27 C
Medan
Friday, April 17, 2026
Home Blog Page 13612

Pemkab Pakpak Sosialisasikan UU Pertanahan

PAKPAK BHARAT- Pememerintah Kabupaten Pakpak Bharat, mengadakan sosialisasi UU nomor 2 tahun 2012 dan Perpres No 36/2005 dan Perpres 65/2006 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum, Selasa (24/4).

Peserta pada  kegiatan ini adalah para stakeholder terkait khususnya para pimpinan SKPD dan Camat. Narasumber dalam kegiatan dimaksud dari Kanwil BPN Sumatera Utara, Sudarsono, Kakan Pertanahan Pakpak Bharat, Drs. Rasmon Sinamo dan Kakan Dippekade Benar Baik Sembiring SE.

Bupati Remigo Yolando Berutu, MBA dalam sambutannya pada acara pembukaan sosialisasi melalui Asisten Bidang Pemerintahan, Drs H Tekki Angkat, mengharapkan, agar persoalan tanah khususnya tanah ulayat yang dimiliki marga-marga Pakpak juga menjadi perhatian.

“Saya meminta kepada kita semua tetap patuh pada koridor-koridor yang ditetapkan dengan menghormati kesepakatan marga-marga tentang pengadaan tanah yang merupakan bagian dari penghargaan adat kita dan menghindari konflik agraria seperti yang pernah terjadi di daerah lain”, tandas Bupati.
Pada kesempatan tersebut Plt Kabag Tata Pemerintahan, Robincem Habeahan, sebagai pelaksana kegiatan ini menyatakan, percepatan akan pemahaman terhadap UU pertanahan adalah bagian dari kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas demi menuju masyarakat Pakpak Bharat yang sejahtera. (mag-14)

Tekor Bikin Film Sendiri

Prisia Nasution

Artis peraih Piala Citra 2011, Prisia Nasution, tampaknya makin asyik dengan dunia di balik layar. Di tengah kesibukannya sebagai aktris, Phia “sapaan akrab Prisia” selalu menyempatkan diri untuk melakukan hobinya, yakni membikin film pendek. Siapa sangka, Phia ternyata sudah membuat tiga film pendek.

“Baru dua yang aku beri judul. Riri, Reality, Real dan Fight the Dark, Shall We? Yang satu lagi masih dalam tahap pencarian, ya lagi working title,” jelasnya ketika ditemui di Rolling Stone Cafe kemarin (23/4).

Tiga film pendek yang dibikin Phia tersebut sebagian besar mengangkat tema tentang kehidupan dan karakter manusia. Aktris film Sang Penari itu mengaku suka mengeksplorasi berbagai sisi manusia. Apalagi, dalam kesehariannya, Phia bertemu banyak orang dari berbagai lingkungan.

“Jadi, film-film saya itu bercerita tentang introspeksi diri. Ada juga yang tentang melawan diri sendiri. Pokoknya tentang kehidupan. Kebetulan, aku sering ngobrol sama banyak orang. Akhirnya, aku terinspirasi pada setiap individu,” jelas dia.

Karena film tersebut adalah buatan sendiri, Phia pun merogoh kocek pribadi. Ketika ditanya berapa bujet pembuatan film-filmnya, dia enggan menjawab. Namun, dia mengakui bahwa dirinya sempat habis-habisan dalam membiayai filmnya sendiri. Meski begitu, Phia mengaku belum berniat menjadikan film bikinannya menjadi film komersial.

“Ini cuma seneng-senengan saja. Pemerannya juga teman-teman sendiri. Aku enggak sampai mikir gimana cara balik modalnya dan segala macem. Sebab, ini bukan film komersial. Memang agak lumayan tekor. Tapi, kalau nanti ada yang lihat dan pengen film saya dikomersialkan, kenapa enggak,” ujarnya.

Saat disinggung apakah filmnya bakal diikutkan festival-festival film pendek, Phia mengaku terpikir untuk melakukan hal itu. Namun, hingga kini, hal tersebut belum terlaksana. Alasannya, dia belum pede dengan film bikinannya.

Soal proyek selanjutnya, Phia mengaku tengah menggarap sebuah film layar lebar. Kali ini dia akan berada di balik layar sebagai produser. Namun, sangat mungkin dirinya juga bakal bermain dalam film tersebut. Ketika ditanya lebih lanjut soal proyek film itu sendiri, Phia belum bisa bicara banyak. Dia hanya menyatakan bahwa film itu berkisah tentang perempuan tuna rungu. (ken/c14/tia/jpnn)

Wali Kota Jenguk Tahanan Korupsi

TEBING TINGGI- Selain menjalin kemitraan dengan istansi vertikal, khusunya Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kota Tebingtinggi, Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaedi Hasibuan juga menyempatkan menjenguk lima tahanan Kejaksaan Negeri Tebingtinggi yang ditahan di LP Kelas II B Kota Tebingtinggi karena tersangkut kasus dugaan korupsi.

“Bukan menjenguk tahanan, tetapi hanya melakukan silaturahmi dengan Kepala Lembaga Kelas II B, M Sukardi Sianturi terkait audensi beliau (Kalapas) menjadi pimpinan upacara dalam peringatan ulang tahun ke 48 Lembaga Pemasyarakatan di Lapas, tanggal 27 April mendatang,” jelas Wali Kota Tebingtinggi melalui Kabag Humas Pemko Tebingtinggi Adi Sucipto, Selasa (24/4) sore. (mag-3)

Serdang Bedagai Ranking 4 Nasional

JAKARTA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengevaluasi kinerja pemerintahan 147 daerah otonom baru hasil pemekaran sejak 1999 hingga 2004. Yang menarik, Kabupaten Serdang Bedagai menempati rangking ke-4, dengan nilai ‘tinggi’.

Hanya dua daerah yang mendapat skor sangat tinggi, yakni Kabupaten Boalemo (peringkat pertama) dan Kabupaten Luwu Utara di posisi kedua. Untuk posisi ketiga belum terbaca oleh koran ini, karena sebenarnya lembaran kertas yang dipegang Dirjen Otda Kemendagri Djohermansyah Djohan itu baru akan diumumkan secara resmi hari ini, bertepatan dengan peringatan Hari Otda.

Untuk tingkat provinsi hasil pemekaran, dari tujuh provinsi, terbaik diduduki Provinsi Babel, disusul Kepri, Gorontalo, Banten, Maluku Utara, Papua Barat, dan terakhir Sulawesi Barat. Untuk peringkat satu hingga empat skornya tinggi, yang tiga terakhir ‘sedang’. “Untuk provinsi tak ada yang rendah. Jadi sudah jalan otonomi daerahnya,” ujar Djohermansyah Djohan di kantornya, Selasa (24/4).

Untuk posisi terendah, dari paling buncit, Kabupaten Bombana, Konawe Selatan, Panajam Paser Utara, Kepulauan Mentawai, dan Manggarai Barat. Jadi ada lima daerah yang skornya rendah.

Djohemansyah menyebutkan, ada daerah yang belum menyerahkan laporan kinerjanya, antara lain Manokwari dan Kabupaten Teluk Bintuni, sehingga tidak ikut dinilai. “Ini indispliner sehingga tak bisa dinilai,” ulasnya.

Terhadap daerah yang nilainya rendah akan dilakukan penguatan kapasitas di aspek yang dinilai lemah. Misal lemah di aspek pengelolaan keuangan, maka aspek itu yang akan diperkuat. Jika dalam tiga tahun setelah dilakukan penguatan tidak juga ada perubahan, maka daerah tersebut terancam digabungkan dengan daerah lain.

“Ujungnya bisa dilikuidasi, bisa merger lagi,” ujar Djohermansyah Djohan. Dikatakan, penilaian terhadap tujuh provinsi hasil pemekaran dilakukan oleh tim pusat. Sedang untuk tingkat kabupaten/kota, dilakukan oleh tim provinsi.(sam)

Anak Pulau Numpang UN

LANGKAT- Tercatat tiga siswi SMP Terbuka Desa Kuala Besar, Kecamatan Secanggang, Langkat, mengikuti Ujian Nasional (UN) menumpang di SMPN 1 Secanggang. Ketiadaan ruang belajar di tempat asal, membuat hal tersebut terpaksa dilakukan.

“Mereka ujian disini karena memang ruang belajar mereka disana tidak ada, namun demikian kita tetap menerapkan perlakuan sama dengan para siswa reguler di SMP ini, kita hanya memisahkan ruangan ujian mereka dengan siswa regular,” kata Kepala SMPN 1 Secanggang, H Restu Ballian, Selasa (24/4).
Dijelaskan Ballian, untuk mendistribusikan soal-soal bagi ketiga siswi Kuala Besar ini, pihaknya harus melalui jalur laut. (mag-4)

Dituding Asal Tangkap, Kapolres Tebingtinggi Diprapid

TEBINGTINGGI-Adianson Saragih (37) alias Jibeng warga Dusun VII Karyatani Desa Bahsumbu Kecamatan Tebingtinggi akhirnya mempraperadilkan (prapid) Kapolres Tebingtinggi AKBP Andi Rian R Djajadi SIk ke Pengadilan Tinggi Tebingtinggi, Selasa (24/4). Jibeng, yang dituding mencuri 50 tandan buah kelapa sawit itu mengaku tidak bersalah, dan menganggap Polres Tebingtinggi asal main tangkap.

”Semalam (Senin,23/4) kami sudah bertemu dengan Kalpolres Tebingtinggi, ia (Kapolres) tetap ngotot penangkapan Jibeng itu sesuai prosedur hukum, dan polisi siap untuk diprapidkan,” kata Andri Hasibuan SH, selaku kuasa hukum Jibeng kepada Sumut Pos sambil menunjukkan nomor daftar prapid Kapolres Tebingtinggi reg No.05/pid/prapid/2012.

Dalam penangkapan Jibeng ini, kata Andri, Polres Tebingtinggi jelas sangat menyalahi aturan hukum. Pertama, lanjut Andri, Polres Tebingtinggi menerima begitu saja laporan pengaduan Kepala Desa Bahsumbu Tebing tinggi Suhartoyo, yang menuduh Jibeng mencuri 50 tandan buah kelapa sawit di lahan 21 ribu hektar di Desa Bahsumbu Kecamatan Tebingtinggi Serdang Bedagai diklaim milik pelapor.

”Seharusnya polisi cek and ricek dulu, mana mungkin Jibeng mencuri di lahan sawitnya sendiri, kalau seperti ini cara kerja polisi bisa kacau negara ini,” ketus Andri.

Kedua, lanjut Andri lagi, ada terkesan kasus ini dipaksakan oleh Polres Tebingtinggi, sebenarnya Jibeng dilaporkan Desember 2011, namun oleh Polres Tebinggitinggi Jibeng ditangkap 6 Maret 2012. Artinya kasus ini sudah mengendap hampir empat bulan, dan Kapolresnya sudah berganti baru kasusnya diangkat kembali. Selain itu, hingga kini berkas acara pemeriksaan (BAP) Jibeng masih P19 alias belum lengkap. Jaksa selalu menolak BAP Jibeng yang dikirim oleh Polres Tebingtinggi itu. Polres sepertinya kesulitan untuk melengkapi berkas Jibeng.

“Padahal selama munculnya pengaduan, Jibeng tidak ada kemana-mana, bahkan pengawas lahan sawit, Soliadi yang didaftar sebagai saksi dalam kasus ini, malah ditetap sebagai daftar pencarian orang (DPO), dan anehnya Soliadi yang dijadikan DPO tidak tahu menahu tentang statusnya itu, bahkan ia mendatangi langsung Kapolres untuk menanyakan statusnya itu dan Kapolres tidak bisa menjawabnya,” bilang Andri.

Kemudian yang ketiga, kata Andri, Polres Tebingtinggi tidak bisa mengkaji tentang status lahan sawit 21 hektar yang diklaim Suhartoyo miliknya. Andaikan polisi bijaksana, seharusnya tanah yang diklaim Suhartoyo itu diteliti dulu, apakah bersengketa atau tidak.

”Kalau bersengketa seharusnya diselesaikan permasalahannya, setelah ada ketetapan hukum baru bisa status Jibeng ditetapkan sebagai tersangka atau tidak, jangan asal main tangkap saja,” jelasnya.

Diakui Andri, tanah 21 hektar itu sekarang ini masih dalam sengketa. Selama ini lahan sawit yang dikerjakan Jibeng itu milik saudaranya Sugianto Saragih warga Jalan Helvetia Medan yang dibeli dari Sawiyah Hasibuan warga Bandar Bajambu Tebing tinggi.

”Surat bukti jual beli dan kepemilikan tanahnya lengkap, namun oleh Suhartoyo, selaku Kepala Desa mengklaim miliknya, tanpa ada dia menunjukkan bukti yang sah,” tandasnya.

Untuk mengolah lahan 21 hektar itu, Sugianto mempercayakannya kepada Jibeng dan Soliadi. Hingga akhirnya kepala sawit yang mereka tanam berbuah dan siap panen.

Soliadi mengakui bahwa dia dan Jibeng dipercaya mengolah sawit 21 hektar itu oleh Sugianto. Bahkan saat memanen buah kelapa sawit itu, ia yang menyuruh Jibeng.

”Saya yang menyuruh Jibeng memanen sawit yang kami tanam itu, kok bisa ditangkap pula jadinya, saya datangi Kapolres tentang kronologis kasus ini, termasuk status DPO saya yang mereka buat, tapi mereka tidak bisa menjawabnya, buktinya saya masih di Tebingtingi ini tidak ke mana-mana” kata Soliadi.

Karena ketidakadilan ini kuasa hukum Jibeng memprapidkan Kapolres Tebingtinggi karena menetapkan Jibeng sebagai tersangka 363 huruf (d) tentang pencurian, dan mempidanakannya karena menyalahi penangkapan Jibeng. “Selain itu kami akan meminta perlindungan hukum dari komisi III DPR RI, Insya Allah semua itu klir kami lakukan dalam pecan ini,” kata Andri SH.

Kapolres Tebingtinggi AKBP Andi Rian ditanya tentang seputar penangkapan Jibeng berkilah bahwa kasus pencurian dengan sengketa tanah harus dipilah. ”Puncurian itu kriminal sedangkan masalah tanah itu perdata, jadi harus dipilah dong,” katanya kepada wartawan Sumut Pos.
Diakui Rian, penangkapan Jibeng itu berdasarkan laporan pengaduan Suhartoyo yang mencuri sawit di lahannya.

Dari mana bapak tahu itu lahan milik Suhartoyo? Mendapat pertanyaan itu Kapolres mengatakan, masalah itu lahan Suhartoyo atau tidak, itu urusannya nanti. “Yang penting kami menangani adanya laporan pencurian, kalau ada yang salah dalam penangan ini, ya silahkan tempuh jalur hukum,” tandasnya.(azw)

Melakukan yang Belum Pernah Dilakukan

Melanie Subono

Penyanyi dan penulis buku Melanie Subono punya kesibukan baru. Putri promotor Adrie Subono itu sedang sibuk dengan proyek barunya di sebuah radio. Penyanyi 35 tahun tersebut menggarap sebuah program radio berjudul Life is Beautiful, sekaligus menjadi announcer-nya.

“Istilahnya apa ya, aku jadi announcer sekaligus konseptor. Sebab, yang bikin program dan nyiarin aku sendiri,”jelas Melanie saat ditemui kemarin (23/4).

Melanie menuturkan, program yang mengudara di V Radio itu bakal menjadi semacam ajang curhat bagi para pendengarnya yang sedang mengalami masalah. Dalam hal ini, dia menjadi motivator bagi para pendengar. “Kalau orang curhat lewat radio kan lebih leluasa karena enggak kelihatan wajahnya. Dia mau pakai nomor telepon yang palsu atau tidak, kami juga enggak peduli. Sebab, yang kami dengerin masalahnya,” jelasnya.

Yang membedakan program tersebut dengan program semacamnya adalah tidak adanya konsep. Semua dilakukan secara spontan. Bahkan, saat akan siaran, mantan istri Radja Simatupang itu tidak mempersiapkan tema atau script seperti layaknya program pada umumnya.

Selain itu, tema yang dibawakan bergantung pendengar. Program Life is Beautiful akan tayang tiap Selasa dengan durasi satu jam. Karena itu, selama hari Rabu hingga Jumat, Melanie menerima masukan dari para pendengar tentang tema program.

“Aku pengen jalanin acara yang enggak punya template. Yang dua minggu sekali ada bintang tamu lah. Tiap minggu, kami akan lempar ide ke pendengar. Jadi, tema selanjutnya datang dari pendengar. Pokoknya, kami akan bebasin pendengar mau ngomong apa saja,”tegas dia.

Tidak hanya itu, dalam program ini Melanie menjanjikan akan berbicara apa adanya terkait kehidupannya. Dia pun menjamin apa yang dia ungkapkan tidak pernah dipublikasikan sebelumnya. “Aku akan terbuka ngomong apa pun yang orang lain belum pernah denger. Pokoknya, kali ini aku melakukan hal yang belum pernah aku lakukan,”imbuhnya. (ken/c14/tia/jpnn)

Siapkan Kejutan

Jelang Tur Tiga Pulau

Besok (26/4), skuad PSMS akan berangkat memulai tur tiga pulau, Sumatera-Kalimantan-Jawa. Pasalnya, pada 28 April Ayam Kinantan akan meladeni Sriwijaya FC di Stadion Jaka Baring, 4 Mei bentrok Persiba Balikpapan di Stadion Persiba dan terakhir kontra Persegres Gresik di Stadion Petrokimia 8 Mei mendatang.

Jelas ini menjadi tur yang sangat melelahkan. Namun, karteker pelatih PSMS Suharto AD bersama tim pelatih sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Termasuk mematangkan formasi yang bakal sedikit berbeda dari sebelumnya.

Pertandingan terdekat yang bakal dilakoni PSMS yakni menghadapi lawan tangguh Sriwijaya FC. Notabene, Laskar Wong Kito, Julukan Sriwijaya FC, saat ini masih berada di puncak klasemen sementara ISL dengan raihan 45 poin dari 20 kali bertanding. Karena itu, Suharto mengaku bakal mempersiapkan sesuatu yang berbeda untuk meladeni Sriwijaya FC.

“Saat bertanding di sini (Stadion Teladan) putaran pertama lalu, kita hanya bisa bermain imbang tanpa gol. Dan saat ini Sriwijaya FC masih tetap jadi satu tim terbaik di pentas ISL. Karena itu, kita wajib mewaspadai sepak terjang mereka di lapangan. Kita akan menyiapkan kejutan di sana,” ungkapnya, Selasa (24/4).

Ia menjelaskan, meski lawan yang bakal dihadapi cukup solid, tetap ada celah untuk bisa mengalahkannya. “Kita sadar lawan kali ini cukup kuat. Dengan pengalaman bersama selama tiga musim, skuad Sriwijaya FC sudah tentu telah menjadi tim yang cukup padu. Untuk itu, kita akan menerapkan formasi yang cukup pas dalam meladeni permainan mereka. Dan tetap saja akan ada celah untuk bisa mengalahkan mereka,” ujar Suharto.

“Tak hanya itu, anak-anak Sriwjaya juga terkenal memiliki permainan dengan kolektivitas tinggi dan skill individu yang cukup baik,” beber Suharto lagi.
Tapi Suharto juga tak menampik, meraih satu poin menghadapi Sriwijaya FC sudah hasil yang cukup baik. “Seri sudah bagus. Tapi tetap kita targetkan untuk raih poi penuh, pasti akan lebih bagus,” tuturnya.

Suharto mengatakan, menghadapi Sriwijaya FC, ia bakal memadukan formasi 4-4-2 dengan 4-2-3-1. “Saat kita menguasai bola, kita akan terapkan 4-4-2. Namun, saat kita diserang akan bertransformasi menjadi 4-2-3-1,” papar pelatih berkepala plontos itu.

Namun, mengarungi tur tiga pulau, dipastikan PSMS tak diperkuat dua pemain pilarnya. Yakni Rahmad dan Denny Rumba yang diterpa cedera. “Mereka tak akan dibawa,” ujar Suharto singkat.

Untuk memberikan rasa relaks, Suharto bersama tim pelatih dan seluruh pemain PSMS, kemarin sore (24/4) mengunjungi kolam renang di Inna Dharma Deli Hotel Medan. “Agar mereka lebih relaks dengan beban yang selama ini mereka rasakan. Dengan begitu, dalam menggelar latihan besok (Hari ini) pagi dan sore mereka lebih bersemangat,” katanya.

Sementara itu, kemungkinan Shin Hyun Joon akan diturunkan dalam tiga laga mendatang, Suharto belum bisa memastikan. “Ia terlihat belum begitu fit. Kabarnya, selama dua minggu di Sidoarjo ia tak mengikuti latihan. Kita lihat perkembangan lah, kalau dia bisa akan kita turunkan,” ujarnya.

Mengenai dua pemain berdarah campuran (Belanda-Ambon) dari Pelita Jaya, masih dikabarkan akan datang hari ini (25/4). “Katanya besok (Hari ini) mereka (Ruben dan Tonny Cussel) sampai. Mudah-mudahan mereka bisa langsung mengikuti sesi latihan,” ujar karteker pelatih PSMS Roekinoy. (saz)

Target Revans Kontra Persija

Kompetisi U-21 Liga Indonesia

MEDAN- Laga perdana di putaran kedua kompetisi U-21 Liga Indonesia, PSMS harus melakoni laga berat. Pasalnya, Ayam Kinantan Muda bakal meladeni tim tuan rumah Persija Jakarta.

Berdasar surat dari Badan Liga bernomor 0640/LIGA/IV/2012, tuan rumah grup D putaran kedua adalah Persija. Dan kompetisi tersebut bakal dimulai pada 9 hingga 13 Mei 2012. Dan laga pertama, PSMS akan menghadapi Macan Kemayoran Muda di Stadion Bea Cukai Rawamangun, Jakarta Timur, 9 Mei mendatang.

Karteker pelatih PSMS U-21 Zefrijal menuturkan, tim besutannya harus siap menjajal tim tuan rumah. “Ya, ini memang partai berat. Tapi, kedua tim sudah sama-sama tahu dan memiliki kualitas masing-masing,” ungkapnya di Stadion Kebun Bunga, Selasa (24/4).

Namun, ia tak menampik, anak-anak Medan sempat dipecundangi di Stadion Teladan pada putaran pertama lalu. “Kita memang dipaksa mengakui keunggulan mereka. Kita kalah 0-1 melalui gol Mustaqin Dhorella pada 15 April lalu. Tapi anak-anak yakin bisa sukses mengalahkan Persija di sana nanti,” kata Zefrijal.

Sayangnya, pada putaran kedua nanti, gelandang potensial PSMS Riki Ardiansyah bakal tak bisa memperkuat tim karena diterpa cedera. “Riki tak ikut rombongan ke Jakarta. Ia mengalami patah kaki saat melawan Persija di Stadion Teladan. Saat pertandingan itu, ia sudah dikeluarkan pada menit keempat babak pertama, setelah dilanggar pemain belakang Persija,” jelas Zefrijal lagi.

“Riki baru saja menjalani operasi bagian kaki di Rumah Sakit Pertama Bunda Medan. Dan normalnya, ia harus menjalani masa pemulihan selama tiga bulan,” tambahnya.

Tapi, Zefrijal tetap optimis bisa lolos ke babak kedua. “Kita masih punya kesempatan untuk lolos. Meski, saat ini kita masih berada di peringkat ketiga, kita yakin punya peluang yang sama dengan tim-tim lain,” tandasnya. (saz)

Matangkan Mental

PSMS Jajal PS Klambir Putra dan Deli Putra

MEDAN- PSMS Medan hanya memiliki sisa empat hari sebelum bertandang ke Banda Aceh, melakoni pertandingan prestisius melawan Persiraja di ajang IPL, Sabtu (28/4). Karenanya, sebelum bertolak ke Banda Aceh pada Jumat (27/4) pagi, anak-anak Ayam Kinantan melakukan persiapan dengan melakukan dua uji coba.

Rencananya, hari ini (25/4), PSMS Medan akan melawan PS Klambir Putra di lapangan Klambir Lima dan bentrok PS Deli Putra, di lapangan Arhanud Baterai Titi Kuning, Kamis (26/4).

Sekretaris tim PSMS Heru Prawono menuturkan, anak-anak PSMS akan diberikan pematangan mental. “Melalui laga uji coba ini, diharapkan pemain bisa bermain lebih sabar tapi tetap ngotot untuk meraih poin penuh. Besok (hari ini) kita akan melawan PS Klambir Putra. Dan lusa melawan PS Deli Putra,” paparnya, Selasa (24/4).

Ia juga mengatakan, uji coba kontra PS Klambir Putra bakal menjadi penentu pemain inti yang diturunkan menghadapi Persiraja. “Sedangkan menghadapi PS Deli Putra, akan digunakan untuk memantau pemain pengganti,” ujar Heru lagi.

Asisten Pelatih PSMS M Khaidir mengatakan, menghadapi Persiraja, PSMS harus mampu memperbaiki serangan balik untuk menciptakan gol. “Menghadapi PSM, soliditas pertahanan sudah baik, namun finishing masih belum maksimal. Itulah yang akan diperbaiki di sisa waktu ini,” jelas Khaidir.(saz)