24 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 13744

Tiga Ton BBM Diamankan dari Kilang Padi

TEBING TINGGI- Petugas Polres Tebingtinggi kembali mengamankan 2 ton Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dari dua kilang pengolahan padi, Jumat (30/3).

Dua ton BBM itu, disimpan di gudang kilang padi yang terletak di samping SPBU di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Tambangan, Kota Tebingtinggi dengan menggunakan 10 buah drum berkapasitas 200 liter.

Pemilik kilang padi, Marsyah Amoy, warga Kota Tebingtinggi mengatakan, BBM yang ditimbunnya didapat dari para pengecer yang membeli ke SPBU dengan harga Rp5 ribu perliter. Dia mengaku ketakutan tidak mendapatkan BBM jelang kenaikan harga BBM yang berimbas pada tidak berjalannya mesin penggilangan padi miliknya.

Sebelumnya, Kamis (29/3) petang, sekira pukul 18.00 WIB, petugas mengerebek kilang padi Hasil Jaya di Dusun II, Desa Binjai, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai dan berhasil mengamankan 1 ton BBM jenis solar yang ditimbun dalam lima buah drum dan empat jeriken.
Kapolres Tebingtinggi AKBP Andi Rian Djajadi melalui Kasat Reskrim AKP Lili Astono mengaku, 3 ton lebih BBM jenis solar ini, diamankan dari dua kilang padi. Guna kepentingan hukum, pemilik kilang padi dan barang bukti diamankan ke Mapolres Tebingtinggi.

“Kita masih melakukan pemeriksaan terhadap pemilik sekaligus penimbun BBM. Apabila hasil pemeriksaan mereka melanggar ketentuan undang-undang migas akan dituntut dengan ancaman empat tahun penjara,” terang Kasat Reskrim, AKP Lili Astono. (mag-3)

Seri di Akhir Putaran Pertama

PSMS vs Persija

DELISERDANG- PSMS ditahan imbang oleh Persija Jakarta 3-3 pada laga penutup putaran pertama ISL, di Stadion Baharoeddin Siregar Lubukpakam Deliserdang, Jumat sore (30/3).

Hasil imbang itu membuat skuad Suharto AD ini mengemas 21 poin dari 17 laga. Pertandingan ini juga ibarat kemenangan, karena skuad ini belum gajian tiga bulan dan harus melakoni laga bukan di Stadion Teladan, karena pemindahan venue terkait demo.
Pada babak pertama, Persija sempat membahayakan gawang PSMS pada menit 2. Ismed Sofyan melepaskan tendangan bebas namun bisa diblok Markus Haris Maulana.

Pertandingan dengan tensi tinggi ini, mampu dimanfaatkan PSMS yang unggul terlebih dahulu lewat gol indah Osas Marvelous Saha pada menit 4. Pemain Nigeria ini melepaskan tendangan salto usai menerima umpan dari Luis Pena dari sisi kiri gawang Persija dan mengubah skor menjadi 1-0.

Ketinggalan satu gol, Persija berusaha terus menyerang. Menit 12, Pedro Javier melepaskan tendangan langsung ke gawang PSMS, tapi melenceng.
Satu menit kemudian, giliran gelandang PSMS, Zulkarnain mengeksekusi tendangan dari umpan Inkyun, namun melambung di atas gawang Galih Sudaryono. Pelatih Persija, Iwan Setiawan, mengubah skuadnya pada menit 22 dengan menarik Reza Agamal dan memasukkan Leo Saputra. PSMS sendiri nyaris menambah keunggulan pada menit 32, setelah tendangan pemain Korea Inkyun Oh dari tendangan bebas membentur tiang gawang Persija.

Keasyikan menyerang, Ayam Kinantan-julukan PSMS, malah kebobolan pada injury time menit 45. Kapten Persija, Bambang Pamungkas dengan bebas di sisi kiri gawang PSMS melepaskan tendangan langsung. Kiper PSMS, Markus Haris Maulana bersama back hanya bisa memandang bola tersebut mendarat di gawang. Skor langsung berubah menjadi 1-1 hingga babak pertama usai.

Selanjutnya babak kedua, kembali Bambang Pamungkas mencetak gol untuk Persija. Pada menit 49 memanfaatkan umpan Ismed Sofyan. Kedudukan menjadi 2-1 untuk tim tamu. Usai gol tersebut, PSMS mengganti kiper. Pada 53, Markus Haris Maulana diganti dengan Edy Kurnia.
Dominasi Bambang Pamungkas terus berlanjut, saat mencetak gol ketiganya alias hattrick pada menit 70 memanfaatkan umpan Robert Pugliara dari sisi kanan gawang PSMS. Skor berubah menjadi 1-3 untuk tim Macan Kemayoran tersebut.
Namun, berselang tiga menit kemudian, menit 73, PSMS berhasil memperkecil ketinggalannya. Kali ini, kembali melalui Osas Saha dan kedudukan menjadi 2-3 untuk PSMS.
Pertandingan yang kian ketat, membuat benturan antar-pemain tak terelakkan. Anton Samba dan Bambang Pamungkas terlibat adu argumen dan sempat menghentikan laga selama satu menit. Pertandingan terus berjalan tempo tinggi. Serangan PSMS terus, PSMS berhasil menyamakan skor menjadi 3-3 pada menit 89 melalui Nico Malau setelah terjadi kemelut di gawang Persija. Skor ini bertahan hingga usai. (saz)

BBM Batal Naik 1 April

Perubahan Harga Ditunda Enam Bulan

JAKARTA-Voting pengambilan keputusan dalam rapat paripurna DPR, Sabtu (31/3) dinihari, telah berakhir. Sebanyak 83 anggota dewan memilih opsi pertama, yakni harga BBM tidak mengalami kenaikan, sebagaimana tercantum di pasal 7 ayat 6 RUU APBN-P 2012.

Sementara, sebanyak 366 anggota dewan memilih opsi kedua, yakni setuju pasal 7 ayat 6 ditambah ayat 6a, yang berbunyi, dalam hal harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude oil Price/ICP) dalam kurun waktu berjalan mengalami kenaikan atau penurunan lebih dari 15 persen, dari ICP yang diasumsikan dalam APBN Perubahan Tahun Anggaran 2012, Pemerintah berwenang melakukan penyesuaian harga BBM bersubsidi dan kebijakan pendukungnya. Dengan catatan di pasal penjelasan, ini kenaikan dan penurunan yang terjadi adalah dalam kurun enam bulan.

Dengan hasil voting itu, Ketua DPR Marzuki Alie yang memimpin sidang lantas menyatakan, opsi kedua resmi menjadi keputusan paripurna. “Maka opsi kedua yang menjadi keputusan DPR. Apakah disetujui?” tanya Marzuki, yang disambut jawaban koor setuju.

Sebelumnya, saat masih berlangsung voting, seluruh anggota Fraksi Hanura dan Fraksi PDIP, walk out, meninggalkan ruang sidang. Untuk anggota Fraksi Gerindra, yang juga tegas memilih opsi pertama, tetap berada di ruang paripurna. Begitu pun seluruh anggota Fraksi PKS.

Seorang anggota dewan menginterupsi Marzuki, agar Marzuki menjelaskan maksud dari opsi kedua itu. Hanya saja, Marzuki tidak mau menjelaskan. Lantas, anggota dewan itu sendiri yang menjelaskan.

“Bahwa dengan ospi kedua, maka berarti bahwa dalam waktu dekat tidak ada kenaikan harga BBM. Ini penting, karena rakyat harus tahu di balik keputusan ini. Perlu juga diketahui, semangat yang pilih opsi dua adalah, tidak setuju kenaikan harga BBM, tapi memberikan diskresi kepada pemerintah, sesuai dengan ketentuan ini,” ujarnya.

Dengan diputuskannya opsi kedua ini, maka bisa dipastikan rencana pemerintah menaikkan harga BBM, yakni premium menjadi Rp6000 per liter, mulai 1 April 2012, gagal. Pasalnya, dalam 6 bulan ini kenaikan rata-rata ICP masih 10,94 persen dari ICP yang diasumsikan dalam APBN Perubahan Tahun Anggaran 2012 sebesar US$105 per barel.

Angka kenaikan itu belum memenuhi syarat sebagaimana tertuang di opsi kedua. Pemerintah belum punya kewenangan menaikkan harga BBM dalam kondisi sekarang ini.

PDIP: Itu Pasal Siluman

Sebelum pemungutan suara (voting), agenda pengesahan RAPBN Perubahan 2012 kemarin ditempuh dengan lobi yang berlarut-larut. Forum lobi yang dibuka mulai pukul 16.30 tersebut ditempuh setelah fraksi-fraksi koalisi pemerintahan menyampaikan variasi usul yang cukup beragam dalam klausul pasal 7 ayat 6a.

Pasal tersebut memuat klausul persyaratan pemberian kewenangan pemerintah untuk menaikkan harga BBM. Sedangkan tiga fraksi oposisi, yakni FPDIP, Fraksi Gerindra, dan Fraksi Hanura, tegas menolak dimasukkannya tambahan ayat tersebut.
Legislator Fraksi PDIP Maruarar Sirait mengatakan, ayat tambahan tersebut hanya siasat untuk tetap menaikkan harga BBM. “Itu pasal siluman,” kata Maruarar.

Menurut dia, harga minyak mentah Indonesia (ICP) sepanjang Maret telah mencapai USD 126 per barel. Karena itu, dengan deviasi 20 persen sekalipun, pemerintah masih bisa menaikkan harga BBM. Asumsi ICP dalam RAPBNP 2012 ditetapkan USD 105 per barel.
Sementara itu, dalam sidang paripurna kemarin siang, sikap resmi Fraksi Partai Demokrat terkait kenaikan harga BBM disampaikan langsung oleh putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga Sekjen DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro. Inilah momentum pertama terdengarnya suara Ibas -begitu dia biasa disapa, di dalam sidang paripurna.

Sekalipun hanya membaca teks yang sudah disediakan, Ibas masih terlihat sedikit kaku. ‘Inilah masa yang berat dan tidak mudah bagi Partai Demokrat. Mudah disalahpersepsikan, seolah-olah tidak berpihak kepada rakyat,’ kata Ibas.

Dia menambahkan Fraksi Partai Demokrat kini memang pada posisi yang paling tidak populer. Namun, sekeras apapun tantangan yang dihadapi, Ibas menegaskan Partai Demokrat senantiasa berfikir jernih dan rasional.

Terlebih dalam mencari solusi yang paling baik untuk menyelematkan ekonomi nasional. ‘Dengan segala resiko politik, termasuk mengorbankan citra dan pencitraan, Partai Demokrat mendukung kebijakan dan langkah pemerintah untuk menyelamatkan ekonomi nasional,’ ujar Ibas yang langsung disambut sorakan dari arah balkon.

Ibas lantas menegaskan catatan dari fraksinya. Ketika ada kenaikan harga BBM, rakyat miskin dan rakyat yang berpenghasilan rendah harus dilindungi dan diberikan bantuan. ‘Ini mutlak dan harga mati,’ ujar anggota Komisi I DPR, itu.

Partai Demokrat, imbuh Ibas, mendukung bantuan dan perlindungan masyarakat. ‘Berupa bantuan langsung sementara, beasiswa miskin, raskin (beras untuk rakyat miskin, Red), dan bantuan transportasi,’ katanya. (pri/sof/dyn/bay/agm/jpnn)

Hasil Voting di Senayan

Pendukung Penambahan Ayat 6a Pasal 7, 356 suara

“Artinya, pemerintah dapat melakukan penyesuaian harga BBM bersubsidi”

  • Partai Demokrat:  148 Suara
  • Golkar: 106 Suara
  • PAN:  46 Suara
  • PPP:  38 Suara
  • PKB:  28 Suara

Pendukung Pasal 7 tanpa Tambahan, 83 Suara
“Artinya, pemerintah tidak boleh menaikkan harga BBM”

  • PKS:  57 Suara
  • Gerindra:   26 Suara

Meninggalkan Sidang (walkout), 111 Suara

  • PDIP:                94 kursi
  • Hanura:            17 kursi

Permainan Sudah Maksimal

Hasil imbang 3-3 PSMS saat menjamu Persija di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam, Jumat (30/3) disambut luar biasa oleh tim pelatih. “Hasil imbang ini sangat maksimal. Karena, karena kita bagai masuk rumah orang tanpa tahu situasi. Tapi, pemain bermain dengan sangat termotivasi,” ujar asisten pelatih PSMS, Roekinoy usai pertandingan.

Skuad PSMS yang sejatinya menyandang predikat tuan rumah. Namun label itu terpaksa terampas, saat venue pertandingan dipindah dari Stadion Teladan menuju Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam. Perpindahan ini diputuskan Kamis (29/3) malam, sehingga baik PSMS dan Persija belum menguji lapangan tersebut.  “Target kita masuk sepuluh besar memang belum tercapai. Tapi kita puas melihat anak-anak bisa melaksanakan tiap pertandingan dengan baik,” lanjut Roekinoy. PSMS kini masih mengemas 21 poin dari 17 partai.

Dalam pertandingan ini, PSMS harus kehilangan Markus pada babak kedua menit 53 saat dia harus bertabrakan dengan Bambang Pamungkas. PSMS harus bermain dengan kiper kedua, Edi Kurnia. “Markus cedera, kepalanya terkena lutut Bambang. Dia pusing dan setelah dari sini akan kita bawa ke rumah sakit,” ungkapnya.

Soal ketiga gol Persija yang merupakan Hattrick Bambang Pamungkas,  Roekinoy menjelaskan memang tidak terlepas dari kurang penjagaan terhadap kapten Persija tersebut. “Gol-gol Persija terjadi, karena sempat kita kurang press dan cover, sehingga bola mengalir dari kiri ke kanan dari lawan bisa begitu bebas. Bola-bola silang Persija sangat efektif. Persija bermain bagus, sangat terarah saat menciptakan peluang,” ungkapnya.

Saat ketinggalan 1-3, kata Roekinoy, keputusan manajemen menggantikan Inkyun Oh dan memasukkan Nico Malau pada menit 73, murni untuk mengejar ketinggalan. “Memang gol-gol Persija ada kesalahan di belakang, khususnya wingback, Rahmad tidak bermain seperti lawan PSPS. Sementara Inkyun juga tidak maksinmal di tengah. Tapi kita butuh gol, dan akhirnya kami memutuskan memasukkan striker. Dan dengan tiga striker, kita berhasil mengejar ketinggalan,” tuturnya.(saz)

Penumpang Batavia Histeris

Pesawat Sempat Lari Ular, Slip 100 meter

PEKANBARU- Ratusan penumpang pesawat Batavia dengan nomor penerbangan Y6 565 tujuan Jakarta-Pekanbaru histeris. Pasalnya, pesawat yang ditumpangi mengalami accident pecah ban kanan saat landing (mendarat) di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru. Ban sempat slip sejauh 100 meter lebih dari titik pertama pengereman.

Peristiwa ini terjadi, Jumat (30/3) siang pukul 14.30 WIB dan merupakan insiden perdana untuk 2012 di SSK II. Berdasarkan informasi yang dirangkum Riau Pos (grup Sumut Pos) di TKP, SSK II, pesawat yang dalam kondisi penuh dengan 163 penumpang itu mendarat dari run way 36, sampai di run way 18, tepatnya turning area pesawatnya langsung berhenti karena ban pocah.

Sebelum mendarat, pesawat Batavia sempat holding (berputar-putar) di udara lebih kurang 15 menit, dan begitu mendarat diduga terlalu keras hentakannya sehingga membuat ban pecah. “Saat mendarat ban pecah di sebelah kanan, pesawat sempat lari seperti ular. Saat saya turun dievakuasi ada bekas rem ban pesawat panjang di landasan,” ujar Syamsidar, seorang penumpang, kepada wartawan.

Disebutkannya, sebelum terbang ke Pekanbaru, pesawat ini juga sempat delay lebih kurang satu jam di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta. “Tadi di pesawat, ada juga penumpang yang berteriak histeris, dan minta segera dibukakan pintu. Kami takut kalau terjadi kebakaran di dalam pesawat,” sebutnya.

Syamsidar juga menyebutkan kronologis kejadian yang tidak diharapkannya ini, pukul 12.00 WIB Batavia Air terbang dari Bandara Soekarno Hatta, dalam perjalan masih aman. Namun sesaat akan mendarat pesawat mulai terlihat lain, sempat berputar-putar di atas Pekanbaru, sekitar pukul 14.00 WIB, padahal cuaca sangat cerah. Tepat pukul 14.30 WIB pesawat pun mendarat dari arah Jalan Kartama (run way 36) menuju turning landasan, run way 18.

Saat sebelum sampai di pemutaran itu pesawat yang mendarat kencang mulai tidak stabil. “Terdengar suara ledakan di dalam pesasat ternyata ban pecah, pesawat pun terasa oleng-oleng tadinya hingga berhenti mendadak,” jelasnya lagi.

Saat pesawat berhenti, penumpang tidak langsung turun, karena menunggu petugas membuka kan pintu. Selanjutnya setelah turun semua penumpang diangkut ke apron SSK II dengan menggunakan bus bandara, dan bagasi pun diangkut ke terminal.

Airport Duty Manager PT Angkas Pura II Bandara SSK II, Ibnu Hasan kepada Riau Pos menjelaskan, akibat peristiwa ini, bandara tutup selama lebih kurang tiga jam, dari 14.30 WIB sampai 17.30 WIB bandara dibuka kembali. Artinya, setelah proses evakuasi pesawat selesai ditarik ke apron. “Ada sekitar enam penerbangan yang akan mendarat ke SSK II terpaksa dialihkan ke bandara terdekat, antara lain Medan, Padang dan Batam,” ujar Ibnu.
Begitu juga untuk pesawat yang akan takeoff, ada juga sekitar enam pesawat delay sampai bandara dibuka kembali. “Semua penumpang berjumlah 163 orang di evakuasi dengan bus dan dibawa ke terminal,”jelasnya. (gus/ilo/jpnn)

Tiga Mahasiswa Nommensen Ditembak

Tamu Hotel Grand Angkasa Dibentak Polisi

MEDAN-Situasi di Medan mulai mencekam. Beberapa titik demonstrasi berakhir ricuh. Suasana paling mencekam terjadi di seputaran Kampus Universitas HKPB Nommensen. Tiga mahasiswa dikabarkan tertembak dan tiga polisi berdarah kena lemparan batu.
Tadi malam, suara-suara tembakan gas air mata berulang-ulang kali terdengar untuk membubarkann

mahasiswa Nommensen yang sejak Jumat (30/3) siang, terus menggelar aksi penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Antara mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya massa sendiri, sudah sulit dibedakan. Gerombolan massa, terbelah di sejumlah titik.

Di masing-masing titik konsentrasi massa seperti di Jalan Sutomo arah ke Jalan Mahoni, massa melakukan perlawanan dengan melempari petugas polisi dengan batu dan benda-benda lainnya. Begitu halnya dengan massa yang terkonsentrasi di persimpangan Jalan Sutomo-HM Yamin, juga melakukan perlawanan.

Sekira pukul 22.22 WIB, polisi baik yang berpakaian preman maupun dinas, melakukan penyisiran di Jalan Sutomo Ujung yang menuju Jalan Krakatau. Aksi kejar-kejaran di tengah kegelapan malam pun berlangsung. Terlihat personel polisi berhasil menangkap seseorang, yang diduga provokator dan  dimasukkan ke mobil Barakuda.

Diketahui, mahasiswa yang ditangkap polisi sebanyak sepuluh orang. Selain itu, ada dua orang mahasiswa yang terkena tembakan peluru karet. Salah satu mahasiswa, Daniel (22), mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Nomensen terkena tembakan di dada sebelah kanan, namun tidak mendapat perawatan intensif dari tim medis. Korban langsung dievakuasi rekan-rekannya ke dalam kampus. Salah seorang mahasiswa lainnya, yang juga mahasiswa FH Nomensen, juga terkena tembakan peluru karet di dada sebelah kanannya. Sayangnya, sejauh ini identitas mahasiswa tersebut belum diketahui.

Sementara itu, konsentrasi massa juga terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya di depan Hotel Grand Angkasa-Taman Budaya Medan. Hanya saja, di titik ini tidak ada perlawanan. Diperkirakan, massa merupakan warga setempat yang keluar dan ingin melihat bentrokan yang terjadi malam itu.
Tamu dan pengunjung Hotel Grand Angkasa yang keluar dan menyaksikan bentrokan itu, dibentak polisi untuk masuk ke dalam hotel. Pukul 22.43 WIB, polisi mengusir warga yang berkerumun, persisnya di depan Hotel Grand Angkasa Medan.

Usai mengusir massa yang tersentral di Jalan HM Yamin, ternyata aksi perlawanan kembali terjadi dari titik massa di seputaran Jalan Sutomo-HM Yamin. Pukul 22.43 WIB, polisi menginstruksikan para pengunjung dan tamu Hotel Grand Angkasa yang berhanburan keluar untuk masuk. Suasana kembali memanas di titik massa yang terfokus di Jalan HM Yamin-Jalan Sutomo.

Tampak ada tambahan personel polisi, yang diangkut dengan dua unit mobil polisi dari arah Jalan HM Yamin ke perempatan Jalan Sutomo-Perintis Kemerdekaan. Puncak aksi sejatinya terjadi pada pukul 20.00 WIB. Mahasiswa melakukan perlawanan kepada polisi menggunakan bom molotov, batu, kayu, besi, botol kosong, dan benda-benda lainnya.

Dari pihak polisi, terdapat tiga personel polisi yang menjadi korban pelemparan massa. Sekira pukul, 20.30 WIB, mahasiswa sempat memukul mundur polisi ketika insiden terjadi di Simpang Kemuning/Simpang KA Jalan Perintis Kemerdekaan.

Beberapa mobil polisi yang terparkir di perempatan Jalan Sutomo-Perintis Kemerdekaan antara lain, dua unit Mobil Barakuda, dua unit Watercanon serta satu unit mobil pemadam kebakaran. Aksi semakin memanas, di titik massa yang tersentral di Jalan Sutomo arah ke Jalan HM Yamin. Massa kembali lagi melempari personel polisi dengan batu dan benda-benda lainnya.

Serangan kepada polisi, tidak hanya dari massa yang berkerumun saja, tapi juga dari arah area Kampus Nomensen. Di saat bersamaan juga, polisi memindahkan sembilan orang yang ditangkap, dari Mobil Barakuda ke mobil tahanan polisi BK 25306-II.

Sedangkan itu, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polresta Medan, Kompol Yoris Marzuki memimpin anak buahnya yang berpakaian preman, melakukan penyisiran ke arah Jalan Perintis Kemerdekaan. Yoris terlihat berkoordinasi dengan Kabag Ops Polresta Medan, Kompol SF Napitupulu.

Tak berapa lama, mobil tahanan polisi yang mengangkut sembilan orang yang telah diamankan, dengan dikawal personel Polisi Anti Huru Hara (PHH) yang menggunakan sepeda motor ke Mapoldasu.

Sekira pukul 23.23 WIB, kembali petugas mengamankan seorang demonstran yang mengenakan kaos hitam dan celana loreng, dan langsung dimasukkan ke Mobil Barakuda. Di saat bersamaan, Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu) Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, terlihat datang ke lokasi bentrokan.

Saat personel polisi PHH yang mundur, dan hendak beristirahat di perempatan Jalan Perintis Kemerdekaan-Sutomo, ternyata polisi mendapat serangan dari arah dalam kampus, tepatnya di lantai II dan III kampus tersebut.

Bom molotov berapi, tampak melayang ke arah personel polisi. “Awas-awas, ini botol,” teriak para polisi sembari menghindar.
Sesaat kemudian, melalui pengeras suara Wakil Rektor III Universitas HKBP Nomensen, Maringa Panjaitan meminta, agar mahasiswa untuk keluar dari kampus, dengan bertujuan agar tidak ada penyusup atau provokator di dalam kampus. Mahasiswa dijamin keselamatannya, untuk tidak diamankan oleh petugas polisi.

Saat berdialog dengan Kapoldasu, Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, Maringan Panjaitan mengatakan, aksi tersebut tidak murni keseluruhannya adalah mahasiswa Nomensen. Namun telah berbaur dengan mahasiswa dari kampus lainnya.

Menanggapi itu, Kapolda meminta kepada pihak rektorat Universitas Nomensen, untuk menghentikan aktivitas perkuliahan selama satu hari yakni, pada hari ini (31/3).

Sekira pukul 00.30 WIB, Sabtu (31/3), situasi bisa dikondusifkan setelah pasukan ditarik mundur oleh Kapolda.

Medan Siaga Satu

Kenyataan ini membuat Polda Sumut serta seluruh jajarannya langsung memberlakukan status siaga I. Informasi ini didapat Sumut Pos langsung dari Markas Besar Poldasu (Mapoldasu), Jumat (30/3). Adalah Telegram Rahasia (TR) TR Kapolri Nomor: STR /175/III/2012 Tanggal 26 Maret 2012 yang diterima Poldasu menjadi awal. Lalu, TR itu dilanjutkan Wakapoldasu Brigjen Pol Cornelis Hutagaol melalui surat Nomor STR/124/III/2012. Isinya, mengintruksikan ke seluruh jajaran Polda Sumut agar tidak libur dan izin tidak berdinas selama diberlakukan siaga satu.

Siaga satu itu merupakan kewajiban dari pemerintah untuk menjamin situasi aman bagi rakyat, bangsa, dan negara. Dan itu merupakan hal yang biasa diberlakukan ketika suatu negara dalam keadaan bahaya, contohnya terancam teror. Oleh karena itu, masyarakat diimbau agar tidak perlu khawatir kendati status siaga satu diberlakukan.

“Kalau memang Siaga I sudah menjadi keputusan di Kota Medan, kami dari Pemko Medan akan mengimbau mulai dari kepala lingkungan, lurah, kecamatan dan aparat pemerintah di Kota Medan, saya perintahkan untuk secara bersama-sama menjaga kondusifitas kota,” tegas Wali Kota Medan Rahudman Harahap di rumah dinas Jalan Sudirman Medan, kemarin.

Rahudman juga mengaku sudah banyak fasilitas umum di Kota Medan yang menjadi sasaran amuk massa. Namun demikian, Pemko Medan sudah berupaya untuk melakukan perbaikan secepatnya.

Pos Polisi Dibakar

Sebelumnya, Kota Medan diguyur hujan deras dan petir menyambar-nyambar serta mengeluarkan suara yang sangat keras. Usai hujan, mulai reda tiba-tiba perhatian polisi mengarah ke Jalan Patimura dan S Parman. Masa mahasiswa yang melakukan unjuk rasa seketika brutal. Hal ini, menurut informasi yang dihimpun Sumut Pos, dikarenakan petugas kepolisian dikatakan telah menangkap tiga mahasiswa pengunjukrasa.
Hingga mahasiswa meluapkan kemarahan dengan melakukan perusakan hingga  pembakaran Pos Polisi Polsek Medan Baru di Jalan Kapten Patimura, simpang Jalan Jend Sudirman, Medan.

Hal ini juga dibenarkan, Sutarto, Wakil Rektor III Universitas Dharma Agung saat bertemu  Kasat Brimobda Sumut dan Direktur Shabara Polda Sumut.
Kericuhan juga terjadi kemarin sore. Aliansi Mahasiswa Sumatera Utara (AMSU), yang didominasi mahasiswa Universitas Darma Agung berkonsentrasi di Jalan Salendra Medan.  Bahkan ratusan massa mahasiswa yang persenjatai, kayu, dan batu ini, juga melakukan aksi sweeping di jalan raya untuk mencari personel polisi. Namun dalam aksi sweeping itu, mahasiswa tak berhasil menemukan anggota polisi.

Aksi kemarin juga tak terhenti di beberapa titik saja. Sebut saja yang dipelopori IMM dari empat sekretariat universitas seperti USU, UMSU, IAIN dan Unimed.  Selain itu, aksi juga digalang oleh Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Gerakan Mahasiswa (Gema) Partai Hanura, LSM Generasi Muda Peduli Tanah Air (Gempita) Sumut, dan LSM Penjara “UJ” yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum (Ketum) LSM tersebut, Usman Jabrik. (gus/jon/ari/ram/rud/mag-5/mag-10)

Tiga Mahasiswa Ditembak

Saat aksi mahasiswa UDA, satu mahasiswa tertembak peluru karet. Yakni,  Steven Jery, mahasiswa Fakultas Hukum. Ia tertembak di kaki sebelah kanan, tepatnya di betis.

  1. Mahasiswa Nomensen bernama Daniel dari Fakultas Hukum angkatan 2010, tertembak di bagian rusuk sebelah kanan (malam ini).
  2. Mahasiswa Nomensen (identitas tak diketahui).

Kunker, Pejabat Daerah Sering Booking Artis

JAKARTA- Perilaku pejabat daerah yang sering melakukan kunjungan kerja ke Jakarta harus mendapat pengawasan ekstra. Sebab, pejabat tersebut tak jarang mengajak kencan artis.

Itu diungkapkan salah seorang artis seksi, Nikita Mirzani, yang mengaku pernah mendapat tawaran kencan dari para pejabat daerah. “Kebanyakan pejabat dari daerah. Orang daerah sama artis kan getol banget,” kata Nikita saat ditanya tentang fenomena artis booking-an di Studio RCTI Jalan Kebun Jeruk Jakarta, Jumat (30/3).

Salah seorang pejabat yang sering mengajak kencan Nikita berasal dari Pangkalan Bun, Kalsel. “Waktu itu ada acara, kemudian dia datang, dikenalin dan teleponan terus. Tapi, sekarang sudah tidak lagi,” ungkapnya.

Namun, artis yang foto syurnya pernah beredar luas di internet tersebut mengaku menolak ajakan pejabat dari Pangkalan Bun itu. “Dia bukan tipe cowok idaman saya. Orangnya tidak cocok. Tua, jelek, saya aja geli,” beber Nikita.

Nikita pun menyatakan akan menerima ajakan kencan pejabat atau pengusaha. “Kalau saya sih gak ada masalah, asalkan pejabatnya mau ngasih semua hartanya, ya gak apa-apa. Kalau uang bisa habis, kalau harta, kan gak mungkin,” katanya.

Tawaran kencan tersebut bukan hanya datang dari pejabat daerah, namun juga pejabat serta pengusaha di Jakarta. Biasanya, aku Nikita, orangnya datang langsung. Ada juga yang melalui perantara. “Alhamdulillah, sampai sekarang hati saya masih belum tergoyahkan. Dikit-dikit sih nawarnya. Kalau nawarnya gede, mau deh. Kalau masih puluhan juta atau Rp 100 juta, kayaknya sih nggaklah,” terangnya. (abu/jpnn/c3/agm/jpnn)

Ir Triwisaksana, Politisi Pusat jadi Korban Amuk Massa di Medan

Mungkin karena di Mobil Ada Logo PKS…

Mobil Kijang Innova hitam itu melaju tenang. Mobil berplat BK 1463 JB yang membawa fungsionaris DPP PKS Ir Triwisaksan tersebut nyaman membelah Jalan S Parman Medan, kemarin. Tak disangka tak diduga, dalam hitungan menit, mobil itu malah diamuk massa. Ya, saat itu memang sedang ada unjuk rasa yang berkonsentrasi di Jalan S Parman.

Tak pelak, Triwisaksana yang akrab dipanggil Sani terkejut. Mobil dihadang massa demonstari di lokasi tersebut. “Kami melintas, sama sekali tak tahu ada demo di sana,” jelas Sani pasrah.

Menurut Sani, tiba-tiba mahasiswa menaiki sepeda motor langsung menghantam bodi mobil. “Pas saya melintas, tiba-tiba pendemonya mukul mobil dan memecahkan kaca spion,” tambahnya.

Sosok yang tergabung dalam Tim Sukses pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta DR  Hidayat Nurwahid dan Prof  DR Didik J Rachbini ini menduga aksi itu karena di mobil yang dia kendarai terdapat logo partai. “Mungkin karena di mobil ada logo PKS,” ujarnya.

Tampaknya, Sani curiga dengan massa yang tidak suka dengan sikap PKS terkait kebijakan harga BBM. Ya, meski menolak kenaikan harga BBM, PKS masih termasuk partai koalisi. Sani, yang berada di dalam mobil, tidak mengalami cedera. Namun bodi mobil rusak akibat terkena lemparan batu dan hantaman balok.

Untungnya, aksi tidak berlangsung lama dan akhirnya mobil tersebut dilepaskan untuk meninggalkan lokasi aksi. Sani yang beberapa hari sebelumnya menghadiri Mukernas PKS di Medan tersebut pun dibebaskan. Akhirnya, pihak kepolisian yang tiba di lokasi, langsung meminta keterangan pada korban. Kasus ini pun didalami oleh pihak Polresta Medan.

Selain Sani dengan mobil operasional PKS yang jadi korban, massa sempat juga menyandera mobil truk pengangkut sampah milik Dinas Kebersihan Kota Medan dengan plat BK0636 XY. Tapi penyandraan tidak berlangsung lama, akhirnya truk sampah dilepaskan karena massa meninggalkan lokasi tersebut.
Di sisi lain, Grand Swissbell Hotel di Jalan S Parman tetap beroperasi seperti biasa. Ya, meskipun pengunjung terlihat tidak berani memasuki Grand Swissbell tapi pihak manajemen terlihat tidak menutup pintu masuk hotel ataupun mall. Begitu juga pengunjung terlihat tidak berani untuk keluar dari hotel tersebut sebelum mahasiswa menghentikan aksinya.

Hal yang sama dilakukan manajemen Hotel Aryaduta. Humas Hotel Aryaduta Medan, Elni, mengaku kalau pihaknya memang tetap beroperasi meskipun unjukrasa dilakukan sangat dekat jaraknya dengan Hotel Aryaduta. “Kita tetap buka, untuk pengamanan kita standby kan security di depan Hotel, kalau sekarang semua sudah terkontrol dan suasana sudah kondusif,” kata Elni.

Sementara, sejumlah tenant Palladium Plaza juga memilih tutup. “Matahari Departemen Store di atas saja sudah tutup, apalagi kami yang di bawah ini, lebih baik menutup sajalah,” kata Leni penjaga tenant handphone di Palladium Plaza.

Sedangkan akses jalan dari Jalan Guru Patimpus menuju Raden Saleh terpaksa dialihkan ke Jalan Candi Borobudur, begitu juga arus Jalan Diponegoro menuju Jalan Raden Saleh terpaksa dialihkan ke Jalan Kejaksaan dan Jalan Imam Bonjol dan diteruskan ke Jalan Palang Merah.

Ternyata, aksi itu mengundang banyak pihak untuk menonton. Bukan hanya pengendara yang melihat aksi pemblokiran jalan dan orasi politik mahasiswa, melainkan tamu Hotel Santika Dyandra serta pengunjung Plaza Palladium menyaksikannya.

Saat itulah, dua orang ibu rumah tangga muncul untuk menyampaikan orasi politiknya menolak naiknya harga BBM. Bagi ibu rumah tangga, kenaikan BBM akan mengundang naiknya harga sembako dan bakal menyulitkan perekonomian keluarga serta menciptakan kemiskinan baru.

Tak hanya sampai di situ, tukang sate yang sedang berdagang di areal unjuk rasa itu ikut-ikutan menuding pemerintah SBY-Boediono telah gagal, karena akan menaikkan harga BBM. “Turunkan SBY-Boediono, tolak naiknya harga BBM,” ucap pria sambil memegang sate telur, kerang dan tahu.

Bukan itu saja, sejumlah masyarakat yang menyaksikan aksi unjuk rasa tak segan-segan membantu memberikan bantuan minuman air mineral dan membeli sate untuk dimakan para pengunjuk rasa. (gus/rud/adl/ril/ram)

Pimpinan… Pimpinannnn!!!!!

Dame Ambarita

Pasti lebih gampang jadi anggota DPR RI era Soeharto. Cukup koor setuju, beres. Ketuanya pun tak perlu capek-capek menjawab interupsi karena tak ada interupsi menjengkelkan.

Mungkin karena itulah, Iwan Fals sampai-sampai mempopularkan lagu Surat untuk Wakil Rakyat. Isinya, agar wakil rakyat di era Soeharto mau bersuara.

Wakil rakyat seharusnya merakyat//Jangan tidur waktu sidang soal rakyat//Wakil rakyat bukan paduan suara//Hanya tahu nyanyian lagu “setuju……”

Tidak demokratiskah itu? Mungkin saja, tergantung kacamata yang melihat. Lantas, mari kita simak demokrasi yang berlangsung di gedung parlemen kita tadi malam. Penuh dengan interupsi. Interupsinya pakai menjerit lagi: Pimpinan…. Pimpinannnn!!!!!

Menonton sidang paripurna DPR pusat di senayan tadi malam, kita bisa melihat pemimpin sidang lelah merespon seluruh interupsi dari anggota dewan. Tapi lantas kita sadari kemudian, sebenarnya tak hanya pemimpin sidang yang lelah. Penonton lebih lelah lagi. Lelah menahan emosi ingin mengebrak para anggota dewan yang tingkahnya menjengkelkan (baca: menjijikkan).

Anggota dewan yang ‘hebat’ itu ingin memaksakan kehendak, semua ingin bicara. Semua merasa hebat. Semua mengaku berbicara atas nama rakyat. Mereka tak paham. Bahwa rakyat yg mereka pikir mereka wakili, justru muak mendengar celoteh mereka.

Saat mereka merasa, yang akan mereka kemukakan itu penting sehingga perlu menjerit: Pimpinan…. Pimpinannnn… Pimpinaaaaaannnnn!!!!!… Rakyat jadi kepengen menggetok palu dan berteriak: tertibbbbbbb!!!

Tak hanya itu, rakyat juga jadi mau membalas celoteh mereka dengan tekad tak memilih mereka nantinya. Sayang, pilihan memang tak banyak. Pileg 2014 pun, nampaknya karakter anggota dpr kita bakal begitu2 juga. Suka menjerit: Pimpianan… Pimpinan… Pimpinannnnnnnn!!!

Iwan Fals tampaknya harus menyanyikan lagunya tadi. Syaratnya, tanpa bait yang bicara soal tidur dan korr setuju. Wakil rakyat kini sudah beda. Istilah orang Medan: Pantang tak top!

Ya, aksi ingin tampil malah mengaburkan perjuangan mereka. Itulah sebab, sebait lagu Iwan Fals tampaknya penting diulang. Biar, wakil rakyat itu sadar bahwa berada di Senayan bersuara keras, tapi keras membela rakyat!

Ayo Iwan Fals, nyanyikan lagi lagumu!

//Di kantong safarimu kami titipkan//Masa depan kami dan negeri ini//Dari Sabang sampai Merauke. (*)

*penulis adalah Pemimpin Redaksi Sumut Pos

Lima Kapal Thailand Diamankan

Diduga Menjarah Ikan di Perairan Indonesia

BELAWAN- Aksi penjarahan ikan di laut Indonesia terus terjadi. Kemarin (30/3), petugas kapal patroli Macan Hiu 010 dan Macan Hiu 003 milik Departeman Kelautan dan Perikanan (DKP), kembali menangkap lima unit kapal ikan berbendera Thailand di sekitar 20 mil laut perairan Aceh.
Penangkapan ke lima kapal ikan asing tersebut terjadi setelah petugas Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) menerima informasi terkait aktivitas kapal-kapal ikan asal Negeri Gajah Putih itu melakukan penjarahan hasil laut di sekitar perairan Aceh.

Menindak lanjuti informasi tersebut, kedua kapal patroli milik DKP kemudian melakukan pengecekan. Setibanya di perairan tersebut, petugas melihat lima unit kapal ikan berbendera Thailand menangkapi ikan dengan pukat berukuran besar, diduga pukat trawl. Saat dilakukan pemeriksaan, nakhoda maupun awak kapal tak dapat menunjukan dokumen resmi terkait aktivitas penangkapan ikan di perairan Indonesia itu.

Kepala PSDKP, Mukhtar Msi ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih melakukan proses pemeriksaan lebih lanjut terhadap puluhan awak kapal. Sedangkan puluhan ton ikan segar hasil tangkapan dan ke lima unit kapal berikut peralatan navigasi serta alat tangkapnya disita sebagai barang bukti.
“Masih dalam proses pemeriksaan penyidik, ke lima kapal ikan berbendera Thailand tersebut ditangkap di sekitar 20 mil laut dari daratan Aceh atas sangkaan menangkap ikan di perairan Indonesia tanpa dilengkapi izin resmi,” terang, Mukhtar.

Dari pantauan Sumut Pos, kapal-kapal ikan asal Negeri Gajah Putih tersebut saat ini diamankan di dermaga TPI Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (PPSB). Menjelang siang, puluhan ton ikan segar hasil penjarahan ke lima unit kapal asing itu dibongkar untuk kemudian dilakukan proses lelang.
Namun pelaksanaan proses lelang yang digelar petugas PSDKP sempat menimbulkan kericuhan. Para nelayan memprotes karena ikan-ikan dimaksud dilelang kepada oknum pengusaha kapal ikan di PPS Gabion Belawan. “Jangan kau jual dengan pengusaha ikan itu, kau anggap apa kami nelayan di sini,” teriak beberapa nelayan.

Kericuhan tersebut sempat membuat Kepala PSDKP Muktar dan staf pengawas, Suhartono emosi dan saling adu mulut dengan nelayan. “Ini kewenangan kami, dua kapal lagi nanti baru untuk kalian,” kata Suhartono kepada nelayan.

Mendengar penuturan yang dilontarkan petugas PSDKP nelayan kembali berteriak dan meminta supaya hasil tangkapan diserahkan kepada nelayan. “Jangan pengusaha itu saja yang kalian berikan, jangan suka-suka kalian. Berapa rupanya kalian dibayar sama pengusaha itu,” sambut nelayan lagi.
Nazaruddin, salah seorang pemerhati nelayan di Belawan kepada Sumut Pos menilai, proses lelang terhadap barang bukti ikan hasil tangkapan kapal-kapal asing tersebut sarat muatan kepentingan oknum tertentu di PSDKP di Belawan.
“Selama ini banyak kapal ikan tangkapan ditambatkan di tangkahan milik pengusaha, begitu juga dengan ikan-ikan tersebut banyak dipasok kepada pengusaha tersebut. Sedangkan para nelayan kita hanya menonton saja, jadi wajar kalau mereka protes,” tegas Nazaruddin.
Mukhtar, Kepala PSDKP ketika ditanyai soal aksi protes para nelayan terkait lelang barang bukti ikan hasil tangkapan ke lima unit kapal asing asal Negeri Gajah Putih dimaksud enggan berkomentar banyak. “Nanti kita coba lakukan koordinasi lebih dulu,” tandasnya.(mag-17)