Home Blog Page 13695

Menjual Judi dan Seks

Dame Ambarita

Ide mengubah Danau Toba menjadi lokasi judi dan seks, Kamis kemarin mendadak dilontarkan Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut, Bahauddin Manik. Kata dia, seks dan judi saat ini merupakan wisata paling diminati. Karenanya, cocok dijual di Danau Toba yang selama ini masih mengandalkan wisata alam dan budaya. Ide ini sebenarnya bukan hal baru. Beberapa tahun lalu, sempat muncul ide menjadikan Pulau Sibandang yang berada di atas Danau Toba —beberapa ratus meter dari Kecamatan Muara— sebagai lokalisasi judi. Seorang pengusaha top tanah air diinformasikan sudah melihat-lihat ke pulau nan cantik itu untuk mengukur potensinya. Namun ide itu kemudian terlupakan, sebelum mendadak diangkat lagi oleh Bahauddin.

Cocokkah menjual wisata Danau Toba sebagai wisata judi dan seks? Barangkali Bahauddin terpesona oleh kemegahan Kota Macau yang hidup dari wisata judi serta seks. Atau tergiur melihat perputaran uang di Genting Highlands di Malaysia yang sekarang disebut sebagai Las Vegas-nya Malaysia. Ia juga mungkin terinspirasi oleh Gubernur Jakarta, Ali Sadikin, yang sukses membangun Kota Jakarta dari hasil judi.

Tapi mengapa harus menjual judi dan seks di Danau Toba? Tak adakah cara lain yang lebih elegan namun tetap bisa dijual?

Memang, selama ini Danau Toba masih menjual wisata alam: Pemandangan alam Danau Toba, Parapat, Ajibata, Pegunungan Bukit Barisan, alam Pulau Samosir, Pusuk Buhit, Aek Rangat Pangururan, Haranggaol, dan sebagainya. Kalaupun ada budaya lokal atau peninggalan budaya yang bisa dijual, jumlahnya tidak banyak. Selain itu, belum dikelola secara profesional. Contoh, Kuburan Raja Sidabutar di Tomok yang dipahat dari batu asli, atau Batu Kursi di Siallagan, tentu kalah hebat jika dibandingkan dengan kemegahan Candi Borobudur. Wisata Sigale-gale di Tomok dan Simanindo pun belum dikemas atraktif sebagai paket wisata yang mengesankan. Padahal, masih bisa dikemas dengan paket budaya tortor dengan modifikasi modern di sana sini.

Tapi menjual judi kasino dan seks?

Warga sekitar Danau Toba selama ini dikenal cukup religius. Atau katakanlah, masih mengedepankan nilai-nilai moral dalam lingkungan sehari-hari. Di Samosir misalnya, sama sekali tidak ada lokalisasi pelacuran. Kalaupun ada yang melakukan seks bebas, itu kasuistis, bukan sesuatu yang bisa diterima adat dan agama. Judi, pun hanya sebatas beli togel, main kartu atau catur di warung-warung, atau judi bola. Bahkan sabung ayam tidak terlalu tren di sana.

Tentu, Bahauddin mengusulkan wisata judi di Danau Toba, bukan dengan maksud menyasar warga sekitar kawasan Danau Toba sebagai konsumennya. Melainkan menyasar turis, baik turis domestik maupun mancanegara. Tetapi efeknya pasti akan ditanggung warga setempat. Jangan dulu hitung dari perputaran uang turis yang bakal dibelanjakan di sana. Tetapi nilai-nilai moral yang selama ini dijaga, bisa punah oleh judi dan seks bebas. Warga juga bisa menanggung beban psikologis dengan cap: kota yang dihidupi judi dan seks.

Wisata judi dan seks mungkin cocok diterapkan di negara lain. Tetapi tak perlu ditiru. Apakah kita sungguh sudah kehabisan ide untuk menjual wisata Danau Toba? (*)

* Penulis adalah Pemimpin Redaksi Sumut Pos

Bertahan Hidup dengan Makanan dari Tempat Sampah

Kisah Dua PRT Asal Indramayu yang Disiksa di Medan (2/Habis)

Tak tahan menahan siksaan, Munisa (17) dan Khuraini (16), berusaha melarikan diri. Ancaman dari majikan tidak dipedulikan.
Ya, orangtua mereka dalam ancaman penjara.

Kesuma – JHonson, Medan

Puncaknya pada Rabu (28/3) lalu, sekitar pukul 15.00 WIB, mereka memberanikan diri untuk lari dari rumah majikannnya. Munisa akhirnya mengajak Khuraini untuk lari dari rumah tersebut. Mengingat kedua majikannnya ketika itu tengah pergi, sedangkan anak majikannya tengah bermain game di kamar.

“Khuraini saat itu sempat menanyakan ke saya, memang yakin untuk lari meskipun nanti orangtua kita dipenjara. Namun karena sudah tidak tahan lagi, saya memutuskan untuk tetap lari dari rumah itu,”ujar Munisa yang tengah diinfus di ruang IGD RSU Pirngadi Medan, Kamis (5/4), akibat mengalami sesak pada bagian dadanya.

Melompati jendela rumah yang berada di lantai dua, keduanya nekat berjalan di atap rumah tetangga lainnya. Jalur itulah yang mereka anggap satu-satunya jalan keluar dari rumah majikan yang berada di Komplek Perumahan Graha Sunggal. Meskipun tidak mengetahui lokasi yang akan mereka lalui, namun dengan kebulatan tekad serta ingin mengakhiri penyiksaan keduanya yakin akan mendapatkan sebuah pertolongan.

Munisa dan Munisa terus mengarungi jalanan Kota Medan dengan modal sebuah telekung, sajadah, dan sepasang baju di dalam tas. Keduanya sama sekali tidak memegang uang. Mencari makanan dari tempat sampah adalah lumrah bagi mereka agar bisa bertahan hidup. Beruntung, beberapa orang baik mereka temui di sepanjang jalan. Di antaranya adalah seorang wanita paruh baya yang tengah mengurus kebun kangkungnya.

Melihat keadaan Khuraini dan Munisa , ibu tukang kebun yang merasa prihatin memberikan uang Rp10 ribu serta beberapa batang tebu untuk menemani perjalanan mereka mencari sebuah kebebasan.

Terus berjalan dan tak pernah tahu arah dan tujuan tanpa putus asa keduanya tetap mengitari jalanan Kota Medan. Di tengah perjalanan, keduanya kembali mendapatkan bantuan dari dua pria yag merasa prihatin dengan keadaan mereka.

“Waktu itu kami kelaparan dan mencoba mengais tempat sampah, mana tau ada yang bisa dimakan. Tapi ada dua orang pemuda yang melihat kami dan memberikan uang Rp10 ribu. Dengan uang itu lalu kami berencana membeli roti di sebuah warung, tapi penjaga warung itu ternyata memberikan kami roti secara gratis dan tidak mau dibayar,” kenangnya.

Hingga akhirnya, sekitar pukul 23.00 WIB Khuraini dan Munisa tiba di sebuah halte yang berada di kawasan Jalan Gatot Subroto tepatnya di depan Kampus Panca Budi Medan. Di halte itu, keduanya memilih untuk bertahan karena yakin akan datang seorang manusia berhati malaikat  yang akan menolong mereka. Ternyata, harapan keduanya terjawab dengan kehadiran seorang wanita pedagang nasi di sekitar kampus Pancabudi bernama Ratna. Perempuan itu pun langsung membawa mereka ke kediamannya.

“Saat itu Bu Ratna sempat bertanya kepada kami, apa kami pernah buat jahat atau pernah mencuri sehingga harus lari dari rumah itu. Bahkan dia juga memeriksa bawaan kami dan yang ditemuinya hanya ada telekung dan sepasang pakaian. Itulah yang buat dia percaya dan membawa kami ke rumahnya,”terang Munisa.

Di sisi lain, Tarzana (43) ayah Munisa, mengaku mendapatkan kabar anaknya dari seorang pria yang mengaku sebagai famili Ratna yang bekerja di Jakarta. Mendengar kabar tersebut, ditemani paman Khuraini, Gandi (42), dia langsung bertolak ke Medan dengan ongkos seadanya.
Awal melihat kondisi anak dan keponakan mereka, membuat hati keduanya merasa .

“Niat mereka bagus untuk membantu keluarga. Saya akui saya yang salah, karena saya tidak melanjuti sekolahnya ketika dia tamat SMP,”ucap Tarzana.
Tapi bagaimanapun, anaknya telah menjadi korban majikan yang kejam. Untuk itulah, dia dan pamannya Khuarani memilih melanjutkan kasus tersebut ke ranah hukum.

Ditemani Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAID), keluarga berharap laporan mereka ke pihak kepolisan atas kekerasan yang dialami anaknya segera ditanggapi.

“Ini adalah negara hukum dan kita serahkan semuanya kepada hukum. Semoga saja, majikan anak saya ini bisa medapatkan balasan yang setimpal,” tambah Tarzana.

Sementara itu, Ratna, mengaku saat pertama kali menemui Munisa dan Khuraini ada gelagat aneh atas dampak kekerasan yang dialami keduanya. Saat keduanya tinggal di kediamannya, Munisa dan Khuraini, sering bangun terlalu pagi dan mengerjakan segala jenis pekerjaan yang ada di rumahnya. “Saya sudah melarang mereka untuk bangun terlalu pagi yakni pukul 03.30 WIB, tapi mereka bilang udah biasa. Bahkan ketika mereka lapar, mereka juga terlihat ingin mengais sampah di rumah saya. Untungnya saya tahu dan langsung menyediakan makan buat mereka,”tuturnya.

Kini dengan kondisi yang masih lemah keduanya harus menjalani perawatan inap di RSUD dr Pirngadi Medan. Sementara itu Kabag Hukum dan Humas Edison Perangin-angin, saat dikonfirmasi mengaku jika kondisi keduanya berangsur membaik dan tetap mendapatkan perawatan secara intensif.
“Pasien Khuarini, selain mengalami sejumlah bekas luka di tubuhnya dia juga mengalami mual sehingga harus diopname dan akan menjalani pemeriksan pada bagian perutnya. Sementara Munisa, juga terdapat beberapa bekas luka di perut, bokong, dan persendian lengan sebelah kiri yang bergeser, serta sesak nafas sehingga akan segera dikonsul ke bagian paru. Untuk biayanya rumah sakit akan melakukan koordinasi untuk mengusahakan keduanya menggunakan jalur dinas sosial karena tidak memiliki keluarga di Kota Medan,”ujar Edison. (*)

Tarif Penyeberangan Truk Naik 24 Persen

Berlaku di 17 Lintas Antarprovinsi

JAKARTA- Menteri Perhubungan EE Mangindaan akhirnya menandatangani revisi Permenhub (Peraturan Menteri Perhubungan) Nomor 17/2012 tentang tarif angkutan penyeberangan. Dalam revisi itu, tarif penyeberangan kendaraan angkutan barang akan naik 19-24 persen.

“Operator menyambut positif terbitnya Permen itu, dan kami sudah siap mengimplementasikannya di lapangan,” ujar Ketua Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Cabang Merak Togar Napitupulu kemarin.

Meski sudah ditandatangani namun belum jelas kapan Permenhub itu akan diberlakukan secara efektif. Permenhub itu masih harus melalui tahap sosialisasi kepada para operator sebelum benar-benar dilaksanakan. Kebijakan menaikkan tarif penyeberangan khususnya untuk angkutan barang itu merupakan usulan dari Gapasdap karena meningkatnya beban operasional akhir-akhir ini. “Tarif baru ini akan berdampak positif dalam menjaga kelangsungan usaha penyeberangan,” lanjutnya.”

Sebagai salah satu operator angkutan penyebarengan khususnya di lintasan Merak Merak (Banten)-Bakauheni (Lampung), Togra mengaku akan segera memberlakukan tarif baru paska ditekennya Permenhub No.19/2012 itu. “Permen tersebut merupakan revisi atas Permen Perhubungan No.17/2010 tentang Tarif Angkutan Penyeberangan pada Lintasan Komersiap Antarprovinsi,”Kita tentu gembira karena usulan kita diterima,” katanya.

Dengan adanya Permenhub itu, maka tarif penyeberangan di lintasan Merak-Bakauheni akan berubah. Saat ini untuk kendaraan angkutan barang golongan V tarifnya Rp 325.520 per unit, golongan VI dikenakan tarif Rp 479.595 per unit, sedangkan kendaraan golongan VII sebesar Rp825.300 per unit. “Sementara untuk kendaraan barang golongan VIII tarifnya Rp1.012.230 per unit dan golongan IX sebesar Rp1.885.300 per unit,” kata dia.
Wakil Ketua Umum Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai dan Penyeberangan (Gapasdap), Bambang Harjo mengakui pihaknya telah menerima informasi rencana kenaikan tarif penyeberangan angkutan truk itu dari Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub. “Kami sudah memperoleh informasi kenaikan tarif penyeberangan angkutan truk, tapi belum terima salinannya,” ungkapnya.”

Kenaikan tarif penyeberangan itu akan dilakukan di 17 lintas penyeberangan komersial antar provinsi di seluruh Indonesia. Tarif penyeberangan angkutan truk rata-rata akan naik hingga diatas 20 persen. namun begitu dia berharap kenaikan tarif penyeberangan hendaknya juga berlaku tidak hanya pada truk, tapi juga untuk angkutan lain. “Jadi biar merata,” jelasnya (wir/kim/jpnn)

Kelola Ekspektasi Inflasi Lewat Operasi Pasar

JAKARTA-Ekspektasi inflasi akibat ketidakpastian kebijakan harga BBM bersubsidi, dipastikan masih akan terus berlanjut. Pemerintah akan berusaha mengelola ekspektasi inflasi tersebut dengan menjaga agar harga-harga kebutuhan pokok tidak terlalu tinggi. Operasi pasar, baik yang dilakukan pemerintah maupun BUMN secara sukarela, akan terus dilakukan.

“Ini kan karena ekspektasi inflasi dan ini harus kita lawan. Dan sebagaimana kita tahu sekarang akan ada terus operasi pasar. BUMN-BUMN bikin operasi pasar di seluruh Indonesia,” kata Menkeu Agus Martowardojo di kantornya, Kamis (5/4).

Seperti diketahui, meskipun harga BBM tidak jadi naik 1 April, efek psikologisnya sudah membuat harga-harga merangkak naik. Harga-harga kebutuhan pokok sudah telanjur naik mulai Maret.

Inflasi sepanjang Maret mencapai 0,07 persen. Tingkat inflasi ini tergolong kecil, namun berbeda dengan tren deflasi yang selalu terjadi dalam dua tahun terakhir. Pada Maret 2011, terjadi deflasi 0,32 persen, dan Maret 2010 sebesar 0,14 persen.

Menkeu menyadari, keputusan penundaan kenaikan harga BBM makin membuat ekspektasi makin tinggi. “Memang adanya keputusan APBNP kemarin harga BBM tidak naik, tapi ada kondisi yang harus dicapai, sehingga membuat kondisi inflasi akibat ekspektasi,” kata Menkeu.

Agus mengatakan, selain upaya pemerintah, para pengusaha juga harus memiliki moral suasion untuk tidak menaikkan harga-harga kebutuhan masyarakat.
Agus mengatakan, pemerintah harus terus menjelaskan kepada public mengenai kebijakan pengelolaan subsidi. “Keputusan yang harus diambil betul-betul strategis yang bukan manfaat-manfaat short term. Karena menjaga ekonomi makro yang stabil sama pentingnya dengan menjaga fiskal yang sehat, investasi yang baik, dan sistem politik yang juga baik,” kata Agus.

Kepala Ekonom Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan mengatakan kenaikan harga BBM sudah telanjur diwacanakan di depan publik. Seharusnya, kata dia, keputusan itu sudah harus langsung didukung oleh partai-partai pemerintah di parlemen. “Ketika menjadi ditunda, mengapa ini bisa terjadi? Ini yang ditanyakan masyarakat dan pasar,” kata Fauzi. (sof/jpnn)

BUMN Incar Investasi di Myanmar

SURABAYA-Pemerintah tidak ingin ada lagi BUMN (Badan Usaha Milik Negera) terbeli oleh pihak asing. Sebaliknya, mereka berupaya perusahaan-perusahaan pelat merah berekspansi ke luar negeri. Karena itu, Kementerian BUMN sudah mengincar Myanmar sebagai negara investasi BUMN.
Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, ekonomi Indonesia telah kuat. Beda dengan kondisi 15 tahun lalu, dimana negara kekurangan dana untuk menjalankan negara. Sehingga, penjualan BUMN ke asing adalah salah satu upaya untuk meningkatkan anggaran. “Saat ini, kondisinya sudah terbalik. Dulu jual, jual, jual, sekarang beli, beli, beli. Beli bisa dalam arti ekspansi dan investasi ke luar negeri,” cetusnya.

Mantan Dirut PLN itu menyebut Myanmar yang menjadi sasaran BUMN untuk ekspansi. Apalagi, tambahnya, Indonesia memiliki andil besar di bidang politik di negara yang juga bernama Burma. “Sekarang politik sudah stabil, mereka berancang-ancang melaju bidang ekonomi. Ini kesempatan kita, jangan sampai Indonesia tidak mendapat apa-apa dengan kemajuan ekonomi Myanmar. Apalagi, sekarang investasi tentu masih murah,” paparnya.
Dahlan masih belum bisa menjelaskan BUMN atau bidang apa saja yang menjadi incaran. Namun, pihaknya telah membuka kantor perwakilan di Myanmar. “Kantornya kecil hanya diisi oleh beberapa staf. Mereka dari BNI, Pertamina, dan Semen Gresik,” ungkapnya.

Tugas mereka, kata Dahlan, menganalisis potensi-potensi ekonomi, dimana BUMN Indonesia bisa menjadi investor. Dalam enam bulan kedepan, para staf itu kembali ke Jakarta untuk melaporkan dan mengevaluasi kepada Kementrian BUMN. (dio/kim/jpnn)

XL Jalin Kemitraan Pengembangan Solusi M2M

Dorong Pertumbuhan Bisnis Baru   

MEDAN-PT XL Axiata Tbk (XL) mengikat kemitraan proyek pengembangan dan pemasaran solusi machine to machine (M2M) dengan dua mitra bisnis yang merupakan perusahaan nasional terpercaya.

Mereka adalah PT Alita Praya Mitra (Alita) dan PT Mitra Mulia (Joya). Kesepakatan ini merupakan salah satu milestone XL dalam menjalankan transformasi bisnis dari telekomunikasi konvensional menuju ke arah bisnis data dan informasi yang lebih maju.

Penandatanganan kerjasama berlangsung di Jakarta, Selasa (3/4), oleh Direktur Teknologi, Content & New Business XL – Dian Siswarini, bersama Ita Yuliati – Direktur Utama Alita, dan Joe Rizal – Direktur Utama Joya.

Dian Siswarini mengatakan, melalui penandatangan MoU, XL siap untuk meluncurkan layanan solusi machine to machine bagi masyarakat Indonesia. Layanan ini tidak terbatas kepada para pelanggan XL saja, melainkan juga terbuka bagi para pelaku bisnis dan konsumen yang belum menggunakan layanan XL. “Selain itu, kerjasama ini cukup special karena ke-2 mitra adalah perusahaan teknologi informasi asal Indonesia, yang selama ini memiliki reputasi tinggi,” ujarnya.

Berdiri sejak tahun 1995, Alita saat ini menjadi salah satu perusahaan Indonesia yang dapat menembus pasar di Asia dan Eropa. Bersama Alita, XL akan menyediakan solusi M2M bagi mesin kasir/mesin pembayaran (cash register). Manfaat dari solusi M2M cash register adalah para pemilik toko/outlet/francise atau bahkan petugas pemerintah seperti pajak dapat melakukan pemonitoran transaksi secara real time.

Sementara itu, Joya adalah perusahaan riset dan teknologi asal Indonesia juga yang selama ini menciptakan banyak produk-produk inovatif. Keunggulan dari product Joya adalah dari sisi harga dan fitur yang sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia. Bersama Joya, XL akan menyediakan solusi M2M untuk layanan video surveilance.

Bersamaan dengan penandatanganan kemitraan ini, XL juga mengenalkan portal khusus M2M http://m2m.xl.co.id . XL pun menjadi operator pertama di Indonesia yang memiliki portal khusus M2M. Walaupun XL telah terlibat dengan teknologi M2M ini sejak 2011, peluncuran portal menandai terbukanya layanan M2M bagi masyarakat luas. (rel/ila)

Besi Beton Langka, Sektor Property Terganggu

MEDAN- Sejak isu kenaikkan BBM (Bahan Bakar Minyak), sebagian harga komoditas mengalami kenaikan harga. Bahkan, saat isu tersebut berembus, beberapa komoditas terlihat menghilang. Seperti besi beton, yang perannya sangat dibutuhkan dalam pembangunan sebuah rumah.

Sejak dua pekan yang lalu, besi beton sudah mulai langka di pasaran, bahkan cenderung mulai hilang. Padahal, salah satu import terbesar Sumut adalah besi. Bila stok besi terus menghilang, diprediksi akan mengurangi pertumbuhan ekonomi, terutama bagi bisnis properti. “Sudah sejak dua minggu yang lalu, kita sulit mendapatkan besi, padahal ini sangat penting untuk pembangunan rumah,”  ujar Ketua Real Estate Indonesia (REI) Sumut Tomi Wistan di Medan.

Menurutnya, saat ini ada permainan dari pihak distributor atau pedagang untuk menaikkan harga jual dari salah satu bahan bangunan ini. “Kami sudah menerima laporan sulitnya mendapatkan besi di panglong dan tempat lainnya. Bahkan, saat ini kami harus pesan terlebih dahulu. “Keadaan ini yang akan membuat melambatnya pertumbuhan ekonomi di sektor properti. Keadaan ini yang akan membuat melambatnya pertumbuhan ekonomi di sektor properti,” tambah Tomi.

Karena itu, Tomi atas nama REI Sumut berharap, agar instansi yang terkait sudi kiranya untuk mencari tahu masalah ini. Mengingat, besi sangat penting dalam hal bangunan, bahkan tidak ada yang bisa mengganti bahan bangunan ini dengan yang lainnya.

Sementara itu, salah satu pengembang di Medan, Susi Simanjuntak mengatakan, dirinya benar-benar kesulitan untuk menemukan besi. Dirinya mengaku, sudah hampir semua panglong yang ada dikota Medan ini didatangi untuk mendapatkan besi. “Rabu kemarin (4/4) misalnya, semua panglong saya datangi, tapi semuanya pula mengaku tidak memiliki stok besi,” ungkap Susi.

Susi juga merasa bigung dengan ketidakadaan stok ini, mengingat harga BBM yang belum jadi naik, walau sejak akhir Maret yang lalu, dia mengakui bahwa harga besi sudah mengalami kenaikan. ‘Aneh kan BBM tidak jadi naik, tetapi kenapa stok kosong, selain itu harga juga sudah naik, sejak akhir bulan Maret lah,” tambah Susi.

Sama seperti Tomi, Susi juga berasumsi bahwa hilangnya besi dipasaran karena permainan pedagang dan distributor. “Masa semua panglong kosong?, logikanya tidak mungkin, karena bagi pengembang, besi ini sangat penting, tidak bisa diganti dengan yang lainnya,” ungkapnya.
Saat ini, harga  besi untuk ukuran 8 milimeter dan panjang 12 meter sudah mengalami kenaikan harga. Harga yang dipatok untuk saat ini berkisar Rp45 ribu, atau naik sekitar 5 persen dari harga sebelumnya yang hanya sekitar Rp42 ribu hingga Rp43 ribu.

Sementara itu, pengamat ekonomi dari USU, Jhon Tafbu Ritonga mengatakan naiknya harga dan hilangnya beberapa komoditas dipasaran merupakan dampak psikologis akibat kebijakan pemerintah yang akan menaikkan harga BBM. Walau ditunda, bukan berarti pasar menjadi baik atau normal. Malah sebaliknya, pasar menjadi memanas  karena keragu-raguan pemerintah dalam menetapkan kebijakan. “Jadi, bila pemerintah tidak bisa menormalkan kembali harga yang sudah terlanjur naik, serta mengembalikan pasar ke normal, ini akan berdampak pada masyarakat. Sudah harga naik, subsidi tidak jelas,” ungkapnya.

Ironisnya, perlambatan pertumbuhan saat ini bukan karena krisis di AS dan Eropa, melainkan karena ketidakmampuan pemerintahbersikap tegas. (ram)
“Kalau akhir dan awal tahun kemarin kita sebut, perlambatan ekonomi diprediksi karena krisis di Amerika dan Eropa, tetapi kalau saat ini saya bilang karena pemerintah yang tidak bersikap tegas,” tambahnya. (ram)

Reka Ulang di Lapas Pekanbaru, TPF Temukan Adanya Penamparan

JAKARTA- Tim Pencari Fakta (TPF) dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menemukan adanya tindak kekerasan, berupa penamparan yang diduga dilakukan Wakil Menteri Hukum dan HAM Deny Indrayana terhadap petugas Lapas Pekanbaru, Riau.

Dalam reka ulang yang dilakukan Jumat (6/4), terlihat jelas adanya pemukulan yang dilakukan Deny bersama ajudannya terhadap sipir Darso Sihombing bersama, Khoirul, rekannya. Adegan diperagakan langsung Darso Sihombing dan Khoirul yang pada saat peristiwa terjadi sedang berjaga.
Kendati demikian, Ketua TPF yang juga Wakil Ketua Komnas HAM, Ridha Saleh mengatakan, pihaknya juga akan meminta keterangan dari Deny Indrayana terkait temuan tersebut.

“Kami akan terus mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan dari Kepala Lapas dan akan segera membawa laporan ini ke Menteri Hukum dan HAM,” ujarnya.

Sementara, ajudan Denny yang bernama Kusno, membantah tudingan penamparan tersebut. Bahkan dia berani sumpah tudingan itu tidak benar. “Saya muslim, saya habis salat Jumat. Saya berani bersumpah Pak Denny tidak memukul,” jelas Kusno.

Kusno menjelaskan, bosnya itu hanya marah kepada para sipir. Berbeda dengan LP yang lain, sipir di LP Pekanbaru, Riau ini terkesan melambatkan membuka pintu.

“Itu baru 5-6 menit baru dibukakan. Di LP lain tidak ada seperti itu. Pak Denny itu marah sama sipir, kenapa membuka lama sekali. Narkoba itu kan berkait dengan barang bukti, bagaimana kalau barang buktinya dihilangkan,” jelasnya.

Kusno heran, kalau kemudian muncul tudingan adanya penamparan dalam penggerebekan Senin (2/4) dini hari itu. “Sama sekali tidak ada pemukulan,” jelas Kusno.(net)

Bocah 10 Tahun Melahirkan

MANAURE- Miris nian kejadian di Kolombia ini. Seorang bocah 10 tahun menjadi ibu termuda di dunia, setelah melahirkan bayi perempuan melalui operasi caesar.

Bocah yang di Indonesia setara dengan murid kelas empat sekolah dasar itu berasal dari suku pedalaman Wayuu di Semenanjung La Guajira di utara. Kehamilannya sudah cukup umur, yakni 39 minggu. Sebagian besar usia kehamilan adalah 38 pekan.

Saat melahirkan itulah merupakan kali pertama dia mendatangi dokter selama masa mengandung. Dia dilaporkan tiba di rumah sakit dalam kondisi pendarahan hebat. Dia menangis dan menjerit kesakitan akibat kontraksi.

Tim dokter memutuskan untuk melakukan operasi yang sejatinya penuh risiko tersebut karena usia sang ibu yang masih sangat hijau. Sang ibu dan putrinya yang beratnya hanya 2,26 kilogram dilaporkan dalam kondisi sehat.

Meski sang ibu enggan menyusui anaknya, keduanya terlihat nyaman dengan unit ibu-anak di sebuah rumah sakit yang lokasinya dirahasiakan tersebut.
Polisi Kolombia sebenarnya bisa memperkarakan ayah bayi tersebut karena melakukan hubungan seksual dengan anak di bawah umur. Namun, konstitusi setempat juga menjamin hak otonomi Suku Wayuu. Hukum memberikan keleluasaan bagi Wayuu untuk menjaga warisan kebudayaannya sendiri. Salah satunya adalah melahirkan anak dalam usia yang sangat muda.

Masyarakat Wayuu tetap tutup mulut tentang identitas pria yang menanamkan benih di rahim belia itu. Sejumlah media lokal berspekulasi, usianya sekitar 15 tahun. Sementara lainnya yakin ayahnya sekitar 30 tahun.  “Bocah seumuran dia seharusnya bermain dengan boneka. Tapi mereka terpaksa merawat bayinya. Ini benar-benar mengejutkan,” ujar Efrain Pacheco Casadiego (cak/ami/jpnn)

Pemerintah Siapkan Mobil Pelat Biru

JAKARTA- Maraknya mobil mewah yang menenggak BBM subsidi membuat pemerintah terus memutar otak. Beragam cara disiapkan untuk mencegah mobil-mobil milik orang kaya itu agar tidak terus-terusan menyedot subsidi.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andy Noorsaman Sommeng mengatakan, pemerintah memang berencana melarang mobil mewah atau kelas atas untuk mengkonsumsi BBM subsidi. Namun, belum ada skema sederhana bagaimana mengenali mobil apa saja yang masuk kategori tersebut. “Nah, sekarang kami sudah menemukan caranya, nanti (mobil mewah itu) diberi pelat dengan warna berbeda,” ujarnya saat dihubungi Jawa Pos kemarin (6/4).

Andy menyebut, saat ini sudah ada tiga warna pelat kendaraan, yakni pelat hitam untuk kendaraan pribadi, pelat merah untuk kendaraan instansi pemerintah, dan pelat kuning untuk kendaraan umum. “Untuk mobil kelas atas ini, nanti diberi pelat yang warnanya beda, misalnya warna biru. Jadi, kalau di SPBU, mobil-mobil dengan pelat ini tidak boleh membeli BBM subsidi,” katanya.

Lalu, apa kategori mobil kelas atas yang akan diberi pelat dengan warna berbeda tersebut” Andy mengatakan, saat ini hal itu sedang digodog oleh tim internal pemerintah. Kriterianya berdasakan kapasitas mesin atau cc, serta tahun keluaran mobil. “Yang jelas, kalau cc nya besar atau keluaran baru, pasti masuk kategori ini. Tapi, batasan pastinya masih dimatangkan,” ucapnya.

Andy mengakui, cara pembedaan warna pelat kendaraan ini memang bukan satu-satunya solusi. Sebab, masih memungkinkan adanya kecurangan dari pemilik mobil untuk mengubah warna pelat kendaraan. Karena itu, system ini akan melengkapi skema smart card yang nanti khusus diberikan untuk kendaraan umum dan mobil pribadi cc kecil atau keluaran lama. “Pembedaan warna pelat ini untuk mempermudah identifikasi,” ujarnya.

Menurut Andy, saat ini pemerintah di bawah koordinasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyusun payung hukum untuk melarang mobil-mobil dengan kriteria tertentu mengkonsumsi BBM subsidi. “Selain mobil instansi pemerintah, mobil-mobil mewah itu nanti juga akan dilarang,” katanya.

Andy mengatakan, sebelum Peraturan Menteri (Permen) ESDM tersebut selesai, saat ini BPH Migas selaku otoritas yang mengawasi BBM subsidi akan bekerjasama untuk memperketat distribusi. “Yang jadi concern utama kami adalah maraknya penimbunan BBM subsidi,” ucapnya.
Pasalnya, lanjut dia, konsumsi BBM subsidi terus merangkak naik. Mahalnya harga Pertamax menjadi salah satu pemicu pemilik kendaraan menyerbu Premium. Selain itu, adanya rencana kenaikan harga BBM per 1 April lalu, membuat banyak orang selama Maret menimbun BBM subsidi, baik oleh perusahaan, maupun pribadi dengan memenuhi tanki kendaraan. “Karena itu, Maret lalu konsumsi BBM subsidi sangat tinggi. Saya tidak ingat angka pastinya, tapi yang jelas lebih tinggi dari Februari,” ujarnya.(owi/jpnn)