Home Blog Page 13701

Jorge Lorenzo Makin Cepat

JORGE Lorenzo menatap antusias seri perdana MotoGP 2012, akhir pekan ini. Mengklaim motornya sudah lebih cepat, pembalap andalan Yamaha menegaskan siap bersaing dengan memperebutkan gelar juara.

Seri pembuka musim ini akan diawali dari balapan malam di Sirkuit Losail, Qatar, Minggu (8/4) waktu setempat. Saat ini, para pembalap baru saja melakoni sesi latihan bebas pertama dengan mesin baru 1000cc, Kamis (5/4) malam waktu setempat.

Pada sesi tersebut, Lorenzo kembali harus mengakui ketangguhan sang juara bertahan Casey Stoner yang tampil sebagai pembalap tercepat. Pembalap Repsol Honda tersebut berhasil mematahkan catatan waktu tercepat Lorenzo pada akhir-akhir sesi.

Namun, selisih 0.174 detik dengan Stoner tak membuat Lorenzo pesmistis akan peluang menjadi juara. Menurut juara dunia  2010 ini, paket YZR-M1 andalannya hanya butuh sedikit sentuhan untuk bisa tampil lebih cepat, sedangkan RC213V milik Stoner diyakininya masih ada beberapa masalah.
“Saya merasa cukup baik. Kami berada di urutan depan, semakin dekat Stoner dan akan terus menunjukkan peningkatan pada motor di latihan besok (hari ini-red),” tutur Lorenzo sebagaimana dikutip Crash, Jumat (6/4).

“Di akhir sesi, kami membuat sedikit perubahan untuk mendapatkan cengkeraman yang lebih baik pada bagian belakang saat memasuki tikungan. Dan itu membantu kami kehilangan catatan waktu,” sambungnya. (bbs/jpnn)

GP Bahrain Terancam Batal

LONDON – Tarik ulur mengenai kepastian tentang penyelenggaraan Formula One (F1) Bahrain terus berlanjut. Setelah dipastikan bakal digelar kembali pada musim ini, kini Damon Hill menyikapi keputusan para petinggi FIA dengan keraguan.

Pada musim 2011 GP Bahrain dibatalkan akibat kerusuhan yang mengancam salah satu negeri di Timur Tengah itu. Aksi protes menuntut reformasi demokrasi dihadapi pemerintah dengan anarkis. Menurut data yang terkumpul, sebanyak 35 orang telah tewas akibat kerusuhan yang menghebohkan Bahrain tersebut.

Petinggi F1, Bernie Ecclestone menegaskan bahwa, kerusuhan yang terjadi di Bahrain belakangan ini tidak bakal berdampak pada balapan di tahun ini.
“Apa yang harus kami lakukan di atas segalanya, apakah ini akan menjadi hukuman tentang nilai kemanusiaan, jika balapan bakal terus berlangsung, Itu akan buruk bagi urusan dalam negeri negara tersebut, dan juga buruk bagi Formula One, untuk melihat penegakan darurat militer demi terselenggaranya balapan,” ujar Hill, seperti disitat Scotsman, Jumat (6/4).

Hill menegaskan dirinya bukan menginginkan balapan ini dibatalkan, tapi dia berharap agar federasi tertinggi di F1 ini bisa meninjau ulang situasi terkini dari race yang bakal digelar usai GP China ini.

“Saya harap FIA mempertimbangkan dampak dari hal ini secara keseluruhan, dan bahwa peristiwa di Bahrain tersebut tidak terlihat seperti yang sering dijual, di mana sekelompok pemuda melemparkan bom molotov, karena itu adalah penyederhanaan yang kasar,” pungkasnya. (bbs/jpnn)

Foto Bareng Zidane, Alonso Kegirangan

MADRID-Fernando Alonso berkesempatan menyaksikan langsung laga Real Madrid kontra APOEL Nicosia di Santiago Bernabeu. Selain melihat tim kesayangannya menang, Alonso kian senang karena dapat kaus istimewa dan foto bersama Zinedine Zidane.

Madrid memastikan tiket ke semifinal Liga Champions berkat kemenangan 5-2 atas APOEL di laga leg II perempatfinal, Kamis (5/4/2012) dinihari WIB. El Real lolos dengan agregat 8-2.

Laga tersebut disaksikan langsung oleh Alonso dari balkon VIP di stadion. Usai menyaksikan laga tersebut, pebalap F1 yang membela panji Ferrari itu pun menyemangati ‘Si Putih’ yang juga tengah memuncaki klasemen La Liga Primera.

“Kami mesti memainkan dua pertandingan penting lawan Bayern Munich (di fase empat besar) sebelum final. Semua Madridista sangat antusias dengan Liga Champions dan kami juga berharap tetap menjaga keunggulan di La Liga,” kata Alonso di situs resmi Madrid.

“Real Madrid sedang melaju dengan bagus dan keadaan berjalan baik untuk mereka di Liga Champions. Malam ini adalah pertandingan yang bisa amat kami nikmati karena hasil laga ini sudah dikunci di leg I (yang dimenangi Madrid 3-0),” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Alonso juga mendapatkan kaus seragam khusus Madrid bernomor punggung 1 yang juga bertuliskan namanya. Kaus itu diserahkan langsung oleh Presiden Madrid Florentino Perez.

Kegembiraan Alonso kian lengkap karena ia pun mendapat kesempatan bertatap muka dengan Zidane, yang memang ia idolakan. Tak membuang kesempatan, Alonso pun langsung minta foto bareng.

“Ini adalah salah satu atlet yang aku kagumi dalam hidupku sejauh ini. Aku jelas harus memintanya untuk berfoto,” kicau Alonso di dalam akun Twitter-nya, @alo_oficial.

Zidane merupakan salah satu pemain sepakbola terbaik pada eranya. Sebelum menyudahi kariernya sebagai pemain bersama Madrid pada tahun 2006, pria Prancis berusia 39 tahun itu juga pernah membela Cannes, Bordeaux, dan Juventus. Zidane saat ini tercatat sebagai Direktur Sepakbola Madrid. (bbs/jpnn)

Tekong

Herdiansyah

Ini bahasa Medan. Gaya Medan. Tekong. Satu kata berisi enam huruf yang maknanya pasti sudah dimafhumi.
“Bah, kena tekong kita.”

Kalimat ini diucapkan seseorang yang baru sadar jadi pecundang, didahului rivalnya. Seseorang yang n
baru saja terpotong haknya juga mengucapkan kalimat itu. Korban penipuan juga kerap berkata demikian.

Kata tekong mungkin ‘evolusi’ dari kata tikung yang dalam keseharian jadi bahasa prokem. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata tikung sendiri berarti membelok atau berkelok. Sedangkan kata tekong dalam kamus besar itu bermakna pemain sepak takraw yang melakukan tendangan permulaan. Ada juga kata tekong yang berarti nakhkoda.

Saya tak bermaksud membahas kata itu. Jelas saya bukan ahlinya. Saya hanya ingin menggambarkan bahwa tekong bukan hanya jadi kata dalam bahasa Medan. Tapi sudah jadi ‘budaya’ keseharian. Muatannya jelas berkonotasi negatif. Banyak kata dalam bahasa Medan yang dengan telanjang menggambarkan bagaimana perilaku warganya.

Wali Kota Medan (mantan), Drs H Abdillah Ak MBA, pada 2004 pernah mencoba mengubah imej negatif tentang bahasa Medan dan perilaku yang digambarkan dalam bahasa tersebut. Jargon ‘Ini Medan Bung!’ diubahnya menjadi ‘Ini Baru Medan!’ Namun, upaya itu bisa dibilang gagal. Tetap saja tak ada yang berubah. Karena mengubah perilaku tak bisa dilakukan dengan hanya mengubah kata dan bahasa.

Kembali kepada kata tekong. Kemarin, seorang teman yang beberapa hari lalu ikut demonstrasi di gedung DPRD Medan, bersungut-sungut. Dia dengan kesal mengucapkan kata tekong. Saat diajak demonstrasi, dia dijanjikan ‘upah’ Rp100 ribu, tapi yang diterimanya usai berteriak-teriak di gedung wakil rakyat itu hanya Rp50 ribu. “Kena tekong. Janjinya 100, yang diterima cuma 50.”

Sehari sebelumnya, seorang teman PNS di Pemko Medan yang pekan lalu mengikuti Diklat Keuangan di Hotel Dharma Deli, beberapa kali juga mengucapkan kata tekong. Dia bercerita setiap kali ada kegiatan yang digelar beberapa SKPD Pemko Medan, selalu saja ada pemotongan honor atau uang transport oleh panitia. “Ah, selalu kena tekong, yang diteken Rp210 ribu, pas kubuka amplopnya cuma Rp150 ribu. Kawan-kawan yang lain begitu juga, kena tekong semua.”

Tak cuma soal penghasilan yang ditekong. Jargon Kota Medan zaman Drs H Abdillah Ak MBA juga telah ditekong. Setahun setelah resmi jadi Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM, mengubah jargon Kota Medan ‘Ini Baru Medan!’  menjadi ‘Medan Kotaku, Mantab, Mantab, Mantab!’
Ya, sudahlah. Semoga hanya kata-kata saja yang ditekong. (*)

* Wakil Pemimpin Redaksi Sumut Pos

2.398 Honorer di Sumut jadi PNS

Di Medan yang Tidak Lolos 162 Orang

MEDAN-Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI telah mengumumkan daftar honorer kategori I yang layak menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Tercatat 2398 tenaga honorer di Sumut yang naik status.

Dari data tersebut, Kabupaten Labuhanbatu memiliki honorer yang ‘naik pangkat’ dengan jumlah 304 orang. Sedangkan kabupaten yang paling sedikit adalah Nias Utara dengan jumlah honorer yang menjadi PNS hanya 5 orang (lengkapnya lihat grafis).

Sementara Kota Medan mencatatkan 251 tenaga honorernya yang layak. Namun, dari pengumuman itu, masih terdapat 162 honorer lagi yang sudah diajukan oleh BKD Medan per 31 Agustus 2010 tak lolos verifikasi.

“Kita sebenarnya mengajukan sebanyak 413 honorer Pemko Medan untuk diangkat menjadi PNS. Makanya, saat ini kita sedang mengkonfirmasikannya kepada BKN, mengapa mereka tidak memenuhi kriteria,” kata Kepala BKD Medan, Parluhutan Hasibuan melalui Kasubid Pengadaan dan Pensiunan Pegawai BKD Medan, Andrian Saleh, Kamis (5/4) siang.

Dijelaskan Andrian, honorer Pemko Medan yang lolos verifikasi tersebut merupakan honorer yang diangkat dengan batas waktu pengangkatan terakhir 1 Januari 2005. Dalam surat edaran Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Nomor: 03 Tahun 2012 tentang data tenaga honorer kategori I dan daftar nama tenaga honorer kategori II, maka Pemko Medan melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) mengumumkan daftar normatif tenaga honorer kategori I yang memenuhi kriteria berdasarkan hasil verifikasi dan validasi.

Di Pemko Medan diumumkan sebanyak 251 nama daftar normatif tenaga honorer kategori I yang memenuhi kriteria berdasarkan hasil verifikasi dan validasi dengan catatan daftar nama tersebut dapat diangkat menjadi PNS apabila dapat menunjukkan dokumen asli dan sah sesuai dengan PP yang berlaku. “Pengumuman ini juga dapat dilihat di kantor Wali Kota Medan maupun Kantor Dinas terkait, kita umumkan selama 14 hari” kata Andrian.
Dijelaskannya, ada empat persyaratan untuk tenaga honorer yang telah lolos verifikasi ini untuk menjadi PNS yakni pengangkatan tenaga honorernya terakhir batas waktunya tanggal 1 Januari 2005, hingga tahun 2010 berjalan tetap bekerja di jajaran Pemko Medan, batas usia hingga  1 Januari 2006 maksimal 46 tahun dan minimal 19 tahun serta honor yang diberikan berasal dari APBD Medan.

Selama 14 hari pasca pengumuman, terang Andrian maka BKD Medan juga akan menampung pengaduan. “Ini hasil pengumuman sementara, dan bila ada temuan yang tidak sesuai dengan aturan maka bisa batal diangkat menjadi PNS. Namun, bila tidak ada temuan, maka akan diminta melengkapi berkas selanjutnya yang nanti diumumkan kembali,” terang Andrian.

Seorang honorer Pemko Medan yang lolos verifikasi, Basirun Siregar di Dinas Bina Marga Medan mengaku sangat senang namanya tercantum di dalam pengumuman. “Saya senang sekali, sebab saya bekerja jadi honorer sudah 21 tahun. Makanya, pas ada pengumuman ini dan ada nama saya, saya senang sekali dan sangat bahagia karena inilah yang saya nanti-nantikan,” kata Basirun.

“Saya sempat putus asa, karena ada saya dengar pernyataan tidak akan ada pengangkatan honorer menjadi CPNS, makanya pas diumumkan seperti ini saya sangat bahagia,” timpal Sujianto, honorer yang lain.

Sementara, di lingkungan Pemprovsu tercatat 200 orang tenaga honor yang diangkat dari 223 yang diusulkan. Ke 200 tenaga honorer tersebut merupakan hasil verifikasi dan validasi oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN), yang dilakukan pada 22 Maret 2012 lalu.  “23 orang lagi yang belum dinyatakan memenuhi kriteria (lulus) akan kita konsultasikan ke BKN  apa masalah dan kendalanya di mana,” ucap Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan dan Pembinaan BKD Sumut, Kaiman Turnip didampingi Kabid Mutasi BKD Sumut, Muhammad Khoir Harahap di Medan, kemarin. (adl/ari)

Tenaga Honorer Instansi Daerah KATEGORI I yang Memenuhi Kriteria Berdasarkan Hasil Verifikasi Dan Validasi

No. Instansi Daerah Jumlah yang Lolos
1 Kabupaten Asahan 13
2 Kabupaten Batubara
3 Kabupaten Dairi 52
4 Kabupaten Deliserdang 54
5 Kabupaten Humbang Hasundutan 72
6 Kabupaten Karo 31
7 Kabupaten Labuhanbatu 304
8 Kabupaten Labuhanbatu Selatan 74
9 Kabupaten Labuhanbatu Utara 143
10 Kabupaten Langkat 18
11 Kabupaten Mandailing Natal 73
12 Kabupaten Nias 7
13 Kabupaten Nias Barat
14 Kabupaten Nias Selatan 145
15 Kabupaten Nias Utara 5
16 Kabupaten Padanglawas 11
17 Kabupaten Padanglawas Utara 91
18 Kabupaten Pakpak Bharat 8
19 Kabupaten Samosir 15
20 Kabupaten Serdangbedagai 28
21 Kabupaten Simalungun 150
22 Kabupaten Tapanuli Selatan 28
23 Kabupaten Tapanuli Tengah 144
24 Kabupaten Tapanuli Utara 87
25 Kabupaten Tobasamosir 24
26 Kota Binjai 96
27 Kota Gunungsitoli
28 Kota Medan 251
29 Kota Padangsidempuan 17
30 Kota Pematangsiantar 159
31 Kota Sibolga
32 Kota Tanjungbalai
33 Kota Tebingtinggi 98
34 Pemprov Sumut 200
Total: 2398

Sumber: BKN

Ical Minta Kader Berdamai

Kisruh DPD Partai Golkar Sumut

JAKARTA-Keinginan 14 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar se-Kabupaten/Kota yang disebut-sebut menginginkan digelarnya Musyawarah Daerah Luarbiasa (Musdalub), sepertinya kandas sudah. Pasalnya, aspirasi itu tidak mendapat restu dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP)n
maupun Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.

Hal ini dipastikan setelah pada Rabu (4/4) malam, sejumlah petinggi DPP menggelar rapat internal yang dihadiri sejumlah perwakilan DPD Golkar Sumut. Dalam pertemuan yang berlangsung hingga tengah malam tersebut, DPP diduga telah mengeluarkan rekomendasi.

Meski tidak diketahui secara pasti hasil dari pertemuan tersebut, namun pernyataan Ical – panggilan Aburizal Bakrie – cukup tegas. “Saya minta semua kader Partai Golkar untuk kembali berdamai dan tenang,” ungkapnya di kediamannya, di Bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/4).

Di tempat yang sama, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Golkar, Leo Nababan juga mengungkapkan hal senada. Pada awalnya, memang cukup sulit mengorek informasi darinya. Namun setelah didesak berkali-kali, akhirnya dugaan adanya permintaan Musdalub tersebut sepertinya memang ada. “Kan Pak Ketua Umum sudah tegas mengatakan dan meminta agar semua kader untuk tenang dan berdamai. Nah kalau pesan seorang ketua umum saja ini tidak didengar, mau apa lagi kita?”ungkapnya.

Untuk itu Leo berharap semua elemen partai Golkar Sumut, kembali memfokuskan perhatian ke depan dan bekerja untuk rakyat. Sebab masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera dikerjakan.

Tapi tetap saja Leo tidak tidak mau jika disebut ada guncangan dalam tubuh Golkar Sumut yang saat ini mengemuka ke permukaan. Termasuk dugaan dimunculkannya lima kandidat calon Ketua DPD yang akan maju jika Musdalub akhirnya jadi digelar. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kelima kandidat tersebut diantaranya Bupati Serdang Bedagai, T Erry Nuradi. Juga terdapat nama Bupati Tapanuli Selatan, Syahrul Pasaribu. Nama lainnya, anggota DPR-RI Chairuman Harahap, anggota DPRD Sumut Ajib Shah, dan Bupati Labuhanbatu Utara Kharudinsyah Sitorus. “Dalam partai itu biasa ada perbedaan pendapat atau istilahnya pertempuran dan kisi-kisi lainnya. Itu kan sebuah dinamika dan membuat partai itu semakin hidup. Jadi tidak perlulah di ekspose ke publik. “ungkap Leo lagi.

Dengan adanya penegasan Aburizal Bakrie dan Leo, sepertinya benar-benar menutup pintu adanya Musdalub DPD Golkar Sumut. Dalam pertemuan silaturahmi DPP dan sejumlah DPD se-Indonesia, yang digelar di kediaman Ical kali ini, terlihat juga tampak hadir beberapa petinggi Partai Golkar asal Sumut. Diantaranya anggota Komisi VI DPR RI, Chairuman Harahap dan anggota Komisi IV DPR, Anton Sihombing. Sebagaimana para petinggi partai lainnya, mereka juga enggan mengomentari adanya dugaan kisruh dalam Partai Golkar Sumut.(gir)

Tadi Malam SK Pencopotan Bupati Palas Diteken

JAKARTA-Mendagri Gamawan Fauzi menandatangani Surat Keputusan (SK) pemberhentian tetap Bupati Padang Lawas (Palas) Basyrah Lubis dari jabatannya, Kamis (5/4) malam. Kabar penandatanganan SK dimaksud berdasarkan keterangan Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kemendagri, Djohermansyah Djohan, kepada Sumut Pos.

“Insya Allah jadi hari ini,” ujar Djohermansyah lewat layanan pesan singkat kepada koran ini, kemarin siang.

Untuk memperoleh kepastian, tadi malam kepada Djohermansyah kembali ditanya hal itu. “Insya Allah malam ini diteken Pak Menteri. Nanti dikabari lagi,” jawab Djohermansyah.

Proses penandatangan SK oleh Gamawan tidak dilakukan di kantor, karena seharian kemarin mantan gubernur Sumbar itu tidak berada di kantornya. Kemungkinan besar di rumah dinasnya, Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan.

Menurut perkiraan, karena hari ini libur, SK baru diterbitkan secara resmi Senin pekan depan. Pasalnya, untuk proses administrasi, SK harus diberi nomor, selanjutnya dikirim ke Plt Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho.

Di Medan, massa dari Forum Rakyat Bersatu Padanglawas berunjuk rasa ke Poldasu. Mereka menilai kepolisian daerah Sumut khususnya Polres Tapsel lamban menangani kasus korupsi Basyrah Lubis. “Kami selaku mewakili rakyat Palas minta kasus ini diusut  cepat dan ditindaklanjuti,” kata Koordinator Aksi Alam Amsal Siregar.

Kabag Wassidik Direktorat Reskrimsus Polda Sumut AKBP Budiman langsung turun menerima mahasiswa. Budiman mengatakan, pihaknya sedang menunggu izin untuk memeriksa Basyrah Lubis sebagai tersangka. “Surat izin pemeriksa sudah di Mabes.  Mabes nanti yang mengantarkan ke Sekretariat Negara (Sesneg),” jelas Budiman.

Terkait permintaan mahasiswa mencopot Bupati Palas, Budiman menyatakan mahasiswa salah alamat. “Kami tidak memiliki wewenang untuk mencopot Bupati. Masak kalian tidak tahu. Kaliankan kan mahasiswa,” terang Budiman. (sam/Mag-5)

Dipaksa Minum Air Seni Biar tak Ngantuk

Kisah Dua PRT Asal Indramayu yang Disiksa di Medan (1)

Khuraini (16) dan Munisa (17) meninggalkan Indramayu Jawa Barat berbekal beribu harapan. Tapi apa daya, dijanjikan bergaji tinggi sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di Tangerang, mereka malah ‘dibawa lari’ ke Medan. Mereka pun dipaksa minum air seni agar tak ngantuk oleh majikan.

Kesuma-Jonson, Medan

Begitulah, lewat janji manis yang dibisikkan ke telinga, serta iming-iming mendapatkan gaji Rp600 ribu per bulan, warga Desa Bondan, Blok Kegeneng, RT VI, RW III Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu itu bertekad menjadi PRT. Apalagi, janji itu disampaikan seorang penyalur tenaga kerja yang mengaku dari Yayasan Sari Bhakti Mandiri. Penyalur bernama Sunani menawarkan kerja di Tangerang, bukan Medan.

Dengan niat tulus untuk membantu perekonomian keluarga Khuraini dan Munisa mencoba bertaruh nasib untuk bekerja di luar daerah tempat tinggalnya. Sayang, niat baik mereka hempas dan berakhir tragis.

Pengakuan ini didapat langsung dari Khuraini saat ditemui di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Pirngadi Medan, Kamis siang (5/4) sekitar pukul 13.00 WIB. Anak bungsu dari dua bersaudara ini pun menceritakan kisah pilu mereka bisa sampai ke Medan dan bekerja di kediaman Benny Candra di Komplek Perumahan Graha Sunggal, Blok H Nomor 9.

Semua bermula sejak awal Januari 2011 silam. Ketika itu, Khuraini dan Munisa yang dijanjikan bekerja di Tanggerang ternyata dibawa ke Medan oleh si penyalur dan diperkenalkan dengan majikannya Benny Candra serta isterinya Lili Wiki Miati. Meskipun sempat curiga karena daerah yang dituju tidak sesuai dengan kesepakatan awal, namun Khuraini dan Munisa terbujuk janji manis sang majikan.

“Dia bilang (majikan perempuan, Lili) di Medan hanya untuk berkeliling saja dan setelah itu nanti akan kembali ke Tanggerang. Ternyata dia bohongi kami,” aku Khuraini.
Awalnya biasa saja. Rumah majikan mereka cukup besar. Pada bulan pertama, keduanya mendapatkan perlakukan dan perhatian layaknya seorang majikan yang sangat bertanggung jawab. Selain mendapatkan makan secara rutin yakni tiga kali sehari, mereka juga mendapatkan perhatian yang cukup dari kedua majikannya. Keduanya pun merasa nyaman untuk bekerja walau belum pernah menikmati gaji yang dijanjikan.

Memasuki bulan keempat, sebuah perlakuan tidak manusiawai mulai dirasakan Khuraini dan Munisa. “Tiga bulan saja mereka baik sama kami. Setelah itu kami sering dipukuli, dilempar baskom, dan selalu disiksa jika membuat kesalahan saat kerja,” kenang Khuraini.

Bahkan untuk mengganjal perut mereka, keduanya hanya diberikan segenggam beras tanpa lauk pauk dan makanan penyerta lainnnya. “Untuk makan, beras yang dikasih majikan, saya masak menjadi bubur untuk kami makan. Kalaupun kami merasa lapar, biasanya secara diam-diam kami mengambil sisa makanan mereka (majikan). Kalau ketahuan kami selalu dimarahi bahkan sisa makanannya dibuang ke tempat sampah,”tambahnya.

Khuraini juga pernah dipukul dan ditendang majikan prianya ketika dianggap tidak bersih saat mengepel kolong kursi. Bahkan dia juga mengaku sering ditampari oleh majikan perempuannya karena tidak sempurna saat mengerjakan tugas lain yang diperintahkan. Siksaan tidak hanya datang dari kedua majikannya saja. Anak majikannya yang masih duduk di bangku kelas II SMA pun setali tiga uang.

Parahnya lagi, Khuraini sempat menerima perlakuan tak wajar. “Setiap tengah malam kami secara bergantian disuruh nyuci baju. Dan ini harus dikerjakan malam karena kalau pagi masih banyak pekerjaan lain yang harus kami kerjakan. Saat menyuci baju, dia (majikan perempuan) memaksa kami meminum air seninya dengan alasan agar tidak mengantuk,” bilang Khuraini.

Tentu saja keduanya tak mau, namun mereka sama sekali tidak bisa menolak. “Meskipun berulang kali muntah tapi dia tetap maksa kami menghabiskannnya. Saking seringnya sampai saat ini, saya gak ingat lagi berapa kali sudah meminum air seni mereka,” tambah wanita yang hanya bisa menikmati pendidikan sampai kelas V SD itu.

Khuraini juga mengakui jika mereka tidak boleh menangis, harus tegas, dan siap menerima segala siksaan di bawah ancaman sang majikan. “Mereka selalu mengancam kalau kami melangkahkan kaki selangkah saja keluar dari rumah, maka kedua orangtua kami akan dipenjara. Itulah alasan kenapa kami tetap bertahan di rumah itu,”ucapnya sedih.

Beruntung, setelah setahun merasakan siksaaan, keduanya berhasil kabur. Ya, meski harus melompat dari jendela yang berada di lantai dua. (bersambung)

Pemko Medan Benahi Fasilitas Publik yang Dirusak Pengunjukrasa

Pasca aksi unjukrasa yang dilakukan sejumlah elemen masyarakat untuk menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sejak Senin (26/3) hingga Sabtu (31/3), sejumlah fasilitas publik di Kota Medan banyak yang rusak.

Untuk membenahinya, Pemerintah Kota (Pemko) Medan bersama Kodam I BB melakukan aksi pembenahan dan penataan ulang fasilitas publik di sejumlah kawasan di Kota Medan.

“Kini, kami bersama rekan-rekan dari TNI AD, atas inisiatif dan perintah dari Pangdam I BB. Kami membenahi kembali fasilitas umum yang rusak,” kata Wali Kota Medan, Rahudman Harahap saat melihat langsung pembenahan fasilitas umum yang rusak di simpang Jalan Sutomo dan Jalan Gaharu, kemarin.

Rahudman menyebutkan, untuk traffic light yang hancur, Pemko Medan langsung menggantinya dengan lampu pijar yang sifatnya sementara. Pasalnya, untuk menggantinya dengan lampu LED itu harus dipesan dan perlu persiapan, terpenting lampu lalu-lintas bisa kembali berfungsi dengan baik.
Selanjutnya, paparnya untuk taman dan plank jalan yang rusak juga telah dibenahi. Pembenahan yang dilakukan ini sepenuhnya dari Pangdam I BB. “Dengan memanfaatkan tenaga TNI AD bersama dengan masyarakat merupakan satu ide yang baik dan luar biasa,” ucapnya.

Ketika ditanyai mengenai soal anggaran pembenahan sejumlah fasilitas umum yang rusak di KotaMedan. Anggarannya dialokasikan dari APBD Kota Medan.

“Anggarannya nanti diambil dari anggaran pemeliharaan dinas. Kalau traffic light dari anggaran pemeliharaan Dinas Perhubungan,” terangnya.
Ke depan paparnya, seluruh kelompok mahasiswa ataupun elemen masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya dengan berunjukrasa, sebaiknya dapat dilakukan dengan santun.

“Janganlah rusak fasilitas umum yang tidak ada kaitannya, kita harus bersama-sama menjaga Medan ini tetap kondusif. Saya heran, ada apa rupanya dengan traffic light, kenapa dihancurkan padahal tidak ada kaitannya,” jelasnya.

Menurut dia, terdapat 20 traffic light atau lampu lalu lintas yang rusak. Namun, pihaknya telah mengupayakan perbaikan seluruh traffict light yang rusak dalam satu hari. Sehingga arus lalu lintas tidak terganggu. “Semuanya sudah kami perbaiki untuk menghindari kemacetan,” katanya.
Aksi pembenahan fasilitas umum yang dilakukan Pemko Medan besama Kodam I BB, terlihat di tiga kawasan, seperti di kawasan Jalan dr Mansyur dan Jalan Jamin Ginting, Jalan S Parman dan Jalan Pattimura juga Jalan Sutomo dan Jalan Gaharu. (adl)

Usulkan Dana Bencana

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan mengajukan anggaran ke Pemko Medan untuk perbaikan  traffic light di lima persimpangan yang rusak akibat aksi unjukrasa penolakan kenaikan BBM, sebesar Rp1.178.516.000. Anggaran tersebut akan dialokasikan dari anggaran bencana dengan proses penunjukan langsung (PL).

“Baru tadi diajukan kepada pak Wali, anggaran untuk perbaikan traffic light itu. Anggarannya sekitar Rp1,1 miliar, itu untuk memperbaiki sebanyak 20 traffic light yang rusak, kapan dilakukan pengadaannya itu tergantung kepada pak Wali setelah disetujuinya nanti,” kata Kepala Dinas Perhubungan Ko ta Medan, Armansyah Lubis.

Secara rinci, dia menerangkan, untuk persimpangan Jalan Yos Sudarso/Adam Malik perbaikan traffic light dibutuhkan anggaran sebesar Rp94.040.000, simpang Jalan Perintis Kemerdekaan/Jalan Gaharu Rp119.476.000, simpang Jalan Sutomo/Jalan Perintis Kemerdekaan Rp163.172.000. Selanjutnya simpang Jalan Prof HM Yamin/Jalan Sutomo Rp60.974.000.

Begitu juga untuk simpang Jalan HM Yamin/Jalan Gaharu Rp60.974.000, sedangkan simpang Jalan Sudirman/ Jalan S Parman Rp75.032.000, simpang Jalan Jamin Ginting/Jalan Iskandar Muda Rp141.006.000, simpang Jalan Jamin Ginting/Jalan dr Mansyur Rp260.862.000, Jalan Ngumban Surbakti/Jalan Setia Budi Rp161.014.000 dan simpang Jalan SM Raja/Jalan Hm Jhoni Rp40.966.000.

Dia menyebutkan, anggaran yang diajukan ke Pemko Medan merupakan anggaran yang nantinya dialokasikan dari anggaran bencana, karena perbaikan traffic light itu terjadi karena adanya keadaan darurat akibat aksi unjukrasa yang dilakukan sejumlah elemen dalam menolak rencana kenaikan BBM.
Sedangkan untuk proses yang dilakukan, Armansyah menyatakan, penunjukkan langsung, yang tidak melalui proses tender. Sehingga pengadaan traffic light yang rusak itu bisa langsung dilakukan. “Kalau menggunakan proses tender nanti akan lama waktunya, makanya dilakukan dengan PL,” terangnya.
Ketika disinggung, kapan selesainya pengadaan untuk traffic light tersebut, Armansyah mengatakan pengadaannya itu masih tergantung kepada persetujuan dari Wali Kota Medan. “Setelah ada persetujuan dan anggarannya keluar untuk pengadaan itu tidak akan lama, karena pengadaannya tidak harus baru keseluruhannya hanya perbaikan dan pembelian lampu, jadi tidak akan memakan waktu lama,” terangnya.

Lebih lanjutnya, Armansyah menyampaikan, tidak semua traffic light itu harus dilakukan pengadaan baru, sebab beberapa traffic light yang rusak itu merupakan tiang rendah, sedangkan yang tiang tinggi tidak rusak. Ada sebagian juga yang boksnya hancur dan alat kontrol serta countdown yang rusak. “Jadi tidak semua alatnya yang harus diganti,” sebutnya.

Terkait kemacetan yang terjadi di sejumlah ruas jalan di Medan seperti di persimpangan Jalan Sutomo dan Jalan Perintis Kemerdekaan juga di Jalan Sutomo/Jalan Gaharu, Armansyah membantah kalau hal itu terjadi karena kerusakan traffic light. (adl)

Pasang Traffic Light Berkamera

Kabag Humas Pemko Medan Budi Hariono menambahkan kalau lampu merah digital berkamera atau traffic light digital camera yang masuk dalam Master Plan Kota Medan sudah dipertenyakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI terkait kesiapan Kota Medan.

“Kini akan segera disiapkan. Karena sekarang sedang dalam tahap persiapan di Kemenhub pusat. Mereka juga ingin melihat langsung persiapan Kota Medan dalam menerapkan sistem ini. Ya, mereka juga ingin tahu, apakah memang benar-benar sudah siap atau seperti apa. Agar perencanaan lanjutan untuk tender pengadaannya bisa dilaksanakan,” katanya.

Menurut dia, untuk pelaksanaan tender nantinya akan diketahui berapa unit perangkat dibutuhkan. Sedangkan teknis tendernya, nantinya akan langsung dilaksanakan Kemenhub Pusat melalui Satker Perhubungan Provinsi Sumut.

“Kalau tender pengadaannya saya rasa nanti akan dilaksanakan melalui provinsi. Kan di provinsi ada Satker Perhubungan. Masalah kesiapan Kota Medan akan dibahas di   Kemenhub Pusat  dahulu.(adl)

Eratkan Hubungan demi Kondusifitas

Kapendam I/BB, Kolonel Kav Halilintar Sembiring menyebutkan, aksi pembenahan kembali fasilitas umum di Kota Medan yang rusak pasca unjukrasa merupakan satu inisiatif dan perintah dari Pangdam I BB.

“Dalam aksi Karya Bakti melibatkan 250 personel TNI AD, kita bekerjasama dengan Pemko Medan untuk memperbaiki pos-pos polisi yang rusak, memperbaiki jalan, taman seperti pot-pot bunga yang rusak, sehingga bisa kembali ditata dan dapat digunakan oleh masyarakat,” terangnya.
Dia mengatakan, hubungan TNI khususnya TNI AD dengan masyarakat dan pers di daerah wilayah Kodam I/BB khususnya dan di Indonesia pada umumnya perlu dimesrakan kembali agar pertahanan negara terjaga secara utuh.

“Pada pada prinsipnya tugas dan tanggungjawab, TNI AD, masyarakat dan pers dalam menajag pertahanan dan keamanan negara tidak jauh berbeda,” ujarnya.

TNI AD memerlukan banyak informasi dari masyarakat dan pers untuk dianalisis dan selanjutnya dicarikan solusinya, sehingga masyarakat merasa terlindungi.

“Sejak perang kemerdekaan hingga kini masing-masing pihak telah bersinergi, menjalin kemitraan serta saling mendukung untuk kesuksesan tugas. Kerjasama itu tak boleh terputus dan harus dilanjutkan demi kepentingan bangsa dan negara,” tambahnya.(adl)

Festival Diklat Alumni PPLP Digelar

MEDAN- Alumni Diklat PPLP (Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar) Sumut akan menggelar  Festival Diklat Alumni PPLP 2012 (KU-14 dan 15),  di Lapangan PPLP Jalan Pembangunan Sekolah Medan Sunggal, 6 hingga 8 April mendatang.

“Turnamen ini kita gelar untuk mencari pemain-pemain yang nantinya bisa mengikuti seleksi ke PPLP tahun 2012,” tutur Sangap Surbakti, Ketua Panitia didampingi Sekretaris Bambang Tarigan kepada wartawan di sekretariat PPLP Sumut Kamis (5/4).

Sangap menambahkan, sekitar 9 pemain PPLP Sumut akan tamat sehingga diadakan perekrutan bibit baru nantinya. “Kan di sini (PPLP) ada 20 pemain sepak bola, dan 9 di antaranya akan lulus. Jadi kita buat turnamen agar nantinya mereka memiliki kesempatan untuk mengecap pendidikan,” katanya.
Di tempat yang sama Bambang menyatakan festival yang rencananya akan menjadi agenda tahunan ini akan diikuti oleh 4 tim Sekolah Sepak Bola (SSB) yang berada di Kota Medan, dan 4 tim dari luar Kota Medan antara lain Binjai, Langkat, Sergai dan Tanah Karo. Untuk tim dari Kota Medan yang terpilih untuk menjadi peserta adalah, SSB Sinar Sakti, SSB Patriot, SSB Hamparan Permata dan SSB Dispora Medan. Sedangkan dari luar Kota Medan ada Karang Taruna Binjai, Agtagana Sergai, Bina Pratama Karo dan Daun Mas Langkat.

Dipilihnya kedelapan tim SSB tersebut, menurut Sangap, karena 4 tim SSB yang berasal dari Kota Medan adalah tim yang pernah masuk peringkat 4 besar dari beberapa turnamen di Kota Medan. “Empat tim ini adalah tim yang berada di peringkat 4 besar SSB di Medan. Namun karena kita mencari format 8 peserta, jadi kita ambil 4 tim lainnya dari luar. Dan Binjai, Langkat, Sergai dan Tanah Karo lah yang kita ikut sertakan,” katanya mengakhiri. (mag-10)