Home Blog Page 13642

Seorang Tewas, Satu Lagi Kritis

Rebutan Lahan, Warga dan Orang Suruhan PT MML Bentrok

LABUHAN- Rebutan lahan seluas 50 hektar antara warga dengan PT Mandiri Makmur Lestari (MML) di Batang Kilat, Sei Mati, Medan Labuhan, berujung bentrok. Puluhan pria bersenjata tajam diduga orang suruhan PT MML, menyerang pemukiman warga, Kamis (12/4). Dalam peristiwa itu, seorang pria suruhan PT MML tewas setelah perutnya terkena sabetan senjata tajam.

Bentrokan ini bermula ketika puluhan pria tak dikenal dengan menumpangi lima unit mobil pribadi dan akutan umum membawa senjata tajam, meringsek masuk ke lahan pertambakan yang digarap warga. “Saat itu warga dikejar oleh beberapa orang, dan ada juga yang meletuskan senjata api. Tapi untungnya tak ada yang kena tembak,” ujar seorang warga mengaku bermarga Marpaung. Sedangkan beberapa pria lainnya melakukan perusakan serta membakar gubuk milik, Wagiran dan Lestari yang biasa dipergunakan sebagai pondok penjaga tambak. Akibat penyerangan tersebut, warga yang awalnya kocar-kacir mulai berkumpul untuk melakukan perlawanan. Warga pun melakukan pengepungan, dengan menutup beberapa akses jalan keluar di lokasi itu. Selanjutnya, warga secara beramai-ramai melakukan penyerangan balasan hingga membuat puluhan pria tersebut berhamburan untuk menyelamatkan diri.

Naas, dua dari puluhan pria diduga orang suruhan itu berhasil ditangkap warga.Kekesalan pun dilampiaskan warga. Bahkan amukan massa ini mengakibatkan seorang di antaranya tewas dengan kondisi mengenaskan. Bagian perut mengalami luka robek diduga terkena bacokan senjata tajam. Sementara seorang lagi, kritis dengan luka cukup serius di bagian perut dan kepala. “Yang seorang lagi masih hidup karena sempat diselamatkan warga, cuma lukanya parah,” ungkapnya. Kedua pria yang menjadi korban amukan massa tersebut oleh warga dibiarkan tergeletak di pinggiram jalan. “Nggak lama pria yang kritis diselamatkan temannya naik mobil, sedangkan yang satu lagi ditinggalkan,” sebutnya.

Meski telah menimbulkan korban jiwa, namun bentrok maut terkait persoalan lahan itu tidak mendapat pengamanan dari aparat kepolisian. “Kami heran juga, kenapa polisi tak ada? Padahal kemarin, sempat terlihat tiga orang polisi berjaga di sini, tapi untuk hari ini kenapa tak ada?” cetusnya.

Terkait bentrokan itu, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Hamam Wahyudi ketika dihubungi tak bersedia mengangkat ponselnya. Sementara, Lurah Sei Mati, Medan Labuhan, Khairil Amri membenarkan kejadian itu. “Keduanya bukan warga kita dan saya belum tahu keduanya berasal dari mana,” ucapnya singkat. (mag-17)

Abdul Muis Seret Jhon Hugo dan Dartati

Dugaan Korupsi Pemungutan PPh PNS 2001-2002 di Pemkab Simalungun

BATU ANAM- Mantan Sekda Simalungun Abdul Muis Nasution yang ditangkap di Makassar, Senin (9/4) lalu, tampaknya tak mau dipersalahkan sendiri. Dia menyeret nama mantan Bupati Simalungun Jhon Hugo Silalahi dan Wakil Bupati Dartati br Damanik.

Menurut Abdul Muis, saat itu keduanya tidak mau tanda tangan pelaksanaan pemungutan PPh PNS 2001-2002, akhirnya program itu berjalan atas tanda tangannya.

“Jhon Hugo dan Dartati tahu pemungutan PPH itu. Saya bicara di ruangan mereka saat itu. Namun keduanya menolak tanda tangan, Jhon Hugo dan Dartati bilang, itu harus tanda tangan saya sebagai pimpinan PNS. Saya mau tanda tangan karena perintah mereka, saya ini bawahan. Kenapa saya saja yang disalahkan? Seharusnya Dartati, ini kan bagian dari kerjaan dia,” ungkap Abdul Muis Nasution saat ditemui di Lapas Kelas IIB Pematangsiantar, Kamis (12/4).

Menurutnya, pemungutan PPh PNS saat itu sudah sesuai dengan prosedur, setelah ditandatangani untuk dipungut, rencana ini diajukan ke DPRD dan Syahmidun sebagai Ketua DPRD juga setuju hal itu dilaksanakan.

“Pada pelaksanaan pemungutan PPh ini, terkumpul Rp7 miliar dan semuanya sudah disetorkan ke kas Pemkab Simalungun. Ini kan pemasukan untuk pemkab, bukan merugikan pemkab,” ujarnya.

Karenanya, dia merasa dizalimi dalam kasus ini. Menurutnya, jika ada indikasi korupsi, harusnya mantan Bupati Simalungun Jhon Hugo Silalahi dan Wakil Bupati Dartati br Damanik juga harus ikut jadi tersangka. “Kenapa saya saja yang menjadi tersangka? Harusnya pertanyaan ini ditanyakan ke jaksa, kenapa saya saja yang disalahkan. Tetapi sudahlah, ini risiko dari jabatan yang pernah saya pegang,” jelasnya.

Sementara mantan Bupati Simalungun Jhon Hugo Silalahi belum bisa dimintai komentarnya. Saat dihubungi, nomor ponselnya aktif, namun tidak diangkat. Pesan singkat yang dikirimkan untuk konfirmasi juga tidak dibalas. Sama halnya dengan mantan Ketua DPRD Syahmidun Saragih, juga belum bisa dihubungi, nomor telepon yang digunakannya selama ini tidak aktif.(ral/smg)

Tak Lolos Verifikasi, Belum Tentu Bisa Ikut Tahun Depan

MEDAN- Sebanyak 23 tenaga honorer kategori 1 di Pemprovsu, diperkirakan gagal menjadi PNS. Pasalnya, ke-23 honorer tersebut tidak lulus proses verifikasi dan validasi di Badan Kepegawaian Nasional (BKN)  dan tak ada jaminan lagi bagi mereka untuk mengulang proses yang sama.

“Yang 23 tenaga honorer yang tidak lulus vericikasi tidak bisa dipastikan apakah bisa diangkat lagi atau tidak,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provsu, Suherman didampingi Kabid Pengadaan BKD Provsu Kaiman Turnip, Kamis (12/4).

Dijelaskannya, nama-nama yang lulus verifikasi akan dilakukan uji publik. Kemudian dilakukan pemberkasan ulang untuk kembali diserahkan kepada BKN.

“Jika saat uji publik nanti, ada yang keberatan maka akan gugur. Setelah 14 hari, kemudian pemberkasan. Baru ada proses surat-menyurat ke BKN untuk diangkat menjadi PNS. BKN yang menentukan pengangkatannya,” tambahnya.

Suherman juga menjelaskan, ada beberapa penyebab 23 tenaga honorer tersebut tidak memenuhi kriteria, diantaranya, tidak ditemukan dalam Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) 2006-2010 (terputus, Red).

Adapun tenaga honorer Pemprovsu yang lulus verifikasi dan validasi BKN yakni Ngikut Ginting, Ramlan, Sadar Ginting, Erna, Ernimalem Br Ginting, Dahlia Istiqma, Kemala Suti, Nova Anggraina, Rudiyono, Saufiya Zaura, Syahfitra, Syaifuddin Anshori, Willy Arya, Dewi Irwati, Erma Bahagia Pakpahan, Karmo.

Kemudian, Hayati Ivana Dora Sukatendel, Iskander, Sri Rahayu, Achmad Sadly Nasution, Jesman Ginting, Juminah, Khairuddin Rangkuti, M Taher, Marasangap Pane, Mhd Anshor Harahap, Muhammad Agus Prayudi, Nur Hafni Lubis,  Andry Hamonangan, Nur’aini, Parlindungan, Ramli, Rudolf Budiyanto Sibarani, Rustam, Sawiyah, Soni, Tumin, Barismen Sitopu, Yenny Azwita, Yusni, Yustinawati, Chairil Anwar, Dame, Edi Susilo, Ester AN, Sariadi.

Selanjutnya, Kristine Rezeki Nainggolan dan Marklin Pardede, Friendly Simanjuntak, Edi Sudarja, Dewi Trisnawati dan Mhd Fandi Abdillah, Edi Sutrisno, Husin, Rendi dan Sugiran.

Kemudian, Alpinus, Aldrinsyah, Sabaruddin, Ahmad Syamsuri Polem, Fanda Syahputra dan Yunita Sahfitri, Ahmad Syahril Saragih, Damenson Hotman Tua Lingga, Lismiani, Fifi Arifnasari, Kakle Harahap dan Karia B Simbolon.

Selanjutnya, Ahmad Yani, Muhammad Asjuandi, Reny Aswita Sianturi, Sulhamdi, Suma Sugiharto, Suwito, Syahruddin, Zulfadli Nst, Ahmad Effendi Nst, Emma Sary Nasution, Faisal Rizal Sitanggang, Hendra Siagian, Hernita Sitorus, Irfansyah, Leonardo Siahaan, Moses Sibagariang.
Kemudian Hasbi, Muhammad Rizki Salam, Ronny Wilfrid Hutagalung, Siti Idayu dan Sri Hami Yanti, Agam, Parsunian Manurung, Pujan, Ronal Sianturi, Selamat, Syamsul Bahri, T Zultuah, Ahmad Misto, Endri Prianto, Helena M Simanjuntak, Khairul Amry, Lukman Sibarani dan Paiman, Eni Pristiawati dan Rienty Minarni Nainggolan.

Selanjutnya Mesno, Muhammad Yunus, Panahatan Pasaribu, Rifan Syahputra dan Zulkarnain Siregar. Irwan Rangkuti, Irwansyah, Muhammad Safii Hasibuan, Nahda, Nanda Rahmana, Radiah Sari, Rosihansyah Rangkuti, Sucipto, Al Mussana Hatta, Syaiful Bahri Napitupulu, Teuku Sulaiman Muly, Aminunsyah Pane, Awaluddin Siregar, Dasni Zetri, Eko Abdul Rahim, Erisa Agustina Pohan, Feri Andrisma dan Hasmarlinda.

Kemudian, Adi, Julaina Nawar, Koko Santoso, Lasdiana Nainggolan, Masta Marisi Sihombing, Meliala Sembiring, Muhammad Rivai Harahap, Nasrul, Nur Andayani, Parningotan Sijabat, Raja Uhum Harahap, Ahmad Suyadi, Raja Oloan Sibagariang, Rony Firza, Rosnidah, Rukayah, Sabaruddin, Seri Murni, Sinton Siboro, Sri Wardani, Srimawarni Ritonga, Suardi, Balandua Sebayang, Sudarto, Supriadi, Tangkas Hasiholan Siregar, Triono Ramadhan, Wahyudin, Wardatul Husna, Zulkhaidir, Eparina Hutabarat, Ernawati, Fitrianingsih, Henri Duaman Sibagariang, Herry Lestari Manalu dan Irfan Tamsi Lubis.
Selanjutnya Ade Frima Koesnanda, Erwin Meilindo Marbun, Fridris Rivai Manurung, Herianto, Junaidi, Muhammad Jefri Fadhillah, Nimrot Tampubolon, Nur’aini, Agus Priono, Rini Trisnawaty, Sri Yanthi Lantika Lumban Toruan, Sry Muliani, Tuan Pantun Edison Simanjuntak, Ahmad Fadhli, Arief Prayogo, Cyrus Ricardo Mallatang, Dedek Siswanto, Desmawati dan Doni Berliana.

Kemudian Bahtar Panjaitan, Deanny Kelana, Dian Sinarti, Iskandar Usman, Marudut Naibaho, Supriono dan Yovira Oktoria Nst. Abu Bakar Neza Alfin, Yanti Hutabarat, Efiana Sirait, Linda Hasibuan, Purwanto, Rahmad Jemali, Rewati Tambunan, Risdiana Daulay, Shinta Riny Nainggolan, Sri Darlina Purba dan Yasmis Harefa.(ari)

Yamaha Peduli Dunia Pendidikan

TAK sekadar memanjakan konsumemnnya dengan produk yang berkualitas, lebih dari itu PT Afa Scorfii sebagai main dealer Yamaha juga peduli dengan dunia pendidikan.

Zainal Abidin, Manejer Edukasi dan Klaim PT Alfa Scorfii mengungkapkan hal tersebut pada acara penyerahan bantuan motor Yamaha dan mesin motor Yamaha kepada tujuh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di Sumatera Utara.“Ini sebagai bentuk apresiasi dan dukungan dari PT Alfa Scorfii  yang ada di 4 daerah di Sumatera Utara,” bilang Zainal Abidin.

Selanjutnya Zainal Abidin pun berharap agar bantuan yang diberikan pihaknya mampu membangkitkan motivasi sekolah untuk lebih serius mendidik para siswa ke arah yang lebih baik lagi. Karenanya, Zainal berjanji jika apa yang dilakukan pihaknya akan berlangsung secara konsisten.
Zainal juga mengungkapkan, program kerja pihaknya bukan hanya memberi bantuan kepada sekolah semata, lebih dari itu PT Alfa Scorfii juga memberikan kesempatan kepada para siswa SMK untuk meningkatkan kemampuan yang dimilikinya lewat program Yamaha Motor Enginering Training Centre yang berlangsung di Jalan Prof HM Yamin SH No 15 EF Medan,“Artinya, kami juga memberi kesempatan kepada para siswa untuk mengaplikasikan apa yang didapatnya di bangku sekolahan dengan bekerja di PT Alfa Scorfii,” ungkap Zainal mantap.

Semantara itu, Kepala Sekolah SMKN 1 Deliserdang Drs Kasdi mengatakan, yang dilakukan PT Alfa Scorfii dengan menerima para siswa tamatan SMK untuk bekerja tentunya membangkitkan motivasi seluruh sekolah untuk menciptakan siswa yang cerdas dan andal.
“Kami berharap kerja sama ini berlangsung dengan  berkesinambungan, sehingga ke depan pihak sekolah mampu menciptakan tenaga kerja yang andal dan berguna terhadap masyarakat banyak,” bilang Kasdi.

Menaggapi harapan yang diungkapkan Kepala Sekolah SMK 1 Deliserdang itu, Dirut  PT Alfa Scorfii Henry Kartaprawira  mengatakan, pasca berdiri selama 25 tahun, PT Alfa Scorfii berkewajiban untuk membalas kepercayaan yang telah diberikan konsumen lewat berbagai kegiatan positif.
Senada dengan Henry, Vice Presiden PT Yamaha Indonesia Manufacturing Hendri Gani  mengatakan, pihaknya telah memberi bantuan kepada 200 SMK yang ada di Indonesia. (jun)

Akses Internet Paling Indonesia

Voucher Flash Unlimited

MEDAN- Investasi dalam pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan purna jual serta inovasi berbagai value added service adalah komitmen Telkomsel untuk membawa masyarakat Indonesia ke dunia broadband. Memberikan akses data yang mudah, terdepan dan terpercaya dengan hadirnya Voucher Flash Unlimited, voucher khusus layanan paket data unlimited.

Head of Telkomsel Area Sumatera, Gilang Prasetya, mengatakan, Internet Paling Indonesia merupakan jawaban Telkomsel akan kebutuhan mobile internet sesuai karakteristik masyarakat Indonesia. Berbagai inovasi akan terus diberikan untuk mendukung kemudahan pelanggan dalam mengakses data di era Beyond Telecomunication.

Sampai saat ini, kata Gilang, Telkomsel telah sukses menggelar layanan broadband di lebih dari 46 kota, dan di tahun 2012 menargetkan untuk menjadikan 100 kota besar di Indonesia sebagai broadband cities. Membawa Indonesia sebagai bagian dari komunitas broadband terdepan di dunia diwujudkan dengan menyediakan bandwith dengan kapasitas gateway internet internasional dan menggelar jaringan 3G terluas berkualitas terbaik melalui lebih dari 9500 Node B atau BTS 3G yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dari Sumatera hingga wilayah Indonesia Timur.

Dari segi inovasi layanan, Voucher Flash Unlimited hadir untuk memberikan kemudahan bagi pelanggan SimPATI dan KartuAS mengkases internet kapan saja dimana saja. Dengan menggunakan Voucher Flash Unlimited pelanggan langsung dapat mengakses internet tanpa melakukan registrasi terlebih dahulu. Pelanggan dapat menggunakan Voucher Flash Unlimited melalui SMS maupun melalui panggilan ke 888. (sih)

Akses Internet
Paling Indonesia

Benahi Infrastruktur Pemukiman

Dinas Tarukim, Kebersihan dan Pertamanan

Terwujudnya infrastruktur berwawasan lingkungan pemukiman yang tertata rapi, nyaman, bersih dan indah serta pemanfaatan ruang terbuka hijau, merupakan visi Dinas Tata Ruang dan Pemukiman, Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Serdang Bedagai.

Sebagai instansi di bawah naungan Bupati Sergai Ir HT Erry Nuradi MSi dan Wakilnya Ir H Soekirman, Dinas Tarukim, Kebersihan dan Pertamaan menjabarkan visinya itu melalui misi yang sudah dibuat. Setiap tahun dengan anggaran yang ada,  Dinas Tarukim, Kebersihan dan Pertamanan yang dipimpin oleh H Herman Sitorus SH, MSP ini terus melakukan pembangunan.

Hal ini kata Herman dimulai dengan penataan tata ruang daerah khususnya di Sei Rampah sebagai ibu kota Kabupaten Sergai. Penataan ini ditandai dengan pembangunan jalan setapak, saluran drainase yang permanen, dan berbagai pembangunan pedesaan yang menyentuh kepentingan masyarakat. Bahkan ada juga di suatu daerah yang membuat infrastruktur baru disamping memperbaiki infrastruktur yang sudah ada.

Selain itu, dari sisi pertamanannya sambung Herman, dinas yang dipimpinnya juga membangun dan merawat taman-taman kota serta mengiasinya dengan lampu gemerlap sehingga tercipta suasana nyaman dan indah. Salah satu contoh adalah mengiasi gapura Sei Ular dengan berbagai hiasan lampu, kemudian ada juga gapura Firdus sebagai pintu masuk menuju ibu kota Kabupaten Serdang Bedagai.

Tak hanya gapura sambung Herman, taman-taman kota semisal taman segi tiga  perbaungan, taman kota galuh dan lain sebagainya juga turut menjadi perhatian Dinas Tarukim, Kebersihan dan Pertamanan. Namun yang tak kalah pentingnya lagi adalah menciptakan suasana bersih sehingga tercipta lingkungan sehat di wilayah Kabupaten Serdang Bedagai. Dengan dua Tempat Penampungan Sampah (TPA) serta fasilitas kebersihan semisal kontainer sampah, bak sampah, becak sampah dan lain sebagainya paling tidak bisa menciptakan suasana bersih dan bebas dari sampah yang dapat menyebabkan penyakit bagi warga Sergai.

Herman menambahkan selain penataan wilayah, Dinas Tarukim, Kebersihan dan Pertamanan juga  turut melakukan penataan bangunan perkantoran. Tahun 2011 saja, mereka sudah membangunan kantor Badan Penanggulangan Bencana Sergai, pembangunan PAUD, mes dan lain sebagainya. Kemudian yang sedang berjalan lagi adalah mendesain pembangunan kantor Polres Serdang Bedagai, pembangunan fasilitas MTQ, dan lain sebagainya. Herman berharap dengan misi yang sudah dibangun ini, akan tercapai visi yang diinginkan sehingga Sergai memiliki nilai lebih di bandingkan daerah otonom yang lain khususnya yang berada di Sumatera Utara. (dra)

Suami Tak Sabar Tunggu Album Baru

Bunga Citra Lestari

Sudah empat tahun ini Bunga Citra Lestari belum mengeluarkan album baru. Sebenarnya karya perempuan yang akrab disapa BCL ini sudah banyak ditunggu. Tidak hanya oleh penggemar, tapi juga oleh suaminya, Ashraf Sinclair.

Proses pembuatan album ketiganya memang cukup lama. Beberapa waktu lalu dia sempat mengucap bahwa album anyar itu akan dirilis Maret. Tapi, hingga sekarang belum terjadi juga. “Saya menunggu banget album baru istri saya. Kapan sih keluarnya” Sebab, saya juga penggemar dia. Saya adalah orang pertama yang selalu menunggu karya-karyanya,” ungkap Ashraf saat ditemui di Rasuna Epicentrum, Jakarta, Selasa malam (10/4).

Mendengar komentar suami seperti itu, BCL yang malam itu mengenakan bustier hitam dipadu celana merah menyahut, “Ah, kalau dia mah sebenarnya sudah tahu bocorannya (kapan album dirilis). Tunggu aja ya.”

Pasangan ini memang selalu tampil hangat. Di beberapa kesempatan pasangan yang menikah pada 8 November 2008 ini sering terlihat berdua. Kadang juga bertiga bareng buah cinta mereka, Noah. Padahal, baik BCL maupun Ashraf sama-sama sibuk. “Sesibuk apa pun harus ada waktulah buat berduaan,” tutur penyanyi yang baru mengeluarkan single berjudul Wajahmu Ingatkanku ini.

Lalu adakah rencana mereka untuk segera menambah momongan” Ashraf menyatakan tidak masalah. Menurut dia, tambah buah hati memang bukan rencana dalam waktu dekat. Tapi, kalau diberi karunia itu, dia akan senang. Justru BCL yang masih agak bimbang.

Waktu hamil anak pertama, berat badan bintang film Saus Kacang ini memang naik sampai 25 kilogram. Sekarang beratnya sudah mendekati normal. Selain harus menjaga makan dan olahraga, dia mengikuti treatment khusus untuk menurunkan berat badan. (jan/c2/na/jpnn)

Sadis Kali Kau Bunuh Anakku…

Rekonstruksi Penganiyaan dan Pembakaran di Kutalimbaru

MEDAN-Satuan Reskrim Polresta Medan merekonstruksi penganiayaan diiringi pembakaran yang menewaskan Ricardo Jefferson Sitorus (26) dan Christian Marko Siregar (25), warga Jalan Perkutut Gang Gereja, Helvetia, di Kampung Merdeka, Desa Lau Bakeri, Kecamatan Kutalimbaru, Minggu (26/2) lalu.

Rekontruksi dilakukan di halaman Mapolresta Medan dengan 24 adegan. Tersangka pelaku masing-masing diperagakan langsung oleh Erwin Tarigan, Edi Suranta Ginting dan Syukur Sembiring. Sedangkan korban diperagakan oleh petugas Sat Reskrim Polresta Medan.

Ricardo Jefferson  Sitorus (26) dan Christian Marko Siregar (25) bersama rekan Briptu Albert, Bambang Irwanto dan Moses Purba menumpang mobil Kijang Innova hitam dengan nomor plat polisi BK 1020 HK.

Saat di perjalanan kelimanya dihubungi Koptu Suroso melalui telpon selularnya. Kemudian kedua korban bersama rekan-rekannya bertemu di sebuah warung Belut Ijo di kawasan Pancur Batu.

Di warung itu mereka mengatur strategi penangkapan bandara togel di lokasi kejadian  bernama Kelana. Usai menyantap makanan, kemudian mereka meluncur untuk melakukan penangkapan. Mereka menghubungi Kelana dan mengajak bertemu di kolam di kawasan Lau Bakeri Kecamatan Kutalimbaru.
Setelah bertemu dengan Kelana, Bambang Irwanto langsung memanggil Kelana, namun Kelana lari dan berteriak mengatakan korban dan kawan-kawannya pencuri. Wara pun beramai-ramai menganiaya dan membakar Ricardo Jefferson Sitorus dan Christian Marko Siregar beserta mobilnya. Untungnya, teman-temannya yang lain berhasil kabur.

Rekontruksi disaksikan oleh Kasi Pidum Lubukpakam, Maria Makdalena Sembiring, keluarga korban dan keluarga para pelaku.
Ibunda Ricardo Jefferson Sitorus, Posmaria Sibarani (49), sempat memaki pelaku dan hendak memukul pelaku namun dihadang oleh petugas.
“Sadis kali kau bunuh anak ku,” kata Posmaria.

Posmaria Sibarani mengatakan, yang menghubungi anaknya dan teman-temannya Koptu Edi Suroso lah yang merencanakan semuanya.
“Aku yakin dalang intlektualnya adalah Koptu Suroso yang merencanakan semua ini,” katanya.

Dirinya juga kecewa kepada tim penyidik yang tidak menghadirkan Koptu Edi Suroso dalam rekontruksi ini.
“Mana dia (Koptu Suroso, Red) tidak dihadirkan,” ucapnya.

Menurutnya, Kopto Edi Suroso sudah beberapa kali datang ke rumahnya, terakhir kali malam Natal (25/12) tahun yang lalu. Koptu Soruso sempat pulang ke rumah meminjam mantel hujan, karena malam itu hujan.

“Aku tidak tahu apa tujuan kedatangannya dan aku tidak ada curiga karena banyak teman-temannya yang datang ke rumah,” ungkapnya.
Menurutnya, Briptu Albert dan Marko Siregar juga merupakan teman anaknya sewaktu di bangku SMP, sehingga keduanya sering ke rumah.
Dirinya mengharapkan kepada pihak penegak hukum untuk memproses kasus ini dengan seadil-adilnya.
Rekontruksi dipimpin langsung oleh Kanit Ranmor Sat Reskrim Polresta Medan AKP Ronald Sipayung.
“Rekontruksi ini dilakukan untuk melengkapi berkas,”ujarnya. (gus)

Adele Penyanyi Muda Terkaya

Album ‘21’ Adele memang menjadi album terlaris sepanjang masa. Berkat album yang berisikan kisah tentang patah hatinya itu, Adele dinobatkan menjadi salah satu penyanyi muda terkaya.

Di usia 23 tahun, Adele berpenghasilan Rp 292 miliar dan meningkat Rp 204 miliar hanya dalam satu tahun dari album ‘21’. Penyanyi asal Inggris itu menduduki daftar musisi Inggris terkaya di Sunday Times Rich.

Album ‘21’ terjual lebih dari 20 juta kopi di seluruh dunia.  Pelantun ‘Someone Like You’ itu pun akhirnya mendapatkan banyak penghargaan atas albumnya tersebut.

Tapi, tidak hanya Adele penyanyi muda yang berpenghasilan miliaran. Jessie J juga termasuk dalam daftar penyanyi muda terkaya dengan pendapatan Rp 73 miliar.

Album pertama Jessie J ‘Who You Are’ terjual hampir satu juta kopi. Bahkan kini pelantun ‘Price Tag’ itu menjadi salah satu pelatih vokal di program TV ‘The Voice’.

Adela yang bernama lengkap Adele Laurie Blue Adkins,  lahir di Inggris pada tanggal 5 Mei 1988. Dia telah malang melintang di dunia musik sejak usianya masih 19 tahun.

Adele lahir dan diasuh oleh seorang ibu yang melahirkannya di usia yang relatif muda. Ibunya sendiri adalah seorang single parent yang bekerja sebagai pembuat barang mebel. Namun demikian, ibu Adele sangat mendukung bakat bermusik putrinya.

Pada usia 16 tahun, Adele mulai menulis lagu berjudul Hometown Glory. Lagu tersebut menjadi rekaman pertama  sekaligus mengantarnya menjadi musisi ternama. Awalnya, minat bermusiknya sangat dipengaruhi oleh Spice Girls, namun seiring usia, dia bergeser le arah R&B akibat pengaruh Aaliyah, Destiny’s Child dan Mary J Blige. (bbs/net)

Pemko Bentuk PPID Kota Medan

Sejak Undang-undang Nomor 14 tahun 2008 dikeluarkan, lembaga publik harus dapat memberikan keterbukaan informasi kepada masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kota (Pemko) Medan membentuk Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) untuk mewujudkan pelayanan yang cepat dan tepat kepada masyarakat.

“PPID ini nantinya bertugas memberikan informasi tentang berbagai hal di bidang pembangunan, pemerintahan juga bidang social kemasyarakatan. Jadi, nantinya informasi itu akan disampaikan kepada masyarakat dengan prosedur misalnya melalui Kabag Humas Pemko Medan, sehingga nantinya, informasi yang disampaikan ke masyarakat jadi satu pintu dan disebarkan melalui media massa agar tidak terjadi kesalahpahaman informasi,” kata Wali Kota Medan Rahudman Harahap, usai menunjuk PPID Pemko Medan, Kamis (12/4).

Setelah PPID Pemko Medan ini dibentuk, diperlukan sosialisasikan kepada seluruh PNS di jajaran Pemko Medan.

“PNS itu harus memahaminya dengan jelas, sama halnya dengan PPID ini nanti apa saja yang akan dikelolanya. Saya berharap dalam bekerja ini kita harus saling mengawasi. Tidak hanya atasan saja yang bisa mengawasi bawahan, tapi juga bawahan bisa memberikan saran kepada atasan,” ujarnya.
Kadis Infokom Medan Zulkifli Sitepu mengatakan, sesuai UU No 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik, masyarakat berhak mendapatkan informasi dan dokumentasi dari badan publik atau instansi public, terutama di Pemko.

“Cuma saja ada memang pengecualiaan yang memang itu tidak perlu diberikan kepada masyarakat kalau memang informasi itu dianggap menyangkut rahasia negara, hak intelektual orang lain,” tuturnya seraya menambahkan PPID.

Sesuai pasal 13 dalam UU tesebut tertuang, menyatakan untuk mewujudkan pelayanan publik yang cepat dan tepat maka Pemko harus menunjuk pejabat pengelola informasi dan dokumentasi.

“Selain itu juga harus membuat dan mengembangkan sistem penyediaan layanan informasi secara cepat, mudah dan wajar sesuai dengan petunjuk teknis standar layanan informasi public yang berlaku secara nasional,” terangnya.
Tujuan dibentuknya PPID Kota Medan ini, terangnya untuk menjamin hak warga negera mengetahui rencana pembuatan kebijakan publik program kebijakan publik, proses dan alasan pengambilan suatu keputusan publik.
Selain itu untuk meningkatkan peran aktif masyarakat, mendorong partisipasi masyarakat, meningkatkan pengelolaan dan pelayanan informasi di lingkungan badan publik, pengembangan ilmu pengetahuan. Selain itu, untuk mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik, yaitu yang transparan, efektif dan efisien akuntabel serta dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam SK Wali Kota Medan tentang penunjukkan PPID Pemko Medan ini yang menjadi pesertanya adalah Wali Kota Medan sebagai pengarah, Wakil Wali Kota Medan sebagai pengarah, Sekda Kota Medan sebagai penanggungjawab, sementara Kadis Kominfo Kota Medan sebagai Koordinator.
Selain itu dalam PPID ini juga ada Kabid Komunikasi media cetak dan elektronik sebagai Sekretaris, Sekretaris Inspektorat Badan dan Dinas, Kabag tata usaha RSU daerah dan Satpol PP, Kabag Humasy dan Protokol Sekwan, Sekretaris Korpri, Kasubbag tata usaha kantor juga Sekretaris kecamatan. (saz)

Sediakan Informasi Cepat dan Murah

Penetapan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di jajaran Pemko Medan diharapkan mempermudah masyarakat Kota Medan mendapatkan segala informasi baik mengenai bidang pembangunan, pemerintahan juga bidang sosial kemasyarakatan.

Menurut pengamat komunikasi Iskandar Zulkarnain, pembentukan PPID ini untuk menjawab UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang lembaga publik harus dapat memberikan keterbukaan informasi kepada masyarakat.

“Kita minta Pemprov Sumut membentuk badan serupa,” ujarnya, Kamis (12/4).

Ia berpendapat, Sumut dan Kota Medan sebenarnya sudah tertinggal dibandingkan daerah/kota lain.

“Berbagai kota besar di Indonesia sudah lebih dulu menerapkan hal ini. Namun, dengan dibentuknya PPID ini, kita harap tugas yang mereka emban dalam menyediakan informasi yang cepat dan tepat kepada masyarakat luas dapat dilakukan dengan baik,” kata Zulkarnain.

“Jadi saat ini, jika ada masyarakat yang membutuhkan informasi tentang apa saja, misalnya mengenai APBD Kota Medan, dan informasi tersebut terlalu lama baru diterima atau sama sekali tak dipampangkan, maka masyarakat berhak menuntut,” tambahnya.

Ia juga menuturkan, dengan terbentuknya PPID ini merupakan pernyataan kesiapan pemerintah daerah, dalam hal ini Pemko Medan, untuk merealisasikan UU No 14/2008.

“Ini bentuk pengejawantahan UU tentang informasi publik. Jadi pemerintah wajib menyediakan informasi yang cepat, tepat sekaligus murah,” jelas Zulkarnain.

Bagi Zulkarnain, pembentukan PPID ini merupakan hal yang cukup positif.

“Namun, tak semua informasi pula yang bisa dikonsumsi masyarakat. Masyarakat juga harus tau haknya dalam mengakses berbagai informasi. Untuk informasi dengan label ‘rahasia negara’ tentu tak akan disediakan, termasuk informasi yang sedang dalam penyelidikan Polri,” paparnya lagi.
Zulkarnain mengharapkan, dengan PPID ini masyarakat tak hanya sekadar mendapat informasi tapi juga disediakan dengan kemasan yang tepat dan akurat se kaligus cepat dan murah. (saz)