Home Blog Page 13702

Wahidin Sua Sutomo 1 di Final

Libala Zona Medan 2012

MEDAN- Tim basket SMA Wahidin dan SMA Sutomo 1 memastikan tiket final Liga Basket Pelajar (Libala) Zona Medan 2012 setelah tampil perkasa di babak semi final, Kamis (5/4) di Lapangan Perguruan Sutomo 1 Medan. Wahidin memenangkan duel dari Methodist 2, 65-43. sementara Sutomo 1 tak terlalu kesulitan mengandaskan perlawanan Harapan Mandiri 87-35.

Duel semifinal kemarin malam, Methodist 2 sedikit pincang. Guard andalannya, Nicholas harus absen karena kegiatan ibadah. Padahal Nicholas sangat diandalkan untuk menyumbang angka. “Nicholas minta izin karena ada kegiatan ibadah di Gereja. Memang kita akui sedikit pincang karena Nicho sangat dibutuhkan tim,” kata Pelatih Methodist 2, Atus Gultom.

Benar saja, ketidakberdayaan Methodist 2 sudah terlihat di dua kuarter awal. Yuharsan dkk tertinggal cukup jauh. Wahidin yang mengandalkan Jimmy, Mekkel, Chandra, Ricky, dan Andy meninggalkan lawannya 50-28 di akhir kuarter ketiga. Jimmy yang berpostur besar dengan kelihaian mampu menerobos zona defence Methodist 2. Bahkan center jangkung, Tamunu terpaksa ditarik keluar karena sudah terkena foul trouble.

Namun di kuarter keempat, justru Wahidin yang harus kehilangan Mekkel menyusul dua foul-nya. Sebelumnya dia sudah melakukan tiga foul dan berujung foul out. Kali ini Yuharsan mencoba bermain dengan tembakan tiga angka. Dua kali ia melakukannya dan membangkitkan asa Methodist 2 untuk memperkecil defisit dengan torehan 35 poin. Namun kekhawatiran Atus soal Tamunu menjadi kenyataan karena ia juga terkena foul out. Wahidin pun mengakhiri langkah Methodist 2 dengan koleksi 65 angka.

“Sejak awal kita memang tertinggal terlalu jauh. Anak-anak akhirnya bisa main lebih baik di kuarter ketiga dan keempat. Tapi sudah terlambat karena waktu sudah sempit. Ini akan menjadi bahan pelajaran bagi saya untuk lebih belajar lagi. Semoga kita bisa lebih baik di even berikutnya,” jelas Atus.
Sementara Pelatih Wahidin, Hidayat Natasasmita menyebut skuadnya sempat bermain buuk di kuarter awal. “Awalnya anak-anak banyak turn over dan terikut permainan lawan yang lambat. Padahal kita mau main cepat. Tapi di kuarter berikutnya mereka mulai bisa kembali bermain cepat. Mekkel tadi terkena foul out karena memang banyak melakukan foul-foul yang tidak perlu,” katanya.

Menghadapi Sutomo 1di final, Sabtu (7/4) besok, dirinya akan lebih memperkuat defence dan transisi pemain. “Tentu defence harus lebih dimaksimalkan. Transisi juga harus lebih baik. Kalau ada pemain lawan yang mencetak banyak angka mungkin kita akan beri pengawalan ekstra kepada dia,” pungkasnya. (mag-18)

Asahan Siap Gelar Danon Nation Cup 2012

KISARAN- Asahan  telah bersiap sebagai salah satu tempat dilaksanakannya kualifikasi festival Danon Nation Cup (DNC) tahun 2012  atau  Festival Sepak Bola Anak se-Dunia. Hal yang sama akan digelar juga di Kabupaten Langkat, Deliserdang dan Kota Medan.

Sebanyak delapan kabupaten/kota  di Sumut yang memilih berlaga di Asahan yaitu Kabupaten Simalungun, Tapanuli Tengah , Batu Bara, Labuhan Batu , Labura, Kota Tebing Tinggi , Kota Tanjung Balai dan tuan rumah Asahan.Sedang selebihnya memilih berlaga pada tuan rumah lainnya.

Delapan kabupaten/kota  tersebut telah mengutus  menejer, pelatih dan offesial  untuk mengikuti technical meting  yang dilaksanakan di Balai Karyawan PTPN 3 Kebun Sei Dadap Kecamatan Air Batu, Asahan, Kamis (5/4).

H M Wahyudi, SST MKes yang merupakan penaggungjawab  even kualifikasi  DNC di Asahan kepada METRO (grup Sumut Pos) di sela-sela kesibukannya mengatakan, Asahan telah siap sebagai tuan rumah dalam gelar festival DNC Tahun 2012 ini.

“Hari ini (Kamis 5/4) sedang digelar technical meeting  dan telah hadir dari Pengda Pemprovsu untuk memberi arahan kepada yang mewakili tim dari delapan kabupaten/kota yang memilih berlaga di Asahan”,ujarnya.

Wahyudi yang juga Ketua Pengcab PSSI Asahan bersama sejumlah panitia local diantaranya Ismanto, Iwa Risfa Irsan Lubis , Arsyari  Ardi Lubis dan lainnya menambahkan, DNC yang digelar di Asahan tediri dari 48 tim yang berasal dari delapan kabupaten/kota tersebut.

Selanjutnya sebut dia dibagi menjadi 16 Pol dan setiap Pol terdiri dari 3 tim. Sedang pertandingan digelar selama dua hari yaitu Jumat dan Minggu (6-8 April 2012) sedang waktu pertandingan adalah 20 menit atau 2 x 10 menit dengan system gugur.Jika terdapat pertandingan seri,maka langsung dilakukan adu tendangan finalti.

Mengenai peraturan lain sebut anggota DPRD Asahan dari Fraksi Golkar Asahan ini telah diberi penjelasan dari perwakila tim yang hadir pada technical meeting ini.Itu dimaksudkan agar semua pihak meahaminya sehingga akan tercipta sportivitas dalam ajang bertaraf internasional yang nantinya final dilangsukan  di Polandia.

“Siapa tahu bahwa tim yang berlaga di Asahan sebagai duta bangsa,sebab tidak mustahil bisa mereka menjadi utusan untuk menuju luar negeri mengikuti pertandingan lanjutan karena mampu mengatasi lawan-lawannya bertanding dari daerah mana saja di Indonesia”, ungkapnya.

Amatan METRO, Ketua Panitia Pelaksana dari PSSI Sumut dan EO Maestro Sport, Suriadi  didampingi Kordinator DNC 2012 Asahan yag juga dari Pengda PSSI Sumut, Asrul  P Batu Bara tampak serius memberi penjelasan pada technical meeting itu.

Suriadi membeber beberapa peraturan yang baku dalam sepak bola diutarakannya dan termasuk pelanggaran yang diganjar kartu kuning maupun kartu merah serta sanksi yang harus diterima pemain yang kena kartu kuning dan merah itu.

Sedang Nirwanto dan Alek Noya, masing-masing sebagai manejer dan pelatih dari Mariat Utama Kabupaten Simalungun usai mengikuti technical meeting berharap agar pertandingan nantinmya benar-benar dilaksanakan dengan sportif dan pada gilirannya tercipta generasi persepak bola yang professional. (van/smg)

Petenis Tunggal Putra Sumut Tumbang

MEDAN- Sumut dipastikan tak menyisakan wakilnya untuk kategori tunggal putra Turnamen Tenis Piala Gubsu Open 2012. Tiga petenisnya bertumbangan pada pertarungan di babak kedua, Kamis (5/4) kemarin di Lapangan Tenis Kebun Bunga Medan. Sumut kini hanya berharap di tunggal putri dan ganda putra/putri.

Habibi Yasin harus merasakan tangguhnya petenis unggulan ketiga, Sebastian Dacosta kemarin. Habibi dibuat tak berkutik dan hanya mampu mencetak satu angka di set pertama. Upaya bangkit di set kedua pun pupus. Tanpa ampun petenis asal Kaltim itu mengakhiri duel 6-0. Sebastian akan menghadapi petenis non unggulan Rahmat Hidayat (NAD). Rahmat membuat kejutan dengan menekuk Garcia Rangan 6-2, 7-6.

Petenis Sumut lainnya, Alfonso Bangun juga tak berkutik menghadapi unggulan keenam, Kurnia Suranto. Padahal Alfonso sempat membuat petenis Jateng itu kerepotan dengan memenangkan set pertama 6-3. Namun di set kedua, Kurnia berhasil memaksakan rubber set usai dengan unggul 6-4. Langkah Alfonso pun terhenti dengan kekalahan 1-6 di set ketiga.

Donny Collin juga bernasib sama dengan dua rekannya. Ia dipaksa bertekuk dari petenis unggulan keempat, Ibrahim Unggulaga. Petenis Jatim itu awalnya diprediksi akan menang mudah setelah unggul 6-3 di set awal. Namun Donny membalikkan keadaan di set kedua dan memaksa rubber set dengan unggul 6-0. Namun usaha Donny kandas setelah Ibrahim mengakhiri set ketiga, 6-1. Ibrahim menghadapi Kurnia di babak perempat final, Jumat (6/4) ini.
Kejutan terjadi dengan tersingkirnya petenis unggulan kedua, Indra Wijaya dari peteis non unggulan asal Jabar, Ibrahim Ali. Petenis peringkat 15 nasional itu menyerah dua set langsung 3-6, 4-6. Nasibnya kontras dengan petenis unggulan pertama, Ekky Hamzah yang belum menemui perlawanan berarti. (mag-18)

Duo Korea Tiba di Medan

MEDAN- Usai mendepak duo Korea Choi Dong Soo dan Inkyun Oh, PSMS kembali menjajal duo Korea yang terakhir merumput di liga Thailand. Kedua pemain itu adalah Hwang Sunbo yang berposisi striker dan Ko Jae Hyo sebagai playmaker.

Keduanya tiba di Mess Kebun Bunga Kamis (5/4) sore. Melalui penerbangan Batavia Airlines Y6593 dari Jakarta 13.00 WIB mereka tiba di Medan sekira pukul 15.15 WIB.

Seolah mengingatkan duo Korea Inkyun dan Dong Soo, tentu hal tersebut tak ingin terulang lagi di skuad berjuluk Ayam Kinantan itu. Mengenai tak bisa kerjasamanya kedua eks pemain PSMS ini dengan baik, caretaker PSMS Suharto AD mengaku harus lebih dulu mencekoki duo Korea baru itu dengan paham di PSMS.

“Kita harus beritahu mereka, jika mereka bisa bermain dengan aturan yang kita terapkan, mereka bisa kita rekrut. Namun, meski skill mereka cukup bagus, tapi tetap tak bisa menerapkan aturan, kita tak akan memberikan tampat di sini,” tegasnya.

Mengenai pemain asing Asia yang memiliki kuota tiap tim hanya dua orang, terpaksa tim pelatih PSMS menyeleksi duo Korea yang baru saja tiba. “Kita akan beri mereka waktu seminggu untuk memperlihatkan skillnya. “Namun, kita akan melakukan seleksinya setelah kita menyelesaikan dua laga tandang ke PSPS Pekanbaru dan Persija Jakarta. Karena pada dua laga ini, kita belum bisa memboyong mereka,” terang Suharto.

Duo Korea ini harus diseleksi karena satu posisi di PSMS untuk kuota pemain asing Asia sudah diisi oleh gelandang potensial asal Deltras FC Sidoarjo Sin Hyun Joon. “Kalau Sin Hyun Joon tak diseleksi lagi, karena kita sudah tahu kemampuannya. Ia juga dari Korea, dan dia juga akan kita beritahu agar bisa mengikuti sistem yang kita terapkan,” ujar Suharto lagi.

Mengenai santernya isu bakal ada lagi pemain lokal PSMS yang didepak, Suharto menepis hal tersebut. “Karena sudah beredar info ke mana-mana, jadi manajemen ingin memastikan hal itu. Jadi info tentang bakal didepaknya Alamsyah hanya isu, dan itu sama sekali tidak benar,” tandasnya. (saz)

Skill Kalah, Kerjasama Lebih Bagus

DIDEPAKNYA sejumlah skuad PSMS tak begitu mempengaruhi kepelatihan Suharto. Menurut prajurit aktif TNI AD ini, masih banyak pemain yang bisa mengisi posisi pemain yang sudah didepak.

“Posisi yang ditinggalkan hanya di lini tengah dan depan. Dan di kedua posisi kita masih memiliki banyak pemain yang bisa menggantikan,” ungkapnya, Kamis (5/4).

Namun, Suharto tak menampik, skill pemain yang tersisa memang sedikit di bawah pemain yang didepak. “Soal skill memang berada setingkat di bawah Inkyun maupun Dong Soo. Namun, soal kerjasama mungkin yang ini bakal lebih baik,” terangnya.

Dengan bakal datangnya dua gelandang dari Deltras FC Sidoarjo Fahruddin dan pemain asal Korea Sin Hyun Joon, ditambah duo Korea yang terakhir bermain di liga Thailand serta mantan pemain Timnas Slovenia Nastja Ceh, Suharto mengaku optimis, skuad Ayam Kinantan akan semakin padu dan komplit.

“Dengan skill yang masing-masing dibawa pemain yang bakal kita rekrut ini, saya yakin, kebutuhan tim akan terpenuhi untuk bersaing di putaran kedua ISL,” tutur Suharto.

Menatap laga perdana di putaran kedua, Suharto mengaku jadwal latihan PSMS semakin sempit. “Memang, kita latihan di sini (Medan) tinggal besok (Hari ini). Karena Sabtu (7/4) kita sudah harus berangkat ke Pekanbaru, meladeni PSPS di laga perdana putaran kedua,” katanya.
Namun, dari pantauan wartawan, PSMS belum full team saat menggelar sesi latihan kemarin (5/4).

“Benar, Anton Samba dan Osas Saha belum kembali. Dari konfirmasi yang mereka lakukan ke pihak manajemen dan pelatih, mereka mengaku kesulitan mendapatkan tiket ke Medan,” ujar Suharto.

“Tapi, kita tadi (Kemarin) tetap melakukan latihan penuh, meski tanpa dua pemain itu. Selain peregangan untuk menjaga kebugaran, kita juga sudah memasukkan beberapa materi latihan untuk persiapan. Seperti melakukan sedikit perubahan formasi,” tambahnya. (saz)

Danau Toba Diusul jadi Lokasi Judi

Foto: ANDRI GINTING/SUMUT POS Kejuaraan Paralayang untuk memeriahkan pesta Danau Toba 2010 lalu.

MEDAN-Ide mengubah Danau Toba menjadi lokasi pariwisata yang paling diminati belum kesampaian hingga kini. Tiba-tiba muncul ide untuk menjadikan Danau Toba sebagai lokasi judi dan seks.

Adalah Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut, Bahauddin Manik yang menyampaikan ide tersebut. “Seks dan judi itu paling diminati, kemudian bisa saja hiburan malam. Itu ‘kan tinggal bagaimana memanage-nya,” kata Bahauddin Manik saat menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Pemprovsu saat sesi pembahasan kawasan Danau Toba di Convention Hall Tiara, Medan, Kamis (5/4).

Dia mengatakan, selama ini banyak tempat wisata seperti Pulau Bali. Kondisi alamnya tak berbeda jauh dengan pesona Danau Toba, hanya saja turis lebih suka ke Bali. Padahal, ketika Danau Toba dikelola dan pengunjungnya merasa terhibur dengan ragam hiburan, maka pengunjung merasa betah di kawasan Danau Toba.

“Jadi berwisata itu bukan cuma melihat-lihat saja, tapi menikmati hiburan. Kalau hanya melihat-lihat saja, itu yah cuma sekali saja datangnya,” ucapnya kepada Sumut Pos usai Musrenbang.

Ide ini juga sejalan dengan beberapa kawasan di Asia yang makin diminati wisatawan. Sebut saja Macau. Kawasan di China ini selain kuat di sisi wisata alam dan budaya, dia lebih dikenal sebagai kota judi. Lalu, di Malaysia ada Genting Highlands. Nah, yang ini sekarang disebut sebagai Las Vegas-nya Malaysia. Menyeberang ke Thailand, maka akan ada Pattaya. Ya, surga seks ternyaman di dunia. Tidak itu saja, Singapura yang dikenal sebagai tempat wisata belanja pun kini sudah dikenal sebagai kota judi. Dan terakhir, sebut saja Kota Manama. Kota di Bahrain ini dikenal sebagai “Tempat Pesta Paling Tenang di Timur Tengah”. Kota ini dekat dengan Arab Saudi dan dikenal merupakan tempat bagi orang-orang Saudi mencari kesenangan dunia, yang sulit mereka dapatkan di negara mereka sendiri. Kota ini menawarkan hal-hal haram mulai dari tempat minum-minuman, pub, klub malam sampai prostitusi.
‘’Kita konsepkan juga untuk mengadakan pertemuan di Danau Toba. Coba kalau ada judi dan seks bebas di sana, heboh semua ke sana,’’ tambah Bahauddin Manik.

Ide menata Danau Toba menjadi kawasan seks dan judi tadi langsung ditanggapi Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut, Ir Riadil Akhir Lubis. Menurut dia, ide boleh saja, hanya saja perlu dikaitkan dengan norma-norma dan aturan yang ada di negara ini. “Lokalisasi judi dan seks itu dilarang di negara ini, jadi perlu ada cara lain. Yah kalau sebatas ide, kami terima,” katanya.

Riadil memaparkan, satu kawasan wisata seperti Danau Toba memang memiliki potensi besar, hanya sekarang dari sisi pengelolaan dan membuat pengunjung betah saja. Memang ada beberapa hal yang menjadi kendalanya pertama adalah infrastruktur, perilaku masyarakat hingga kepada penataan kegiatan atau hiburan untuk pengunjungnya.

“Hiburan itu perlu untuk membuat suasana betah kepada pengunjung Danau Toba, jadi pengunjung tidak datang pagi pulang petang, tapi bisa bertahan lama di Danau Toba berhari-hari,” ujarnya.

Hal lainnya, dia menyebutkan, konsep Danau Toba memang benar-benar menjadi tempat wisata. Tapi, ke depannya, konsepnya itu bisa berkembang seiring perilaku masyarakat sekitarnya sudah benar-benar menjadi pelayan yang baik kepada pengunjungnya.

“Begitupun, kami tidak lepas. Tapi kami tetap komitmen menata Danau Toba lewat kebersamaan tujuh kabupaten yang ada sekitar Danau Toba,” ujarnya.
Riadil mengakui, selama ini penataan dan pembangunan di sekitar Danau Toba dilakukan sendiri-sendiri oleh 7 kabupaten yang ada di sekitar kawasan itu. Sebenarnya, hal inilah yang bertentangan dan sudah menjadi keharusan menyatu agar secara konsep dan penataannya tepat menjaga keindahan Danau Toba.

“Bisa didengarkan dalam paparan para Kepala Bappeda masing-masing kabupaten, ada kecenderungan memiliki anggaran dan membangun di sekitaran Danau Toba. Namun, pada pembangunannya tidak sinkron dengan daerah lain. Akibatnya, penataan Danau Toba tidak sesuai konsep,” ucapnya.
Ke depan, Riadil menyatakan, pihaknya sudah menyiapkan satu kesempatan dan fokus perhatian kepada Danau Toba. Pada anggaran 2013 mendatang, setiap instansi atau daerah yang berada di wilayah Danau Toba ikut menandatangani MoU tentang penataan. Gunanya, para instansi dan pemerintah kabupaten bisa sama-sama mengikuti arah dan konsep dalam menata Danau Toba.

Lebih lanjut, dia memaparkan, termasuk seperti infrastruktur jalan. Pemkab masing-masing, bisa berkoordinasi dengan pemkab daerah lainnya. “Inilah yang akan disatukan oleh Pemprovsu, sifatnya Pemprovsu jadi fasilitator untuk mengarahkan konsep penataan Danau Toba,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengaturan dan Evaluasi Dinas Bina Marga Sumut, Iswahyudi menyatakan, di sekitaran Danau Toba hanya ada jalan kabupaten dan jalan nasional. Tapi, Pemprovsu bertindak sebagai fasilitator dan membuat MoU agar kabupaten bersama-sama melakukan pembangunan.

Bandara Silangit Diperlebar

Pertemuan ini juga mengemuka usulan Dinas Perhubungan Sumut yang akan mengembangkan dua bandar udara di kawasan Danau Toba yakni Bandara Silangit dan Bandara Sibisa. Pada 2013 dimasukan anggaran perluasan landasasan Bandara Silangit dari 2.400 m2 menjadi 3.000 m2 sehingga pesawat Boing 747-400 dari Jakarta dan Singapura dapat langsung mendarat di Bandara Silangit sedangkan Bandara Sibisa dikembangkan sebagai Bandara perintis.

“Memang tadi ada permintaan agar Bandara Silangit diperbesar, sehingga pesawat besar bisa mendarat,” ujarnya.(ril/dmp)

Begitupun, paparnya ide itu akan disampaikan ke Pemerintah Pusat untuk bisa ditindak lanjuti, sehingga Danau Toba yang sesuai PP No. 26/2008 tentang Kawasan Strategis Nasional (KSN) masuk diantaranya. “Jadi ada kemungkinan besar bisa disahuti, inilah saatnya bersama menata Danau Toba,” sebutnya. (ril/dmp)

PSMS Junior Berencana Ikut Kompetisi U-18

PSMS Junior berencana mengikuti kompetisi PT Liga Indonesia U-18 April mendatang. Untuk itu tim besutan Suyono ini pun berbenah. Selain latihan intensif yang rutin digelar setiap hari, Ayam Kinantan junior juga melakukan pencoretan yang diiringi dengan penambahan pemain baru.

Pelatih kepala PSMS Junior, Suyono mengatakan pihaknya telah melakukan pencoretan terhadap sembilan pemain antara lain Danar Handika, Sandi Pratomo,Erwanda , Frengki, Rizky ardiansyah, Agung prasetyo, Anjas kuswara, Faris anjaini, dan Puput syahputra. “Mereka kelahiran 94 dan sebentar lagi telah melewati umur. Jadi takutnya ketika turnamen digelar nanti mereka tidak bisa didaftarkan,” katanya.

Seiring pencoretan itu, pihaknya merekrut tiga pemain tambahan. Mereka adalah Juanda (Generasi Medan), Zulrizki (Klambir Lima), dan Rifial (Putra Buana). “Ketiganya sudah kita tes dari tiga kali pertemuan. Kita anggap mereka layak masuk tim,” jelasnya.

Meskipun begitu Suyono mengakui masih kekurangan gelandang dan bek tengah. “Untuk gelandang dan bek tengah kita memang masih mencari. Secepatnya itu harus kita penuhi,” tambahnya.

Meski tidak menyebut kebutuhan akan sektor striker, Mantan asisten pelatih PSMS itu tak membantah jika lini depannya masih bermasalah dengan penyelesaian akhir. Terlihat pada laga ujicoba beberapa waktu lalu kontra Karisma yang berakhir tanpa gol. Padahal PSMS Junior banyak menciptakan peluang.

“Memang masih bermasalah di finishing touch. Karena ada pemain baru yang bergabung jadi harus beradaptasi lagi. Ya kita galakkan ujicoba-ujicoba di beberapa ,” pungkasnya. (mag-18)

Urus KK di Air Bersih Ujung Rp350 Ribu

0819823xxx

Pak Rahudman, tolong disidak Kepling untuk daerah Air Bersih Ujung. Saya mau mengurus akta anak dan mau merubah Kartu Keluarga (KK) terlebih dahulu dikenakan biaya Rp350 ribu per anak. Kelewatan sekali korupsinya Pak, tolong kalau PBB naik harusnya pelayan publik diperbaiki juga, terima kasih.

087869753xxx

Pindahan dari provinsi lain, lantas biaya pengurusan KK sampai kena Rp150 ribu. Bahkan kata staf kecamatan bisa nggak bayar tapi siapnya lama. Apa benar seperti itu Pak? Kalau sekedar uang capek saja sih nggak masalah. Saya bukan orang kaya yang punya banyak uang. Saya hanya tukang becak dayung Pak. Tolong dibantu terima kasih.

Jangan Urus dengan Calo

Sayang laporannya kurang lengkap, seperti nama petugas yang meminta biaya dari warga agar dapat kita tangkapkan kepalanya. Karena untuk pengurusan Kartu Keluarga (KK) baru sesuai dengan instruksi Wali Kota Medan Bapak Drs H Rahudman Harahap MM tidak dikenakan biaya. Untuk itu kita himbau kepada warga agar melakukan pengurusan langsung ke petugas, tidak melalui perantara atau calo yang nantinya dapat merugikan masyarakat sendiri. Terima kasih.

Darussalam Pohan
Kadis Pendudukan dan Catatan Sipil Kota Medan

Wali Kota Harus Tanggap

Wali Kota Medan,  Rahudman Harahap harus tanggap jika lurah dan bawahannya ada yang bersalah harus segera diganti. Dengan adanya laporan tersebut, berarti warga turut melakukan pengawasan terhadap kinerja lurah dalam memberikan pelayanan. Apalagi wacana menggratiskan administrasi kelurahan, sudah disosialisasikan oleh Pemko. Untuk itu, warga yang terkena pungli sebaiknya membuat laporan sejelas-jelasnya, sehingga dapat ditindak. Sebab itu tentu mencemarkan nama baik Pemko yang sedang gencar meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Faisal Nasution
Ketua Forum Rakyat Sumatera Utara (FORSU)

Tegur Developer di Jalan Taqwa Sunggal

082167655xxx

Tolong ditegur developer perumahan di Jalan Taqwa Kelurahan Tanjung Rejo Kecamatan Medan Sunggal karena Jalan Taqwa hancur akibat truk menimbun sawah untuk membuat perumahan. Camat, lurah, dan Kepling tutup mata karena sudah dikasih uang sama developer.

Kami Koordinasikan

Terima kasih atas informasinya. Segera kami koordinasikan dengan Muspika untuk ditindaklanjuti. Keberatan warga juga dapat disampaikan secara tertulis ke Pemko Medan untuk ditindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan Muspika terkait.

Budi Haryono
Kabag Humas Pemko Medan

Kapuspen: Tunggu Instruksi Presiden!

Soal Mobil Dinas Dilarang Minum Premium

JAKARTA-Pemerintah pusat meminta agar seluruh pemerintah daerah (pemda) menunggu aturan teknis penghematan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM. Kemungkinan besar, aturan akan dituangkan dalam bentuk Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri).

Kapuspen Kemendagri Reydonnyzar Moenek menjelaskan, arahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tentang lima langkah sebagai upaya menjaga keselamatan APBN, belum dijabarkan secara teknis.

Nah, khusus untuk poin penghematan BBM, kemungkinan besar nanti akan keluar Instruksi Presiden (Inpres). “Inpres itu nanti kita tuangkan lebih detil dalam aturan operasional. Jadi, pemda tunggu dulu tindak lanjut dari aturan penggunaan BBM untuk kendaraan operasional di pemda, termasuk di lingkup Kemendagri sendiri,” papar Reydonnyzar Moenek kepada Sumut Pos di kantornya,Kamis (5/4).

Reydonnyzar Moenek kembali menjelaskan, belum ada aturan tertulis yang meminta seluruh kendaraan operasional di lingkup pemda dilarang menggunakan premium bersubsidi. “Jadi tunggu dulu, benar apa tidak dilarang menggunakan BBM bersubsidi,” ujarnya.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pemerintah sedang menyusun aturan baru yang isinya melarang mobil dinas pemerintahan minum premium. Aturan tersebut akan diformulasikan dalam aturan resmi.  Sekretaris Kabinet akan membahas lebih lanjut dan menentukan apakah beleid itu akan berbentuk instruksi presiden, peraturan presiden, atau dalam bentuk aturan lain. ‘’Dengan demikian akan ada penghematan,’’ katanya di Jakarta, Selasa (3/4) lalu.

Kendati demikian, aturan ini tak akan memberatkan bagi pemerintah daerah yang diketahui belum memiliki persedian pertamax. Artinya, kendaraan pelat merah tetap diperbolehkan mengonsumsi premium supaya roda pemerintahan tetap jalan. ‘’Barangkali ada daerah tertentu yang belum tersedia pertamax, kalau itu ya harus kita maklumi,’’ ujar dia.

Rencana pemerintah ini ditanggapi dingin wakil rakyat di Sumut. Bahkan, anjuran itu malah dianggap kontraproduktif dari instruksi penghematan yang dikemukakan Presiden SBY. “Apa yang dikatakan Hatta Rajasa itu aneh. Presiden menyatakan, penghematan besar-besaran, sedangkan Hatta menginstruksikan untuk menggunakan Pertamax. Ini namanya bukan penghematan. Malah pemborosan” kata anggota DPRD Sumut yang juga anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumut, Hidayatullah SE, Rabu (4/4).(sam/ari/adl)