Home Blog Page 13640

Berantas Pungli di Jalan Tanjung Bunga

085276123xxx
Asalamualaikum. Bapak Kapolda Sumut, tolong crosscek di Jalan Tanjung Bunga yang dijadikan pajak ikan banyak pungli oleh oknum-oknum yang tidak bertagung jawab. Padahal yang dipakai jalan untuk kemaslatan hak orang ramai. Itu jelas melanggar Undang-Undang.

Pengurus kuburan menjadikan kamar mandi kantor, apabila masuk ke WC pengurus kuburan mewajibkan memasukan uang ke kotak yang telah disediakan pengurus. Pengurus kuburan tidak pantas menjadikan infentaris menjadi objek untuk pengrus. Saya harap kepada Polsek Medan Kota mengusut tuntas pungli yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab.

Kami Teruskan
Terima kasih atas informasinya, akan kami teruskan ke Kapolres dan Kapolsek terkait untuk menindaklanjuti/dilidik.

Kombes Raden Heru Prakoso
Kabid Humas Polda Sumut

Rp 17M untuk Bandara Silangit

Jadi Bandara Internasional, Lima Pemkab akan Hemat

JAKARTA-Kementerian Perhubungan (Kemenhub) rupanya sudah bergerak untuk melakukan pengembangan bandara Silangit. Saat ini, persiapan-persiapan pekerjaan fisik sudah dimulai. Anggaran yang dialokasikan tahun ini sebesar Rp17 miliar.

Direktur Bandara Kemenhub, Bambang Cahyono, menjelaskan, dana sebesar itu sebagian besar akan dipergunakan untuk memperpanjang landasan. Saat ini panjang landasan bandara Silangit 2.250 meter. Nantinya akan ditambah 150 meter, sehingga mencapai 2400 meter.

“Total tahun ini untuk Silangit Rp17 miliar. Itu terbesar untuk perpanjangan landasan. Selain itu untuk lampu landasan, lampu-lampu pendaratann
perluasan gedung. Untuk alat bantu navigasi sebagian sudah disiapkan,” ujar Bambang, kemarin petang.

Diakui Bambang, dengan dana Rp17 miliar, masih kurang untuk mengembangkan bandara Silangit. Hanya saja, lanjutnya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan PT Angkasa Pura II (AP II) yang berada di bawah Kementerian BUMN. “BUMN sudah komit, kekurangannya akan diselesaikan AP II. Karena modal dasarnya sudah dari kita (kemenhub), komplitnya AP II yang mengurus,” terang Bambang.

Dengan demikian, tahun depan Bandara Silangit sudah jauh labih bagus? Bambang mengatakan, untuk perpanjangan landasan akhir tahun ini diperkirakan sudah beres.  “Ada masalah sedikit, yakni di ujung sebelah kanan, kalau dari terminal, itu ada bukit yang harus dipangkas,” kata Bambang.
Dijelaskan, pembangunan Bandara Silangit memang sudah menjadi komitmen kemenhub, untuk tujuan pengembangan kawasan wisata Danau Toba. Anggota Komisi V DPR asal Sumut, Ali Wongso Sinaga, juga menjelaskan, pengembangan bandara Silangit memang harus terintegrasi dengan pengembangan kawasan Danau Toba. “Karena kita punya impian Danau Toba menjadi tujuan wisata yang sangat strategis di level internasional. Infrastruktur atau akses masuk ke sana harus menjadi prioritas,” ujar Ali Wongso yang duduk di komisi yang membidangi masalah infrastruktur itu.
Untuk jangka panjang, lanjutnya, selain pengembangan Bandara Silangit, maka harus dibangun jalan tol Kualanamu-Danau Toba. “Saya akan terus mendorong itu,” kata Ali.

Pejabat tak Perlu Nginap di Medan

Gagasan Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan untuk mengembangkan Bandara Silangit di Kabupaten Tapanuli Utara menjadi bandar udara internasional, bukan saja untuk mendongkrak wisata Danau Toba dan perekonomian di wilayah sekitarnya. Gagasan itu juga membuat kas daerah menjadi hemat.
Aktifnya Bandara Silangit berdampak pada efisiennya anggaran perjalanan dinas para pejabat dari setidaknya lima pemkab. Yakni Humbahas, Taput, Tobasa, Samosir, dan Pakpak Bharat.

Bupati Samosir, Mangindar Simbolon, menyebutkan, selama ini para pejabat dari daerah-daerah tersebut jika ada urusan kerja ke Jakarta, harus menginap dulu ke Medan. Artinya, harus ada uang inap. Nah, jika Silangit sudah menjadi bandara internasional, maka akan ada penerbangan langsung Silangit-Soekarno Hatta.  “Saya perkirakan ada penghematan sekitar 30 persen uang perjalanan dinas,” ujar Mangindar Simbolon kepada Sumut Pos usai menghadiri sebuah acara di Jakarta, Selasa (17/4).

Selama ini, perjalanan darat Samosir-Medan, setidaknya makan waktu sekitar enam jam. Sudah tentu, jika ada penerbangan Silangit-Jakarta, tak perlu ada lagi ongkos BBM untuk perjalanan darat itu.  “Efisiensi waktu juga sangat penting,” imbuh Mangindar.

Beberapa kali Mangindar mengelurkan kalimat pujian kepada Dahlan Iskan. Maklum, Mangindar ikut mendampingi Dahlan saat kunjungan kerja ke Parapat, Balige, dan daerah sekitar, 13 April 2012 lalu.

Menurut Mangindar, Dahlan memberikan perhatian serius masalah bandara Silangit ini. Bahkan, jauh hari sebelumnya, saat Dahlan masih menjadi Dirut PLN, dirinya pernah bertemu di rumah Wakil Ketua Komisi VII DPR Effendi Simbolon.

Pada kesempatan tersebut, lanjut Mangindar, Dahlan sudah menyampaikan ke dirinya mengenai pentingnya pengembangan Silangit menjadi bandara internasional. “Saat itu Pak Dahlan sudah bilang ke saya bahwa masalah Bandara Silangit itu sudah disampaikan langsung ke Presiden,” kata Mangindar bercerita.

“Luar biasa Pak Dahlan. Perhatiannya luar biasa terhadap daerah kita,” tambahnya.

Galakkan Bandara Perintis di Sumut

Setelah Bandara Silangit dinaikkan kelasnya, bukan tidak mungkin bandara perintis (lihat grafis) yang ada di Sumut juga menyusul. Contonya, bandara yang ada di Pematang Raya, Kabupaten Simalungun.

Setidaknya Menteri Perhubungan EE Mangindaan menjanjikan bantuan Rp50 miliar untuk pengembangan Bandara Perintis Pamatang Raya. Dana ini akan dimanfaatkan untuk pengerasan landasan pacu dan sarana lain yang diperlukan untuk pengembangan bandara.
Demikian disampaikan Kabag Humas Pemkab Simalungun M Andreas Simamora saat ditemui Selasa (17/4). Disebutkan Simamora, Menteri Perhubungan memberikan janji pemberian dana Rp50 miliar itu di rumah dinas bupati pada saat kunjungan Wapres RI Boediono, Sabtu (14/4) lalu. “Ya, Bandara Perintis Pamatang Raya dijanjikan akan dibantu Rp50 miliar dari Kementerian Perhubungan,” jelasnya kepada Metro Siantar (grup Sumut Pos).
Menurut Kabag Humas, kemungkinan besar dana ini bisa direalisasikan pada 2013 nanti. Disebabkan tahun ini, APBN Perubahan telah ditandatangani DPR RI.

Kadis Perhubungan Pemkab Simalungun Garinsen Saragih menyebutkan, dana Rp50 miliar dari Kementerian Perhubungan ini sifatnya masih dijanjikan, belum ada kepastian. “Besok (hari ini, Red) saya akan berangkat ke Jakarta untuk menindaklanjuti itu. Dananya nanti akan kita gunakan untuk penambahan dan pengerasan landasan pacu, lampu dan gedung pengontrol dan sarana kebutuhan lain untuk sebuah bandara. Ini kan sifatnya masih dijanjikan, mudah-mudahan bisa direalisasikan,” jelasnya. (sam/ral/smg)

Sekilas Bandaera Silangit

Jarak dari pusat kota 7 km
Dibangun masa penjajahan Jepang
Panjang Landasan Pacu Tahun 1943 (500 meter)
Tahun 1995 (1.400 meter)
Tahun 2011 (2.250 meter)
Lebar Landasan Pacu 30 meter
Jenis Pesawat F-100 hingga B737-300
Luas Terminal Terminal A (100 meter persegi)
Terminal B (500 meter persegi)
Fasilitas Navigasi NDB, AFIS, PAPI & DVOR/DME
Fasilitas Keselamatan Penerbangan PKP-PK Type III
Apron Light & Flood Light
Fasiitas Terminal Conveyor Be
Fasilitas Peralatan Wheel Tractor Rotary Mower, Hand Mower

Bandara Perintis di Sumut Butuh Perhatian Pemerintah

Bandara Silangit Siborong-borong
Panjang Landasan 2.250 meter
lebar Landasan 45 meter
Terminal Domestik 120 meter persegi
Jenis Pesawat Pendarat CASSA-212; CN-235
   
Bandara Binaka Gunung Sitoli
Jarak Dari Ibukota Provinsi 20 Km
Kelas Bandara Kelas III
Panjang Landasan 1.800 meter
Lebar Landasan 30 meter
Jenis Pesawat Pendarat F-27, F-50
   
Bandara FL Tobing Tapanuli Tengah
Panjang Landasan 1.800 meter
Lebar Landasan 30 meter
Kelas Kelas III
Jenis Pesawat Pendarat F-28 / sejenis
   
Bandara Lasondre Nias
Panjang Landasan 1.400 meter
Lebar Landasan 30 meter
Jenis Pesawat Pendarat C-212
   
   
Bandara Pulau-pulau Batu Kepulauan Nias
Panjang Landasan 850 meter
Lebar Landasan 23 meter
Terminal Domestik 120 meter persegi
Jenis Pesawat Pendarat CASSA-212
   
Bandara Sibisa Parapat
Panjang Landasan 750 meter
Lebar Landasan 23 meter
Terminal Domestik 120 meter persegi
Jenis Pesawat Pendarat CASSA-212; DHC-6
   
Bandara Aek Godang Tapanuli Selatan
Panjang Landasan 1.400 meter
lebar Landasan 23 meter
Kelas Kelas III
Jenis Pesawat Pendarat CASSA-212; CN-235

Sumber Data Informasi Geo-Spasial Transportasi,. Kemenhub

Penjual Bensin Eceran

Dame Ambarita

Pemimpin Redaksi Sumut Pos

Selama ini, penjual bensin eceran dalam botol-botol air mineral, menjadi penyelamat bagi pengendara roda dua, roda tiga, maupun roda empat yang tangki bensinnya sedang sekarat, sementara pom bensin masih jauh. Bisa beli bensin 1 botol (isi kurang lebih 1 liter), kendaraan pun aman, paling tidak hingga SPBU ditemukan.

Namun, posisi penjual bensin eceran ini bisa-bisa terancam. Adanya kebijakan mengharamkan mobil dengan minimal 1.500 cc minum premium, membuat keberadaan para penjual bensin eceran perlu dicermati. Apalagi di wilayah Medan dan daerah lainnya di Sumut, banyak warga yang mencari nafkah dengan menjual bensin botolan ini.

Jika pemerintah benar-benar memberlakukan kebijakan pengharaman minum premium bagi mobil 1.500 cc ke atas, pengendara ‘pelit’ dan pengendara hemat, bisa saja diam-diam memilih penjual bensin eceran. Betapa tidak, beda antara premium di SPBU dengan premium di penjual eceran hanya Rp500. Bandingkan biaya yang dihemat jika harus membeli Pertamax yang saat ini mencapai Rp10 ribuan per liter.

Tentu, bisa saja posisi para penjual bensin eceran ini tetap aman, dengan syarat mereka hanya boleh melayani roda dua dan roda tiga (becak mesin). Tetapi namanya pedagang, tentu ingin dagangannya laku secepat-cepatnya. Jika pemilik roda empat kapasitas 1.500 cc ke atas memborong dagangannya, jelas dia tak bisa disalahkan jika bersedia.

Pengawasan terhadap pedagang ini pastinya tidak bisa dilakukan terus menerus. Posisi mereka yang tersebar di sembarang tempat, dengan waktu berjualan yang tidak terbatas, membuat para pemilik kendaraan yang ‘pelit/hemat’ tadi tetap bisa diam-diam bertransaksi dengan mereka.
Memang, jumlah bensin yang beredar di kalangan pedagang eceran ini tidak signifikan dibanding dengan yang dijual harian di SPBU-SPBU. Namun ini tetap sebuah kebocoran. Apalagi jika ternyata pengendara ‘pelit/hemat’ tadi cukup banyak, hingga dagangan penjual bensin eceran laris manis, dan perputaran bensin pun semakin lancar.

Memang, bisa saja pemerintah membatasi pembelian premium dari SPBU untuk konsumen yang menggunakan jerigen. Misalnya, hanya 1 jerigen per hari per pedagang. Tetapi namanya orang usaha, segala teknik akan dilakukan. Si pedagang bisa saja menyiasatinya dengan bekerja sama dengan pemilik kendaraan roda empat di bawah 1.500 cc untuk membeli premium secara sah, namun kemudian menjualnya secara eceran. Ini sulit diawasi.
Sementara melarang pedagang bensin eceran ini untuk beroperasi, jelas akan mengganggu mata pencaharian puluhan bahkan ratusan orang yang selama ini bergantung padanya.

Lantas, gimana? Dilarang atau diizinkan?

Ini bukan sesuatu yang bisa diputuskan dengan pertimbangan untung rugi. Ini sesuatu yang harus diputuskan dengan hati. Kalaupun mereka diizinkan beroperasi, tentu dengan pembinaan yang terus-menerus, agar pedagang memiliki sendiri kesadaran untuk tidak menjual premium bersubsidi ke pemilik mobil yang nyata-nyata tidak berhak menikmatinya.

Dan kalau dilarang beroperasi, pemerintah harus memikirkan jalan lain bagi mereka untuk tetap bisa mencari nafkah halal, seperti yang selama ini dilakoninya. (*)

Kunci Jawaban UN Beredar di Binjai

Hari Kedua Ujian Nasional di Sumatera Utara

BINJAI-Hari kedua pelaksanaan Ujian Nasional (UN-red), dengan mata pelajaran Bahasa Inggris untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA-red) kembali dilaksanakan. Namun, untuk pelaksanaan ujian kali ini, diduga kunci jawaban sudah bocor.

Tidak itu saja, kunci jawaban banyak ditemukan di sekolah-sekolah unggulan yang ada di Kota Binjai, Selasa (17/4). Seperti yang ditemukan di salah satu sekolah unggulan yang ada di Kota Rambutan ini. Terlihat selembar kertas yang besarnya hanya beberapa centimeter saja.

Kertas iitu berbentuk berkolom-kolom dan terdapat tulisan bagian atasnya BIN, TKJ, TKR, TSM.

Selain itu, didalam kolom terdapat nomor mulai dari 1 hingga 50. Dan di sebelah nomor 1 sampai nomor 50 itu, terlihat huruf, mulai dari A sampai huruf D. Diduga kertas itu merupakan kunci jawaban pilihan berganda.

Tidak hanya di halaman sekolah, kertas yang diduga lembar jawaban ini juga ditemukan di salah satu meja siswa yang sedang mengikuti ujian. Namun sayangnya, kertas yang diduga kunci jawaban ini sudah banyak yang koyak-koyak.

Menanggapi permasalahan ini, salah seorang tim independen dari Unime Medan Isda Pramuniati, selaku pengawas provinsi mengatakan, ada indikasi oknum yang melakukan pembocoran soal ujian. “Ada indikasi kebocoran soal ujian yang dilakukan oleh oknum tertentu,” kata Isda Pramudiati, salah seorang tim independen dari Unimed Medan.

Isda mengharapkan kepala sekolah agar menyampaikan jika menemukan kecurangan. “Jika memang ada pengawas yang masih silap dan memberikan jawaban kepada murid, tolong ditegur. Dan hal-hal seperti ini seharunnya tidak boleh dilakuakn dan perbuatan itu sama saja membuat murid menjadi bodoh,” tegasnya di hadapan kepala sekolah SMA-SMK Kota Binjai.

Salah seorang pengawas di salah satu sekolah, Jol mengatakan, di setiap sekolah tidak mungkin bisa murid mendapatkan kunci jawaban. “Tapi entahlah, coba cek aja di dinas yang bersangkutan,” katanya singkat.

Kadis P dan P Kota Binjai, Dwi Anang Wibowo, mengaku memang ada menemukan kertas seperti yang dimaksud. Namun, menurutnya, saat ditanya kembali kepada murid yang bersangkutan, ternyata banyak jawaban yang dibuat di kertas tersebut tidak benar. “Jadi menurut saya, ini bukan kunci jawaban soal UN. Tapi, ini merupakan kunci yang menyesatkan bagi murid itu sendiri. Dan diduga ada oknum yang sengaja ingin memperkeruh keadaan saat murid melakukan ujian,” kata Dwi Anang Wibowo.

Sementara dari informasi yang diterima dari salah satu siswa sekolah swasta Deliserdang, mengaku mendapatkan kunci jawaban. Kunci tersebut menurut pengakuannya didapatkan bukan dari pihak sekolah melainkan salah seorang petugas dinas pendidikan Kabupaten Deliserdang.

Hanya saja menurut pengakuan sumber tersebut, kunci jawaban dua mata pelajaran yakni Fisika dan Bahasa Inggris yang diterimanya dalam lima paket hanya 70 persen saja, sementara untuk sisanya diselesaikan sendiri.

“Kebetulan kami dapat dari  kakaknya kawan yang tugas di dinas pendidikan Deli Serdang. Itupun kunci jawabannya hanya sebahagian saja selebihnya disuruh nyelesaikan sendiri,”aku sumber tersebut.

Ketua Tim Pengawas Satuan Pendidikan Sumut Khairil Anshari saat dikonfirmasi, Selasa (17/4), mengatakan kunci jawaban itu adalah tidak benar. “Kita pastikan itu bukan kunci jawaban asli yang beredar di kalangan siswa. Sebab, tidak ada kunci jawaban yang kita pegang. Itu hanya bersifat spekulatif dan tidak bisa dijamin kebenarannya,” ungkapnya.

Sedangkan adanya  dugaan guru membantu siswa dengan memperlihatkan jawaban di depan kelas, Khairil mengaku akan ditelusuri oleh Tim Balitbang Kemendikbudnas. Hingga kini, Khairil belum bisa memastikan berapa banyak kasus dugaan kecurangan atau penyimpangan yang terjadi pada pelaksanaan hari pertama dan kedua pelaksanaan UN.

Terkait isu beredarnya kunci jawaban UN,  Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan Nasional Provinsi Sumatera Utara akan melakukan uji petik. Dikatakan tim dari Balitbang Deny Harliana, bahwa Balitbang telah mengirimkan data dalam bentuk laporan ke pihak pusat untuk mengetahui kunci jawaban yang diduga telah beredar.

“Kebetulan pihak Balitbang telah melakukan uji petik dan mengirimkannya ke pihak penyelenggara UN yang di pusat. Jika setelah dicek dan terbukti kunci jawaban tersebut benar, maka UN akan kita batalkan,” ucapnya.

Namun, Ketua UN Sumut Hendri Siregar mengaku belum menerima laporan secara resmi. “Gak mungkin kunci jawaban itu beredar masih di awang-awanglah itu. Lagian panitia provinsi aja tidak tau dimana kunci jawabannya,”ucapnya.

Pantauan di beberapa sekolah di Kota Medan, Kekurangan soal masih terjadi di beberapa sekolah. Di antaranya yakni, SMA Methodist 2 Medan. Kepala SMA Methodist 2 Medan Pdt Paulus Subyanto STh mengaku terdapat 7 naskah soal rusak pada hari pertama UN mata pelajaran Bahasa Indonesia dan di hari kedua, juga terdapat 14 naskah soal yang kosong terdiri dari 13 naskah soal mata pelajaran Bahasa Inggris dan 1 naskah soal kosong untuk mata pelajaran Fisika. Kekurangan soal juga terjadi  SMA Harapan yakni sebanyak satu soal. Untuk alternatifnya sekolah mengambil soal yang lebih dari kelas lain.

Sementara itu, UN untuk anak yang ditahan di penjara tetap dilaksanakan. Setidaknya menurut Plh Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kantor Wilayah Sumut, Neurah Budiman, ada 4 anak SMA yang mengikuti UN di penjara.

Nuerah mengaku belum mendapat laporan adanya penghuni Lembaga Pemasyarakatan Anak Tanjunggusta yang tidak bisa mengikuti UN. Akan tetapi, berdasarkan laporan dari masing-masing Unit Pelaksana Teknis (UPT), Rumah Tahanan Negara (Rutan) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas/LP) dan Cabang Rutan ada satu orang anak yang ujiannya ditunda. “Di LP Anak ada satu orang mengikuti ujian paket C. Ujianya ditunda Senin depan,” katanya. (mag-4/uma/rud/mag-17)

Jadi Motor Khas Sekelas Tunggangan Valentino Rossi

Menikmati Becak Birmingham Small Arms di Pematangsiantar

Motor gede (moge) umumnya dipakai untuk gaya hidup di perkotaan. Namun, di Pematang Siantar, Sumatera Utara, motor bersilinder 500 cc itu dipakai sebagai becak. Wah, yang menumpang pasti puas karena cepat sampai dan terkesan keren.

DHIMAS GINANJAR, Pematangsiantar

KERINGAT mulai menetes dari dahi Putera (31) saat membersihkan busi mogenya yang kotor di pangkalan becak Jalan Merdeka, Pematang Siantar, Minggu lalu (15/4). Baju biru dongker yang dia kenakan mulai basah oleh keringat. Siang itu cuaca di Kota Pematangsiantar lumayan panas.
“Maklum, yang saya bawa motor tua,” ujar Putera lantas menyebut motornya yang keluaran 1948.

Di pangkalan becak tersebut yang ada hanya motor gede keluaran Inggris berlabel Birmingham Small Arms (BSA) dengann
silinder 350 cc dan 500 cc. Jumlahnya puluhan motor.

Meski masih tampak macho, karat tidak bisa disembunyikan di sejumlah titik bodinya. Ada perbaikan seadanya dengan las atau dempul hijau dan abu-abu untuk menutupi kerusakan moge tua itu. Kelengkapan motor seperti speedometer, pengukur bensin, spion, dan stang kemudinya juga sudah banyak yang berubah. “Umumnya sudah tidak orisinal lagi,” imbuh Putera.

Tak berapa lama muncul motor BSA merah dan kuning yang masih kinclong. Menurut Putera, kedua motor temannya itu baru selesai dicat ulang. Meski begitu, yang paling penting adalah kondisi mesin yang harus selalu prima. “Motor ini bukan untuk koleksi, tapi untuk cari makan. Jadi, mesinnya harus selalu oke,” jelas ketua becak BSA Pematang Siantar itu.

Agar tetap tampil prima, para pembecak harus bisa merawat mogenya sendiri. Pasalnya, tidak ada bengkel khusus yang menangani motor kuno tersebut. Apalagi, suku cadangnya juga langka. Karena itu, mau tak mau, pengbecak harus bisa mengutak-atik mesin, memodifikasi, bahkan menganibal suku cadang kendaraan lain yang cocok untuk BSA.

Yang paling banyak menjadi sasaran ‘kanibalisme’ adalah mobil Daihatsu Hijet atau Daihatsu Zebra. Bagian yang diambil kebanyakan piston karena yang paling sering rusak memang piston. Kebetulan suku cadang kedua kendaraan itu cocok untuk moge BSA.

Saat ini di Siantar mulai bermunculan bengkel motor yang mampu menciptakan onderdil sendiri. Tapi, kebanyakan bahan dasarnya milik kendaraan lain. Misalnya, karburator Kawasaki Binter dipermak agar cocok untuk BSA. Begitu juga aksesori seperti pelat tulisan BSA, knalpot, hingga velg.
Jawa Pos (grup Sumut Pos) sempat merasakan naik becak BSA tersebut. Tapi, tunggangan motor milik Putera terasa kurang nyaman. Dasaran tempat duduknya tanpa busa sehingga terasa keras. Posisi rem kakinya juga berkebalikan dengan rem kaki motor Jepang yang biasanya di kanan.
“Yang tidak biasa pasti tertukar dengan kopling,” terang bapak dua anak itu.

Begitu mesin dinyalakan, bunyi khas moge langsung menggelegar. Berisik, tapi asyik. Sebelum melenggang, jangan lupa mengenakan aksesori seperti jaket kulit dan helm untuk keselamatan. Tampak Army look. Menunggangi motor itu tak kalah keren dibanding naik motor berselinder sama keluaran terbaru.

Putera lantas mengajak Jawa Pos berkeliling kota. Penumpang duduk di kursi sebelah kiri belakang. Enak rasanya. Suspensinya masih empuk. Maklum, Putera menyediakan tempat duduk khusus seharga Rp1,5 juta, lengkap dengan pir di bawahnya.

Bentuk tempat penumpang itu mirip dengan bajaj. Selain tempat duduk yang pendek, ciri khas lain ada pada dindingnya. Tidak melengkung, tapi dibuat dari tiga bagian plastik fiber tebal. Sebab, bila tanpa dinding itu, saat motor digeber kencang penumpang bisa masuk angin.

Sembari mengelilingi kota, dia bercerita tentang awal mula munculnya becak BSA yang berkaitan dengan sejarah kemerdekaan. Ketika para penjajah minggat dari bumi pertiwi, motor-motor tersebut menjadi tidak bertuan. Berbagai sumber menyebut bahwa motor-motor itu banyak ditinggal di Surabaya dan Jakarta.

Seperti diketahui, BSA diproduksi perusahaan yang memasok amunisi dan senjata perang pada 1861, yakni Gunsmiths Grup. Perusahaan itu menjadi produsen motor BSA setelah dibeli Daimler pada 1910. Pemerintah Inggris menyiapkan motor BSA untuk kepentingan angkatan darat dalam Perang Dunia I.

Pada 1960-an para pejuang dari Kota Siantar membawa motor gede itu untuk ‘transmigrasi’ dari Jawa ke Sumatera Utara. Tapi, motor-motor itu lalu ditelantarkan begitu saja. Lama tidak dimanfaatkan. Apalagi, banyak onderdil yang sulit dicari di toko-toko suku cadang. Namun, pelan tapi pasti, motor-motor mangkrak itu satu per satu bisa ‘dihidupkan’ kembali.

Setelah dikumpulkan, ternyata jumlahnya lebih dari seribu motor di Siantar. Tapi, kini tinggal sekitar 200 unit yang bisa dimanfaatkan untuk becak di sudut-sudut kota.

Memang, jalanan di kota pimpinan Wali Kota Hulman Sitorus itu memiliki konfigurasi naik-turun dan tikungan tajam. Itulah sebabnya, pada awal-awal pembangunan Kota Siantar pascakemerdekaan dibutuhkan kendaraan berkekuatan besar. Dan, motor BSA dianggap paling cocok untuk mengarungi jalanan Kota Siantar yang berliku-liku itu.

Putera menjelaskan betapa bandelnya motor BSA. Bila dibandingkan dengan Norton yang juga keluaran Inggris dan BMW dari Jerman, BSA tidak kalah. Gardan kedua motor tersebut termasuk gampang rusak. Sedangkan motor Ariel Motorcycle, sistem pemompaan olinya mudah rusak. “Itu kalau di sini lho ya,” jelasnya.

Hingga kini motor BSA masih bisa diandalkan untuk mencari penghidupan bagi para pengbecak. Setiap hari seorang pembecak mampu mendapatkan penghasilan sekitar Rp300 ribu atau sedikitnya 10 penumpang. Pasalnya, tarif becak spesial itu minimal Rp30 ribu sekali jalan. Tarifnya juga bergantung pada jarak yang ditempuh.

“Lumayanlah bisa untuk menghidupi keluarga meski sederhana,” ujar Putera.

Kendati masih dibutuhkan masyarakat, keberadaan becak BSA makin terdesak. Bukan karena munculnya kendaraan becak lain yang menggunakan motor baru, tetapi godaan uang dari para kolektor. Sebab, ternyata banyak yang suka akan tongkrongan motor BSA. Bahkan, mereka bersedia membelinya dengan harga yang menggiurkan.

Kalau sudah begitu, Putera dan kawan-kawan hanya bisa melongo. Sebab, mereka tidak bisa melarang pemilik BSA menjualnya ke kolektor dan membawanya keluar Kota Siantar.

“Sekarang sudah berkurang banyak. Tinggal sekitar 200 motor yang beroperasi di Siantar,” paparnya.

Iming-iming harga tinggi sempat menggoda Abdi Pramono (39). Saat istrinya sakit dan harus opname di rumah sakit, motornya hampir dijual. Apalagi si calon pembeli memberi harga sampai Rp30 juta dengan kondisi seadanya. “Tapi, transaksi batal karena makelar minta imbalan yang tinggi,” ceritanya.
Padahal, bila Abdi bersedia menjual dengan harga Rp30 juta, untungnya berlipat-lipat. Sebab, dia membeli motor tersebut sepuluh tahun lalu hanya Rp4 juta. Selain itu, dia tidak ingin becak BSA yang khas Siantar hilang ditelan masa.

“Nanti tidak ada lagi cerita Indonesia punya becak 500 cc yang bisa digeber setara motor tunggangan Valentino Rossi di Moto GP,” ujar Abdi. (*)

Ilham Dituntut 14 Tahun Penjara, Denda Rp6 Miliar

Kasus Penggelapan Dana Pemkab Batubara

JAKARTA- Terdakwa kasus perkara dugaan korupsi dan pencucian uang dana kas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batubara senilai Rp80 miliar, Ilham Martua Harahap Direktur PT Pacifik Fortune Management (PFM) dituntut hukuman penjara 14 tahun dan denda hingga Rp6 miliar, subsider enam bulan kurungan.

Selain itu ia juga diharuskan membayar biaya pengganti senilai Rp14 miliar lebih. Dan jika tidak mampu membayarkannya selama satu bulan setelah putusan hukum berkekuatan hukum tetap, maka diminta dijatuhi hukuman penjara selama tujuh tahun.

Demikian tuntutan ini dibacakan Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Agung, Daster dan Rizal di persidangan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (17/4) malam.

“Hal yang memberatkan, terdakwa mempengaruhi Fadil dan Yos Rouke untuk menempatkan dana Pemkab Batubara di deposito.

Dimana dana ini dipergunakan oleh PT Nobel Mandiri yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Terdakwa menurut JPU, terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999, junto UU nomor 20 tahun 2001, tentang tindak pidana korupsi (tipikor). Selain itu, ia juga terbukti melanggar undang-undang tindak pidana pencucian uang sebagaimana diatur dalam Pasal 3 UU Nomor 8 tahun 2010. Hal yang meringankan, dana tersebut tidak dikendalikan oleh terdakwa.

Sebelumnya dalam uraian tuntutannya, JPU menerangkan, kasus ini bermula saat Ilham Martua Harahap bertemu dengan temannya semasa kuliah, Bendahara Umum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batubara, Fadil Kurniawan. Fadil sendiri sebelumnya telah divonis delapan tahun penjara dan denda sebesar Rp1 miliar subsider 5 bulan penjara.

Dalam pertemuan tersebut, Ilham menawarkan pada Fadil untuk menanamkan dana Pemkab Batubara dalam bentuk investasi di PT Pacific Fortune Management dan perusahaan sekuritas Nobel Mandiri.

Fadil kemudian menyampaikan tawaran ini kepada atasannya, Kepala Dinas Pendapatan Daerah dan Pengelolaan Keuangan Daerah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batubara, Yos Rouke. Majelis Hakim Pengadilan Tipikor sebelumnya telah menjatuhi Yos dengan pidana penjara lima tahun dan denda senilai Rp500 juta, subsider empat bulan penjara. Pada awalnya Yos menolak, dengan alasan dana kas Pemkab tidak boleh ditempatkan dalam bentuk investasi. Namun dapat ditempatkan dalam bentuk deposito.

Dana Pemkab yang ada di BPD Sumut ditransfer sebanyak enam kali hingga berjumlah 80 miliar ke Bank Mega. Disebutkan penempatan ini dalam bentuk deposito berjangka. Dimana menurut Jaksa kemudian, terdakwa Rahman Hakim yang merupakan atasan Ilham, seolah-olah setiap bulan mengirim uang bunga deposito ke rekening dana Pemkab Batubara.

Namun akhirnya dana Pemkab senilai Rp80 miliar tersebut, ditransfer ulang ke rekening BCA dan CIMB Niaga. Dari dua bank inilah, PT Pacific Fortune Management dan perusahaan sekuritas Nobel Mandiri mendapat dana investasi.(gir)

Maling Gasak Surat Berharga

SERGAI- Satu unit mobil Toyota Innova BK 1224 HP milik Joni Mulyandi (32) warga Dusun VI, Desa Pon Sei Rampah menjadi korban pencurian oleh dua pria tak dikenal saat diparkir di halaman ruko depan sekolah Yapim, Jalinsum Dusun I, Desa yang sama, Selasa  (17/4) dengan cara memecahkan kaca dan mengkempeskan ban mobil.

Akibat peristiwa itu korban kehilangan dua buku Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) mobil dan dua BPKB sepeda motor serta buku tabungan dan surat berharga lainnya, setelah pelaku memecahkan kaca dan mengemboskan ban mobil.

Menurut korban Joni Mulyandi dan keluarganya  Sairul Amri P Saragih (30) warga Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun mengatakan sebelum peristiwa korban bersama seorang temannya keluar dari KCP Bank BNI  di Sei Rampah dan memarkirkan mobil di depan ruko.
“Setelah itu mendengar teriakan warga yang tinggal disebelah ruko mengatakan kaca pintu belakan mobil pecah dan ban sebelah kiri belakang juga gembos, setelah diperiksa, ternyata sebuah tas milik saya hilang,” jelas Joni.(mag-16)

Heboh, Video Porno Siswi SMA Siantar Beredar

SIANTAR- Video porno siswi SMA warga Jalan Rakutta Sembiring Lorong 20, Kecamatan Siantar Martoba beredar. Didalam rekaman video tersebut siswi kelas 3 SMA salah satu sekolah di Siantar itu melakukan hubungan layaknya suami istri dengan seorang pria berjenggot.

Informasi yang dihimpun Senin (16/4) menyebutkan, video tersebut sudah seminggu terakhir membuat warga sekitar heboh. Video yang direkam dengan menggunakan handicam itu telah beredar di telepon genggam (Hape) masyarakat sekitar.

Terakhir diketaui wanita tersebut berisial T (18) dan pasangannya berinisial D. Didalam rekaman video tersebut kedua pasangan ini tampil vulgar tanpa sehelai benang pun di tubuh mereka.

Di dalam kamar berdinding papan tempat mereka melakukan hubungan suami istri, tampak terlihat helm warna hitam bertuliskan NR dan tampak juga pakaian keduanya diletakkan dilantai.

Sejumlah warga yang ditanyai METRO (grup Sumut Pos), wajah laki-laki teman T didalam rekaman video tersebut tidak asing lagi bagi masyarakat sekitar. Warga sekitar mengatakan D merupakan orang Siantar yang sering datang ke rumah T dengan menumpangi sepedamotor Vaxion warna merah.

Sementara T membantah bahwa dirinya dalam video yang beredar tersebut. Ia mengatakan tidak mengenal pria didalam video tersebut.
“Bukan saya dalam video itu. Saya pun tidak kenal dengan pria itu. Hanya mirip wajah saja kami,” ujar T didampingi orangtuanya, Misdi (47) dan Nurhaida (42) didampingi abangnya Fandy (20) saat datang ke kantor METRO.

Meskipun video tersebut beredar di kampung, T mengaku hanya cuek saja. Bahkan aktifitas sehari-harinya pun tidak terganggu. Mulai pagi sampai siang di sekolah, dan pulang sekolah langsung ke rumah.

“Kalau pulang sekolah saya langsung pulang ke rumah. Saya jarang keluar rumah, kalau sudah pulang sekolah. Ngapain saya malu, anggap saja dingin semua. Karena bukan saja kok, ngapain malu,”kata gadis kelahiran tahun 1994 ini.

Misdi mengatakan cerita peredaran video porno mirip anaknya itu sudah 1 tahun menjadi isu hangat di masyarakat sekitar. Tapi 3 minggu terakhir, isu tersebut kembali mencuak dan video yang katanya mirip putri tunggalnya itu semakin banyak beredar di hape.

“Saya pun tidak tau siapa yang menyebarkan video itu. Kalau yang saya dengar didapat dari internet. Selama satu setengah tahun beredar issu itu, baru 3 minggu kemarin keluarga kami melihat video itu, tapi kami tidak punya video itu, hanya melihat dari hape warga,”ujarnya diamini istrinya Nurhaida.

KBPPP Resor Medan Beri Penghargaan

MEDAN-Ketua Keluarga Besar Putra-Putri Polri (KBPPP) Resort Medan Syamsul Bahri memberikan piagam penghargaan  kepada A Sani Lubis selaku pendiri pengobatan alternatif Sukma di Jalan Eka Bakti Gang Pipa Nomor 5 Medan Johor, Kamis (12/4).

Acara yang sederhana dan penuh kekeluargaan ini dihadiri KBPPP Belawan Justian Hermansyah Siregar SE didampingi Danki Sibhara Medan AE Pardede.
Menurut Syamsul, piagam diberikan karena pengobatan alternatif Sukma telah banyak membantu masyarakat dalam penyembuhan medis dan non medis.

“Kami mendukung pengobatan alternatif Sukma karena selama ini banyak membantu masyarakat dalam menyembuhkan penyakit medis maupun non medis. KBPPP Medan dengan ini mendorong agar praktik ini tetap berjalan dan membantu masyarakat,” ujar Syamsul.

Ia menambahkan, KBPPP adalah ujung tombak Polri dalam menjaga  keutuhan NKRI yang hadir di tengah masyarakat untuk membantu menjaga  kekondusivitas dan Kamtibmas. “KBPPP bukan organisasi kemasyarakatan (ormas) biasa,” tegasnya.

Atas penghargaan ini, pendiri pengobatan alternatif Sukma,  A Sani Lubis mengucapkan terima kasih yang telah mendapat penghargaan dari KBPPP Medan. ‘’Pemberian ini adalah suatu bentuk kepercayaan dan selalu kami jaga kepercayaan ini,” terangnya.

Untuk menyembuhkan penyakit, Sani menjelaskan, dirinya beserta tim terdiri Iin, Ijal dan Ramadhan selalu memohon kepada Allah SWT. ‘’Bukan kami yang menyembuhkan namun doa-doa yang kami panjatkan kepada-NYa sehingga pasien yang kami tangani insya Allah sembuh,’’ imbuhnya.
Dalam kesempatan ini, Syamsul Bahri, Ketua KBPPP Medan mengangkat A Sani Lubis sebagai Dewan Penasehat. Kemudian seluruh tim pengobatan alternative Sukma ikut masuk di KBPPP Medan. Acara sederhana dan penuh kekeluargaan ini mengakhiri dengan makan malam bersama. (*/bambang)

Mantan Pj Bupati Madina Dilapor ke Poldasu

Penyimpangan Izin Usaha Perkebunan

MEDAN- Dua lembaga swadaya masyarakat melaporkan dugaan penyimpangan dilakukan mantan Pj Bupati Mandailing Natal Aspan Sofian ke Polda Sumut.

Kedua lembaga itu, Aliansi Masyarakat Peduli Sumatera Utara (AMP-SU) dan Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sumut.
Laporan yang mereka sampaikan secara tertulis kepada Kapolda Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro tentang dikeluarkannya izin usaha perkebunan kepada PT Tri Bahtera Srikandi di Kabupaten Madina.

Direktur Aliansi Masyarakat Peduli Sumatera Utara (AMP-SU) Sayuti Siregar, kepada wartawan di Medan, Selasa (17/4) mengatakan, penyimpangan dilakukan mantan Pj Bupati Madina yaitu pada surat keputusan Bupati No. 525.25/037.2/K/2011 tentang izin usaha perkebunan.

Dikatakan dia, surat rekomendasi izin usaha perkebunan dikeluarkan Kadis Kehutanan Sumut terhadap PT Tri Bahtera Srikandi tertanggal 1 dan 2 Maret 2011, tetapi pada 14 Februari 2011, bupati telah mengeluarkan surat izin usaha perkebunan itu. Kemudian tentang letak lokasi, di mana surat rekomendasi Kadis Kehutanan lokasinya di desa Singkuang, tetapi keputusan izin usaha perkebunan dikeluarkan bupati lokasinya di Sikapas.
“Sudah terjadi kejanggalan isi surat, dimana izin usaha perkebunan diterbitkan terlebih dahulu baru dikeluarkan surat rekomendasi dari Kepala Dinas Kehutanan. Begitu juga dengan letak lokasi perkebunannya,” kata Siregar.

Kemudian, kata dia, izin lokasi itu dikeluarkan 22 Februari 2011, sedangkan izin usaha perkebunan dikeluarkan 14 Februari 2011. Lalu permohonan dari PT Tri Bahtera Srikandi disampaikan 22 September 2010, sedangkan jual beli dilakukan 24 September 2010. “Seharusnya izin lokasi dulu dikeluarkan baru kemudian izin usaha perkebunan,” katanya.

Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Heru mengatakan, akan mempelajari kasus itu terlebih dahulu.

“Setelah mempelajari dan memeriksa berkas pelapor, maka penyidik akan melakukan penyelidikan dan pemanggilan saksi,” tegasnya.(azw)Begitu juga tentang jual beli, mestinya setelah proses jual beli baru diajukan permohonan izin. Ini sesuai peraturan menteri pertanian nomor 26 tahun 2007,” kata dia.

Hal sama disampaikan Gubernur LIRA Sumut Rizaldi Mavi, MBA. Kepada wartawan di tempat terpisah, Rizaldi Mavi mengatakan, penyimpangan dilakukan mantan bupati itu telah merugikan negara. Dia juga mempersoalkan surat keputusan Bupati Madina No. 525/043/K/2011 tentang izin lokasi PT Tri Bahtera Srikandi, di mana pada poin ke 1 butir 11 tertulis perusahaan berkewajiban mengadakan analisa dampak lingkungan (Amdal), menyediakan serta mengusahakan sarana dan prasarana pengendalian pencemaran lingkungan sesuai dengan ketentuan berlaku.

“Pada saat pengurusan perizinan, syarat mutlak yang harus dilampirkan adalah hasil Amdal, bukan dikeluarkan dahulu izin lokasinya baru dianjurkan untuk mengadakan Amdal. Kami berharap Polda dapat menindaklanjuti temuan ini, dan kami akan mengawal proses penyidikan hukum yang akan dilakukan pihak kepolisian,” kata Rizaldi.