28 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 13632

Peranan Perempuan dalam Dominasi Patriarkhi

Untuk apa perempuan menggelar rapat dan bertemu? Apa yang ingin dibahas dalam pertemuan itu? Pastilah mereka akan menceritakan aib suaminya, bercicit tentang gosip-gosip hangat artis idola, membahas peralatan make-up terkini, atau memamerkan model baju terbaru.

Farida Noris Ritonga, Medan

Tak jarang komentar miring seperti itu kerap kali terdengar di telinga. Seperti alunan melodi pada sebuah lagu, sering mereka rewind alias diputar ulang. Juga adanya anggapan pemerintah dan masyarakat, mengenai stereotipe kegiatan perempuan dan organisasi perempuan yang bersifat sosial dan hobi.
Organisasi perempuan dianggap tidak politis. Fakta, bahwa masih banyak pandangan sinis dan meragukan terhadap kemampuan perempuan, terutama pernyataan tersebut lahir dari laki-laki, dimana mereka merupakan makluk dominan di sebagian negara yang menganut paham pathriarkhi. Lemah, plin-plan, terlalu berperasaan dan penakut.

Entah darimana asal mula suara-suara sumbang tersebut, yang jelas sangat tidak mengenakkan ketika mendengarnya. Ditambah pula anekdot yang mengemuka perempuan hanya pantas berada di tiga tempat yaitu, sumur, dapur, dan kasur. Sisanya, biar lelaki yang menyelesaikannya. Anekdot primitif yang tak jelas sumbernya ini hampir selalu diagung-agungkan di lingkungan masyarakat. Hanya segelintir yang dengan vokal menyangkal, sisanya melawan dalam hati seraya berharap ada dewi penolong seperti RA Kartini reinkarnasi untuk berorasi.

Memang tak dipungkiri, dewasa ini kaum perempuan Indonesia boleh dibilang sudah banyak kemajuan dalam berbagai hal. Tak hanya turut serta dalam kontes ratu-ratuan atau miss-miss-an, namun kiprah perempuan Indonesia sudah menggejala. Mereka terlibat langsung pada pembangunan bangsa di berbagai bidang seperti dunia politik, ekonomi, pendidikan, kesehatan, hukum, militer dan lain sebagainya.

Perlu diingat, perjuangan mengangkat harkat derajat perempuan bukanlah proses singkat. Namun merupakan proses perjuangan yang panjang dan berliku. Diawali satu figur, berganti dengan figur berikutnya, dengan misi yang sama, bahwa perempuan tak hanya berdiri di belakang panggung, akan tetapi setara dengan laki-laki, berdiri di barisan depan memimpin.

Sejarah mencatat, bahwa telah hadir suatu perkumpulan yaitu gerakan Perempuan Indonesia yang mencoba menggenjot lahirnya perempuan-perempuan kritis dan berani. Perempuan aktif dalam kegiatan organisasi pemuda organisasi berlatar belakang kedaerahan seperti Jong Java, Jong Sumatra atau Jong Ambon.

Perempuan Indonesia juga aktivis pergerakan nasional, meski nama dan kerjanya tidak dicatat sejarah. Faktanya perempuan ikut mendeklarasikan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Saat itu pada organisasi umum juga ada divisi perempuan seperti Wanito Tomo dari Boedi Oetomo, Poetri Indonesia dari Poetra Indonesia dan Wanita Taman Siswa dari Taman Siswa. Organisasi perempuan yang berdiri diawal gerakan di antaranya adalah Putri Mardika, 1916.
Perempuan pelopor yang menjadi panitia pelaksana Kongres Perempuan Indonesia I 928 dan ikut dalam deklarasi Sumpah Pemuda 1928 antara lain Soejatin, Nyi Hajar Dewantoro, Sitti Sundari dan lain-lain. Merekalah inisiator dan penggerak Kongres Perempuan Pertama 22 Desember 1928.

Berbagai isu utama masalah perempuan dibahas pada rapat terbuka. Topiknya antara lain: kedudukan perempuan dalam perkawinan; perempuan ditunjuk, dikawin dan diceraikan di luar kemauannya; poligami; dan pendidikan bagi anak perempuan. Pembahasan melahirkan debat dan perbedaan pendapat dari berbagai organisasi perempuan. Walaupun begitu tak menghalangi kenyataan yang diyakini bersama, yaitu perempuan perlu lebih maju.
Hingga sampai saat ini, untuk memberi ruang gerak bagi perempuan, pemerintah telah mengatur kuota 30 persen perempuan bagi partai politik (parpol) dalam menempatkan calonnya untuk duduk di legislatif. Undang-Undang (UU) Nomor 10/2008 tentang Pemilu Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (pemilu legislatif) serta UU Nomor 2/2008 tentang Partai Politik telah memberikan mandat kepada parpol untuk memenuhi kuota 30% bagi perempuan dalam politik, terutama di lembaga perwakilan rakyat.

Pasal 8 butir di UU Nomor 10/2008, misalnya, menyebutkan penyertaan sekurang-kurangnya 30% keterwakilan perempuan pada kepengurusan parpol tingkat pusat sebagai salah satu persyaratan parpol untuk dapat menjadi peserta pemilu. Selain itu, Pasal 53 UU Pemilu Legislatif tersebut juga menyatakan daftar bakal calon juga memuat paling sedikit 30% keterwakilan perempuan. Lebih jauh lagi, Pasal 66 ayat 2 UU Nomor 10/2008 juga menyebutkan KPU, KPU provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota mengumumkan persentase keterwakilan perempuan dalam daftar calon tetap parpol pada media massa cetak harian dan elektronik nasional. Sementara di Pasal 2 ayat 3 UU Parpol disebutkan bahwa pendirian dan pembentukan parpol menyertakan 30% keterwakilan perempuan.

Kampanye kuota ini adalah bentuk perjuangan politik lanjutan perempuan setelah tuntutan hak pilih bagi perempuan di awal abad 20 tercapai. Kampanye kuota bertujuan untuk melawan domestifikasi, perempuan (melawan politik patriarki), karena domestifikasi dan dominasi laki-laki atas perempuan dalam budaya patriarki bukanlah takdir. Untuk itu kampanye kuota tidak selesai dalam wujud keterwakilan perempuan dalam partai politik dan parlemen.

Tentu saja pokok perjuangan para pendahulu tidak terletak pada keterwakilan atau seberapa besar kuota saja. Akan tetapi, bagaimana perempuan itu sendiri untuk bangkit mengisi kesempatan tadi dengan menciptakan perbaikan serta manfaat bagi bangsa. Perempuan dituntut untuk aktif dan kritis di setiap aspek kehidupan. Perempuan juga harus bisa membuat kebijakan bermanfaat yang dapat mengangkat derajat kaumnya.  Tidak sekadar menjadi bunga atau penggembira dalam suatu acara, bukan juga tenggelam ke dalam ‘euforia gender’ hingga lupa bahwa kemajuan pesat yang dialami kaum wanita Indonesia saat ini adalah bagian dari rintisan para pejuang sebelumnya.

Seperti pribahasa China mengatakan, ‘Man is the head of the family, woman the neck that turns the head’ (Laki-laki adalah kepala keluarga,  wanita adalah leher yang menggerakkan kepala itu).  Maka sesungguhnya perlu disadari, bahwa peran perempuan merupakan alat vital bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Majulah perempuan Indonesia! (*)

Tulisan ini diikutsertakan dalam perlombaan memperingati Hari Kartini yang diadakan oleh Kaukus Perempuan DPRD Provinsi Sumatera Utara.

Air PDAM di Jalan Pelita V Menetes

081361277xxx

Kami masyarakat Jalan Pelita V butuh air PDAM bisa jalan seperti biasa. Soalnya 2-3 bulan air tidak jalan dari pagi-malam, hanya dari pukul 03.00 WIB- pukul 05.00 WIB yang jalan. Itupun airnya hanya menetes.  Tolong dicari solusinya, soalnya kami tidak bisa hidup tanpa air.

Kami Cari Tahu Penyebabnya

Terima kasih, kami akan mencari tahu penyebab gangguan air PDAM di Jalan Pelita V untuk dilakukan perbaikan.

Zaman Karya Mendrofa
Humas PDAM Tirtanadi

Rayakan Perpisahan dengan Corat–coret, Miras, dan Seks

Usai UN, Ratusan Pelajar Siantar Serbu Long Beach Ajibata

PARAPAT – Usai Ujian Nasional (UN), ratusan pelajar ramaikan pantai Long Beach Ajibata mulai kemarin sampai  hari ini, Kamis (19/4). Silih berganti para pelajar berdatangan dengan mengendarai sepedamotor dan beberapa angkutan kota Siantar dan Simalungun. Kedatangan mereka menjadi perhatian warga Parapat dan Ajibata.

Awalnya, kedatangan mereka Rabu (17/4), pukul 15.00 WIB langsung buat kebisingan dengan baju yang sudah kena coret–coret mengendarai sepedamotor yang sebagian knalpot blong dan racing tanpa menggunakan helm. Para pelajar ini memasuki Long Beach Ajibata, setelah sempat berputar–putar akhirnya mereka menduduki panggung terbuka Long Beach Ajibata. Beberapa lama kemudian, para pelajar yang datang menggunakan angkutan kota bergabung dan membuat suasana jadi ramai.

Amatan METRO (grup Sumut Pos), mereka tampaknya sudah saling kenal dan langsung mengeluarkan alat–alat musik dan tuak. Sambil marmitu (minum tuak) diiringi musik, sebagian lagi menyebur ke Danau Toba tanpa melepas baju dinasnya.

Aksi para pelajar ini berlangsung hingga larut malam. Warga sekitar yang merasa terganggu sempat menegur, tapi bukan direspon. Justru balik membalas dengan kata–kata kotor. “Saya sudah ke sana tadi malam, tapi malah mereka cakap kotor sama saya. Kalau sempat saya bawa teman–teman sekampung habislah mereka,” ujar Onom, kepada METRO dengan nada emosi.

Menurut Onom, para pelajar itu sudah kelewat batas. Bahkan pengusaha ikan ini menyaksikan tingkah para pelajar hingga larut pagi 02.00 WIB, suara mereka tetap terdengar dan sebagian yang memisahkan diri mencari tempat untuk berbuat mesum. “Saya saksinya, saya lihat jelas beberapa pasang di tepi pantai berpacaran dan sampai buka baju pelajar,” ungkap Onom.

Pagi harinya, Kamis (18/4), METRO menyambangi mereka dan sempat menanyakan identitas mereka. Didampingi pacar masing–masing, mereka menjawab beberapa pertanyaan METRO tanpa ada rasa curiga.

Dari keterangan beberapa siswa/siswi, mereka adalah pelajar dari Kota Siantar dan Kecamatan Siantar. “Nama saya Ando marga M. Dan teman saya ini Ojak. Kami kos di Jalan Sisingamaraja Pematangsiantar. Ini pacar saya, kalau lae mau ke Siantar singgah ke kos kami ya!” ajaknya bangga sambil mengenalkan pacarnya kepada METRO.

Menanggapi aksi dan kelakuan para pelajar yang buruk tersebut, Kadis Pendidikan Simalungun Resman Saragih mengatakan, aksi para pelajar tersebut telah mencoreng pendidikan apalagi dilakukan usai UN. “Sangat disesalkan apalagi mereka sampai mengkonsumsi miras, termasuk meminum tuak itu bukan cermin budaya kita. Perilaku itu sebaiknya jangan ditiru siswa lainnya termasuk yang masih SMP/MTs yang minggu depan mengikuti UN,” pesan Resman.

Dia menegaskan, aksi para pelajar di pantai Ajibata itu merupakan sikap anti produktif dan sikap kurang peduli pada keadaan sosial masyarakat karena merusak pakaian yang masih bagus, lebih baik disumbangkan kepada keluarga yang membutuhkan. “Untuk itu, saya mengimbau kepada orangtua dan masyarakat agar membina dan mengawasi perilaku kurang terpuji para siswa kita,” pintanya.

Hal yang sama disampaikan Kepala SMA Negeri 1 Parapat Ebson Silaban MPd. Via selularnya kepada METRO, ia menyampaikan kalau aksi yang mengatasnamakan pelajar itu tidak cocok dan tidak bisa ditoleransi apalagi sekarang maraknya aksi geng motor berujung kekerasan yang melibatkan pelajar di kota. “Saya sudah mengimbau siswa saya untuk tidak coret–coret, saya yakin pelajar–pelajar itu bukan berasal dari Parapat,” ujarnya. (rait/smg)

Jalan Bhayangkara 1 Rawan Banjir

085275786xxx

Kami warga Jalan Bhayangkara 1 Kecamatan Medan Tembung mengeluhkan daerah kami apabila hujan lebat sebentar saja langsung banjir salah satu problemnya hanya ada satu parit pada sisi jalan tolong solusinya Pak trims.

Akan Kita Koordinasikan

Akan kita teruskan ke Dinas Bina Marga agar segera menghubungkan parit Jalan Bhayangkara dan Jalan Pancing ke parit yang lebih besar di Jalan Meteorologi sehingga diharapkan dapat mengurangi genangan di Jalan Bahayangkara 1. Terima kasih.

Hendra Asmilan
Camat Medan Tembung

Tertibkan Warung Tuak di Jalan Pendidikan

081263421xxx

Yang terhormat Bapak-bapak yang berwenang,  mohon ditertibkan warung tuak terletak di Jalan Pendidikan Kelurahan Indra Kasih Kecamatan Medan Tembung yang sangat mengganggu ketenangan masyarakat.

Pemilik Sudah Diingatkan

Lurah Indra Kasih sudah mengingatkan pemilik warung atas keresahan warga tersebut.

Hendra Asmilan
Camat Medan Tembung

Kami Teruskan

Terima kasih atas informasinya, laporan ini akan kami teruskan ke Kapolsek untuk ditindaklanjuti/dilidik.

Kombes Pol
Monang Situmorang SH
Kapolresta Medan

Mengurus KK Diminta Rp700 Ribu

085359158xxx

Yth Bapak Kadis Kependudukan dan Capil Deliserdang, saya ingin menanyakan tentang pengurusan e-KTP khususnya di Kecamatan Batang Kuis. Ibu saya tidak terdata untuk pengurusan pembuatan e-KTP dan kata petugas pendataan tersebut, ibu saya harus melengkapi data-data yang diperlukan untuk disampaikan ke pusat. Data yang diperlukan tersebut sudah dilengkapi dan ibu saya disuruh membuat Kartu Keluarga yang baru atau membayar uang sebesar Rp70 ribu, padahal pengurusan e-KTP kan gratis. Masa solusi harus ada harganya? Tolonglah dipermudah pengurusan tersebut, jangan tahunya duit saja.

Minta Kwitansinya

Kalau harga Kartu Keluarga disuruh bayar sebesar Rp700 ribu, minta saja kwitansi pembayarannya. Kemudian lampirkan dalam laporan tertulis ke Pemkab Deliserdang untuk ditindaklanjuti. Terima kasih.

Drs Umar Sitorus
Kabid Humas Dinas
Infokom Deliserdang

Sediakan Tong Sampah di Jalan Ringroad

MEDAN- Sampah kerap kali menjadi persoalan bagi warga Medan. Kali ini sampah yang diresahkan para warga adalah sampah yang berada di Jalan Ringroad Kecamatan Medan Selayang. Sampah yang berada di daerah tersebut kerap kali menganggu pemandangan. Selain itu juga aromanya sangat mengganggu penciuman, apalagi disaat hujan turun.

“Walaupun hanya sampah kelapa dan pelastik, tapi itu tetap bau juga tercium,” kata Dira, pengguna jalan pada wartawan koran ini, Kamis (19/4).
Menurutnya, sampah-sampah di Jalan Ringroad itu berserakan di lahan kosong. Seyogianya di lahan kosong itu disedikan tong sampah agar sampah tidak berserakan lagi. “Alangkah baik bila di dekat lokasi tanah kosong diletakkan tong sampah agar tanah kosong di sini tidak lagi menjadi pembungan sampah sembarangan,” harapnya.

Dira yakin bila di setiap lahan kosong yang menjadi sasaran pembuangan sampah liar diletakan tong sampah maka tidak ada lagi sampah berserakan.
Lain halnya yang diungkapkan Gio, pengguna jalan lainnya. Menurutnya, kalau sampah-sampah itu kerap kali menjadi persoalan atas aromanya yang mengganggu penciuman. “Bila sampah selalu diangkat oleh pihak petugas kebersihan, bau sampah tidak akan menyebar ke mana-mana,” ungkapnya.(omi)

Wartawan Siantar Teriaki Polda Sumut

Kasus Penghinaan Wali Kota Siantar Terhadap Pers dan LSM Mandek

MEDAN- Penghinaan Wali Kota Pematang Siantar, Hulman Sitorus terhadap wartawan dan LSM di Internasional Restaurant Pematang Siantar Rabu (7/3) lalu, berbuntut panjang.

Puluhan wartawan dan LSM yang tergabung dalam Forum Solidaritas Wartawan dan LSM Siantar-Simalungun (FSWL-SS) mendatangi Polda Sumut dan menuntut Kapolda Sumut Irjen Wisjnu Amat Sastro untuk segera mencopot Kapolres Pematang Siantar AKBP Albert Sianipar karena menyatakan kasus ini tidak merupakan tindak pidana.

“Polres Pematang Siantar tak profesional, copot Kapolresnya,” teriak Samsudin Harahap, Koordinator FSWL-SS saat melakukan orasi, Kamis (19/4) siang di Mapoldasu.

Dalam orasinya, Samsudin meminta agar Kapolda Sumut mengambil alih kasus penghinaan yang saat ini ditangani Polres Siantar. Selain itu, Samsudin meminta agar Hulman Sitorus dicopot sebagai Wali Kota Pematang Siantar.

Sebab apabila tidak diambil alih, dikhawatirkan kasus tersebut akan jalan ditempat dengan berbagai macam dalih Polres Siantar untuk tak melanjutkan kasus. Samsudin juga menyampaikan saat penanganan kasus Kapolres Siantar AKBP Albert Sianipar terkesan berpihak pada Hulman Sitorus. “Kami minta bapak Kapolda Sumut hadir ditempat ini untuk menjelaskan bagaimana penanganan Polres Siantar terhadap kasus ini. Sebab sesama ‘kepala’ (AKBP Albert Sianipar dan Hulman Sitorus) disana pasti saling melindungi,” ucapnya.

Tak lama, Kompol G Silaen mewakili Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Raden Heru Prakoso, mengatakan, akan meneruskan aspirasi dan tuntutan para pendemo.

Sebelumnya, massa meminta Kapolda Sumut Irjen Wisjnu Amat Sastro langsung menemui mereka. Namun, Kompol Silaen mengatakan Kapolda sedang tidak berada di kantor. Ia sendiri mengaku diutus Kabid Humas Polda Sumut Kombes Raden Heru Prakoso menemui massa. “Sampai kapan kami menunggu jawaban Polda?. 120 KM lebih kami dari Siantar ke Medan, hanya menerima jawaban ini. Sepatutnya 14 hari sudah ada kami terima jawaban,” dialog Samsuddin kepada Silaen.

Atas kritikan itu, Silaen menjelaskan, sesuai Peraturan Kapolri (Perkap), Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) disampaikan dalam batas waktu 30 hari. “Jadi, kalau sudah 30 hari, maka kewajiban polisi memberitahukan SP2HP-nya,” katanya.(ala)

Sakit, Peserta UN Ujian di Rumah

LANGKAT- Secara keseluruhan UN di Langkat berjalan lancar, namun satu peserta Melanda (18) siswi SMA Negeri 1 Secanggang, terpaksa mengikutinya di rumah. Pasalnya, warga Dusun Kehutanan, Desa Secanggang ini, didiagnosa menderita sakit asam lambung.

“Sejak kemarin Melanda sudah merasakan sakit di bagian lambung, ia bolak balik keluar kelas mual dan muntah namun dipaksakan juga UN di sekolah, tapi hari ini ia tidak sanggup lagi untuk ke sekolah mengikuti ujian lalu kami berinisiatif tim panitia dan pengawas serta anggota Polisi mengantar soal UN ke rumahnya untuk ikut ujian di rumah,” kata Kepala SMA Negeri 1 Secanggang Hj Miroh Mayanur, Kamis (19/4).

Kondisi anak ke tiga dari pasangan Darhami dan Syamsiah tersebut tampak lemah dalam mengisi lembaran jawaban, bahkan sesekali memegang perut serta kakinya yang terasa keram. Selain itu, peserta UN ini sesekali merebahkan kepala ke meja plastik diduga menahan sakit.

“Anak saya sakit sekitar empat bulan lalu, menurut medis sakit asam lambung. Terkadang dalam kondisi kambuh pun ia tetap sekolah, seperti tadi pagi masih berupaya ke sekolah namun tidak sanggup karena tubuhnya lemah,” urai ibu Melanda.

Siti Ismani dari Pengawas Independen asal Universitas Negeri Medan (Unimed) menyarankan, karena UN penutup tetap mengikuti sebab ujian susulan dinilai ribet.

“Saya dapat informasi bahwa Melanda ini sakit sejak kemarin, namun sepertinya yang agak parah hari ini,” jelasnya.  Magister Humaniora tersebut.

Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Pemkab Langkat, Syam Sumarno, dihubungi terpisah menjelaskan secara keseluruhan UN berjalan lancar tanpa kendala berarti. Untuk beberapa penyimpangan seperti di daerah lain, adanya didapati kunci jawaban diakui dia tidak ada.
“Mudah-mudahan, segalanya berjalan lancar dan terkendali. Untuk beberapa persoalan yang terjadi di daerah lain seperti kita ketahui, itu tidak terjadi di Langkat,” singkat dia.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah (Dikmen) Pemkab Langkat, Azuan, ketika dikonfirmasi terkait tiga siswa dari rayon XIV tidak mengikuti UN, satu diantaranya drop out dan duanya lagi tidak diketahui alasannya menyebutkan, hingga kini pihaknya belum menerima laporan dari sekolah terkait.
“Belum ada laporan yang kita terima dari sekolah terkait, kalau nanti benar tidak ikut dapat saja mengikutinya dengan susulan tetapi setelah menerima laporan dari sekolahnya,” tutup dia. (jie)

Perayaan Paskah di Pardede Hall

Kapolresta Medan Kombes Pol Monang Situmorang,SH,MSi didampingi Kasat Bimmas Polresta Medan Kompol Amri Hutauruk , AKP dan Iptu Ully Lubis, serta Baharuddin Saputra staf Humas Polresta Medan Rabu (18/4) sore menerima audiensi Panitia Perayaan Paskah tahun 2012 Umat Katolik Kota Medan di ruang kerjanya Jalan HM Said No 1 Medan.

Rombongan dipimpin Anggota DPRD Kota Medan CP Nainggolan SE MAP, Ketua Forum Mayarakat Katolik Indonesia (FMKI) DPD Kota Medan didampingi DN J Manik MPd (Wakil Ketua FMKI), Drs Amel Sitohang ,MM (bendahara FMKI), Drs Maniur Rumapea (Sekretaris FMKI), Ir Leo K Simanjuntak (Sekretaris Panitia) dan Jansen Sihaloho (Ketua Pemuda Katolik Kota Medan juga Wakil Ketua Panitia ) .

Kapolresta Medan mengatakan piihaknya berterima kasih kepada panitia yang telah melakukan koordinasi untuk menciptakan keamanan dan ketertiban pada saat pelaksanaan perayaan Paskah. Diharapkan pelaksanaan ibadah dan perayaan dengan berbagai perlombaan hendaknya dapat berlangsung aman dan tertib, hal ini mencerminkan intelektual itas umat Katolik Kota Medan yang akan membawa nama baik masyarakat Kota Medan secara keseluruhan.
“Saya akan berusaha hadir pada acara puncak peringatan di Pardede Hall dan berkenan menjadi Irup pada apel Bhakti Pendidikan Pelajar Katolik Kota Medan di Lapangan Merdeka untuk membuktikan kerjasama yang baik Polri dengan masyarakat dan generasi muda,” ujar Monang Situmorang.

Sebelumnya CP Nainggolan SE MAP menjelaskan, kegiatan perayaan Paskah akan diisi dengan kegiatan gerak jalan santai dan aksi bersih umat Katolik start di Keuskupan Agung Medan dan finis di Lapangan Merdeka Medan juga Bhakti Lansia/Senam Lansia, Bakti Lingkungan Hidup dan Bakti Pendidikan.
Kegiatan festival Koor dan Lomba Maznum akan di gelar di Aula Gereja Hayam Wuruk, Minggu (13/5) sedangkan puncak perayaan Ekaristi Misa kudus Paskah Katolik akan dipimpin oleh MGR.DR.AB Sianaga.OFM.CAP, digelar pada hari Selasa (15/5) di Gedung Pardede Hall Medan. (*/dmp)