Home Blog Page 13672

Pilihan Baru: Live TV Subsidi atau e-BBM

Dahlan Iskan

Meski DPR sudah memberikan izin dengan ketentuan tertentu untuk menaikkan harga BBM, pemerintah tidak akan begitu saja menaikkannya. Demikian juga, meski DPR sudah  menaikkan plafon subsidi BBM dari Rp123 triliun ke Rp137 triliun, kita masih terus berdebar apakah nilai tersebut cukup untuk pengadaan BBM bersubsidi sampai akhir Desember 2012.

Jangan-jangan pertengkaran antara Presiden Obama dan Iran terus meningkat sehingga harga minyak mentah dunia terus membubung. Akibatnya, angka subsidi yang sudah sebesar gajah bengkak itu masih belum cukup.

Maka, sambil memikirkan apakah harus menaikkan harga BBM atau melakukan konversi ke gas, atau melakukan pembatasan, atau cara-cara lain, sebaiknya kita memperbanyak doa: semoga Obama segera mencium pipi Ayatullah Khamenei. Semoga USA segera rukun dengan Iran. Semoga Obama segera mencabut ancamannya menyerang Iran. Dan, Iran mencabut ancamannya menutup Selat Hormuz yang jadi pintu keluar minyak mentah dari Arab Saudi, Kuwait, Emirat, Bahrain, Qatar, Iraq, dan Iran sendiri itu.

BUMN sendiri akan mengajukan usul kalau saja pemerintah memutuskan melakukan pembatasan. Caranya sangat modern, tepat guna,  dan sulit dimanipulasi oleh yang tidak berhak. Basisnya menggunakan  teknologi informasi yang canggih.

Selama ini, ide pembatasan BBM sulit dilaksanakan karena caranya dirancang sangat tradisional yang sulit dikontrol. Misalnya menggunakan stiker. Mobil-mobil yang layak disubsidi ditempeli stiker. Rasanya memang akan banyak persoalan dengan cara ini.

Yang akan diusulkan BUMN adalah: setiap mobil yang layak disubsidi dipasangi peralatan elektronik untuk kartu e-BBM. Para pemilik mobil bisa meminta peralatan tersebut dengan cara menunjukkan BPKB dan kartu penduduk. Data pokok dimasukkan dalam e-BBM. Misalnya, berapa cc mobil tersebut, tahun berapa, dan siapa pemiliknya. Dan, yang paling penting: kartu itu akan memuat data berapa jatah BBM bersubsidi yang pantas diberikan kepadanya. Misalnya 300 liter per bulan untuk mobil kelas 1.300 cc.

Peralatan ini ditaruh di dashboard mobil untuk memudahkan nanti kalau mau mengisi bensin. Setiap SPBU akan dilengkapi mesin reader yang bisa membaca kartu e-BBM. Kalau ingin membeli bensin bersubsidi, Anda tinggal menyerahkan kartu e-BBM. Petugas SPBU memasukkan e-BBM ke reader. Saat itulah diketahui apakah Anda layak menerima subsidi. Kalaupun layak, masih akan terbaca jatah BBM bersubsidi Anda bulan ini masih berapa liter.
Yang tidak memiliki kartu ini dan yang jatah subsidi bulanannya sudah habis harus membayar BBM dengan harga lebih tinggi. Masih disubsidi juga, tapi subsidinya lebih kecil.

Salah satu BUMN yang selama ini bergerak di bidang elektronik akan mampu memproduksi dan menyediakan alat ini. Tentu bekerja sama dengan pemilik teknologi yang sudah terbukti andal. Teknologi ini sudah dipakai dengan sukses di Afrika Selatan, Cile, Venezuela, Columbia, dan beberapa negara Amerika Latin.

Memang kira-kira diperlukan dana sekitar Rp4 triliun untuk sekitar 6 juta mobil yang layak disubsidi. Yakni mobil yang cc-nya 1.300 ke bawah, mobil angkutan umum, dan terserah mobil yang seperti apa lagi. Penghematan subsidinya bisa Rp30 triliun. Dan, yang penting: subsidi bisa benar-benar tepat sasaran.

Pengerjaannya juga lebih sederhana daripada konversi gas yang biayanya lebih mahal. Belum lagi, perasaan pemilik mobil yang juga lebih nyaman.
Selama ini, kalau saja diumumkan secara terbuka dan menggunakan layar digital mengenai berapa subsidi yang diberikan kepada pemilik mobil, bisa-bisa akan jadi tontotan tukang bakso yang menarik. Coba saja setiap mobil yang masuk SPBU ditayangkan live di TV. Setiap selesai isi bensin langsung ditayangkan mobil tersebut menerima subsidi berapa ratus ribu rupiah dari pemerintah. Katakanlah ada mobil sedan Toyota Altis (1.800 cc) masuk SPBU. Setelah mengisi bensin dengan penuh, langsung ditayangkan bahwa pemilik mobil tersebut baru saja menerima subsidi dari pemerintah sebesar Rp120.000.

Pasti para pedagang bakso, mi  dorong, dan para penganggur akan asyik menonton live TV. Mereka akan bergerombol di depan TV melihat dan menghitung deretan mobil yang masuk SPBU. Dengan asyiknya,  mereka menyaksikan para pemilik  mobil tersebut masing-masing mendapat bantuan berapa ratus ribu rupiah dari pemerintah.

Mereka akan asyik bergerombol menonton live TV sambil membayangkan begitu mudah orang mendapat bantuan pemerintah sebesar Rp120.000 hanya dengan syarat harus memiliki mobil Toyota Altis.  Sedangkan dirinya yang hanya bisa berjualan bakso dan nasi goreng dorong tidak bisa mendapat bantuan seperti itu hanya karena tidak memiliki sedan Toyota Altis.

Meski mereka itu penjual bakso, nasi goreng, mi dorong, pedagang sayur keliling, dan para penganggur,  mereka bukan orang bodoh. Mereka bisa berhitung. Mereka juga akan menonton live TV sambil niteni berapa kali sebulan Toyota Altis tersebut masuk SPBU. Mereka pun bisa berhitung bahwa pemilik sedan Toyota Altis atau pemilik mobil apa pun yang sejenis menerima bantuan pemerintah melalui subsidi BBM sebesar Rp480.000/bulan. Alias menerima bantuan pemerintah Rp5.000.000/tahun!

Kalau saja setiap mobil penerima subsidi yang masuk SPBU disiarkan live TV dan diperlihatkan nomor mobilnya lalu disebutkan bahwa mobil ini telah menerima bantuan pemerintah Rp5 juta/tahun, rasanya tidak akan ada tontotan yang ratingnya lebih tinggi daripada live show ini. Orang-orang miskin akan asyik menonton untuk memimpikan sesuatu dan mimpi itu adalah hiburan satu-satunya bagi mereka.

Maka, setelah heboh-heboh BBM berlalu, kita punya waktu untuk memilih: akan menyelenggarakan program live TV, atau melakukan pembatasan, atau konversi ke gas, atau menaikkan harga. Atau cara yang lain lagi yang belum terpikirkan. Tentu, bicara terus juga tidak ada hasil nyatanya. Sambil menunggu pilihan yang tepat, saya tetap akan meminta salah satu BUMN untuk menyiapkan diri: siapa tahu pembatasan BBM model e-BBM tadi bisa dipilih. Dengan sekali pengeluaran Rp4 triliun, bisa dihemat sedikitnya Rp30 triliun/tahun.

Tentu, jangan lupa Putra Petir.

Presiden SBY sudah memanggil rektor-rektor universitas besar untuk mempersiapkan mobil listrik nasional ini. Para rektor itu (rektor UGM, rektor ITS, rektor UI, dan rektor ITB) secara mengejutkan menyampaikan kepada presiden bahwa konsep mobil listrik nasional ini sudah terwujud. Presiden tidak menyangka kalau para rektor begitu antusias dan begitu konkret menyambut gagasan mobil listrik nasional ini.

Gerakan mobil listrik kini memang menggema di seluruh dunia. Bahkan, harian New York Times dan International Herald Tribune edisi bulan lalu mengulasnya secara “panjang. Kepercayaan masyarakat juga sudah tinggi. Buktinya, konsumen di Amerika Serikat sudah antre menaruh uang muka untuk membeli mobil listrik ke salah satu perusahaan pionir di sana.

Obama memang serius dalam program pengurangan ketergantungan kepada minyak. Apakah ini juga  pertanda dia tidak akan mau mencium pipi Ayatullah Khamenei? Dan, kita terus tersiksa BBM karenanya? (*)
* Menteri BUMN

Fokus Mempekerjakan Putra Asli Malaysia

Melihat Bengkel Pesawat AIROD di Subang Selangor

Sumut Pos bersama rombongan Sekolah Penerbangan Angkasa Nasional (SPAN) Medan berkunjung ke PT. AIROD SDN. BHD di Subang Selangor, kemarin. Hal ini dilakukan untuk melihat secara langsung para teknisi yang sedang melakukan perbaikan dan pemeliharaan pesawat udara.

Farida Noris Ritonga, Kuala Lumpur

Sebelum memasuki kawasan dengan luas 74 Hektar ini, para rombongan menjalani pemeriksaan. Sebab tidak sembarang orang bebas memasuki wilayah tersebut. Siang itu, rombongan langsung dibawa ke sebuah cafetaria yang letaknya di bagian belakang kantor utama. Tempat ini sangat luas, bahkan bisa menampung ratusan karyawannya.

Beberapa karyawan juga terlihat menyantap makan siang dengan lahap. Setiap harinya setelah bekerja dengan serius, para karyawan akan berkumpul di tempat ini untuk sekadar melepas rasa lelah maupun membincangkan dari hal sepele hingga masalah serius mengenai perbaikan pesawat.

“Di AIROD sendiri, tingkat kedisiplinan sangat tinggi. Bahkan para karyawannya dianjurkan membuat catatan atau tanda ceklis saat melakukan perbaikan pesawat. Karena penyebab utama dari kecelakaan transportasi udara didominasi oleh faktor manusia. Salah perbaikan akibatnya bisa fatal,” kata Raja Iskandar Shah Raja Yusof selaku Director of Sales International & Commersial Program.

Setelah makan siang, rombongan dibawa menuju beberapa bagian engineering. Ruangan pertama terlihat beberapa mesin sedang diperbaiki. Kepada para taruna SPAN Medan, Raja Iskandar memperkenalkan para karyawannya. Terlihat para karyawan sedang tekun bekerja. Namun, kedatangan rombongan tidak mengganggu aktivitas mereka. Bahkan para taruna SPAN Medan terlihat mengajukan beberapa pertanyaan kepada para karyawan yang sedang bekerja.

“AIROD berawal dari Royal Air Force Malaysia (RMAF) yang dibentuk pada 1975. AIROD sudah diakui secara internasional dan merupakan perintis di negara ini dengan fasilitas kelas dunia dan memiliki teknisi yang ahli di bidangnya. Bahkan saat ini AIROD melayani 78 pelanggan dari 33 negara,” jelas Raja Iskandar.

Menariknya, AIROD memiliki lebih dari 1000 karyawan yang semuanya adalah warga Malaysia. Tentunya para karyawan memiliki kualitas serta kinerja yang tinggi. Sebagian besar manajernya adalah lulusan insinyur dengan rata-rata pengalaman penerbangan lebih dari 15 tahun serta para teknisi yang juga memiliki pengalaman cukup.

“Kita lebih fokus mempekerjakan warga Malaysia. Kita yakin anak bangsa memiliki keahlian dibidangnya. Ini juga dilakukan untuk menghindari tingginya angka pengangguran. Setiap harinya mereka menjalani training dan basic engineering biar bisa lanjut ke perbaikan rating pesawat. Setiap perbaikan ada instruktur yang meninjau secara langsung,” ungkapnya.

Bahkan setengah dari pekerjanya merupakan mantan Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) yang terlatih dan berpengalaman serta mampu melakukan pemeriksaan pesawat dengan baik. “Lebih dari 400 karyawan kita adalah mantan TUDM. Mereka memiliki kedisiplinan yang tinggi serta pekerja keras. TUDM memiliki perancangan sendiri untuk memastikan pesawat dalam keadaan baik. Mereka sangat mahir, sehingga kita tarik dan dipekerjakan disini,” katanya lagi.

Customer utama dari PT.AIROD SDN.BHD antara lain, tambahnya, termasuk Pemerintah Malaysia yang terdiri dari Royal Malaysian Air Force, Malaysian Army Air Wing, Royal Malaysian Navy, Malaysian Fire and Rescue Department, Royal Malaysian Police Air Wing, dan Malaysian Maritime Enforcement Agency. “Semua jenis pesawat ada di AIROD. Perbaikan pesawat tergantung kerusakan yang dialami. Maksimalnya bisa mencapai 6 bulan lebih perbaikan,” tambahnya.

Kemudian, rombongan diajak untuk melihat-lihat ke hanggar pesawat. Tempat ini sangat luas, bahkan cukup untuk 7 pesawat yang menjalani perbaikan. “Secara keseluruhan di AIROD ada 6 hanggar pesawat. Nantinya kita akan bangun beberapa hanggar lagi untuk tempat perbaikan pesawat,” terangnya.
Tak terasa, lebih dari 2 jam untuk berkunjung ke tempat ini. Rombongan lalu diantar Raja Iskandar menuju bus yang sudah menunggu. “Di AIROD sebenarnya ada juga karyawannya wanita, tapi jumlah mereka tidak banyak. Biasanya mereka ditempatkan di bagian dokumentasi dan administrasi, sebagiannya di bagian pemeliharaan propeller. Rata-rata mereka masih sangat muda. Kita tidak membatasi wanita yang ingin bekerja di sini asalkan mereka memiliki keahlian,” urainya lagi mengakhiri pembicaraan siang itu. (*)

Bakal Jadi RSU Strata C

Wali Kota Medan Tinjau Puskesmas Pekan Labuhan

Pemerintah Kota (Pemko) Medan telah meningkatkan status Puskesmas Pekan Labuhan untuk menjadi Rumah Sakit Umum (RSU) strata C. Kebijakan ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Medan bagian utara sekaligus percepatan pembangunan di kawasan tersebut.

“Puskesmas ini akan kita tingkatkan menjadi RSU strata C. kita akan mulai secepatnya sehingga dapat segera memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dengan begitu, maka masyarakat kita yang menggunakan kartu JPKMS dan Medan Sehat di bagian utara cukup dilayani di sini,” kata Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, ketika melakukan peninjauan ke Puskesmas Pekan Labuhan di Jalan Yos Sudarso, Medan Labuhan, kemarin.

Dijadikannya Puskesmas ini sebagai rumah sakit, dinilai Rahudman, karena fasilitas yang dimiliki Puskesmas sudah cukup memadai.

“Lahannya memadai, SDM mulai dari dokter, spesialis dan perawat juga cukup. Untuk itu tahun ini kita akan membuat Detail Engineering Desain (DED) pembangunannya oleh konsultan. Tahun depan kita harapkan RSU ini bisa dioperasikan sehingga ini bisa menjadi rumah sakit yang representative untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Medan bagian utara,” terang Rahudman.

Kadis Kesehatan Medan, Edwin Effendi mengatakan, peningkatan status Puskesmas Pekan Labuhan ini menjadi RSU strata C juga bertujuan untuk memperluas cakupan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. “RSU ini nantinya akan menjadi pusat rujukan untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat di sini,” terang Edwin.

Dijelaskan Edwin, untuk membuat Puskesmas ini menjadi RSU, dibutuhkan fasilitas fisik seperti, minimal 80 tempat tidur, alat bedah, kebidanan, spesialis dan menyediakan tenaga medis yang dibutuhkan.

“Kita harapkan ini dapat memperluas cakupan pelayanan kita, selain itu juga dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” jelasnya.

Edwin mengharapkan, tahun ini pembangunan RSU Pekan Labuhan strata C ini dapat segera dilakukan survey konsultan dan menyelesaikan DED-nya sebagai rumah sakit modern. Dengan begitu, akhir Desember 2013 mendatang, RSU Strata C ini sudah dioperasikan.

Disinggung alasan Pemko Medan meningkatkan status Puskesmas men jadi RSU strata C, Edwin mengatkan, kebijakan ini sebagai upaya untuk semakin mengembangkan status Puskesmas Rawat Inap menjadi RSU, sehingga perluasan cakupan pelayanan kesehatan di Medan akan semakin baik.
Apalagi, sambungnya, dilihat dari fasilitas yang ada, Puskesmas Pekan Labuhan ini memang sangat memungkinkan untuk dikembangkan, selain lahannya yang luas mencapai 4.000 meter, letaknya juga sangat strategis berada di depan Jalan Yos Sudarso dan di tengah-tengah pemukiman masyarakat di wilayah Medan bagian utara.

“Saat ini di Medan ada 39 Puskesmas dan 13 diantaranya sudah menjadi Puskesmas rawat inap,“ jelas Edwin. (adl)
tentunya jika Puskemas Pekan Labuhan ini sudah kita tingkatkan menjadi RSU strata C, maka besar kemungkinan 12 Puskesmas rawat inap lainnya juga akan kita tingkatkan statusnya kalau memang dibutuhkan,” jelas Edwin.(adl)

Berkat Kemurahan Hati Abdillah

Malam Haflah Al Quran dan Syukuran Bagi Qori Internasional

Ribuan masyarakat Kota Medan bersilaturahmi sekaligus melihat penampilan qori tingkat Internasional, H Djafar Hasibuan, yang baru mendapat penghargaan juara I MTQ tingkat Mahasiswa Jamiah Al Mustofa di Iran, Jumat malam (30/3).

Selain itu, alim ulama dan tokoh masyarakat di Kota Medan juga hadir di kediaman rumah Drs H Abdillah AK MBA selaku ahli bait di Jalan Perak, Kelurahan Sei Rengas Permata, Kecamatan Medan Area, meramaikan malam haflah Al Quran dan syukuran prestasi qori Internasional sekaligus silaturahim alim ulama dan masyarakat pecinta Al Quran.

Drs H Abdillah AK MBA, dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih atas kedatangan seluruh masyarakat, alim ulama dan tokoh masyarakat yang meluangkan waktunya untuk hadir. “Saya mohon maaf bila masih ada kekurangan. Saya sudah berusaha memberikan pelayanan yang terbaik untuk kita semua,” kata Abdillah.

Dengan adanya kegiatan Haflah Al Quran ini, dirinya teringat semasa kecil pesan dari orangtuanya untuk bisa menghafal Alquran sampai meninggal dunia. “Dari pertemuan di Bandara Polonia Medan, saya tergugah dan mengajak seluruh qori untuk lebih menghargai prestasi yang diperoleh qori kita ditingkat Internasional dengan meriah,” ujarnya.

Diharapkan Abdillah, prestasi qori yang sudah diraih ini, agar digali terus dengan mencarai bibit-bibit baru untuk memperoleh qori terbaik. “Ke depannya, dapat menjadi lebih baik lagi, jangan dilupakan qori yang sudah pernah mendapat prestasi. Kegiatan qori ini, harus terus diadakan untuk mencapai prestasi tertinggi di tingkat Internasional,” cetusnya.

Wakil Wali Kota Medan, Drs H Dzulmi Eldin yang turut hadir juga menyampaikan, Kota Medan juga sudah mempunyai tempat mengaji yang dapat membentuk karakter anak sejak dini.

“Pemko Medan sudah mencanangkan magrib mengaji sesuai dengan surat edaran Menteri Agama dalam rangka meningkatkan silaturahmi kepada masyarakat. Pemko Medan patut bangga dengan qori terbaik yang telah membanggakan Kota Medan, sekaligus mengharumkan nama Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Haflah Al Quran dan Syukuran, Drs H Said Abdullah menjelaskan, terlaksananya acara ini, berkat pertemuan ahli bait, Drs H Abdillah Ak MBA dengan Djafar di Bandara Internasional Polonia Medan.

“Karena melihat penyambutan qori tingkat Internasional itu tidak meriah, dia (Abdillah) pun tersentuh hatinya dan mengajak untuk bersilaturahmi di rumahnya bersama para ulama dan tokoh agama di Kota Medan,” jelasnya.

Diharapkannya, kepada seluruh kepala daerah dan tokoh masyarakat di Kota Medan, untuk memperhatikan qori yang sudah membawa nama Indonesia, khusunya Kota Medan dan umumnya Sumatera Utara.

Untuk jumlah undangan, Said menerangkan, undangan yang disiapkan sebanyak 1.500 orang. Tetapi saat membagikan undangan ke setiap kecamatan, semua masyarakat termasuk guru ngaji meminta diundang untuk melihat langsung wajah qori tingkat International itu. Jadi untuk seluruh undangan yang hadir, melebihi dari kartu undangan yang diberikan,” bebernya.

Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh Nurzanah yang merupakan qoriah terbaik tingkat remaja dan mendapatkan pengharagaan di tingkat nasional tahun 2010. Dilanjutkan dengan penampilan qori senior yang sudah kondang di Kota Medan, Drs H Hasan Basri dengan diringi musik rebana.

Tak lupa, penampilan qori tingkat Internasonal, H Djafar Hasibuan, yang baru mendapat penghargaan juara I MTQ tingkat Mahasiswa Jamia Al Mustofa di Iran, juga menunjukkan kebolehannya di hadapan seluruh undangan. Para undangan pun tertegun melihat penampilan Djafar dengan suara emasnya. (adl)

Apa Kata Mata Tentang Kesehatan Anda?

Mata juga bisa membantu kita untuk mendeteksi berbagai masalah gangguan kesehatan. Berikut ini, beberapa jenis gangguan pada mata yang bisa menjadi sinyal adanya ketidakberesan dalam tubuh.

Ukuran pupil berbeda Pupil atau lingkaran hitam di tengah bola mata, pada orang normal biasanya simetris. Ukuran dan reaksinya sama saat terkena sinar matahari. Namun, jika salah satu pupil mata Anda terlalu besar atau kecil dari yang lain, mungkin ada terdapat gangguan kesehatan. Para ahli mengklaim bahwa perbedaan pupil dapat menunjukkan bahwa orang tersebut berada pada risiko tinggi mengalami stroke, tumor saraf optik atau tumor otak atau aneurisme otak.

Mata kering

Jika mata Anda selalu kering dan super sensitif terhadap cahaya, bisa jadi itu menjadi sinyal adanya masalah pada sistem kekebalan tubuh Anda, seperti sindrom Sjogren, gangguan sistem imun dimana sel imun menyerang dan menghancurkan kelenjar eksokrin yang memproduksi air mata dan liur.
Mata berawan atau katarak (cloudy eyes)

Jika mata Anda seakan berkabut dan penglihatan mata Anda terganggu, bisa saja Anda memiliki katarak. Hal ini menyebabkan kekeruhan di lensa dalam mata dan harus dioperasi untuk menormalkan penglihatan. Kondisi ini sering terjadi pada orang lanjut usia. Namun, anak muda juga berisiko dan biasanya disebabkan efek samping dari penyakit diabetes, tumor dan pengonsumsian obat tertentu.

Mata gatal

Meskipun ada banyak hal yang dapat menyebabkan rasa gatal di sekitar mata, alasan yang paling umum dapat menunjukkan adanya reaksi alergi. Mata dan daerah sekitarnya merupakan bagian yang sensitif dan lebih rentan terhadap infeksi dan alergi. Pemicu lain bisa saja dari debu atau bulu binatang.

Mata Abu-abu

Jika mata Anda timbul seperti cahaya cincin di sekitar kornea mata, mungkin Anda mengidap arcus senilis, yang sering dikaitkan dengan kadar kolesterol dan trigliserida yang tinggi, yang bisa menyebabkan risiko penyakit jantung dan stroke. Jika melihat ada cincin berwarna abu-abu yang melingkari mata Anda, segera kunjungi dokter untuk membahas perubahan diet Anda.

Alis mata menipis

Alis mata memang bisa menjadi lebih tipis dengan bertambahnya usia, namun bisa jadi hal ini menandakan adanya disfungsi tiroid. Kehilangan rambut alis bisa menjadi tanda umum dari hipertiroid (tiroid terlalu aktif) atau hipotiroidisme (tiroid tidak terlalu aktif).

Mata berair

Menurut Larry Benjamin, dokter mata di The Royal College, mata berair kemungkinan besar terdapat infeksi yang disebabkan oleh virus. Jika penglihatan Anda menjadi kabur, bisa jadi Anda mengalami Computer Vision Syndrome (CVS) yang disebabkan kelelahan mata karena memandang layar komputer.

Benjolan kuning

benjolan kuning, atau dikenal dengan xanthelasma palpebral, biasanya muncul di kelopak mata dan bisa menjadi sinyal peringatan bahwa kadar kolesterol Anda sangat tinggi. Benjolan ini merupakan timbunan lemak yang mengumpul dan tumbuh di kelopak mata. Berhati-hati, terkadang bencolan ini menjadi tanda awal dari penyakit arteri korener. (bbs/net)

Rooney Bisa Bikin 40 Gol

UNTUK urusan gol, Ferguson masih bisa tenang. Dari 30 pertandingan liga yang telah dijalani sepanjang musim ini, United hanya sekali absen membobol gawang lawan atau saat kalah tiga gol tanpa balas di kandang Newcastle United (4/1) lalu.

Tumpuan gol Setan Merah adalah Wayne Rooney yang telah mengemas 21 gol di liga, termasuk delapan gol dalam enam laga terakhir. Sebagai catatan, Rooney tidak turun dalam pertemuan di Old Trafford kala menjamu Blackburn.  Ferguson pun meyakini Rooney bakal mampu menembus 40 gol musim ini.
Sejauh ini, striker yang akrab disapa Wazza tersebut sudah menjaringkan 31 gol di semua ajang.

“Dia masih memiliki sisa delapan laga dan dengan kematangannya di usianya sekarang (26 tahun, Red), sangat realistis dia bisa mencapai 40 gol di akhir musim,” ucap Ferguson.

Di sisi lain, gelandang Blackburn Morten Gamst Pedersen juga memiliki motivasi tersendiri untuk mengandaskan United di kandang sendiri.
“Saya berteman baik dengan beberapa pemain Manchester City. Jika kami mengalahkan United, mereka siap mentraktir saya makan sepuasnya di restoran langganan kami di Manchester,” tutur pemain internasional Norwegia kepada The Sunday Mirror. (dns/jpnn)

Butuh 100 Tahun Bebaskan Buruh Anak

Kasus Jermal di Sumut jadi Perhatian Dunia

JAKARTA- Isu buruh anak jermal di Sumatera Utara masih menjadi salah satu sorotan penting dalam pertemuan reguler governing body International Labour Organization (ILO), kemarin. Apalagi besarnya angka buruh anak jermal, menambah angka buruh anak di Indonesia yang saat ini mencapai lebih dari 1,8 juta jiwa.

Demikian diungkapkan Wakil Buruh Asia, Rekson Silaban, langsung dari Jenewa, Swiss, saat berbincang dengan Sumut Pos via surat elektronik. “Dari sekitar 1,8 juta buruh anak di Indonesia, pemerintah hanya menargetkan pembebasan 10.000 orang per tahun. Jadi kita butuh waktu lebih 100 tahun lagi membebaskan Indonesia dari buruh anak,” ungkapnya.

Untuk itu menanggapi hal ini menurut Rekson, diperlukan tidak hanya komitmen penuh dari pemerintah pusat, tapi juga keseriusan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Sebab seringkali kekerasan terhadap buruh anak apalagi yang berada di jermal, sering luput dari perhatian. Mengingat lokasinya yang jauh dari daratan. “Yang terpenting tugas daerah bersangkutan. Supaya eliminasi buruh anak tidak ada lagi. Indonesia mungkin bisa meniru Brasil, di mana pemerintah menyediakan bantuan uang kompensasi kepada keluarga setiap bulan, asal mau menyekolahkan anaknya dan tidak disuruh mencari nafkah,” sambung Silaban.

Memang sisi positifnya, ILO menurut Rekson secara umum menilai Indonesia cukup berhasil menurunkan angka penggunaan buruh anak. Namun, tetap saja jumlah buruh anak di Indonesia dinilai banyak. Rekson sendiri dalam pertemuan dewan pengurus lengkap ILO kali ini, diberi kesempatan menyampaikan sejumlah isu-isu penting. Menariknya, tidak hanya terkait masalah perburuhan di Indonesia. “Posisi saya sebenarnya bukanlah wakil buruh Indonesia. Tetapi wakil buruh dari kawasan Asia. Karena jumlah wakil serikat buruh dari seluruh dunia hanya 14 orang. Jadi selain menyampaikan masalah buruh di Asia.

Untuk kasus Indonesia, saya menyampaikan masalah memburuknya dampak buruh kontrak dan outsourching. Juga masih banyaknya buruh dan rakyat yang tidak punya akses ke jaminan sosial. Selain itu juga sistem atau paradigma ekonomi Indonesia perlu dikoreksi, kenapa pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tidak berkolerasi terhadap kesejahteraan rakyat,”ungkapnya di sela-sela rapat yang membahas beragam agenda. Mulai dari pembahasan kasus buruh di Myammar, Fiji, Bahrain, perluasan jaminan sosial, kebijakan perburuhan di negara G20, dan beragam isu-isu penting lainnya. (gir)

Menangi Pemilu Sela, Suu Kyi Masuk Parlemen

YANGON- Junta militer Myanmar melakukan beragam cara dan alasan untuk menyekap Aung San Suu Kyi sebagai tahanan rumah dalam empat kesempatan berbeda selama 21 tahun. Tapi, pada akhirnya, apa yang disuarakan band rock asal Republik Irlandia, U2, dalam Walk On (2000), lagu yang didedikasikan untuk putri pahlawan kemerdekaan negeri yang dulu bernama Burma itu, terbukti benar: what you got they can”t steal it.

Ya, deraan hukuman tiada henti itu sama sekali tak mampu mereduksi karisma ibu dua anak yang baru menikmati kebebasan secara penuh pada November 2010 tersebut di mata warga Myanmar. Justru kian menggumpalkannya. Walhasil, perempuan 66 tahun tersebut dengan mudah merebut kursi parlemen Myanmar melalui daerah pemilihan Kawhmu, wilayah yang berjarak dua jam perjalanan dari ibu kota Yangon, tempat Nobelis Perdamaian 1991 tersebut bermukim.

Memang, hasil resmi direncanakan baru diumumkan hari ini. Tapi, berdasar penghitungan partainya, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), dari 82 TPS yang jumlah suaranya telah selesai direkap “total ada 129 TPS” di daerah pemilihan Kawhmu, Suu Kyi meraup 82 persen suara. Padahal, rivalnya adalah seorang mantan dokter junta yang berasal dari partai yang tengah berkuasa dengan dukungan militer, Partai Persatuan Solidaritas dan Pembangunan.
Itulah kali pertama Suu Kyi mencalonkan diri menjadi legislator sejak mendarat kembali di Myanmar pada 1988 dan langsung berhasil. Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi langkah awal dan modal berharga menuju “perang” sesungguhnya: Pemilu 2015.
“Militer sekarang telah berubah menjadi lebih lunak. Jadi, sangat besar peluang Suu Kyi menjadi presiden pada 2015,” ujar Myo Win, petinggi NLD, kepada BBC.

Selain kuatnya karisma dan pesona pribadinya, kans Suu Kyi menjadi presiden pada 2015 diperbesar oleh solidnya NLD. (c4/ttg/jpnn)

Fan Zone Khusus Anak di Poznan

POZNAN- Kemeriahan Euro 2012 di Polandia-Ukraina semakin disemarakkan dengan dibangunnya sejumlah fan zone di delapan kota penyelanggara. Baik yang dibangun UEFA maupun sponsor-sponsor utama Euro 2012.

Di Poznan, pemerintah kota Poznan berinisiatif untuk membangun fan zone yang dikhususkan buat anak-anak. Di dalam fan zone, akan disediakan permainan yang hanya bisa diakses anak-anak dan juga serangkaian workshop untuk anak-anak.
Kemungkinan, fan zone itu akan dibangun di Solacki atau Wodzicki Park.

Untuk memasuki fan zone itu, setiap anak diperbolehkan masuk dengan gratis untuk menikmati setiap fasilitas yang tersedia di dalamnya.
“Kami mendukung inisiatif seperti itu. Apalagi, Euro 2012 memang merupakan even untuk semua generasi, yang tergabung di dalamnya pendidikan tentang sepak bola,” bilang Michal Prymas, walikota Poznan kepada Poznan News.

Dia menambahkan, bukan hanya fans cilik dari luar negeri saja yang bisa menikmati fasilitas dengan gratis, juga para fans cilik dari Polandia sendiri.
“Kami berharap itu memberikan anak-anak kesempatan untuk mendapatkan pengalaman emosional yang terkait dengan Euro 2012,” kata Prymas.
Karena keterbatasan dana yang dimiliki pemerintah Poznan, maka mereka nantinya akan mewujudkan itu dengan menggandeng sponsor.
“Fan zone untuk anak-anak adalah ide yang menarik, kami yakin bisa menjual kepada sponsor,” kata Prymas. (ham/jpnn)

Menuju Ujian Nasional 2012

Tidak lama lagi Ujian Nasional (UN) akan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Pelaksanaan UN pada 2012 di Sumatera Utara (Sumut), dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat, menghabiskan anggaran sebesar Rp20.668.485.000. Dana pelaksanaan UN tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dengan rincian Dana Subsidi/bantuan penyelenggaraan UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB dan SMK sebesar Rp7.025.961.000 serta dana subsidi/bantuan penyelenggaraan UN SD/MI, SDLB sebesar Rp3.642.524.000.

Oleh:
Jon Roi Tua Purba

Jumlah peserta UN di Sumut, untuk tingkat SD/MI dan SDLB berjumlah 294.189 peserta, tingkat SMP/SMPLB/MTs berjumlah 246.487 peserta sedangkan untuk tingkat SMA/MA/SMK berjumlah 735.679 peserta.

Jadwal pelaksanaan UN tersebut, untuk SMA/MA dilaksanakan pada 16 hingga 19 April 2012, untuk SMK dilaksanakan pada 16 hingga 18 April 2012, SMP/MTs dan SMPLB dimulai 23 hingga 26 April 2012 sedangkan untuk SD/MI dan SDLB baru akan dimulai pada 7 hingga 9 Mei 2012 mendatang.
Jika ada peserta UN yang berhalangan pada hari pelaksanaan UN yang telah ditentukan boleh mengikuti ujian susulan yang ditetapkan yakni untuk SMA/MA pada tanggal 23-26 April, SMK pada tanggal 23-25 April 2012, SMP/MTs dan SMPLB pada tanggal 30 April – 4 Mei 2012 sedangkan untuk SD/MI dan SDLB boleh mengikuti ujian susulan pada tanggal 14 -16 Mei 2012.

Untuk pengumumuman kelulusan, akan diumumkan secara serempak di seluruh Sekolah di Sumut. Rinciannya adalah untuk SMA/MA/SMK akan di umumkan pada tanggal 26 Mei 2012, SMP/MTs, SMPLB pada 2 Juni 2012 sedangkan pengumuman bagi siswa SD/MI, SDLB akan diumumkan pada tanggal 16 Juni.

Guna kelancaran pelaksanaan UN, Disdikbud Sumut telah melaksanakan sosialisasi ke seluruh sekolah-sekolah di kabupaten/kota di Sumut melalui Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten. Dengan demikian diharapkan pada hari pelaksanaan Ujian nasional tersebut tidak ada lagi kendala.
Mengenai distribusi naskah soal UN, saat ini naskah soal UN bagi siswa SMA/MA/SMK dan SMP/MTs dan SMPLB dicetak pemenang tender pencetakan naskah soal berdasarkan ketetapan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pusat.

Sesuai juknis yang diterima maka naskah soal diharapkan tidak akan salah cetak, sebab UN kali ini tidak ada cadangan naskah soal. Dan memang diharuskan kepada pemenang tender untuk mencetak naskah soal secara sempurna tanpa adanya salah cetak atau kerusakan naskah soal. Hanya saja khusus naskah soal untuk siswa SD/MI serta SDLB yang memiliki cadangan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pusat.

Untuk itu, perlu kerjasama Kementerian Agama dan Universitas Negeri Medan telah mengirimkan tim berjumlah empat orang yang bertugas untuk mengawasi atau memantau naskah soal UN di percetakan PT Ceriau Riau Mandiri sebagai pemenang tender. Maslahnya pakah hal itu sudah menjamin kerahasiaan naskah soal?

Untuk pendistribusian sendiri, pihak Disdik Sumut meminta kepada pihak percetakan untuk mengirimkan naskah soal tersebut seminggu sebelum pelaksanaan ujian. Sebab, dengan waktu itu bisa mempercepat pendistribusian ke kabupaten/kota di Sumut sehingga satu hari sebelum pelaksanaan ujian, naskah soal sudah berada di sekolah-sekolah di seluruh kabupaten/kota di Sumut. Hal inijuga bia menimbulkan masalah baru. Kecurigaan bocornya soal karena terlalu lama disimpan, menjadi tanda Tanya.

Dalam pendistribusian naskah soal ujian telah meminta kepada pihak percetakan untuk segera mengirimkan naskah soal tersebut seminggu sebelum pelaksanaan ujian, ini penting guna mempercepat pendistribusian ke kabupaten/kota khususnya di daerah terpencil dan jauh dari jangkauan dan kita pastikan satu hari sebelum hari pelaksanaan naskah ujian akan sudah sampai di seluruh sekolah di kabupaten/kota Sumu.

Menyinggung penyimpanan naskah soal sebelum didistribusikan ke seluruh sekolah di kabupaten/kota se Sumut, namun penyimpanan naskah soal tersebut belum diketahui diamana tempatnya. Karena, pihak Sisdik Sumut masih menunggu petunjuk dari kementerian pendidikan pusat.

Sementara itu kontroversi pelaksanaan UN yang sat ini masih menjadi polemik di dunia pendidikan masih menimbulkn tanda Tanya. Pasalnya adanya keputusan MA yang harus memenuhi terlebih dahulu sarana prasarana, baru beranjak kepada sistem evaluasi melalui UN.

Terkait dengan hal itu, Dewan Pertimbangan Presiden akan membahas pengaduan dan permohonan desakan eksekusi pengadilan negeri kepada pemerintah untuk mengevaluasi kebijakan ujian nasional (UN). Untuk itu, Wantipres akan mengkaji pengaduan Tim Advokasi Korban UN yang menginginkan Presiden melaksanakan putusan Mahkamah Agung (MA) terkait putusan soal UN.

Dalam putusan PN Jakarta Pusat sampai MA terkait UN, hingga saat ini belum ada eksekusi. Padahal, dalam putusannya majelis hakim meminta pemerintah untuk memenuhi secara menyeluruh sarana prasarana di semua sekolah. Selain itu, pemerintah diminta juga untuk meningkatkan kualitas guru dan akses informasi di seluruh daerah di Indonesia.

Tim Advokasi Korban UN menilai, putusan pengadilan tidak dijalankan pemerintah. Namun, pelaksanaan UN berjalan terus. “Saya pikir setiap putusan MA wajib dipatuhi pemerintah, karena merupakan ketentuan hukum oleh lembaga negara. Setiap putusan MA harus dilaksanakan oleh negara,” kata Albert Hasibuan, anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Hukum, usai menerima Tim Advokasi Korban UN di Jakarta (Kompas.com, 8/3/2012) lalu.

Menurut Albert, laporan dan keluhan yang disampaikan Tim Korban Advokasi UN soal UN akan dibahas dengan anggota Wantimpres bidang pendidikan. “Nanti akan kita bahas soal permohonan ekseskui UN yang belum dijalankan. Juga banyak masukan-masukan bagus soal pendidikan,” kata Albert.

Pemerintah memang seharusnya menjalankan putusan MA. Permintaan Tim Advokasi Korban UN sudah diterima. Maka sudah seharusnya hal ini dicermati. Karena ini meyangkut pendidikan kita. Kualitas tidak akan kita dapatkan apabila hanya diukur dari UN, yang sistemnya memaksa. Pelaksanaan UN jujur juga masih menjadi Tanya besar di negeri ini.

Menanti kebijakan pendidikan yang memihak pda kualitas, itulah yang kita nantikan. Negeri ini merindukan pendidikan yang menanamkan nilai-nilai keadilan bagi peserta didik. (*)

Penulis aktif di Kelompok Diskusi Campus Concern Medan (CC-Medan), tinggal di Pematangsiantar