Home Blog Page 13674

Empat Pelanggan Telkom Sumatra

Menangkan Hadiah Promo 147

MEDAN- Empat pelanggan Telkom di Sumatra memenangkan hadiah Promo-147 untuk tahap pertama yang diundi secara nasional di Jakarta.
Lima pelanggan itu masing-masing mendapatkah hadiah Speed Up Tablet-PC,  STB-TV. Dua katagori hadiah lainnya, seperti  Flexi Android Sambung Galaxy-Y dan Web Camera tidak satupan pelanggan Telkom di Sumatra mendapatkannya.

Kepala Telkom Regional 1 Sumatra, Overlis didampingi Manager Marketing, Ma’rufin, menjelaskan, penarikan undangan tahap pertama dari program promo Telkom untuk layanan-147. Ini dilakukan sebagai apresiasi Telkom kepada masyarakat yang telah memanfaatkan layanan 147 untuk berlangganan telepon rumah, akses internet Speedy dan layanan Groovia-TV ( IPTV).

Kata Overlis, bila selama ini, untuk menjadi pelanggan Telkom harus mendatangi Plasa atau Kantor Telkom maka melalui layanan 147, masyarakat sudah bisa meminta didaftarkan menjadi pelanggan. “Layanan 147 memberikan kemudahan kepada masyarakat,” jelas Overlis.

Menggunakan layanan 147, selain mudah dan bisa dihubungi 24 jam tanpa libur, juga memberi keuntungan lainnya karena Telkom juga menyediakan hadiah menarik. Masa promo berlangsung 1 Maret sampai 31 Mei 2012.  Dari HP, calon pelanggan juga bisa menghubungi layanan 147 dengan menekan kode area setempat lalu tekan 147.

Bagi masyarakat yang mendaftar sebagai pelanggan telepon rumah, Speedy dan upgrade layanan  akan menjadi peserta promo ini. Setiap bulannya, Telkom akan melakukan penarikan undian. Untuk promo Maret 2012, maka 40 pelanggan Telkom dinyatakan sebagai pemenang, 4 diantaranya adalah pelanggan Telkom di Sumatra.

Ke-empat pemenang itu masing-masing A. Gofar pelanggan 0711-31xxx (Palembang)  dan Lie Wie Lian pelanggan 061-456xxx (Medan) mendapatkan hadiah Speed Up Tablet PC. Kemudian, Harsono 0778-46xxx (Batam) dan Mery Herlinda  0751-44xxx (Padang) mendapat hadiah STB-TV.

Pemenang akan mendapatkan surat dan kunjungan resmi dari Manajemen Telkom di daerah masing-masing dan hadiahnya akan diserahkan langsung oleh manajemen Telkom. “Tentu saja penyerahan hadiah ini tanpa pengutipan biaya apapun. Karena biasanya setiap ada pengumuman hasil undian akan selalu dijadikan modus penipuan oleh oknum,” jelas Overlis.

Bagi peserta yang belum memenangkan hadiah pada promo pertama (Maret 2012) masih berkesempatan untuk memenangkan  hadiah pada promo ke-2 dan ke-3 April dan Mei 2012. Khusus pada akhir periode promo disediakan hadiah utama sebagai berikut : 10 (Sepuluh) unit iPad 2, 16 GB Wifi, 10 (sepuluh) unit Samsung Galaxy Tab 7.0, 10 (sepuluh) unit Laptop HP Probook 443OS 14″.

Kepala Telkom Regional 1 Sumatra, Overlis dan Manager Marketing, Ma’rufin berharap masyarakat dapat memanfaatkan kemudahan layanan 147 ini. “Cukup telepon ke 147 atau (kode area) 147 dari ponsel Anda,” kata Overlis. (*/ila)

Abidal Cangkok Hati

BEK Barcelona Eric Abidal bakal memasuki tahap baru dalam upaya penyembuhannya. Setelah Maret lalu melakukan operasi pengangkatan tumor hati, kemarin bek timnas Prancis itu menjalani cangkok hati. Langkah tersebut ditempuh untuk menyempurnakan kesembuhan Abidal.

Seperti diberitakan AP kemarin (11/4), Direktur Olahraga Barca Andoni Zubizarreta menyatakan bahwa Abidal telah berada di rumah sakit untuk segera melakukan operasi cangkok hati.

“Kami yakin kalau Abidal dalam penanganan yang tepat. Dan dalam waktu cepat, dia akan kembali seperti sedia kala,” ucap Zubizaretta kepada Canal Plus TV.  Meski pihak klub belum menyatakan pernyataan resmi, namun Presiden Barca Sandro Rossell memberikan bocoran kepada para jurnalis.  Menurut Rossell, operasi Abidal berjalan lancar.  (dra/jpnn)

Jones Dedikasikan Untuk Anak

10 Pemain Liverpool Permalukan Blackburn

BLACKBURN – Liverpool harus berterima kasih kepada penjaga gawang ketiganya Brad Jones. Penjaga gawang asal Australia itu tampil brilian dengan menggagalkan eksekusi penalti Yakubu Aiyegbeni. Penyelamatan itu turut mengantarkan Liverpool yang bermain dengan 10 orang memenangi pertandingan dengan skor tipis 3-2.

Gol-gol kemenangan Liverpool dicetak masing-masing diperoleh dari dua gol Maxi Rodriguez pada menit ke-13 dan ke-16. Dua gol tersebut dilengkapi Andy Caroll pada saat masa injury time. Sedangkan dua gol Blackburn semuanya diciptakan Yakubu lewat aksi headingnya pada menit ke-32 dan tendangan penalti di menit ke-60.

Masuknya nama Jones tidak lepas dari diusirnya penjaga gawang utama Alexander Doni di menit ke-25. Doni dikartu merah wasit lantaran mengganjal penyerang tuan rumah Junior Hoilett di kotak penalti. Jones membayar kepercayaan Kenny Dalglish dengan menepis tendangan penalti yang dieksekusi Yakubu.

Jones pun langsung mendedikasikan penyelamatan pentingnya itu bagi putranya, Luca. Putranya itu lima bulan yang lalu meninggal dunia dikarenakan penyakit leukemia. “Waktu 18 bulan rasanya sangat berat setelah putraku meninggal dunia. Kemenangan ini aku persembahkan untuk dia (Luca, Red),” kata Jones seperti yang dikutip di AFP.

Walaupun akhirnya Yakubu bisa menembus gawangnya lewat penalti di babak kedua, Jones menyebut sudah mengetahui kemampuan Yakubu. Sebab, keduanya pernah bermain satu tim di Middlesbrough. “Kami selalu berlatih tendangan penalti. Makanya, aku tahu bagaimana gaya dan seperti apa tendangannya (Yakubu, Red),” beber penjaga gawang berusia 30 tahun itu.

Kemenangan dramatis tersebut jadi kebangkitan Liverpool setelah di laga sebelumnya menyerah 0-1 dari klub papan tengah Sunderland. Apalagi kemenangan itu diperoleh hanya dengan kekuatan 10 pemain sejak pertengahan babak pertama. “Hari ini benar-benar sangat melelahkan bagi kami,” sebut Dalglish.

Dalglish pun berharap semangat ini terus dimiliki anak asuhnya di lima laga yang tersisa di Liga Primer Inggris musim ini.  (ren/jpnn)

Penyaluran Beasiswa Diharapkan Lancar

Otorita Asahan Jalin MoU dengan Bank Sumut

MEDAN-PT Bank Sumut kembali dipercaya untuk menyalurkan bantuan pendidikan dalam bentuk beasiswa oleh Otorita Asahan. Hal ini direalisasikan dalam penandatanganan perjanjian kerjasama Bank Sumut dengan Otorita Asahan yang digelar di lantai X Kantor Pusat Bank Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu (11/4).

Beasiswa tersebut nantinya akan disalurkan melalui Bank Sumut di sekitar wilayah ekosistem Danau Toba. Adapun wilayah tersebut meliputi 10 kabupaten/kota, yakni Tanjung Balai, Asahan, Batubara, Taput, Simalungun, Tobasa, Samosir, Humbahas, Dairi dan Karo.

Dalam acara tersebut Dirut Bank Sumut Gus Irawan Pasaribu menuturkan, menjadi bagian implementasi program Otorita Asahan secara tidak langsung memberikan peran terhadap Bank Sumut dalam proses pemberdayaan masyarakat di wilayah strategis proyek Asahan dan kawasan Danau Toba.

“Hal ini sejalan dengan visi Bank Sumut yakni menjadi bank andalan dalam membantu dan mendorong pertumbuhan perekonomian dan pembangunan daerah di segala bidang. Serta sebagai satu sumber pendapatan daerah dalam rangka peningkatan taraf hidup masyarakat,” ungkap Gus Irawan dalam kata sambutan.

Gus Irawan menuturkan, sebelumnya pada 17 September 2009 lalu Bank Sumut juga telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan Otorita Asahan.

Mengenai implementasi program Otorita Asahan di wilayah strategis proyek Asahan dan kawasan Danau Toba. “Nah, perjanjian kerjasama kali ini merupakan penyempurnaan dari hasil evaluasi terhadap pelaksanaan program penyaluran beasiswa sebelumnya,” jelasnya.

“Dalam teknis penyaluran beasiswa ini, para penerimanya akan diarahkan membuka rekening tabungan. Dan diharapkan dapat mengajak para penerima beasiswa, yang merupakan para pelajar SD, SMP dan SMA, menabung dan meningkatkan aktivitas berhemat,” tambah Gus Irawan.

Sementara itu, Ketua Otorita Asahan Efendi Sirait  didampingi Sekretaris T  Azwar Aziz menyampaikan, Otorita Asahan merupakan badan pemerintah yang memiliki tugas mengawasi, memfasilitasi dan membina proyek Otorita Asahan.

“Sejak 2003 lalu ada empat program yang harus dijalankan Otorita Asahan yakni, penanaman pohon bersama masyarakat dan Pemda. Pemberdayaan ekonomi rakyat, pembangunan infrastruktur termasuk program pendidikan,” papar Efendi. (saz)

Toko Perabotan Terbakar di Pulo Brayan

Tujuh Tewas Terkepung Pintu Besi

MEDAN-Tujuh orang tewas terpanggang setelah si jago merah melahap kediaman mereka. Rumah toko (ruko) yang memiliki pintu besi berlapis ditengarai membuat mereka sulit keluar. Yang selamat hanyalah seorang pembantu rumah tangga yang berani melompat dari lantai tiga.

Peristiwa tersebut terjadi di ruko di Jalan KL Yos Sudarso No 141/223 I Kelurahan Pulo Brayan Kecamatan Medan Barat, Selasa (10/4) pagi sekitar pukul 04.00 WIB. Asap yang mengepul akibat alat elektronika pun diduga mengandung racun yang terus korban hisap hingga tewas.

Saat Toko Uchida Brayan Jaya itu terbakar, satu orang penghuni ruko itu berhasil selamat. Adalah seorang pembantu rumah tangga (PRT) bernama Alfrin Boru Tumanggor, warga Parlilitan, dia selamat setelah lompat dari lantai tiga. Dia pun berhasil dilarikan ke Rumah Sakit Imelda.

Data yang dihimpun Sumut Pos,  nama-nama yang tewas dan telah dievakuasi ke Instlansi Kamar Mayat RSU dr Pringadi Medan adalah Ana (39), Chelsea (14), Chelson (11), Chelster (8), Ching Thing Acu (80). Selain itu ada juga tamu keluarga yang berasal dari Taiwan. Mereka adalah Amei (32) dan Yong Fang (37).

Untuk memadamkan api, Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan menurunkan sekitar 7 unit armadanya. Terlihat juga petugas pemadam melakukan evakuasi penghuni ruko dengan menjebol pintu ruko.

Usai berhasil menjinakan api, para korban yang tewas langsung diboyong ke RSU dr Pirngadi Medan. Berdasarkan informasi, seluruh penghuni yang berada di lantai dua ruko tersebut tertidur pulas di dalam kamar. Namun, saat dievakuasi kondisi korban sudah berada posisi terpisah, ada didalam kamar dan ada juga di luar kamar.

Pihak kepolisian langsung melakukan identifikasi lokasi kejadian dengan memasang police line. Dan sekitar pukul 10.30 WIB, tim labotorium Forensik (Labfor) Polda Sumut turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Terlihat sejumlah petugas tim Labfor masuk ke dalam ruko terbakar untuk mengumpulkan sejumlah barang bukti guna dilakukan penyelidikkan asal api.

Sementara itu Kapolsekta Medan Barat Kompol Nasrun Pasaribu saat dikonfirmasi di lokasi kejadian mengatakan belum mengetahui persis penyebab kebakaran. “Tapi berdasarkan keterangan yang kita kutip, ada segumpalan asap keluar dari toko itu,” ujarnya.
Nasrun juga mengatakan belum ada satu pun saksi yang diperiksa. Sementara saksi kunci yakni Alfrin Boru Tumanggor belum bisa dimintai keterangan. “Dia masih dalam perawatan medis di rumah sakit,” sebut Nasrun.

Menurut penuturan seorang lelaki yang bertugas penjaga malam di sekitar lokasi kejadian, saat itu dirinya sudah melihat asap di lantai II, Senin (9/4) malam sekitar pukul 23.00 WIB. “Setelah beberapa jam kemudian aku lihat lagi sudah tidak ada,” ungkap pria tegap yang enggan namanya dikorankan.
Lanjutnya, pada sekitar pukul 04.00 WIB, kembali melihat asap sudah mengepul keluar dari ruko ini. Dia pun mendengar jeritan dari lantai dua. “Saya lihat jam 4.00 WIB, asap sudah banyak dan api pun terlihat, serta di lantai II penghuni ruko menjerit minta tolong,” akunya.

Lurah Pulo Brayan Kota, Sahut Sinaga, memastikan kalau ada dua warga asing yang menjadi korban. “Memang kedua warga yakni Amei dan Yong Fang tidak terdaftar sebagai penduduk saya. Mereka berdua selama ini bekerja di Taiwan dan keperluan mereka ke Medan adalah untuk kunjungan keluarga,” ujar Sahut Sinaga.

Hal ini diamini Acui (38), seorang wanita kerabat korban. “Dari ketujuh itu, hanya lima anggota keluarga. Semuanya meninggal saat sedang terlelap tidur,” katanya saat di depan pintu ruang instalasi jenazah.

Ahli Forensik RSU Dr Pirngadi Medan, Dr Surjit F Singh mengatakan, bahwa semua korban mengalami luka bakar 100 persen pada tubuhnya. “Korban tewas akibat tertidur pulas. Ini diketahui karena tak ada gerakan pada otot korban  seperti gerakan berlari atau gerakan keras lainnya. Tapi mengenai hasil pemeriksaan lebih lanjut merupakan wewenang dari pihak kepolisian,” jelasnya.

Tewas dalam Keadaan Berkabung

Menurut penuturan abang ipar Ana yakni Henkyjen (42), keluarga Ana sejatinya masih dalam keadaan berkabung. Beberapa hari sebelumnya, suami Ana yakni Anjen, meninggal karena penyakit jantung.

“Anjen meninggal dunia baru sekitar 20 hari yang lalu. Kini istri Anjen bersama anak-anaknya pergi untuk selama-lamanya. Baru saja meninggal suaminya, kini dia (Ana) pergi,” ujar Henkyjen dengan mata berkaca-kaca.

Diceritakan Henkyjen yang sangat sedih kehilangan adik ipar dan keponakannya ini, waktu kebakaran terjadi, dia sedang tertidur lelap. Tiba-tiba tidurnya terbangun setelah telepon genggamnya berdering sekitar pukul 04.36 WIB.  Terlihat di layar ponsel nama Ana. Namun, saat ponselnya hendak diangkat, nada panggil terputus.

Saat itu dirinya langsung keluar dari rumahnya. Pasalnya, rumah Henkyjen dengan lokasi terbakar hanya berjarak 10 meter. “Karena firasat saya tak enak setelah telepon dari adik ipar saya yang tiba-tiba putus, saya langsung menghampiri rumah adik ipar saya itu,” ujarnya.

Setelah tiba di depan ruko Ana, dirinya sudah melihat gumpalan asap dan api. “Aku lihat tetangga menjerit ada kebakaran. Aku mau mendekati rumah Ana tapi rumah itu sudah terbakar,” ujarnya.

“Aku mau menyelematkan adikku dan orang di dalam tapi dihalangi petugas,” tambahnya.

Soal keberadaan dua tamu dari Taiwan itu pun dijelaskan Henkyjen. Kehadiran keduanya di Kota Medan tak lain untuk bersama-sama merayakan Cheng Beng. Keduanya merupakan sanak saudara Ana. Selain merayakan Cheng Beng dan bertamu ke ruko Ana. Pasalnya Ana masih berkabung setelah suaminya Anjen meninggal Dunia.

Keduanya baru tiba pada Minggu (8/4) yang lalu. “Keduanya pun berencana berziarah ke kuburan suami si Ana hari ini (Kemarin, Red),” ujarnya.

Kalau Saja Pintu tak Berlapis-lapis

Wali Kota Medan Rahudman Harahap langsung mendatangi RSU Pirngadi untuk melihat korban. “Kita perihatin atas korban. Secara medis untuk pemeriksaan luar terhadap korban sudah dilakukan oleh tim, jadi menunggu saja dari penyidik apakah perlu dilakukan visum,” kata Rahudman usai melihat kondisi ketujuh korban kebakaran di kamar mayat RSU dr Pirngadi Medan, Selasa (10/4) siang.

Dikatakannya, kawasan tempat tinggal korban merupakan Ruko yang melebihkan fasilitas dengan menambah pintu besi sebagai pengaman. “Kalau beginikan kejadiannya, petugas Damkar Medan jadi susah. Untuk itu saya himbau kepada masyarakat mengambil langkah-langkah agar tidak terulang kembali peristiwa ini,” jelasnya.

Menurutnya, masyarakat serta pemilik ruko minimal memiliki pintu keluar dan racun api. “Sudah berapa kali kubilang, masyarakat maupun pemilik ruko menyediakan alat pencegah kebakaran seperti racun api serta menata lokasi tempat tinggal agar tidak menyulitkan kalau terjadi peristiwa,” ujarnya.
Kepala Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran (P2K) Medan, M Tampubolon mengaku kesulitan saat memadamkan api dan tidak mengetahui kalau ada orang di dalam ruko tersebut. “Kami akui kesulitan, karena tidak tahu ada orang di atas. Kami saja meraba-raba saat mencoba masuk ke dalam ruko saat melakukan penyeseran dari lantai I, kalau dari atas ditakutkan dituduh pencuri. Bisa saja kami rusak dengan menarik troli. Tapi nanti apa kata orang? “ ucapnya.

Dijelaskannya, penyebab kebakaran karena korslet listrik yang terbakar di lantai I. Sehingga api yang membakar seluruh barang-barang eletronik mengeluarkan asap yang mengandung racun. “Awalnya terbakar dibawah, sementara korban sedang tidur di dalam kamar lantai II. Kalau saja pintu tersebut tidak terkunci sampai berlapis-lapis, korban bisa selamat. Kalau dari hasil visum tadi, korban tewas karena terhirup asap karena tidak mengeluarkan darah,” jelasnya. (gus/jon/adl/mag-11)

Sempat Gandeng Tangan Majikan

Korban selamat Alfrin Boru Tumanggor belum bisa diwawancarai. Dia masih trauma. Warga Desa Silencang Kecamatan Parlilitan, Humbahas itu pun langsung panik begitu sinar lampu.

Seorang sumber yang berhasil berbincang dengan korban menceritakan kalau Alfrin sejatinya bisa menyelamatkan majikannya. Keterangan ini didapat sumber saat korban dalam keadaan tenang. Perbincangan pun mengalir meski durasinya tak panjang. Korban bolak-balik panik. Keterangan ini didapat saat Sumut Pos mendatangi ruang perawatan Alfrin, di RS Imelda, tepatnya ruang Mawar Lantai II Kelas IA 206, Selasa Siang (10/4) sekitar pukul 15.30 WIB.

Ceritanya, Alfrin sudah bekerja di keluarga itu selama enam bulan. Nah, saat kejadian, Alfrin masih sempat bergandengan tangan dengan sang majikan untuk menyelamatkan diri sebelum api menghanguskan tubuh majikan dan anak-anaknya. “Pengakuannya (Alfrin), dia tidak mengetahui secara pasti asal api yang membakar ruko majikannya itu. Hanya saja Alfrin terbangun karena mendengar sebuah ledakan besar dari rumah itu.

Karena cuaca panas yang menyelimuti gedung, Alfrin langsung keluar kamar dengan posisi meraba karena listrik padam. Dia pun bergantung dengan sinar handphone. Bahkan ketika itu, dia sempat menemui sang majikannya (Ana) dan bergandengan tangan untuk bersama menyelamatkan diri ke lantai tiga,” ujar sumber menirukan pengakuan korban saat di RS Imelda.

Di lantai II yang menghubungkan lantai III, korban dan majikannya sempat mendobrak pintu besi di lantai tersebut. Pasalnya, pintu itu sudah sangat panas. Sesampainya di lantai III, bukannya langsung melompat, majikannnya justru memilih kembali ke lantai II dengan kondisi gelap gulita untuk menyelamatkan anak-anaknya. “Waktu majikannya di lantai II, Alfrin hanya bisa melihat asap dan kobaran terus membesar, sementara pintu yang menghubungkan lantai II dan III saat itu juga tertutup sehingga menghalangi majikannya untuk naik lagi ke lantai III,” terangnya lagi.

Api yang ketika itu terus membesar mambuat Alfrin hanya bisa pasrah dan tak mampu menolong majikannya. Hanya suara samar dari majikannya yang terus memanggil-manggil namanya. Bahkan dari pengakuan sumber tersebut, Alfrin dalam kondisi panik, masih sempat berhubungan lewat jaringan selulernya dengan keluarga majikannya Alung.

Namun karena kalap dan gagap, Alfrin tak tahu lagi harus berbuat bagaimana, sehingga dirinya memutuskan untuk langsung lompat dari lantai III. Bahkan Alfrin juga tidak mengetahui keberadaan HP-nya setelah itu.

“Dia tak tahu kayak mana proses lompatnya, yang dia tau setelah lompat dari lantai III dia sudah berada di rumah sakit,” ujar sumber tersebut.
Pengakuan ini dibenarkan oleh petugas kepolisian Polsek Medan Barat, yang bertugas mendampingi korban di ruang perawatan. Dari informasi sejumlah perawat, pascatragedi kebakaran dan mendapatkan perawatan di rumah sakit, tak banyak kalimat yang keluar dari mulutnya.

Hanya saja, sesekali Alfrin mengamuk dan melempari serta mengusir orang yang berada di sekitar ruang perawatannya. Bahkan ketika tidur, korban juga sering mengigau, meskipun tak jelas apa yang dikatakannya.

“Tadi dia sempat mengamuk dan melempari orang di sekelilingnya dengan kursi, selimut, dan botol yang berada di ruangan. Dia juga terlihat takut dengan keramaian sehingga mengusir orang yang ada di sekitarnya. Bahkan untuk menenangkannya, Alfrin harus mendapatkan suntikan penenang. Setidaknya sejak dirawat dari pukul 08.00 WIB, dia (Alfrin) sudah mendapatkan dua kali suntikan penenang (ampul), namun yang kedua kalinya tidak penuh,” ungkap Perawat Ruangan RS Imelda, Yuli saat dikofirmasi wartawan koran ini.

Sementara untuk kondisi fisiknya, lanjut Yuli, korban Alfrin hanya mengalami luka gores pada bagian tangannnya. Selain itu tubuh korban juga tidak mengalami luka melepuh akibat terbakar, hanya merasakan panas pada bagian telapak kakinya sehingga diletakkan timun untuk mendinginkannya.
Hal yang sama dikatakan perawat RSU Imelda lainnya, Kiki. “Korban sering mengatakan kepanasan. Kalau lihat cahaya lampu, selalu berteriak ‘api-api’,” ujarnya. (uma/gus)

Amiruddin Didesak Minta Maaf

Pemukulan oleh Ketua DPRD Medan Terekam CCTV

MEDAN-Kasus yang menimpa Ketua DPRD Medan Amiruddin di Bandara Polonia Medan terus berlanjut. Politisi dari Partai Demokrat itupun didesak meminta maaf, oleh Serikat Karyawan Angkasa Pura II Bandara Polonia Medan.

Sebelumnya, Amiruddin ditengarai melakukan pemukulan terhadap salah seorang petugas sekuriti tepatnya aviation security (Avsec) Bandara Polonia Medan, Fahru Rozi Nasution (23). “Kita minta itikad baik dari Ketua DPRD Kota Medan, Amiruddin, agar meminta maaf terkait pemukulan yang dilakukannya,” kata Ketua Serikat Karyawan Angkasa Pura II Bandara Polonia Medan, Djamal di Ruang Gagak, Angkasa Pura II, Selasa (10/4).

Djamal yang didampingi oleh Kepala Bidang Olah Raga Serikat Karyawan Angkasa Pura II Bandara Polonia Medan H Saragih, Kepala Bidang Hukum Serikat Karyawan Angkasa Pura II Bandara Polonia Medan Fahris,  dan Ketua II Serikat Karyawan Angkasa Pura II Bandara Polonia Medan Suharsono, menambahkan akan memperpanjang kasus ini jika tak ada itikad baik dari Amiruddin.

“Jika yang bersangkutan tak melakukan permintaan maafnya, akan kita laporkan ke Dewan Kehormatan DPRD Kota Medan. Kita juga sangat menyesalkan sikap yang dilakukan oleh Ketua DPRD Kota Medan terhadap petugas sekuriti,” jelasnya.

Disambungnya, peristiwa tersebut terjadi Minggu (8/4) siang. Amiruddin saat itu mengantarkan Sutan Bathoegana. “Saat diperiksa, beliau tak terima dan merasa keberatan. Padahal pemeriksaan sudah sesuai dengan SOP yang berlaku. Kita juga punya rekaman CCTV terkait pemukulan yang dilakukan oleh Ketua DPRD Kota Medan Amiruddin. Dan yang bersangkutan telah melakukan pemukulan dan penunjangan terhadap petugas sekuriti sebanyak enam kali. Secepatnya kita tunggu permintaan maaf beliau terkait hal itu,” terangnya.

Saat itu, tambah Djamal, Fahru Rozi Nasution tak melawan. “Kita tak ada melakukan perlawanan dan kita juga mempunyai bukti-bukti yang cukup,” jelasnya.

Saat ditanyai mengenai langkah selanjutnya, Djamal mengaku, pihaknya akan menempuh jalur hukum jika yang bersangkutan tak juga ada itikad baiknya. “Kita juga sudah mempersiapkan segalanya dan kita juga akan meminta LBH Medan jika yang bersangkutan membawa ini ke ranah hukum karena kita tak mau ini berlarut-larut,” tegasnya.

Disambungnya, Ketua DPRD Medan dengan arogannya melawan petugas. “Saya anggota DPRD Medan. Ada apa ini, kenapa diperiksa begitu,” kata Djamal sambil meinirukan apa yang diungkapkan Amiruddin.

Pada pertemuan kemarin, Fahru Rozi Nasution dan saksi-saksi lainnya sengaja tak dihadirkan. Menurut Djamal karena itu merupakan privasi. “Pemeriksaan manual sudah sesuai dengan SOP dan sudah sesuai dengan Diklat yang kami terima ketika mengikuti Diklat sebelum menjadi petugas security Avsec Bandara oleh pihak Angkasa Pura II,” terang H Saragih.

Sebutnya, saat Amiruddin melewati gawang X-Ray, alarm berbunyi. Saat itulah sejatinya langsung dilakukan pemeriksaan manual, Amiruddin langsung menolak. “Pemeriksaan manual itu sudah sesuai prosedur SOP dan jika ditemukan hal-hal yang mencurigakan, bahkan ke kemaluan pun dilakukan pemeriksaan,” ujarnya.

H Saragih menuturkan, Amiruddin tak mempunyai pas masuk saat mengantarkan tamunya itu. “Beliau masuk di Terminal Keberangkatan Domestik tak menggunakan Pas Tamu. Semua tamu harus menggunakan pas saat mengantarkan saudara atau teman mereka,” ungkapnya.

Amiruddin: Cukuplah Sudah

Di tempat berbeda, meminta agar kasus tersebut jangan dibesar-besarkan. “Aduh, cukuplah sudah. Jangan dipanjangkan lagi,” kata Amiruddin saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya tanpa memberikan alasan yang jelas, Selasa (10/4) siang.

Sebelumnya, Amiruddin akan melaporkan tindakan sekuriti Bandara Polonia kepada Kepala Angkasa Pura Bandara Polonia Medan karena dirinya merasa dipermalukan di depan umum. “Saya yang melaporkan karena kita yang diperiksa, masa kemaluan saya yang diperiksanya. Saya sudah merasa dipermalukan. Jadi saya juga meminta kepada Kepala Bandara Polonia Medan harus bisa betul-betul melakukan pengawasan terhadap tamu di Bandara,” jelasnya.

Dengan begitu, Amiruddin akan mengundang Kepala Angkasa Pura Bandara Polonia Medan ke DPRD Medan. “Saya akan membuat rekomendasi pemanggilan terhadap Kepala Angkasa Pura ke DPRD Medan melalui komisi yang membidangi yaitu Komisi C DPRD Medan, untuk menindaklanjuti dalam melakukan pengamanan di Bandara,” pintanya.

Ketua Komisi C DPRD Medan, Ahie mengaku belum ada menerima surat rekomendasi dari Ketua DPRD Medan terkait pemanggilan Kepala Angkasa Pura Bandara Polonia Medan. “Sampai saat ini belum ada masuk karena kita sudah memeriksanya ke staf Komisi C. Namun, bila rekomendasi tersebut masuk tentunya akan segera kita sikapi. Apalagi ini menyangkut lembaga, kita akan pertanyakan kronologi peristiwa itu terjadi,” ujarnya.
Ahie mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih banyak karena belum menerima rekomendasi tersebut. “Jadi, kami (Komisi C) belum tahu permasalahan ini. Kita berharap agar surat ini masuk agar segera ditanggapi dengan membuat klarifikasi terhadap peristiwa tersebut,” bebernya.(jon/adl/azw)

Raba-raba di Bandara

Dame Ambarita

Puluhan tahun lalu, aksi raba-raba tubuh calon penumpang pesawat udara di bandara, jarang terdengar. Kalaupun ada, kasusnya tak sebanyak tahun-tahun belakangan ini. Maklum, zaman dulu belum banyak aksi terorisme di pesawat.

Menyusul maraknya aksi pembajakan pesawat, peledakan pesawat, dan sebagainya pengamanan di pintu masuk seluruh bandara di dunia internasional, memang semakin diperketat. Seluruh barang wajib masuk pemeriksaan x-ray. Calon penumpang wajib melewati gawang detector yang bisa memindai bahan-bahan yang dianggap berpotensi membahayakan. Tak hanya logam, sejumlah cairan pun dilarang.

Asal alarm detector berbunyi, petugas dengan sigap akan memeriksa tubuh si calon penumpang. Ada yang hanya mendekatkan alat detector genggam atau super scanner ke tubuh si calon penumpang. Tapi sebagian besar langsung memeriksa si calon penumpang dengan cara manual, yakni meraba tubuh mulai dari dada/ketiak sampai ke kaki. Wanita diperiksa petugas wanita, pria diperiksa petugas pria.

Nah, Minggu malam baru lalu, aksi raba-raba ini dialami Ketua DPRD Medan. Saat ia melewati gawang X-Ray, alarm berbunyi. Kontan, petugas pun melakukan pemeriksaan manual. Namun sang Ketua DPRD menolak diperiksa.

Si petugas tak peduli. Tubuh si ketua tetap saja diraba. Buntutnya, si wakil rakyat merasa dilecehkan. “Masak securiti itu langsung meraba ke arah kemaluan saya karena dilihatnya ada bendolan di celana saya,” katanya kesal.

Merasa dipermalukan karena tubuhnya diraba di tempat ramai, ketua dewan ini pun langsung melayangkan pukulan dan tendangan ke arah si sekuriti. Kasus berbuntut panjang. Teranyar, pihak bandara menunggu itikad baik sang Ketua Dewan untuk meminta maaf atas pemukulan yang dilakukannya. Sebaliknya sang Ketua Dewan berencana merekomendasi pemanggilan terhadap Kepala Angkasa Pura ke DPRD Medan melalui Komisi C DPRD Medan, untuk menindaklanjuti pengamanan di bandara.

Belum jelas siapa yang salah dalam kasus ini. Namun jika sang Ketua Dewan memang menolak diperiksa, barangkali beliau tak paham prosedural. Tak peduli setinggi apa jabatan seseorang, prosedur pemeriksaan selayaknya diikuti. Bukan karena seseorang hebat di lingkungannya, lantas dia wajib mendapat hak istimewa di lingkungan orang lain.

Kata orang tua dulu, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Artinya, di mana pun anda berada, ikutilah peraturan yang ada di sana.
Tentang pengakuan sang ketua, bahwa si sekuriti langsung meraba kemaluannya, ini bisa saja dibuktikan dengan rekaman CCTV. Seandainya pun benar, sebenarnya tidak ada masalah. Apalagi jika memang ada kecurigaan ada benda lain di sana yang patut diperiksa.

Namun jika cara merabanya memang dianggap melecehkan, ini bisa dipermasalahkan. Karena pelecehan itu bicara tentang rasa. Dan rasa itu… sah-sah saja dirasakan. Serupa dengan pasal ‘perasaan tidak menyenangkan’, yang tidak bisa diukur kadarnya, atau disama-ratakan satu sama lain. Untuk perbuatan yang sama, bisa saja A merasa dilecehkan sementara si B merasa biasa saja.

Nah, terkait kasus raba-raba di bandara ini, selama itu masih prosedural, barangkali jalan tengah untuk kedua belah pihak adalah berdamai. Toh, saling menuding pun hanya memperkeruh suasana. (*)

* Penulis adalah Pemimpin Redaksi Sumut Pos

Stand Jawa Pos Bikin Penasaran

Dari Publish Asia 2012 WAN IFRA di Bali

Bagaimana cara The Times of India mengikat pembaca hingga koran asal India itu menjadi koran berbahasa Inggris dengan sirkulasi terbesar di dunia? Bagaimana pula The Toronto Star bertransformasi dari sebuah surat kabar tradisional menjadi produk multimedia terintegrasi yang ternama di Kanada? Atau apa saja inovasi berani Jawa Pos yang membuatnya meraih penghargaan prestisius World Young Reader Prize 2011 dari WAN-IFRA (asosiasi koran sedunia)?

Beragam kunci sukses publisher media di dunia itulah yang di-share dalam CEO Conference yang merupakan bagian dari Publish Asia 2012, ajang yang dihelat oleh WAN-IFRA di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali. CEO Conference akan berlangsung dua hari, 11-12 April dan dibagi ke dalam tujuh sesi dengan masing-masing sesi mengusung tema berbeda.

Selain dari The Times of India, The Toronto Star, dan Jawa Pos, hadir pula sebagai pemateri para petinggi dari berbagai publisher ternama di dunia. Di antaranya, Jack Matthews, CEO Fairfax Metro, Australia; Pelle Mattisson, CEO Stampen Media Partner, Swedia; Ross Dunkley, CEO Myanmar Times & Phnom Penh Post, Myanmar; dan Pichai Chuensuksawadi, Editor-in-Chief Post Publishing, Thailand.

Dari Indonesia, selain Azrul Ananda, Direktur Utama PT Jawa Pos Koran, yang juga bakal tampil sebagai narasumber dalam CEO Conference adalah Agung Adiprasetyo, CEO Kompas Gramedia Indonesia. Seperti diberitakan sebelumnya, di even bergengsi yang bakal dibuka resmi Wakil Presiden Boediono besok itu, Jawa Pos dan Kompas menjadi tuan rumah gala dinner sekaligus host acara penting dari rangkaian konferensi, yaitu Asian Media Awards.

“Inti dari presentasi saya nantinya adalah bagaimana koran itu harus terbiasa beradaptasi dan tidak pernah takut berubah,” ujar Azrul yang akan tampil di hari kedua sesi kelima CEO Conference.

Selain CEO Conference, Publish Asia 2012 juga akan menghelat Newsroom Summit Day, Advertising Summit Day, dan Printing Summit Day. Seperti halnya CEO Conference, masing-masing even tersebut juga bakal berlangsung dua hari (11-12 April) dan di-break down dalam tujuh sesi.

Di Newsroom Summit Day, berbagai tema menarik terkait jurnalisme kontemporer bakal dibahas. Misalnya tentang jurnalisme investigasi, pengelolaan newsroom dalam era socmed (social media) seperti sekarang ini, dan cara merangkul pembaca baru. Hadir sebagai penyaji materi di antaranya Cliff Buddle, Special Projects Editor The South China Morning Post; Michael Chalhoub, Founder dan CEO Sport 360 di Dubai, Uni Emirat Arab; dan Roh Sung-hwan, Director for Media Industry Korea Press Foundation.

Jawa Pos Group – perusahaan media dengan jaringan koran terbesar di Indonesia – bakal menjadi peserta dengan jumlah delegasi terbanyak di ajang Publish Asia 2012 ini. Dari 206 media mulai Aceh hingga Papua di bawah Jawa Pos Group, masing-masing akan mengirimkan perwakilan ke acara bergengsi tersebut.

Nah, perhelatan akbar itu secara resmi dibuka pagi ini oleh wakil presiden Boediono. Namun, sejak kemarin stand Jawa Pos sudah menarik perhatian pengunjung. Dalam even yang dihadiri 800 an praktisi media internasional ini, Jawa Pos membuat stand expo secara elegan. “Kita tampilkan banner dua edisi kita yang disainnya unik,” kata Khoiron Fadil, bussines development manager Jawa Pos.

Edisi itu adalah cover page tentang ketua KPK yang baru Abraham Samad dan halaman depan edisi tentang runtuhnya jembatan Tenggarong, Kalimantan Timur. Replika award sebagai pemenang World Young Reader Prize WAN IFRA 2011 juga dipajang secara mencolok. “So this is the prize, is this the actual size?” tanya Roberto Coloma, perwakilan Agence France Press (AFP) yang juga membuka stand di dekat Jawa Pos.

Tak hanya Roberto yang penasaran, rata rata pengunjung bertanya tentang penghargaan yang diberikan di Wina, Austria tahun lalu itu. Bahkan, banyak yang berfoto di bawahnya.

Stand Jawa Pos kemarin juga diperiksa secara khusus oleh tim aju (advance) Paspampres karena akan ditinjau Wapres Boediono siang ini.
Tadi malam, delegasi disambut hangat oleh Bali Post di Gedung Pers Bali Ketut Nadha. Delegasi disuguhi santap malam beraneka ragam masakan khas Pulau Dewata. Suguhan tarian adat juga makin menyemarakkan malam.

Direktur Bali Post Group Satria Naradha mengaku bangga telah diberi kehormatan menyambut para delegasi Publish Asia 2012. Ia berharap even internasional tersebut bisa meningkatan mutu penerbitan surat kabar di tanah air.

“Semoga penyelenggaraan di Bali ini bisa memberi inspirasi kita untuk terus bergerak, bergerak, dan bergerak,” kata Satria. (sof/rdl)

Sidimpuan Bakal Dilikuidasi

JAKARTA-Ancaman keras datang dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terhadap daerah-daerah yang terancam bangkrut. Institusi pimpinan Gamawan Fauzi itu bakal mengambil tindakan tegas yakni melikuidasi daerah tersebut. Di Sumut, Kota Padangsidimpuan dalam posisi rawan.

Selain mantan ibu kota Tapanuli Selatan itu ada beberapa daerah lain yang rawan. Daerah yang dimaksud adalah Kota Langsa (NAD), Kabupaten Kuningan (Jabar), Kota Ambon (Maluku), Kabupaten Ngawi (Jatim), Kabupaten Bantul (Jogjakarta), Kabupaten Bireuen (NAD), Kabupaten Klaten (Jateng), Kabupaten Aceh Barat (NAD), Kota Gorontalo (Gorontalo), dan Kabupaten Karanganyar (Jateng).

Nah, opsinya, daerah bangkrut tersebut dimerger dengan daerah terdekat atau diambil alih pusat. “Kalau tidak bisa ditolong, terancam dilikuidasi. Bisa dengan daerah terdekat atau pusat,” ujar Ditjen Otonomi Daerah Djoehermansyah Johan, Selasa (10/4).

Djoehermansyah menambahkan pada 25 April mendatang akan diumumkan daerah mana saja yang dianggap terancam kolaps.
Seperti diberitakan sebelumnya, Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) merilis 291 kabupaten/kota yang memproyeksikan belanja pegawainya lebih dari 50 persen. Ironisnya, 11 di antara daerah-daerah tersebut memiliki belanja pegawai lebih dari 70 persen. Gara-gara itu, daerah tersebut terancam kolaps karena tidak lagi memiliki anggaran.

Lebih lanjut Djoehermansyah menjelaskan kalau daerah tersebut tidak akan dilikuidasi begitu saja. Daerah yang terindikasi akan dilakukan pembinaan terlebih dahulu. Tahapannya adalah evaluasi, dipelajari pokok permasalahan, dibimbing dengan asistensi lantas peringatan dan terugaran kalau tetap tidak berubah. “Memang harus ada penalti yang tegas,” katanya.

Dia enggan membocorkan data daerah mana saja yang masuk dalam rapor merah Kemendagri. Yang jelas, tindakan itu perlu dilakukan untuk menyelamatkan daerah otonomi. Harapan agar daerah mampu mengurus rumah tangganya sendiri, termasuk membiayai kepentingan operasional pemerintah, ternyata jauh dari harapan. Faktanya, daerah malah keteteran dalam mengatur keuangan.

Apalagi kalau masuk musim pilkada. Djoehermansyah menyebut, dana tersisa ikut tersedot ke pilkada. Padahal dana yang tersisa dari belanja pegawai tinggal sedikit. Ujung-ujungnya, pembangunan daerah bisa macet saat pilkada datang. “Saat ini tidak ada daerah yang belanja aparaturnya ideal,” terangnya.

Ideal, lanjut Djoehermansyah, adalah alokasi belanja aparatur ‘hanya’ 40 persen dari belanja daerah. Tidak seperti sekarang yang bisa mencapai 76 persen untuk belanja pegawai. Beruntung, daerah-daerah tersebut dibantu pemerintah dengan Dana Alokasi Umum (DAU) sehingga roda pembangunan masih bisa berjalan.

Tersedotnya APBD untuk belanja pegawai juga mendapat perhatian serius dari Komisi Keuangan DPR. Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Aziz mengatakan, satu-satunya cara untuk mencegah tersedotnya APBD ke belanja pegawai adalah dengan merevisi UU No 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
“Di situ harus diatur bahwa APBD yang dialokasikan untuk belanja pegawai maksimal 50 persen. Tidak boleh lebih,” ujarnya.

Menurut Harry, besarnya anggaran yang tersedot untuk belanja pegawai di daerah kontraproduktif dengan upaya mendorong perekonomian daerah melalui dana transfer ke daerah yang tiap tahun dianggarkan ratusan triliun di APBN. “Kami inginnya, ada porsi anggaran yang cukup untuk membiayai belanja modal agar pembangunan di daerah lebih maju,” katanya.

Meski demikian, Harry mengakui, upaya menurunkan alokasi belanja pegawai di daerah juga bukan perkara gampang. Dia menyebut, ada dua cara yang bisa ditempuh, yakni mengurangi besaran gaji pegawai di daerah dan mengurangi jumlah pegawai di daerah.

“Dua-duanya sulit. Pemotongan gaji pasti akan menimbulkan gejolak. Sedangkan pengurangan pegawai melalui pensiun dini, belum tentu diterima,” ucapnya.

Namun, lanjut dia, opsi pensiun dini mungkin lebih rasional, asalkan pemerintah bisa memberikan pesangon yang layak, sebagaimana langkah perusahaan yang memberikan pesangon atau golden shake hand bagi karyawannya yang ikut program pensiun dini.

Tapi, kata dia, harus dipikirkan juga, siapa yang akan membayar pesangon tersebut. Kalau pemerntah pusat yang harus membayar, maka anggaran DAU (dana alokasi umum) akan membengkak dan itu akan memberatkan APBN. Kalau yang membayar, pemerintah daerah, maka harus dicek dulu apakah mereka memiliki cukup anggaran untuk itu.

“Saya akan usul, pensiun dini dibiayai bersama oleh pemerintah pusat dan daerah, tapi prosesnya bertahap, misalnya lima tahun, sehingga tidak memberatkan APBN dan APBD,” ujarnya.

Karena itu, menurut Harry, pemerintah mesti segera duduk bersama dengan DPR untuk membicarakan hal tersebut agar permasalahan seperti ini tidak berlarut-larut. “Kami siap membahas revisi UU No. 33 Tahun 2004 itu segera,” ujarnya. (dim/owi/wan/kuh/jpnn)

Banyak Intimidasi Sebelum Pencoblosan

BANDA ACEH – Ketua Panwaslu Aceh, Nyak Arief Fadhillah mengatakan, selama pelaksanaan pemungutan suara, pihaknya mendapatkan sejumlah laporan pelanggaran. Bentuk pelanggarannya pun beragam, ada yang bersifat administratif maupun dalam bentuk teror dan intimidasi.
“Sejauh ini, kita masih mengkroscek dan mengumpulkan bukti–bukti terkait indikasi pelanggaran itu,” katanya, Selasa (10/4). Disebutkannya, nantinya pelanggaran yang sifatnya administrasi akan ditindaklanjuti oleh KIP selaku penyelenggara Pilkada, sedangkan yang sifatnya teror dan intimidasi akan diserahkan kepada aparat penegak hukum.

Saat ditanyakan pasangan calon gubernur mana yang paling banyak melakukan pelanggaran, Nyak Arif tidak bersedia menyebutkannya dan hanya mengatakan, masing – masing calon kepala daerah ada melakukan. Tapi bentuk pelanggaran yang dilakukan seperti laporan masyarakat, belum dapat dikatakan sebuah pelanggaran sebelum ada pembuktian lebih lanjut.

Sementara di Aceh Tengah, ribuan massa pendukung 10 dari 11 kandidat kepala daerah, meminta agar Pemilukada diulang dan hasil sementara perolehan suara dibatalkan. Tuntutan ini disampaikan saat mereka mendatangi Panwaslu, Selasa (10/4).

Mereka menilai, kandidat dengan nomor urut 10 Nasaruddin dan Khairul Asmara melakukan kecurangan.
“Pilkada ini menjadi kisruh akibat kecurangan nomor urut 10. Kami akan menggugat kepada Mahkamah Konstitusi agar Pilkada ini diulang, tanpa menunggu hasil Pilkada,” pekik salah seorang Kandidat Bupati, Mahreje Wahab melalui pengeras suara. (slm/dai/yus/smg)