28 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 13633

Fadly Nurzal: Perempuan Penentu Moral Bangsa

MEDAN- Peranan perempuan dalam sebuah keluarga sangat penting dan strategis. Untuk itu, di era globalisasi dan teknologi informasi saat ini, kaum perempuan harus memahami posisinya, baik sebagai istri maupun sebagai ibu.

“Perempuan adalah penentu moral bangsa,” tegas Ketua DPW PPP Sumut H Fadly Nurzal SAg saat memberikan tausyiah pada tabligh akbar yang digelar Pimpinan Daerah Muslimat Al-Washilyah Kota Medan, di Masjid Al-Abror, Kelurahan Titipapan Kecamatan Medan Deli, kemarin.

Fadly menyebutkan, untuk membangun sebuah bangsa yang kuat harus diawali dari pembangunan keluarga yang kuat pula. Dalam  posisi ini, harmonisasi suami-istri atau ayah dan ibu harus mampu menunjukkan sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Sebab, lanjut Fadly, apapun tampilan yang disajikan ibu dan ayah dalam sebuah keluarga akan menjadi ikutan bagi anak-anaknya. Apalagi di era sekarang ini, dimana jarak semakin sempit, di tengah kepungan derasnya arus informasi. “Begitulah urgensi posisi dan peranan orangtua bagi anak-anaknya,” katanya.

Menurut Fadly, masa depan generasi muda ke depan sangat ditentukan bagaimana peranan dan andil kelurga membentuk karakter dan sifat anggota keluarganya. Jika keluarga mampu membentuk karakter yang baik-baik, ke depan dapat dipastikan generasi muda akan lebih baik.

“Jika kita ingin menciptakan generasi muda yang tangguh, berilmu, beriman dan bertaqwa, maka dari sekarang kita harus memberikan teladan yang baik pula. Jika tidak maka sesungguhnya kita sebagai orangtua ikut berperan menciptakan generasi yang tidak baik,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua PD Muslimat Al-Washliyah Kota Medan Hj Wardati Nasution, menyampaikan, kegiatan tabligh akbar Muslimat Al-Wahsliyah akan menjadi agenda rutin. Selain bagian dari program yang sudah ditetapkan, juga dalam rangka meningkatkan ukhuwah Islamiyah.

“Ustadz tabligh akbar kita kali ini adalah tokoh muda yang memiliki misi untuk mempersatukan umat Islam di Sumatera Utara. Kita pantas berbangga, sosok H Fadly Nurzal dicalonkan menjadi Gubernur Sumatera Utara, apalagi ia merupakan salah satu unsur penasihat PW Al-Washliyah Sumut. Hal lain yang membuat kita bangga adalah, sangat banyak kader-kader Al-Washliyah berkiprah di PPP, seperti saya,” kata Hj Wardarti.

Wardati kembali menegaskan, PPP dan Al-Washliyah sama-sama ingin mempersatukan dan membina umat ke arah yang lebih baik. Karena itu, kita juga semua harus berkontribusi dalam upaya menyatukan dan membina umat di masa yang akan datang.

“PPP adalah rumah besar umat Islam, itu artinya PPP juga rumah kita bersama,”ucap mantan anggota DPRD Sumut ini. (ade)

Radio Liar Ganggu Penerbangan Pesawat

MEDAN- Direktur Pengelolaan Spektrum Frekuensi Radio dari Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (Dirjen Postel) serta Balai Monitoring diminta menindak radio liar yang tidak memiliki izin. Sebab, dengan adanya radio liar mengudara bisa merugikan radio lain yang memiliki izin bahkan patuh membayar pajak secara rutin. Selain itu juga membayar izin frekuensi, izin perpanjangan penyiaran (IPP), pajak penghasilan dan lainnya. Hal itu disampaikan pimpinan Radio Kardopa Tiorida Simanjuntak kepada wartawan, Kamis (19/4).

Menurut Tiorida, selain merugikan radio yang memiliki izin, radio liar membahayakan penerbangan jika frekuensi semakin besar dan luput dari pengamatan pemerintah. “Frekuensi yang sangat besar dan sebagian tidak berizin, bisa juga mengganggu penerbangan,” terangnya.

Tiorida juga mengatakan radio liar itu juga merugikan Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebab diduga para pendiri radio liar telah mencuri arus listrik dengan pemakaian arus yang sangat besar. Selain itu, juga bisa dilakukan penanaman kabel listrik ke dalam gedung yang dibantu oknum PLN.
Bukan tidak mungkin, sambungnya, pihak kepolisian juga bisa melakukan penyelidikan terkait dugaan-dugaan ini karena berkaitan dengan adanya tindak pidana sebab merugikan keuangan negara, khususnya dari pencurian arus PLN.

Dikatakan, dengan tidak adanya perhatian pemerintah terhadap pengawasan radio-radio liar ini, maka bisa merugikan pemilik resmi. “Yang jelas, selain penertiban secara keseluruhan pemerintah juga sebaiknya melindungi radio yang memiliki izin,” tegasnya.

Tiorida menduga, radio-radio yang tidak memiliki izin menganggarkan backing sehingga sampai sekarang masih ada yang mengudara. Dengan demikian, instansi terkait juga diminta mengusut orang-orang yang berada di balik ini semua.

“Penggunaan frekuensi radio tanpa izin merupakan tindak pidana dan melanggar Undang-undang No.36 tahun 1999 tentang telekomunikasi,” jelasnya. (azw)

Metro Link Gelar Aksi Sosial

MEDAN- Sukses mengadakan kegiatan sosial perdana di Panti Asuhan Yayasan Amal Sosial Al-Wasliyah di Jalan Karya Jasa Medan Johor, Metro Link kembali melakukan aksi social. Kali ini, dilakukan di Yayasan Al-Ihklas Inspenyah, Panti Asuhan TKA/RA-MDA Zahra di Jalan Flamboyan 3 No:100 Tanjungselamat, Medan, Minggu (15/4). Kali ini, bantuan yang diberikan berupa sembako dan alat tulis.

PT Pantai Perupuk Indah dikenal dengan nama Metro Link ini, merupakan perusahaan yang bergerak di bidang developer pembangunan komplek pertokoan, perumahan dan mall. Untuk proyek di Medan, Metro Link menawarkan One Stop Business Solution didukung oleh fasilitas Metro Walk (City Walk), Metro Link Gallery dan Metro Link Mall.

Rony Samuel selaku Direktur Metro Link menjelaskan dalam kegiatan amal kedua ini, Metro Link akan membagikan sembako dan alat tulis untuk membantu adik-adik dalam belajar sehingga kebutuhan sekolah dapat terpenuhi, khususnya kepada masyarakat yang kurang mampu.

Menurutnya, berpedoman pada “Cinta Sosial, Metro Link Peduli” program amal ini merupakan kegiatan sosial lintas agama, tidak ada perbedaan dan akan diberikan sama rata. Program ini juga tidak hanya sekali saja, tapi akan berlanjut terus setiap bulan dengan aktivitas-aktivitas sosial lainnya.
Kata Rony, Metro Link mengadakan acara amal karena merasa terpanggil untuk memberi sebagian dari dimilikinya. (*)

Linmas Harus Menjadi Garda Terdepan Pemerintah

PAKPAK BHARAT- Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) diharapkan menjadi garda terdepan bagi pemerintah dalam membantu mengurangi resiko yang ditimbulkan oleh bencana alam, non alam dan bencana sosial lainnya.

Itulah sekelumit isi amanat Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi yang dibacakan Sekretaris Daerah Kabupaten Pakpak Bharat, Drs. Holler Sinamo, MM  pada upacara peringatan hari ulang tahun ke-50 Satuan Perlindungan Masyarakat di Lapangan Napasengkut, Salak, Kamis (19/4).

Meski peringatan HUT Linmas ini diguyur hujan angin, namun pelaksanaannya tetap berlangsung khidmat. Upacara ini dihadiri jajaran PNS lingkup Pemkab Pakpak Bharat, pihak Kepolisian, guru dan siswa/siswi dari beberapa sekolah yang terdapat di Pakpak Bharat.

Kepala Bagian Kesbang Linmas Setda Rahmad Kudadiri, menyampaikan, upacara ini dilaksanakan tidak untuk memperingati semata-mata, tapi juga untuk kembali mengingatkan tugas dan fungsi satuan Linmas itu sendiri, khususnya tugas dan fungsi membantu Pemerintah untuk melindungi masyarakat secara baik di lapangan.

“Hal ini juga sebagaimana yang sering disampaikan Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu MBA tentang tanggung jawab serta pengabdian kita kepada masyarakat,” tegas Kudadiri. (mag-14)

Korupsi, Kepsek SMK Negeri 3 Dibui

TEBING TINGGI- Terdakwa kasus korupsi penyimpangan Anggaran Dana Subsidi Program Layanan Dasar (School Grant) tahun 2006, Kepala SMK Negeri 3 Kota Tebingtinggi, Umi Kalsum, dijebloskan ke LP Kelas II B Kota Tebingtinggi, Rabu 918/4).

Wanita yang tinggal di Jalan Nenas Kelurahan Tebingtinggi Kota ini, ditangkap pihak Kejaksaan Negeri Tebingtinggi setelah menerima salinan amar putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia.

“Benar, kami ada mengantarkan terpidana kasus korupsi bernama Umi Kalsum ke Lapas Tebingtinggi. Berdasarkan amar putusan Mahkamah Agung perbuatan terdakwa telah terbukti mengakibatkan kerugian uang negara,” terang Kajari Tebingtinggi melalui Kasi Pidsus R Hasdianto Sihotang SH, Kamis (19/4) malam.

Dalam keterangannya, berdasarkan berkas perkara Nomor 1598.K/PIDSUS/2010, tertanggal 25 Mei 2010, yang berisi amar putusan menjatuhkan hukuman kepada terpidana Umi Kalsum dengan hukuman penjara 1 tahun dengan subsider 3 bulan kurungan dan denda Rp5 juta dan uang pengganti Rp7,9 juta dan apabila tidak dibayarkan dalam jangka waktu selama 1 bulan, maka harta benda/kekayaannya akan disita untuk negara.
“Dana yang dikorupsi terpidana adalah dana anggaran pendapatan dan belanja Tahun 2006 dari Dinas Pendidikan Menengah dan Kejuruan Provinsi Sumatera Utara yang disebut Dana Program Layanan Dasar (School Grant) sebesar Rp35 juta yang diperuntukan bagi peningkatan mutu SMK Negeri 3 Tebing Tinggi,” terang Hasdianto.

Diejlaskannya, Umi Kalsum sebagai kepala sekolah telah melakukan penggelembungan harga pembelian barang- barang dalam faktur pembelian. Karena dalam laporan pertanggungjawaban penggunaan biaya melebihi harga standar di pasaran dan berdasarkan hasil perhitungan BPKP, Disdik Sumut telah mengalami kerugian. “Korupsi yang dilakukan terpidana tersebut, disebut-sebut untuk  pengadaan audio visual jurusan perhotelan, pengadaan alat-alat jurusan tata boga dan tata bahasa, laboratorium bahasa, serta latihan tenaga pendidik. Di mana kita (Kejaksaan) telah menemukan selisih harga yang tidak sesuai dengan jumlah yang dianggarkan,” ungkap Hesdianto kembali.

Sebelumnya, Umi Kalsum didakwa dengan pasal 2 jo pasal 18 UURI Nomor 20 Tahun 2001,tentang pemberantasan korupsi.  (mag-3)

Marsha Timothy Antara Fachry Vino G Bastian

Sosok Marsha Timothy dan Fachry Albar begitu dingin. Seperti halnya kisah cinta mereka yang selalu misterius. Setelah dikabarkan putus, keduanya justru segera menggelar prosesi lamaran. Tapi Marsha langsung kesal saat dikonfirmasi hal itu.

“Siapa yang tunangan, nggak ada yang tunangan kali,” tangkis Marsha.

Pemain film Modus Anomali ini tak habis pikir orang terus menerus mengurusi kehidupan pribadinya. Dan ia yakini semua kabar yang beredar khususnya soal cinta itu tidak benar.  “Gosip nih. Kabar darimana lagi,” cetusnya.

Ayahanda Fachry, rocker Ahmad Albar mengaku tak tahu kabar rencana pernikahan anaknya. Ia belum pernah diberitahu Fachry.

“Nikah? Ah belum. Fachry sendiri pasti bilang. Namanya juga orangtua, kalau anaknya menikah pasti dikabari,” jawab Ahmad di tempat terpisah.
Sang legenda Rock ini juga tak tahu sejauh mana hubungan Fachry dan Marsha. Meski begitu, ada sinyal keduanya tak mesra lagi seperti tiga tahunan lalu.
“Putus atau tidak saya nggak tahu persis. Memang terakhir ini mereka jarang berdua. Tapi kalau Fachry menikah, sampai saat ini belum,” tegasnya.
Sejauh ini, kabar putusnya Fachry dan Marsha muncul setelah Marsha kepergok mesra dengan Vino G Bastian. Wajar saja, Marsha dan Vino terlibat dalam satu sinetron Calon Bini. Selain itu, keduanya juga kerap terlibat adu akting di beberapa judul FTV.

Ketika dikonfirmasi kepada Marsha, mimik wajah Marsha langsung berubah. “Mulai deh menjurus,” elaknya.

Beberapa waktu lalu, Marsha menegaskan bahwa hubungannya dengan Fachri tetap berjalan hingga saat ini. Namun, jika ditanya mengenai kabar rencana pernikahan dengan gamblang ia menjawab belum memiliki rencana.

Kisah kasih yang sudah terjalin cukup lama dan sudah mengantongi restu orangtua ini sepertinya masih dijalani dengan santai oleh keduanya. Kedua selebriti ini memang nggak mau terburu-buru menyudahi status lajangnya. “Saya memang orang yang nggak pernah punya rencana,” jawab Marsha singkat.

Dengan banyaknya tawaran kerja yang diambilnya, kesempatan Marsha  untuk berkumpul bersama sang pacar dan juga keluarga otomatis berkurang. Namun, Marsha mengaku tetap mendapat support dari orang-orang terdekatnya. (rm/jpnn)

Gatot Batal Berikan SK Pemberhentian Bupati Palas

MEDAN- Rencana Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) menyerahkan Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang pemberhentian Bupati Padanglawas Basyrah Lubis, Kamis (18/4) kemarin, akhirnya ditunda.

Dalihnya adalah di Padanglawas tengah ada rapat di DPRD Kabupaten Palas, yang dihadiri Bupati dan Ketua DPRD Palas.
Hal itu dikemukakan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho, yang dikonfirmasi mengenai kepastian pemberian SK pemberhentian tersebut, Kamis (19/4).

Menurutnya, Pemprovsu sudah mengagendakan kembali pemanggilan atau undangan terhadap Bupati Palas dan Ketua DPRD Palas, hari ini Jumat (20/4), untuk menyerahkan langsung SK pemberhentian itu.

“Semestinya, hari ini (Kamis,red) kita serahkan, tapi kemudian kemarin ada surat pemberitahuan dari Palas, Bupati dan Ketua DPRD-nya sedang mengadakan rapat,” dalih Gatot.

Menurutnya, Pemprovsu sudah mengagendakan kembali pemanggilan atau undangan terhadap Bupati Palas dan Ketua DPRD Palas, hari ini Jumat (20/4), untuk menyerahkan langsung SK pemberhentian itu.

“Jadi saya undang kembali besok (hari ini, red), mudah-mudahan tidak ada halangan lagi,” jawabnya.

Saat kembali dipastikan, memang benar apakah SK tersebut sudah diterima olehnya (Gatot, red) dari pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Gatot menegaskan, surat itu telah diterima Pemprovsu dari Kemendagri dengan cara dijemput oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu) Nurdin Lubis, Kamis (12/4) lalu.

“Kamis lalu, SK nya sudah diterima dan dijemput Sekda (Nurdin Lubis, red) ke Kemendagri,” katanya.
Saat ditanya, siapa pengganti bupati yang diberhentikan itu, Gatot enggan menjawabnya. “Kita lihat nanti saja ya,” tutupnya.(ari)

Tiap Hari Berhias

Bawaan Hamil Kedua Nirina Zubir

Bukan Nirina Zubir (32) namanya kalau tidak selalu ceria dan penuh senyum. Begitu juga ketika dia menghadiri acara Long Lasting Commitment bersama Pantene (18/4) di Klub Bimasena, Dharmawangsa, Jakarta Selatan.

Nirina yang hamil besar itu tampil cantik dengan gaun putih. Meski geraknya mulai terbatas, perempuan yang akrab disapa Na tersebut tetap percaya diri.

Istri Ernest Cokelat itu mengungkapkan, hasil pemeriksaan USG, bayi di dalam kandungannya berkelamin laki-laki. Namun, bawaan kandungan kedua itu sangat berbeda dari saat dirinya mengandung Zivara, putri pertamanya.

“Waktu anak pertama itu, jujur, saya malas mandi. Kalau yang sekarang, pasti mandi. Pergi atau nggak pergi, pasti mandi. Sudah begitu, wajah, rambut, kuku, beneran dirawat. Mungkin diingetin sama anak (dalam kandungan), mami nih mentang-mentang udah jadi emak nggak mau merawat diri. Gitu kali ya,” ujarnya.

Dia menyatakan, si jabang bayi telah membuat dirinya jadi lebih cantik sebagai seorang ibu. “Dia (menunjuk perut) bikin saya sadar fisik. Sekarang tiap hari saya pakai riasan lho. Sekadar eyeliner, maskara, itu pasti. Walau, penggemukan itu pasti terjadi ya,” imbuhnya.

Kandungan perempuan yang biasa dipanggil Na tersebut sekarang sudah berjalan enam bulan. Berat badannya pun bertambah. Na terlihat semakin berisi. Ditanya jumlah penambahan berat badannya, bintang film Get Married tersebut bilang tidak tahu. Dia memang tidak ingin tahu berapa kilo kenaikan beratnya. “Nggak tahu. Nggak pernah ngitung. Kalau ke dokter, ya udah Dok, tulis aja, nggak usah kasih tahu saya,” ungkapnya lantas tertawa.
Na tidak tahu penyebab pengalaman yang berbeda dari kehamilan pertama itu. Tapi, dia merasa lebih aktif saat hamil kedua ini. Dirinya juga tidak bermasalah dengan makanan. Apa saja bisa masuk. “Anaknya baik sekali. Waktu itu, kebetulan saya ada survei kerjaan. Saya jalan beberapa kilo juga santai-santai saja. Malah, bapaknya yang sudah panik. Dia menyarankan untuk istirahat dulu. Tapi, saya sih nggak masalah jalan terus. Alhamdulillah-nya, baby-nya kuat banget,” terangnya.

Na mulai mengenalkan bayi di kandungannya itu kepada Zivara yang berusia dua tahun. Tujuannya, Zivara tidak cemburu ketika adiknya lahir. Selain itu, pengertian diberikan Na supaya Zivara paham kenapa sekarang dirinya tidak bisa menggendong putrinya lagi. (jan/c5/ayi/jpnn)

Tebingtinggi Bebas DBD 2013

TEBINGTINGGI- Bertugas memantau perkembangan bibit nyamuk berbahaya aedes aegypti penyebab demam berdarah (DBD), para kader Jumantik (juru pemantau jentik) Kota Tebingtinggi diminta melaporkan temuan wabah DBD.

“2013 Kota Tebingtinggi terbebas dari penyakit demam berdarah. Untuk keberhasilan itu, kita membentuk Kader Jumantik di kota ini,” terang Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan dalam pertemuan Monitoring Evaluasi Kader Jumantik Tahun 2012 di Gedung Asber Nasution, Kota Tebingtinggi, Kamis (19/4).

Untuk mengetahui keadaan daerah setempat tentang penyebaran virus demam berdarah, dikatakan Wali Kota, per triwulan akan diadakan evaluasi, di mana daerah yang tidak ada (nihil) pasien DBD, maka akan diberikan reward tersendiri sebagai bukti keberhasilan Jumantik tersebut.  “Dengan adanya kader Jumantik, penyakit demam berdarah bisa kita cegah sedini mungkin,” jelas Umar.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Kota Tebingtinggi, Ramses Siregar melaporkan, Kader Jumantik yang disebar ada 2 orang di setiap lingkungan di Tebingtinggi. “Dalam laporannya, Jumantik diwajibkan menerangkan di mana lokasi jentik dan jenis jentik nyamuk apa saja yang mereka temukan sekaligus membagikan bubuk abate kepada warga yang mereka kunjungi,” terang Ramses Siregar.

Salah seorang kader Jumantik, Darwin Purba dari Kelurahan Tanjung Marulak menanyakan status pasien DBD yang biasanya gratis di rumah sakit, tetapi ada warga yang dipungut biaya.

Wali Kota menjelaskan, penggratisan biaya DBD kalau terjadi kejadian luar biasa kasus DBD, sedangkan kalau hanya satu atau dua orang maka berlaku tarif seperti biasanya. “Kalau dia memiliki jamkesda ya itu gratis, tapi bila tidak maka dia bayar,” jelas Umar menerangkan pertanyaan kader Jumantik.  (mag-3)

FMP TNGL Nyaris Bentrok dengan Warga Penggarap

LANGKAT- Dua kubu masyarakat dari Forum Masyarakat Peduli (FMP) Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) wilayah Teluk Aru, Langkat dengan masyarakat eks pengungsi Aceh penghuni kawasan TNGL, nyaris bentrok, Kamis (19/4).

Untungnya, polisi bertindak lugas menghentikan terjadinya bentrok antara ratusan warga tersebut, sehingga benturan fisik antar warga dapat terhindar. Pun begitu, suasana di lokasi kejadian masih cukup tegang. Ratusan warga eks pengungsi Aceh, masih bersiaga di berbagai kawasan di wilayah TNGL.
“Polisi menengahi ancaman terjadinya bentrok antara warga tergabung dalam FMP TNGL wilayah Teluk Aru dengan warga mendiami sekitar TNGL. Peluang terjadinya benturan fisik antara dua kubu diperkirakan sangat terbuka, kehadiran FMP sudah dinantikan warga sekitar lokasi,” kata Asril salah seorang warga Kecamatan Besitang, Langkat, Kamis (19/4).

Lebih lanjut diceritakan dia, kehadiran sepasukan polisi dari Polres Langkat mampu meredam niatan FMP TNGL wilayah Teluk Aru yang sedikitnya mempersiapkan 200 warga guna mengusir paksa warga penggarap mendiami area diduga kawasan TNGL. Sebaliknya, warga mendiami area juga tidak serta merta diam dengan niatan itu dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan bakal mereka terima.

Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Aldi S, ketika dihubungi ke selularnya mengakui sedang berada di lokasi. Pihaknya berupaya keras menghalau kedua kubu terlibat bentrokan dengan memberikan pengertian.

“Ya kita sedang ada di lokasi saat ini, warga forum juga sudah memasuki area yang diduga wilayah TNGL didiami warga lainnya. Kita berupaya menengahi agar tidak terjadi konflik antara kedua pihak,” singkat Aldi.

Seperti diketahui sebelumnya, Kamis (12/4) lalu, warga FMP TNGL Wilayah Teluk Aru mendatangi DPRD Kabupaten Langkat mengadukan kondisi di seputaran area TNGL didiami warga lain. Keadaan itu, menurut FMP sangat mengkhawatirkan karena dugaan terjadinya perambahan yang menyebabkan ancaman bencana seperti yang terjadi beberapa tahun sebelumnya.

Kriswondo maupun Syafril Anwar mewakili FMP TNGL Teluk Aru ketika itu menilai, persoalan TNGL tidak pernah selesai bahkan ada sebahagian warga bertempat tinggal di kawasan dimaksud. Walaupun aparat polisi dan TNI telah pernah melakukan eksekusi namun tidak tuntas. Bahkan, ditengarai perambahan di paru-paru dunia tersebut masih berlangsung.

Makanya, keduanya mempertanyakan, bila perambahan dibenarkan dan sebagai bahagian masyarakat Langkat meminta kepada pemerintah agar diberikan legalitas melakukan perbuatan sama.

“Bila memang kawasan TNGL bisa dimiliki, kami mau merambah satu rantai saja,” timpal Marhalim dan Mariani saat menyampaikan aspirasi di hadapan Wakil Ketua DPRD Langkat Abdul Khair dan Suhardi Surbakti serta segenap anggota Komisi I (Bid Hukum dan Pemerintahan) Tarsan Naibaho, Kristina Bangun, Rahman, Sri Wahna Kaban serta mewakili BPN Langkat maupun Dinas Kehutanan Perkebunan (Hutbun) beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), akan menggunakan upaya hukum guna menyelesaikan persoalan warga eks pengungsi Aceh di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

Penegasan itu dikemukakan Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu, Gatot Pujo Nugroho menjawab pertanyaan wartawan, usai menghadiri acara pelantikan Dewan Perwakilan wilayah (DPW) Asosiasi Pedagang kaki Lima Indonesia (APKLI) Provinsi Sumatera utara, Kamis (19/4) di Pendopo Universitas Sumatera Utara (USU).(jie/ari)