23 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 13662

PS Medan Jaya Tekuk PS Tasbih

Medan- PS Medan Jaya Junior berhasil membungkam PS Tasbih dengan skor 2-0 pada laga ujicoba yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Tasbih di Kompleks Perumahan Taman Setia Budi Indah Medan, Jumat (13/4).

Kedua gol tim besutan Lasmin Arman itu diciptakan oleh Rio (31′) dan disusul Aidil (70′).

Lasmin Arman, Pelatih Kepala Medan Jaya mengaku bangga pada penampilan anak asuhnya. “Ini merupakan pertandingan ujicoba awal sebelum berangkat mengikuti Piala Suratin yang berlangsung di Padang pada 22 April mendatang,” katanya.

Lasmin, Pelatih yang pernah memperkuat beberapa klub ternama di wilayah Sumatera Utara itu mengatakan modal untuk menjadikan skuadnya menggungguli lawan adalah kerja keras dan keseriusan. “Dengan tetap memperhatikan pembinaan yang efektif baik dari aspek pembinaan fisik, mental dan karakter si anak. Saya yakin anak-anak bisa menjadi pemain andal,” imbuhnya dengan senyum kecil.

Di tempat yang sama, Adjie, Manajer Tim didampingi Asisten Darmadi mengatakan anak asuhnya akan melanjutkan laga ujicoba Senen (16/4) mendatang dengan kebebelasan U-16 PSSI Medan.  Terkait materi pemainnya, Adjie mengungkapkan bahwa di dalam timnya sekarang ini terdapat beberapa pemain berpengalaman. (mag-10)

TSA Indocafe Spectra Rally Team Semangat Tatap Seri II

MEDAN-Penampilan pasangan Eddy WS/Syariful Adil dari rans Sumatera Agung (TSA) Indocafe Spectra Rally Team kian melengkapi sukses Seri I North Sumatera Rally Championship (NSRC) dan Serie I Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Reli 2012 di Langkat 6-8 April lalu.

Tidak hanya finish sebagai pimpinan grup di Gerak Roda (GR) 2, mengandalkan mobil Suzuki SX4 berkapasitas 1600 CC dan 1600 Horse Power (HP) keduanya menjadi satu-satunya peserta grup GR2 yang berada di kategori 10 besar umum.

Tepatnya peringkat ke tujuh dengan catatan waktu total 2:52:26 detik untuk meninggalkan empat peserta dengan mobil kategori N4; Akbar Buchari, Ivan Iskandar, M Hidayat, dan Ryan Nirwan (Kalimantan Timur) di belakang keduanya.

“Sementara ini, kita cukup puas dengan pencapaian sebagai satu-satunya grup GR2 yang berada di 10 besar umum. Sesuai target yang diberikan management kepada kita,” ucap Eddy WS kepada Sumut Pos yang ditemui di Gamma Motor Jalan Sei Batanghari Medan.

Menurut Eddy, kepuasan yang dimaksud tak lepas dari persaingan ketat yang dilakoni sepanjang 11 Special Stage (SS). Ditambah lagi keberadaan pereli senior Sumut Andi Jachmoon/Arjie dan pereli Kalimantan Timur lainnya Ronald Nirwan sempat membayangi sepanjang SS1,2,3,4,5, dan 7.
“Hari pertama kita cuma menang tiga detik. Hari ke dua kita pecah ban pada SS6. Tapi kita tetap tenang dan konsentrasi menyelesaikan lomba. Hingga Andi Jachmoon masuk parit di SS7,” bebernya.

Lepas dari bayangan rival terdekatnya, Eddy WS/Syariful Adil menjaga jarak waktu yang terpaut jauh dari Ronald Nirwan. Mulai SS7,8,9,10,11 keduanya membuat keputusan tepat, yaitu bermain aman.

Begitu juga saat mengatasi lintasan yang cukup ekstrim dengan bebatuan yang cukup menguras suspensi mobil. Strategi menjaga catatan waktu tempuh dengan saingan terdekat konstan dilakukan. “Adakalanya main save dan ada kalanya juga harus full,” tambahnya.

Hasil ini pun menjadi modal menghadapi seri II NSRC 2012 yang akan dilaksanakan di Rambong Sialang, 6-8 Juli mendatang. Bahkan management PT TSA dikabarkan sudah menyetujui pembelian gearbox close ratio racing untuk menunjang power mobil.

“Kami sangat berterimakasih kepada PT TSA yang membuat kami menjadi bertambah semangat untuk membuat kejutan di seri berikutnya. Mudah-mudahan faktor lucky masih berpihak kepada kami untuk membela Sumut di pentas otomotif nasional,” pungkasnya. (jul)

KPK Investigasi 7 SKPD Pemko Medan

Tim Kedeputian Bidang Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan diskusi dan investigasi di tujuh SKPD jajaran Pemko Medan. Hasilnya akan dijadikan sampel masalah gratifikasi di lingkungan Pemko Medan.

Hasil rangkuman yang diperoleh selama empat hari kehadiran tim KPK ini di Medan disampaikan Maruli Tua Manurung mewakili tim Kedeputian Bidang Pencegahan KPK kepada Wakil Wali Kota (Wawako) Drs H Dzulmi Eldin MSi di ruang rapat satu Balai Kota Medan, Jumat (13/4). Wawako didamping Sekda Ir Syaiful Bahri dan Kepala Inspektorat Drs Farid Wajedi.

“Kami mengapresiasi kerjasama dan keterbukaan yang diberikan dalam beberapa hari ini sehingga menghasilkan hasil yang positif.  KPK akan menjadi mitra yang baik dan bermanfaat bagi Pemko Medan. Kita akan terus melakukan pembinaan sehingga kota ini benar-benar menjadi zona integritas,” ujar Maruli.

Diskusi dan investigasi yang dilakukan terhadap tujuh SKPD mengambil sampel di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Disduk Capil (Disdukcapil), Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pertamanan, Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) dan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) serta berkomunikasi langsung dengan masyarakat selaku pengguna layanan.
“Ternyata, telah dilakukan uapaya perbaikan dan pembenahan positif dari sisi regulasi,” ujarnya.  Maruli pun mengatakan, Pemko Medan sudah memiliki kode etik untuk seluruh aparaturnya. Seperti Disdukcapil yang sudah membuat kode etik dan membuat larangan untuk menerima imbalan atas jasa yang telah diberikan. Kode etik untuk pegawai di lingkungan Pemko Medan itu sudah diserahkan kepada Pimpinan KPK M Busyro Muqqodas dalam acara APEKSI beberapa hari lalu.

Namun, tim KPK masih menemukan sejumlah kelemahan. Masih ditemukan oknum pegawai yang bermain-main dengan regulasi yang sedang dibangun Pemko Medan. Selain itu, juga ditemukan kelemahan di bidang administrasi yang harus dibenahi sehingga menjadi transparan dan akuntabel.
“Kami berharap agar mekanisme dan sistem pengaduan dari masyarakat sebagai pengguna layanan benar-benar diefektifkan. Substansi pengaduan masyarakat ditindaklanjuti dan identitas pengadu dirahasiakan dan dilindungi. Sejauh ini belum ada laporan gratifikasi yang masuk kepada kita,” jelasnya.

Tim Kedeputian Bidang Pencegahan KPK mengimbau agar segala kelemahan itu segera dibenahi. “Harus ada komitmen yang kuat dari pemimpin dalam melakukan perubahan tersebut,” harapnya.

Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, menyambut baik apresiasi yang diberikan KPK tersebut. Dijelaskannya, Pemerintah kota (Pemko) Medan telah melakukan sejumlah perbaikan dan pembenahan positif dalam regulasi sebagai upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Wali kota meyakinkan akan mengatasi sejumlah kelemahan di sejumlah Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD), terutama dalam segi administrasi guna mewujudkan kota Medan menjadi zona integritas.

Perbaikan dan pembenahan tentang kepatuhan serta ketepatan waktu sudah tepat waktu seperti pengajuan RAPBD 2012, menggelar rapat kerja daerah dengan memberikan pedoman dan kebijakan yang harus dilaksanakan dalam pembangunan. Kemudian, melaksanakan Musrenbang serta pembentukan Layanan Pengadaan Secara Eleketronik (LPSE).

Sedangkan untuk peningkatan kompetensi PNS, Pemko Medan telah melakukan MoU dengan Universitas Sumatera Utara (USU) dalam penerimaan CPNS dan seleksi direktur BUMD milik Pemko Medan. Begitu juga dengan peningkatan pelayanan publik, orang nomor satu di Pemko Medan ini juga sudah turun langsung turun ke lapangan mendatangi SKPD sekaligus memberikan arahan dan motivasi dalam memberikan pelayanan yang lebih baik lagi.
“Guna mempermudah masyarakat untuk melakukan perpanjangan KTP, kita telah menyediakan KTP Mobile. Kemudian peningkatan kebersihan dengan menyediakan ambulan sampah yang beroperasi 24 jam penuh, penambahan jam operasi puskesmas sehingga ada sejumlah puskesmas yang buka 24 jam penuh dan menerima rawat inap,” ujar Rahudman usai menerima hasil rangkuman tim KPK. (adl)

Jajaran Diminta Berbenah

Senada dengan harapan perbaikan yang disampaikan Wali Kota Rahudman Harahap, Dzulmi Eldin meminta seluruh pimpinan SKPD jajaran Pemko Medan segera melakukan pembenahan.

“Jika semua pimpinan SKPD serius untuk melakukan pembenahan, saya yakin kekurangan maupun kelemahan yang ditemukan ini tidak akan menjadi masalah lagi. Karenanya, mari kita melakukan perbaikan,” ujar Eldin.

Dikatakannya, ketika Pemko Medan melakukan perbaikan atas kelemahan itu, Inspektorat Pemko Medan harus ikut serta mendampingi agar hasilnya menjadi lebih baik lagi.

“Melakukan perbaikan itu tidak bisa langsung, tapi setahap demi setahap. Dengan demikian, kota Medan benar-benar menjadi zona integritas,” ungkapnya.
Sedangkan untuk Identifikasi Resiko Gratifikasi yang akan dilakukan Pemko Medan, lanjut Eldin, seluruh jajaran SKPD yang sudah mengikuti dapat meminimalisir terjadinya penyimpangan. “Untuk itu, upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat harus lebih di utamakan kualitasnya,” ujarnya.
Menurutnya, tim dari KPK sudah memberikan masukan terhadap tahapan-tahapan yang akan di laksanakan yaitu terkait dengan pemetaan resiko-resiko gratifikasi dan juga hal-hal yang lainnya, khususnya di beberapa kegiatan atau unit yang terkait langsung dengan pelayanan publik.

“Pemko Medan kedepannya bisa melakukan langkah-langkah pencegahan untuk meminalisir resiko-resiko. Apabila ada peristiwa maupun laporan-laporan yang sampai ke penegak hukum termasuk KPK, bisa langsung mengetahui keterkaitannya apa. Hal itu tentunya akan mempermudah pengawasan internal. Begitu juga jika melakukan audit-audit akan diketahui mana pengawasan yang beresiko tinggi, sedang dan rendah. Intinya itu saja,” ungkapnya. (adl)

SMA Angkasa dan SMP N 42 Juara

MEDAN- Kesebelasan SMA Angkasa-1 berhasil menjadi juara tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) setelah berhasil membungkam SMK Raksana dengan skor 5-0.  Sementara tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), SMP N 38  takluk  0-1 dari SMP N 42 pada partai final Liga Pendidikan Indonesia  (LPI  SMP,  SMA/SMK se-Kota Medan 2012) di Stadion Unimed Jalan William Iskandar Medan Estate, Kamis (12/4).

Di laga final tingkat SMA, pertandingan baru berjalan sebelas menit, kebelasan SMA Angkasa-1 berhasil unggul lebih dulu lewat sepakan Novri Ardiansyah. Penjaga gawang SMK Raksana Suren Ilham gagal membendung laju bola. Skor berubah menjadi 1-0.

SMK Raksana bermain di bawah tekanan dan harus susah payah untuk menahan gempuran para punggawa SMA Angkasa-1. Namun hingga turun minum, kedudukan tak berubah.

Di paruh kedua, SMA Angkasa-1langsung menekan. Menerapkan permainan bola-bola pendek, Novri dkk berhasil membuat pemain SMK Raksana kewalahan. Menit 42 Novri Ardiansyah berhasil menggandakan kedudukan. Aksi gemilang pemain bernomor puggung 19 itu berhasil menaklukkan Suren untuk kedua kalinya.

Bukannya mengejar, tim SMK Raksana malah semakin terpuruk. Josua Pailalah kian melambungkan angan kampiun setelah kerja samanya dengan Novri di menit 55 berhasil berbuah gol. 3-0 Angkasa memimpin.

Berselang dua menit, Novri mencetak hattrick setelah menaklukkan Suren penjaga gawang SMA Raksana. Tiga menit sebelum laga usai, SMA Angkasa mencetak gol lagi. Kali ini giliran sang kapten M Juanda berhasil mencetak gol penutup setelah mengecoh Suren. Hingga pertandingan usai, skor 5-0 menjadi angka mutlak.

Usia acara penutupan, Ipong Pelatih SMA Angkasa mengaku bangga kepada anak didiknya. “Mudah-mudahan ke depan  semangat anak-anak tidak kendor, apalagi SMA ini baru pertama kali mengukuti LPI ini dan kemenangan pertama, tentunya,” katanya.

Pada pertandingan final tingkat SMP, pertandingan berjalan ketat. Kedua kesebelasan bermain dengan tempo yang cepat. Serangan demi serangan silih berganti dilancarkan kedua tim. Namun, SMP N 42 berhasil mencetak go terlebih dulu di menit 18 melalui aksi Wahyu Wibowo.

Berawal dari upaya mencoba membobol gawang SMP N 38 yang dikawal Irvan Hendrawan. Wahyu yang melepaskan sepakan melambung, gagal diantisipasi dengan baik oleh Irvan, dan bola pun menerobos ke dalam gawang.

SMP N 38 juga bukan tanpa peluang, beberapa kali mereka sempat merepotkan barisan belakang Nurmansyah Cs. Namun dewi fortuna belum menyertai mereka, hingga jeda skor 1-0 tak berubah.

Pertandingan babak kedua tak kalah serunya dengan paruh pertama. Pertarungan lini tengah pun menjadi tontonan menarik. Tercatat beberapa kali kedua tim menciptakan peluang. Namun semua peluang yang diperoleh belum bisa dikonversi menjadi gol. Hingga laga usai, kedua kesebelasan tak mampu mencetak gol lagi.

Hasil 1-0 itu pun menobatkankan SMP N 42 sebagai juara pertama LPI 2012 tingkat SMP dan berhak mewakili Kota Medan dalam putaran provinsi Sumatera Utara.

Di tempat yang sama, Halim Panggabean kepala biro kompetisi pertandingan pencab PSSI Medan mengatakan terima kasih terhadap setiap pihak yang ikut ambil bagian dalam ajang itu.(mag-10)

Boling Sumut Try Out ke Singapura

MEDAN- Menatap Pekan Olahraga Nasional XVIII September mendatang, Pengprov Persatuan Boling Indonesia (PBI) Sumut mulai menata program untuk meningkatkan kualitas atlet di even olahraga empat tahunan antar daerah itu. Selain mengikuti even-even boling para atlet rencananya akan diterbangkan ke Singapura untuk mengikuti try out sekaligus pelatihan.

Ketua PBI Sumut, Singgih Goenawan, Kamis (12/4) kemarin di Arena Super Boling Perisai Plaza mengamini rencana tersebut. “Rencananya akhir Mei nanti kita terjunkan atlet ke Singapura. Untuk ikut turnamen sekalian latihan di sana. Jadi mereka tidak merasa monoton dan sekaligus bisa refreshing. Tapi kita masih minta persetujuan dari KONI Sumut,” katanya.

Alasan dipilihnya Singapura tentunya karena kemajuan pesat negerinya perdagangan Asia itu dalam olahraga boling. “Sekarang Singapura sudah kelas dunia. Seperti juga Malaysia dan Korea. Asia kini berjaya untuk olahraga boling. Jadi bisa sebagai perbandingan. Lagipula disana ada rekan saya pelatih Singapura, Billy Choo. Anak-anak juga sudah familiar dengan dia karena beberapa kali saya undang kemari. Mungkin sekitar dua minggu sudah cukup,” jelasnya. Selain itu ajang PBI Series yang saat ini digelar di Medan untuk Seri I nya juga menjadi ajang try out.

Nantinya atlet-atlet dari provinsi lain seperti Jabar, DKI, Sumbar maupun Riau berencana turun bertanding. “Bisa dibilang ajang try out juga dengan kita sebagai tuan rumah. Apalagi para atlet daerah lain seperti Jabar dan lainnya berencana turun untuk latihan. Bisa try out disini,” tambahnya.

Tim Boling Sumut saat ini diperkuat enam atlet antara lain Imam Wiguna, Ronald Simangunsong, Taufin Adisaputra, Kartika Wahyu Putri, Aldila Indryati, dan Angelina dibawah arahan tim pelatih yang terdiri dari Singgih dan Rudi Rusli. Tiga diantaranya masih berstatus pelajar. Karena itu Singgih tidak mau memaksakan para atletnya untuk fokus dan intens.

“Imam, Indri dan Kartika masih berstatus pelajar. Sementara yang lainnya bekerja. Kendalanya mereka saat ini tengah sibuk menghadapi ujian nasional sehingga mereka tidak fokus. Saya tidak bisa paksakan mereka untuk latihan mereka 100 persen. Saya beri kebebasan untuk menentukan waktunya,” katanya.

Bahkan untuk Kartika yang tengah menjalani kuliah di Universitas Indonesia (UI) Jakarta, Singgih memberikan pelatih pendamping. “Dia tetap latihan di Jakarta dengan pelatih pendamping. Saya pikir tidak masalah selama dia tetap latihan intens,” pungkasnya.

Bagaimana soal target? Sumut pernah berjaya di cabang boling tahun 1996 saat PON di Jakarta. Ketika itu boling menorehkan satu emas dan dua perak. Namun Singgih mencoba realistis dengan menargetkan tiga perunggu. “Kita targekan tiga perunggu. Dengan kondisi yang tadi saya pikir itu realistis. Apalagi sekarang persaingan cukup kompetitif dibandingkan dulu. Ini berkaca pada hasil Pra PON kemarin dimana kita meraih dua perunggu. Untuk saingan tentu dari DKI Jakarta, Jabar dan lainnya,” pungkasnya.(mag-18)

Aspal Jalan di Lingkungan X Kelurahan Dwikora

081375002xxx

Halo Wali Kota Medan Yth  Bapak Wali kami warga Jalan Kapten Muslim Gang Sadar Lingkungan X Kelurahan Dwikora bermohon kepada Bapak kapan jalan kami diaspal.

Usulkan Melalui Musrembang Kecamatan

Terima kasih atas informasinya, kami teruskan ke dinas terkait yaitu Dinas Bina Marga Kota Medan untuk ditindaklanjuti. Permohonan juga dapat disampaikan melalui kelurahan untuk diusulkan pada Musrembang kecamatan yang akan diteruskan di Musrembang kota.

Budi Haryono
Kabag Humas Pemko Medan

Segera Lakukan Pengaspalan

Kita minta Wali Kota Medan khususnya instansi terkait Dinas Bina Marga Kota Medan untuk dapat memperhatikan jalan tidak hanya di Kelurahan Dwikora ini saja. Tetapi di seluruh Kota Medan. Segera dilakukan pengaspalan. Hal itu sebagai bukti Pemko Medan di bawah pimpinan Drs H Rahudman Harahap MM komitmen terhadap pembangunan yang merata.

Budiman Panjaitan
Anggota DPRD Kota Medan

Jalan Pantai Timur Seperti Kubangan Kerbau

081265811xxx
Jalan yang layak diaspal tapi tak kunjung diaspal juga. Yth Bapak Kepala Dinas Bina Marga Kota Medan mohon kiranya untuk melakukan pengaspalan di Jalan Pantai Timur Kelurahan Cinta Damai Kecamatan Medan Helvetia karena jalannya sudah rusak berat. Apalagi setelah hujan, seperti kubangan kerbau. Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan trima kasih.

Sudah Dilakukan Pengecekan dan Pengukuran

Benar sekali keadaannya demikian dan telah kita usulkan kepada instansi terkait yaitu Dinas Bina Marga di beberapa kesempatan seperti Musrenbang kecamatan dan kota untuk diadakan pembenahan. Sesuai pemantauan dari kami, bahwa pada awal 2012 kemarin sudah dilakukan pengecekan dan pengukuran di lokasi guna pengaspalan. Namun hingga saat ini masih dalam proses. Demikian dan terima kasih.
H Muhammad Reza Hanafi SSTP MAP
Camat Medan Helvetia

Boediono Dikawal 5.357 Prajurit

Kunjungan Kerja Dua Hari di Medan

MEDAN-Wakil Presiden Boediono melakukan kunjungan kerja selama dua hari di Sumatera Utara. Persiapan keamanan pun ditingkatkan. Di berbagai tempat penjagaan ekstra dilakukan. Sedikitnya ada 5.357 prajurit TNI/Polri yang mengawal orang nomor dua di Indonesia tersebut. Setidaknya hal ini diungkapkan Panglima Kodam (Pangdam) I Bukit Barisan Mayor Jenderal TNI Lodewijk F Paulus, usai gelar pasukan pengamanan gabungan yang digelar di Lapangan Benteng Medan Kamis (12/4). “Prajurit utama sebanyak 2670 ditempatkan di setiap titik jalan protokol yang akan dilalui Wapres Boediono dan kita sudah berkoordinasi dengan kepolisian,” ungkap Mayjen TNI Lodewijk F Paulus, kemarin.

Pangdam juga menyatakan bahwa selain kesiapan Kodam I/BB, ia juga mempersiapkan pasukan cadangan yang terdiri dari Polri, Angkatan Udara, dan Angkatan Laut. Bukan itu saja, pasukan penembak jitu juga sudah disebar di beberapa titik jalur di Kota Medan yang dilintasi Wakil Presiden Boediono.”Pasukan cadangan ini kita siapkan untuk mengantisipasi kekurangan personel di lapangan, hingga pasukan yang akan disebar di beberapa daerah baik di Kabupaten Simalungun atau Kota Medan,” tegasnya.

Selain 2.670 personel TNI, ada 2.687 anggota Polri yang disiagakan. Berarti, untuk kehadiran Wapres Boediono, ada 5.357 aparat yang disiapkan. “Diimbau masyarakat yang berkenderaan untuk tertib berlalu-lintas di jalan dengan diatur petugas kepolisian,” kata Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro. Sementara itu untuk ruas jalan protokol di Kota Medan tidak dilakukan penutupan, hanya dilakukan pengamanan. Dari Amatan Sumut Pos, menjelang kedatangan kunjungan kerja Wapres Boediono, di sejumlah jalan ruas protokol di Kota Medan seperti Jalan Sisimangaraja, Jalan Imam Bonjol, dan di depan Bandara Polonia Medan sudah ditempatkan personel polisi dan prajurit TNI yang bersenjata lengkap.

Begitu juga di kawasan Kantor Pos di Jalan Putri Hijau Medan juga terlihat beberapa aparat TNI dan Polri bersenjata lengkap berada di kawasan kantor tersebut. Menurut Kabid Humas Polda Sumut Kombes Raden Heru Prakoso malam ini mengatakan, penjagaan tersebut untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang tidak diinginkan menjelang datangnya Boediono.

Sebelum ke Medan, Boediono menggelar kunjungan kerja ke provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Di Aceh, wapres akan menggelar rapat koordinasi penanganan paskagempa bumi yang terjadi pada Rabu sore (11/4) kemarin.

Wapres bertolak dari Jakarta Jumat pagi pukul 05.30 menuju Banda Aceh. “Di Aceh, Wapres akan bertemu gubernur dan aparat yang bertugas melakukan penyelamatan,” ujar juru bicara Wapres, Yopie Hidayat di kantor Wapres.

Menurut Yopie, selama di Aceh Wapres akan menggelar pertemuan dengan Gubernur dan unsur Muspida provinsi Aceh lainnya serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Selain itu, Wapres akan memeriksa antara lain kesiapan jalur- jalur evakuasi, alat-alat evakuasi, sirine maupun peringatan dini tsunami.

Selanjutnya, Wapres bertolak menuju Medan. Di Medan, Wapres akan meninjau perkembangan pembangunan jalan akses menuju Bandara Kualanamu dan jalur kereta api Medan menuju Bandara Kualanamu. (gus/rud/net)

Tsunami Bang Maman

GEMPA berkekuatan hebat kembali melanda negeri ini. Daerah yang dilanda gempa masih tetap sama, NAD. Ya, sebelumnya, pada 26 Desember 2004 lalu daerah ini dilanda gempa berkekuatan 9,2 skala richter yang disusul dengan tsunami.

Nah, Rabu (11/2) kemarin, meski hanya berkekuatan 8,5 skala richter, namun gempa yang melanda Bumi Serambi Mekah tetap membuat masyarakatnya panik dan kalang kabut.

Bisa dimaklumi jika saudara-saudara kita yang ada di sana bersikap seperti itu. Masalahnya, meski sewindu lalu mereka telah kehilangan orang tua, saudara bahkan pacar akibat tsunami, namun ternyata hingga kini pemerintah belum mampu memberi rasa nyaman lewat kemampuan mendeteksi kapan gempa dan badai tsunami terjadi.

Sungguh ironis, ternyata waktu sewindu tak cukup bagi pemerintah untuk menyiapkan orang yang dapat mengetahui kapan gempa berpotensi tsunami terjadi di negeri ini.

Adakah ini karena kualitas pendidikan di negeri ini masih rendah atau memang pemerintah yang tidak memiliki niat untuk menggodok para pelajar ataupun mahasiswanya untuk mengetahui kapan tsunami terjadi?

Jangan bilang jika itu sesuatu yang mustahil terjadi. Pasalnya, sama kita ketahui jika pada 11 Maret 2011 lalu Jepang juga dilanda gempa yang diakhiri dengan tsunami.
Hebatnya, tsunami yang melanda Negeri Matahari Terbit itu hanya menjadi tontonan mengasyikkan bagi masyarakat Jepang. Dengan santai sambil menyeruput segelas kopi, mereka melihat detik demi detik proses tsunami melanda negeri itu.

Okelah jika ada yang menyimpulkan bahwa teknologi yang dimiliki Negeri Matahari Terbit itu jauh lebih hebat dari yang kita miliki. Namun perlu juga sadari bahwa rentang waktu tujuh tahun, terhitung sejak bencana tsunami di Aceh, bukanlah waktu yang singkat untuk melakukan sebuah upaya penanggulangan bencana tsunami.

Sebuah apologi kembali mencuat ke permukaan yang mengatakan bahwa pendidikan di negeri ini masih rendah. Benarkah seperti itu? Bukankah fakta membuktikan jika mutu pendidikan di negeri ini sudah sangat tinggi. Tak percaya? Lihatlah apa yang didapati sejumlah orangtua pada buku lembar kerja siswa (LKS) ‘Ceria, Cermat Siswa Aktif. Pendidikan Lingkungan Budaya Jakarta terbitan CV Media Kreasi.

Sungguh sangat mengecewakan di buku yang sejatinya menjadi santapan siswa sekolah dasar itu disusupi kisah tentang kehidupan orang dewasa dengan segala problematika kehidupannya.

Kita semua pantas terhenyak saat membaca kisah “Bang Maman dari Kali Pasir” yang menceritakan bagaimana dirinya meminta seorang perempuan bernama Patme untuk mengaku sebagai istri simpanan Salim.

Ah… sungguh kisah di atas terlalu kompleks dan berat untuk dicerna oleh alam fikir siswa sekolah dasar, meski secara jujur kita dapat menangkap isyarat jika pada beberapa bagian di cerita itu ada kisah yang perlu dicermati yakni tentang sikap jujur dan rasa bersyukur atas semua nikmat yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa.

Namun, itu semua tak serta merta membuat para siswa dapat memahami secara kompleks apa yang ada di balik kisah Bang Maman tadi. Ya, usia dan alam fikir yang belum memadai menjadi penghalang bagi para siswa SD untuk menarik hikmah positif di balik cerita itu.

Nah, jika untuk urusan yang seperti ini para siswa kerap dijejali dengan sebuah kisah superberat dan hebat, namun untuk urusan teknologi (seperti bagaiman cara membuat alat pendeteksi gempa dan tsunami), kenapa orang-orang pintar di negeri ini, bahkan para penerbit terkesan sungkan (bila tak ingin dikatakan tak mampu) menyajikan kisah super berat yang dapat menggugah minat baca para siswa SD tadi. Sekali lagi… sungguh ironis. (*)

Amiruddin Ditenggat Sepekan

MEDAN- Rasa tidak menyesal  dan keengganan meminta maaf dari Amiruddin atas sikap kasarnya terhadap sekuriti Bandara Polonia Medan, Minggu (8/4) lalu, menjadi catatan tersendiri bagi pihak Serikat Karyawan Angkasa Pura II (Sekar Pura) Bandara Polonia Medan. Organisasi profesi yang menaungi korban Fahru Rozi Nasution (23) tersebut lantas menenggat waktu seminggu bagi Ketua DPRD Kota Medan itu untuk meminta maaf.

“Sampai detik ini, yang bersangkutan belum melakukan permintaan maaf,” jelas Kepala Info & Litbang Serikat Karyawan Angkasa Pura II Bandara Polonia Medan, Zulkarnain yang didampingin oleh Koordinator Bidang Hukum & Peraturan Sekar Pura II Bandara Polonia Medan, Hermanto SH, di Ruang Gagak, pukul 16.00 WIB, Kamis (12/4).

Rekan-rekan Fahru Rozi siap diajak berdialog bila Amiruddin menunjukkan itikad baiknya. “Kami siap dimana beliau meminta pertemuan. Apakah itu dikantor beliau, hotel, Bandara Polonia Medan atau dimana saja tempatnya,” bebernya.

Bila dalam sepekan tuntutan tidak diindahkan, masalah kekerasan di tempat umum tersebut akan dibawa ke jalur hukum. “Bidang hukum sudah membuat konsep laporannya,” papar Zulkarnain.

Sikap tegas Sekar Pura II Bandara Polonia ini diambil setelah melakukan rapat tertutup dengan sesama pemimpin Serikat Karyawan Angkasa Pura II dan pihak management Angkasa Pura II Bandara Polonia Medan. “Walau pun kasus ini sudah ditangani oleh pihak management, tapi Sekar Pura tetap memantau kasus ini,” terangnya lagi.

Bukan sembarang menuntut. Pihak Sekar Pura menjadikan rekaman peristiwa pemukulan sebagai bukti yang memojokkan Amiruddin. “Intinya kita mempunyai bukti-bukti yang kuat, termasuk rekaman CCTV itu, yang akan kita bawa ke ranah hukum,” ujarnya.

Kepada para pejabat, Sekar Pura II meminta agar para pejabat memahami tugas para security bandara dan tidak menyepelekan mereka. “Yang bisa lewat dari pemeriksaan itu RI-1 dan RI-2 (Presiden dan Wakil Presiden). Kapolda Sumut saja mau diperiksa, kenapa beliau (Amiruddin) tak mau diperiksa,” tanyanya heran.

Sanksi Tegas

Tekanan kepada Amiruddin tidak hanya dating dari Sekar Pura II. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat (PD) Sumatera Utara (Sumut) bahkan mendukung Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat member sanksi bagi kadernya tersebut.

Menurut pengurus DPD PD Sumut, aksi main tunjang ketua DPRD Medan itu tidak hanya telah melanggar hukum, norma dan etika saja. Melainkan, telah memberi citra negatif terhadap PD, terlebih di Kota Medan dan Sumut. Penilaian itu dikemukakan Sekretaris Jenderal (Sekjend) DPD PD Sumut, Tahan Manahan Panggabean, yang dimintai tanggapannya oleh Sumut Pos, Kamis (12/4).

“Terlepas masalah yang melatarbelakanginya, apa yang dilakukan Amiruddin tidak menunjukkan anggota dewan itu adalah orang yang terhormat. Apa yang dilakukannya itu membuat citra negatif terhadap partai,” tegas pria yang juga Ketua Fraksi PD DPRD Sumut tersebut.

Tahan menyerahkan bentuk sanksi yang akan diberikan bagi Amiruddin sesuai mekanisme partainya. Menurutnya, aksi Amiruddin ini akan dibahas terlebih dahulu di tingkat DPD. Kemudian hasilnya diserahkan ke DPP Partai Demokrat.

“Kita belum bisa merinci seperti apa sanksi yang akan diberikan oleh DPP kepada Amiruddin. Ini kasus pertama yang terjadi dan melibatkan kader PD di Medan dan Sumut ini,” tegas Tahan.

Mungkinkah keanggotaan Amiruddin di partai dibekukan sehingga mempengaruhi posisinya sebagai Ketua DPRD Medan?
Tahan Manahan menjawab kalau hal itu masih akan dibahas secara seksama di partai. “Di partai ada badan-badan yang mengurusi persoalan-persoalan yang terjadi. Ada Badan Kehormatan Partai, ada Badan Kode Etik Partai dan sebagainya. Nanti akan dibahas, baru bisa diketahui sanksi apa yang akan diberikan,” tuturnya lagi.

Tahan Manahan membantah kabar yang menyebut kalau DPD PD Sumut telah memanggil Amiruddin untuk mengklarifikasi atas kasus tersebut,  kemarin (12/4). “Saya tidak tahu ada itu. Tidak ada pemberitahuan secara resmi kepada saya,” akunya.

Terkait tuntutan Sekar Pura II agar Amiruddin meminta maaf pada Fahru Rozi Nasution dalam sepekan ke depan, Tahan Manahan enggan menanggapinya. “Persoalan maaf memaafkan, itu urusan mereka,” terangnya lagi.

Sementara itu, Amruddin yang dikonfirmasi melalui ponselnya, enggan member respon. Berkali-kali dihubungi dan ditanyai melalui pesan singkat (SMS), yang bersangkutan tak member reaksi.

Tercatat, sebanyak tiga kali wartawan Sumut Pos menelpon Amiruddin untuk upaya konfirmasi. Pertama pukul 16.56 WIB, kedua pukul 16.59 WIB dan terakhir pukul 17.31 WIB. Layanan pesan singkat yang dikirimkan Sumut Pos ke ponsel pribadinya, dengan tujuan yang sama tercatat sebanyak dua kali yakni, pada pukul 16.58 WIB dan pukul 17.02 WIB.(jon/ari)