Home Blog Page 13641

Labfor Bantu Olah TKP Sengketa Lahan

BELAWAN- Polres Pelabuhan Belawan dibantu petugas Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri Cabang Medan Selasa (17/4) menggelar olah TKP di lahan sengketa seluas 315 hektar di kawasan Lingkungan II Batang Kilat Kelurahan Sei Mati Kecamatan Medan Labuhan.

Kejadian itu sempat menewaskan Hendro Priadi (43) dan Hermawan (36) akibat terlibat bentrokan berdarah dengan warga setempat.
Pantauan Sumut Pos di sekitar lokasi, dalam proses olah TKP ulang, petugas tim Labfor Mabes Polri melakukan pemeriksaan terhadap beberapa alat berat yang mengalami kerusakan.

Sementara sejumlah warga setempat tampak melakukan pemantauan dari kejauhan, untuk melihat aktivitas yang dilakukan para petugas penyidik.
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Hamam Wahyudi mengatakan, olah TKP ulang dengan diperbantukan petugas Labfor Mabes Polri cabang Medan untuk melihat bukti – bukti kuat atas unsur pengrusakan yang dilakukan para pelaku yang terlibat bentrokan.

“Ini masih diselidiki apakah unsur pengrusakan dan pembakaran dilakukan dengan kesengajaan,” kata Hamam. (mag-17)

SMA Negeri 14 Medan Akan Gelar Reuni Akbar

MEDAN-SMA Negeri 14 (eks SMU 13) akan menggelar reuni akbar angkatan tahun 89 sampai 2011 yang akan digelar pada hari Minggu, 17 Juni 2012 di Jalan Pelajar Ujung Medan.

Reuni akbar ini rencananya akan diikuti lebih dari 1.000 alumni dari berbagai angkatan yang akan berkumpul di SMA Negeri 14 Medan. Reuni ini untuk pertama kali gelar, dalam rangka meningkatkan tali silaturahmi sesama alumni di SMA Negeri 14 Medan.

“Kegiatan reuni akbar ini untuk pertama kali yang akan di gelar. Dengan reuni akbar ini kita berharap akan menjali tali silahturahmi bagi semua generasi di SMA Negeri 14 Medan,” tegas Ketua Panitia Mukhlis Azhar.

Dikatakan Azhar, dengan reuni akbar ini mereka akan menyatukan seluruh angkatan dan alumni SMA Negeri 14 Medan, dan berharap kedepan ikatan alumni yang sudah tersebar di beberapa daerah di Indonesia dapat bersatu.

“Suatu wadah alumni yang akan menjembatani atau sebagai wadah, bagi ikatan alumni yang belum mendapatkan pekerjaan bisa dipikirkan sekarang. Memang seluruh alumni SMA Negeri 14 Medan ini ada yang tersebar di beberapa kegiatan, seperti organisasi, dilembaga pemerintahan, hukum. Anggota dewan SMA Negeri 14 ini berdiri berdiri sudah 25 tahun,” papar Azhar.

Ketua Panitia pelaksana Reuni SMU Negeri 14 Medan ini juga mengatakan, seluruh alumni dari SMA diharapkan untuk datang ke sekretariatan Reuni Akbar di Jalan Pelajar No 191.

“Dalam kegiatan reuni akbar ini kita akan mengadakan beberapa kegiaran sosial berupa pengumpulan buku, donor, darah. Buku ini akan di sumbangkan pada pihak sekolah. Kegiatan lainnya olah raga, pameran poto. Sejauh ini, belum ada terdata teman-teman yang menduduki jabatan penting di Sumut, dengan adanya kegiatan ini, mudah-mudahan akan diketahui agar kita mendata kedepan,” tegasnya lagi.

Sedangkan untuk mengetahui info reuni akbar ini, para alumni bisa menghubungi, contack person Muklis Azhar Hp 085260472857. Atau, Binsar Sihotang bidang humas perlengkapan alumni 1992, HP 085261414333. Bisa juga melalui Surya Gunawan wakil ketua alumni tahun 2011 dengan nomor Hp 081260323212. “Jadi intinya dengan adanya reuni akbar itu, kita bisa menjalin persatuan, sesama ikatan alumni ini,” harap Muklhis. (*/rud)

Selewengkan Dana Jamkesmas Susyanto Bakal Diperiksa Lagi

BINJAI- Pemeriksaan terhadap mantan Direktur RSUP dr Djoelham drg Susyanto dibatalkan oleh Polres Binjai. Namun, dalam waktu dekat ini, pihak tim Tipikor Polres Binjai, yang menyelidiki kasus ini secara meraton akan segera memanggil Susyanto.

Hal ini dikatakan Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Aris Finato, saat ditemui Selasa (17/4) siang, di ruang kerjannya. “Sudah diperiksa. Namun, tim penyidik Polres Binjai, tidak melanjutkannya karena memang Susyanto, dalam keadaan sakit, data-data yang menerangkan dia sakit memang ada ditunjukkan pada kami. Di situ dijelaskan memang dia sakit dan sudah berobat ke Penang Malaysia. Dia kemarin di sini hanya 15 menit saja lalu pulang lagi,” terang AKP Aris Fianto, sembari mengatakan lupa nama penyakit apa yang diderita Susyanto.

Namun, Aris membantah isu yang menyatakan Susyanto, datang pada saat itu dalam keadaan dipapah atau berjalan dengan menggunakan tongkat. “Dari siapa kamu tahu? Gak ada itu, dia berjalan sendiri ke sini tapi memang ditemani oleh supirnya. Jadi mereka cuma berdua saja datang kemari,” kata Aris. (mag-14/smg)

Jalan Amblas, 80.000 Liter BBM Tertahan di Karo

LABUHAN-  Pengiriman bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi ke sejumlah SPBU di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) terhenti. Hal ini diakibatkan kawasan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) persisnya di Jalan Lau Lisang Kecamatan Tiga Binanga Kabupaten Karo, amblas dan sulit untuk dilintasi.
Kondisi saat ini stok BBM selama dua hari terakhir di beberapa SBPU yang ada di NAD telah habis.

“Sudah dua hari ini truk tangki BBM kita tertahan di Kabupaten Karo, karena jalan lintas menuju Aceh amblas dan tak dapat dilintasi kendaraan berkapasitas puluhan ton, sedangkan para pengelola SPBU mengaku sudah kehabisan stok,” kata Humas dan Pengawas PT (Persero) Elnusa Petrofin Medan, Hendrik kepada wartawan koran ini, Selasa (17/4).

Dia mengatakan, saat ini sekitar 80.000 liter BBM diangkut oleh lima unit truk tangki diantaranya bernopol BK 9808 CI, BK 9627 CI, BK 8294 CD dan BK 8188 CT tujuan Blang Kejren dan Kota Cane masih tertahan di Jalan Lau Lisang Kecamatan Tiga Binanga Kabupaten Karo, karena mengalami kesulitan untuk melintasi badan jalan yang mengalami kerusakan akibat amblas.

“Kita sudah memberitahukan terkait kendala pengiriman BBM ke SPBU di Aceh ini kepada Sales Ritail PT (Persero) Pertamina Upms I di Medan. Sedangkan kalau kita cari alternatif jalan lainnya kondisi badan jalannya juga tak jauh berbeda, malah truk tangki kita rawan kecelakaan. Jadi kita tunggu saja sampai badan jalannya dapat kembali dilintasi,” ujar, Hendrik.

Dia menyayangkan, sejauh ini kerusakan badan jalan di jalinsum tersebut belum mendapatkan upaya perbaikan yang maksimal dari pemerintah setempat. Sehingga berdampak pada terjadinya antrean panjang sejumlah truk berbobot 20 ton. (mag-17)

Penjual Sabu Ditangkap

LUBUK PAKAM- Ade Irwanto (25) dan Khaidir (42) warga berbeda ditangkap Sat Narkoba Polres Deliserdang saat melakukan transaksi sabu.
Ketika ditangkap dari tangan tersangka ditemukan sabu seberat 0,5 gram yang baru dibelinya dengan harga Rp550 ribu dari Lion (buron) warga Pasar 7 Simpang Jodoh Tembung.

“Sabu 0,5 gram itu saya buat menjadi 6 paket dan dijual seharga Rp200 ribu per paket,” bilang Khaidir.

Sambung Kahidir keuntungan dari menjual sabu itu digunakannya untuk menambah usaha barang bekas. Bisnis ini dilakoninya sejak enam bulan yang lalu.

Sementara itu Ade Irwanto mengakui selama ini profesinya sebagai tukang jamu di Simpang Gang Mesjid Jalan Pantai Labu Desa Sekip.  Ade ditangkap dikediamannya Jalan Masjid I Desa Sekip Kecamatan Lubuk Pakam setelah membeli dua paket sabu dari Khaidir yang merupakan pesanan seseorang bernama Konyol.

Menurutnya, dia baru kenal dengan Khaidir sekitar dua bulan. Tapi anak Khaidir yang paling kecil berumur 8 tahun justru sangat kenal kepada Ade Irwanto karena sering datang ke rumah Khaidir. “Saya baru tiga kali beli sabu dari Khaidir. Istriku tidak tahu kalau aku jual sabu,” kata Ade.
Kasat Narkoba Polres Deliserdang AKP Charles Simanjuntak, menyatakan Khaidir telah pernah ditangkap karena kasus yang sama tahun 2009 lalu. “Khaidir ini seorang residivis karena sudah pernah dihukum penjara akibat kasus narkoba,” kata AKP Charles. (btr)

Dua Rumah Terbakar

LUBUK PAKAM- Dua unit rumah di Dusun 7 Gang Dwi Warna Desa Bangun Sari Kecamatan Tanjung Morawa Selasa (17/4) sekira pukul 10.30 Wib terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu namun ditaksir kerugian mencapai puluhan juta.

Penyebab kebakaran akibat korsleting listrik di rumah Lilik. Kebetulan rumah itu dalam keadaan kosong. Dari rumah itulah api merambat ke rumah Subandrio yang berada di samping rumah Lilik.

Dalam tempo satu jam, rumah Lilik yang terbuat dari bahan tepas dan beratapkan nipah dilalap si jago merah. Sedangkan rumah Subandrio yang permanen, terbakar pada bagian dapurnya saja.

Hingga saat ini peristiwa kebakaran itu masih dalam proses penyelidikan oleh kepolisian. Saat kejadian mobil pemadam kebakaran tidak bisa masuk karena gang sempit. Namun begitu warga tetap melakukan pemadaman dengan menyiram api pakai ember. (btr)

Kapok Foto Topless

Jenny Cortez

Jenny Cortez tak terganggu saat foto-foto seksinya di handphone miliknya yang raib tersebar luas. Ia pun cuek bebek saat foto-foto topless-nya kembali meramaikan dunia maya.

“Keluarga selalu dukung aku. Aku memang agak ceroboh, tapi kemarin, dari 2010 aku belajar buat bikin safety supaya barang-barang pribadiku kayak foto-foto itu nggak kesebar, makanya aku bikin password. Tapi ternyata, nggak ngaruh juga, masih bisa kesebar juga itu foto-fotonya,” ungkap Jenny.
Kejadian tergolong aib itu dianggapnya sebagai musibah. Lebih jelasnya lagi karena maling dan pihak-pihak tak bertanggung jawab lainnya ternyata lebih canggih darinya.

Tak ingin tubuh indahnya dilihat orang banyak lagi, bintang film Air Terjun Pengantin ini kapok berfoto topless. Tapi ia tetap tak jera berfoto seksi.
“Foto-foto topless sih kapok, tapi kalau seksi-seksi biasa sih nggak lah. Aku suka foto terbuka pake ponsel atau kamera pocket. Intinya, cuma buat kepentingan pribadi yang kebuka-kebuka,” ungkapnya.

Jenny pun tak ragu berakting di film terbarunya, Pokun Roxy. Film itu mengangkat cerita tentang fenomena penampakan pocong dan kuntilanak di daerah Roxy, Jakarta Barat, akhir 2011. Ia berperan sebagai wartawan yang seksi.

“Di film ini aku jauh dari kesan vulgar, hanya seksi. Soalnya aku melihat film-film luar, wartawan perempuannya seksi,” terangnya.
Awalnya sang model ini merasa kesulitan berakting sebagai wartawan. Namun lantaran mendapat pengarahan, lambat-laun dia pun bisa menguasai peran tersebut.

“Ini jadi tantangan buat aku, jadi rasanya menyenangkan lah,” tandasnya. (rm/jpnn)

Markus Bakal Didepak

MEDAN- Manajemen PSMS Medan akan menentukan nasib kiper utama Markus Haris Maulana hari ini, Rabu (18/4). Namun begitu, CEO PSMS Medan Idris sudah memberikan sinyal kuat kalau mantan kiper tim nasional tersebut akan didepak dari Ayam Kinantan.

“Markus kan sudah bilang kalau dia sudah tak nyaman lagi di sini (PSMS). Itu kan keinginanya pribadi, kita tak mungkin memaksakan dia bertahan di tim. Tapi agar objektif, saya tetap menunggu hasil rapat manajer tim dan pelatih. Besok (hari ini, Red) sudah akan diputuskan,” kata Idris, Selasa (17/4).
Senada dengan Idris, Manajer PSMS Benny Tomasoa mengatakan, keputusan mendepak atau mempertahankan Markus akan dilputuskan setelah pertemuan tertutup tadi malam. “Pada prinsipnya kita tak menahan atau tak menyuruh dia keluar. Jika memang dia tak bisa memahami kondisi tim, barangkali dia harus pergi. Kita lihat saja nanti, karena belum final,” ujarnya.

Begitu pula caretaker coach PSMS Suharto AD yang sudah siap jika harus kehilangan Markus. “Kalau dia memang tak ingin lagi bersama tim, ya keluar saja. Kita tak akan menahan, kita juga tak akan mengusirnya. Pemain yang sudah tak memiliki motivasi akan sangat membahayakan tim, khususnya bagi pelatih,” ujarnya.

“Karena keputusan menggunakan pemain ada di tangan pelatih. Jika dia tetap di plot dan akhirnya bermain buruk, maka yang bertanggung jawab sepenuhnya adalah pelatih,” tegas Suharto lagi.

Mengenai kesiapan jelang laga kontra Deltras FC, Suharto sudah menyerahkan kepercayaan kepada Eddy Kurnia untuk menggantikan Markus. “Eddy juga sudah cukup bagus. Untuk sementara kita akan plot Eddy di bawah mistar gawang. Namun, tak menutup kemungkinan jika ada yang lebih bagus akan kita rekrut juga,” kata Suharto.

Namun, pernyataan mengejutkan kembali dilontarkan Markus Haris Maulana. Ia mengaku memang sudah menerima apa yang disampaikan pelatih. “Ya, saya profesional. Apapun keputusan manajemen saya terima. Yang penting selama putaran pertama, saya sudah berjuang menjaga gawang PSMS. Dan ini keputusan menejemen, bukan dari kemauan saya,” katanya.

Ia juga menampik soal melakukan blunder dengan komentarnya di media terkait kesulitan keuangan karena belum gajian. “Lah, sekarang aku salah apa? Wajar dong aku pinjam uang buat bayar kredit mobil juga buat kebutuhan yang lain, itu kan hak pemain. Kalau masalah kualitas di pertandingan, semua bisa lihat sendiri. Wajar kan aku cuma minta hak sebagai pemain,” beber Markus.

Markus juga mengeluhkan mengenai motivasi dari manajemen. “Untuk bonus kepada pemain saat menang atau seri tak ada. Wajar kan, kalau gaji belum turun kita meminjam ntar dipotong gaji. Tapi karena manajemen tak ada, ya aku sendiri usaha cari pinjaman,” ujarnya.

Mengenai hal ini, ia juga tak menyalahkan tim pelatih. “Khusus untuk pelatih. Saya berterima kasih kepada mereka. Karena mereka banyak memberi saran dan ilmu. Buat rekan-rekan pemain, aku mohon maaf, kalau ada salah kata dan laku,” tuturnya.

Pelatih kiper PSMS Sugiar juga mengaku sudah memberi tahu Markus mengenai hal ini. “Saya sudah sampaikan ke dia secara pribadi. Walau saya merasa tidak enak juga. Namun, Markus bisa menerima. Secara umum, kami tidak ingin memaksakan pemain yang sudah tidak nyaman di tim,” katanya. (saz)

Bingung tanpa Julio Cesar

Jelang PSMS vs Bontang FC

MEDAN- Menjamu PSM Makassar diajang LPI di Stadion Teladan Medan, Sabtu (21/4) mendatang, PSMS Medan tampil minus striker asal Argentina Julio Cesar Alcorse dan Jecky Pasarela. Kondisi ini membuat arsitek PSMS Fabio Lopez kebingungan. Pasalnya, ia belum menemukan pemain yang dapat menggantikan posisi Julio.

“Terus terang, kami masih mencari pemain yang sesuai untuk mengisi posisi Julio yang harus absen di pertandingan berikutnya. Kami belum dapat menentukan siapa penggantinya. Kami akan tentukan di masa persiapan ini,” ungkap Fabio Lopez, Senin (16/4).

Selama ini, Julio Cesar menjadi andalan Fabio Lepez sebagai penyerang tengah. Posisinya nyaris tak tergantikan oleh pemain lainnya. Padahal, ada beberapa pemain yang mengisi posisi penyerang, diantaranya Marwin Hanafi, Juanda Mayadi, Nicko Susanto, Heri Swandana bahkan Jecky Pasarela. Hanya Rinaldo yang pernah diplot mengisi posisi Julio, ketika menghadapi Bontang FC di putaran pertama lalu, itupun tidak dapat berbuat banyak dan PSMS kalah 2-0.

Karenanya, Fabio Lopez harus memutar otak guna mewujudkan target tiga poin di kandang sendiri kala menjamu skuad besutan Segrt Petar itu. “Tentu saya sudah punya rencana untuk laga kontra PSM. Tapi, saya juga harus melihat seperti apa kemampuan pemain-pemain yang ada, teknik, fisik mereka sebelum saya memutuskan menurunkan pemain yang mana,” ujarnya.

Dia juga menuturkan, bisa saja, perubahan strategi menjadi senjata PSMS menghadapi Juku Eja. “Bisa saja perubahan strategi kami lakukan, namun semuanya akan dilihat dulu dalam beberapa hari ini,” kata mantan pelatih liga Lithuania FK Banga itu.

Tidak tampilnya Julio Cesar Alcorse kontra PSM Makasar pada Sabtu (21/4) nanti karena akumulasi kartu kuning kala melawan Bontang FC, Sabtu (14/4) lalu. Sedangkan Jecky Pasarela berada di Yogyakarta sejak Senin (16/4) lalu, untuk melakoni seleksi Timnas. Jecky diharapkan bisa kembali ke Medan jelang pertandingan kontra PSM. “Kalau bisa, kami sudah meminta Jecky kembali ke Medan Jumat (20/4) mendatang,” ungkap komisaris PSMS Arif Bargot.(saz)

Tampil All Out

Pro Duta vs Persitara

MEDAN- Laga hidup mati akan tersaji pada bentrok Pro Duta FC Deliserdang dengan Persitara di Stadion Baharoeddin Siregar Lubukpakam, Rabu (18/4) sore ini. Kemenangan menjadi harga mati bagi keduanya untuk bisa tetap mengecap aroma persaingan di Piala Indonesia. Di babak ketiga, telah menanti klub Liga Primer Indonesia, Semen Padang.

Hasil 0-0 di leg I di Stadion Tugu Jakarta, pekan sebelumnya, sedikit menguntungkan tuan rumah. Kuda Pegasus, julukan Pro Duta akan melaju dengan kemenangan dengan skor berapapun. Apalagi dukungan dari publik tuan rumah membuat Laakkad dkk akan lebih bersemangat.

Pelatih Pro Duta, Roberto Bianchi pun menginstruksikan skuadnya untuk bermain all out. “Kita tentu mengharapkan hasil yang maksimal. Tentunya untuk itu kemenangan menjadi harga mati. Anak-anak harus main all out,” kata pria yang akrab disapa Beto itu usai latihan, kemarin.

Lagi-lagi masalah cedera pemain memusingkan Beto. Dua pemain andalan Kuda Pegasus, Ghozali Muharram Siregar dan Suyatno masih dibekap cedera. Begitu juga dengan Nur Adli, pemain muda jebolan Medan United yang baru promosi ke tim utama. “Suyatno sudah mulai joging pada latihan tadi pagi (kemarin, Red). Sementara Ghozali masih menjalani pemulihan cedera punggung. Tapi mungkin Jumat (20/4) mendatang sudah bisa latihan. Adli juga belum bisa turun,”  kata Dokter tim, Aan.

Untuk itu Pelatih asal Spanyol itu akan tetap mengusung strategi rotasi pemain. Di bawah mistar, ia akan kembali mempercayakan Oki Rengga menggantikan kiper utama Yudha Hananta. Oki cukup mengesankannya saat menahan Persitara di leg pertama. “Rotasi pemain tetap akan kita lakukan. Kualitas pemain meratajadi tidak perlu khawatir,” kata Beto.

Lini depan, Kuda Pegasus kembali mengandalkan Laakkad. Pengoleksi empat gol musim ini punya kemampuan taktis dalam menyelesaikan peluang. Meskipun daya dobrak sedikit berkurang tanpa Ghozali, Arif Sajali maupun Irvin Museng bisa diandalkan.

Di kubu lawan, Persitara datang dengan lontaran optimisme yang tak kalah tinggi. Perombakan di putaran kedua membuat tim asuhan Zainal Abidin ini lebih percaya diri dengan tambahan amunisi baru. Manajer Persitara, Rizal siap mencuri kemenangan dari lawan. “Kita mau lolos ke babak III dan itu berarti harus menang. Kondisi anak-anak siap. Kita akan main full team. Apalagi dengan tambahan delapan pemain baru,” katanya saat temu pers, kemarin.

Sedikit masalah adalah mandulnya bomber andalan Laskar si Pitung, Tantan. Namun Asisten pelatih Hariman Siregar mengatakan pihaknya sudah berusaha memperbaiki performa Tantan dan para striker lainnya. “Memang itu yang masih menjadi masalah. Tapi itu sudah kita coba perbaiki selama di Medan untuk kendala finishing. Karena kita harus mampu memaksimalkan setiap peluang,” pungkasnya. (mag-18)