Home Blog Page 13735

Jalur Masuk dan Keluar Bali Dijaga Ketat

JAKARTA- Polisi kini memperketat pengamanan di semua pintu masuk dari dan menuju Pulau Dewata menyusul terjadinya penembakan lima warga yang diduga terkait dengan perencanaan aksi perampokan dan terorisme di Denpasar, Bali. Selain untuk mencari anggota jaringan lima warga yang ditembak mati polisi itu, hal ini juga dilakukan untuk menjamin keamanan warga setempat menjelang perayaan Nyepi, yang jatuh pada Jumat (23/3), mendatang.

“Seluruh pengamanan kita perketat, pemeriksaan-pemeriksaan di pintu masuk dan keluar bali atau di tempat lain kita perketat, sehingga diharapkan tidak ada personel lapangan yang lengah,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen (Pol) Saud Usman Nasution di Mabes Polri Jakarta, Selasa (20/3).
Namun demikian, yang lebih penting tambah Saud adalah peningkatan partisipasi masyarakat dalam upaya bersama memberantas terorisme ini. Menurutnya, lima warga yang ditembak tersebut bisa masuk ke Denpasar karena masyarakat cenderung apatis dan tidak peka terhadap kondisi lingkungan. “Ternyata masih ada orang yang tinggal di lingkungan mereka tidak diketahui sekitar tetangga itu, berarti kan masih ada masa bodoh,” tambahnya.

Karena itulah Saud meminta, peran serta masyarakat dan aparat pemerintahan di tingkat terrendah untuk aktif melaporkan hal-hal yang mencurigakan. Sehingga potensi aksi teror itu bisa dicegah.

“Diharapkan kepada para RT/RW supaya betul-betul  mengamati perkembangan lingkungan masing-masing,” pungkasnya.(zul/jpnn)

Izin Memelihara Hewan Dilindungi

08126523xxx

Kepada Bapak Wali Kota Medan, saya warga Kelurahan Indrakasih Kecamatan Medan Tembung Lk IV Jalan Bhayangkara Gang Mesjid mau bertanya tentang izin memilihara hewan yang dilindungi. Karena kami merasa terganggu dengan hewan peliharaan milik seorang warga yang mengganggu ketentram-an. Kandang mereka tepat di belakang rumah kami. Suara burung mereka membuat kami tidak nyaman. Saya harapkan agar ditertibkan, trims.

Lurah akan Menemui Pemilik Hewan Peliharaan

Terima kasih atas informasinya. Saya akan meminta lurah untuk menjumpai pemilik hewan peliharaan tersebut untuk menjaga peliharaannya agar tidak mengganggu lingkungan.

Hendra Asmilan SIp
Camat Medan Tembung

Bocah Enam Tahun Tewas Terpanggang

Rumah Ta’mir Masjid Al-Ikhlas Terbakar

SIANTAR- Satu unit rumah di pemukiman padat penduduk tepat di belakang Masjid AL-Ikhlas, Jalan Nagur, Kelurahan Martoba, Siantar Utara, hangus terbakar, Selasa (20/3). Seorang bocah perempuan berusia 6 tahun tewas terpanggang setelah sebelumnya dikabarkan selamat.

Munculnya api, diketahui sekitar pukul 09.45 WIB, diawali dengan kepulan asap tebal dari atap rumah Sulaiman (85), yang tak lain ta’mir atau penjaga Masjid Al-Ikhlas. Namun setelah didekati, api sudah melalap seisi rumah yang dihuni tiga kepala rumah tangga itu. Bahkan sakinng maraknya, tak seorangpun warga berani menerobos masuk ke rumah. Sebab, selain hendak menyelamatkan harta benda yang belum dijilat api, warga sekitar juga mengetahui salah satu anggota keluarga yang tak lain Endang Karlina adalah bocah enam tahun yang mengidap cacat mental.

Namun teriakan beberapa warga, terdengar kalau Endang sudah diselamtkan oleh warga lainnya dan sudah dibawa ke rumah sakit akibat luka bakar di kakinya. Begitupun beberapa keluarga Sulaiman tetap mencoba berusaha menerobos api dan masuk ke rumah. Tapi usaha itu dihalangi petugas Polres Pematangsiantar, mengingat api yang sudah marak dan hingga tidak ada harapan menyelamatkan apa-apa dari dalam rumah.
Warga juga secara bergotong-royong menjinakkan api dengan cara menyiram menggunakan ember. Barulah setengah jam kemudian, armada pemadam Kebakaran milik Pemko Pematangsiantar tiba di lokasi, bahkan sempat menyulut emosi warga mengingat api sudah mulai merembes ke dinding Masjid Al-Ikhlas serta rumah warga yang berada di sisi kanan dan belakang rumah Sulaiman.

Petugas pemadam yang dibantu warga ini langsung menyemprotkan air ke dalam rumah yang berlantai dua alias bertingkat itu. Bersamaan upaya pemadaman dengan penyemprotan itu pula, beberapa penyanggah hingga dinding dan lantai rumah ambruk. Beberapa warga dan petugas nyaris tertimbun saat berupaya menjinakkan si jago merah bila saja sesame warga tidak mengingatkan akan runtuhnya dinding dan lantai.

Pemadaman sempat terhenti ketika dua armada pemadam kehabisan stok air. Beruntung perusahaan rokok NV. STTC mengambil peran hingga menerjunkan dua armada pemadam kebakarannya hingga beberapa petugas yang ahli dalam bidangnya itu. Api akhirnya mampu dijinakkan dengan memakan waktu kurang dari dua jam.

Setelah api padam, petugas menyisir puing-puing sisa kebakaran, akhirnya ditemukan tubuh Endang Karlina dalam posisi terlungkup tak jauh dari jendela rumah. Mayatnya tertimbun beberapa batu yang dipastikan lantai dua yang ambruk.(mag-5/smg)

Jalur Masuk dan Keluar Bali Dijaga Ketat

JAKARTA- Polisi kini memperketat pengamanan di semua pintu masuk dari dan menuju Pulau Dewata menyusul terjadinya penembakan lima warga yang diduga terkait dengan perencanaan aksi perampokan dan terorisme di Denpasar, Bali. Selain untuk mencari anggota jaringan lima warga yang ditembak mati polisi itu, hal ini juga dilakukan untuk menjamin keamanan warga setempat menjelang perayaan Nyepi, yang jatuh pada Jumat (23/3), mendatang.

“Seluruh pengamanan kita perketat, pemeriksaan-pemeriksaan di pintu masuk dan keluar bali atau di tempat lain kita perketat, sehingga diharapkan tidak ada personel lapangan yang lengah,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen (Pol) Saud Usman Nasution di Mabes Polri Jakarta, Selasa (20/3).

Namun demikian, yang lebih penting tambah Saud adalah peningkatan partisipasi masyarakat dalam upaya bersama memberantas terorisme ini. Menurutnya, lima warga yang ditembak tersebut bisa masuk ke Denpasar karena masyarakat cenderung apatis dan tidak peka terhadap kondisi lingkungan. “Ternyata masih ada orang yang tinggal di lingkungan mereka tidak diketahui sekitar tetangga itu, berarti kan masih ada masa bodoh,” tambahnya.

Karena itulah Saud meminta, peran serta masyarakat dan aparat pemerintahan di tingkat terrendah untuk aktif melaporkan hal-hal yang mencurigakan. Sehingga potensi aksi teror itu bisa dicegah.

“Diharapkan kepada para RT/RW supaya betul-betul  mengamati perkembangan lingkungan masing-masing,” pungkasnya.(zul/jpnn)

Sekolah Yahudi Ditembaki, Empat Orang Tewas

TOULOUSE- Penembakan sadis kembali mengguncang Prancis. Seorang pria bersenjata yang mengendarai motor memberondongkan tembakan secara membabi buta ke arah sekolah Yahudi di Kota Toulouse, barat daya Prancis, atau sekitar 676 kilometer selatan Paris, kemarin pagi (19/3). Empat orang tewas, termasuk di antaranya tiga anak-anak, dalam insiden tersebut.

Korban tewas adalah seorang guru pendidikan agama berusia 30 tahun dan dua putranya yang berusia 3 dan 6 tahun. Seorang korban tewas lainnya adalah anak berusia sekitar 10 tahun. Seorang remaja 17 tahun juga dilaporkan luka berat akibat penembakan itu.

Menurut penyidik Michel Valet, pelaku mengendarai motor dan melepaskan tembakan beberapa kali dari depan gedung sekolah Ozar Hatorah. “Peristiwa tersebut terjadi sesaat menjelang pukul 08.00 (sekitar pukul 14.00 WIB). Seorang pria tiba di depan sekolah dengan menggunakan motor atau skuter. “Dia lantas menembaki semua yang ada di depannya, baik anak-anak maupun orang dewasa. Anak-anak yang ketakutan lalu bersembunyi di dalam sekolah,” papar Valet. Dia menambahkan, pelaku langsung melarikan diri setelah melepaskan beberapa kali tembakan. Penyidik menduga pelaku menggunakan dua senjata. Salah satu di antaranya kaliber besar.

Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Prancis Pierre-Henry Brandet membenarkan insiden itu. “Sang pelaku melarikan diri dengan menggunakan skuter berwarna gelap,” ujarnya.

Bahkan, Sarkozy kemarin mendeklarasikan penembakan itu sebagai “tragedi nasional” dan berjanji untuk segera membekuk pelakunya. Saat berkunjung, suami Carla Bruni-Sarkozy itu mengumumkan agar semua sekolah di seluruh Prancis mengheningkan cipta semenit, Selasa (20/3).
“Kita tidak boleh mundur dan takut dalam menghadapi terror,” serunya sambil memberikan penghormatan kepada para orang tua korban dan pejabat sekolah.

Penyidik menyebut ada kemiripan penembakan kemarin dengan serangan di Montauban. Dalam dua kasus tersebut, pelaku sama-sama menggunakan skuter.  Selain itu, analisis forensik menyatakan bahwa senjata yang digunakan dalam dua insiden tersebut sama persis. (afp/ap/rtr/cak/dwi/jpnn)

Pijat Ibu Hamil, Meredakan Kejang Otot

Pada masa kehamilan seorang ibu biasanya mengalami beberapa keluhan, seperti pegal-pegal, kram, ataupun mudah stress. Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi keluhan tersebut adalah dengan melakukan pijat atau massage.

Pijat akan membantu meredakan kejang otot dan kram akibat beban ekstra yang harus dibawa oleh ibu hamil dan perubahan fisik yang terjadi selama kehamilan. Pemijatan juga membantu menguatkan proses kehamilan dengan cara memperlancar aliran darah, sirkulasi limpa dan membantu menyiapkan kesiapan mental dan fisik ibu. Selain itu, juga berfungsi mengurangi stres persendian akibat beban ekstra dan membantu memaksimalkan kapasitas pernafasan yang sangat diperlukan dalam proses melahirkan.

Tapi pastikan Anda menemui terapis yang memahami teknik pijat yang aman untuk ibu  hamil, yakni mengetahui bagian-bagian tubuh mana dan posisi yang berisiko bagi kondisi kandungan.

Di Mom N Jo, banyak perawatan yang bisa dilakukan baik saat masa kehamilan maupun sesudah melahirkan.  Misalnya saja,  perawatan Beautiful Mom paling banyak digemari para ibu. Pada perawatan ini, dimulai dengan foot bath dengan air hangat selama 5 menit. Dilanjutkan dengan body scrub pada seluruh bagian tubuh selama 40 menit lalu dibersihkan dengan bubble bath menggunakan air hangat untuk memberi efek relaksasi pada tubuh.
“Lalu pijatan ke seluruh tubuh dengan menggunakan massage oil yang sudah dicampur dengan honey oat meal. Perawatan ini dapat mengatasi problem yang biasa dirasakan oleh ibu hamil seperti pundak kaku, pegal-pegal di pinggang, kaki kram, punggung berjerawat, warna kulit yang mulai kehitaman karena ketidak seimbangan hormon,” kata Lidia selaku Owner Mom N Jo di Jalan Kartini Dalam No.23 Medan.

Menurutnya, perawatan ini dapat melancarkan peredaran darah sehingga asupan nutrisi juga lancar dan kandungan pun lebih sehat. “Saat membawa beban kehamilan, membuat tubuh ibu terasa pegal-pegal. Dengan Mom Massage, menjadikan badan kembali segar dengan otot yang jauh lebih bugar dari rasa pegal-pegal. Pijatan halus dengan wewangian ekstrak segar akan membuat si calon ibu jauh lebih bugar, sehingga bisa jauh dari stress yang dapat mengganggu proses kehamilannya,” ujarnya.

Mom N Jo yang dilaunching pada 12 Februari 2012 lalu, hadir dengan memberikan perawatan kepada ibu hamil dan bayi.  Ragam layanan yang diberikan seperti pregnancy message,  after labour indulgence, breast care, beautiful mom, baby spa, dan kids spa.  “Bahan baku yang digunakan 100 persen natural dan alami. Tarifnya sendiri bervariatif dan terjangkau, yaitu berkisar Rp.100 ribu hingga Rp.200 ribu,” jelasnya.
Sebagai anggota dari American Pregnancy Massage Association (APMA), Mom n Jo terus berkembang, dan hingga kini sudah memiliki 7 outlet di kota-kota besar. (mag-11)

Korupsi? Lanjutkan…

Oleh:
Benni Sinaga SE

Korupsi? Lanjutkan… Mungkin kalimat itulah yang bisa dilontarkan oleh publik karena saking geramnya melihat penuntasan korupsi yang lamban dan bertele-tele saat ini. Rezim saat ini seakan tak berkutik dalam penuntasan korupsi. Padahal dulu berjanji menuntaskannya.
Hati saya jadi bertanya, apakah kata “Lanjutkan” saat Pilpres itu mengandung makna ambigu. Apa arti “lanjutkan”?

Meskipun sudah banyak kasus korupsi yang ditangani, namun penegakan hukum terhadap kasus korupsi di Indonesia masih dinilai lamban. Bukti nyata, para koruptor masih berkeliaran. Bukti lain yang lebih menyedihkan adalah ketika suasana penegakan hukum bagi pelaku korupsi kuat didengungkan. Pemerintah malah memberikan grasi dan amnesti bagi para tahanan korupsi.

Keanehan ini mengindikasikan pemberantasan korupsi hanya sebuah wacana dan bayang-bayang yang tak berujung.
Di sisi lain, banyaknya kasus korupsi yang dilaporkan ke penegak hukum, bertumpuk di meja KPK, justru menjadi ajang korupsi baru oknum tertentu yang tak bertanggungjawab. Banyak kasus yang hanya tinggal kasus, tanpa kepastian penyelesaian. Hal ini kerap terjadi karena para koruptor punya akses politik kuat untuk menjadikan masalah berlarut-larut. Hal ini jelas menjawab akomodasi mereka yang punya “kuasa” dapat bertidak leluasa.

Wacana atau Pelajaran

Seorang pejabat yang sudah benar-benar terbukti korup dan dijerat hukuman yang terkesan ringan, namun pemerintah masih saja memberi potongan masa hukuman. Berita itu, kini menyita banyak energi dan perhatian publik. Perhelatan ini semakin memanas tatkala wacana memiskinkan koruptor dan menghukum mati koruptor beberapa bulan lalu menjadi perdebatan.

Tapi kini, di tengah situasi kencangnya niat masyarakat mendukung pemberantasan korupsi, pemerintah malah memberikan grasi kepada para koruptor. Kita masih ingat, kasus tahun 2006 lalu, ketika Hendarman Supanji selaku jaksa mendapat sorotan tajam dari publik. Saat itu perspektif pemecahan kasus korupsi diwarnai dengan skandal yang mengatasnamakan pemberantasan korupsi, tetapi dilakukan oleh “anak buah sendiri”. Akankah kita putar ulang roda sejarah yang lalu, yang jelas-jelas korupsi menyengsarakan rakyat?

Karut marut ketidakjelasan pemerintah sebenarnya sudah tampak jelas sejak awal ketika sibuk menyelenggarakan seleksi KPK, tapi abai terhadap eksistensi Komisi Yudisial (KY). Di sisi lain, kepercayaan periode kedua Presiden SBY tetap dengan semboyan melanjutkan pemberantasan korupsi, tapi nyatanya malah memberi korting hukuman kepada koruptor. Pemerintah terkesan setengah hati menegakkan hukum terhadap koruptor. Kenyataan ini semakin memprihatinkan.

Sampai kapanpun tanpa kesungguhan pemerintah memberantas korupsi, selama itu pula republik ini tidak akan pernah mampu keluar dari gerbang keterpurukan. Korupsi adalah aib bagi bangsa. Sekalipun KPK tangguh dan gigih berjuang, mencucurkan keringat terbaiknya dalam pemberantasan korupsi, namun ketidaktegasan pemerintah akan berujung pada kegagalan.

Harus diakui, pemerintah gagal meracik tim yang solid dalam menegakkan hukum dan hal ini menjadikan lembaga-lembaga penegak hukum maupun institusi pemerintah kebobolan gawang sendiri.

Ancaman utama penuntasan kasus korupsi ini sebenarnya berada pada intern penegak hukum. Bila lembaga penegak hukumpun sampai terjerat hukum, bagaimana mengharapkan pihak lain meneladaninya? Ditambah lagi, banyaknya tersangka pelaku korupsi. Pasalnya, tersangka pelaku korupsi umumnya “pejabat yang kebal hukum” dan lamanya proses audit terhadap penyelewangan uang rakyat hingga skenario skandal korupsi bertajuk pejabat ini berlarut-larut dan habis ditelan waktu.

Tak jarang kesempatan ‘emas’ seperti ini menjadi peluang meski dalam kesempitan (favourable time or chance to do something wrong) bagi para komplotan koruptor untuk memusingkan kaum penegak hukum dan pemerintah dengan maksud mengalihkan perhatian publik dan penegak hukum dari masalah utama ke masalah korupsi lain yang juga cukup ruwet.

Korupsi sebagai sebuah permainan politik yang kotor akhirnya dapat dibungkus sedemikian apik oleh segelintir aktor pemerintahan yang korup. Hal ini diperparah ketika lembaga-lembaga penegak hukum tidak mampu tegak berdiri menegakkan hukum, mereka malah loyo, kurang bergerak. Terkadang, kita begitu mudah menganggap semua ini cukup hanya sebagai sebuah pelajaran, bukan memandangnya sebagai sebuah permainan wayang diperankan langsung oleh dalangnya, yang perlu dicermati secara serius. Kita seperti terhipnotis, tersugesti agar merasa asyik meski hanya menonton bayang-bayang yang sedang digerakkan, tanpa perlu mengetahui bahwa ada dalang dan wayang yang sedang bermain mengolok-olok kita, mencuri harta, menodai martabat serta merenggut kesejahteraan yang seharusnya dipersembahkan bagi rakyat, sehingga seiring waktu kubangan-kubangan korupsi semakin membesar dan bergerak sporadis hingga menjerat generasi muda. Jumlah kemiskinanpun bertambah besar dan kian parah.

Apa yang Dapat Mengobati?

Sebagai bangsa yang sudah lama berkecimpung dalam penuntasan kasus korupsi, yakni dibuktikan dengan undang-undangnya dan banyaknya komisi-komisi pemberantasan korupsi secara liar, otomatis rakyat menyimpan banyak keprihatinan terhadap kondisi moral di tanah air. Perangkap kemiskinan ada di depan mata. Ini adalah sebuah zaman yang penuh kepalsuan. Problematika BLBI adalah sebuah blooding yang “tak bisa padam”. Bayangkan, tanggungan bunga utang yang harus diangsur sampai tahun 2030. Itu baru bunganya saja. Dan bila kasus BLBI tidak tuntas maka bangsa ini akan tetap menangis, kini ditambah kasus skandal bailout Century, Wisma Atlet, Dirjen Pajak, dan korupsi lain.

Kasus skandal bailout Century jangan dipandang sebelah mata, sebab menyangkut kesejahteraan rakyat, kepribadian dan moral bangsa. Meskipun kasus ini tampaknya menyimpan segudang rahasia dan sengaja dikaburkan, namun tak ada teka-teki yang tidak dapat dijawab. Petunjuknya sudah ada! Permainan yang mantap, pemain yang andal, dan strategi yang cukup tangguh sekalipun pasti dapat dipatahkan seandainya semua lini pemerintahan ditingkatkan.

Bahkan partai politik pun menjadi tidak bisa membendung apa yang dinamakan korupsi tetapi semakin membuat menjamurnya korupsi atau dengan kata lain tempat sarangnya korupsi, terlihat pada saat pembuatan hak angket untuk menyelesaikan masalah mafia pajak, hak angket di tolak disini kalau menurut saya ada pemiliharaan atau dramatis penundaan penuntasan kasus-kasus mafia pajak. Pertanyaannya adalah sampai kapan pemerintah membiarkan korupsi di negeri ini. Nampak jelas dengan di tolaknya hak angket penuntasan mafia pajak, rasa-rasanya pemerintah ‘cuci tangan” dalam penuntasan korupsi di negeri ini.Jadi jelasnya penyelesaian kasus ini sepenuhnya ada ditangan pemerintah, pertanyanya: “Sudikah pemerintah?”
Melihat penuntasan korupsi yang lambat di negeri membuat publik bosan dan jenuh, dengan permainan para penguasa-penguasa yang memiliki andil. Saya yakin Tuhan tidak  tidur melihat masalah korupsi di negeri ini, saya yakin suatu saat semuanya akan terungkap dan terbongkar. Saya pikir doa orang percaya tak kan begitu saja, semua akan terungkap indah pada waktunya. (*)

Penulis adalah Dosen STIE IBMI, aktif di Campus- Concern Medan (CC_ Medan)

Hotpants untuk Segala Suasana

MEDAN –  Hotpants atau celana pendek masih menjadi fashion favorit bagi sebagian kaum hawa.  Belakangan ini hotpants makin banyak dimodifikasi sehingga tak sekadar dikenakan menemani kegiatan di dalam rumah saja, tetapi juga saat kegiatan santai di luar rumah bersama keluarga maupun teman-teman dekat.

Untuk pasarnya sendiri hotpants memiliki konsumen yang berusia mulai dari 15 tahun hingga 35 tahun. Hotpants ini kembali digandrungi para remaja dan ngetren dikalangan kawula muda. Karena modelnya yang bervariasi dan tak ketinggalam zaman.

“Kalau dulu, hotpants hanya didominasi oleh para remaja-remaja wanita yang usianya mulai 15 tahun hingga 20-an tahun. Tapi sekarang usia di atas itu juga sudah menjadi konsumennya, malah banyak yang mengenakannya dalam suasana apa aja,” ujar Mian  karyawan Cool Kids di Plaza Medan Fair.

Bahkan, kata Mian,  hotpants juga tersedia dengan berbagai macam model yang menarik. “Hotpants ini bisa dipadukan dengan apa saja. Bisa dengan baju kaos, kemeja, dan pakaian longgar. Tergantung kita juga, pintar dalam memadukannya. Tapi sekarang, para wanita lebih banyak mengkombinasikannya dengan kemeja,” terangnya lagi.

Sambungnya, bahan  hotpants ini juga semakin bervariasi, bukan hanya dari jeans. Namun bahan lain juga dibuat menjadi hotpants.  Bahkan, modifikasi jeans dan kain katun atau kain lainnya juga ada. Harganya juga bervariasi, mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu. (mag-11)

Massa OKP Nyaris Bentrok dengan Aparat Desa

Sarana Olahraga Diduga Dijual Kades ke Developer

LABUHAN DELI- Puluhan massa Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) di Pasar V Desa Helvetia Kecamatan Labuhan Deli nyaris bentrok dengan aparat desa, Selasa (20/3) siang. Hal ini dipicu rencana Kepala Desa (Kades) Helvetia Zakaria SH yang diduga akan melego sarana olahraga seluas 1 hektar lebih itu kepada developer.

Melihat alat berat memasuki areal lapangan sepakbola, puluhan pria dari OKP tersebut langsung melakukan penghadangan. Pantauan Sumut Pos di lokasi kejadian, Fajar Ahmad salah satu ketua Ranting OKP di Desa Hevetia sempat bersitegang dengan Zakaria SH. Pasalnya, kades bersama beberapa pria dengan membawa satu unit alat berat (greder) mendatangi lokasi lapangan bola kaki yang selama ini digunakan sebagai sarana olahraga masyarakat itu.

“Apapun ceritanya kalau lapangan bola kaki ini dijual kami akan melakukan perlawanan,” tegas Fajar Ahmad saat bersitegang dengan Kades Helvetia.
Mendengar ungkapan itu, Zakaria pun berdalih, kalau pihak desa tidak ada niat menjual lahan yang sudah lama digunakan masyarakat sebagai sarana olahraga itu. “Tidak benar kita akan menjual lahan ini kepada pihak developer. Aparat desa mendatangi lokasi ini bermaksud untuk menata kembali lahan ini dengan menggunakan greder,” ucap Zakaria.

Ketegangan itu akhirnya berhasil diredakan petugas Polsekta Medan Labuhan yang turun ke lokasi guna melakukan pengamanan. Aparat kepolisian yang menengahi persoalan itu kemudian mengajak kedua belah pihak untuk membicarakan persoalan dimaksud secara baik.

Setelah diperoleh kata sepakat, puluhan massa itu memperbolehkan alat berat memasuki areal lapangan bola tersebut.
Terpisah, Kepala Desa Helvetia Kecamatan Labuhan Deli, Zakaria SH membantah tudingan itu. “Itu nggak benar, kita datang ke sini hanya untuk melakukan penataan lapangan ini agar menjadi lebih baik,” ucapnya.

Dijelaskannya, lahan seluas 1 hektar ini berstatus HPL (Hak Pengelola Lahan) dari PTPN kepada perangkat desa untuk kepentingan masyarakat.(mag-17)

Eka Korban Api Cemburu

Kasus Biduan Tewas Dibakar Saat Tidur

LUBUKPAKAM- Kurang dari delapan jam, tiga tersangka pembakar biduan keyboard, Deny Friska Lase alias Eka (27), warga Dusun Blora Desa Sidodadi Kecamatan Beringin, berhasil ditangkap petugas kepolisian sektor Beringin, Polres Deliserdang.

Dua tersangka yakni Jhony Syahputra, suami korban dan Jomen Syahputra, ditangkap di Lingkungan IV, Kelurahan Paluh Kemiri, Lubukpakam, Senin (19/3) pukul 12.00 WIB. Sedangkan tersangka lainnya Fujiono ditangkap di Desa Tumpatan, Kecamatan Beringin, dihari yang sama, sekira pukul 15.00 WIB.

Demikian dikatakan Kapolres Deli Serdang AKBP Wawan Munawar, dalam keterangan persnya, Selasa (20/3) di hadapan wartawan. Menurutnya, motif dibalik peristiwa pembakaran tersebut adalah kecemburuan.

Jhony yang merupakan mantan suami korban, berulangkali mengajak istrinya untuk rujuk kembali. Tetapi, korban tidak bersedia, malah korban telah memiliki pacar. Hal itulah, yang membuat Jhony berniat membuat korban cacat. Sehingga, tersangka mengatur strategi untuk membakar korban bersama kedua rekannya, Jomen dan Fujiono.

Kemudian, Sabtu (17/3) sekira pukul 22.00 Wib, ketiga tersangka mengatur rencana di sebuah lokasi kolam pancing di Desa Tumpatan, Beringin, tempat Fujiono bekerja. Kemudian, Jhony dan kawan-kawan memulai rencananya, Minggu (18/3) pukul 21.00 WIB.

Lantas ketiganya berbonceng tiga mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter Z BK 2575 MAD, menuju Kota Lubuk Pakam. Ketiganya sempat berkeliling hingga akhirnya pada Senin (19/3) dini hari pukul 01.00 WIB, Jhony membeli tiga liter bensin eceran di daerah Bakaran Batu.

Selanjutnya, pada pukul 02.30 WIB, ketiganya mendatangi rumah kontrakan korban. Jhony melancarkan aksinya dengan melilitkan kain yang dilumuri bensin kemudian membakarnya, dan memasukanya ke dalam kamar korban melalui jendela. Sedangkan, Jomen dan Dujiono menyiram bensin dalam wadah plastik tadi ke dalam kamar korban.

Dari olah TKP dan penyelidikan, kepolisian menyita sejumlah barang bukti, di antaranya tiga botol air mineral, beberapa potongan kasur yang terbakar berikut kayu tempat tidur, serta sepeda motor yang digunakan ketiga terdakwa.

Sementara, suasana duka terpancar dari keluarga Eka. Pasalnya, sang biduan ini menghembuskan nafas terakhirnya di RSUP H Adam Malik Medan setelah sempat mendapat perawatan 24 jam.

Jenazah Eka disemayamkan di rumah neneknya di Jalan Bersama Gang Amal Medan Tembung, Selasa (20/3) pagi pukul 10.00 WIB. Usai salat zuhur, jenazah eka dikebumikan di Taman Pemakaman Muslim tak jauh dari rumah neneknya.(btr/gus/jon)