23 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 13742

BBM dan Rokok di Warung Kopi

Iwan Junaidi

KEMBALI, sebuah warung kopi menjadi tempat persinggahan paling ideal, saat kerongkongan minta dibasuh, sementara uang disaku hanya tinggal cekak.
Tak perlu berkecil hati dengan kondisi ini, karena ternyata hampir rata-rata orang yang berada di warung kopi itu memiliki nasib yang tak lebih baik dari pada akun
Tanpa bermaksud menyombongkan diri, sebuah meja di pojokan kanan menjadi pilihan agar dapat menyeruput kopi dengan santai.

Tak sampai lima menit berada di pojokan tadi, seorang bapak mengantarkan segelas kopi yang kupesan, sembari mempersilahkanku untuk menyeruputnya.

Belum sempat aku menikmati kopi tadi, tepat di depanku seorang bapak, yang ternyata seorang sopir mengeluarkan uneg-unegnya kepada temannya yang berusia lebih muda.
“Bah, untung aja tadi nampakku si Ucok itu. Kalo tidak, barangkali sudah ditangkap polisi dia karena ikut-ikutan demo. Setengah mati awak mencari uang, tak taunya anak awak tak belajar, tapi ikut demo,” sungut si bapak tadi sembari menghisap rokoknya dalam-dalam.

Selanjutnya si bapak yang mengaku tak tahu tentang dunia politik, berkata bahwa dirinya pun tak setuju jika harga BBM dinaikkan. Alasannya, kebijakan itu akan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat kecil.
“Tak usahlah cerita ada be’elte-be’elte itu. Entah kek mana caranya pun awak tak tau. Tak pernah awak rasakan manfaatnya. Jadi, kalaupun awak tak dapat, mudah-mudahan aja yang dapat adalah orang-orang yang lebih susah dari awak, bukan bapak-bapak yang kaya-kaya itu,” bilang si bapak itu kepada kawannya.

Cerita terus berlanjut, bahkan semakin ramai orang yang nimbrung ikut pembicaraan si bapak. Dari awalnnya hanya mereka berdua, kini enam orang pengunjung lainnya yang berada tepat di samping meja si bapak pun telah ikut-ikutan berkomentar.

“Sudahlah bang, selo-selo ajalah abang kalo tak suka BBM naik. Becakap kali pun abang, siapa pulak yang mau mendengar abang,” timpal seorang pria berhidung pesek , sembari melangkah ke meja si bapak untuk mengambil sebatang rokok yang ada di sana.

“He… Udin tau kau berapa jumlah uang yang disiapkan untuk BLT itu? Yang kubaca di Koran jumlahnya Rp25 triliun, coi. Kalau memang orang-orang yang kayak aku ini (malu ngaku miskin) tak dapat, bagusan uang itu dipakai aja untuk buat pabrik. Biar tau pulak awak kerja di sana, dari pada setiap hari pening kepala awak mikirin setoran,” bilang si Bapak.

Ya, terkait besarnya anggaran yang siapkan untuk BLT itu, tak ayal menyeruak ke permukaan tudingan, jika kebijakan menaikkan harga BBM adalah sebuah upaya untuk mengatrol popularitas salah satu partai politik, dan bukan atas dasar ingin meringankan beban negara. Ups…

Terlepas apapun alasan yang sesungguhnya, cerita tentang BBM memang kisah yang seksi untuk terus diikuti. Tak terkecuali oleh bapak-bapak yang setiap hari mengisi waktu luangnya di warung kopi, tempat aku nongkrong sekarang ini.
“Bah… udah habis sebungkus rokok aku kelen buat. Padahal kalo uang rokok itu dibelikan BBM udah dapat dua liter.  Arghhhh… Besok mintak sebungkus lagi, sekalian ko itung berapa bon aku ya,” teriak si bapak kepada pemilik warung, sembari menggeleng-gelengkan kepalanya  tatkala menyadari, jika harga sebungkus rokok ternyata dua kali lebih mahal dari pada harga seliter BBM. (*)

*Redaktur Pelaksana Sumut Pos

Sumut Hujan dan Rawan Longsor

Terjadi hingga Dua Hari ke Depan

MEDAN- Cuaca buruk disertai awan dan hujan akan terjadi hingga dua hari ke depan di Sumatera Utara (Sumut). “Hingga dua hari ke depan cuaca hujan seperti ini akan terjadi, setelah itu, cuaca akan normal kembali di mana suhu akan kembali panas,” kata Kepala Data & Informasi BMKG Wilayah I Stasiun Bandara Polonia Medan, Hartanto, Sabtu (31/3) pagi di ruang kerjanya.

Menurutnya, cuaca panas akan terjadi kembali hingga minggu pertama April 2012. “Kalau untuk banjir di saat hujan seperti ini, hingga dua hari ke depan tak ada karena hujan turunya secara merata. Begitu juga di Medan tak ada banjir,” bebernya.
Untuk hujan yang disertai dengan angin kencang, Hartanto mengatakan, agar warga tetap waspada juga dengan cuaca hujan disertai angin kencang karena sewaktu-waktu bisa terjadi.
“Untuk Medan sendiri hujannya merata dan daerah-daerah yang turun hujan seperti ini, hingga dua hari ke depan diantaranya Langkat, Deli Serdang dan Binjai,” ucapnya.

Daerah yang rawan longsor, sebutnya kembali, daerah yang rawan longsor itu merupakan daerah Pantai Barat. “Adapun daerah yang rawan longsor itu Mandailing Natal, Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah karena itu merupakan daerah perlerengan dan perbukitan,” akunya.

Hujan disertai dengan angin kencang berpotensi terjadi di Medan, Langkat, Binjai, Deliserdang dan daerah yang berada di daerah pegunungan. “Kepada warga agar tetap waspada juga daerah yang sebutkan tadi karena potensi hujan disertai angin kencang masih ada,” ujarnya.

Untuk suhu sendiri, Hartanto menuturkan, suhu hingga dua hari ke depan saat musim hujan seperti ini masih dikisaran 30-31 derajatcelcius.
“Untuk suhu saat panas itu berada pada kisaran 34-35 derajat celcius,” pungkasnya.
Hartanto menghimbau, kepada warga agar tetap waspada terutama kepada warga Sumut. “Waspadai saat hujan yang turun menjelang sore dan malam harinya. Genangan-genangan air pada daerah Pantai Timur dan Medan agar segera diperhatikan karena itu bisa mengganggu juga,” ungkapnya.(jon)

Harga Sembako Harus Diturunkan

MEDAN- Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) mengambil kebijakan terkait harga-harga kebutuhan pokok yang terlanjur naik sebelum rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dari pemerintah pusat.
Pemprovsu dengan tegas meminta agar harga bahan kebutuhan, terutama sembilan bahan pokok (sembako), untuk diturunkan dan distabilkan kembali.

Penegasan itu dikemukakan Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu Gatot Pujo Nugroho, di Gubernuran Medan, Sabtu (31/3).
Pada kesempatan itu, Gatot menyatakan, pihaknya segera berkoordinasi dengan semua instansi maupun pihak kompeten antara lain, Dinas Perindag dan jajaran serta mitra kerjanya, Bulog, Pertamina, Organda dan semua pihak terkait, untuk segera membahas hal tersebut.

“Memang ada kecenderungan kenaikan harga barang dalam beberapa hari ini, terlebih saat mulai maraknya unjukrasa beberapa hari ini. Sekarang harga BBM tidak jadi naik, sehingga harga barang harus kita stabilkan kembali. Jadi kita akan bicarakan ini secara simultas termasuk akan memanggil distributor dan agen-agen besar komoditas masyarakat,” tegasnya.

Berdasarkan amatan wartawan koran ini, harga ikan segar pada tingkat pedagang di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Gabion Belawan masih bertahan setelah sempat terjadi kenaikkan sebelum ditundanya rencana kenaikkan bahan bakar minyak (BBM) 1 April.

“Sampai hari ini harga ikan sama dengan harga seminggu sebelumnya, padahal sebelum ditundanya kenaikan harga BBM harga kebutuhan melaut terjadi kenaikkan lebih dulu, yang pekan lalu nelayan sudah menaikkan harga ikan,” ungkap, Sartin (57) seorang pedagang ikan saat ditemui Sumut Pos di Gabion Belawan, Sabtu (31/3) siang.

Ia menjelaskan, ikan tongkol saat ini dijual pedagang dengan kisaran harga Rp16.000 per kg, gembung kuring Rp22.000 per kg, selayang Rp16.000 per kg, gembung kedah Rp18.000 per kg, pari Rp14.000 per kg, gulama Rp6000 per kg, biji nangka Rp5000 per kg dan tamban Rp6000 per kg.

“Diperkirakan dua hari ke depan harga ikan baru akan naik, ini dikarenakan terjadinya pasang air laut besar saat memasuki 15 hari bulan. Saat itu bulan juga terang, dan ini sudah dapat dipastikan tangkapan nelayan sedikit, karena ikan tak ada kalau lagi terang bulan,” bebernya.

Menurut dia, pada saat terjadi gelombang tinggi akibat dari perubahan musim tersebut, kerap dialami para nelayan sebanyak dua kali dalam satu bulan. Kalau sudah seperti ini tak jarang pula para nelayan lebih memilih menggantungkan (tambat) kapal penangkap ikannya di sekitar pinggiran tangkahan di kawasan tangkahan PPS Gabion Belawan.

“Yang dikatakan musim paceklik bagi nelayan sebulan terjadi dua kali, setiap 15 hari dan 30 hari dalam se bulan. Dan ini akan terjadi kurang dari seminggu. Dan kalau cuaca seperti itu jelas mengakibatkan terjadinya naik-turun harga ikan,” ucapnya.

Begitu juga dengan harga sejumlah komoditi holtikultura ditingkat pasar tradisional  masih relatif  stabil. Pantawan wartawan koran ini di lapangan, Sabtu (31/3), tidak terjadi transaksi harga jual-beli yang  cukup signifikan.
Harga beberapa komoditi holtikultura, andalan Kabupaten Karo per kilogramnya, diantaranya,  cabai Rp11-13 ribu. tomat Rp2.800-Rp3.000, kubis Rp900-Rp1.000, kentang Rp2.700-Rp2.800, buncis Rp1.700-Rp1.800, wartel Rp1.600-Rp1.700.

Harga daun sop Rp 5.000-Rp5.300, brokoly Rp1.300-Rp1.500, sayur putih Rp 800, sayur pahit Rp 1.000, kol bunga Rp 2.700-2.800, dan bawang prei Rp4.000-Rp4.200. Sementara sehari sebelumnya, harga tanaman ditingkat penjualan petani tidak jauh berbeda dengan hari Sabtu.

Pasaran harga ditingkat jual petani di pasar tradisional pada Jumat (30/3), cabai Rp10 ribu-Rp11 ribu. tomat Rp2.300-Rp2.500, kubis Rp700-Rp800, kentang Rp2.700-Rp2.800, buncis Rp1.700-Rp1.800, wartel Rp1.600-Rp1.700.
Harga daun sop Rp5.000-Rp5.300, brokoly Rp1.200-Rp1.300, sayur putih Rp800, sayur pahit Rp1.000, kol bunga Rp2.500-Rp2.600, dan bawang prei Rp4.000- Rp4.200.  Menurut sejumlah pedagang  yang ditemui, harga berdasarkan tersebut berdasarkan  hukum ekonomi atas permintaan dan  kebutuhan barang.(ari/mag-17/wan)

Tahan Kabur Belum Terendus Poldasu

MEDAN-Dua tahanan Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) yang kabur, setelah merusak ventilasi udara jeruji besi ruang tahanan polisi (RTP) IV Dit Tahti Polda Sumut, pada (19/3) yang lalu, hingga kini belum berhasil diringkus.
Hal tersebut dibenarkan Kasubdit PID Poldasu, AKBP MP Nainggolan saat ditemui, Sabtu (31/3) tadi. Nainggolan mengatakan hingga hari ini Poldasu masih terus melakukan pencarian. “Sampai hari ini tim kita masih mencari, hanya saja kita belum berhasil menemukan keberadaan mereka berdua”, ujar Nainggolan. Saat disinggung sudah sejauh mana pencarian saat ini, Nainggolan mengatakan tim dari Polda sudah mencari hingga ke Aceh, tempat dimana kedua tahanan yang kabur berdomisili. “Tim sudah cari ke Aceh, tempat dimana kedua tahanan berasal”, tambah Nainggolan.

Seperti diberitakan, dua tahanan Polda Sumut, Syaiful Amri alias Cek Pul (39) penduduk Dusun Bahagia, Desa Meundang Ara, Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur, dan Wahyudi alias Tengku Agam (35) penduduk Dusun Satik, Desa Labuhan Keude, Kecamatan Sungai Raya, Aceh Timur, melarikan diri setelah menggergaji jeruji besi ventilasi, Senin (19/3) sekira pukul 4.00 WIB dini hari.
Keduanya merupakan tersangka kasus kepemilikan senjata api ilegal sehingga dijerat Undang-undang Darurat No 12 Tahun 1951. Mereka ditangkap personel Polres Langkat saat razia di Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di Kecamatan Hinai, perbatasan Sumut-Aceh, 8 Januari lalu.

Saat itu, polisi menemukan dua pucuk senjata api jenis FN Tanfoglio buatan Italia No AB 20861 Cal 9×19 MM, berikut 11 butir peluru dan jenis FN No 411279 beserta tujuh butir peluru di mobil mereka, yang saat itu hendak bertujuan ke Belawan, Medan. (yod/jpnn)

Tertangkap Basah Curi Sepeda Motor Polisi

LUBUKPAKAM-Dua tersangka pencurian kendaraan bermotor (curanmor), Khairuddin Lubis (50) warga Jalan Bersama Gang SMA No 18 Kecamatan Percut Seituan dan Erwin Serius Purba (38) warga Jalan Kemiri Gang Seroja, Helvetia, babak-belur dihajar massa di Dusun Segitiga Desa Aras Kabu, Kecamatan Beringin, Deliserdang, Sabtu (31/3), sekitar pukul 07.30 wib. Keduanya tertangkap basah warga saat hendak mencuri sepeda motor  Honda Vario BK3934 MAD Solut Matic milik anggota Polres Deliserdang, Jimmi Tarigan (34).

Amuk massa itu berawal saat Jimmi Tarigan selesai menjalankan tugas dinas di Polres Deliserdang. Sebelum menuju pulang ke rumah di Desa Bangun Sari Kecamatan Tanjung Morawa, Jimmi singgah ke sebuah pondok di Dusun Segitiga Desa Aras Kabu untuk beristirahat. Jimmi kemudian memarkirkan sepeda motornya di pinggir jalan.

Tidak lama kemudian, muncul dua tersangka dan mengutak-atik kunci kontak sepeda motor korban dengan menggunakan kunci T. Pelaku berhasil mencungkil kunci kontak motor korban namun gagal men-starter-nya.
Warga curiga melihat gelagat kedua pelaku, lalu menghampiri mereka. Gugup saat ditanya, keduanya menjadi bulan-bulanan massa, hingga lembam pada wajah. Korban langsung bangkit dan turut mengamankan tersangka.
Beberapa menit kemudian muncul polisi bernama Samsul Simanjuntak lalu memboyong kedua tersangka ke Polsek Beringin. “Kalau tidak ada polisi, mungkin kedua pelaku sudah dibakar massa,” kata warga.

Selanjutnya kedua pelaku diamankan ke Polsek Beringin untuk menjalani pemeriksaan, berikut barang bukti berupa tiga buah kunci T, empat buah kunci palsu, satu unit sepeda motor Yamaha Xeon BK 3492 ACA yang digunakan tersangka, dan sepeda motor korban Honda Vario. (btr)

Pemenang Lomba Matematika ke Olimpiade Nasional

MEDAN- Selain fokus membina perkembangan olahraga melalui berbagai perlombaan. Kini, untuk kali kedua Yayasan Wiyata Dharma melaksanakan perlombaan bertajuk “Lomba Terampil Matematika tingkat SMP se- Kota Medan.
Dalam kata sambutannya Jhonson Lumbanbatu Ketua Pelaksana Lomba mengatakan tujuan dilakukannya kegiatan yang melibatkan 21 sekolah itu adalah selain peningkatan kemampuan ilmu matematika siswa lomba itu diutamakan untuk meningkatkan kecintaan siswa dalam belajar matematika. “Dari dulu hingga sekarang matematika adalah pelajaran yang paling ditakuti, padahal matematika itu mengasyikkan” katanya.
Lomba itu ternyata sangat diminati oleh setiap sekolah. Ditandai jumlah peserta yang mendaftar sebanyak 161 siswa.

Bagi pemenang lomba ini, posisi juara diraih oleh Baron Liaw dari SMP Budi Murni 3 dengan nilai 162. Juara dua dan tiga berasal sari SMP Methodist 2 yakni Shandy Rianto dengan nilai 147 dan Shania Mustika dengan nilai 129.
Penutupan acara itu dihadiri Syahrial Mpd perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan.

Syahrial mengharapkan setiap siswa yang memenangkan lomba itu akan ikut dalam seleksi Olimpiade Sains Naional pada Mei 2012 mendatang. Di tempat yang sama Ivone selaku Humas Yayasan Wiyata Dharma mengatakan akan membuat kegiatan ini sebagai kalender tahunan yayasan. (mag-10)

Bom Mobil Tewaskan 9 Orang, Ratusan Luka-luka

THAILAND-Tiga serangan bom dalam waktu beberapa menit menewaskan sembilan orang dan mencederai lebih dari 100 orang di kota utama Thailand Selatan, Sabtu (31/3).
Ledakan-ledakan itu menghantam kota Yala. Terjadi ketika para keluarga ke luar rumah untuk berbelanja. Beberapa rumah toko dekat lokasi-lokasi ledakan terbakar dan banyak mobil dan sepeda motor yang diparkir hancur akibat ledakan-ledakan kuat itu.

“Sembilan orang yang tewas dan 112 orang cedera dibawa ke rumah sakit kami,” kata seorang juru rawat di unit gawat darurat rumah sakit Provinsi Yala.
Kementerian Kesehatan Masyarakat mengatakan 10 orang berada dalam kondisi kritis akibat luka bakar.

Kolonel Pramote Promin, juru bicara militer daerah selatan sebelumnya mengatakan jumlah korban tewas tujuh orang dan lebih dari 70 orang cedera. “Ada tiga bom yang meledak, pertama adalah sebuah bom mobil dan bom kedua dan ketiga  disembunyikan di sepeda motor,” terang perwira itu.

Seorang anggota polisi kota Yala menambahkan “bom-bom  meledak selang 10 menit.”

Para petugas penjinak bom terlihat memeriksa reruntuhan mobil  yang hangus terbakar di lokasi bom mobil sementara para petugas pemadam kebakaran memadamkan api.
Para pekerja pertolongan membantu para korban yang berdarah  dan mencari orang-orang yang cedera. Sementara asap melanda jalan itu. “Seorang polisi cedera dalam satu serangan sepeda motor di tempat lain distrik Mae Lan, provinsi tetangga Pattani,” kata polisi.

Ledakan bom di Yala adalah serangan terburuk sejak Januari tahun lalu ketika sembilan orang tewas akibat satu serangan bom di satu desa di Provinsi Yala.(net/jpnn)

Puting Beliung Sapu Empat Desa di Simalungun

20 Rumah Rusak

SIMALUNGUN-Angin puting beliung menyapu empat desa di Kecamatan Hutabayuraja Kabupaten Simalungun, Jumat (30./3) sekira pukul 16.50 WIB sore. Sebanyak 20 rumah mengalami kerusakan, tiga diantaranya porak poranda, tiga rusak sedang  dan 14 rumah rusak ringan.

Keempat desa yang menjadi amuk angin puting beliung itu, yakni Desa Huta Patung, Huta Pulo Bayu, Huta Demak dan Huta Bangun Putih Nagori Pulo Bayu.
Rumah yang mengalami rusak berat adalah milik Oliver Sitohang (40) yang terbuat dari dinding tepas dengan lebar 5 meter dan panjang 7 meter.  Rumah Oliver Sitohang yang dijadikan warung kopi itu rata dengan tanah. Di dalamnya rumahnya penuh dengan barang-barang dagangan.

Selanjutnya rumah semi permanen milik  Elisa Simangunsong (38) yang sekaligus dijadikan Café Belles, kini menjadi miring dan maju 5 meter mendekati jalan raya. Sound system café rusak serta puluhan seng penutup rumah berterbangan ditambah terkena guyuran hujan.

Kemudian rumah milik Rumina br Siregar (56) yang atap sengnya sebanyak 80 lembar berterbangan ke tempat lain. Akibat kejadian tersebut, pemilik rumah mengalami rusak berat terpaksa tinggal di rumah tetangga dan keluarga dekat.
Sementara tiga rumah yang mengami rusak sedang ringan adalah milik Pangulu Pulo Bayu Parpunguan Saragih. Seng penutup rumah sebanyak 30 lembar serta broti juga berterbangan. Kemudian rumah milik  rumah Lamria Purba dan rumah Jones Siregar.

Sedangkan 14 rumah yang mengalami rusak ringan adalah milik Langsi Hutagaol, Osner Sibarani, Jadiaman Sitohang, Faber Sihombing, Fuji Sihotang, Himsar Gultom, Hanna Saragih, Yusniar Nainggolan, Esli Siregar, Panahatan Simanjuntak, Jusman Manurung, Donal Manurung, Rosma Gultom dan Muhammad Sitanggang.

Informasi dihimpun METRO (Group Sumut Pos) dari salah seorang korban Oliver Sitohang mengatakan, sore itu ia sedang berada di rumah melayani pembeli. Saat itu banyak pengunjung di warungnya. Tak berapa lama kemudian, langit yang cerah mulai tampak gelap. Tiba-tiba turun hujan deras disertai angin kencang.

Hujan es yang begitu deras membuat Oliver Sitohang ketakutan. Takut rumahnya tumbang dihantam angin, Oliver pindah ke rumah tetangga. Tak berapa lama kemudian, angin kencang menghantam  rumahnya,   saat itu juga rumahnya yang berdinding nipah tersebut roboh. Namun tak ada pengunjung yang menjadi korban.

Suasana yang sama juga terjadi di café Beles milik Elisa Simangunsong. Banyak botol minuman yang pecah.

Angin puting beliung juga mengganggu acara pesta pernikahan keluarga marga Gultom.  Seng di atas teratak berterbangan sehingga para pengunjung pesta berhamburan.  Setelah hujan reda, acara pesta dilanjutkan dua jam kemudian.
Sabtu (31/3) siang, Dinas sosial Simalungun yang diwakili Kabid Banjamsos Syuaibah Saragih dan Kasi penaggulangan Bencana, Asri Darianty tiba di lokasi dan memberikan bantuan berupa sandang, pangan, selimut, matras dan lain-lain.
Camat Hutabayuraja Riando Purba MSi  bersama Kapospol Hutabayuraja Aiptu M Bangun  dan unsur Muspika lainnya mengunjungi para korban angin puting beliung.  Dihadapan warga , Camat Hutabyuraja Riando Purba mengatakan, agar tetap bersabar. Puting beliung merupakan bencana alam yang kita tidak tahu kapan datangnya.

Demikian juga kepada warga yang rumahnya lolos dari bencana agar sudi meluangkan waktunya untuk bergotong-royong membantu memperbaiki rumah warga yang rusak. (iwa/smg)

Bus Pemkab-BTN Jaya Laga Kambing

SIMALUNGUN-Tabrakan antara Bus BTN Jaya dengan Bus Perintis milik Pemkab Simalungun terjadi di Jembatan Embong Nagori Marjandi Embong Kecamatan Panombeian Panei Sabtu (31/3). Akibatnya, supir bus dan penumpang kedua kendaraan tersebut luka-luka.

Informasi dihimpun METRO (Group Sumut Pos) di lokasi kejadian yakni menyebutkan, kejadian bermula saat Bus BTN Jaya BK 733 TL dengan nomor pintu 888 datang dari arah Saribudolok menuju Siantar sekitar pukul 17.15 WIB. Sekitar 15 meter sebelum jembatan Embong tiba-tiba ban belakang sebelah kiri BTN pecah. Akibatnya laju kendaraan oleng ke kanan. Saat oleng tersebut naas dari arah berlawanan melaju Bus Perintis plat merah BK 9381 T yang dikemudikan Adi Saragih (21) warga Nagori Merek Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun.

Akibatnya tabrakan pun tidak bisa dihindarkan. Akibat tabrakan tersebut penumpang kedua bus naas tersebut mengalami luka-luka. Warga yang melihat kejadian tersebut berusaha menolong korban dengan melarikan ke Rumah Sakit Tentara Pematangsiantar.

Amatan METRO di lokasi kejadian akibat tabrakan tersebut kedua Bus mengalami kerusakan cukup parah. Bagian depan kedua bus tersebut ringsek. Sementara di dalam Bus Perintis tampak banyak darah korban berceceran. Sementara Adi Saragih yang merupakan pengemudi Bus Perintis diketahui merupakan tenaga honorer Dinas Perhubungan yang baru diangkat tahun 2012.

Salahseorang saksi mata bermarga Manurung, kepada METRO mengakui tabrakan tersebut bermula akibat salah satu ban belakang Bus BTN pecah.

Menurut dia, dirinya dengan mengendarai sepedamotor sebelum kejadian melaju searah dengan Bus BTN. “Tadi aku sempat dipotong Bus BTN ini, tiba tiba ban belakangnya pecah, terus jalannya oleng, dan terdengar suara benturan,” katanya. (hot/smg)

Marzuki Alie Sering Salah Ucap

JAKARTA- Ketua DPR RI, Marzuki Alie kerap dikritik saat memimpin sidang paripurna pembahasam RUU APBN Perubahan 2012 di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (30/3) malam.
Tercatat, politikus Partai Demokrat itu melakukan tiga kali kesalahan sehingga dia dihujani hujan interupsi. Pertama, dalam sidang itu, Marzuki sempat salah menyebut nama Fraksi PKS dengan sebutan Partai Keadilan Sosial. Sontak, dia pun langsung diprotes anggota FPKS.

Bahkan, seorang anggota FPKS mendesak Marzuki untuk segera meminta maaf. Marzuki pun akhirnya meminta maaf atas kesalahannya itu, “Saya tadi salah mengucapkan dengan menyebutkan PKS sebagai Partai Keadilan Sosial. Untuk itu saya minta maaf,” kata Marzuki.

Selain itu, Marzuki juga salah mengucapkan nama anggota DPR fraksi Hanura Akbar Faizal. Dia menyebut politikus Hanura itu dengan nama Faizal Akbar.
Tak berhenti sampai di situ, Marzuki pun, kembali diprotes oleh Fraksi PKS saat dia terlupa memaparkan Opsi yang diusulkan PKS. Anggota fraksi PKS pun langsung menghujaninya dengan interupsi. “Opsi yang diusulkan PKS belum disebutkan,” ujar seorang anggota fraksi PKS.

Lagi-lagi Marzuki pun harus membacakan kembali opsi yang diusulkan PKS terkait pembahasan APBNP yang sempat terlewatkan. (net/jpnn)