30 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 13688

Sistem Listrik Jawa-Sumatera Digabung

Telan Dana Rp 20 T, Libatkan Jepang

JAKARTA – Upaya memperkuat kehandalan pasokan listrik terus dilakukan. Kali ini, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) siap mengkoneksikan sistem kelistrikan Jawa-Bali dengan Sumatera.

Manajer Senior Komunikasi Korporat PT PLN Bambang Dwiyanto mengatakan, sistem kelistrikan tersebut nantinya akan saling terhubung melalui jaringan interkoneksi dengan teknologi Tegangan Tinggi Arus Searah (High Voltage Direct Current/HVDC). “Sistem ini akan mampu mengalirkan listrik 3 ribu megawatt (MW), dari Jawa ke Sumatera atau sebaliknya,” ujarnya kemarin (8/4).

Menurut Bambang, April ini PLN akan mulai menawarkan tender pembangunan proyek interkoneksi Sumatera – Jawa kepada para kontraktor yang berpengalaman mengerjakan proyek-proyek kelistrikan. “Proyek ini direncanakan mulai dibangun pada tahun 2013 dan ditargetkan beroperasi pada 2017,” katanya.

Jika sistem interkoneksi sudah beroperasi, maka dalam kondisi tertentu, PLN bisa mengalirkan listrik dari wilayah yang memiliki cadangan daya besar ke wilayah yang membutuhkan tambahan listrik. Misalnya, jika pembangkit di Jawa sedang dalam proses maintenance atau perbaikan, maka PLN bisa mengalirkan listrik dari Sumatera ke Jawa agar listrik tetap handal. Demikian pula sebaliknya.

Bambang menyebut, saat ini sedang ada proyek pembangkit besar-besaran baik di Sumatera maupun Jawa. Misalnya, di Sumatera sedang dirintis pembangunan PLTU Mulut Tambang batubara berkalori rendah dengan kapasitas total “3.000 MW di kawasan pertambangan batubara Sumatera Selatan. “Sedangkan di Jawa ada banyak proyek pembangkit PLTU 10 ribu MW,” sebutnya.

Bambang mengatakan, menurut skala ekonomi, sistem kelistrikan dengan pembangkit dan beban yang makin besar akan lebih efisien. Oleh karenanya penggabungan sistem kelistrikan di Jawa-Bali “dengan kapasitas terpasang lebih dari 30.000 MW dengan sistem kelistrikan Sumatera dengan beban sekitar 5.000 MW, bisa meningkatkan efektifitas penggunaan energi murah dengan skala ekonomi yang lebih efisien.

Data PLN menyebut, proyek interkoneksi Sumatera-Jawa ini akan terdiri dari stasiun pengubah listrik AC menjadi DC (stasiun konverter) di Muara Enim dan listrik DC akan diubah kembali menjadi listrik AC (stasiun inverter) di Bogor. Adapun lingkup proyek transmisi sejauh kurang lebih 700 kilometer. “Saat ini PLN tengah mengurus pembebasan lahan di wilayah Sumatera Selatan, Lampung, Banten, dan Jawa Barat. Kami berharap, seluruh pihak di pusat dan daerah bisa membantu prosesnya,” ujarnya.

Dari sisi biaya, lanjut dia, sistem interkoneksi Jawa-Bali dengan Sumatera ini bakal menelan investasi hingga Rp 20 triliun. Sebagian besar akan didanai dari Loan JICA (Japan International Cooperation Agency). “Sebagian lagi dari dana anggaran PLN,” jelasnya. (owi/kim/jpnn)

Kinerja Rendah, Pemko Dipantau Pansus

Kinerja Pemko Medan tahun 2011 masih rendah. DPRD Medan langsung membentuk pansus untuk melakukan pembahasan terhadap laporan pertanggungjawaban LKPJ wali kota. Seperti apa? Berikut petikan wawancara wartawan Sumut Pos, Adlansyah Nasution dengan Ketua Pansus terpilih HT Bahrumsyah dari Fraksi Partai PAN.

Apa yang menjadi dasar pembentukan pansus?
Sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No 3 Tahun 2007 Pasal 23 ayat 4, pansus diberi waktu selama 30 hari, setelah naskah LKPJ Pemko Medan dibacakan Wali Kota Medan diterima DPRD Medan. Berdasarkan PP tersebut, tahapan yang akan dilakukan adalah pembahasan dengan melakukan koordinasi dan konsultasi bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).  Dimana, tugas BPK dalam melakukan audit bukan saja masalah keuangan tetapi kinerja . Hal itu dapat dilihat dari masih banyaknya masalah yang berkaitan langsung dengan masyarakat belum ditangani Pemko. Seperti masalah infrastruktur yakni, pengelolaan ketertiban dan kenyamanan lalulintas yang masih rendah, minimnya pengembangan pasar tradisional dan modern.

Selain itu kemana lagi koordinasinya?
Pansus juga akan berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Karena data yang disampaikan dalam LKPJ banyak dikutip dari data BPS. Padahal, biasanya BPS baru bisa menetapkan data setelah bulan Juli setiap tahunnya. Selanjutnya, pansus akan melakukan hearing dengan berbagai elemen masyarakat, pemerhati dan para ahli untuk mendapatkan data yang faktual terhadap realisasi pembangunan di segala bidang di Kota Medan.

Apa yang akan dilakukan?
Pansus akan memberikan rekomendasi kepada kepala daerah berupa catatan strategis berisikan saran, masukan dan koreksi terhadap Pemko Medan selaku penyelenggara urusan desentralisasi dan tugas umum pemerintahan. Hal itulah yang menjadi dasar pembentukan Pansus untuk pembahasan LKPJ tahun anggaran 2011.

Bagaimana memperoleh datanya?
Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di jajaran Pemko Medan juga akan dipanggil guna mendapatkan data realisasi kinerja. Selanjutnya, Pansus akan melakukan uji petik di lapangan, untuk mengetahui apakah realisasi yang ada dalam dokumen pengguna anggaran sesuai dengan fakta lapangan. Dimana, pembangunan kota belum memenuhi seluruh aspirasi masyarakat. Diharapkan segenap jajaran aparatur dan SKPD untuk terus membangun etos kerja yang tinggi untuk mewujudkan kinerja yang lebih baik.(*)

REI Setuju Pakai Listrik Tenaga Surya

MEDAN- Sebagai langkah gerakan penghematan energi secara nasional yang akan diluncurkan Mei 2012 mendatang, dengan cara pemakaian listrik tenaga surya untuk penerangan umum pada bidang pengembang perumahan dan apartemen, hendaknya disosialisasikan terlebih dahulu.

“Saya juga baru tau soal adanya kebijakan ini. Tapi sebelum aturan itu dijalankan, ada baiknya dilakukan sosialisasi dan pertemuan dengan para pengembang perumahan dan apartemen. Nantinya dicarikan jalan terbaik atau solusi agar para pengembang merasa tidak dirugikan,” kata Ketua Real Estate Indonesia, Tomi, Minggu (8/4).

Pihaknya sendiri, menyambut positif dengan usulan itu. Namun penggunaan listrik tenaga surya untuk penerangan umum ini harus menggunakan teknologi yang murah, terjangkau dan hemat energi. Dengan begitu, baik customer maupun pengembang tidak merasa dirugikan dan beban biaya listrik PLN dapat dialihkan untuk pembayaran lainnya.

“Kalau harganya terjangkau kenapa tidak? Saya yakin pengembang lainnya akan menyambut baik usulan ini. Asalkan listrik tenaga surya yang digunakan nantinya terjangkau. Pemakaian ini, pastinya menggunakan teknologi, alatnya ini yang kita harapkan terjangkau. Kalau tidak pengembang pasti lebih memilih menggunakan listrik PLN,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Apersi (Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia) Sumut, Irwan, mengaku, jika BUMN dapat menciptakan panel tenaga surya dan nantinya disubsidi oleh pemerintah, maka kebijakan ini kemungkinan dapat berjalan dengan baik dan mendapat tanggapan positif dari para pengembang.

“Sebenarnya kebijakan ini sudah pernah digulirkan sebagai langkah gerakan penghematan energi nasional. Tapi setelah kita hitung-hitung, ternyata harga panel listrik tenaga surya ini sangat mahal. Untuk pemakaian 450 watt saja dibutuhkan investasi hingga Rp90 juta. Jelas saja ini nggak mungkin,” tegasnya.

Pihaknya sendiri menyambut baik usulan tersebut. “Kalau saya tetap menyambut baik dan optimis dengan usulan ini, dengan catatan BUMN dapat menciptakan panel tenaga surya tadi. Karena, peralatan panel ini sendiri harus diganti selama 6 bulan sekali. Kalau tidak, maka pengembang akan lebih memilih menggunakan listrik PLN,” ucapnya.

Bahkan, jika kebijakan ini tidak dipersiapkan dengan matang, maka akan mempengaruhi bisnis properti secara keseluruhan serta harga jual rumah.
“Rumah dengan harga diatas Rp1 miliar pasti memungkinkan, tapi bagaimana dengan rumah yang harganya di bawah itu? Tentu menciptakan masalah panjang,” ujarnya. (mag-11)

Dikibusi Teman Sendiri

Tersangka pengedar sabu-sabu, Endang Syahputra (29) warga Jalan Perhubungan, Desa Lau Dendang Simpang Beo, Kacamatan Percut Seituan tidak ingin dipenjara sendiri. Buktinya, Endang rela mengibusi rekannya, Dedi Fahmi (31) warga Jalan Mapilindo Gang Cukup Medan setelah diirinya ditangkap lebih dulu oleh Polsekta Medan Timur di sekitar tempat tinggalnya, Sabtu (7/4) sekitar pukul 16.00WIB. Dari Endang polisi menyita dua paket kecil sabu-sabu seharga Rp100 ribu. Bukan hanya itu saja, sepeda motor yamaha Mio BK 3559 CH miliknya juga diboyong petugas ke Polsekta Medan Timur.

Tertangkapnya Endang berawal informasi yang diterima polisi dari masyarakat, yang menyebutkan Endang sebagai pengedar sabu-sabu di kawasan tempat tinggalnya.

Informasi itu langsung ditindaklanjuti petugas untuk menyelidiki tersangka. Untuk menangkapnya polisi menyaru sebagai pembali sabu-sabu.
Singkat cerita, polisi dan Endang melakukan transaksi. Begitu transaksi dilakukan Endang langsung dibekuk.

Dalam pemeriksaan, Endang mengakui dua paket sabu-sabu yang disita polisi itu dibelinya dari rekannya. Tanpa ragu Endang membocorkan identitas temannya, lengkap dengan alamat rumahnya. Berdasarkan informasi itulah Dedi Fahmi ditangkap polisi di kediamannya dengan barang bukti 1 paket sabu-sabu yang terselip di bawah asbak, 1 amplop ganja kering dari atas lemari, 1 unit timbangan elektrik, 1 unit bong, dan uang tunai hasil penjualan sabu-sabu sebanyak Rp1.095.000. Dedi kemudian digelandang ke Polsekta Medan Timur bersama barang bukti.

Dalam pemeriksaan, Dedi malam tidak mengenal Endang. Bahkan Dedi membantah ada menjual sabu-sabu kepada Endang.”Saya tidak kenal dia Pak,” kata Dedi saat dikonfrontir. Polisi tidak percaya dengan keterangan Dedi. Pasalnya, kalau tidak keterangan Endang, mana mungkin Dedi ditangkap.
Kapolsek Medan Timur, Kompol Patar Silalahi, melalui kanit reskrim, AKP Ridwan, mengatakan kalau kedua tersangka saat ini tengah dalam pemeriksaan.”Sedang kita periksa,” kata Kanit Reskrim. (gus)

Caisar Undi 24.730 Pelanggan

MEDAN- Sejak awal tahun kemarin, Caisar Spring Bed, salah satu produsen spring bed di Sumut, Aceh, Padang, dan Pekanbaru, mengadakan undian bagi para konsumennya. Berbagai hadiah diberikan, seperti radio tape, mesin cuci, kulkas,  TV, sepeda motor, dan mobil Toyota.

Periode undian Januari 2012 hingga 31 Maret ini, merupakan undian pertama dilakukan di Medan. Dan ini merupakan yang pertama kali bagi spring bed dengan hadiah yang cukup besar.

Menurut General Manager PT Cahaya Bintang Selatan, Rudi, mengatakan, sukses besar yang saat ini terjadi pada Caisar Spring Bed merupakan hasil dari sebuah mimpi. “Undian ini merupakan bentuk kristalisasi, keberanian, dan ketangguhan, serta bentuk layanan kita pada pelanggan. Dengan harapan, kita dapat menambah pelayanan yang lebih baik lagi bagi pelanggan,” ujarnya saat memberikan kata sambutan dalam acara pengundian pemenang Caisar Spring Bed di Hotel JW Marriot, Sabtu (7/4) kemarin.

Undian ini juga sebagai bentuk loyalitas kepada konsumen, mengingat Bintang Cahaya sudah berdiri selama 15 tahun. “Kita sudah 15 tahun berdiri, jadi wajar bila kita memberikan bentuk loyalitas pada konsumen sendiri,” tambah Rudi.
Undian yang diberikan untuk suplier dan konsumen ini tidak dipungut biaya apapun. Karena pajak ditanggung panitia. Sedangkan untuk pengambilan hadiah, paling lambat hingga 22 Mei 2012 mendatang.

Sebanyak 24.730 kupon yang masuk dan mengikuti undian ini.

Stefanus K, warga Pekan Baru, sebagai pemenang yang mendapatkan hadiah utama, 1 mobil Toyota Kijang Innova. “Semua kupon yang masuk adalah sah. Konsumen yang membeli produk kita, diberikan kupon. Setelah itu, konsumen mengirimkan sms sesuai petunjuk. Sms tersebut kita balas dengan memberikan pin. Dan pin ini nantinya sebagai bukti saat pengambilan hadiah,” urainya.

Keberhasilan Caisar sehingga dikenal dikalangan masyarakat, karena mampu memenuhi kebutuhan akan kenyamana tempat tidur disegala kalangan. “Kita tidak mematok pangsa pasar tertentu saja. Semua pasar kita penuhi. Ke depannya, kita juga ingin memenuhi kebutuhan masyarakat hingga ke daerah-daerah,” ucap Rudi.

Dengan harga dipasaran mulai dari satu juta hingga Rp50 jutaan, PT Cahaya Bintang Selatan menargetkan pembangunan pabrik setiap tahunnya. (ram)

Paskah, Medan Aman

MEDAN-Situasi keamanan dan ketertiban (kamtibmas) pada perayaan Hari Paskah di Kota Medan hingga Minggu (8/4), secara keseluruhan berjalan aman dan kondusif. Tidak ada gangguan kamtibmas yang terjadi saat acara ritual berlangsung di gereja.

“Situasi sampai saat ini berjalan lancar dan aman. Pun demikian, personel yang melaksanakan pengamanan di gereja dan tempat ibadah lainnya tetap akan di stanby-kan hingga kegiatan keagamaan selesai sampai Minggu (8/4) malam,” kata Kapolresta Medan, Kombes Pol Monang Situmorang kepada wartawan di Mapolresta Medan di Jalan HM Said, Minggu (8/4) siang.

Katanya, personel berseragam lengkap mulai melaksanakan tugasnya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan sejak Kamis malam.
“Masing-masing gereja dijaga dua personel, namun jika lokasi gereja berada di tempat yang rawan ditambah lagi pengamanannya,” ucapnya.  Menurut Monang, pihaknya sudah menarik seluruh personel yang melakukan penjagaan di gereja.

“Bukan berarti kita tidak peduli. Jadi sistem yang kita gunakan, personel yang melakukan penjagaan di gereja yang sudah ditunjuk tetap melakukan patroli keliling dengan batas waktu yang tak ditentukan,” jelasnya.

Dikatakannya, situasi kondusif di Kota Medan tidak terlepas dari peran masyarakat yang ikut membantu dalam menjaga kekondusifan kota Medan.
“Kita juga berterimahkasih kepada masyarakat yang berperan aktif melakukan pengamanan untuk menjaga Kota Medan tetap kondisuf,” bebernya mengakhiri.

Sebelumnya, Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Raden Heru Prakoso menjelaskan pihaknya menyiagakan sedikitnya 1.600 personel yang dibagi dan ditempatkan di 929 gereja yang ada di Sumut. “Sampai kegiaatan keagaman ini usai, situasi keamanan cukup kondusif. Tidak ada gangguan kamtibmas  yang berarti,” ungkap Heru.(adl)

Momentum Menjalin Kebersamaan

HUT Provinsi Sumatera Utara ke-64

Tepat 16 April 2012 nanti, menjadi hari yang istimewa bagi Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Soalnya, di hari itu, Sumut merayakan hari jadi ke-64 tahun.

Beragam perayaan dengan gelaran perlombaan, disertai kegiatan sosial mewarnai penyambutan hari yang sejatinya menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Utara (Sumut) tersebut.

Sebut saja, turnamen tenis, lomba senam kesegaran jasmani, voly, futsal, sepeda sehat, gerak jalan beregu dan massal, dagongan dan lomba bakiak, serta beragam perlombaan lainnya untuk memeriahkan perayaan yang sebagian besar kegiatannya difokuskan di Lapangan Merdeka Medan, sejak Minggu (8/4).

Tidak sekedar hura-hura, senang-senang semata dalam pelaksanaan kegiatan itu. Beberapa kegiatan bernuansa sosial, juga lekat seperti kegiatan donor darah, pemberian tali asih kepada puluhan yayasan sosial pengelola panti asuhan dan panti jompo serta rumah ibadah di Medan, Binjai, Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Langkat, Senin (9/4) hingga Rabu (11/4).

Disamping itu, akan digelar pagelaran budaya bertempat di Gedung Serba Guna pada 14 April, ziarah ke Taman Makam Pahlawan, 13 April, Karnaval dan rapat paripurna serta resepsi syukuran pada hari H, Senin (16/4).

Ada juga kegiatan bersih pantai mulai April hingga Juni di Kabupaten Batubara, Deli Serdang, Serdang Bedagai (Sergai), Langkat dan Tapanuli Tengah (Tapteng).

Rangkaian kegiatan itu, merupakan rentetan kegiatan yang dapat dijadikan momentum untuk menggalang kebersamaan antara komponen pemerintah, masyarakat dan swasta.

“Pada momentum HUT Provinsi diharapkan dapat menjadi momentum terjalinnya kebersamaan pemerintah, masyarakat dan swasta untuk bersama membangun Sumut,” terang Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu, Gatot Pujo Nugroho didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Provsu, Nurdin Lubis dalam berbagai perlombaan yang berpusat di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (8/4), dihadiri ribuan warga.

Disamping itu, lanjut Gatot, Sumut ke depan punya tantangan besar diantaranya memenuhi berbagai infrastruktur pendukung seperti pemenuhan ketersediaan energi listrik, gas dan infrastruktur terkait perhubungan. Dengan kerja sama berbagai elemen, maka beban yang berat akan menjadi ringan melalui kekuatan dan dukungan masyarakat dan swasta.

Dalam kegiatan itu Plt Gubsu, Gatot Pujo Nugroho bersama Panglima Kodam I Bukit Barisan Mayjend (TNI) Lodewijk F Paulus, berhasil menempuh rute yang disiapkan panitia sejauh 18 Km, dan kembali finish di Lapangan Merdeka Medan, dalam acara gerak jalan beregu dan massal serta sepeda sehat yang diikuti sekitar tujuh ribuan peserta dan menjadi rangkaian acara perayaan HUT Provsu ke-64.

Sedangkan jalan santai massal diikuti tiga ribuan peserta dengan rute Jalan Pulau Pinang, Jalan Hindu, Suprapto, Pemuda, Balai Kota, Bukit Barisan dan kembali untuk finish di Jalan Pulau Pinang. Rute yang sama juga dilalui sekitar 230 tim (per timnya beranggotakan 11 orang), untuk gerak jalan santai beregu. Lomba ini memperebutkan sejumlah hadiah dengan cara diundi, seperti LCD, TV, sepeda, kompor gas dan lain sebagainya. Usai pelaksanaan gerak jalan dan sepeda sehat, PLt Gubsu menyaksikan perlombaan senam kebugaran jasmani yang diikuti 20 tim dari berbagai instansi.

Plt Gubdu dan Pangdam beserta pejabat Pemrovsu juga berkesempatan mengikuti senam berhadiah tropi dan uang.  “Budaya olah raga merupakan upaya pencegahan diri dari penyakit, karena mencegah lebih baik dari mengobati. Melalui berbagai olah raga, kami ingin membudayakan gaya hidup sehat dan memajukan prestasi olah raga Sumut “ ujar Gatot.

Gatot juga berkesempatan mencicipi beberapa makanan dan menaiki mobil pantai hasil rakitan SMKN 1 Lubuk Pakam. (ari)

Imunisasi pada Bayi, Jangan Terlambat Mendapat Perlindungan

Imunisasi sangat penting untuk melindungi bayi dan anak terhadap berbagai penyakit yang berbahaya. Dengan pemberian vaksinasi, tubuh anak disiapkan terlebih dahulu untuk membuat antibodi atau antitoksin untuk melawan penyakit tertentu sesuai vaksin yang diberikan. Demikian dikatakan Ketua Satgas dan Pengembangan SDM IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), DR.Dr.Hanifah Oswari Sp.A(K).

Menurutnya, tubuh anak yang telah diberikan imunisasi akan siap menghadapi penyakit sesuai vaksin yang diberikan. Pemberian vaksinasi akan menurunkan risiko untuk terkena penyakit. Karena itu, sejak lahir, anak perlu diimunisasi.  “Vaksin yang diberikan sejak lahir misalnya Hepatitis B dan polio. Setiap vaksin ada jadwal yang harus diikuti dengan seksama. Vaksin influenza misalnya dapat diberikan setiap tahun sampai dewasa dan bahkan untuk orang tua. Jadi vaksin dapat diberikan mulai dari bayi sampai usia tua dengan jadwal yang sudah ditentukan,” ujarnya, Jumat (6/4).

Tanpa imunisasi, katanya, tubuh anak dalam keadaan berbahaya karena ia tidak terlindungi bila penyakit datang. “Anak yang tidak dimunisasi DPT (difteri-pertusis-tetanus) misalnya, dapat berisiko terkena difteri atau tetanus yang mematikan,” terangnya.

Sayangnya, lanjut Hanifah, belum semua penyakit ada vaksinasinya. Meskipun, usaha untuk pembuatan vaksin baru terus dilakukan. Misalnya saat ini sedang diteliti vaksin untuk Demam Berdarah Degue. Perlindungan yang diberikan dengan imunisasi pada umumnya tinggi, tetapi memang tidak dapat dikatakan 100% melindungi. Kadang-kadang meskipun telah diberikan vaksin, masih bisa saja anak terkena penyakit yang sebetulnya sudah diberikan vaksinnya.

“Misalnya vaksin cacar air, walaupun anak yang sudah mendapat vaksin tersebut pada umumnya kebal terhadap cacar air, masih ada kemungkinan kecil anak terkena penyakit cacar air, tetapi kalau pun terkena, cacar air yang timbul tidaklah berat, jumlah gelembung air yang timbul pun hanya kurang dari 20 buah,” urainya.

Idealnya, dijelaskan Hanifah, anak diimunisasi dalam keadaan sehat. Tetapi kadang kala hal tersebut tidak selamanya bisa terpenuhi. Penundaan pemberian vaksin yang tidak perlu akan membuat jadwal vaksin yang optimal tidak dapat terpenuhi, sehingga anak terlambat mendapat perlindungan yang bisa berakibat terkena penyakit sebelum diberikan vaksinnya.

“Keadaan sakit ringan seperti batuk pilek masih dapat divaksinasi dengan aman. Dokter akan memberikan vaksin dan tentunya akan menilai terlebih dahulu apakah anak masih diperbolehkan mendapat imunisasi atau tidak sebelum ia memberikan vaksinasi,” bebernya. (mag-11)

Menyatu dalam Kenangan dan Persaudaraan

Ir Riadil Akhir Lubis MSi Kembali Pimpin IKA SMA Negeri 8 Medan

Kongres I dan reuni akbar sedunia Ikatan Alumni (IKA) SMA Negeri 8 Medan berlansung sukses. Dalam pertemuan yang diikuti hampir seribu alumni berserta keluarga ini, Kepala Bappeda Sumut Ir Riadil Akhir Lubis MSi, alumni tahun 1986 secara aklamasi dipilih menjadi Ketua Pengurus Pusat IKA SMA Negeri 8 Medan.

PERHELATAN akbar alumni SMA Negeri 8 Medan yang berdomisili di Sumut, Kalimantan, Jawa, Filipina, Amerika, Singapura dan lokasi lain ini berlangsung Sabtu (7/4). Selama seharian dari pagi hingga tengah malam, para alumni bergembira dan bersilaturahmi merajut kenangan, persaudaraan dan sumbangsih bagi masa depan bangsa.

Acara ini dihadiri Pembina IKA SMA Negeri 8 Medan yang juga Kepala SMA Negeri 8 Medan Sudirman SPd MPd, Ketua DPRD Deliserdang yang juga Ketua Panitia Kongres dan Reuni Akbar se-Dunia IKA SMA Negeri 8 Medan Hj Famawati Takrim, Ketua IKA SMA Negeri 1 Medan yang juga Direktur Utama Bank Sumut H Gus Irawan Pasaribu SE dan undangan lainnya.
Peserra Kongres I yang berlangsung pagi hingga siang, menerima pertangungjawaban pengurus lama periode 2009-2012 dipimpin Riadil. Kemudian peserta Kongres I mempercayakan kembali Riadil memimpin roda organisasi hingga tiga tahun kedepan atau periode kedua.

Ketua Panitia Kongres dan Reuni Akbar sedunia IKA SMA Negeri 8 Medan Hj Famawati Takrim melaporkan kegiatan bakti sosial menyambut Kongres I dan reuni akbar sedunia antara lain di SMA Negeri 8 Medan, Kecamatan Marelan, Binjai dan Deliserdang.

Fatmawati merinci bakti sosial berupa fogging di sekolah dasar di Medan, pemeriksaan kesehatan dan gigi siswa SMA Negeri 8 Medan, sehari bersama lansia di Binjai.  “Bakti sosial di Marelan antara lain pemeriksaan kesehatan lansia, pemberian makanan tambahan bagi siswa SD, penyuluhan bahaya HIV/AIDS, sosialisasi Jampersal. Di Tanjung Morawa digelar sunat massal, sosialisasi Jampersal, penyuluhan bahaya HIV/AIDS, pemberian kartu Jamsostek bagi 50 bilal mayit, pengoabatan ceragem,’’ katanya.

Ketua Pengurus Pusat IKA SMA Negeri  8 Medan menyampaikan terima kasih atas dukungan  alumni dan dukungan Wali Kota Medan, Wali Kota Binjai dan Bupati Deliserdang serta instansi terkait sehingga pelaksanaan bakti sosial, Kongres I dan reuni akbar se-dunia alumni  SMA Negeri 8 Medan berlangsung dengan baik.  “Kita doakan alumni yang berkiprah di pemerintahan, anggota dewan, dunia usaha dan profesi lain agar terus meraih kesuksesan. Alumni SMA Negeri 8 Medan sudah besar dan tak mungkin dikecilkan lagi. Masyarakat menanti kiprah kita. Menyatu dalam kenangan, persaudaraan dan sumbangsih bagi masa depan bangsa,’’ ujarnya.

Kedepan, Riadil berharap pengurus baru IKA SMA Negeri 8 Medan dapat meluangkan waktu mengembangkan organisasi  sosial yang banyak memerlukan pengorbanan sehingga mampu meraih masa depan lebih baik.  “Kita terus melaksanakan bakti sosial semakin besar sebagai bentuk kepedulian terutama terhadap masyarakat kurang mampu. Kita teruskan pengembangan koperasi, lembaga cikal mapan abadi, serikat  tolong menolong dan Smandel Florist. Kita dinilai sebagai panutan bagi ikatan alumni lain,’’ terang dia.(*)

Tetap Gaya dengan Jaket Triset

MEDAN- Disaat musim dingin, jaket merupakan salah satu alternatif untuk menghangatkan tubuh disaat bepergian. Dan wanita tetap bisa tampil cantik dengan jacket yang lebih trendi. Jaket yang pas ditubuh dengan pilihan warna yang norak akan lebih mempercantik tampilan wanita sehari-hari.
“Dimana saja kita wajib terlihat cantik dan gaya. Meski musim hujan dan suhu dingin, kita bisa terlihat cantik dengan mengenakan jacket triset. Jacket ini sendiri bentuknya terlihat lebih bertumpuk tapi hangat bila dipakai, terutama saat kita ingin bekerja,” kata Viky, Karyawan Oxa House di Lantai 2 Plaza Medan Fair.

Menurutnya, jaket Triset ini dikenakan baik disaat santai maupun bepergian. Pemakainya juga terlihat cantik jika di mix kan dengan celana jeans dan sepatu kets. “Lebih cocok kalau pakai celana jeans dan sepatu kets, lebih nyatu. Apalagi kalau ditambah dengan aksesoris. Akan terlihat lebih trendi,” ujarnya.
Selain itu, jaket Triset ini sendiri memiliki bahan parasut. “Bahannya campuran antara parasut dan kaos. Model nya nggak ketinggalan zaman. Dengan kancing kecil yang menambah kesan trendi nya. Meski parasut, tapi hangat saat dipakai. Untuk jaket ini, hanya tersedia dua warna, orange dan kream. Barangnya juga terbatas,” tambahnya lagi.

Sesuai model dan bahannya, maka jacket triset dibandrol harga Rp.449.900. “Harganya pantas dengan modelnya. Jaket ini tebal, ukurannya juga free size. Kalau barangnya sendiri kita ambil dari bandung. Setiap bulannya ditoko kita selalu ada barang baru,”ungkapnya. (mag-11)
yang masuk. Jadi, nggak perlu takut ketinggalan mode,” ungkapnya. (mag-11)