Home Blog Page 13658

Wapres Kritik Jalan Rusak

SIMALUNGUN- Wapres Boediono menyinggung keras kondisi jalan yang rusak parah sepanjang jalan bandara perintis Pamatang Raya hingga Purba Hinalang. Dalam  kunjungan ke Simalungun, Sabtu (14/4), Boediono meminta sinergitas Pemkab Simalungun dengan departemen teknis terkait agar pembenahan infrastruktur dapat direalisasikan secepatnya.

“Perjalanan kami dari bandara ke sini memakan waktu satu jam. Kondisi jalan yang kami lalui tadi rusak parah. Kalau jalannya bagus saya yakin kurang dari satu jam sudah sampai di sini,’’ katanya. Boediono meminta Bupati Simalungun JR Saragih selekasnya  berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum agar proyek pembenahan jalan negara tersebut dianggarkan di APBN. ‘’Barangkali Bupati sengaja ini. Bupati ingin menunjukkan beginilah kondisi jalan kami setiap hari. Saya harap infrastruktur jalan yang rusak kayak tadi harus segera ditangani Kementerian Pekerjaan Umum,” jelas Wapres yang disambut senyum Bupati JR Saragih.

Dalam kunjungan kerja ke Simalungun pada hari itu Wapres Boediono mengaku dirinya  amat bahagia. Wajah bahagia itu terpancar dari raut Boediono yang beberapa kali tampak tertawa lepas saat berdialog dengan warga Nagori Purba Hinalang di Kecamatan Purba. Sejumlah menteri yang hadir juga ikut tertawa mendengar dialog warga dengan Wapres yang berjalan spontan dan terbuka.

Seorang warga bernama J Purba melontarkan pernyataan yang membuat Boediono tertawa lebar. Purba mengatakan warga setempat dulunya beternak sapi, lembu, dan kambing dalam jumlah yang banyak. Namun maraknya aksi pencurian membuat warga malas memelihara ternak lagi. “Kami mohon pak Wapres menyampaikan kepada pak Presiden agar kami diberikan bantuan ternak. Tapi sebelum ternak diberikan kami minta pencurinya ditangkap dulu. Para pencuri itu yang bikin kami malas memelihara ternak,” ucap Purba disambut tawa Wapres.

Seorang warga lainnya, boru Sinaga, juga membuat Wapres tertawa lebar lantaran berani menyanggah pernyataan Plt Gubsu Gatot Pudjo Nugroho yang menjadi moderator pada dialog tersebut. Wapres mengaku amat menghargai keterbukaan yang ditunjukkan warga Simalungun.   “Inilah yang saya senangi dari masyarakat Sumut. Masyarakat-nya suka tembak langsung, suka terus terang. Beda dengan orang Jawa. Kalau menyampaikan sesuatu mutar-mutar dulu. Saya bahagia berada di Simalungun hari ini,” tukas Wapres yang didampingi Ny Herawati Boediono yang berulangkali terlihat senyum-senyum melihat kepolosan warga .

Seusai dialog, Wapres meresmikan proyek air minum yang digagas PNPM Mandiri di Nagori Purba. Boediono mengapresiasi para penggiat PNPM Mandiri, pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), serta tenaga medis yang mengabdi di daerah tersebut. Dalam kesempatan itu pula Pemkab Simalungun mendapatkan bantuan hibah pendidikan sebesar Rp2,7 miliar dari Kementerian Pendidikan Nasional saat Wapres mengunjungi SMAN Plus Pematang Raya. Wapres mengatakan sektor pendidikan dan kesehatan adalah dua program pokok yang harus diberikan perhatian dan tak boleh dipisahkan satu sama lain.

“Kesehatan dan pendidikan itu sangat menentukan kualitas sumber daya manusia. Keduanya seperti software (perangkat lunak) dan hardware (perangkat keras) dalam komputer. Jika software rusak, komputer akan kosong dan tak bisa dipakai. Sebaliknya jika hardware rusak, mesin komputer itu akan mati,” paparnya.

Rombongan Wapres Boediono tiba di Bandara Perintis Pamatang Raya menggunakan tiga helikopter pukul 08.10 WIB. Turut serta Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Pendidikan Muhammad Nuh, Menteri Perhubungan EE Mangindaan, Gubsu Plt Gatot Pudjo Nugroho, dan sejumlah pejabat setingkat Dirjen.

Bupati Simalungun JR Saragih menyematkan pakaian adat Simalungun sebelum Wapres dan rombongan berangkat ke Nagori Purba Hinalang menumpang mobil Jaguar hitam berplat ‘’Indonesia 2’’. Barisan anak SD hingga SMA yang melambaikan bendera merah-putih menyambut kedatangan Boediono. Sesekali Wapres menurunkan kaca mobil membalas lambaian tangan siswa dan warga sekitar. (ral)

Ria Hutagaol, Menuju Miss Indonesia

Cantik, enerjik, dan bersahaja, itu kesan yang tersirat dari penampilan kontestan ‘’Miss Indonesia 2012’’ Kastria Hutagaol.

MEDAN- Kastra, yang akrab disapa Ria ini, terpilih mewakili Sumut berkompetisi memperebutkan ‘’Miss Indonesia 2012’’ yang berlangsung di Jakarta pada 28 April 2012 mendatang.

Pemilik nama lengkap Kastria Soldiana Elizabeth Hutagaol yang sedari kecil hobi bernyanyi dan modeling ini, Kamis (19/4), bertandang ke kediaman mantan Sekdaprovsu DR RE Nainggolan di Jalan Beringin, Medan. Kedatangan Ria dan rombongan pada pukul 08.00 WIB itu disambut hangat oleh RE Nainggolan beserta keluarga.

Ria yang didampingi manajer dan orangtuanya, meminta dukungan moral kepada RE (sapaan akrab RE Nainggolan, Red) untuk maju pada putaran ‘Miss Indonesia 2012’’. Menurut Ria, ada dua alasan penting kenapa dirinya perlu bertemu RE. ‘’Pertama, pak RE adalah tokoh Sumut jadi saya merasa sangat perlu sowan ke beliau, dan kedua, sebagai putri Batak, saya harus mendapat masukan mengenai budaya Batak dari seorang tokoh Batak seperti Pak RE,’’ tukasnya.

Ria mengistilahkan pertemuan itu sebagai ‘’tour of duty’’ untuk memperkaya khazanah berpikir dari tokoh-tokoh penting di Sumut. Disinggung pencapaiannya yang sangat  membanggakan Sumut pada awal pertemuan, Ria mengaku justru semula dirinya tak terpikir merintis karir di dunia modeling.

“Dulu punya cita-cita jadi sarjana hukum seperti papa, tapi sekarang ya, fokus ke modelling,” jelas Ria tersenyum sembari melirik manja kepada sang ibunda yang setia mendampinginya. Kemunculan Ria di dunia modeling memang bukan tiba-tiba. Berbagai prestasi sudah ditorehkan putri sulung dari lima bersaudara ini. Pada  2011 lalu Ria dianugerahi ‘Dewi Natur Indonesia 2011’ di Jakarta sebagai ‘’Brand Ambassador Natur’’.

Alumnus Teknik Konversi Energi Politeknik Negeri Medan 2011 ini juga menyabet lima besar finalis ‘’Dara Medan’’ pada 2010 lalu. ‘’Terakhir saya jadi finalis ‘’Miss Celebritis SCTV’’ di Medan,” ungkap perempuan yang mengaku percaya diri adalah modal utamanya menuju perhelatan ‘’Miss Indonesia 2012’’.

Dalam pertemuan satu jam itu, RE meminta Ria mengharumkan nama Sumut di level nasional, khususnya memopulerkan kekayaan budaya Batak di depan para juri. Misi ini dinilai penting karena kekayaan budaya adalah magnet bagi dunia luar yang ingin mengenal lebih dekat Sumatera Utara.
RE berharap Ria tetap menjadi sosok perempuan moderen yang tidak tercerabut dari akar budayanya. ‘’Pengetahuan budaya yang luas dari seorang perempuan cantik dan moderen tentunya menimbulkan kekaguman pihak lain. Menggabungkan keduanya bukan hal yang mudah sebab membutuhkan ketekunan dan kerja keras. Tapi saya amat yakin Ria pasti mampu dan bisa,’’ tukas RE menyemangati.

Ria yang disemangati mengaku dirinya amat bangga terlahir sebagai putri Batak. Kebanggaan itu tecermin dari sosok idolanya di dunia modeling, yang tak lain adalah model cantik Nadya Hutagalung.

”Nadya itu wajahnya cantik dan punya penampilan yang bersahaja dan cerdas lagi,” ucapnya. Begitu pula di level internasional, Ria amat mengidolakan model Natalie Glebova yang memenangkan kontes kecantikan ‘’Miss Universe 2005’’ di Bangkok. “Karena kami sama-sama dari jurusan sains,” ujar pemilik ijazah politeknik Konversi Energi ini. (rel/val)

Belajar Buat Makanan Ringkas dan Praktis

Demo Masak Harian Sumut Pos-Merica Food Center Millennium Plaza

Berbagai tips dan resep masakan memanjakan para pengunjung yang hadir dalam demo masak bersama Chef Ranu Visunda.

Farida Noris, Medan

Dengan gayanya yang khas dan kocak, chef Ranu yang asal Surabaya ini berbagi kepada para pengunjung cara membuat makanan yang ringkas dan praktis hanya dengan menggunakan bahan sederhana.

Demo masak yang bekerjasama dengan Harian Sumut Pos dan digelar di Merica Food Center Millennium Plaza, Jalan Kapten Muslim  Helvetia Medan, Sabtu (14/4) ini, chef Ranu Visundha juga membagi resep masakan kepada para pengunjung mengenai cara membuat nasi bakar praktis, iga bakar madu sambal mangga muda, ayam goreng crispy, sup singkong sehat dan susu sari kedelai.

“Acara demo masak ini, kita lebih memperkenalkan resep masakan kepada pencinta kuliner. Disini kita sharing bagaimana membuat makanan hanya dengan modal sedikit dan bahan yang sederhana hasilnya mampu menggoda siapa saja dan dapat dibisniskan,” kata chef Ranu Visundha.
Bahkan, pada kesempatan itu, chef Ranu Visunda juga mengkupas habis cara gampang membuat masakan untuk para pemula. “Kita ingin, pengunjung yang datang, dapat memasak masakan dengan cara yang sangat sederhana meski peralatannya juga sederhana. Jadi, pengunjung nantinya dapat langsung mempraktekkan resep itu dirumah,” ungkapnya.

Selain itu, bagi para pengunjung yang ingin berbisnis kuliner, juga bisa sharing. “Kemampuan membuat makanan lezat tidak menjamin keberhasilan dalam usaha kuliner. Karena mengetahui cara membuat makanan dengan mengelola bisnis sama sekali berbeda. Untuk itu, kita harus menguasai keduanya,” terang chef Ranu Visunda yang dalam beberapa kesempatan hadir bersama Maspion Group.

Beberapa pengunjung yang tertarik juga terlihat melontarkan pertanyaan kepada chef Ranu Visunda. Pengunjung juga diberi kesempatan untuk mencoba makanan yang telah dimasak. “Bagi anak-anak yang sulit makan, orangtuanya bisa mencoba menu masakan sup singkong sehat. Masakan ini sangat baik untuk perkembangan anak, karena mengandung banyak vitamin,” urainya.

Tips yang spesial, lanjut chef Ranu Visunda, adalah cara membuat sari kedelai dalam tempo 20 menit siap saji dengan menggunan soya bean milk maker produk maspion. “Cara membuatnya sangat gampang dan cepat. Sari kedelai, merupakan pilihan para vegetarian atau pelaku diet. Bagi mereka yang ingin diet, susu kedelai bagus karena mengandung lesitin. Susu kedelai merupakan salah satu sumber protein nabati terbaik,” bebernya. (*)

Razia Bocor, Hanya 10 PSK Terjaring

MEDAN- Sedikitnya 10 wanita pekerja seks komersil (PSK) terjaring razia Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Medan, Jumat (13/4) malam. Uniknya, sebelum razia digelar sejumlah ruas jalan tempat PSK menjajakan seks tampak sunyi.

Amatan Sumut Pos, sebelum razia digelar. Biasanya pada malam hari, di pinggiran Jalan Iskandar Muda dan Jalan Gajah Mada ramai berdiri PSK. Tapi, saat hendak digelar razia pada malam hari, para PSK itu tak tampak. Sama halnya di Jalan Jamin Ginting dan Jalan Setia Budi Ujung, para PSK tak tampak.
Sejumlah pedagang Warkop di Lapangan Gajah Mada mengaku, PSK sepi di depan taman karena sesaat lagi akan digelar razia PSK. “Ya biasalah, libur dulu PSK ini. Karena mau ada razia,” ucap seorang pedagang warkop yang sedang bercerita.

Begitupun, Dinsosnaker bersama 60 Personel Gabungan dari Sat Pol PP Sat, TNI dan Polsi tetap menggelar razia PSK yang berkeliaran pada malam itu. Razia dimulai dari Hotel Melati di kawasan Jalan Ngumban Surbakti, Jalan Gatot Suboroto, Jalan Sei Wampu dan berakhir di Jalan Gajah Mada. Dari beberapa lokasi, satu persatu PSK terjaring saat menunggu pria hidung belang.

Kepala Bidang Pelayanan Dinsosnaker Kota Medan, Zailun mengatakan, operasi yang digelar sebagai upaya menekan tingginya angka prostitusi di beberapa kawasan. “Keberadaan PSK semakin meresahkan, makanya dirazia,” katanya.

Penelusuran petugas itu berakhir, Sabtu (14/4) dinihari sekira pukul 01.00 di Jalan Gatot Subroto. Dari berbagai tempat, petugas menjaring 10 PSK dan  langsung dibawa ke Kantor Dinsosnaker. (gus)

Bayar Rp6 Ribu, Pekerja Informal Dapat Jamsostek

MEDAN- DPD Serikat Pekerja Sektor Informal (DPD SPINDO) memfasilitasi pekerja di sektor informal di Sumut mendapatkan kartu Jaminan Sosial dan Tenagakerja (Jamsostek). Terbukti, sudah ada 23 ribu pekerja informal seperti buruh harian lepas dan nelayan mendapatkan Jamsostek.

Pernyataan itu disampaikan Ketua DPD SPINDO Sumut, Jhon Piter Silaen usai dilantik, Sabtu (14/4) di Deli Room, Lantai II, Hotel Danau Toba International.

Piter membeberkan, sejauh ini baru ada 9 DPC SPINDO di Sumut, diantaranya DPC SPINDO Medan, Deliserdang, Pematangsiantar, Simalungun, Samosir, Karo, Batubara, Toba Samosir dan Serdang Bedagai.

Dibentuknya kepengurusan DPC SPINDO di masing-masing kabupaten/kota se-Sumut sebagai bagian untuk mensejahterakan pekerja dengan memberikan jaminan sosial kepada pekerja di Sumut. Teknisnya, DPC SPINDO akan mengkader pekerja informal dan selanjutnya diajukan mendapatkan Jamsostek.

“Khusus para pekerja sektor informal, SPINDO menjadi fasilitator agar pekerja informasl bisa mendapatkan dan mengajukan  ke Jamsostek,” ujarnya.
Menyingung itu, Ketua Umum DPP SPINDO, H Maliki SSos menerangkan, kesejahteraan sosial sangat diperlukan, karena itu jelas tertulis dalam UUD 1945.

“Saya berharap Ketua DPD SPINDO Sumut harus lebih kritis dan bangkit untuk memperjuangkan nasib pekerja, khususnya di Sumut,” ujarnya.
Dia menyampaikan, pekerja merupakan satu tiang sektor ekonomi, di mana pekerja menjadi mesin penggerak ekonomi harus lebih diutamakan lagi kesejahteraannya.

Di tempat terpisah, Bendahara Umum DPD SPINDO Sumut, Makmur Sardion Manalu SH menyampaikan, para pekerja informal hanya cukup membayar uang iuran sukarela, seminimalnya Rp6 ribu per orang per bulan.

Sementara itu, mewakili Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, Ety Sugiarti SH MM menuturkan, pekerja itu jelas harus dilindungi sesuai dengan UUD 1945.  “Hak pekerja diatur dalam Pasal 28 ayat H UUD 1945, di mana pekerja harus diutamakan kesejahteraannya,” ujarnya.

Sedangkan perwakilan Jamsostek, P Sinulingga mengaku, pihaknya mendukung program DPD SPINDO Sumut untuk merangkul seluruh pekerja bisa memegang Jamsostek. “Kami berharap semua pekerja bisa terlindungi dan sejahtera,” ucapnya.

Dia menyebutkan, pada prakteknya, pekerja yang sudah pasti dilindungi merupakan pekerja yang bekerja di pemerintahan, perusahaan asing, TNI/Polri. Sedangkan pekerja di luar bidang tersebut belum dilindungi secara maksimal.

“Dengan dibentuknya DPD SPINDO Sumut ini semua pekerja di luar bisa terlindungi dan lebih sejahtera,” ungkapnya. (jon)

Satu Penumpang Tewas, Belasan Luka-luka

Ngebut, Dua Rajawali Terbalik

PANCURBATU- Kebut-kebutan untuk kejar setoran, dua angkutan mini Rajawali terbalik di Jalan Jamin Ginting Km 23-24, Desa Tiang Layar Kecamatan Pancurbatu, Sabtu (14/4) sekira pukul 07.00 WIB. Akibatnya satu orang tewas, 14 orang lainnya luka-luka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun POSMETRO MEDAN (Sumut Pos) di lapangan menyebutkan, sebelum kejadian angkutan mini Rajawali BK1052 MF yang dikemudikan Simon datang secara bersaman dengan angkutan mini Rajawali BK1630 MA hendak menuju Medan. Dengan membawa puluhan penumpang yang sebagian besar pelajar.

Setibanya di Jalan Jamin Ginting Km 23, kondisi jalannya sedikit menikung, satu yang hendak mendahului Rajawali yang ada di depannya, tapi naas saat mendahului tersebut, tiba-tiba kedua angkutan mini itu bersentuhan dinding yang membuat satu angkutan mini jatuh ke berem jalan, yang mengakibatkan kedua angkutan mini terguling ke bahu dan berem jalan.

Akibat insiden itu, seorang warga Dusun IV Lau Macem Desa Sugau, Deliserdang, Apriandi Ginting (15) tewas akibat terjepit. Sedangkan 14 orang lainnya mengalami luka-luka.

Melihat kondisi penumpang memohon pertolongan, warga sekitar langsung membawa para korban ke RSUP H Adam Malik Medan di Jalan Bungau Lau, Medan Tuntungan.

Menurut sejumlah warga, kedua angkutan mini tersebut datang dengan kecepatan tinggi, dan tiba-tiba satu angkutan mini berusaha mendahului mobil yang berada di depannya.  Namun, entah bagaimana kedua mobil itu langsung bersenggolan, akibatnya penumpang yang mayoritas anak sekolah terpental dan berhamburan ke aspal jalan.

Warga yang melihat kejadian tersebut nyaris menghakimi kedua supir tersebut. Dikarenakan sebagian warga berusaha merelai, keduanya tak sempat jadi bulan-bulanan warga. Di tengah warga menolong penumpang yang berada di dalamnya satu dari supir tersebut melarikan diri.
Kapolsek Pancurbatu Ruruh Wicaksono Sik SH MH saat dikonfirmasi membenarkan kecelakaan angkutan mini Rajawali tersebut. “Pihak lalu-lintas sudah menangani kasus itu untuk mengetahui motif sebenarnya dengan memeriksa sejumlah saksi. Satu tewas, tujuh luka berat selebihnya mengalami luka ringan, dan saat ini kedua angkutan mini Rajawali telah diamankan di Polsek  Pancurbatu,” paparnya.(roy/smg)

Tabrak Lubang, Remaja Putri Tewas Digilas Bus

MEDAN LABUHAN- Akibat menabrak lubang di Jalan Titi Pahlawan, Medan Marelan, seorang remaja putri, Tika (17) warga Jalan Kapten Rahmad Budin, Kelurahan Terjun, Medan Marelan tewas setelah terjatuh dan ditabrak bus karyawan BK7881DF milik PT Canang Indah.
Informasi yang dihimpun Sumut Pos di lokasi kejadian menyebutkan, peristiwa kecelakaan lalu-lintas terjadi persis di depan pabrik pengalengan hasil laut PT SAS.

Saat kejadian itu, korban mengendarai sepeda motor Yamaha Mio BK4585OF melintas dari arah Simpang Kantor, Medan Labuhan menuju pulang ke rumahnya di Medan Marelan. Saat melintasi tikungan di Jalan Titi Pahlawan, tiba-tiba ban sepeda motornya terperosok ke dalam lubang. Akibatnya korban terjatuh dan masuk ke kolong bus karyawan tersebut, yang ketika itu beriringan dengan korban.

“Tadi cewek itu sempat jatuh masuk lubang, dan masuk ke kolong bus yang melintas dari arah yang sama,” ucap warga setempat, M.Idris (32).
Akibatnya insiden itu, korban mengalami luka serius di bagian kepalanya, dan sejumlah badannya luka karena sempat terserat sekitar 15 meter.
“Hanya sekitar 20 menit tergeletak, jenazah korban langsung dibawa pulang ke rumahnya. Sedangkan supir bus sempat melarikan diri tapi ditangkap warga,” ungkapnya.

Amatan Sumut Pos  akibat laka-lantas yang menewaskan seorang pengendera tersebut kondisi Jalan Titi Pahlawan, Medan Marelan kemacetan cukup panjang. Ruas jalan kembali normal setelah petugas  Satlantas datang. (mag-17)

Yayasan Wiyata Dharma Gelar Open House 2012

MEDAN- Yayasan Wiyata Dharma Medan gelar lomba melukis dan fashion show di Jalan Wahidin No. 31, Medan Area. Pagelaran itu merupakan agenda rutin yayasan untuk menjalin keakraban antara guru, siswa dan orangtua siswa, yang disebut Open House.

Ketua Panitia Open House 2012, Kristina didampingi Humas, Jhonson Lumban Batu mengatakan, pada tahun 2012 ini, Open House bertema “Kids Fun Fair.” Dalam pelaksanaannya, peserta yang ikut terdiri dari siswa Taman Kanak-kanak (TK) hingga SMA.

Kegiatan rutin ini bertujuan untuk meningkatkan silaturahim antara pihak yayasan, orangtua siswa dan siswa,” katanya, Minggu (8/4).
Sedangkan untuk perlombaannya antara lain mewarnai ada tiga kategori, dan lomba busana atau fashion show ada dua kategori. Kemudian, kegiatan itu diisi dengan kegiatan life musik yang diisi oleh siswa yayasan tersebut.

Dia menyebutkan, selain siswa Yayasan Wiyata Dharma, siswa lain diperbolehkan mengikuti perlombaan. Tapi, dengan catatan harus seorang siswa terdaftar di kursus bahasa Inggris Cherish, Intensive English Course (IEC), dan Hang Kesturi. (mag-10)

AMPI Medan Kikis Premanisme

MEDAN- Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kota Medan, H Iswanda Nanda Ramli mengharapkan setiap kedernya bisa menjadi buah hati masyarakat Kota Medan. Bukan menjadi musuh bagi masyarakat dengan tindakan premanisme.
“Mulai sekarang hilangkan citra kader AMPI Medan di cap sebagai preman oleh masyarakat. Kader AMPI harus berubah menjadi kader militan yang berbuat untuk masyarakat,” imbaunya Nanda saat  pembukaan musyawarah Rayon AMPI Medan Petisah di Aula Kantor Camat Medan Petisah Jalan Iskandar Muda, Sabtu (14/4).

Dia menyebutkan, dengan merubah citra itu, AMPI dapat menjadi impian masyarakat. Kemudian, AMPI bisa dijadikan sebagai penampung keluhan-keluhan masyarakat.

Selain itu, kader AMPI Medan harus bisa membesarkan organisasi ini di kerumunan masyarakat Medan.
“Masyarakat akan senang bila kader AMPI membantu segala hal untuk masyarakat seperti gotong royong bersama masyarakat dan membersihkan tempat-tempat ibadah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nanda menyebutkan, hingga akhir November 2012, pihaknya tetap berkonsolidasi dengan pengurus di setiap rayon kecamatan hingga ke kelurahan. Karena, pada awal Desember 2012,  AMPI Kota Medan menggelar musyawarah terbuka.
Nanda menerangkan, tujuan digelarnya musyawarah terbuka sebagai baian tetap berkomiten untuk menghasilkan musyawarah yang baik. Sehingga, dengan musyawarah dapat menjadi laboraturium bagi partai Golongan Karya (Golkar).

Di tempat yang sama, Anggota DPRD Medan Fraksi Golkar Ferdinan Lumban Tobing yang juga pengurus di AMPI menyebutkan, AMPI Medan memiliki potensi yang baik di tengah-tengah masyarakat. Sehingga kesempatan inilah yang harus ditangkap seluruh kader AMPI agar sama-sama membangun citra baik di tengah-tengah masyarakat. (omi)

Pagar Bandara Polonia Rubuh

MEDAN- Pagar Bandara Polonia Medan yang berada di Runway 0.5 rubuh, Sabtu (14/4) siang. Bangunan yang berfungsi sebagai pembatas areal bandara dengan sungai itu rubuh.

Staff OIC Duty Manager Bandara Polonia Medan, Ali Sofyan beralasan rubuhnya bangunan pagar pembatas dengan sungai itu dikarenakan usia bangunan sudah sangat tua.

“Yang rubuh hanya ukuran meter-meternya  saja dan itu hanya dibagian atasnya saja, katanya. “Saya belum tahu pasti usia bangunan itu, tapi yang pasti sudah sangat tua,”tambahnya.

Dia menyebutkan, kini pihaknya langsung memperbaiki pagar setinggi enam meter itu. “Yang rubuh hanya bagian atas pagarnya saja dan rubuhnya hanya satu meter,” paparnya. (jon)