Home Blog Page 13643

Musim Hujan, Jarak Pandang Masih Aman

Hujan yang terus mengguyur disebabkan peralihan musim dari musim kemarau ke musim hujan.

“Sebagian daerah di Sumut sedang beralih musimnya,” kata Kepala Data dan Informasi BMKG Wilayah I Medan, Hendra, Selasa (17/4). Menurutnya, peralihan musim tak akan berlangsung lama paling satu bulan saja.

“Selang waktu itulah berpotensi angin puting beliung,” katanya.

Menurutnya, peralihan musim bakal mempengaruhi cuaca karena suhu permukaan laut di Barat Sumatera tinggi. Dikatakannya, potensi hujan hampir di seluruh wilayah Sumatera Utara, khususnya di wilayah Pantai Timur, wilayah pegunungan dan wilayah Pantai Barat.

Daerah yang bepotensi hujan disertai angin puting beliung Medan, Langkat, Binjai, Sergai, Tebing Tinggi dan daerah-daerah yang berada di sekitar lereng dan perbukitan. Potensi turunnya hujan 25-50 milimeter per harinya. Hujan turun mulai dari siang hingga malam hari. Sedangkan untuk pagi, potensi turunnya hujan sangat kecil.

Disinggung mengenai durasi kecepatan angin puting beliung, kecepatan angin puting beliung itu lebih dari 40 knot (km/jam) dan kecepatan seperti itu sudah masuk dalam kategori besar. Untuk jarak pandang penerbangan, sambungnya, sejauh ini masih aman 3 km.

Humas Angkasa Pura II Bandara Polonia Medan, Firdaus menyebutkan, sudah memberitahukan mengenai cuaca buruk yang diprediksi menggangu penerbangan.  “Bandara Polonia Medan jauh-jauh hari sudah memberitahukan daerah-daerah mana yang cuacanya buruk setelah diberitahukan oleh pihak BMKG,” katanya. (jon)

Dua Pasien Diduga Tewas karena Terlambat Ditangani

DPRD Panggil Dirut Pirngadi

MEDAN-DPRD Medan melalui Komisi B sudah melayangkan surat pemanggilan ke manajemen Rumah Sakit Umum dr Pirngadi Medan, untuk mengklarifikasi peristiwa meninggalnya bayi 7 bulan dan pelajar SMAN 21, diduga akibat tak ditangani petugas medis dengan baik.

“Surat pemanggilan sudah kita layangkan ke manajemen RS dr Pirngadi Medan. Insya Allah tanggal 26 April, pihak RS dr Pirngadi akan datang ke Komisi B,” kata Ketua Komisi B DPRD Medan, Suryanda Lubis kepada Sumut Pos, Selasa (17/4) siang.

Dikatakannya, pelayanan yang harus diberikan rumah sakit terhadap pasien harus menjadi prioritas utama.

“Dokter dan perawat harus mengedepankan pelayanan, apalagi RS milik Pemko Medan. Seharusnya dapat menjadi contoh yang baik dalam rangka memberikan hak pasien,” ucapnya.

Menurutnya, persoalan prosedur dan birokrasi bukan suatu langkah yang harus diberlakukan dalam pelayanan.

Sehingga tidak ada kejadian tewasnya bayi berusia 7 bulan, Anatasya Yolenta Situmeang dan Ganda Hermanto Tua Nainggolan (19) yang menderita sesak napas disertai dengan pembengkakan, akibat tidak ditangani dengan cepat dan baik.

“Kita berharap agar peristiwa ini tidak terjadi lagi, seharusnya pengelolaan RS tidak seperti itu melakukan pembiaran terhadap pasien yang seharusnya mendapatkan pelayanan yang baik karena keadaan sudah kritis,” cetusnya.

Dijelaskannya, langkah utama yang akan diambil DPRD Medan bila terbukti lalai memberikan penindakan terhadap manajemen RSU dr Pirngadi Medan.
“Bila terbukti ada faktor kelalaian, harus ada penindakan agar tidak terjadi pembiaran. Tindakan tegas yang setimpal agar dilakukan pihak RS dr Pirngadi adalah memberikan uang ganti rugi kepada keluarga korban sepantasnya akibat menghilangkan nyawa orang lain,” jelasnya.

“Jika memang benar informasi tersebut, sangat disayangkan masih ada pembiaran dalam memberikan pelayanan terhadap pasien. Seharusnya ada langkah medis sebagai upaya awal memberikan perawatan darurat,” sambung Anggota Komisi B DPRD Medan, HT Bahrumsyah.

Sedangkan untuk sanksi terhadap RSU yang sudah melakukan kelalaian dalam memberikan pelayanan medis, menurutnya, itu merupakan tugas dari Komite Medik dan Dewan Pengawas RSU dr Pirngadi, yang juga sudah berubah menjadi Badan Layanan Umum (BLU) dengan salah satu kriteria memberikan pelayanan maksimal terhadap pasien, khususnya pasien miskin.

“Apalagi sudah menjadi BLU yang sudah memiliki Dewan Pengawas sesuai dengan persyaratan, kalau belum memiliki Badan Pengawas berarti belum bisa dikatakan BLU. Untuk itu, Badan Pengawas bersama Komite Medik yang menangani masalah internal RS dan berkaitan dengan persoalan medis, harus mempertanyakan masalah itu dengan melakukan penelusuran agar masalah tersebut tidak berlarut,” jelas Bahrumsyah.(adl)

Chris John Ingin Mata Naga

LAGU “Eye of the Dragon” memang belum ada. Ini cuma permintaan Chris “the Dragon”  John kepada penyiar radio Australia. Chris John,  super champion kelas bulu WBA asal Indonesia, mengungkap keinginannya ini saat berkunjung ke statisun radio 96FM di Perth.
Kepada penyiar Mark “Smiley” Pascoe, petinju asal Banjarnegara ini meminta diputarkan lagu “Eye of the Tiger” sambil mengatakan “Eye of the Dragon” akan lebih cocok buat dirinya.

Lagu “Eye of the Tiger” memang menjadi semacam lagu wajib buat para petinju dunia. Lagu yang dipopulerkan kelompok Survivor pada 1982 ini kemudian dipergunakan Sylvester Stallone untuk soundtrack film Rocky III.

Chris John (46-0-2, 22 KO) akan menghadapi penantangnya asal Jepang, Shoji Kimura (24-4-2), dalam perebutan gelar juara di Marina Bay Sands Resort, Singapura, 5 Mei mendatang. (bbs/jpnn)

Warga Mengeluh Jalan Setapak tak Diaspal

Sekda Tegur Kadis Perkim

MEDAN-Eliana, warga Medan Utara mengeluh kepada Wali Kota Medan, Rahudman Harahap karena kondisi jalan setapak sepanjang 400 meter, di Jalan Pasar III Buntu, Medan Marelan belum dilakukan pengecoran, sehingga kalau hujan jalan tersebut rusak dan becek.

“Saya minta tolong kali Pak, kenapa jalan setapak di tempat saya separuh-separuh pengerjaannya. Padahal, jalan setapak di tempat perlu disemen, karena kalau hujan becek,” pintanya kepada Wali Kota Medan, Rahudman Harahap bersama rombongan saat melintas di jalan setapak menuju puskesmas pembantu, usai melakukan peninjauan ke SMAN 20 Belawan, kemarin (17/4).

“Kau catat dimana jalan itu langsung lakukan penataan dan perbaikan,” ucap Rahudman kepada Kadis Perhubungan, Syarif Armansyah Lubis dan Sekda Medan, Syaiful Bahri.

Sekda Kota Medan, Syaiful Bahri langsung menegur Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kota Medan, Rizal Siregar.
“Kadis Perkim ke sini dulu kau. Kau lihat dulu mana kondisi jalan setapak yang belum terbangun. Jangan kau biarkan ini,” kata Syaiful kepada Rizal sambil menunjuk tumpukan sampah plastik jajanan anak-anak yang berserakan di jalan setapak dan di dalam drainase.

Dikatakan Syaiful, pembatas jalan setapak yang sudah dibangun sebahagian di kawasan tersebut terlihat sangat tidak rapi dikarenakan tidak ada pembatas antara jalan setapak dengan drainase. Sehingga membuat seluruh sampah yang berserakan di badan jalan terjatuh kedalam drainase.
“Kalau ini tidak diperhatikan bisa membuat kondisi di kawasan ini banjir akibat ada sampah. Ini harus menjadi perhatian bagi dinas terkait untuk segera melakukan pembenahan. Harus kau cek itu,” tegas Syaiful.

Plt Kadis Perkim, Rizal Siregar hanya mengangguk-angguk saat ditegur Sekda. Rizal berjanji akan segera melakukan pembenahan.
“Segera akan saya lakukan pengecekan dan penataan,” ucapnya. (adl)

Charger Ponsel Dikira Bom Pesawat Terpaksa Mendarat

DUBLIN – Gembong teroris nomor 1 dunia, Osama bin Laden memang sudah tewas lebih dari setahun lalu. Tapi ketakutan Amerika Serikat dan negara barat lainnya akan penyebaran aksi teror dari pengikut Osama tak pernah berkurang.

Phobia teroris yang dialami awak pesawat Boeing 767 asal Istanbul, Turki ini adalah contoh nyata. Hanya karena mendapat laporan ada barang “menyerupai bom” terpasang di salah satu toilet tanpa memeriksa benar tidaknya itu bom, pilot memutuskan mendarat darurat di Bandara Dublin, Irlandia.
Tak tahunya setelah diperiksa petugas bandara, benda tersebut hanyalah ponsel yang sedang di-charge. Ponsel agak tak terlihat karena terlilit kabel charger. Sementara ujung kabel dicolokkan pada stop kontak listrik yang ada di dalam toilet pesawat.

Namun seperti dikutip dari situs Gizmodo, Selasa (17/4), belum diketahui jenis ponsel yang memicu awak pesawat berikut 208 penumpang menjadi ketakutan. Bisa jadi karena takut diperkarakan pihak berwajib, pemilik ponsel lebih memilih diam dan merelakan ponselnya diambil petugas keamanan. (pra/jpnn)

Sumut Pos Go Medan Funday-Generasi Medan Sehat 2012

Olahraga Pagi Banjir Hadiah

MEDAN-Setiap awal bulan mulai Mei hingga Desember 2012 Sumut Pos akan menyelenggarakan even bertajuk Go Medan Funday-Generasi Medan Sehat 2012. Even tersebut bertujuan untuk mengajak seluruh masyarakat Kota Medan menjaga kebugaran tubuh dengan mengikuti rangkaian kegiatan olahraga di pagi hari.

Menurut Ketua Panitia, Adenan Cadonis Nainggolan, kegiatan ini juga sebagai alternatif hiburan bagi seluruh anggota kelurga dengan memberikan hadiah melalui permainan, kuis dan lucky draw. Acara perdana akan digelar 6 Mei 2012 mulai pukul 06.00 WIB mengambil lokasi di Lapangan Merdeka Medan.

Menurutnya, acara akan diisi dengan fun bike yang mengambil start di Jalan Pulau Pinang–Jalan Balai Kota– Jalan Putri Hijau– Jalan Adam Malik– Jalan Kapten Maulana Lubis– Jalan Raden Saleh–Jalan Balai Kota–Jalan Bukit Barisan– dan finish di Lapangan Merdeka.

Selanjutnya ada fun walk  start di Jalan Bukit Barisan–Jalan Balai Kota–Jalan Guru Patimpus–Jalan Kapten Maulana Lubis– Jalan Raden Saleh–Jalan Balai Kota–Jalan Bukit Barisan– dan finish di Lapangan Merdeka. Peserta juga akan mengikuti Senam Kebugaran dan Aerobik di Lapangan Merdeka.
Peserta juga akan mendapatkan sarapan pagi dan mengikuti kegiatan check up dan konsultasi kesehatan gratis, games dan kuis berhadiah. Sebagai hiburan akan ditampilkan karnaval bebagai jenis sepeda, fre style bike, live band dan lucky draw.

Menurutnya, peserta cukup membayar uang pendaftaran sebesar Rp15.000 per orang. Biaya sudah termasuk 1 buah kaos cantik, sarapan pagi dan minuman, 1 eks koran Sumut Pos yang di dalamnya sudah tersedia kupon untuk lucky draw.
“Bagi peserta yang membeli 10 tiket akan diberi bonus 1 tiket,” kata Adenan.

Pendaftaran sudah dibuka mulai tanggal 14 April sampai 5 Mei 2012. Event ini juga mendapat dukungan dari Dinas Pertamanan Kota Medan, Asosiasi BMX Indonesia Sumut, Pos Keadilan Peduli Umat Sumut, Komunitas Sepeda Gunung Sumut, Asosiasi Instruktur Aerobik dan Fitnes Indonesia Sumut, Sirup Kurnia, Wim Cycle, Daktarin, Indomaret, Holisticare Ester C, Bank Sumut, Betadine, Fatigon, Pop Mie, PD Pasar, Toko Perlengkapan Olahraga Sportindo, Harian Posmetro Medan, Radio Sonya 106,6 FM, Radio Dangdut Indonesia FM dan I Radio 98,3 FM.

Untuk bulan Juni fun bike dan fun walk akan mengambil start dari kantor Sumut Pos dan finish di Lapangan Merdeka Medan. (red)

Awak Redaksi Sumedang Ekspres kok Ditangkap

JAKARTA- Hampir seluruh awak redaksi harian Sumedang Ekspres, mulai dari general manager, pemimpin redaksi hingga office boy (OB) digelandang ke Mapolres Sumedang, Selasa (17/4) sore.

Mereka diperiksa, lantaran polres setempat berang oleh kliping koran tersebut yang memuat berita dengan tajuk “Oknum Polisi Ngamuk”. Kliping  jumbo yang ditempel pada mobil hias pada karnaval memperingati hari jadi Kota Sumedang itu dianggap menghina institusi polri.

“Usai karnaval kami semua  sekitar sepuluh orang diperiksa di Mapolres (Sumedang),” ujar Suherman, General Manager, Sumedang Ekspres kepada JPNN (grup Sumut Pos), Selasa (17/4) siang.

Suherman menambahkan, peristiwa ini bermula saat dirinya dan kawan-kawan mengikuti pawai karnaval dalam rangka hari ulang tahun Kota Sumedang, Jawa Barat, Selasa, siang. Dalam mobil hias tersebut pihaknya memajang beberapa lembar halaman koran edisi 4 April yang dicetak dalam ukuran besar.
Salah satu halaman tampilan koran itulah yang memuat berita yang mengulas kekerasan yang dilakukan oknum polisi dengan judul “Oknum Polisi Ngamuk”.

“Pas mau pulang (dari karnaval) mereka (polres) tidak terima, lalu mereka membawa kami ke Mapolres,” imbuhnya.
Usai diperiksa, karyawan dan awak redaksi anak perusahaan Jawa Pos Group ini diizinkan pulang. “Tadi kami sempat minta maaf, tapi mereka (penyidik) tidak mau,” sebutnya.

Terkait hal ini, Kadiv Humas Polri Irjen (pol) Saud Usman Nasution, langsung memberikan teguran kepada kapolres Sumedang AKBP Eka Satria Bakti.
Saud Usman Nasution juga meminta maaf pada kalangan pers atas tindakan itu. “Kami sudah minta Polres Sumedang untuk membebaskan,” kata Saud. (zul/jpnn/rdl)

Di Atas Angin

Chelsea vs Barcelona

Pep Guardiola menyanjung penampilan Chelsea yang sukses melangkah ke babak semifinal usai menjungkal Benfica. Menurut pelatih Barcelona itu, the Blues adalah lawan sepadan El Real sebelum menyongsong partai puncak.

“Mereka sudah menunjukkan kalau mereka mampu melakukan apapun dan memiliki sejumlah pemain fantastis di segala sektor. Kami harus menjadikan pertandingan ini menarik untuk mencapai babak final “ ujar Guardiola yang menantikan ujian sesungguhnya dari pasukan Roberto Di Matteo ini.
Ketika Guardiola sibuk menyanjung calon lawan, Di Matteo malah menunjukkan hasrat yang tinggi. Baginya, Barca masih mempunyai cela. “Anda bisa melihat cara bermain yang bisa menyakiti Barcelona dan memberi mereka banyak kesulitan. Saya sudah melihat banyak pertandingan itu,” ujarnya sebagaimana dilansir Goal.

“Barcelona juga memiliki kelemahan. Anda hanya harus mengeksplorasinya,” sambung pelatih berkebangsaan Italia itu.

Di Matteo memang lagi di atas angin. Di bawah kendalinya, atau dalam 12 laga, Chelsea menang sembilan kali, seri dua kali, dan hanya sekali kalah. Itu termasuk meloloskan Chelsea ke final Piala FA. Di Matteo juga masih berpeluang membawa John Terry dkk finis empat besar di Premier League atau masuk zona Liga Champions musim depan.

Nah, keberhasilan ini langsung ditanggapi manajemen. Di Matteo baru saja menggelar negosiasi dengan manajemen Chelsea yang diwakili direktur teknik Michael Emenalo. Pembicaraan tersebut terkait kemungkinan menaikkan statusnya sebagai pelatih permanen musim depan.”Roberto menjalani sesi wawancara untuk job permanen. Dia memang bukan satu-satunya orang yang telah dan akan menjalaninya. Tapi, Roberto memang layak dipertimbangkan,” kata salah satu sumber di internal Chelsea tanpa menyebutkan calon lainnya kepada The Daily Express, kemarin.  (bbs/dns/jpnn)

Jajanan Sekolah Banyak Bermasalah

Saat ini banyak ditemukan jajanan anak sekolah yang tidak memenuhi syarat keamanan pangan. Apa tindakan BBPOM? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Farida Noris Ritonga dengan Kabid Pemeriksaan dan Penyidikan BBPOM Medan, Setia Murni.

Berapa persen jajanan anak sekolah yang mengandung bahan kimia berbahaya?

Sekitar 10 persennya, masih ada kita temukan produsen menjual jajanan makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya seperti formalin yang biasanya dalam kandungan mie, boraks dalam bakso serta bahan pewarna Rhodamin B dan Methanyl Yellow.

Kenapa masih banyak pelaku usaha yang memakai bahan kimia berbahaya tersebut?

Bahan kimia berbahaya ini sering disalah gunakan industri makanan kecil karena harganya yang murah dan mudah didapatkan di toko-toko maupun pasar tradisional. Padahal bahan seperti ini sangat berbahaya dan tidak dibolehkan dalam pangan. Memang ada penggunaan bahan pengawet yang aman untuk bahan makanan, seperti benzoat, namun harganya jauh lebih mahal.

Bagaimana dengan makanan tercemar mikroorganisme yang tidak memenuhi syarat keamanan pangan?
Untuk jumlah di Sumut saya nggak tau pasti. Namun jumlahnya masih sangat tinggi, secara nasional ada sekitar 40 persen jajanan siap saji yang biasanya dikonsumsi anak namun tidak memenuhi syarat keamanan, seperti penyajiannya tidak layak, terkena cemaran udara, tidak higienis, dan lainnya.

Bagaimana pengawasan yang dilakukan BBPOM?

Memang, salah satu program BBPOM Medan yang bekerjasama dengan dinas terkait melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap industri rumah tangga terutama penyedia makanan di sekolah-sekolah. Untuk makanan siap saji, kalau memang tidak memenuhi persyaratan, pelaku usaha yang memusnahkannya secara langsung. Namun begitu, berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang pangan, tanggung jawab pengawasan makanan hasil industri rumah tangga ada pada pemerintah daerah.

Apa dampaknya jika makanan mengandung bahan kimia berbahaya ini terus dikonsumsi?

Jika dikonsumsi dalam waktu lama, dapat menyebabkan kanker karena bahan-bahan kimia berbahaya tadi bersifat karsinogenik. Tentu saja ini sangat tidak baik terutama dikonsumsi anak-anak, karena jajanan juga memegang peran penting dalam memberi asupan energi dan gizi bagi anak sekolah. (*)

Pendidikan yang Diintegrasikan

Benni Sinaga, SE

Pendidikan adalah fondasi suatu bangsa atau negara karena keberhasilan suatu bangsa dapat dilihat dari kualitas pendidikan negara tersebut. Jadi hal yang mulia kalau kita bisa peduli kepada pendidikan.

Menarik pada saat seminar Nasional Pendidikan yang bertemakan “Qou Vadis Pendidikan Indonesia” yang membahas tentang arah politik pendidikan, demokrasi Pendidikan dan anggaran pendidikan bahasan ini menurut saya sudah bagian dari kepedulian kita kepada pendidikan karena tidak banyak orang yang bisa membahas dan berdiskusi tentang bagaimana kondisi pendidikan saat ini yang banyak dibahas sekarang adalah masalah korupsi, kesehatan, ekonomi dan lain-lain.

Saya sangat sepakat dengan ulasan Prof Dr HAR Tilaar yang mengatakan bahwa pendidikan Indonesia harus di kembalikan kepada roh UUD 1945 dan makna pendidikan beliau juga mengatakan bangsa yang cerdas bukan hanya bangsa yang menguasai bahasa asing dan ilmu pengetahuan dan teknologi tetapi meliputi berbagai segi kehidupan. Memang pada saat ini yang terjadi adalah pendidikan kita kehilangan makna dan kehilangan arah tetapi pemerintah tidak pernah menyadari itu.

Jawaban yang sering dari pemerintah adalah kami kan melakukan tugas, tanpa memikirkan bagaimana seharusnya pendidikan itu dalam prosesnya serta bagaimana dengan arah pendidikan itu sendiri. Tak hanya itu sering juga menyalahkan tenaga pendidik, membuat jadi korban, dipaksa mengerjakan sistem pendidikan yang telah dibuat sehingga harus menjerit tak karu-karuan.  Kurangnya koordinasi antara pemerintah, pengamat pendidikan, pendidik dan anak didik inilah yang membuat arah pendidikan semakin jauh dari yang diharapkan.

Diskriminasi pendidikan juga telah mencederai roh pendidikan itu sendiri.  Bila dilihat dalam UUD 1945 Pasal 31 Ayat 1 bahwa setiap warga negara berhak menerima pendidikan yang layak. Dengan adanya RSBI Dan SBI tentu hal ini membuat pendidikan itu menjadi terswastanisasi sehingga menjadi mahal.  Masyarakat mendapat angin segar setelah dinaikkannya anggaran untuk pendidikan menjadi 20 persen dari APBN sungguh hal yang mulia tetapi tak membuat uang sekolah murah.

Kita pun bingung anggaran 20 persen tetapi menyekolahkan anak TK habis juga sebulan 500.000 ribu, ibu-ibu menjerit dana BOS ada, dana alokasi khusus ada, entah kemana semua bantuan lari.

Entah pun uang itu juga ikut menjerit karena  salah sasaran saya pun tidak tahu. Dulu sebelum ada dana BOS uang sekolah murah tetapi setelah ada dana BOS uang sekolah jadi selangit, kadang berpikir untuk apa dana BOS ada. Pernah juga dalam benak saya, entah pun masalah anggaran dan dana BOS ini drama sandiwara papan atas atau pihak yang berkepentingan.

Membicarakan pendidikan di Indonesia tidak bisa di lepaskan dari situasi di lapangan, termasuk tantangan global dan sistem pendidikan yang sesuai dengan situasi dan tantangan itu.

Mungkin sebagian kita sudah terlibat dalam praksis pendidikan. Padahal praksis tanpa refleksi hanya aktivisme (jatuh kedalam pragmatisme pendidikan) tetapi refleksi tanpa praksis hanya verbalisme (bagus digagasan lemah di aksi) pendidikan yang baik seyogianya dalam tegangan praksis-refleksi  (Yonki Karman, Dosen Filsafat)

Pendidikan itu sendiri adalah sebuah bagian dari aktivitas manusia yang terdiri dari tindakan (praktik) dan refleksi (teori) praksis adalah tindakan yang mengubah dunia. Berbeda dari hewan yang hanya bertindak dan itu pun berdasarkan naluri, manusia berpotensi untuk mengubah dunia alamnya.
Itulah sprit yang menggerakkan alumnus ITB, Lendo Novo menggagas sekolah harus dekat alamnya atau kebudayaanya.  Ia kesal melihat sistem pendidikan yang tidak berangkat dari potensi yang di miliki Indonesia yakni alam yang kaya sebagai gedung ilmu pengetahuan sangat disayangkan pada saat itu kebudayaan kita dipisahkan dari pendidikan padahal kedua hal ini adalah suatu hal yang tidak dibisa dipisahkan. Untung saja pada bulan Oktober 2011 Presiden SBY mengembalikan kebudayaan ke dalam lingkungan Kementerian Pendidikan Nasional. Kita perlu belajar dari negara luar, kita lihat sekarang mereka sangat maju dalam pendidikan. Sebagai contoh ada Albert Eistein.  Pasti ada sesuatu dalam pendidikan mereka yang perlu kita pelajari, sebab kualitas orang luar sekarang tidak muncul sedemikian rupa tapi terbentuk dari latar belakang sejarah yang panjang.

Ada pepatah cina yang menyebutkan butuh sepuluh tahun untuk menumbuhkan pohon dan dibutuhkan seratus tahun untuk menumbuhkan manusia.  Jadi bisa kita lihat bahwa keberhasilan suatu bangsa dapat dilihat dari kualitas pendidikannya serta apa yang di ajarkan untuk generasi mereka.
Orang luar bisa cerdas dan pintar karena mereka memasukkan pendidikan sebagai sesuatu yang sangat penting agar ketika menghadapi tantangan mereka bisa menarik keluar apa yang baik.  Pendidikan mereka diintegrasikan pada lingkungannya, terutama terletak dalam keluarga dan konteks hidup sehari-hari.

Mereka diperintahkan untuk mengajarkan nilai-nilai keagamaan, dan kemudian pendidikan tersebut berkembang dalam hal kehidupan, berkeluarga, berbangsa dan bernegara.

Kualitas Pendidik

Realita pendidikan Indonesia tidak bisa juga dilepaskan dari tenaga pendidik yaitu guru dan dosen karena menurut saya aktor yang membangun kualitas pendidikan itu adalah tenaga pendidik.  Tentu guru dan dosen sangat memegang peranan penting dalam pengembangan pendidikan nasional karena guru dan dosen sebagai tenaga pengajar atau yang mendidik atau yang memasukkan ilmu kepada siswa dan mahasiswa.  Siswa dan mahasiswa dididik dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi untuk menjadi pemimpin bangsa berikutnya.

Pendidikan berkualitas tidak terlepas dari tenaga pendidik yang berkualitas karena apa yang di masukkan atau (diajarkan) sangat menentukan kepada keberhasilan bangsa ini untuk jangka panjang.  Saya setuju dengan Dr Howard G seorang dosen  yang mengatakan bahwa selama anda hidup, anda belajar dan selama anda belajar anda hidup.

Dan yang paling menarik adalah setelah saya membaca bukunya yang berjudul “Mengajar untuk mengubah hidup” Suatu hari dia mengundang muridnya makan siang di rumahnya. Setelah makan muridnya berkata, “Pak boleh saya bertanya? tentu kata si Bapak, langsung si anak bertanya. Apa yang membuat Bapak terus belajar? Bapak sepertinya tak pernah berhenti belajar bapak kan sudah Dosen untuk apa lagi belajar. Jawabannya adalah “Nak, saya lebih suka memberi minum mahasiswa dari sungai yang mengalir ketimbang dari kolam yang tergenang. Bagaimana dengan kita apakah kita seorang tenaga pendidik yang memberi minum mahasiswa/murid kita dari sungai yang mengalir? atau justru kita memberi minum dari air yang tergenang?

Solusi Pendidikan

Sesuai dengan  Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengajaran, penelitian ilmiah dan pengabdian masyarakat. Dari ketiga dharma tersebut dapatlah disimpulkan bahwa tujuan pendidikan pada awalnya adalah sangat mulia. Pengertian pendidikan itu sendiri, yaitu memanusiakan, memerdekakan, mencerdaskan serta, mendewasakan seseorang.

Jadi hendaklah kita mengubah haluan, kembali pada prinsip pendidikan yang sebenarnya dan kembali pada UUD 1945.

Pasal 31 bahwa setiap warga negara berhak menerima pendidikan.   Maka hendaklah setiap orang sadar akan tanggungjawab pendidikan yang mereka terima untuk menghindari kebijakan-kebijakan yang menyimpang terhadap dunia pendidikan yang menyimpang.
Maka untuk kita semua masyasrakat terdidik, bijaklah jangan hanya diam. Jadilah seorang pendidik bukan pengajar yang hanya berorientasi pada kecerdasan kognitif semata. (*)