Home Blog Page 13694

Membuka Koridor Bersama, Membuka Kompetisi di Langit Terbuka

Ketika GIA Cabang Medan Berkompetisi di “ASEAN Sky Open Policies”

Henry J. Kaiser (1882-1967) pernah berujar, ‘’Dalam bisnis, kompetisi akan menggigitmu bila kamu tetap berlari. Bila kamu berhenti dia akan menelanmu’’. Kalimat peletak dasar industri perkapalan moderen asal AS itu boleh jadi abadi dalam pengembangan spesies industri apapun, termasuk bagi Garuda Indonesia Airlines (GIA), perusahaan penerbangan nasional yang sebentar lagi memasuki kompetisi liberal di zona udara regional ASEAN.

SEORANG kawan pemilik usaha properti punya kegemaran yang amat ia nikmati: berpesiar ke negeri-negeri seberang. Terkadang dia pelesiran sendiri, namun bila pas waktunya tak jarang sang teman ini memboyong keluarga. Bila harus terbang sendiri, itu artinya dia punya janji dengan kolega atau sahabat bisnisnya. Soal meeting point tergantung siapa yang ditemui ya, bisa di Singapura, Kuala Lumpur, Hongkong, China, atau Bangkok.

Iseng-iseng saya pernah bertanya: ‘’Satu bulan berapa kali ke luar negeri?’’ Dia jawab,’’Ya, tergantung mood. Kalau adrenalin bisnis saya lagi tinggi, saya bisa tiba-tiba, misalnya, kontak kawan investor di China. Kita ketemu yuk, saya ada rencana bangun perumahan baru.’’ Frekuensi terbang ke luar negeri yang lumayan tinggi tentunya bikin sang kawan punya banyak referensi soal bandara dan penerbangan. ‘’Tak elok rasanya membayangkan negeri orang ke sini, tapi saya optimistis bila mau kita bisa seperti mereka,’’ katanya, kali ini dengan mimik serius.

Siapapun sepakat begitu banyak soal yang mesti dibenahi serius menyambut kehadiran Kualanamu sebagai bandara internasional. Apalagi Kualanamu, bersama empat bandara lain yakni Soekarno-Hatta, Juanda, Ngurah Rai, dan  Hasanuddin mulai berdandan menyambut ‘’ASEAN Open Sky Policy’’, sebuah kesepakatan membuka wilayah udara antar sesama anggota negara ASEAN. Singkatnya, ini merupakan liberalisasi angkutan udara yang menjadi komitmen kepala negara dalam ‘’Bali Concord II’’ yang dideklarasikan di KTT ASEAN pada 2003 silam.

Siapkah industri penerbangan dus seluruh side-supporting yang ada menyambut kebijakan membuka angkasa seluas-luasnya terhadap penerbangan asing ini? Jika objektif sukar rasanya menyerahkan ‘’kegagahan’’ industri penerbangan ke tangan  airlines semata. Profesionalisme yang diukur dengan keselamatan, juga ketepatan waktu penerbangan, tak boleh berhenti pada kecanggihan manajemen penerbangan. Ada side-supporting yang menjadi kunci di situ: infrastruktur dalam bandara yang dikelola operator dan infrastruktur luar bandara yang dikendalikan pemerintah daerah.

Temuan soal pentingnya aspek non-teknis dalam pencitraan penerbangan ini pula yang ditunjukkan The Center for Indonesia Development Review (CIDEV) dalam sebuah penelitiannya. Ketidakberesan infrastruktur di luar bandara merupakan aspek non-teknis yang acap diabaikan perusahaan penerbangan.

Pengamatan CIDEV (2008) menunjukkan banjir yang melanda Jakarta pada 1-3 Februari 2008 silam telah menganggu operasional Bandara Soekarno-Hatta selama dua hari. Selain kerugian materil yang ditaksir mencapai Rp3,1 miliar, ada 669 flight ikut terkena imbasnya. Dari keterlambatan (delay) hingga pembatalan jadwal penerbangan (cancel), keberangkatan maupun penerbangan. Akibatnya, penumpukan penumpang tidak hanya terjadi di Soekarno-Hatta, tapi juga di Changi, KLIA, Suvarnabhumi, dan airport negara-negara lain. CIDEV melihat penanganan tersebut tak hanya pekerjaaan rumah PT Angkasa Pura sebagai operator bandara, namun berbagai pihak yang berkepentingan langsung atas industri penerbangan. Kasus banjir yang menganggu bandara ini tentulah terkait dengan sistem tata kota dan ekologi perkotaan. Di sinilah sinergitas antar-pihak dibutuhkan eksistensinya. Tragedi ‘’Banjir Soekarno-Hatta’’ yang merugikan industri penerbangan empat tahun silam jangan sampai terulang di Bandara Kualanamu.

Dalam siteplan-nya akses menuju Bandara Kualanamu, di luar railway, terbelah dua ruas, yakni tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi dengan panjang 60 kilometer (km) dan non-tol (arteri) dengan rute Kayu Besar-Batang Kuis-Beringin sejauh 14,5 km. Taruhlah ruas tol yang dikelola PT Jasa Marga menjadi akses bebas banjir, tapi adakah jaminan akses menuju pintu tol terbebas dari banjir atau kerusakan parah?

Sulit rasanya tak menyertakan manajemen Garuda Indonesia Airlines (GIA) cabang Medan dalam tanggungjawab bersama ini. GIA adalah operator penerbangan nasional yang akan menjadikan Bandara Kualanamu sebagai hub ASEAN. Apalagi untuk menarik minat wisatawan, GIA cabang Medan getol menggandeng biro-biro perjalanan lokal yang ‘’menjual’’ kota ini lewat paket-paket wisata, mulai cullinary tour hingga familiarization tour. Mencuat tanya bagaimana GIA cabang Medan ikut nimbrung memecahkan keruwetan ini?

Ada pemikiran menarik dari Bailey (2002) yang ditulis ulang Laurensius Manullang dalam bukunya ‘’Strategi & Inovasi Model Bisnis Meningkatkan Kinerja Usaha’’. Bailey melihat perkembangan pasar dan persaingan di setiap daerah amat ditentukan oleh kondisi sosial (demografi dan psikografi), serta politik yang berkembang di daerah tersebut. Kebijakan otonomi daerah adalah trigger yang mendorong perubahan sosial-politik di daerah menjadi desentralisasi, dan dalam konteks ini pula pembenahan manajemen perusahaan di tingkat daerah (cabang/station) amat relevan dengan perkembangan otonomi daerah.

Laurensius (2010) melihat perubahan faktor lingkungan eksternal justru akan memengaruhi secara langsung strategi kebijakan cabang (station). Faktor-faktor eksternal seperti regulasi, pertumbuhan ekonomi, sosial-politik, pasar, dan persaingan di wilayah operasionalnya harus dipersepsikan secara baik oleh manajemen GIA cabang Medan. Dinamika politik daerah dan politik anggaran di sektor infrastruktur mau tak mau menjadi  perhatian manajemen . Kedekatan institusional dengan Pemko Medan atau Pemkab Deli Serdang sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA) pembangunan adalah pekerjaan mutlak yang harus dilakukan. Komunikasi dua arah dijaga secara formal agar pintu lobi-lobi positif, dengan maksud menjaga politik anggaran daerah (APBD) yang memihak bisnis penerbangan terbuka senantiasa.

Dalam rangking The World Airport Award yang dikeluarkan Skytrax, Changi menempati urutan ke-3 sebagai bandara terbaik di dunia pada 2009. Apalagi sangat besar kemungkinan Changi menjadi hub ASEAN karena sangat unggul dari sisi teknologi, profesionalisme, dan posisi yang strategis. Dengan dukungan GIA cabang Medan, kita berharap Bandara Kualanamu bisa menjadi spoke, tapi spoke dalam kualitas yang bersaing dengan KLIA dan Suvarnabhumi.
Franke (2007) menyebutkan hanya perusahaan yang berhasil menempatkan strategi inovasi sebagai acuan (driver) terhadap model bisnisnya, akan mampu meningkatkan kinerja dan survival perusahaan. Dalam implementasinya, inovasi GIA cabang Medan menjadi sangat penting dalam menjaga posisi persaingan penerbangan global yang semakin tajam. Konsep inovasi di level industri penerbangan ini berujung pada dua poin penting, yakni inovasi pemasaran dengan unit analisisnya adalah konsumen, serta yang tak kalah penting: inovasi manajemen dengan organisasi sebagai unit analisisnya.

Maka, sudah waktunya GIA cabang Medan selaku perpanjangan tangan manajemen penerbangan terbesar nasional, tak lagi melulu berpikir soal strategi mengeruk pasar penumpang, melainkan naik level dengan menerobos dinamika politik di wilayah operasionalnya lewat unit organisasi yang masuk pada taraf analisis, lobi, dan pressure agar politik anggaran daerah ini konsisten menyuppor industri penerbangan.

Kompetisi sengit dalam liberalisasi penerbangan merupakan pintu masuk bagi GIA cabang Medan sebagai inisiator kelompok ‘’koridor bersama’’ yang mendudukkan Pemko Medan, Pemkab Deli Serdang, Pemprovsu, PT Jasa Marga, dan stakeholder lain menyokong dunia penerbangan. Apapun, kebijakan ‘’open sky’’ muaranya adalah pertumbuhan penumpang, dan rumusnya adalah kerja profesional airlines, operator bandara, dan kesiapan daerah tujuan sebagai magnetnya. (*)

Pilkada Aceh Masih Rawan Ancaman

Tiga Lembaga Asing Pantau Pilkada Aceh

ACEH-Tiga lembaga pemantau asing akan memantau tahapan pelaksanaan Pilkada Aceh, yang akan berlangsung, Senin (9/4) mendatang. Ketiga lembaga itu adalah Asian Network for Free Election (ANFREL), Kedutaan Uni Eropa, dan Kedutaan Amerika.

Anggota Komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Yarwin Adidharma mengatakan, sebelumnya ada empat pemantau asing yang mendaftarkan diri ke KIP Aceh untuk melakukan pemantuan tahapan pilkada Aceh. Salah satunya mengundurkan diri.

Yarwin menyebutkan selain tiga pemantau asing, ada sekitar 15 lembaga lokal dan nasional yang juga memantau pelaksanaan pilkada Aceh dan diakreditasi KIP Aceh. Mereka melakukan pemantauan mulai dari tahap pendaftaran sampai pada tahap hari pemilihan.

Pemantau ANFREL dari Thailand, Witt Alexander Gatchell telah bertemu dengan calon bupati (cabup) Aceh Utara, jalur independen, Ilyas A. Hamid, Sabtu(7/4).
Witt Alexander Gatchell saat itu didampingi juru bahasanya Azhari,  bertemu Ilyas A Hamid akrab disapa Ilyas Pase di kediamannya, Jalan Tgk Chik Ditiro, Lancang Garam, Lhokseumawe, sekira pukul 11.00 WIB.

Dalam pertemuan itu Witt Alexander Gatchell mempertanyakan tentang kondisi lapangan saat berlangsung kampanye dan menjelang tiga hari pencoblosan 9 April 2012. Termasuk ancaman dari pihak tertentu terhadap tim suksesnya dilapangan.
Cabup Ilyas Pase, menjelaskan, secara umum kondisi Pemilukada di Aceh Utara belum kondusif, seperti saat berlangsung kampanye dulu banyak massanya yang dihadang oleh pasukan berbaju mirip dengan salah satu OKP atau dari Partai Aceh. Begitu juga kondisi sekarang menjelang H min “2” ada saksinya di TPS yang diancam agar tidak menjadi saksi di TPS pada 9 April mendatang.

“Akibat ancaman itu ada beberapa saksi terpaksa mundur karena ada intimidasi. Termasuk tim suksesnya di Tanah Luas Tgk Zulkifli pasca dibacok dulu tidak berani pulang kerumah lagi,” ungkap Ilyas Pase eks kombatan GAM, di hadapan pemantau ANFREL asal Thailand.

Sebut dia, dirinya mengkhawatirkan lawan politiknya akan menyusup kedalam masyarakat untuk mengancam masyarakat agar memilih calon bupati dan gubernur dari Partai Aceh. Tentunya, kondisi itu akan membuat pesta demokrasi rakyat agenda lima tahun sekali tidak berlangsung damai, aman dan bersih dari ancam mengancam serta intimidasi.

Untuk itu dia meminta kepada aparat kepolisian harus berani mengambil tindakan tegas kepada pelaku ancam mengancam rakyat. Hal itu perlu dilakukan, agar masyarakat pemilih bisa bebas menentukan pilihan sesuai hati nurani dan tanpa intimidasi serta ancaman. Selain itu, diharapkan bagi pemantau asing jika ada kasus sengketa Pemilukada harus dapat mengawal sampai ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Kemudian, Ilyas Pase, juga mempertanyakan apa dampak positik dengan adanya pemantau asing di Aceh, Witt Alexander Gatchell, menyebutkan, hasil pantauan selama berada di Aceh akan dilaporkan kepada lembaganya di sebarkan di website lembaga pada 11 April men datang. “Kita hanya berharap Pemilukada Aceh 9 April itu, dapat berlangsung adil, jujur dan menempati janji calon terpilih saat berkampanye dan jangan ada intimidasi,”ujar Witt Alexander Gatchell. Tim pemantu internasional itu bertugas memantau Pemilukada Aceh di wilayah Kota Lhokseumawe, Aceh Utara, Bireuen, Pidie dan Pidie Jaya. (arm/jpnn)

Kabarkan Firman melalui Paskah

Perayaan Paskah yang diperingati umat Kristiani yang jatuh pada Jumat (6/4), harus menjadi momen untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yesus Kristus. “Dengan Tuhan Yesus di Kayu Salib, yang rela mati menebus dosa-dosa manusia, hendaknya umat Kristiani harus lah hidupnya sesuai dengan ajaran dari Tuhan Yesus Kristus seperti yang tertuang di dalam firman-Nya,” kata Pdt Antoni Silaban MTh,  Panitia Pelaksana Rapat Kerja Daerah GSJA, Selasa (3/4) malam.

Lanjutnya, Tuhan Yesus tak menginginkan umatnya jatuh kedalam dosa dan Tuhan rela mati dikayu salib demi menebus dosa-dosa manusia. “Jadikanlah moment perayaan Hari Paskah ini untuk mengabarkan firman-Nya keseluruh dunia seperti yang tertulis di injil Matius 28 ayat 19-20. Dengan begitu, misi Tuhan Yesus bisa berjalan diseluruh bumi melalui pesannya di dalam injil Matius itu,” sebutnya.

Disambungnya, dirinya juga berharap kepada seluruh umat Kristiani apapun program pemerintah harus didukung dan mendoakan agar pemerintah diberi kekuatan, kearifan, hikmad dan bijaksana sehingga dapat member dan mengayomi masyarakat dan memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya. “Apapun progam pemerintah harus kita dukung dan kita doakan agar pemerintah lebih arif dan bijaksana lagi. Semunya itu ada tertulis tertulis dalam injil Roma 13 ayat 1-7,” akunya.
Tak hanya itu, Pdt Antoni Silaban juga meminta kepada kaum muda-mudi, mahasiswa, pelajar dan anak-anak Tuhan selalu berjalan dalam ajaran Tuhan Yesus. Dijelaskannya, boleh berunjuk rasa tapi harus dengan damai bukannya dengan cara kekerasan karena kekerasan itu sangat tak diinginkan Tuhan. “Tuhan Yesus juga mengajarkan agar dalam penyampaian aspirasi itu dengan cara dama seperti tertulis dalam Yohanes 14 ayat 27,” bebernya.

Tambah Pdt Antoni Silaban, para muda-mudi bisa mengikuti IPTEK, namun, jangan sampai menyimpang dari ajaran dan firman-Nya. “Firman Allah harus menjadi patron bagi kawula muda sehingga kawula muda menjadi kawula muda yang militan, berguna bagi nusa dan bangsa terutama berguna bagi Tuhan Yesus sesuai keinginan-Nya,” pintanya.(jon)

Rakerda GSJA Sumut I/NAD Berjalan Sukses

Gereja Sidang-sidang Jemaat Allah (GSJA) se Sumut I/NAD gelar rapat kerja daerah di Lantai II, Danau Toba International Hotel, di Jalan Imam Bonjol, Medan, Selasa (3/4) malam.
Acara tersebut diikuti oleh seluruh pengurus, pendeta, jemaat, muda-mudi dan fungsionaris GSJA untuk wilayah se Sumut I/NAD dan berlangsung dengan hikmat.
Saat Sumut Pos mendatangi Lantai II, Danau Toba International Hotel, terlihat ribuan jemaat GSJA (Gereja Sidang-sidang Jemaat Allah) memenuhi ruangan tersebut. Di Lantai II tersebut dilakukan gelar rapat kerja daerah GSJA (Gereja Sidang-sidang Jemaat Allah) untuk wilayah se Sumut I/NAD.

Acara yang diawali dengan pembukaan nyanyian rohani dan tarian oleh muda- mudi ini membuat decak kagum seluruh ruangan. Acara selanjutnya pembacaan pidato yang diawali oleh Panitia Pelaksana Rapat Kerja Daerah oleh Pdt Antoni Silaban MTh. Selanjutnya pembacaan kata sambutan oleh Aspem Kantor Wali Kota Medan, Daudta P Sinurat.

Dalam kata sambutannya, Aspem Kantor Walikota Medan ini mengharapkan pelaksaan Rapat Kerja Daerah GSJA se Sumut I/NAD ini berjalan dengan lancar. Daudta juga mengaku, dirinya sangat berterima kasih karena diberikan kepercayaan untuk memberikan kata sambutan. “Dengan Rapat Kerja Daerah GSJA (Gereja Sidang-sidang Jemaat Allah) se Sumut I/NAD ini, umat Kristiani khususnya jemaat GSJA bisa saling bahu membahu dalam setiap pergumulan yang ada. Tak hanya itu, jemaat GSJA semuanya terlihat kompak dan saling membahu dan jangan sampai moment seperti ini hilang,” katanya.

Ketua Panitia Pelaksana Rapat Kerja Daerah se Sumut I/NAD ini, Pdt Antoni Silaban MTh mengaku, acara ini dilakukan setiap tiga tahun sekali. “Tema dari Rapat Kerja Daerah ini diambil dari injil Filipi 1 ayat 27 dan 28 a yang berbunyi “Bersatu untuk Menunaikan Misi Ilahi.

Sub temanya sendiri “Sampai Masa Tuamu, Giatlah Terus Mengerjakan Pekerjaan Tuhan dengan Satu Hati dan Saling Menopang Satu Sama Lain,” katanya disela-sela acara.
Lanjutnya, rapat kerja daerah ini juga diselenggarakan berdekatan dengan hari Raya Paskah yang dirayakan oleh semua umat Kristiani.

“Dalam rapat kerja daerah ini ada beberapa hal yang perlu dilaksanakan antara lain laporan pertanggung jawaban badan pengurus daerah selama tiga tahun, evaluasi kerja, membuat program kerja untuk tiga tahun kedepan, menunjukan ketua-ketua wilayah dan ketua-ketua departemen oleh badan pengurus daerah yang terpilih dan pemilihan badan pengurus daerah yang baru periode 2012-2015,” jelasnya.
Sambungnya, rapat kerja daerah ini sendiri dihadiri pengurus GSJA dari Kota Medan, Deliserdang, Sergei, Langkat, Binjai, Asahan, Labuhan Batu, Tanah Karo, Tapanuli Utara dan Simalungun. “Untuk wilayah Aceh diikuti oleh pengurus GSJA dari Aceh Tengah dan Aceh Tenggara,” bebernya.

Ditambahkan Pdt Antoni Silaban MTh kembali, dirinya berharap supaya dengan rapat kerja daerah ini dalam bidang penggembalaa dan organisasi
bahkan diharapkan supaya menjadi saluran berkat diseluruh Sumut dan NAD. “Saya berharap seluruh umat Kristiani khususnya jemaat GSJA bisa
memberitakan firman Tuhan itu keseluruh dunia seperti yang tertulis dalam injil Matius 28 ayat 19-20,” pungkasnya.
Adapun pengurus terpilih periode 2012-2015 dalam Rapat Kerja Daerah Daerah GSJA (Gereja Sidang-sidang Jemaat Allah) se Sumut I/NAD di
Danau Toba International Hotel diantaranya Ketua HW Silaban, Wakil Ketua J Malau, Sekretaris B Sirait, Bendahara Harapan Manik, Komisaris Antoni Silaban.(jon)

Tanggung Biaya Penderita Kusta, Operasi 500 Penderita Katarak

Misi Kemanusiaan Yayasan Surya Kebenaran Internasional di Deliserdang     

Yayasan Surya Kebenaran Internasional (YSKI) seakan tak kenal lelah menolong mereka yang terpinggirkan. Di saat pemerintah kehilangan kendali lantaran ketidakseimbangan beban pekerjaan dan anggaran yang ada, YSKI datang mengulurkan tangan. Tak cuma bakti sosial kesehatan atau operasi katarak gratis, YSKI juga membantu warga secara perseorangan. Aksi mulia ini dilakukan tanpa mengenal suku, agama, ras, dan budaya. YSKI adalah payung bagi kaum papa. Komitmen ini yang terus dijaga YSKI di tangan pembinanya DR RE Nainggolan, MM.

RODIAH beru Ginting, penghuni RS Kusta Lawe Simomo sudah tujuh tahun menderita penyakit kusta. Belum lama ini perempuan berusia 20-an tahun ini harus menjalani operasi amputasi kaki dan pengobatan. Tentu berat baginya menannggung seluruh biaya itu. Belum lagi dia terbeban secara mental akibat kehilangan salah satu organ tubuhnya. Untunglah beban penderitaan Rodiah ini dapat berkurang. Dengan hati tulus menolong YSKI mengulurkan bantuan operasi bagi perempuan asal Tanah Karo ini. Seluruh biaya perawatan pasca-operasi juga ikut menjadi tanggungjawab YSKI bekerjasama dengan RS Patar Asih Lubuk Pakam, Deliserdang, dinama dirinya saat ini menjalani pemulihan.

Pembina YSKI, Dr RE Nainggolan MM bersama pengurus YSKI drg Anita, relawan YSKI Jadi Pane SPd, Direktur Utama RS Patar Asih Prof dr Rudolf S Parhusip SP(K), dan Wakil Direktur RS Patar Asih dr Horas Rajagukguk SpB FInaCS, menjenguk dan memotivasi Rodiah yang terus mendapatkan perawatan intensif dari pihak RS. RE Nainggolan mencoba menghibur hari Rodiah dengan mengajaknya ngobrol, menanyakan keluhan, dan memberinya ucapan-ucapan yang menguatkan hati. Mantan Sekdaprovsu yang akrab disapa RE ini meminta Rodiah agar bersabar meskipun kakinya harus diamputasi. RE menguatkan hati Rodiah bila kelak dirinya juga bisa berjalan dengan normal dengan bantuan kaki pengganti.
“Sabar ya. Paling lama enam bulan lagi kamu sudah bisa berjalan seperti semula. Kami (YSKI) sudah siapkan kaki pengganti dan seluruh biaya di RS ini kami tanggung,” kata RE. Siti Aisah beru Tarigan, ibunda Rodiah, mengaku bahagia dan senang atas bantuan yang diberikan pihak YSKI dan RS Patar Asih. Dengan suara terbata-bata, Siti Aisah menyampaikan ungkapan terimakasih dan menyalam erat tangan RE. “Terimakasih pak. Untung ada yang mau membantu pengobatan anak saya. Anak saya ini sudah tujuh tahun menderita sakit karena ketiadaan biaya untuk operasi,” tutur Siti Aisah kepada RE.

Dengan mata berkaca-kaca RE merangkul hangat pundak Siti Aisah. Dia mengatakan apa yang dirasakan oleh sang ibu juga dirasakan oleh ribuan warga lainnya di seantero Sumut. Sebab YSKI membantu orang lemah tanpa memandang latar belakang. Apa yang dilakukan oleh YSKI adalah kasih yang ingin disebarkan kepada sesama manusia lewat misi kesehatan. RE mengatakan bukan hanya Siti Aisah yang beruntung dibantu oleh YSKI melainkan juga para warga kurang mampu yang menderita ragam penyakit. Pada Minggu (1/4) lalu, YSKI yang menggandeng Pemkab Deliserdang menggelar operasi katarak gratis di pelataran RS Patar Asih, Lubuk Pakam. Sedikitnya 500 warga kurang mampu dioperasi oleh tim dokter YSKI.
Kenapa katarak? Pembina YSKI DR RE Nainggolan menekankan jumlah penderita katarak di Indonesia adalah tertinggi di ASEAN. “Bahkan dari 240 ribu penderita katarak itu mengalami kebutaaan parsial dan permanen. Kami amat bersyukur operasi ini bisa berjalan cepat untuk mengurangi risiko kebutaan yang akan dialami penderita katarak,” katanya. Aksi operasi gratis itu turut pula dihadiri Wakil Bupati Deliserdang Zainuddin Mars. Tim operasi berintikan pengurus YSKI drg Annita, relawan YSKI Jadi Pane dan Jansen Lase, dr. Hj. Ariani Atiatul Amra, SpM dari Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Sumut, Ratna Widiyawati selaku General Operation PT Sidomuncul, Dirut RS Patar Asih Prof Dr Rudolf S Parhusip, Wakil Dirut RS Patar Asih dr Horas Rajaguguk, dan anggota DPRD Deliserdang Apoan Simanungkalit.

Apa yang dilakukan YSKI, menurut RE, adalah rangkaian misi kemanusiaan di bidang kesehatan yang dilakukan sejak beberapa tahun lalu. YSKI sudah melakukan bakti sosial secara maraton di Medan, Binjai, Langkat, Karo, Tapanuli, Simalungin, Siantar, Sergai, dan kabupaten/kota lainnya, “Bukan saja operasi katarak tapi juga operasi bibir sumbing dan langit-langit, hernia, operasi pembuatan anus bayi, pengukuran dan pemasangan kaki/tangan pengganti (palsu), pembagian kacamata baca gratis, dan lain-lain,’’ ungkapnya.

Data YSKI mencatat sedikitnya 28.000 warga kurang mampu sudah terlayani oleh misi kesehatan gratis tersebut. RE menyatakan kegembiraannya kepada Bupati Deliserdang Amri Tambunan dan Wakil Bupati Deliserdang Zainuddin Mars yang konsisten mengawal kesehatan masyarakat di wilayah Deliserdang. “Dimana ada kegiatan pengobatan gratis di Deliserdang Bapak Bupati Amri Tambunan selalu hadir. Kalaupun berhalangan Bapak Wakil Bupati pasti menggantikannya,” tukas RE.
Dia juga memuji Dirut RS Patar Asih Prof Dr Rudolf S Parhusip yang selalau membuka pintu bagi aksi-aksi sosial YSKI. Pengurus Perdami Sumut dr. Hj. Ariani Atiatul Amra, SpM menyambut gembira inisiatif pihak YSKI mereduksi jumlah kebutaan akibat penyakit katarak. Dia menyadari pemerintah masih terbentur anggaran kesehatan untuk mengurangi jumlah penderita katarak di berbagai daerah. ‘’Perdami siap menyokong program YSKI di mana saja,’’ katanya. (val)

Sophia Latjuba Anggap Chrisye Sedang ke Toilet

Di Balik Konser Kidung Abadi

Konser Chrisye Kidung Abadi yang berlangsung Kamis lalu (5/4) menuai sukses besar. Sekitar 5.000 penonton berhasil terbius dalam nostalgia tembang-tembang lawas milik Chrisye yang dihadirkan dalam konser tersebut.
Para penonton pun dibuat terkesima saat menyaksikan lagu ciptaan Erwin Gutawa dan putrinya, Gita Gutawa, Kidung Abadi dibawakan langsung oleh mendiang Chrisye. Teknologi multimedia yang dihadirkan mampu menyuguhkan pertunjukan konser yang cukup fenomenal.

Sosok di balik suksesnya konser tersebut tidak lain adalah musisi Erwin Gutawa dan Jay Subiakto. Namun, ide awal untuk menyelenggarakan konser tersebut datang dari sang istri mendiang Chrisye, Gusti Firoza Damayanti Noor. Perempuan yang akrab disapa Yanti itu menuturkan, keinginan untuk menyelenggarakan konser ada sejak empat tahun lalu. Tapi, saat itu belum ada pihak yang berniat mewujudkan hal tersebut.
“Jadi, itu sudah terpendam empat tahun. Saya berpikir mungkin belum saatnya, jadi belum diwujudkan sama Yang di Atas,” ujar Yanti.

Yanti pun tidak ngoyo. Sebab, mendiang suaminya pun tergolong orang yang perfeksionis. Jika tidak sreg, Chrisye tidak akan memaksakan untuk mewujudkan apa yang diinginkan. “Jadi, kalau dia itu nggak sreg, ya nggak jadi. Walaupun saya udah jalanin. Saya nggak mau ngoyo waktu dapat ini (konser). Kalau memang boleh, akan jalan kok,” jelasnya.

Hingga akhirnya datang tawaran dari promotor musik Live Action. Menurut perempuan 57 tahun itu, Live Action tertarik akan sosok Chrisye. Kebetulan mereka juga berniat me-launching perdana sebuah produk. Tidak menunggu lama, Yanti pun mengontak dua kawan lama Chrisye, yakni Erwin Gutawa dan Jay Subiakto.

Mereka menyambut ajakan Yanti. Erwin bertugas membuat konsep lagu, dan Jay menyajikan tampilan Chrisye secara virtual melalui rekaman perjalanannya.

“Kalau nggak boleh, pasti berhenti di tengah jalan. Seperti tahun pertama, itu stop dengan sendirinya. Sekarang diizinkan, jadi bisa dibilang Chrisye memang sudah maunya konser. Alhamdulillah semua dimudahkan,” jelas Yanti.
Dimulai dari Erwin dan Jay, beberapa bintang tamu dihadirkan. Bahkan, dua bintang tamu khusus datang dari Amerika Serikat dan Inggris hanya untuk terlibat dalam konser tersebut.
Bukan itu saja, Artis cantik Sophia Latjuba yang kini tinggal di Los Angeles menyempatkan datang ke Indonesia untuk memenuhi undangan Yanti.

“Ini konser pertama yang bersejarah dan akan selalu diingat. Jadi, saya merasa terhormat, menjadi seorang penyanyi di konser ini. Saya beruntung Mbak Yanti mengajak saya. Saya pun harus berimprovisasi gimana menyanyi, tapi Mas Chrisye nggak ada. Tapi, spiritnya di samping saya, kayaknya Mas Chrisye itu nyuruh saya nyanyi. Sepertnya Mas Crsiye berkata, Udah Sof, kamu nyanyi dulu aja, aku pergi ke toilet,” urai Sophia.

Dalam konser kemarin, Sophia melantunkan tembang Kangen yang pernah tampil berduet dengan Chrisye. Untuk “menghidupkan” sosok Chrisye, Sophia kala itu mengenakan busana bak Cleopatra didampingi Chrisye dalam bentuk hologram.
Selain Sophia, penyanyi belia Gita Gutawa sengaja datang dari Inggris untuk ikut berkontribusi dalam konser tersebut. Bahkan, Gita terlibat dalam proyek pembuatan lagu Kidung Abadi yang merupakan ciptaan sang ayah, Erwin Gutawa. Penyanyi 18 tahun itu bertugas menyusun lirik lagu yang dirangkai dari potongan-potongan suara Chrisye dalam setiap lagu yang pernah dinyanyikan mendiang.

Gita yang menempuh pendidikan di University of Birmingham mengerjakan hal tersebut di sela-sela waktu kuliahnya, saat liburan Natal pada bulan Desember lalu. “Papa bikin melodinya, aku ambil kata-katanya di setiap lagu-lagunya Om Chrisye. Cukup susah ya karena banyak sekali dan sampai harus melakukan riset.  Saya bangga bisa menjadi bagian konser  ini,” ujarnya. (ken/c10/ayi/jpnn)

Ketuban Sophia Peca

Rekan duet almarhum Crisye, Sophia Latjuba mengaku banyak kenangan dengan Chrisye, selain sebagai pelatih vokal ada juga cerita lucu terkait kedekatannya dengan Chrisye.   Dia menceritakan, saat hamil anak pertama, dia bertemu Chrisye di sebuah mal. Saat itu Chrisye bertanya kenapa bayi tersebut belum juga keluar, padahal perutnya sudah cukup besar.
“Eh, pas habis dia bilang gitu, ketuban saya pecah,” ucap Sophia yang tidak bisa melupakan kejadian tersebut.

Sophia menyebutkan, saat mengikuti latihan vokal bersama Mas Crisye, setiap latihan ada saja spiritnya. “Dulu sebelum saya bisa berbahasa Indonesia pas di Amerika, sewaktu hanya bisa bahasa Jerman, ibu saya kasih saya lagunya Chrisye. Lagu itu terus yang saya nyanyikan ketika sampai di Indonesia. Itu memori pertama,” cerita Sophia. (ken/c13/jpnn)

Nyetir Tronton Sambil Tidur

Tabrak Lima Pekerja Tol Hingga Tewas

JAKARTA-Kecelakaan maut terjadi di tol Jagorawi, tepatnya dekat pintu tol Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, kemarin dini hari. Truk tronton nopol B 9113 UMT melabrak belasan pekerja yang sedang memperbaiki jalan tol. Lima tewas dan sebelas lainnya menderita luka.
Sopir tronton, Aji Solihin alias Mamad (24) mengaku tertidur sekejap saat mengemudikan kendaraan besar itu.

Ketika tersadar, kendaraannya sudah menabrak para pekerja. Truk yang dikemudikannya juga sudah menyantap pembatas  jalan dan keluar lintasan.
“Tersangka (sopir, Red) mengantuk karena mengaku sudah dua hari kerja menyopir tanpa sempat tidur atau istirahat cukup. Kami belum tahu mengapa yang bersangkutan nyopir sampai dua hari tanpa istirahat,” kata Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombespol Rikwanto kemarin (6/4).

Karena kejadian itu, Mamad dianggap lalai hingga menyebabkan mengakibatkan nyawa melayang. Dia akan dijerat pasal 311 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. “Pelanggar pasal ini diancam pidana 12 tahun penjara,” ucap Rikwanto.

Kasatlantas Polres Metro Jakarta Timur AKBP Soedharsono mengatakan, setelah menabrak, Mamad melarikan diri dan akhirnya ditangkap di kantor perusahaan yang mengoperasikan truk tronton itu di Jalan Bandung, Cilincing, Jakarta Utara. “Setelah menghilang, yang bersangkutan akhirnya ditangkap dan langsung dibawa ke polda,” ujarnya.

Informasi di lapangan menyebutkan, saat kejadian, di Km 3.600 tol Jagorawi arah Bogor, tepatnya sebelum pintu keluar TMII, tengah dilakukan pengaspalan jalan. Karena itu, lajur 1 dan 2 yang tengah diperbaiki ditutup pihak PT Jasa Marga. Kendaraan yang melintas diarahkan ke lajur 3 dan 4.
Saat itu di lokasi proyek juga terdapat truk Fuso bernomor polisi B 9298 JK bermuatan aspal parkir di lajur dua. Kemudian, di depan Fuso itu parkir Colt Diesel B 9007 VW. Sekitar 100 meter di belakang truk juga telah dipasangi rambu peringatan sedang ada pengerjaan proyek. Bahkan, ada petugas proyek yang memegang bendera untuk mengatur lalu lintas.

Pada saat bersamaan, dari arah Cawang melaju kencang truk tronton B 9113 UMT bermuatan pasir. Saat itu truk berada di lajur 3. Entah mengapa, mendekati lokasi, truk itu tiba-tiba berpindah ke lajur 2. Padahal, di depannya tengah parkir truk bermuatan aspal dan Colt Diesel. Tabrakan maut pun tak terhindarkan. Dua kendaraan yang tengah parkir itu ditabrak sekaligus oleh truk tronton bermuatan pasir tersebut. Setelah itu, belasan pekerja yang tengah mengaspal jalan juga disasak hingga lima orang tewas dan sebelas lainnya luka. Setelah kejadian, sopir maut itu melarikan diri di kegelapan malam.

Arif Siswanto, 17, salah seorang pekerja menuturkan, saat kejadian belasan rekan-rekannya tengah bekerja mengaspal jalan berlubang. Secara mendadak, truk pengangkut pasir menabrak mereka dari arah belakang. Ada juga pekerja yang tertimbun pasir yang tumpah dari truk tersebut. Humas PT Jasa Marga (Persero) Wasta Gunadi mengatakan, seluruh korban tewas adalah para pekerja proyek. Jasad mereka langsung dievakuasi ke RS Polri untuk diotopsi. Selain itu, beberapa korban yang mengalami luka-luka dilarikan ke RS UKI Cawang. (wok/c4/nw/jpnn)

Kasino Terapung di Danau Toba

MEDAN-Ide Danau Toba dijadikan lokasi judi dan seks, memunculkan pendapat yang beragam dari kalangan masyarakat Sumatera Utara. Seorang anggota DPRDSU malah memberi ide penyediaan fasiltias kapal pesiar yang dilengkapi kasino atau kasino terapung.

Adalah Richard Eddy M Lingga, anggota DPRD Sumut dari Fraksi Golkar yang mencetuskan ide tersebut. Menurutnya, ide kasino terapung yang berada di kapal pesiar dan mengarungi Danau Toba tak lain untuk menambah minat wisatawan. “Bagaimana cara kita menarik masyarakat luar negeri untuk sekalian menikmati Danau Toba. Mau dibuat di kapal pesiar besar dilengkapi kasino dan lain-lain. Keliling sambil berlayar kan asyik,” katanya, Jumat (6/4).

Richard menganggap ide tersebut bukan sesuatu yang salah. “Kalau masalah itu sah-sah saja, asalkan ada izin atau undang-undang yang mengizinkan dan mengaturnya. Apalagi bisa memberi Pendapatan Asli Daerah (PAD) ke daerah daripada orang Indonesia membawa uangnya ke luar negeri,” jelasnya.
Ketika rencana itu terealisasi, menurut Richard, memang perlu dibuat aturan mainnya. Selain itu, fasilitas yang ada untuk perjudian juga jangan tanggung-tanggung. “Tinggal cara mainnya bagaimana. Kan bisa diatur. Kalau di Malaysia, penduduk asli Malaysia  tidak diperbolehkan masuk. Bagaimana kalau di Samosir diberlakukan seperti itu,” tambahnya.

Dianggap Ide Gila

Dukungan Richard ini berbanding terbalik dengan tanggapan dari anggota DPR RI dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Hasrul Azwar. Wakil rakyat asal Sumatera Utara ini menganggap tidak benar Bahauddin Manik yang merupakan Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut mengemukakan ide tersebut.

“Itu ide gila kalau benar beliau ngomong seperti itu. Apalagi berasal dari seorang pejabat yang mengurus pendididkan. Itu perlu dipertanyakan dan benar-benar sangat disayangkan,” ungkapnya di Jakarta, kemarin.

Hasrul tidak habis pikir, mengapa sampai keluar ide seperti itu sampai timbul dalam pemikiran seorang pejabat. “Itu benar-benar menabrak semua nilai-nilai yang ada. Baik nilai-nilai agama, budaya dan adat sebagai orang timur. Ini benar-benar kebablasan,” tambahnya.Untuk itu Hasrul menyatakan dengan tegas, sangat menentangnya. “Kalau untuk yang tidak baik, mengapa harus membandingkan dengan negara lain? Jadi kita sangat menentangnya,” tegasnya.

Secara terpisah, hal senada juga dikemukakan pengacara kondang, Jose Silitonga. Menurut pria yang beberapa waktu lalu dikenal membela hak-hak masyarakat melawan Indorayon ini, ide memajukan Danau Toba tidak harus seperti itu. Karena jika tujuannya untuk meningkatkan pariwisata, hal tersebut dipastikan akan sangat mencederai budaya, adat masyarakat, maupun agama yang memang dikenal cukup dipegang kuat oleh masyarakat sekitar danau. “Seperti Bali contohnya, daerah itu tidak memasarkan seks dan judi. Walaupun memang secara terselubung hal-hal tersebut tidak kita pungkiri pasti terjadi. Saya yakin sekarang ini di sekitar Danau Toba juga itu ada, namun tersembunyi. Cuma kalau idenya dibuka dalam forum, itu cederai hati masyarakat,” ungkapnya.

Ada beberapa hal menurut Yose yang perlu dikembangkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Danau Toba. “Cukup kita lihat konteks spiritual, alam dan budaya masyarakat. Nah ini yang diramu sedemikian rupa. Selain itu paradigma masyarakat yang jelek, juga harus diubah. Pertunjukan seperti ritual adat, ini harus benar-benar dikemas,” jelasnya.

Sementara tokoh masyarakat Batak di Jakarta yang juga duduk sebagai anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Sukur Nababan. dengan tegas menentang. “Jadi saya bukan hanya menentang, tapi melawan. Orang yang melontarkan ide tersebut adalah orang yang tidak paham pariwisata,” tegasnya.

Baginya, pariwisata dan kunjungan pariwisata tidak identik dengan seks dan judi. “Yang dibutuhkan adalah infrastruktur. Baik itu jalan, hotel dan lain-lain. Juga promosi dan kemauan dari semua pihak. Termasuk pemerintah dan masyarakat sekitar,” ungkap Sukur.

Bukti Birokrat tak Punya Strategi

Ketua Bidang Perencanaan Pembangunan Nasional DPP Partai Demokrat, Kastorius Sinaga juga buka suara. Katanya, ide yang muncul dari Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut, Bahauddin Manik itu, menunjukkan bahwa kalangan birokrat tak kreatif.

“Gagasan semacam itu menunjukkan orang itu tak punya strategi, tak paham keunikan Danau Toba. Itu hanya jalan pintas. Hanya copy paste dari yang ada di negara tetangga,” ujar Kastorius Sinaga.

Sosiolog dari Universitas Indonesia (UI) itu lebih lanjut mengatakan, gagasan menjadikan Danau Toba sebagai kawasan perjudian dan hiburan seks, merupakan gagasan yang ngawur. Kondisi masyarakat di sekitar Macau (China) dan Genting Highlands (Malaysia), jelas tidak sama dengan kondisi masyarakat di sekitar Danau Toba. “Tidak ada kesesuaian antara kondisi di sana, dengan kondisi masyarakat di sekitar Danau Toba. Juga tidak memikirkan eksesnya. Itulah cara berpikir birokrat yang hanya bisa copy paste, langsung ditempel di sana (Danau Toba, Red),” cetus Kasto, panggilan akrabnya.

Dikatakan, gagasan menjadikan Danau Toba sebagai kawasan perjudian dan seks, sangat jauh dari konsep pengembangan Danau Toba sebagai kawasan wisata yang terintegrasi. “Masyarakat di sekitar bakal jadi korban,” imbuh Staf Ahli Kapolri itu.

Selain dampaknya sangat buruk bagi masyarakat sekitar, lanjutnya , jika Danau Toba dijadikan kawasan judi dan seks pun, belum tentu menarik perhatian wisatawan yang suka judi dan seks. Karena harus bersaing ketat dengan lokasi yang sudah ada di Macau dan Genting Highlands. “Mestinya menawarkan gagasan yang belum ada di pasaran. Bukan tiru-tiru,” ujarnya lagi.

Menurut Kasto, perlu kajian mendalam untuk mencari bentuk wisata yang paling pas di kawasan Danau Toba. Saran Kasto, bentuk wisata yang paling tepat adalah tetap menjual keunikan Danau Toba sebagai danau volcano di dunia. Akan lebih memikat wisatawan asing jika pengembangan Danau Toba tetap berkonsep wisata alam.  (ari/gir/sam)

Puting Beliung Hajar Sergai, 39 Bangunan Hancur

Gumpalan Putih itu Cepat Kali…

TEBINGTINGGI-Sedikitnya 39 rumah warga hancur setelah dihajar puting beliung di Kampung Kuningan, Desa Sei Periok, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Seorang anak berusia enam tahun dikabarkan kritis.

“Saya sempat tercengang, ada gumpalan awan putih berbentuk kerucut mendatangi rumah. Datangnya dari arah selatan, cepat kali,” aku Subarin (30), ayah dari Raisyah Nura (6) yang menjadi korban luka berat.

Dari keterangan yang dihimpun Sumut Pos, kejadian tersebut bermula sejak pukul 22.00 WIB, Kamis (5/4). Puting beliung berlangsung selama tiga menit. Aliran listrik pun langsung padam. Sebelum kejadian istri Subari, Siska (28), menidurkan sang buah hati. Merasa takut akan ada musibah, Subari langsung membangunkan itrinya untuk berlari keluar rumah menghindari ambruknya bangunan rumah miliknya.

“Saya tak sempat mengangkat anak saya (Raisyah). Baru selangkah menuju tempat tidur, tiba-tiba atap rumah sudah terbang ke tengah persawahan belakang rumah. Lalu batu bata bangunan atas ambruk dan langsung menimpa kepala anak saya di tempat tidur,” jelas Subari.
Melihat kondisi muka Raisyah berlumuran darah, ketika hujan masih turun deras, Subari langsung membawa menuju Puskesmas terdekat untuk merawat luka di kepala anaknya. “Sebelas jahitan di bagian kening karena tertimpa batu bata bangunan,” ujarnya.

Usai puting beliung memporak porandakan rumah warga, pagi harinya terlihat kesibukan. Warga mulai mengumpulkan puing-puing bangunan yang masih bisa dipakai. Seng dan kayu dikumpulakan warga yang rumahnya roboh untuk dipergunakan kembali. Kesedihan terlihat di wajah ibu-ibu di tenda pengungsian. Warga yang rumahnya rusak parah memang ditampung di tenda pengungsian yang sengaja dipasang oleh Tim Sar Tagana dan BNPB Pemkab Sergai. “Sejumlah harta benda kami hancur Pak, mulai dari televisi, kulkas, perabotan kamar, dan sepeda motor. Angin puting beliung menghatam demikian cepat,” ujar Siska ditenda pengungsian.

Butuh Selimut dan Air Bersih

Menurut Siska, kini  dan warga di sana membutuhkan bantuan selimut dan air bersih. “Mie instan, beras dan beberapa kotak air mineral baru masuk,tapi bantuan selimut lebih penting karena banyak anak-anak yang rumah orangtuanya rusak para,” tambah Siska.

Kepala Desa Sei Periok, Salamuddin Barus ketika ditemui di lokasi kejadian, sekira pukul 07.30 WIB kemarin mengatakan pihaknya masih mendata semua kerusakan. “Sampai saat ini terdata 37 rumah warga, 2 Masjid dan kilang padi,” terangnya.

Masalah bantuan untuk warga dari Pemerintah Kabupaten Sergai sampai pagi kemarin belum diterima. Tetapi, sudah dilaporkan kepada pihak Pemkab Sergai dan Kantor BNPB Kabupaten Sergai.

Kapolres melalui Kapolsek Tebingtinggi AKP HE Harahap yang juga turun ke lokasi mengatakan bahwa pihaknya telah mendata sejumlah rumah warga yang rusak terkena angin puting beliung. Pihaknya juga mengimbauan kepada warga untuk saling menjaga harta milik.

Sementara, Camat Tebingtinggi Ramadhan Purba yang juga ada di lokasi tak bisa menutupi kesedihannya. Dia mengungkapkan bahwa sudah dua kali terjadi puting beliung di Kampung Kuningan, Desa Sei Periok ini. Dan, kejadian bencana alam kali ini adalah yang terbesar dan terparah. “Itu semua akan menjadi tanggungjawab Pemkab Sergai, pihaknya akan membantu warga membangun kembali rumah melihat kondisi kerusakannya,” kata Ramadhan.
Di tempat yang sama, anggota DPRD Sergai dari Fraksi PPP, Sugiatik SAg mengharapkan agar Pemkab Sergai serius dalam menangani bencana tersebut. Pasalnya korban akibat puting beliung cukup banyak. “Kebutuhan warga harus dipenuhi,” katanya. (mag-3/mag-16)

Pajak Judi Menggiurkan

Wacana membuka lokasi judi di Sumatera Utara kembali diperdengarkan. Wacana ini sejatinya pernah didengungkan sekitar 5 atau 6 tahun yang lalu. Belawan sempat diajukan sebagai lokasi judi. Tetapi, rencana ini tidak berjalan, mengingat banyaknya elemen masyarakat yang menolak
rencana tersebut.

Nah, Kamis lalu, wacana membangun lokasi judi di Danau Toba telah disampaikan.

Dalam aspek ekonomi, sesuatu yang dianggap haram bagi masyarakat ini,  dinilai sangat bagus. Bahkan, diprediksi pertumbuhan di daerah tersebut juga akan berkembang secara pesat.

Pengamat ekonomi dari Unimed, M Ishak, menyatakan daerah yang memiliki lokasi perjudian akan lebih cepat berkembang dibandingkan dengan daerah lain. Perkembangan tersebut, salah satunya dipicu karena banyaknya yang akan datang dan mengunjungi kawasan Danau Toba untuk bermain judi. Selain itu, fasilitas tersebut membuka lapangan pekerjaan besar-besaran. “Daerah tersebut dapat menghidupi dirinya sendiri dengan pajak dari judi hingga 80 persen,” ujarnya.

Seperti diketahui, perputaran uang dalam arena judi sangat besar. Ishak mencotohkan Las Vegas, yang bisa menghidupi daerahnya melalui pajak judi yang bisa mencapai 80 persen dan menyumbang ke negara hingga 70 persen. Hal ini dikarenakan banyaknya pajak yang bisa dikutip pemerintah di daerah tersebut. “Minimal pajak yang bisa dikutip ada 3 yakni pajak penghasilan, pajak lotere, dan pajak pertukaran koin (melalui bank) yang langsung di bawah perhatian pemerintah. Bayangkan itu saja sudah berapa?” ungkap Ishak.

Selain pajak tersebut, pendapatan daerah yang lain didapat adalah pajak hiburan. Ini termasuk pajak makanan, hotel, minuman, dan lainnya. “Belum lagi ditambah dengan PPN, yang bisa mencapai 10 hingga 15 persen,” tambah Ishak.

Karena itu, dirinya yakin, bila ide tersebut terlaksana akan memberikan perkembangan yang sangat pesat untuk Kabupaten Samosir dan sekitarnya. “Tapi, walaupun begitu, ada juga yang akan menjadi penghalang, salah satunya moral. Bagaimana moral masyarakat setempat jadinya,” tambahnya.
Oleh karena itu, menurutnya, bila ingin membuat sebuah perencanaan pembangunan, bukan hanya faktor ekonomi yang harus dilihat, tetapi ada berbagai faktor. “Setidaknya, harus dilihat dari 3 aspek misalnya aspek budaya, ramah lingkungan, dan pendidikan. Ini yang paling penting,” ungkap Ishak.

Parulian Simanjuntak, pengamat ekonomi dari Universitas HKBP Nommensen menyatakan bila hal itu terwujud, dipastikan akan pertumbuhan Samosir dan daerah sekitarnya akan bertumbuh sangat pesat. “Bahkan pertumbuhannya bisa mengalahkan Medan,” ungkap Parulian.

Dirinya menjelaskan, rencana ini sangat bagus, karena akan menjadi devisa bagi negara. Selama ini, pemain judi lokal (Indonesia), harus keluar negeri untuk bermain judi. Dan menjadi dana masuk bagi negara yang didatangi. “Selama ini, kita tidak mengetahui dengan pasti, berapa uang kita yang beredar di luar negeri. Dengan adanya alokasi ini, setidaknya setengah dari uang tersebut bisa masuk ke Indonesia, kan jadi devisa kita sendiri,” tambah Parulian.
Tetapi, masalah yang dihadapi adalah moral masyarakat kita sendiri, yang belum bertanggung jawab pada kebutuhannya. “Masalah kita kembali ke moral. Kalau bisa dibuat peraturan yang sesuai, maka rencana ini akan berhasil, tapi kalau tidak, maka akan jadi boomerang sendiri,” tambahnya.

Dia mencotohkan Genting Highlands yang ada di Malaysia. Objek alokasi ini berkembang sangat pesat, tetapi ada peraturan ketat yang mengikuti, dimana semua masyarakatnya mematuhi peraturan yang dibuat pemerintah. “Kalau di Malaysia kan ada peraturan ketat, misalnya suku ini tidak boleh masuk, dan lainnya. Hingga, kapanpun suku yang dimaksud tidak ikut. Pemerintah Malaysia menyadari, bahwa suku tersebut mengharamkan judi,” tambahnya. (ram)