tim yang mengikuti liga ini bisa menujukkan permainan yang baik dan menjunjung tinggi sportifitas.

“Memang cabang baseball dan softball kita di PON Riau tidak tampil, namun kita tetap melakukan pembinaan untuk terus melakukan pembenahan, agar di PON 2016 mendatang cabang ini bisa tampil,” harapnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Ketua Pengcab Perbasasi Medan Irfan Riadi, S.P bersama Ketua Harian Asthar Pramana dan Sekretaris Chandra Fadillah Duha menyebutkan, di liga baseball dan softball kali ini diikuti sebanyak 13 tim yang keseluruhannya juga berasal dari Kota Medan, yang dibagi dua yakni untuk putra di baseball 7 tim dan softball untuk putrid sebanyak 6 tim.

Irfan menyebutkan, di liga ini dilangsungkan pertandingan setiap hari sabtu dan minggu, dan seluruh tim telah menurunkan pemain terbaiknya untuk bisa tampil terbaik di liga ini.

“Saya sangat berkeinginan dan optimis bahwa Pengcab Perbasasi Medan di liga ini dapat melahirkan alet yang handal, oleh karena ini diharapkan sekali di liga ini lahir tim yang terbaik dan akan terus dibina,” ungkap Irfan.

Adapun tim yang ikut di Liga Baseball dan Softball Kota Medan II 2012 yakni, sang juara bertahan Mocxy, Vanderful, Forustrike, Valhala, Mizu, Sora dan Tim Medan. Sedangkan 6 tim putri yakni diikuti juga sang juara bertahan yakni Vanderful, Mocxy, Fourstrike, Tim Medan dan Fastball. (jun)