Home Blog Page 13642

SSB Dispora Bungkam Cemara Putra

MU Primier Cup 2012

MEDAN- SSB Dispora Sumut mengawali Kualifikasi Manchester United Premier Cup 2012 dengan maksimal. Di laga perdana, SSB Dispora Sumut sukses membungkam SSB Cemara Putra di Lapangan Lanud Polonia Medan dengan skor 2-0 lewat gol Evan Julio di menit 26 dan 52, Selasa (17/4).

Di awal babak pertama, kedua tim bermain dalam tempo sedang. Memasuki menit akhir babak pertama, SSB Dispora Sumut mulai mampu melancarkan serangan hingga Evan Julio berhasil melesakkan bola ke gawang SSB Cemara Putra di menit 26.

Di babak kedua, Zulfadlin yang bertindak sebagai kapten SSB Dispora Sumut berhasil mengangkat semangat teman-temannya, hingga membuat tim lawan tidak berkutik. Di menit 52, Evan Julio kembali menggetarkan gawang SSB Cemara Putra.

Usai bertanding, Asisten Pelatih SSB Dispora Sumut Iskak didampingi Manajer Heru, mengaku bangga terhadap penampilan timnya di pertandingan perdana itu. “Kami akan bermain lebih baik lagi di pertandingan berikutnya, dan tetap mengutamakan kekompakan,” katanya.

Menurut Iskak, selain kemampuan individu dalam mengolah bola, kekompakan menjadi yang paling utama dalam setiap pertandingan.
“Hal itu juga yang kami terapkan ketika menghadapi lawan, termasuk ketika menjadi juara di Piala Diklat PPLP beberapa waktu lalu,” ujarnya sambil tersenyum.

Sementara di pertandingan lain, SSB Patriot dengan skor 3-0 (W0) atas SSB Sejati Pratama, SSB Mabar Putra bermain imbang 0-0 dengan SSB Mandiri, SSB Generasi Medan menang 1-0 atas SSB Medan Soccer, SSB Kebun Bunga kontra SSB Harapan Bangsa berakhir imbang 1-1.

Sementara SSB Rajawali membungkam SSB Medan Utara 2-0, SSB Sinar Sakti mengalahkan SSB USU Junior 3-1, SSB Asahan Ceria bermain imbang 1-1 dengan SSB Gumarang 1, SSB Karisma menang 1-0 atas Cemara Putra, SSB SP Marendal menang 1-0 atas SSB Medan Utara, SSB Generasi Kosek mengalahkan SSB USU Junior 2-0 serta SSB Asahan menang tipis 1-0 atas SSB Tasbih. (mag-10)

Jenuh Digosipin Cerai

Febby Febiola

Untuk kesekian kalinya, rumah tangga Febby Febiola dan bule asal Prancis, Bruce Nicholas dilanda prahara. Kabarnya, pasangan ini telah bercerai. Belum terbukti memang, tapi Feby dan suaminya sudah jarang tampil berdua. Artis senior ini selalu sendiri datang menghadiri suatu acara.  “Saya nggak tahu dari mana beritanya, hubungan kami baik-baik saja kok,” kilah Febby saat ditemui wartawan, kemarin.

Banyak kabar yang beredar mengenai munculnya isu perceraian Febby dan Bruce. Salah satunya belum ada anak meski keduanya telah nyaris 12 tahun membina rumah tangga. Lagi-lagi, Febby menampik soal tudingan itu.

“Orang punya anak bisa cerai juga, kita nggak bisa menyamaratakan semua orang. Kalau masalahnya anak, nggak juga ya. Namanya juga jalan hidup ya,” ujar artis yang populer lewat sinetron Tersanjung ini.

Makanya Febby tak mau ambil pusing dengan rumor tersebut. Ia merasa sudah kebal dengan berbagai gosip miring seputar rumah tangganya. Maklum, ini bukan pertama kalinya, pernikahan Febby dengan pria bule itu dikabarkan berakhir.

“Setiap orang pasti punya masalah, kalau cerai atau nggak, ya nggak. Saya baik-baik saja, kalau bisa hindari pertikaian, ya hindari. Tapi bukan berarti ada masalah. Gimana cara menghadapinya saja,” tuturnya.

Lain soal, saat ditanya, Febby mengaku pernah mendapat tawaran main esek-esek dari sejumlah pihak. Si pem-booking pun biasanya bersikap halus saat menawarkan berbagai keuntungan.

“Biasanya mereka cerita-cerita dulu, ada si A diajak ke sini, terus dapat ini-itu,” kisahnya.

Ada beberapa artis yang memang mendapatkan tawaran tersebut secara langsung. Namun dilihat dari pengalaman Feby, ia mengaku tak pernah ditawar secara terang-terangan. “Biasanya kalau tawaran begitu mereka lihat-lihat orangnya, dan biasanya secara halus dipancing-pancing dulu, kalau memang rasanya bisa baru ditawarin,” tuturnya.

“Sampai sekarang yang menawarkan secara terang-terangan sih nggak ada, tapi kalau yang menawarkan secara halus sih ada,” lanjutnya.
Mendapat rayuan seperti itu, Feby pun mengaku memilih untuk menghindar. Bahkan, tak jarang ia langsung menolaknya dengan keras. (rm/jpnn)

Mikroskill Tantang Harapan di Semifinal

UMSU Cup 2012

MEDAN- Tim basket putra STMIK Mikroskill dan STIE Harapan memastikan langkahnya ke semifinal turnamen basket UMSU Cup 2012 setelah tampil perkasa di Lapangan Basket UMSU, Selasa (17/4) kemarin. STMIK Mikroskill menaklukkan Unimed 43-29, sementara STIE Harapan mengandaskan UMA 45-32. Keduanya telah mengoleksi dua kemenangan.

Duel ketat tersaji pada bentrok Mikroskill kontra Harapan. Sejak awal Unimed yang menurunkan Riski, Hidayat, Satria, Lazuardy dan Juanda di posisi starting five bertekad bangkit pasca kekalahan dari Harapan, Minggu (17/4) lalu. Tim besutan Indra itu mampu memberikan perlawanan terhadap Mikroskill. Hingga kuarter kedua berakhir, Unimed mampu menjaga defisit lima angka pada skor 17-22.

Di kuarter ketiga, Unimed semakin percaya diri. Dua free throw Risky di awal kuarter dan three point shoot Juanda membuat Unimed menempel dengan hanya tertinggal satu bola. Namun Mikroskill tak tinggal diam dan upaya Hendrik dan Jefri mampu menjaga keunggulan timnya hingga kuarter ketiga berakhir 30-24.

Unimed akhirnya keteteran di kuarter pamungkas. Tiga three point shoot Mikroskill menghentak Unimed. Selisih angka semakin jauh setelah upaya Mikroskill lewat dua kali stealnya semakin meninggalkan Unimed.

Di sisa asanya, Unimed coba mengejar defisit angka lewat lay up Riski dan blok satria yang berujung lemparan tiga angka Juanda. Namun Mikroskill terlalu jauh dengan koleksi 43 angka.(mag-18)

Investor Asal Jambi Lirik Konsorsium TransMedan

MEDAN- Investor asal Jambi melirik Konsorsium Busway TransMedan yang akan beroperasi di Kota Medan sebagai program transportasi massal atau bus rapit transit (BRT) dalam Masterplan Kota Medan. Ketertarikan dikarena melihat potensi minat warga di kota Medan untuk naik busway TransMedan sangat besar.

“Memang sudah ada investor asal Jambi yang mau bergabung dalam konsorsium. Pihak investor sudah menyatakan bersedia memenuhi jumlah bus untuk busway TransMedan di Medan. Berapa yang dibutuhkan di Medan, dia sudah menyanggupinya. Dia melihat ada potensi besar di Medan untuk pengembangan busway kita ini,” kata Kadis Perhubungan Kota Medan Syarif Armansyah Lubis, Selasa (17/4).

Dikatakan Armansyah yang sering dipanggil bob, ketertarikan investor itu belum ditindaklanjuti karena belum melakukan komunikasi pada pihaknya. Namun secara bertahap, pihaknya juga akan mem-follow up niat dan ketertarikan investor Jambi tersebut untuk busway di Medan.

“Langkah dan komunikasi lanjutan belum ada. Karena bersangkutan juga belum ada melakukan komunikasi pada kita lagi. Tapi kita akan mengupayakan dalam waktu dekat. Investor yang tertarik ini, sudah lebih dulu mengelola busway di Jambi. Karena untuk wilayah Sumatera, masih Bandar Lampung dan Jambi saja sudah memulai busway. Mereka sudah lebih dulu daripada kita di Medan,” tegas Armansyah.

Dijelaskannya, investor ini memiliki perusahaan yang juga menyediakan bus untuk busway di Jambi, bahkan di Bandar Lampung. Namun, yang terpenting saat ini adalah, mendorong minat pengusaha angkutan umum di Kota Medan untuk mau bergabung dengan konsorsium busway TransMedan.
“Yang paling penting saat ini bagaimana pengusaha angkutan umum di Medan seperti KPUM dan Rahayu mau bergabung dengan konsorsium. Artinya, jika sudah bergabung, maka akan ada pengurangan jumlah angkutan yang beroperasi selama ini. Jika busway beroperasi maka satu halte seperti di Jalan Kapten Maulana Lubis dan Jalan Gatot Subroto akan mengurangi 10 angkot di Medan. Dengan perbandingan satu halte 1 bus untuk busway, maka 10 angkot di Medan harus berkurang secara bertahap. Ini terget kita,” jelasnya.(adl)

Sepuluh Atlet Sumut Berlatih di China

MEDAN-Komite Olahraga Nasional Indonesia Sumatera Utara (KONI Sumut) kembali mengirimkan atletnya “berguru” ke luar negeri.
Tercatat, ada 10 atlet dari cabor atletik, anggar, gulat dan judo diberangkatkan ke Guangzhou, China, menyusul 16 atlet wushu yang telah berangkat terlebih dahulu. Selain itu, dua atlet biliar, juga diberangkatkan untuk berlatih ke Kedah Malaysia.

Keberangkatan para atlet, secara resmi dilepas Ketua Umum KONI Sumut Gus Irawan Pasaribu dalam suatu acara di Gedung PT Bank Sumut, Senin (16/4).
“Berangkatlah dengan tekad yang bulat. Doa kami menyertai kalian,” kata Gus didampingi Ketua Harian John Ismadi Lubis, Wakil Ketua II Prof Agung Sunarno, Wakil Ketua III Drs M Syahrir, Sekum Drs Chairul Azmi Hutasuhut MPd dan Bidang Luar Negeri Iwan Kwok, Brilian Moktar serta pengurus lainnya.

Pada acara yang juga dihadiri pengurus cabang olahraga, Gus menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas kesediaan para atlet mengikuti latihan di luar negeri yang rencananya hingga jelang pelaksanaan PON XVIII September mendatang.

Bahkan seperti disebut Sekum Chairul Azmi, semua ini bagian dari suatu perjuangan. Terbukti, bagi atlet yang beragama Islam, sudah pasti saat Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini, tidak berada di tengah-tengah keluarga besarnya.

Namun semua yang dilakoni ini adalah untuk kemajuan dan perkembangan prestasi atlet sendiri.”Keberangkatan kalian memang bagian dari persiapan menghadapi PON XVIII/2012 di Pekanbaru. Tapi sesungguhnya, harapan kami, setelah berguru di luar negeri nanti, bekal yang didapat bukan saja membawa kalian menorehkan prestasi untuk Sumut, tapi juga bangsa dan negara di forum internasional.
Untuk itulah, Gus meminta Denny Zulfendri dan kawan-kawan benar-benar memanfaatkan kesempatan ini.

Dipilihnya China untuk tempat berlatih, tidak terlepas dari prestasi negara itu di bidang olah raga dalam beberapa dekade ini yang terus meningkat, bahkan dunia juga sudah mengakuinya.

“Disiplin atlet China sangat luar biasa. Ini harus mampu kita tiru. Kunci keberhasilan tidak terlepas dari disiplin dan tekad di dada. Seraplah ilmu sebanyak-banyaknya selama berlatih di sana demi kejayaan Sumut di PON mendatang, bahkan kalau bisa di pentas olahraga internasional” katanya.
“Keberhasilan dalam PON nanti hanya satu anak tangga menuju kesuksesan yang lebih tinggi seperti SEA Games, Asian Games dan kejuaraan dunia lainnya,” tambah Gus.

Selanjutnya pada kesempatan itu Gus menyampaikan terimakasih kepada Ketua Umum Pengprov WI Sumut Master Supandi Kusuma yang banyak membantu khususnya merealisasi program latihan para atlet dan pengurus dan pembina olahraga di Guangzhou.

“Master Supandi Kusuma nantinya bahkan turut hadir ke Guangzhou. Sementara yang mendampingi para atlet turut serta Ketua Harian John Ismadi Lubis, Sekum Chairul Azmi dan Bidang Luar Negeri Iwan Kwok,” ujarnya.

Adapun sepuluh atlet yang bertolak berlatih ke Guangzhou yakni; Sumurung Siregar, Heka Mayasari (gulat), Dian Rahmayanti, Zihan Siska (anggar), Zulkarnaen Purba, Mari Yusuf Gulo, Edy Harianto, Nyai Prima (atletik), Deni Zulfendri dan Riky Ramadhani (judo).Mereka berangkat Selasa (17/4) kemarin, sementara dua atlet biliar Jaka Ginting dan Marlando Sihombing baru akan berangkat ke Kedah, Kamis (19/4) besok.(jun)

Riau Pos Group Divisi Regional Aceh dan Sumut Gelar Lomba Foto Ombudsman Award

Ombudsman dan Medan Digital Photographic Society Kunjungi Graha Pena Medan

MEDAN-Ketua Ombudsman Sumut Pos dan grupnya, Vincent Wijaya bersama dengan rombongan Medan Digital Photographic Society (MDPS) mengunjungi gedung Graha Pena Medan, kantornya Sumut Pos, Selasa (17/4).

Kedatangan rombongan untuk mensosialisasikan lomba foto Ombudsman Award untuk karyawan Riau Pos Group Divisi Regional Aceh dan Sumut meliputi Sumut Pos, Posmetro Medan, Metro Siantar, Metro Tabagsel, Metro Asahan, Metro Tapanuli dan Rakyat Aceh.

Foto yang diperlombakan merupakan karya yang difoto mulai 1 April hingga 30April  2012, baik yang sudah terbit di koran masing-masing maupun belum dengan tema bebas asalkan tidak porno dan sara.

“Lomba foto yang akan digelar ini bisa menggunakan kamera digital,” terang Ketua Ombudsman Sumut Pos Grup, Vincent Wijaya. Menurutnya, foto yang telah dipotret bisa langsung dikirim via email vincetwdjj9@gmail.com serta bisa dikirim melalui CD.

“Kalau berbentuk CD bisa diberikan kepada setiap penerbit masing-masing. Lalu diserahkan paling lambat 30 April pukul 00.00 WIB ke meja juri,”ujarnya.

Terkait dewan juri yang akan menilai lomba, Vincent menyebutkan, juri yang akan menilai para pengurus dari Medan Digital Photographic Society (MDPS) seperti Fendi Yeoh, Hendric Cuaca, Samsul Tauladan, Gunawan Cuaca dan Charles Armin.

“Para dewan juri yang berasal dari MDPS ini merupakan juri yang telah berpengalaman dan profesional. Pasalnya, mereka (MDPS, Red) telah banyak meraih award dari beberapa negara luar seperti Amerika, Singapura, Thailand, Eropa dan Hongkong,” bilangnya.

Hadiah yang akan diperebutkan untuk para pemenang juara I berupa uang tunai Rp3 juta, juara II Rp2 juta dan juara III Rp1 juta. Kemudian, untuk pemenang juara harapan I Rp500 ribu, juara II Rp300 ribu dan juara III Rp 200 ribu.

Vincent berharap kiranya pagelaran lomba foto yang baru pertama kali digelar ini diikuti karyawan Riau Pos Group Divisi regional Aceh-Sumut. Sehingga ke depannya bisa menjadi agenda rutin.

“Bila perlombaan ini sukses tentunya kita akan menggelar lomba foto tingkat karyawan Jawa Pos Group,”katanya.

Sementara itu, Fendy Yeoh, Ketua MDPS menjelaskan tentang tata cara penilaian lomba. Dimana foto tidak boleh diedit. Selain itu, ukuran photo 1.400×1.050 dengan size 1,4 megapixel serta dibuat judul dan teks fotonya.

Saat kunjungan rombongan disambut Redaktur Pelaksana Sumut, Faliruddin Lubis, Manajer Umum Sumut Pos, Desfita Desi Dongoran, Koordinator Liputan Sumut Pos, Laila Azizah, Pemred Posmetro Medan, Wiku Saptanadi,  Pemred MedanTV, Indrawan, Redaktur Pelaksana Mingguan Sumut Pos, Valdest serta kru yang lainnya. (omi)

Sambut Baik Pembatasan BBM

Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi

MEDAN- Per 1 Mei mendatang, Pemerintah mengeluarkan larangan pemakaian bahan bakar minyak bersubsidi jenis premium, baik bagi semua mobil dinas instansi pemerintah maupun mobil operasional Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan badan usaha milik daerah (BUMD).

Instruksi pelarangan tersebut, didukung banyak pihak di Sumatera Utara (Sumut), baik dari kalangan pengusaha maupun legislatif.

Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi Sumut, Razali Husin kepada Sumut Pos, Selasa (17/4) menyatakan, sejauh ini pihaknya masih menunggu kepastian instruksi tersebut, untuk kemudian mengambil sikap. “Sebagai pelaku bisnis, kami menyambut baik instruksi dari pemerintah. Namun ini masih wacana, jadi belum Bisa menentukan sikap,” katanya.

Jika nantinya benar, sambung Razali, baru pihaknya akan concern dalam upaya mempersiapkan atau memasok Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di Sumatera Utara (Sumut).

“Kita sebenarnya sudah mempersiapkan atau mengisi sejumlah SPBU-SPBU selama ini, namun ketika nanti instruksi itu benar adanya maka pengisian Pertamax di SPBU-SPBU yang ada akan dimaksimalkan,” ungkapnya.

Selama ini, sambungnya, dari 308 SPBU yang tersebar di seluruh Sumut, sebanyak 25 persen SPBU yang ada sudah dipasok Pertamax oleh Hiswanamigas Sumut. Kendati pihaknya masih menunggu kepastian instruksi tersebut, namun Razali menyatakan, pihaknya tidak ingin mendesak pemerintah untuk mempercepat atau memperlambat pemberlakuan instruksi tersebut.

Menurutnya, pemerintah memiliki wewenang penuh dalam menentukan kebijakan tersebut. (ari)

“Tidak ingin mendesak. Karena masalah Pertamax ini, penjual membutuhkan investasi. Jika nanti kita mengambil sikap buru-buru, dan ternyata tidak jadi, malah kontraproduktif,” tukasnya.

Bagaimana caranya untuk menarik minat masyarakat, sementara diketahui masyarakat masih banyak yang memilih menggunakan premium?
Terkait hal itu, Razali kembali menegaskan, kesemuanya tergantung dengan regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Terlebih mengenai pelarangan itu.

“Tergantung aturan, inilah regulasi. Kalau regulasinya sudah jelas dan dijalankan, ya orang akan tetap pakai,” tegasnya.
Dikatakannya, untuk harga Pertamax di pasaran saat ini per liternya seharga Rp10.100. Namun, harga tersebut akan terus berfluktuasi tergantung kurs Dollar dengan Rupiah.

“Per dua minggu sekali berubah-ubah tergantung kurs dollar. Sekarang harga per liternya Rp10.100,” ucapnya.

Di sisi lain, Ketua Komisi C DPRD Sumut, Marasal Hutasoit kepada Sumut Pos juga mendukung atas kebijakan tersebut.

Dikatakannya, pelarangan tersebut akan memberi dampak positif dalam upaya perbaikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Salah satu pilihan penghematan BBM yang berdampak kepada APBN adalah pembatasan Pemakai BBM bersubsidi, seperti mobil pemerintah , mobil pribadi berkapasitas silinder di atas 1.300 cc, dan untuk pejabat eselon II ke bawah diberi jatah BBM 15 liter per minggu,” tegasnya.

Hanya saja, sambung politisi dari Fraksi Partai Damai Sejahtera (PDS) DPRD Sumut tersebut, diminta agar pemerintah daerah tegas dalam menjalankan instruksi tersebut.
Perlu ada aturan yang dibuat, agar para pejabat-pejabat pemerintahan pengguna mobil dinas untuk mematuhi peraturan tersebut. “Pemerintah daerah harus tegas, bila perlu buat aturan yang didalamnya ada sanksi bagi yang tidak mematuhi peraturan itu,” tukasnya.(ari)

Pengamat: DPR Hanya Halangi Kinerja Menteri

MEDAN- Rencana pengajuan hak Interplasi DPR terhadap Menteri Negara (Meneg) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, terus menuai kritik dari berbagai kalangan.

Pengamat Kelistrikan Sumatera Utara (Sumut) Surya Tarmizi Kasim, kepada Sumut Pos, Selasa (17/4), mengatakan, Dahlan Iskan adalah sosok orang yang memiliki etos kerja dan bukan mencari-cari pencitraan.

“Dahlan Iskan itu menjalankan etos kerja, kerja dan kerja. Karena dia (Dahlan,red) memahami jika kerja itu suci, sehat, amanah, rahmat, ibadah, seni, kehormatan dan mulia,” ungkap Tarmizi.

Disebutkannya, aneh bila anggota DPR RI berupaya untuk menghambat kerja dari Dahlan Iskan yang ingin memperbaiki BUMN, yang selama ini terkesan tidak baik.

“Yang menjadi pertanyaan, apa yg dikerjakan anggota DPR RI itu? Masih banyak yang bisa dikerjain. Orang mau bekerja baik-baik dihalang-halangi, malah yang buruk-buruk dilindungi,” tukasnya.

selama Dahlan Iskan menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) PT PLN, banyak hal positif yang telah dilakukan untuk memperbaiki keadaan kelistrikan di Indonesia khususnya di Sumut.

Terlebih, kewenangannya terbatas dalam hal-hal kelistrikan yang bersifat primer. “Setahun menjabat Dirut PLN, Sumut yang dulunya selalu defisit dan pada akhirnya sering mati lampu, ternyata itu bisa diatasi. Padahal untuk masalah listrik primer ada keterbatasan wewenang. Kalau Dahlan Iskan jadi presiden, saya yakin krisis listrik akan tuntas,” yakinnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Djasarmen Purba mengatakan, jika rencana penggunaan hak interpelasi anggota DPR terhadap Menteri BUMN Dahlan Iskan dilanjutkan, maka bisa berdampak negatif terhadap institusi DPR.

“Semua orang tahu, interpelasi merupakan hak anggota DPR. Tapi kalau sebagian dari anggota DPR hanya ngotot dalam memperjuangkan haknya, ini juga aneh. Kewajibannya tak pernah dipikirkan,” kata Djasarmen Purba, di Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (17/4).

Menurut Senator asal Kepri itu, seorang wakil rakyat yang baik dan bertanggung jawab adalah yang bisa menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.

Hal senada diungkapkan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. Menurutnya, interpelasi harus digunakan secara tepat, bijak dan memertimbangkan asas manfaat. Karenanya Anas melarang anak buahnya di DPR untuk ikut menandatangani usulan interpelasi.

“Terkait usulan interpelasi DPR terhadap kebijakan Menteri BUMN, Anggota FPD (Fraksi Partai Demokrat di DPR) dilarang untuk ikut serta. Rencana interpelasi tersebut tidak tepat dan jauh dari asas manfaat,” kata Anas.

Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) itu menegaskan, anggota FPD justru harus membantu Menteri BUMN untuk menjelaskan konteks kebijakan tyang dipersoalkan sebagian politisi Senayan itu. Anas beralasan, interpelasi tidak hanya berpotensi memanaskan suhu politik tapi juga bisa mengganggu konsentrasi pemerintah dalam menjalankan program-program untuk rakyat.

Terpisah, Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso mengaku, sampai sekarang belum membaca surat pengajuan interpelasi yang disampaikan beberapa anggota DPR kepada pemerintah terkait kebijakan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menurut Priyo, usulan interpelasi itu diserahkan anggota DPR, Edhie Prabowo ke Pramono Anung saat paripurna Senin (16/4). (ari/boy/fas/jpnn)

Tiga Daerah di Sumut Kandidat Bebas Korupsi

JAKARTA- Tiga daerah di Sumut masuk dalam daftar daerah yang berpeluang besar menyandang predikat wilayah bebas korupsi. Ketiga daerah itu adalah Kabupaten Samosir, Kota Tebingtinggi, dan Kota Tanjungbalai.

Sedang dari Aceh ada lima daerah yang berpeluang, yakni Kabupaten Aceh Tengah, Kota Banda Aceh, Kota Sabang, Kota Langsa, dan Kota Lhokseumawe.
Mereka termasuk 160 instansi pusat dan pemda yang pimpinannya diundang Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Azwar Abubakar untuk meneken Deklarasi Zona Intensif Menuju Daerah Bebas Korupsi, di Jakarta, Selasa (17/4).

Azwar menjelaskan, daerah-daerah yang diundang merupakan daerah pilihan, yang dianggap sudah siap mewujudkan daerah bebas korupsi. “Mereka kita lihat sudah siap, sehingga nanti bisa bergerak bersama-sama. Karena ini sebuah gerakan, harus bersama-sama dengan yang sudah siap,” terang Azwar.
Sekretaris Utama Kemenpan-RB, Tasdik Kinanto, menjelaskan, seluruh daerah yang ikut meneken deklarasi diberi waktu enam bulan untuk mengejar pemenuhan persyaratan sehingga layak menyandang predikat sebagai daerah bebas korupsi.

Nantinya, lanjut Tasdik, akan diturunkan tim independen yang akan melakukan penilaian. Tim penilai gabungan dari kemenpan-RB, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ombudsman RI, dan unsur masyarakat.

Syarat untuk bisa berpredikat daerah bebas korupsi, antara lain merujuk pada nilai minimum indeks integritas berdasarkan penilaian KPK, indeks kepuasan masyarakat yang dikeluarkan Kemen PAN-RB, jumlah maksimum kerugian negara di sebuah instansi yang dilansir BPK.

Selain itu juga akan mempertimbangkan tingkat keefektifan penggunaan anggaran yang dikeluarkan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). Jumlah pegawai yang dijatuhi  hukuman disiplin karena penyalahgunaan pengelolaan keuangan juga menjadi pertimbangan.  Berikutnya juga jumlah pegawai yang dijatuhi hukuman karena tindak pidana korupsi berdasarkan keputusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.
Bupati Samosir Mangindar Simbolon yang hadir di acara itu menduga, kemenpan-RB telah melakukan penilaian secara diam-diam, sehingga dia juga tak menduga Samosir masuk nominasi. “Saya tak menyangka. Pokoknya, selama ini saya dan seluruh jajaran di Pemkab Samosir selalu berusaha untuk taat hukum. Kita tak pernah berharap dapat pujian,” ujar Mangindar.
Dia mengaku, selama ini juga tidak banyak berpidato tentang birokrasi bersih di hadapan para anak buahnya. “Lebih baik tunjukkan lewat sikap dan perbuatan,” ujarnya. (sam)

Jadi Tersangka, Siti Fadilah tak Ditahan

JAKARTA – Simpang siur status mantan menteri kesehatan Siti Fadilah Supari terjawab. Setelah sempat kukuh menyebut Siti sebagai saksi, kemarin Polri meralat pernyataannya.

Kabareskrim Polri Komjen Sutarman menyatakan, Siti Fadilah Supari telah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat kesehatan untuk kejadian luar biasa tahun 2005. “Ya, betul, sudah tersangka,” katanya kemarin.

Peran Siti Fadilah adalah sebagai kuasa pengguna anggaran yang harus disampaikan kepada pejabat pembuat komitmen. Meski begitu, Siti tidak akan ditahan. “Belum ada rencana itu (penahanan),” kata mantan Kapolda Metro Jaya ini.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung mengaku telah menerima Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) dengan tersangka atas nama anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) itu langsung dari Bareskrim Polri.

Status tersangka Siti pertama kali diungkap bawahannya, Mulya Hasjmy dan Hasnawaty, saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kamis (12/4) lalu. (rdl/ttg/jpnn)