Home Blog Page 13737

Berlanjut dalam The Resurrection

The Passion of the Christ

Setelah delapan tahun suksesnya film The Passion of the Christ garapan Mel Gibson, seorang produser dan promotor Hollywood, David Wood, berencana untuk menghadirkan film baru tentang Yesus yang merupakan kelanjutan dari film The Passion of the Christ.

Jika film The Passion of the Christ bercerita tentang 12 jam terakhir kehidupan Yesus, maka film baru yang akan diproduksi oleh Wood akan bercerita tentang detik-detik kebangkitan Yesus dan peristiwa-peristiwa yang terjadi 40 hari setelah kebangkitan itu.

Rencananya, film Wood ini akan diberi judul The Resurrection. Menurut Wood, film barunya tersebut unik dalam banyak hal.”Kekuatan sejati Kekristenan adalah kebangkitan Yesus. Meskipun kita semua tahu bahwa Kristus disalibkan bagi dosa-dosa kita, tetapi kekuatan sejatinya adalah kebangkitan-Nya, yang adalah kekuatan kita sebagai orang Kristen yang sesungguhnya. Kisah kedua ini (The Resurrection, red) berbicara tentang hal itu. Ia akan bercerita tentang kasih dan pengharapan. Sebuah cerita yang jauh lebih positif.” Ungkap Wood.

Proses pengerjaan film ini juga akan berbeda dibanding film-film Hollywood pada umumnya. Wood, yang menyebut dirinya mendapatkan visi dari TUHAN, mengatakan bahwa ia akan memulai dari memasarkan film ini terlebih dahulu di antara komunitas Kristen. “Rencananya bulan-bulan mendatang dan sisa tahun akan dimanfaatkan untuk memberitahu gereja Kristen dan dunia bahwa film ini akan hadir,” kata Wood.

“Kami percaya bahwa Mel (Gibson) telah melakukan suatu pekerjaan yang besar dengan (film) ‘The Passion’ yang telah menyatukan gereja. Ini adalah langkah berikutnya untuk secara global membawa semua gereja ke dalam satu halaman, sebab gereja seperti raksasa yang sedang tidur dan perlu untuk dibangunkan. Dunia ini membutuhkan pengharapan dan kasih, dan itulah yang diajarkan oleh Tuhan dan Yesus.”

Lebih jauh, menurut Wood, pendistribusian film ini juga unik, tidak hanya akan ditayangkan di bioskop-bioskop tetapi juga akan ditayangkan secara live streaming ke gereja-gereja, rumah-rumah, sekolah-sekolah serta semua jenis komputer dan perangkat-perangkat yang ada di genggaman di seluruh dunia.(per/jc)

Simpan Dendam karena Diabaikan Orangtua

Duma Riris Silalahi, Runner Up 1 Putri Indonesia 2007

Anda mungkin pernah mendengar nama Duma Riris Silalahi. Ia adalah  wakil dari Sumatera Utara dalam ajang Puteri Indonesia 2007. Pada ajang ini, wanita yang akrab dipanggil Duma ini menyabet gelar Runner Up 1 Putri Indonesia 2007. Wanita kelahiran Balige, 20 September 1983 tersebut adalah anak ketiga dari enam bersaudara, dan menjadi anak tengah ternyata memiliki derita tersendiri baginya.

“Anak tengah itu biasanya tidak diperhatikan,” tutur Duma kepada Solusi Life. “Mungkin yang paling diperhatikan itu anak pertama atau akhir. Tapi ngga bisa disalahin juga, karena kita enam bersaudara, jadi mungkin mereka ngga bisa ngebagi kasih sayang mereka sama. Walaupun kalau ditanya mereka akan menjawab, ‘Sama kok, kita sayang semuanya.’ Cuman yang aku rasain itu sebagai anak tengah kurang diperhatikan. Sampai belajar membaca saja, mama atau papa ngga pernah ngajarin, tapi bisa sendiri. Positifnya aku jadi anak yang mandiri. Kalau adik aku harus diajarin, aku mengerjakan PR sesusah apapun, kalau aku masih bisa sendiri, aku ngga akan minta tolong.”
Selain kurang diperhatikan, yang lebih menyakitkan lagi bagi Duma, ia merasa dibedakan dari kakak-kakaknya.

“Kadang dibedain dengan kakakku yang paling besar, Mungkin dia dibelikan dua baju, aku cuma satu. Atau aku turunan dari dia, misalnya dia udah gede, terus bajunya dikasih ke aku. Dia dibelikan yang baru. Yang kayak gitu, sebagai anak kecil akan kritis. Pada saat itu aku berpikir, ‘Kok mama-papa kaya gitu sih? Aku dikasih yang sisa-sisa… Kenapa sih aku ngga diperhatiin? Kenapa sih kalau pembagian sesuatu aku selalu yang paling sedikit..?’ Hal itu menimbulkan dendam aja sama orang tua aku. Benci banget, sampe itu yang diinget terus sama aku. Kadang-kadang aku nangis diem-diem, walaupun sebenernya aku masih sayang sama mereka.”

Rasa sakit hati ini dirasakan Duma sejak ia masih kecil hingga bertumbuh remaja. Tapi suatu hari, saat Duma duduk di bangku SMA langkahnya menuntun dirinya kepada sebuah perubahan hidup.
“Saat itu aku SMA dan ketemu dengan sebuah persekutuan. Aku minta ijin sama orangtua kalau aku mau ikutan disitu. Waktu itu kebaktiannya setiap hari Jumat. Saat itu aku suka dengan ayat yang berbunyi, ‘Serahkanlah segala kekuatiranmu, sebab Dia yang memelihara kamu.’ Setiap kali aku kuatir tidak dikasih yang sepantasnya, aku cuma mikir kalau aku punya Tuhan. Di SMA ini aku bisa benar-benar ngga dendam lagi. Aku juga benar-benar minta maaf sama Tuhan. Begitu aku mulai hidup baru aku, aku sudah ngga dendam lagi. Benar-benar ajaib, aku ngga benci lagi tapi malah sayang. Dari biasanya aku nuntut, ‘Bajunya beliin juga dong..!’ Hati aku jadi lapang gitu, ‘Udah, ngga apa-apa sama kakak aja.’ Itu ngga pura-pura, tapi benar-benar datang dari hati.”

Apa sebenarnya yang menjadi dasar perubahan sikap hati Duma ini?
“Disitu (persekutuan) aku benar-benar ngerti kalau orang Kristen itu harus menerima Yesus secara pribadi. Kalau dulu aku Kristen, ya Kristen.. Dan aku ngga tahu Kristen itu apa sih sebenarnya. Untuk masuk sorga itu sebenarnya harus gimana sih? Itu ngga pernah diajarin. Disitu (persekutuan) aku bertumbuh. Aku jadi orang yang lebih baik. Pribadinya juga lebih baik, sehingga bisa mengampuni dan hidupku jadi lebih bahagia serta lebih bersyukur,” demikian Duma menutup kesaksiannya. (*)

Pendataan e-KTP di Deliserdang Sudah 70 Persen

LUBUKPAKAM- Pendataan e-KTP di Kabupaten Deliserdang sudah mencapai 70 persen dari jumlah penduduk 1.100.355 jiwa. Sementara sisanya, 30 persen atau 250 ribu jiwa, ditargetkan selesai sebelum akhir April mendatang.

Menurut Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Deliserdang, Yusuf Siregar belum rampungnya pendataan e-KTP ini disebabkan minimnya peralatan yang dimiliki. Dari 99 peralatan yang dijanjikan, cuma 77 unit yang direalisasikan.

“Kendalanya di peralatan, belum semuanya terpasang. Tentu itu dapat mengganggu proses rekam data,” kata Yusuf Siregar kepada wartawan, Jumat (30/3).
Karenanya, untuk mempercepat pendataan, maka membuat program mobile computer. Peralatan e-KTP di kecamatan diangkut ke desa-desa yang jaraknya terpencil dari pusat kecamatan.

“Itu salah satu cara untuk mempercepat pendataan di masyarakat, sampai ke desa-desa, diterapkan di Tanjungmorawa, Percut Sei Tuan, Sunggal dan Lubukpakam,” kata Yusuf. Dilanjutkanya, Kecamatan Gunung Meriah tercepat melakukan pelaksanan pendataan, hampir 98 persen dari penduduk sudah mendaftarkan diri.

Disebutkannya, penyebab warga masih ada yang luput ikut program  e-KTP, karena belum menyebarnya secara merata undangan panggilan yang disebarkan oleh pihak kelurahan. (btr)

Tak Sepaham, Ketua PAC Hanura Binjai Barat Dipecat

BINJAI- Aksi penolakan kenaikan harga BBM yang dilakukan DPC Partai Hanura Kota Binjai berujung pada perpecahan. Ketua PAC Partai Hanura Binjai Barat Juliadi Mustafa alias Adi Comel dipecat dari jabatannya diduga karena bebeda pendapat dengan Ketua DPC Partai Hanura Kota Binjai Legianto Spd.
Tak terima dengan pemecatan itu, Adi Comel berencana mengadukan persoalan tersebut ke DPW Partai Hanura Sumut. “Kita liat saja siapa nanti yang harus di berhentikan,” kata Adi Comel.

Menurutnya, pemecatan yang dilakukan terhadap dirinya tidak beralasan dan menunjukkan sikap arogansi ketua DPC. Bahkan, dia menuding pengurus DPC Hanura Kota Binjai tidak paham AD/ART partai.

Seharusnya, kata Adi, sesuai AD/ART partai, untuk memecat anggota harus melalui prosedur yang ada. Di antaranya dengan memberikan peringatan hingga surat teguran. “Jangankan peringatan, teguranpun tak ada. Tiba-tiba langsung dipecat,” kata Adi Comel.

Dia mengakui, ada ketidaksepahaman antara dirinya dengan ketua DPC Hanura Kota Binjai saat mengikuti rapat seputar rencana aksi kenaikan BBM. Saat itu, karena kesal dengan sikap ketua DPC Hanura Binjai, Adi sempat melontarkan kata-kata akan mengundurkan diri jika dipimpin ketua partai yang tak mau menerima masukan dari anggota. Ternyata, pernyataan lisan itu di jadikan alat untuk memberhentikan dirinya oleh ketua partai.
Sekretaris DPC Hanura Binjai Leriadi, saat dikonfirmasi menepis semua tuduhan Adi Comel. Menurut Leriadi, surat pemberhentian tersebut merupakan pengabulan pengunduran diri yang disampaikan Adi Comel dan sudah sesuai prosedur.

“Saya tegaskan, itu bukan pemecatan, tapi pengabulan permintaan pengunduran diri. Dalam AD/ART, hal itu tidak bertentangan. Perlu diketahui, permintaan Juliadi disampaikannya secara lisan dan disaksikan oleh pengurus PAC,” ucap Leriadi.(dan)

Lagi Nyabu, Dua Pelajar SMP Diamankan

BINJAI- Dua pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Binjai, AF (14) warga Tandam, dan RP (15) warga Aspera, Kelurahan Satria, Kecamatan Binjai Kota, diamankan petugas kepolisian. Pasalnya, keduanya tertangkap basalah sedang menikmati narkoba jenis sabu-sabu di Aspera, Kelurahan Satria, Kecamatan Binjai Kota, tepat di belakang rumah warga, Selasa (27/3), sore pukul 16.00 WIB. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sisa satu paket sabu-sabu.

Menurut keterangan AF, yang didampingi ibunya, Ros (40), saat menjelani pemeriksaan, Jumat (30/3), ia baru satu kali memakai sabu-sabu. “Baru kali inilah saya pakai sabu Bang. Itupun, karena diajak teman,” ujar AF tertunduk di sebelah ibunya.

Lebih jauh dijelaskan AF, pertama kali ia memakai sabu, berawal saat berkenalan dengan Aseng (18), di sebuah warnet. “Waktu itu saya kenalan sama Aseng. Terus, setelah lama kenal, saya diajak untuk pompa. Saya tanya, apa itu pompa? Terus dijawabnya, udahlah, sekerang uang kau ada berapa? Karena saya penasaran, akhirnya saya berikan uang Rp70 ribu. Setelah itu, dia pergi dan saya diminta untuk menunggu,” ungkap AF, yang mengaku tidak tahu di mana tempat tinggal Aseng.

Selanjutnya, sambung AF, berselang beberapa menit, Aseng kembali dan mengajak AF ke Aspera. “Begitu kami sampai di Aspera, tepat di belakang rumah warga. Aseng membuka sebuah barang yang dibungkus dengan plastik. Setelah itu, barang itu dihisapnya. Setelah dia menghisap, barulah saya disuruhnya untuk menghisap barang itu. Karena penasaran, akhirnya saya hisap juga. Ketika saya menghisapnya, lidah saya terasa pahit,” terang AF.
Berselang beberapa hari, Aseng kembali menemui AF di warnet. Lagi-lagi, Aseng mengajak AF. “Saya lakukan perbuatan ini dua kali. Yang kedua ini, saya mengeluarkan uang Rp100 ribu dan Aseng kembali membeli barang tersebut. Perbuatan yang kedua ini, saya lakukan bersama A (17) pelajar SMA dan RD. Setelah barang itu dibeli, kami kembali menghisap di tempat yang sama. Ketika kami ingin selesai, polisi datang dan menangkap kami,” ujar AF, yang masih duduk di Kelas III SMP.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Binjai, AKP Achiruddin Hasibuan kepada Sumut Pos membenarkan penangkapan itu. “Iya, memang kita ada mengamankan dua orang anak yang memakai sabu. Tapi, kedua anak itu tidak kita tahan, karena masih di bawah umur. Dan hal itu sudah diatur dalam undang-undang. Sehingga, kita hanya melanjutkan perkaranya, dan kedua anak itu akan kita serahkan kepada orangtuanya masing-masing,” tegas AKP Achiruddin. (dan)

Diduga Ilegal, 5 Ton Minah Diamankan

BINJAI- Diduga tak memiliki izin, truk BK 9382 LO yang mengangkut minyak tanah (minah) milik salah satu perusahaan pengolahan minyak tanah di Padang Tualang Langkat, diamankan petugas Sat Reskrim Polres Binjai saat melintas di Jalan T Amir Hamzah, Tandem,  Binjai Utara, Kamis (29/3) malam. Ketika diamankan, petugas mendapati barang bukti berupa empat buah piber dan satu buah drum berisi 5 ton minah.
Sopir dan dua kernet truk tersebut yakni, Jumingan, Wiwin, dan Aspriadi, ketiganya warga Tanjung Pura, Langkat juga diamankan petugas untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Aris Fianto saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah mengamankan minyak tersebut, saat melakukan operasi Dian. “Kini, tiga tersangka yang kita amankan masih menjalani pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan, minyak ini akan dibawa ke Kisaran,” terang AKP Aris.
Menyikapi diamankannya minyak tanah dari perusahaan pengolahan minyak milik masyarakat ini, Humas PT Exindo H Binsar Simatupang selaku pengelola resmi atas minyak tersebut mengatakan, minyak yang dikelola oleh masyarakat itu, dapat membahayakan masyarakat yang menggunakannya. “Penyulingan yang dilakukan masyarakat itu dilakukan secara tradisioanl sehingga minyak tanah itu belum steril sepenuhnya dari kandungan minyak lain seperti bensin. Sehingga, ketika dipakai bisa menyebabkan kebakaran,” jelas Binsar.(dan)

Tiga Ton BBM Diamankan dari Kilang Padi

TEBING TINGGI- Petugas Polres Tebingtinggi kembali mengamankan 2 ton Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dari dua kilang pengolahan padi, Jumat (30/3).

Dua ton BBM itu, disimpan di gudang kilang padi yang terletak di samping SPBU di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Tambangan, Kota Tebingtinggi dengan menggunakan 10 buah drum berkapasitas 200 liter.

Pemilik kilang padi, Marsyah Amoy, warga Kota Tebingtinggi mengatakan, BBM yang ditimbunnya didapat dari para pengecer yang membeli ke SPBU dengan harga Rp5 ribu perliter. Dia mengaku ketakutan tidak mendapatkan BBM jelang kenaikan harga BBM yang berimbas pada tidak berjalannya mesin penggilangan padi miliknya.

Sebelumnya, Kamis (29/3) petang, sekira pukul 18.00 WIB, petugas mengerebek kilang padi Hasil Jaya di Dusun II, Desa Binjai, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai dan berhasil mengamankan 1 ton BBM jenis solar yang ditimbun dalam lima buah drum dan empat jeriken.
Kapolres Tebingtinggi AKBP Andi Rian Djajadi melalui Kasat Reskrim AKP Lili Astono mengaku, 3 ton lebih BBM jenis solar ini, diamankan dari dua kilang padi. Guna kepentingan hukum, pemilik kilang padi dan barang bukti diamankan ke Mapolres Tebingtinggi.

“Kita masih melakukan pemeriksaan terhadap pemilik sekaligus penimbun BBM. Apabila hasil pemeriksaan mereka melanggar ketentuan undang-undang migas akan dituntut dengan ancaman empat tahun penjara,” terang Kasat Reskrim, AKP Lili Astono. (mag-3)

Seri di Akhir Putaran Pertama

PSMS vs Persija

DELISERDANG- PSMS ditahan imbang oleh Persija Jakarta 3-3 pada laga penutup putaran pertama ISL, di Stadion Baharoeddin Siregar Lubukpakam Deliserdang, Jumat sore (30/3).

Hasil imbang itu membuat skuad Suharto AD ini mengemas 21 poin dari 17 laga. Pertandingan ini juga ibarat kemenangan, karena skuad ini belum gajian tiga bulan dan harus melakoni laga bukan di Stadion Teladan, karena pemindahan venue terkait demo.
Pada babak pertama, Persija sempat membahayakan gawang PSMS pada menit 2. Ismed Sofyan melepaskan tendangan bebas namun bisa diblok Markus Haris Maulana.

Pertandingan dengan tensi tinggi ini, mampu dimanfaatkan PSMS yang unggul terlebih dahulu lewat gol indah Osas Marvelous Saha pada menit 4. Pemain Nigeria ini melepaskan tendangan salto usai menerima umpan dari Luis Pena dari sisi kiri gawang Persija dan mengubah skor menjadi 1-0.

Ketinggalan satu gol, Persija berusaha terus menyerang. Menit 12, Pedro Javier melepaskan tendangan langsung ke gawang PSMS, tapi melenceng.
Satu menit kemudian, giliran gelandang PSMS, Zulkarnain mengeksekusi tendangan dari umpan Inkyun, namun melambung di atas gawang Galih Sudaryono. Pelatih Persija, Iwan Setiawan, mengubah skuadnya pada menit 22 dengan menarik Reza Agamal dan memasukkan Leo Saputra. PSMS sendiri nyaris menambah keunggulan pada menit 32, setelah tendangan pemain Korea Inkyun Oh dari tendangan bebas membentur tiang gawang Persija.

Keasyikan menyerang, Ayam Kinantan-julukan PSMS, malah kebobolan pada injury time menit 45. Kapten Persija, Bambang Pamungkas dengan bebas di sisi kiri gawang PSMS melepaskan tendangan langsung. Kiper PSMS, Markus Haris Maulana bersama back hanya bisa memandang bola tersebut mendarat di gawang. Skor langsung berubah menjadi 1-1 hingga babak pertama usai.

Selanjutnya babak kedua, kembali Bambang Pamungkas mencetak gol untuk Persija. Pada menit 49 memanfaatkan umpan Ismed Sofyan. Kedudukan menjadi 2-1 untuk tim tamu. Usai gol tersebut, PSMS mengganti kiper. Pada 53, Markus Haris Maulana diganti dengan Edy Kurnia.
Dominasi Bambang Pamungkas terus berlanjut, saat mencetak gol ketiganya alias hattrick pada menit 70 memanfaatkan umpan Robert Pugliara dari sisi kanan gawang PSMS. Skor berubah menjadi 1-3 untuk tim Macan Kemayoran tersebut.
Namun, berselang tiga menit kemudian, menit 73, PSMS berhasil memperkecil ketinggalannya. Kali ini, kembali melalui Osas Saha dan kedudukan menjadi 2-3 untuk PSMS.
Pertandingan yang kian ketat, membuat benturan antar-pemain tak terelakkan. Anton Samba dan Bambang Pamungkas terlibat adu argumen dan sempat menghentikan laga selama satu menit. Pertandingan terus berjalan tempo tinggi. Serangan PSMS terus, PSMS berhasil menyamakan skor menjadi 3-3 pada menit 89 melalui Nico Malau setelah terjadi kemelut di gawang Persija. Skor ini bertahan hingga usai. (saz)

BBM Batal Naik 1 April

Perubahan Harga Ditunda Enam Bulan

JAKARTA-Voting pengambilan keputusan dalam rapat paripurna DPR, Sabtu (31/3) dinihari, telah berakhir. Sebanyak 83 anggota dewan memilih opsi pertama, yakni harga BBM tidak mengalami kenaikan, sebagaimana tercantum di pasal 7 ayat 6 RUU APBN-P 2012.

Sementara, sebanyak 366 anggota dewan memilih opsi kedua, yakni setuju pasal 7 ayat 6 ditambah ayat 6a, yang berbunyi, dalam hal harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude oil Price/ICP) dalam kurun waktu berjalan mengalami kenaikan atau penurunan lebih dari 15 persen, dari ICP yang diasumsikan dalam APBN Perubahan Tahun Anggaran 2012, Pemerintah berwenang melakukan penyesuaian harga BBM bersubsidi dan kebijakan pendukungnya. Dengan catatan di pasal penjelasan, ini kenaikan dan penurunan yang terjadi adalah dalam kurun enam bulan.

Dengan hasil voting itu, Ketua DPR Marzuki Alie yang memimpin sidang lantas menyatakan, opsi kedua resmi menjadi keputusan paripurna. “Maka opsi kedua yang menjadi keputusan DPR. Apakah disetujui?” tanya Marzuki, yang disambut jawaban koor setuju.

Sebelumnya, saat masih berlangsung voting, seluruh anggota Fraksi Hanura dan Fraksi PDIP, walk out, meninggalkan ruang sidang. Untuk anggota Fraksi Gerindra, yang juga tegas memilih opsi pertama, tetap berada di ruang paripurna. Begitu pun seluruh anggota Fraksi PKS.

Seorang anggota dewan menginterupsi Marzuki, agar Marzuki menjelaskan maksud dari opsi kedua itu. Hanya saja, Marzuki tidak mau menjelaskan. Lantas, anggota dewan itu sendiri yang menjelaskan.

“Bahwa dengan ospi kedua, maka berarti bahwa dalam waktu dekat tidak ada kenaikan harga BBM. Ini penting, karena rakyat harus tahu di balik keputusan ini. Perlu juga diketahui, semangat yang pilih opsi dua adalah, tidak setuju kenaikan harga BBM, tapi memberikan diskresi kepada pemerintah, sesuai dengan ketentuan ini,” ujarnya.

Dengan diputuskannya opsi kedua ini, maka bisa dipastikan rencana pemerintah menaikkan harga BBM, yakni premium menjadi Rp6000 per liter, mulai 1 April 2012, gagal. Pasalnya, dalam 6 bulan ini kenaikan rata-rata ICP masih 10,94 persen dari ICP yang diasumsikan dalam APBN Perubahan Tahun Anggaran 2012 sebesar US$105 per barel.

Angka kenaikan itu belum memenuhi syarat sebagaimana tertuang di opsi kedua. Pemerintah belum punya kewenangan menaikkan harga BBM dalam kondisi sekarang ini.

PDIP: Itu Pasal Siluman

Sebelum pemungutan suara (voting), agenda pengesahan RAPBN Perubahan 2012 kemarin ditempuh dengan lobi yang berlarut-larut. Forum lobi yang dibuka mulai pukul 16.30 tersebut ditempuh setelah fraksi-fraksi koalisi pemerintahan menyampaikan variasi usul yang cukup beragam dalam klausul pasal 7 ayat 6a.

Pasal tersebut memuat klausul persyaratan pemberian kewenangan pemerintah untuk menaikkan harga BBM. Sedangkan tiga fraksi oposisi, yakni FPDIP, Fraksi Gerindra, dan Fraksi Hanura, tegas menolak dimasukkannya tambahan ayat tersebut.
Legislator Fraksi PDIP Maruarar Sirait mengatakan, ayat tambahan tersebut hanya siasat untuk tetap menaikkan harga BBM. “Itu pasal siluman,” kata Maruarar.

Menurut dia, harga minyak mentah Indonesia (ICP) sepanjang Maret telah mencapai USD 126 per barel. Karena itu, dengan deviasi 20 persen sekalipun, pemerintah masih bisa menaikkan harga BBM. Asumsi ICP dalam RAPBNP 2012 ditetapkan USD 105 per barel.
Sementara itu, dalam sidang paripurna kemarin siang, sikap resmi Fraksi Partai Demokrat terkait kenaikan harga BBM disampaikan langsung oleh putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga Sekjen DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro. Inilah momentum pertama terdengarnya suara Ibas -begitu dia biasa disapa, di dalam sidang paripurna.

Sekalipun hanya membaca teks yang sudah disediakan, Ibas masih terlihat sedikit kaku. ‘Inilah masa yang berat dan tidak mudah bagi Partai Demokrat. Mudah disalahpersepsikan, seolah-olah tidak berpihak kepada rakyat,’ kata Ibas.

Dia menambahkan Fraksi Partai Demokrat kini memang pada posisi yang paling tidak populer. Namun, sekeras apapun tantangan yang dihadapi, Ibas menegaskan Partai Demokrat senantiasa berfikir jernih dan rasional.

Terlebih dalam mencari solusi yang paling baik untuk menyelematkan ekonomi nasional. ‘Dengan segala resiko politik, termasuk mengorbankan citra dan pencitraan, Partai Demokrat mendukung kebijakan dan langkah pemerintah untuk menyelamatkan ekonomi nasional,’ ujar Ibas yang langsung disambut sorakan dari arah balkon.

Ibas lantas menegaskan catatan dari fraksinya. Ketika ada kenaikan harga BBM, rakyat miskin dan rakyat yang berpenghasilan rendah harus dilindungi dan diberikan bantuan. ‘Ini mutlak dan harga mati,’ ujar anggota Komisi I DPR, itu.

Partai Demokrat, imbuh Ibas, mendukung bantuan dan perlindungan masyarakat. ‘Berupa bantuan langsung sementara, beasiswa miskin, raskin (beras untuk rakyat miskin, Red), dan bantuan transportasi,’ katanya. (pri/sof/dyn/bay/agm/jpnn)

Hasil Voting di Senayan

Pendukung Penambahan Ayat 6a Pasal 7, 356 suara

“Artinya, pemerintah dapat melakukan penyesuaian harga BBM bersubsidi”

  • Partai Demokrat:  148 Suara
  • Golkar: 106 Suara
  • PAN:  46 Suara
  • PPP:  38 Suara
  • PKB:  28 Suara

Pendukung Pasal 7 tanpa Tambahan, 83 Suara
“Artinya, pemerintah tidak boleh menaikkan harga BBM”

  • PKS:  57 Suara
  • Gerindra:   26 Suara

Meninggalkan Sidang (walkout), 111 Suara

  • PDIP:                94 kursi
  • Hanura:            17 kursi

Permainan Sudah Maksimal

Hasil imbang 3-3 PSMS saat menjamu Persija di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam, Jumat (30/3) disambut luar biasa oleh tim pelatih. “Hasil imbang ini sangat maksimal. Karena, karena kita bagai masuk rumah orang tanpa tahu situasi. Tapi, pemain bermain dengan sangat termotivasi,” ujar asisten pelatih PSMS, Roekinoy usai pertandingan.

Skuad PSMS yang sejatinya menyandang predikat tuan rumah. Namun label itu terpaksa terampas, saat venue pertandingan dipindah dari Stadion Teladan menuju Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam. Perpindahan ini diputuskan Kamis (29/3) malam, sehingga baik PSMS dan Persija belum menguji lapangan tersebut.  “Target kita masuk sepuluh besar memang belum tercapai. Tapi kita puas melihat anak-anak bisa melaksanakan tiap pertandingan dengan baik,” lanjut Roekinoy. PSMS kini masih mengemas 21 poin dari 17 partai.

Dalam pertandingan ini, PSMS harus kehilangan Markus pada babak kedua menit 53 saat dia harus bertabrakan dengan Bambang Pamungkas. PSMS harus bermain dengan kiper kedua, Edi Kurnia. “Markus cedera, kepalanya terkena lutut Bambang. Dia pusing dan setelah dari sini akan kita bawa ke rumah sakit,” ungkapnya.

Soal ketiga gol Persija yang merupakan Hattrick Bambang Pamungkas,  Roekinoy menjelaskan memang tidak terlepas dari kurang penjagaan terhadap kapten Persija tersebut. “Gol-gol Persija terjadi, karena sempat kita kurang press dan cover, sehingga bola mengalir dari kiri ke kanan dari lawan bisa begitu bebas. Bola-bola silang Persija sangat efektif. Persija bermain bagus, sangat terarah saat menciptakan peluang,” ungkapnya.

Saat ketinggalan 1-3, kata Roekinoy, keputusan manajemen menggantikan Inkyun Oh dan memasukkan Nico Malau pada menit 73, murni untuk mengejar ketinggalan. “Memang gol-gol Persija ada kesalahan di belakang, khususnya wingback, Rahmad tidak bermain seperti lawan PSPS. Sementara Inkyun juga tidak maksinmal di tengah. Tapi kita butuh gol, dan akhirnya kami memutuskan memasukkan striker. Dan dengan tiga striker, kita berhasil mengejar ketinggalan,” tuturnya.(saz)