25 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 13694

Nyetir Tronton Sambil Tidur

Tabrak Lima Pekerja Tol Hingga Tewas

JAKARTA-Kecelakaan maut terjadi di tol Jagorawi, tepatnya dekat pintu tol Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, kemarin dini hari. Truk tronton nopol B 9113 UMT melabrak belasan pekerja yang sedang memperbaiki jalan tol. Lima tewas dan sebelas lainnya menderita luka.
Sopir tronton, Aji Solihin alias Mamad (24) mengaku tertidur sekejap saat mengemudikan kendaraan besar itu.

Ketika tersadar, kendaraannya sudah menabrak para pekerja. Truk yang dikemudikannya juga sudah menyantap pembatas  jalan dan keluar lintasan.
“Tersangka (sopir, Red) mengantuk karena mengaku sudah dua hari kerja menyopir tanpa sempat tidur atau istirahat cukup. Kami belum tahu mengapa yang bersangkutan nyopir sampai dua hari tanpa istirahat,” kata Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombespol Rikwanto kemarin (6/4).

Karena kejadian itu, Mamad dianggap lalai hingga menyebabkan mengakibatkan nyawa melayang. Dia akan dijerat pasal 311 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. “Pelanggar pasal ini diancam pidana 12 tahun penjara,” ucap Rikwanto.

Kasatlantas Polres Metro Jakarta Timur AKBP Soedharsono mengatakan, setelah menabrak, Mamad melarikan diri dan akhirnya ditangkap di kantor perusahaan yang mengoperasikan truk tronton itu di Jalan Bandung, Cilincing, Jakarta Utara. “Setelah menghilang, yang bersangkutan akhirnya ditangkap dan langsung dibawa ke polda,” ujarnya.

Informasi di lapangan menyebutkan, saat kejadian, di Km 3.600 tol Jagorawi arah Bogor, tepatnya sebelum pintu keluar TMII, tengah dilakukan pengaspalan jalan. Karena itu, lajur 1 dan 2 yang tengah diperbaiki ditutup pihak PT Jasa Marga. Kendaraan yang melintas diarahkan ke lajur 3 dan 4.
Saat itu di lokasi proyek juga terdapat truk Fuso bernomor polisi B 9298 JK bermuatan aspal parkir di lajur dua. Kemudian, di depan Fuso itu parkir Colt Diesel B 9007 VW. Sekitar 100 meter di belakang truk juga telah dipasangi rambu peringatan sedang ada pengerjaan proyek. Bahkan, ada petugas proyek yang memegang bendera untuk mengatur lalu lintas.

Pada saat bersamaan, dari arah Cawang melaju kencang truk tronton B 9113 UMT bermuatan pasir. Saat itu truk berada di lajur 3. Entah mengapa, mendekati lokasi, truk itu tiba-tiba berpindah ke lajur 2. Padahal, di depannya tengah parkir truk bermuatan aspal dan Colt Diesel. Tabrakan maut pun tak terhindarkan. Dua kendaraan yang tengah parkir itu ditabrak sekaligus oleh truk tronton bermuatan pasir tersebut. Setelah itu, belasan pekerja yang tengah mengaspal jalan juga disasak hingga lima orang tewas dan sebelas lainnya luka. Setelah kejadian, sopir maut itu melarikan diri di kegelapan malam.

Arif Siswanto, 17, salah seorang pekerja menuturkan, saat kejadian belasan rekan-rekannya tengah bekerja mengaspal jalan berlubang. Secara mendadak, truk pengangkut pasir menabrak mereka dari arah belakang. Ada juga pekerja yang tertimbun pasir yang tumpah dari truk tersebut. Humas PT Jasa Marga (Persero) Wasta Gunadi mengatakan, seluruh korban tewas adalah para pekerja proyek. Jasad mereka langsung dievakuasi ke RS Polri untuk diotopsi. Selain itu, beberapa korban yang mengalami luka-luka dilarikan ke RS UKI Cawang. (wok/c4/nw/jpnn)

Kasino Terapung di Danau Toba

MEDAN-Ide Danau Toba dijadikan lokasi judi dan seks, memunculkan pendapat yang beragam dari kalangan masyarakat Sumatera Utara. Seorang anggota DPRDSU malah memberi ide penyediaan fasiltias kapal pesiar yang dilengkapi kasino atau kasino terapung.

Adalah Richard Eddy M Lingga, anggota DPRD Sumut dari Fraksi Golkar yang mencetuskan ide tersebut. Menurutnya, ide kasino terapung yang berada di kapal pesiar dan mengarungi Danau Toba tak lain untuk menambah minat wisatawan. “Bagaimana cara kita menarik masyarakat luar negeri untuk sekalian menikmati Danau Toba. Mau dibuat di kapal pesiar besar dilengkapi kasino dan lain-lain. Keliling sambil berlayar kan asyik,” katanya, Jumat (6/4).

Richard menganggap ide tersebut bukan sesuatu yang salah. “Kalau masalah itu sah-sah saja, asalkan ada izin atau undang-undang yang mengizinkan dan mengaturnya. Apalagi bisa memberi Pendapatan Asli Daerah (PAD) ke daerah daripada orang Indonesia membawa uangnya ke luar negeri,” jelasnya.
Ketika rencana itu terealisasi, menurut Richard, memang perlu dibuat aturan mainnya. Selain itu, fasilitas yang ada untuk perjudian juga jangan tanggung-tanggung. “Tinggal cara mainnya bagaimana. Kan bisa diatur. Kalau di Malaysia, penduduk asli Malaysia  tidak diperbolehkan masuk. Bagaimana kalau di Samosir diberlakukan seperti itu,” tambahnya.

Dianggap Ide Gila

Dukungan Richard ini berbanding terbalik dengan tanggapan dari anggota DPR RI dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Hasrul Azwar. Wakil rakyat asal Sumatera Utara ini menganggap tidak benar Bahauddin Manik yang merupakan Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut mengemukakan ide tersebut.

“Itu ide gila kalau benar beliau ngomong seperti itu. Apalagi berasal dari seorang pejabat yang mengurus pendididkan. Itu perlu dipertanyakan dan benar-benar sangat disayangkan,” ungkapnya di Jakarta, kemarin.

Hasrul tidak habis pikir, mengapa sampai keluar ide seperti itu sampai timbul dalam pemikiran seorang pejabat. “Itu benar-benar menabrak semua nilai-nilai yang ada. Baik nilai-nilai agama, budaya dan adat sebagai orang timur. Ini benar-benar kebablasan,” tambahnya.Untuk itu Hasrul menyatakan dengan tegas, sangat menentangnya. “Kalau untuk yang tidak baik, mengapa harus membandingkan dengan negara lain? Jadi kita sangat menentangnya,” tegasnya.

Secara terpisah, hal senada juga dikemukakan pengacara kondang, Jose Silitonga. Menurut pria yang beberapa waktu lalu dikenal membela hak-hak masyarakat melawan Indorayon ini, ide memajukan Danau Toba tidak harus seperti itu. Karena jika tujuannya untuk meningkatkan pariwisata, hal tersebut dipastikan akan sangat mencederai budaya, adat masyarakat, maupun agama yang memang dikenal cukup dipegang kuat oleh masyarakat sekitar danau. “Seperti Bali contohnya, daerah itu tidak memasarkan seks dan judi. Walaupun memang secara terselubung hal-hal tersebut tidak kita pungkiri pasti terjadi. Saya yakin sekarang ini di sekitar Danau Toba juga itu ada, namun tersembunyi. Cuma kalau idenya dibuka dalam forum, itu cederai hati masyarakat,” ungkapnya.

Ada beberapa hal menurut Yose yang perlu dikembangkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Danau Toba. “Cukup kita lihat konteks spiritual, alam dan budaya masyarakat. Nah ini yang diramu sedemikian rupa. Selain itu paradigma masyarakat yang jelek, juga harus diubah. Pertunjukan seperti ritual adat, ini harus benar-benar dikemas,” jelasnya.

Sementara tokoh masyarakat Batak di Jakarta yang juga duduk sebagai anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Sukur Nababan. dengan tegas menentang. “Jadi saya bukan hanya menentang, tapi melawan. Orang yang melontarkan ide tersebut adalah orang yang tidak paham pariwisata,” tegasnya.

Baginya, pariwisata dan kunjungan pariwisata tidak identik dengan seks dan judi. “Yang dibutuhkan adalah infrastruktur. Baik itu jalan, hotel dan lain-lain. Juga promosi dan kemauan dari semua pihak. Termasuk pemerintah dan masyarakat sekitar,” ungkap Sukur.

Bukti Birokrat tak Punya Strategi

Ketua Bidang Perencanaan Pembangunan Nasional DPP Partai Demokrat, Kastorius Sinaga juga buka suara. Katanya, ide yang muncul dari Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut, Bahauddin Manik itu, menunjukkan bahwa kalangan birokrat tak kreatif.

“Gagasan semacam itu menunjukkan orang itu tak punya strategi, tak paham keunikan Danau Toba. Itu hanya jalan pintas. Hanya copy paste dari yang ada di negara tetangga,” ujar Kastorius Sinaga.

Sosiolog dari Universitas Indonesia (UI) itu lebih lanjut mengatakan, gagasan menjadikan Danau Toba sebagai kawasan perjudian dan hiburan seks, merupakan gagasan yang ngawur. Kondisi masyarakat di sekitar Macau (China) dan Genting Highlands (Malaysia), jelas tidak sama dengan kondisi masyarakat di sekitar Danau Toba. “Tidak ada kesesuaian antara kondisi di sana, dengan kondisi masyarakat di sekitar Danau Toba. Juga tidak memikirkan eksesnya. Itulah cara berpikir birokrat yang hanya bisa copy paste, langsung ditempel di sana (Danau Toba, Red),” cetus Kasto, panggilan akrabnya.

Dikatakan, gagasan menjadikan Danau Toba sebagai kawasan perjudian dan seks, sangat jauh dari konsep pengembangan Danau Toba sebagai kawasan wisata yang terintegrasi. “Masyarakat di sekitar bakal jadi korban,” imbuh Staf Ahli Kapolri itu.

Selain dampaknya sangat buruk bagi masyarakat sekitar, lanjutnya , jika Danau Toba dijadikan kawasan judi dan seks pun, belum tentu menarik perhatian wisatawan yang suka judi dan seks. Karena harus bersaing ketat dengan lokasi yang sudah ada di Macau dan Genting Highlands. “Mestinya menawarkan gagasan yang belum ada di pasaran. Bukan tiru-tiru,” ujarnya lagi.

Menurut Kasto, perlu kajian mendalam untuk mencari bentuk wisata yang paling pas di kawasan Danau Toba. Saran Kasto, bentuk wisata yang paling tepat adalah tetap menjual keunikan Danau Toba sebagai danau volcano di dunia. Akan lebih memikat wisatawan asing jika pengembangan Danau Toba tetap berkonsep wisata alam.  (ari/gir/sam)

Puting Beliung Hajar Sergai, 39 Bangunan Hancur

Gumpalan Putih itu Cepat Kali…

TEBINGTINGGI-Sedikitnya 39 rumah warga hancur setelah dihajar puting beliung di Kampung Kuningan, Desa Sei Periok, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Seorang anak berusia enam tahun dikabarkan kritis.

“Saya sempat tercengang, ada gumpalan awan putih berbentuk kerucut mendatangi rumah. Datangnya dari arah selatan, cepat kali,” aku Subarin (30), ayah dari Raisyah Nura (6) yang menjadi korban luka berat.

Dari keterangan yang dihimpun Sumut Pos, kejadian tersebut bermula sejak pukul 22.00 WIB, Kamis (5/4). Puting beliung berlangsung selama tiga menit. Aliran listrik pun langsung padam. Sebelum kejadian istri Subari, Siska (28), menidurkan sang buah hati. Merasa takut akan ada musibah, Subari langsung membangunkan itrinya untuk berlari keluar rumah menghindari ambruknya bangunan rumah miliknya.

“Saya tak sempat mengangkat anak saya (Raisyah). Baru selangkah menuju tempat tidur, tiba-tiba atap rumah sudah terbang ke tengah persawahan belakang rumah. Lalu batu bata bangunan atas ambruk dan langsung menimpa kepala anak saya di tempat tidur,” jelas Subari.
Melihat kondisi muka Raisyah berlumuran darah, ketika hujan masih turun deras, Subari langsung membawa menuju Puskesmas terdekat untuk merawat luka di kepala anaknya. “Sebelas jahitan di bagian kening karena tertimpa batu bata bangunan,” ujarnya.

Usai puting beliung memporak porandakan rumah warga, pagi harinya terlihat kesibukan. Warga mulai mengumpulkan puing-puing bangunan yang masih bisa dipakai. Seng dan kayu dikumpulakan warga yang rumahnya roboh untuk dipergunakan kembali. Kesedihan terlihat di wajah ibu-ibu di tenda pengungsian. Warga yang rumahnya rusak parah memang ditampung di tenda pengungsian yang sengaja dipasang oleh Tim Sar Tagana dan BNPB Pemkab Sergai. “Sejumlah harta benda kami hancur Pak, mulai dari televisi, kulkas, perabotan kamar, dan sepeda motor. Angin puting beliung menghatam demikian cepat,” ujar Siska ditenda pengungsian.

Butuh Selimut dan Air Bersih

Menurut Siska, kini  dan warga di sana membutuhkan bantuan selimut dan air bersih. “Mie instan, beras dan beberapa kotak air mineral baru masuk,tapi bantuan selimut lebih penting karena banyak anak-anak yang rumah orangtuanya rusak para,” tambah Siska.

Kepala Desa Sei Periok, Salamuddin Barus ketika ditemui di lokasi kejadian, sekira pukul 07.30 WIB kemarin mengatakan pihaknya masih mendata semua kerusakan. “Sampai saat ini terdata 37 rumah warga, 2 Masjid dan kilang padi,” terangnya.

Masalah bantuan untuk warga dari Pemerintah Kabupaten Sergai sampai pagi kemarin belum diterima. Tetapi, sudah dilaporkan kepada pihak Pemkab Sergai dan Kantor BNPB Kabupaten Sergai.

Kapolres melalui Kapolsek Tebingtinggi AKP HE Harahap yang juga turun ke lokasi mengatakan bahwa pihaknya telah mendata sejumlah rumah warga yang rusak terkena angin puting beliung. Pihaknya juga mengimbauan kepada warga untuk saling menjaga harta milik.

Sementara, Camat Tebingtinggi Ramadhan Purba yang juga ada di lokasi tak bisa menutupi kesedihannya. Dia mengungkapkan bahwa sudah dua kali terjadi puting beliung di Kampung Kuningan, Desa Sei Periok ini. Dan, kejadian bencana alam kali ini adalah yang terbesar dan terparah. “Itu semua akan menjadi tanggungjawab Pemkab Sergai, pihaknya akan membantu warga membangun kembali rumah melihat kondisi kerusakannya,” kata Ramadhan.
Di tempat yang sama, anggota DPRD Sergai dari Fraksi PPP, Sugiatik SAg mengharapkan agar Pemkab Sergai serius dalam menangani bencana tersebut. Pasalnya korban akibat puting beliung cukup banyak. “Kebutuhan warga harus dipenuhi,” katanya. (mag-3/mag-16)

Pajak Judi Menggiurkan

Wacana membuka lokasi judi di Sumatera Utara kembali diperdengarkan. Wacana ini sejatinya pernah didengungkan sekitar 5 atau 6 tahun yang lalu. Belawan sempat diajukan sebagai lokasi judi. Tetapi, rencana ini tidak berjalan, mengingat banyaknya elemen masyarakat yang menolak
rencana tersebut.

Nah, Kamis lalu, wacana membangun lokasi judi di Danau Toba telah disampaikan.

Dalam aspek ekonomi, sesuatu yang dianggap haram bagi masyarakat ini,  dinilai sangat bagus. Bahkan, diprediksi pertumbuhan di daerah tersebut juga akan berkembang secara pesat.

Pengamat ekonomi dari Unimed, M Ishak, menyatakan daerah yang memiliki lokasi perjudian akan lebih cepat berkembang dibandingkan dengan daerah lain. Perkembangan tersebut, salah satunya dipicu karena banyaknya yang akan datang dan mengunjungi kawasan Danau Toba untuk bermain judi. Selain itu, fasilitas tersebut membuka lapangan pekerjaan besar-besaran. “Daerah tersebut dapat menghidupi dirinya sendiri dengan pajak dari judi hingga 80 persen,” ujarnya.

Seperti diketahui, perputaran uang dalam arena judi sangat besar. Ishak mencotohkan Las Vegas, yang bisa menghidupi daerahnya melalui pajak judi yang bisa mencapai 80 persen dan menyumbang ke negara hingga 70 persen. Hal ini dikarenakan banyaknya pajak yang bisa dikutip pemerintah di daerah tersebut. “Minimal pajak yang bisa dikutip ada 3 yakni pajak penghasilan, pajak lotere, dan pajak pertukaran koin (melalui bank) yang langsung di bawah perhatian pemerintah. Bayangkan itu saja sudah berapa?” ungkap Ishak.

Selain pajak tersebut, pendapatan daerah yang lain didapat adalah pajak hiburan. Ini termasuk pajak makanan, hotel, minuman, dan lainnya. “Belum lagi ditambah dengan PPN, yang bisa mencapai 10 hingga 15 persen,” tambah Ishak.

Karena itu, dirinya yakin, bila ide tersebut terlaksana akan memberikan perkembangan yang sangat pesat untuk Kabupaten Samosir dan sekitarnya. “Tapi, walaupun begitu, ada juga yang akan menjadi penghalang, salah satunya moral. Bagaimana moral masyarakat setempat jadinya,” tambahnya.
Oleh karena itu, menurutnya, bila ingin membuat sebuah perencanaan pembangunan, bukan hanya faktor ekonomi yang harus dilihat, tetapi ada berbagai faktor. “Setidaknya, harus dilihat dari 3 aspek misalnya aspek budaya, ramah lingkungan, dan pendidikan. Ini yang paling penting,” ungkap Ishak.

Parulian Simanjuntak, pengamat ekonomi dari Universitas HKBP Nommensen menyatakan bila hal itu terwujud, dipastikan akan pertumbuhan Samosir dan daerah sekitarnya akan bertumbuh sangat pesat. “Bahkan pertumbuhannya bisa mengalahkan Medan,” ungkap Parulian.

Dirinya menjelaskan, rencana ini sangat bagus, karena akan menjadi devisa bagi negara. Selama ini, pemain judi lokal (Indonesia), harus keluar negeri untuk bermain judi. Dan menjadi dana masuk bagi negara yang didatangi. “Selama ini, kita tidak mengetahui dengan pasti, berapa uang kita yang beredar di luar negeri. Dengan adanya alokasi ini, setidaknya setengah dari uang tersebut bisa masuk ke Indonesia, kan jadi devisa kita sendiri,” tambah Parulian.
Tetapi, masalah yang dihadapi adalah moral masyarakat kita sendiri, yang belum bertanggung jawab pada kebutuhannya. “Masalah kita kembali ke moral. Kalau bisa dibuat peraturan yang sesuai, maka rencana ini akan berhasil, tapi kalau tidak, maka akan jadi boomerang sendiri,” tambahnya.

Dia mencotohkan Genting Highlands yang ada di Malaysia. Objek alokasi ini berkembang sangat pesat, tetapi ada peraturan ketat yang mengikuti, dimana semua masyarakatnya mematuhi peraturan yang dibuat pemerintah. “Kalau di Malaysia kan ada peraturan ketat, misalnya suku ini tidak boleh masuk, dan lainnya. Hingga, kapanpun suku yang dimaksud tidak ikut. Pemerintah Malaysia menyadari, bahwa suku tersebut mengharamkan judi,” tambahnya. (ram)

Menjual Judi dan Seks

Dame Ambarita

Ide mengubah Danau Toba menjadi lokasi judi dan seks, Kamis kemarin mendadak dilontarkan Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut, Bahauddin Manik. Kata dia, seks dan judi saat ini merupakan wisata paling diminati. Karenanya, cocok dijual di Danau Toba yang selama ini masih mengandalkan wisata alam dan budaya. Ide ini sebenarnya bukan hal baru. Beberapa tahun lalu, sempat muncul ide menjadikan Pulau Sibandang yang berada di atas Danau Toba —beberapa ratus meter dari Kecamatan Muara— sebagai lokalisasi judi. Seorang pengusaha top tanah air diinformasikan sudah melihat-lihat ke pulau nan cantik itu untuk mengukur potensinya. Namun ide itu kemudian terlupakan, sebelum mendadak diangkat lagi oleh Bahauddin.

Cocokkah menjual wisata Danau Toba sebagai wisata judi dan seks? Barangkali Bahauddin terpesona oleh kemegahan Kota Macau yang hidup dari wisata judi serta seks. Atau tergiur melihat perputaran uang di Genting Highlands di Malaysia yang sekarang disebut sebagai Las Vegas-nya Malaysia. Ia juga mungkin terinspirasi oleh Gubernur Jakarta, Ali Sadikin, yang sukses membangun Kota Jakarta dari hasil judi.

Tapi mengapa harus menjual judi dan seks di Danau Toba? Tak adakah cara lain yang lebih elegan namun tetap bisa dijual?

Memang, selama ini Danau Toba masih menjual wisata alam: Pemandangan alam Danau Toba, Parapat, Ajibata, Pegunungan Bukit Barisan, alam Pulau Samosir, Pusuk Buhit, Aek Rangat Pangururan, Haranggaol, dan sebagainya. Kalaupun ada budaya lokal atau peninggalan budaya yang bisa dijual, jumlahnya tidak banyak. Selain itu, belum dikelola secara profesional. Contoh, Kuburan Raja Sidabutar di Tomok yang dipahat dari batu asli, atau Batu Kursi di Siallagan, tentu kalah hebat jika dibandingkan dengan kemegahan Candi Borobudur. Wisata Sigale-gale di Tomok dan Simanindo pun belum dikemas atraktif sebagai paket wisata yang mengesankan. Padahal, masih bisa dikemas dengan paket budaya tortor dengan modifikasi modern di sana sini.

Tapi menjual judi kasino dan seks?

Warga sekitar Danau Toba selama ini dikenal cukup religius. Atau katakanlah, masih mengedepankan nilai-nilai moral dalam lingkungan sehari-hari. Di Samosir misalnya, sama sekali tidak ada lokalisasi pelacuran. Kalaupun ada yang melakukan seks bebas, itu kasuistis, bukan sesuatu yang bisa diterima adat dan agama. Judi, pun hanya sebatas beli togel, main kartu atau catur di warung-warung, atau judi bola. Bahkan sabung ayam tidak terlalu tren di sana.

Tentu, Bahauddin mengusulkan wisata judi di Danau Toba, bukan dengan maksud menyasar warga sekitar kawasan Danau Toba sebagai konsumennya. Melainkan menyasar turis, baik turis domestik maupun mancanegara. Tetapi efeknya pasti akan ditanggung warga setempat. Jangan dulu hitung dari perputaran uang turis yang bakal dibelanjakan di sana. Tetapi nilai-nilai moral yang selama ini dijaga, bisa punah oleh judi dan seks bebas. Warga juga bisa menanggung beban psikologis dengan cap: kota yang dihidupi judi dan seks.

Wisata judi dan seks mungkin cocok diterapkan di negara lain. Tetapi tak perlu ditiru. Apakah kita sungguh sudah kehabisan ide untuk menjual wisata Danau Toba? (*)

* Penulis adalah Pemimpin Redaksi Sumut Pos

Bertahan Hidup dengan Makanan dari Tempat Sampah

Kisah Dua PRT Asal Indramayu yang Disiksa di Medan (2/Habis)

Tak tahan menahan siksaan, Munisa (17) dan Khuraini (16), berusaha melarikan diri. Ancaman dari majikan tidak dipedulikan.
Ya, orangtua mereka dalam ancaman penjara.

Kesuma – JHonson, Medan

Puncaknya pada Rabu (28/3) lalu, sekitar pukul 15.00 WIB, mereka memberanikan diri untuk lari dari rumah majikannnya. Munisa akhirnya mengajak Khuraini untuk lari dari rumah tersebut. Mengingat kedua majikannnya ketika itu tengah pergi, sedangkan anak majikannya tengah bermain game di kamar.

“Khuraini saat itu sempat menanyakan ke saya, memang yakin untuk lari meskipun nanti orangtua kita dipenjara. Namun karena sudah tidak tahan lagi, saya memutuskan untuk tetap lari dari rumah itu,”ujar Munisa yang tengah diinfus di ruang IGD RSU Pirngadi Medan, Kamis (5/4), akibat mengalami sesak pada bagian dadanya.

Melompati jendela rumah yang berada di lantai dua, keduanya nekat berjalan di atap rumah tetangga lainnya. Jalur itulah yang mereka anggap satu-satunya jalan keluar dari rumah majikan yang berada di Komplek Perumahan Graha Sunggal. Meskipun tidak mengetahui lokasi yang akan mereka lalui, namun dengan kebulatan tekad serta ingin mengakhiri penyiksaan keduanya yakin akan mendapatkan sebuah pertolongan.

Munisa dan Munisa terus mengarungi jalanan Kota Medan dengan modal sebuah telekung, sajadah, dan sepasang baju di dalam tas. Keduanya sama sekali tidak memegang uang. Mencari makanan dari tempat sampah adalah lumrah bagi mereka agar bisa bertahan hidup. Beruntung, beberapa orang baik mereka temui di sepanjang jalan. Di antaranya adalah seorang wanita paruh baya yang tengah mengurus kebun kangkungnya.

Melihat keadaan Khuraini dan Munisa , ibu tukang kebun yang merasa prihatin memberikan uang Rp10 ribu serta beberapa batang tebu untuk menemani perjalanan mereka mencari sebuah kebebasan.

Terus berjalan dan tak pernah tahu arah dan tujuan tanpa putus asa keduanya tetap mengitari jalanan Kota Medan. Di tengah perjalanan, keduanya kembali mendapatkan bantuan dari dua pria yag merasa prihatin dengan keadaan mereka.

“Waktu itu kami kelaparan dan mencoba mengais tempat sampah, mana tau ada yang bisa dimakan. Tapi ada dua orang pemuda yang melihat kami dan memberikan uang Rp10 ribu. Dengan uang itu lalu kami berencana membeli roti di sebuah warung, tapi penjaga warung itu ternyata memberikan kami roti secara gratis dan tidak mau dibayar,” kenangnya.

Hingga akhirnya, sekitar pukul 23.00 WIB Khuraini dan Munisa tiba di sebuah halte yang berada di kawasan Jalan Gatot Subroto tepatnya di depan Kampus Panca Budi Medan. Di halte itu, keduanya memilih untuk bertahan karena yakin akan datang seorang manusia berhati malaikat  yang akan menolong mereka. Ternyata, harapan keduanya terjawab dengan kehadiran seorang wanita pedagang nasi di sekitar kampus Pancabudi bernama Ratna. Perempuan itu pun langsung membawa mereka ke kediamannya.

“Saat itu Bu Ratna sempat bertanya kepada kami, apa kami pernah buat jahat atau pernah mencuri sehingga harus lari dari rumah itu. Bahkan dia juga memeriksa bawaan kami dan yang ditemuinya hanya ada telekung dan sepasang pakaian. Itulah yang buat dia percaya dan membawa kami ke rumahnya,”terang Munisa.

Di sisi lain, Tarzana (43) ayah Munisa, mengaku mendapatkan kabar anaknya dari seorang pria yang mengaku sebagai famili Ratna yang bekerja di Jakarta. Mendengar kabar tersebut, ditemani paman Khuraini, Gandi (42), dia langsung bertolak ke Medan dengan ongkos seadanya.
Awal melihat kondisi anak dan keponakan mereka, membuat hati keduanya merasa .

“Niat mereka bagus untuk membantu keluarga. Saya akui saya yang salah, karena saya tidak melanjuti sekolahnya ketika dia tamat SMP,”ucap Tarzana.
Tapi bagaimanapun, anaknya telah menjadi korban majikan yang kejam. Untuk itulah, dia dan pamannya Khuarani memilih melanjutkan kasus tersebut ke ranah hukum.

Ditemani Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAID), keluarga berharap laporan mereka ke pihak kepolisan atas kekerasan yang dialami anaknya segera ditanggapi.

“Ini adalah negara hukum dan kita serahkan semuanya kepada hukum. Semoga saja, majikan anak saya ini bisa medapatkan balasan yang setimpal,” tambah Tarzana.

Sementara itu, Ratna, mengaku saat pertama kali menemui Munisa dan Khuraini ada gelagat aneh atas dampak kekerasan yang dialami keduanya. Saat keduanya tinggal di kediamannya, Munisa dan Khuraini, sering bangun terlalu pagi dan mengerjakan segala jenis pekerjaan yang ada di rumahnya. “Saya sudah melarang mereka untuk bangun terlalu pagi yakni pukul 03.30 WIB, tapi mereka bilang udah biasa. Bahkan ketika mereka lapar, mereka juga terlihat ingin mengais sampah di rumah saya. Untungnya saya tahu dan langsung menyediakan makan buat mereka,”tuturnya.

Kini dengan kondisi yang masih lemah keduanya harus menjalani perawatan inap di RSUD dr Pirngadi Medan. Sementara itu Kabag Hukum dan Humas Edison Perangin-angin, saat dikonfirmasi mengaku jika kondisi keduanya berangsur membaik dan tetap mendapatkan perawatan secara intensif.
“Pasien Khuarini, selain mengalami sejumlah bekas luka di tubuhnya dia juga mengalami mual sehingga harus diopname dan akan menjalani pemeriksan pada bagian perutnya. Sementara Munisa, juga terdapat beberapa bekas luka di perut, bokong, dan persendian lengan sebelah kiri yang bergeser, serta sesak nafas sehingga akan segera dikonsul ke bagian paru. Untuk biayanya rumah sakit akan melakukan koordinasi untuk mengusahakan keduanya menggunakan jalur dinas sosial karena tidak memiliki keluarga di Kota Medan,”ujar Edison. (*)

Tarif Penyeberangan Truk Naik 24 Persen

Berlaku di 17 Lintas Antarprovinsi

JAKARTA- Menteri Perhubungan EE Mangindaan akhirnya menandatangani revisi Permenhub (Peraturan Menteri Perhubungan) Nomor 17/2012 tentang tarif angkutan penyeberangan. Dalam revisi itu, tarif penyeberangan kendaraan angkutan barang akan naik 19-24 persen.

“Operator menyambut positif terbitnya Permen itu, dan kami sudah siap mengimplementasikannya di lapangan,” ujar Ketua Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Cabang Merak Togar Napitupulu kemarin.

Meski sudah ditandatangani namun belum jelas kapan Permenhub itu akan diberlakukan secara efektif. Permenhub itu masih harus melalui tahap sosialisasi kepada para operator sebelum benar-benar dilaksanakan. Kebijakan menaikkan tarif penyeberangan khususnya untuk angkutan barang itu merupakan usulan dari Gapasdap karena meningkatnya beban operasional akhir-akhir ini. “Tarif baru ini akan berdampak positif dalam menjaga kelangsungan usaha penyeberangan,” lanjutnya.”

Sebagai salah satu operator angkutan penyebarengan khususnya di lintasan Merak Merak (Banten)-Bakauheni (Lampung), Togra mengaku akan segera memberlakukan tarif baru paska ditekennya Permenhub No.19/2012 itu. “Permen tersebut merupakan revisi atas Permen Perhubungan No.17/2010 tentang Tarif Angkutan Penyeberangan pada Lintasan Komersiap Antarprovinsi,”Kita tentu gembira karena usulan kita diterima,” katanya.

Dengan adanya Permenhub itu, maka tarif penyeberangan di lintasan Merak-Bakauheni akan berubah. Saat ini untuk kendaraan angkutan barang golongan V tarifnya Rp 325.520 per unit, golongan VI dikenakan tarif Rp 479.595 per unit, sedangkan kendaraan golongan VII sebesar Rp825.300 per unit. “Sementara untuk kendaraan barang golongan VIII tarifnya Rp1.012.230 per unit dan golongan IX sebesar Rp1.885.300 per unit,” kata dia.
Wakil Ketua Umum Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai dan Penyeberangan (Gapasdap), Bambang Harjo mengakui pihaknya telah menerima informasi rencana kenaikan tarif penyeberangan angkutan truk itu dari Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub. “Kami sudah memperoleh informasi kenaikan tarif penyeberangan angkutan truk, tapi belum terima salinannya,” ungkapnya.”

Kenaikan tarif penyeberangan itu akan dilakukan di 17 lintas penyeberangan komersial antar provinsi di seluruh Indonesia. Tarif penyeberangan angkutan truk rata-rata akan naik hingga diatas 20 persen. namun begitu dia berharap kenaikan tarif penyeberangan hendaknya juga berlaku tidak hanya pada truk, tapi juga untuk angkutan lain. “Jadi biar merata,” jelasnya (wir/kim/jpnn)

Kelola Ekspektasi Inflasi Lewat Operasi Pasar

JAKARTA-Ekspektasi inflasi akibat ketidakpastian kebijakan harga BBM bersubsidi, dipastikan masih akan terus berlanjut. Pemerintah akan berusaha mengelola ekspektasi inflasi tersebut dengan menjaga agar harga-harga kebutuhan pokok tidak terlalu tinggi. Operasi pasar, baik yang dilakukan pemerintah maupun BUMN secara sukarela, akan terus dilakukan.

“Ini kan karena ekspektasi inflasi dan ini harus kita lawan. Dan sebagaimana kita tahu sekarang akan ada terus operasi pasar. BUMN-BUMN bikin operasi pasar di seluruh Indonesia,” kata Menkeu Agus Martowardojo di kantornya, Kamis (5/4).

Seperti diketahui, meskipun harga BBM tidak jadi naik 1 April, efek psikologisnya sudah membuat harga-harga merangkak naik. Harga-harga kebutuhan pokok sudah telanjur naik mulai Maret.

Inflasi sepanjang Maret mencapai 0,07 persen. Tingkat inflasi ini tergolong kecil, namun berbeda dengan tren deflasi yang selalu terjadi dalam dua tahun terakhir. Pada Maret 2011, terjadi deflasi 0,32 persen, dan Maret 2010 sebesar 0,14 persen.

Menkeu menyadari, keputusan penundaan kenaikan harga BBM makin membuat ekspektasi makin tinggi. “Memang adanya keputusan APBNP kemarin harga BBM tidak naik, tapi ada kondisi yang harus dicapai, sehingga membuat kondisi inflasi akibat ekspektasi,” kata Menkeu.

Agus mengatakan, selain upaya pemerintah, para pengusaha juga harus memiliki moral suasion untuk tidak menaikkan harga-harga kebutuhan masyarakat.
Agus mengatakan, pemerintah harus terus menjelaskan kepada public mengenai kebijakan pengelolaan subsidi. “Keputusan yang harus diambil betul-betul strategis yang bukan manfaat-manfaat short term. Karena menjaga ekonomi makro yang stabil sama pentingnya dengan menjaga fiskal yang sehat, investasi yang baik, dan sistem politik yang juga baik,” kata Agus.

Kepala Ekonom Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan mengatakan kenaikan harga BBM sudah telanjur diwacanakan di depan publik. Seharusnya, kata dia, keputusan itu sudah harus langsung didukung oleh partai-partai pemerintah di parlemen. “Ketika menjadi ditunda, mengapa ini bisa terjadi? Ini yang ditanyakan masyarakat dan pasar,” kata Fauzi. (sof/jpnn)

BUMN Incar Investasi di Myanmar

SURABAYA-Pemerintah tidak ingin ada lagi BUMN (Badan Usaha Milik Negera) terbeli oleh pihak asing. Sebaliknya, mereka berupaya perusahaan-perusahaan pelat merah berekspansi ke luar negeri. Karena itu, Kementerian BUMN sudah mengincar Myanmar sebagai negara investasi BUMN.
Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, ekonomi Indonesia telah kuat. Beda dengan kondisi 15 tahun lalu, dimana negara kekurangan dana untuk menjalankan negara. Sehingga, penjualan BUMN ke asing adalah salah satu upaya untuk meningkatkan anggaran. “Saat ini, kondisinya sudah terbalik. Dulu jual, jual, jual, sekarang beli, beli, beli. Beli bisa dalam arti ekspansi dan investasi ke luar negeri,” cetusnya.

Mantan Dirut PLN itu menyebut Myanmar yang menjadi sasaran BUMN untuk ekspansi. Apalagi, tambahnya, Indonesia memiliki andil besar di bidang politik di negara yang juga bernama Burma. “Sekarang politik sudah stabil, mereka berancang-ancang melaju bidang ekonomi. Ini kesempatan kita, jangan sampai Indonesia tidak mendapat apa-apa dengan kemajuan ekonomi Myanmar. Apalagi, sekarang investasi tentu masih murah,” paparnya.
Dahlan masih belum bisa menjelaskan BUMN atau bidang apa saja yang menjadi incaran. Namun, pihaknya telah membuka kantor perwakilan di Myanmar. “Kantornya kecil hanya diisi oleh beberapa staf. Mereka dari BNI, Pertamina, dan Semen Gresik,” ungkapnya.

Tugas mereka, kata Dahlan, menganalisis potensi-potensi ekonomi, dimana BUMN Indonesia bisa menjadi investor. Dalam enam bulan kedepan, para staf itu kembali ke Jakarta untuk melaporkan dan mengevaluasi kepada Kementrian BUMN. (dio/kim/jpnn)

XL Jalin Kemitraan Pengembangan Solusi M2M

Dorong Pertumbuhan Bisnis Baru   

MEDAN-PT XL Axiata Tbk (XL) mengikat kemitraan proyek pengembangan dan pemasaran solusi machine to machine (M2M) dengan dua mitra bisnis yang merupakan perusahaan nasional terpercaya.

Mereka adalah PT Alita Praya Mitra (Alita) dan PT Mitra Mulia (Joya). Kesepakatan ini merupakan salah satu milestone XL dalam menjalankan transformasi bisnis dari telekomunikasi konvensional menuju ke arah bisnis data dan informasi yang lebih maju.

Penandatanganan kerjasama berlangsung di Jakarta, Selasa (3/4), oleh Direktur Teknologi, Content & New Business XL – Dian Siswarini, bersama Ita Yuliati – Direktur Utama Alita, dan Joe Rizal – Direktur Utama Joya.

Dian Siswarini mengatakan, melalui penandatangan MoU, XL siap untuk meluncurkan layanan solusi machine to machine bagi masyarakat Indonesia. Layanan ini tidak terbatas kepada para pelanggan XL saja, melainkan juga terbuka bagi para pelaku bisnis dan konsumen yang belum menggunakan layanan XL. “Selain itu, kerjasama ini cukup special karena ke-2 mitra adalah perusahaan teknologi informasi asal Indonesia, yang selama ini memiliki reputasi tinggi,” ujarnya.

Berdiri sejak tahun 1995, Alita saat ini menjadi salah satu perusahaan Indonesia yang dapat menembus pasar di Asia dan Eropa. Bersama Alita, XL akan menyediakan solusi M2M bagi mesin kasir/mesin pembayaran (cash register). Manfaat dari solusi M2M cash register adalah para pemilik toko/outlet/francise atau bahkan petugas pemerintah seperti pajak dapat melakukan pemonitoran transaksi secara real time.

Sementara itu, Joya adalah perusahaan riset dan teknologi asal Indonesia juga yang selama ini menciptakan banyak produk-produk inovatif. Keunggulan dari product Joya adalah dari sisi harga dan fitur yang sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia. Bersama Joya, XL akan menyediakan solusi M2M untuk layanan video surveilance.

Bersamaan dengan penandatanganan kemitraan ini, XL juga mengenalkan portal khusus M2M http://m2m.xl.co.id . XL pun menjadi operator pertama di Indonesia yang memiliki portal khusus M2M. Walaupun XL telah terlibat dengan teknologi M2M ini sejak 2011, peluncuran portal menandai terbukanya layanan M2M bagi masyarakat luas. (rel/ila)