24 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 13743

Diduga Teroris Diburu

JAKARTA – Polisi masih memburu kelompok pembacok polisi dalam jaringan Tangerang Selatan (Tangsel). Sementara itu, dua orang yang tewas, yakni Hendra dan Dede, kemarin dibawa ke RS Polri untuk diidentifikasi.
“Total tertangkap hidup tiga orang, tewas dua orang,” ujar Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombespol Rikwanto di Jakarta kemarin.

Dari pemeriksaan tersangka yang bisa dibekuk, muncul dua nama, yakni N dan P. “Mereka otaknya, masih dikejar tim di lapangan,” katanya.

Mantan Kapolres Klaten, Jateng, tersebut memastikan bahwa dua orang yang tewas itu ikut dalam kelompok yang membacok polisi di Bekasi. “Mereka melakukan perlawanan dengan menembak petugas. Jadi, itu sesuai prosedur,” terang Rikwanto.
Dua orang tersebut tewas setelah tim buser Polda Metro Jaya dan Densus 88 Polri menggerebek sebuah rumah di Pondok Aren, Tangsel, Jumat (30/3) dini hari. Penyidik menemukan revolver, buku, serbuk mesiu, dan aluminium foil.
Secara terpisah, peneliti Research Centre for Terrorism and Security Rakyan Adibrata menilai bahwa jaringan yang diurai polisi makin samar. “Tidak jelas apakah mereka itu perampok, pembacok, atau kelompok teroris,” ujar dia. (rdl/c11/nw)

Wajah Tidak Mirip, namun Punya Selera yang Sama

Bocah Kembar yang Lahir dengan Beda Warna Kulit

Kasus bayi atau bocah kembar beda kulit atau warna termasuk jarang terjadi. Sejauh ini hanya dijumpai satu di antara sejuta kasus kelahiran bayi kembar yang memiliki kulit berbeda. Meski begitu, perbedaan itu tak mesti membuat si kembar punya selera yang berlainan.

Kian dan Remee menjadi contoh. Dalam usia menjelang tujuh tahun, dua bocah perempuan kembar tersebut seolah hampir tak memiliki kemiripan. Saat ini si kembar tinggal bersama ibu mereka, Kylee Hodgson, di kota kecil Dudley, kawasan West Midlands, atau sekitar 18 kilometer sebelah barat Birmingham, kota terpadat kedua di Inggris setelah London.

Kian yang bermata besar memiliki kulit dan rambut hitam. Saudara kembarnya, Remee, bermata biru, berambut pirang, serta memiliki kulit lebih pucat. Dua bocah tersebut lahir dengan selisih waktu hanya semenit. Kian dan sang adik yang lebih muda 60 detik itu lahir lewat operasi caesar pada April 2005. Kelahiran dua bocah kembar tersebut sempat membuat orang kagum dan tercengang. Mereka pun muncul di halaman koran Daily Mail ketika belum genap berusia setahun.
Kembar beda warna atau kulit itu merupakan satu di antara sejuta kasus kelahiran bayi kembar. Itu terjadi akibat kombinasi gen dari orang tua mereka. Sang ibu dua bocah tersebut maupun si ayah, Remi Horder, sama-sama punya orang tua yang berbeda kulit. Ibu mereka berkulit putih, sedangkan ayah Hodgson dan Horder sama-sama berkulit hitam.

Maka, lahirlah dua gadis kecil kembar yang lucu dengan dua warna kulit yang berbeda. Mendekari usia mereka yang ke-7, dua bocah itu tidak pernah bertanya soal perbedaan kulit mereka atau mengapa mereka tidak terlihat mirip.
“Mereka merupakan contoh sempurna soal bagaimana seharusnya,” ujar Hodgson kepada Daily Mail, Jumat lalu (30/3). “Mereka tidak terganggu dan terusik dengan warna kulit mereka yang berbeda. Itu juga bukan masalah besar seperti yang mungkin dilihat setiap orang. (Beda kulit) tak penting sama sekali bagi mereka,” tambahnya.

Hodgson, 25, mengenang masa ketika dia kali pertama menatap langsung bayi kembarnya itu setelah melahirkan mereka. “Saya perhatikan mereka memiliki sepasang mata biru yang cantik,” tuturnya. “Tetapi, rambut Remme saat itu blonde (pirang). Rambut Kian hitam dan berkulit lebih gelap. Bagi saya, mereka adalah anak-anak yang normal. Saya pikir mereka akan terlihat sama seiring berjalannya waktu,” paparnya.

Meski begitu, waktu justru kian memperjelas perbedaan mereka. Mata Kian berubah warna dan kulitnya kian gelap. Warna kulit Remee menjadi lebih terang. Rambutnya yang keriting tetap pirang. Yang tidak mengagetkan, Hodgson sempat mendengar celetukan soal siapa orang tua mereka ketika dia menempatkan dua bayinya itu dalam keranjang secara berdampingan.

“Orang-orang juga bertanya mengapa saya memakaikan baju yang sama kepada mereka,” cerita Hodgson. “Saya pun menjawab: karena mereka memang kembar. Awalnya, saya agak jengkel dengan sikap dan pertanyaan itu. Tetapi, para tetangga sudah tahu bahwa mereka bayi kembar dan menerimanya. Hanya orang asing dan warga dari luar yang tidak tahu,” paparnya.

Beda kulit tak sepenuhnya membuat Kian dan Remee berbeda. Mereka memiliki selera yang sama. Mereka sama-sama suka menari dan bernyanyi. Selera musik mereka juga mirip. Musisi favorit mereka adalah rapper asal New York, Nicki Minaj, dan bintang pop Rihanna.

Jika Kian cinta pada binatang, Remme justru lebih suka memasak. Keduanya juga sekolah di kelas yang berbeda. Namun, seperti halnya kebanyakan orang kembar, mereka memiliki kedekatan intuitif. “Mereka sangat dekat dan tak terpisahkan,” ujar Hodgson yang telah berpisah dengan suaminya. “Jika salah seorang tidak bisa memakai sepatu, saudaranya akan membantu. Mereka terkadang melakukan hal yang sama pada saat bersamaan, termasuk bersin secara bersama-sama. Kian bertambah usia mereka, mereka justru saling membantu dan mengajar satu dengan yang lain. Mereka tak pernah memperhatikan warna kulit mereka,” tandasnya. (dailymail/cak/dwi)

Jangan Rusak Minyak dan Anggur

Pdm. Edison Sinurat STh

Wahyu 6:5-6

Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketiga, aku mendengar makhluk yang ketiga berkata: “Mari!” Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hitam dan orang yang menungganginya memegang sebuah timbangan di tangannya. Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: “Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu.”

Hasil sidang paripurna DPR yang berakhir alot Sabtu dinihari, mengindikasikan bahwa kenaikan harga BBM  berpotensi untuk dinaikkan pemerintah. Dapat dipastikan bahwa harga-harga bahan pokok akan mengalami kenaikan, bahkan sudah naik pada beberapa jenis.

Kesulitan-kesulitan ekonomi tidak bisa terhindarkan. Gereja Tuhan beruntung dan bersyukur bahwa Alkitab telah menubuatkan sebelumnya hal-hal yang akan terjadi sehingga kita dapat mengantisipasinya dan lebih banyak bergantung kepada pemeliharaan Tuhan.

Minyak dan anggur tidak akan dirusakkan, ini berbicara tentang umat Tuhan yang hidup takut akan Tuhan dan selalu bergantung akan kasih setia Tuhan akan dipelihara oleh Tuhan sendiri. Dalam situasi kelaparan tersebut, dalam situasi sulit yang tak terhindarkan, gereja Tuhan ada di dalam tangan Tuhan, haleluyah.

Kitab Wahyu bagi sebagian orang adalah kitab yang sukar dipahami dan menakutkan. Tetapi sesungguhnya kitab itu dituliskan Yohanes (murid Yesus) oleh ilham Roh diperuntukkan bagi kita gereja Tuhan di akhir zaman ini. Berbahagia atau diberkatilah orang yang membacanya (pasal 1:3). Di dalamnya sarat dengan tanda-tanda menjelang hari kedatangan Yesus Kedua kali.

Keadaan akhir zaman ditandai dengan datangnya masa yang sukar seperti dinyatakan dalam 2 Timotius 3:16 “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.” Kesukaran yang melanda dunia ini akan semakin terasa di hari-hari ke depan sampai pada puncaknya yaitu saat Antikristus berkuasa di bumi ini sesaat sebelum kedatangan Yesus Kristus kedua kali. Yesus Kristus berkata dalam Markus 13:8, “Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan. Akan terjadi gempa bumi di berbagai tempat, dan akan ada kelaparan.” Dalam terjemahan bahasa Inggris berkata, “And there will be earthquakes in various places, and there will be famines and troubles.” akan ada kelaparan dan huru-hara.” Dimana ada bala kelaparan, di situ akan terjadi huru-hara. Demonstrasi menentang kenaikan BBM telah merebak di seantero nusantara bahkan sampai tengah malam pada saat sidang paripurna DPR.

Menurut kitab Wahyu pasal 6 ayat 5-6 yaitu pada pembukaan materai yang ketiga akan terjadi kelaparan dan kesulitan ekonomi yang begitu dahsyat. Digambarkan dengan ‘secupak gandum sedinar’ dengan pengertian upah kerja seorang dalam satu hari hanya dapat membeli kebutuhan pangan untuk dirinya sendiri. Ini tentu sangat memberatkan bagi keluarga yang berjumlah banyak. Seorang kepala rumah tangga akan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup istri dan anak-anaknya.
Kebutuhan pokok menghilang, barang mewah justru melimpah pada saat itu, tetapi orang tidak akan mencari barang mewah pada waktu kelaparan.

Namun dalam Mazmur 33:8-9 “Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.” Dipelihara oleh Tuhan pada masa kelaparan. Begitulah kehidupan orang yang percaya dan takut akan Tuhan.

Puji Tuhan, Tuhan menjamin kehidupan orang yang dekat kepada-Nya, yang takut akan Dia, yang berharap akan kasih setia-Nya. Pada masa kelaparan dipelihara-Nya mereka. Tentu masih kita ingat peristiwa seorang janda di Sarfat yang bertahan hidup pada masa tiga setengah tahun kelaparan di Israel. Hal yang sama akan dilakukan Tuhan bagi kita, haleluyah.(*)

BBM Naik, Tarif Manggung Naik

Citra Skolastika

Jika ada selebritis Indonesia yang terpengaruh dengan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) maka salah satu orang itu adalah Citra Skolastika. Menurut wanita jebolan ajang pencarian bakat di televisi ini, kenaikan harga BBM pasti berdampak kepada pendapatannya.

“Iya dong, semuanyakan jadi naik. Nggak hanya sandang pangan aja tapi juga semuanya. Make up, bedak, jadi wajar kalau tarif manggung harus naik,” ujarnya wanita yang aktif sebagai pemazmur dan juga salah satu ketua Mudika (muda mudi Katolik) ini.

Meski begitu, wanita bernama lengkap Skolastika Citra Kirana Wulan ini menyatakan bahwa kenaikan tarif manggungnya akan disesuaikan dengan kenaikan harga BBM. “Ya naiknya sesuai dengan berapa persen naiknya harga BBM aja, segitu tarifnya naik,” ungkap gadis yang saat di Yogyakarta dulu, ia beribadah di Paroki Minomartani ini.(bbs)

Berlanjut dalam The Resurrection

The Passion of the Christ

Setelah delapan tahun suksesnya film The Passion of the Christ garapan Mel Gibson, seorang produser dan promotor Hollywood, David Wood, berencana untuk menghadirkan film baru tentang Yesus yang merupakan kelanjutan dari film The Passion of the Christ.

Jika film The Passion of the Christ bercerita tentang 12 jam terakhir kehidupan Yesus, maka film baru yang akan diproduksi oleh Wood akan bercerita tentang detik-detik kebangkitan Yesus dan peristiwa-peristiwa yang terjadi 40 hari setelah kebangkitan itu.

Rencananya, film Wood ini akan diberi judul The Resurrection. Menurut Wood, film barunya tersebut unik dalam banyak hal.”Kekuatan sejati Kekristenan adalah kebangkitan Yesus. Meskipun kita semua tahu bahwa Kristus disalibkan bagi dosa-dosa kita, tetapi kekuatan sejatinya adalah kebangkitan-Nya, yang adalah kekuatan kita sebagai orang Kristen yang sesungguhnya. Kisah kedua ini (The Resurrection, red) berbicara tentang hal itu. Ia akan bercerita tentang kasih dan pengharapan. Sebuah cerita yang jauh lebih positif.” Ungkap Wood.

Proses pengerjaan film ini juga akan berbeda dibanding film-film Hollywood pada umumnya. Wood, yang menyebut dirinya mendapatkan visi dari TUHAN, mengatakan bahwa ia akan memulai dari memasarkan film ini terlebih dahulu di antara komunitas Kristen. “Rencananya bulan-bulan mendatang dan sisa tahun akan dimanfaatkan untuk memberitahu gereja Kristen dan dunia bahwa film ini akan hadir,” kata Wood.

“Kami percaya bahwa Mel (Gibson) telah melakukan suatu pekerjaan yang besar dengan (film) ‘The Passion’ yang telah menyatukan gereja. Ini adalah langkah berikutnya untuk secara global membawa semua gereja ke dalam satu halaman, sebab gereja seperti raksasa yang sedang tidur dan perlu untuk dibangunkan. Dunia ini membutuhkan pengharapan dan kasih, dan itulah yang diajarkan oleh Tuhan dan Yesus.”

Lebih jauh, menurut Wood, pendistribusian film ini juga unik, tidak hanya akan ditayangkan di bioskop-bioskop tetapi juga akan ditayangkan secara live streaming ke gereja-gereja, rumah-rumah, sekolah-sekolah serta semua jenis komputer dan perangkat-perangkat yang ada di genggaman di seluruh dunia.(per/jc)

Simpan Dendam karena Diabaikan Orangtua

Duma Riris Silalahi, Runner Up 1 Putri Indonesia 2007

Anda mungkin pernah mendengar nama Duma Riris Silalahi. Ia adalah  wakil dari Sumatera Utara dalam ajang Puteri Indonesia 2007. Pada ajang ini, wanita yang akrab dipanggil Duma ini menyabet gelar Runner Up 1 Putri Indonesia 2007. Wanita kelahiran Balige, 20 September 1983 tersebut adalah anak ketiga dari enam bersaudara, dan menjadi anak tengah ternyata memiliki derita tersendiri baginya.

“Anak tengah itu biasanya tidak diperhatikan,” tutur Duma kepada Solusi Life. “Mungkin yang paling diperhatikan itu anak pertama atau akhir. Tapi ngga bisa disalahin juga, karena kita enam bersaudara, jadi mungkin mereka ngga bisa ngebagi kasih sayang mereka sama. Walaupun kalau ditanya mereka akan menjawab, ‘Sama kok, kita sayang semuanya.’ Cuman yang aku rasain itu sebagai anak tengah kurang diperhatikan. Sampai belajar membaca saja, mama atau papa ngga pernah ngajarin, tapi bisa sendiri. Positifnya aku jadi anak yang mandiri. Kalau adik aku harus diajarin, aku mengerjakan PR sesusah apapun, kalau aku masih bisa sendiri, aku ngga akan minta tolong.”
Selain kurang diperhatikan, yang lebih menyakitkan lagi bagi Duma, ia merasa dibedakan dari kakak-kakaknya.

“Kadang dibedain dengan kakakku yang paling besar, Mungkin dia dibelikan dua baju, aku cuma satu. Atau aku turunan dari dia, misalnya dia udah gede, terus bajunya dikasih ke aku. Dia dibelikan yang baru. Yang kayak gitu, sebagai anak kecil akan kritis. Pada saat itu aku berpikir, ‘Kok mama-papa kaya gitu sih? Aku dikasih yang sisa-sisa… Kenapa sih aku ngga diperhatiin? Kenapa sih kalau pembagian sesuatu aku selalu yang paling sedikit..?’ Hal itu menimbulkan dendam aja sama orang tua aku. Benci banget, sampe itu yang diinget terus sama aku. Kadang-kadang aku nangis diem-diem, walaupun sebenernya aku masih sayang sama mereka.”

Rasa sakit hati ini dirasakan Duma sejak ia masih kecil hingga bertumbuh remaja. Tapi suatu hari, saat Duma duduk di bangku SMA langkahnya menuntun dirinya kepada sebuah perubahan hidup.
“Saat itu aku SMA dan ketemu dengan sebuah persekutuan. Aku minta ijin sama orangtua kalau aku mau ikutan disitu. Waktu itu kebaktiannya setiap hari Jumat. Saat itu aku suka dengan ayat yang berbunyi, ‘Serahkanlah segala kekuatiranmu, sebab Dia yang memelihara kamu.’ Setiap kali aku kuatir tidak dikasih yang sepantasnya, aku cuma mikir kalau aku punya Tuhan. Di SMA ini aku bisa benar-benar ngga dendam lagi. Aku juga benar-benar minta maaf sama Tuhan. Begitu aku mulai hidup baru aku, aku sudah ngga dendam lagi. Benar-benar ajaib, aku ngga benci lagi tapi malah sayang. Dari biasanya aku nuntut, ‘Bajunya beliin juga dong..!’ Hati aku jadi lapang gitu, ‘Udah, ngga apa-apa sama kakak aja.’ Itu ngga pura-pura, tapi benar-benar datang dari hati.”

Apa sebenarnya yang menjadi dasar perubahan sikap hati Duma ini?
“Disitu (persekutuan) aku benar-benar ngerti kalau orang Kristen itu harus menerima Yesus secara pribadi. Kalau dulu aku Kristen, ya Kristen.. Dan aku ngga tahu Kristen itu apa sih sebenarnya. Untuk masuk sorga itu sebenarnya harus gimana sih? Itu ngga pernah diajarin. Disitu (persekutuan) aku bertumbuh. Aku jadi orang yang lebih baik. Pribadinya juga lebih baik, sehingga bisa mengampuni dan hidupku jadi lebih bahagia serta lebih bersyukur,” demikian Duma menutup kesaksiannya. (*)

Pendataan e-KTP di Deliserdang Sudah 70 Persen

LUBUKPAKAM- Pendataan e-KTP di Kabupaten Deliserdang sudah mencapai 70 persen dari jumlah penduduk 1.100.355 jiwa. Sementara sisanya, 30 persen atau 250 ribu jiwa, ditargetkan selesai sebelum akhir April mendatang.

Menurut Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Deliserdang, Yusuf Siregar belum rampungnya pendataan e-KTP ini disebabkan minimnya peralatan yang dimiliki. Dari 99 peralatan yang dijanjikan, cuma 77 unit yang direalisasikan.

“Kendalanya di peralatan, belum semuanya terpasang. Tentu itu dapat mengganggu proses rekam data,” kata Yusuf Siregar kepada wartawan, Jumat (30/3).
Karenanya, untuk mempercepat pendataan, maka membuat program mobile computer. Peralatan e-KTP di kecamatan diangkut ke desa-desa yang jaraknya terpencil dari pusat kecamatan.

“Itu salah satu cara untuk mempercepat pendataan di masyarakat, sampai ke desa-desa, diterapkan di Tanjungmorawa, Percut Sei Tuan, Sunggal dan Lubukpakam,” kata Yusuf. Dilanjutkanya, Kecamatan Gunung Meriah tercepat melakukan pelaksanan pendataan, hampir 98 persen dari penduduk sudah mendaftarkan diri.

Disebutkannya, penyebab warga masih ada yang luput ikut program  e-KTP, karena belum menyebarnya secara merata undangan panggilan yang disebarkan oleh pihak kelurahan. (btr)

Tak Sepaham, Ketua PAC Hanura Binjai Barat Dipecat

BINJAI- Aksi penolakan kenaikan harga BBM yang dilakukan DPC Partai Hanura Kota Binjai berujung pada perpecahan. Ketua PAC Partai Hanura Binjai Barat Juliadi Mustafa alias Adi Comel dipecat dari jabatannya diduga karena bebeda pendapat dengan Ketua DPC Partai Hanura Kota Binjai Legianto Spd.
Tak terima dengan pemecatan itu, Adi Comel berencana mengadukan persoalan tersebut ke DPW Partai Hanura Sumut. “Kita liat saja siapa nanti yang harus di berhentikan,” kata Adi Comel.

Menurutnya, pemecatan yang dilakukan terhadap dirinya tidak beralasan dan menunjukkan sikap arogansi ketua DPC. Bahkan, dia menuding pengurus DPC Hanura Kota Binjai tidak paham AD/ART partai.

Seharusnya, kata Adi, sesuai AD/ART partai, untuk memecat anggota harus melalui prosedur yang ada. Di antaranya dengan memberikan peringatan hingga surat teguran. “Jangankan peringatan, teguranpun tak ada. Tiba-tiba langsung dipecat,” kata Adi Comel.

Dia mengakui, ada ketidaksepahaman antara dirinya dengan ketua DPC Hanura Kota Binjai saat mengikuti rapat seputar rencana aksi kenaikan BBM. Saat itu, karena kesal dengan sikap ketua DPC Hanura Binjai, Adi sempat melontarkan kata-kata akan mengundurkan diri jika dipimpin ketua partai yang tak mau menerima masukan dari anggota. Ternyata, pernyataan lisan itu di jadikan alat untuk memberhentikan dirinya oleh ketua partai.
Sekretaris DPC Hanura Binjai Leriadi, saat dikonfirmasi menepis semua tuduhan Adi Comel. Menurut Leriadi, surat pemberhentian tersebut merupakan pengabulan pengunduran diri yang disampaikan Adi Comel dan sudah sesuai prosedur.

“Saya tegaskan, itu bukan pemecatan, tapi pengabulan permintaan pengunduran diri. Dalam AD/ART, hal itu tidak bertentangan. Perlu diketahui, permintaan Juliadi disampaikannya secara lisan dan disaksikan oleh pengurus PAC,” ucap Leriadi.(dan)

Lagi Nyabu, Dua Pelajar SMP Diamankan

BINJAI- Dua pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Binjai, AF (14) warga Tandam, dan RP (15) warga Aspera, Kelurahan Satria, Kecamatan Binjai Kota, diamankan petugas kepolisian. Pasalnya, keduanya tertangkap basalah sedang menikmati narkoba jenis sabu-sabu di Aspera, Kelurahan Satria, Kecamatan Binjai Kota, tepat di belakang rumah warga, Selasa (27/3), sore pukul 16.00 WIB. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sisa satu paket sabu-sabu.

Menurut keterangan AF, yang didampingi ibunya, Ros (40), saat menjelani pemeriksaan, Jumat (30/3), ia baru satu kali memakai sabu-sabu. “Baru kali inilah saya pakai sabu Bang. Itupun, karena diajak teman,” ujar AF tertunduk di sebelah ibunya.

Lebih jauh dijelaskan AF, pertama kali ia memakai sabu, berawal saat berkenalan dengan Aseng (18), di sebuah warnet. “Waktu itu saya kenalan sama Aseng. Terus, setelah lama kenal, saya diajak untuk pompa. Saya tanya, apa itu pompa? Terus dijawabnya, udahlah, sekerang uang kau ada berapa? Karena saya penasaran, akhirnya saya berikan uang Rp70 ribu. Setelah itu, dia pergi dan saya diminta untuk menunggu,” ungkap AF, yang mengaku tidak tahu di mana tempat tinggal Aseng.

Selanjutnya, sambung AF, berselang beberapa menit, Aseng kembali dan mengajak AF ke Aspera. “Begitu kami sampai di Aspera, tepat di belakang rumah warga. Aseng membuka sebuah barang yang dibungkus dengan plastik. Setelah itu, barang itu dihisapnya. Setelah dia menghisap, barulah saya disuruhnya untuk menghisap barang itu. Karena penasaran, akhirnya saya hisap juga. Ketika saya menghisapnya, lidah saya terasa pahit,” terang AF.
Berselang beberapa hari, Aseng kembali menemui AF di warnet. Lagi-lagi, Aseng mengajak AF. “Saya lakukan perbuatan ini dua kali. Yang kedua ini, saya mengeluarkan uang Rp100 ribu dan Aseng kembali membeli barang tersebut. Perbuatan yang kedua ini, saya lakukan bersama A (17) pelajar SMA dan RD. Setelah barang itu dibeli, kami kembali menghisap di tempat yang sama. Ketika kami ingin selesai, polisi datang dan menangkap kami,” ujar AF, yang masih duduk di Kelas III SMP.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Binjai, AKP Achiruddin Hasibuan kepada Sumut Pos membenarkan penangkapan itu. “Iya, memang kita ada mengamankan dua orang anak yang memakai sabu. Tapi, kedua anak itu tidak kita tahan, karena masih di bawah umur. Dan hal itu sudah diatur dalam undang-undang. Sehingga, kita hanya melanjutkan perkaranya, dan kedua anak itu akan kita serahkan kepada orangtuanya masing-masing,” tegas AKP Achiruddin. (dan)

Diduga Ilegal, 5 Ton Minah Diamankan

BINJAI- Diduga tak memiliki izin, truk BK 9382 LO yang mengangkut minyak tanah (minah) milik salah satu perusahaan pengolahan minyak tanah di Padang Tualang Langkat, diamankan petugas Sat Reskrim Polres Binjai saat melintas di Jalan T Amir Hamzah, Tandem,  Binjai Utara, Kamis (29/3) malam. Ketika diamankan, petugas mendapati barang bukti berupa empat buah piber dan satu buah drum berisi 5 ton minah.
Sopir dan dua kernet truk tersebut yakni, Jumingan, Wiwin, dan Aspriadi, ketiganya warga Tanjung Pura, Langkat juga diamankan petugas untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Aris Fianto saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah mengamankan minyak tersebut, saat melakukan operasi Dian. “Kini, tiga tersangka yang kita amankan masih menjalani pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan, minyak ini akan dibawa ke Kisaran,” terang AKP Aris.
Menyikapi diamankannya minyak tanah dari perusahaan pengolahan minyak milik masyarakat ini, Humas PT Exindo H Binsar Simatupang selaku pengelola resmi atas minyak tersebut mengatakan, minyak yang dikelola oleh masyarakat itu, dapat membahayakan masyarakat yang menggunakannya. “Penyulingan yang dilakukan masyarakat itu dilakukan secara tradisioanl sehingga minyak tanah itu belum steril sepenuhnya dari kandungan minyak lain seperti bensin. Sehingga, ketika dipakai bisa menyebabkan kebakaran,” jelas Binsar.(dan)