32 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 13749

Karate Try Out ke Eropa

SURABAYA – Pengprov FORKI (Federasi Olahraga Karate Indonesia) Jatim memberi kesempatan karatekanya untuk melakukan try out di luar negeri. Caranya, dengan mengikutkan mereka dalam dua kejuaraan di Eropa.

Kejuaraan pertama yang mereka ikuti adalah Luxemburg Open yang akan berlangsung 14-15 Mei mendatang. Disusul sebulan kemudian, Berlin Open 8-10 Juni.

Keikutsertaan para karateka Jatim di kedua even tersebut adalah bagian dari persiapan menghadapi PON yang tinggal beberapa bulan lagi. “Tinggal menunggu keputusan KONI Jatim terkait masalah pendanaan saja,” papar manajer PON FORKI Jatim Johanes Kunto, kemarin (30/3).
Meski sudah memastikan akan mengirim atletnya dalam dua kejuaraan tersebut, Kunto belum bersedia membeberkan karateka-karateka yang akan dikirimnya. Kunto berdalih bahwa proses seleksi masih berlangsung.

“Karateka yang masuk puslatda 14 orang. Seleksi belum selesai. Pertengahan April baru akan tahu siapa saja yang masuk seleksi untuk PON dan yang dikirim untuk ikut kejuaraan tersebut,” jelas Kunto.

Dia menuturkan bahwa proses seleksi diserahkan pada tim monitoring dan evaluasi (Monev), yang dibentuk FORKI Jatim. Tim beranggotakan jajaran Binpres FORKI Jatim. “Siapa saja yang masuk seleksi dan berhak ikut kejuaraan saya serahkan ke tim monev tersebut,” ungkap Kunto.
Untuk memuluskan rencana mengikutsertakan karatekanya dalam kedua ajang tadi, FORKI Jatim meminta bantuan mantan karateka Jatim Umar Syarif yang kini tinggal di Swiss.

“Kami sudah hubungi Umar sendiri untuk membantu tim PON ini,” tambahnya. Umar juga diminta bantuan untuk mencarikan pelatih asing.
Dalam kejuaraan tersebut, FORKI Jatim berencanakan mengikuti nomor komite. Sementara nomor kata tidak, karena tidak terlalu dominan di Eropa.(ovi/ruk/jpnn)

Spies Lebih Cocok dengan Motor Baru

LONDON-Generasi motor terbaru MotoGP yang berkapasitas mesin 1000cc memang memiliki tenaga kuda lebih banyak dan lebih menuntut fisik para pebalap, namun Ben Spies menyatakan bahwa motor YZR-M1 terbaru miliknya sangat lebih mudah dikendarai ketimbang motor versi 800cc, terutama dalam kondisi hujan.

Pebalap tim Yamaha Factory Racing itu sempat mengendarai motor YZR-M1 1000cc dalam kondisi hujan pada uji coba pra musim di Sirkuit Jerez, Spanyol akhir pekan lalu.

Spies menyatakan, meski tenaga kuda yang dihasilkan lebih banyak, penyaluran energi yang lebih baik membuatnya lebih mudah dikendarai dalam kondisi hujan ketimbang motor 800cc.

“Bagi saya, motor 1000cc lebih mudah dikendarai dalam kondisi hujan karena memiliki power lebih tinggi. Motor 800cc tidak memiliki banyak torsi dan lebih liar seperti motor 250cc,” ujar pebalap asal Texas tersebut.

Hujan yang turun di Jerez juga memberikan kesempatan bagi para pebalap untuk menguji coba lampu merah pada bagian belakang motor. Lampu merah tersebut akan digunakan dalam keadaan hujan, memberi bantuan bagi penglihatan pebalap. “Lampu merah ini mungkin memang hanya hal kecil,” pungkasnya. (bbs/jpnn)

Naikkan Gaji Dua Kali Lipat

Demonstrasi dan unjuk rasa menentang kebijakan pemerintah menaikkan BBM dipandang tidak menyentuh akar permasalahan yang terjadi di negara ini. Ketua Majelis Pimpinan Nasional Masyarakat Pancasila Indonesia (MPN MPI), Meherban Sah berpendapat kalau inti yang harus diselesaikan adalah kesejahteraan rakyat.

“BBM Boleh saja naik. Tapi gaji TNI/Polri, PNS, buruh harus dinaikkan dua kali lipat dan masyarakat yang tidak mampu diberi jaminan sosial,” ujar Meher didampingi pengurus MPN dan Brigade Mahasisa (BM) MPI, kemarin (30/3).

Meher lantas membeber fakta hasil survei yang pernah dilakukan pihaknya. “Survei kita, gaji PNS, TNI dan Polri cuma bertahan sampai hari ke-20. Sudah berulang kali kita laporkan ke pemerintah pusat pada 2008. Mahasiswa kita (BM) pun sudah berulang kali berunjuk rasa menyuarakannya,” sebut pria yang disapa Ketum ini.

Pria yang kerap bersikap kritis ini menyatakan keprihatinnya dengan para wakil rakyat. Mereka dianggap belum menjalankan fungsi sebagaimana mestinya. “Hal seperti ini mestinya disuarakan wakil rakyat, mereka yang paling tahu kondisi bangsa ini.”

Idealnya, DPR mestinya menjadi jembatan antara rakyat dan pemerintah. “Doa MPI, semoga mereka sehat-sehat agar pikiran MPI sehat, tidak menjadi rakyat perwakilan dewan,” ujarnya berfilosofi.

Dia kembali menegaskan, sikap MPI yang tidak menolak kenaikan BBM asalkan dilakukan penyeimbangan dari multiplier effect kenaikan itu. Kemudian mengajak dan mengimbau warga MPI dan Brigade Mahasiswa (BM) menjadi pelopor menyejukkan suasana.

Para kader partai politik pun diminta tidak menjadi pemicu keributan dengan cara menari jalan tengah. “Jangan ambil kesempatan untuk jadi bintang dan untuk pencitraan dengan cara mencari-cari penyakit pemerintah,” tegasnya. (tms)

Massa Terancam Didepak

MARANELLO-Pebalap Ferrari Felipe Massa belum mendulang satu poin pun dalam dua balapan di awal musim ini. Massa pun mengaku sangat kecewa dengan start buruk yang diterimanya.

Pada seri pembuka di Australia, penampilan Massa mengecewakan. Pebalap asal Brasil itu cuma mendapat posisi start 16 dan kemudian gagal menuntaskan balapan. Sebaliknya terjadi pada rekan se-timnya Fernando Alonso yang sukses finis kelima dari start 12.
Nasib apes masih menghampiri Massa di GP Malaysia. Start dari posisi 12, performa Massa justru memburuk di balapan yang mengakibatkan dirinya cuma finis di posisi 15.

Lagi-lagi berbanding kontras dengan Alonso yang di luar dugaan mampu tampil sebagai juara kendati memulai balapan dari grid kesembilan.
“Aku sangat kecewa, tidak bisa disangkal lagi; tidak mencetak satu angka pun dalam dua balapan sungguh menyakitkan, tapi ini sekarang waktunya bagiku untuk memulai lembaran baru,” tulis Massa di situs resmi Ferrari.

Rentetan hasil tidak memuaskan ini diyakini akan mengancam karier Massa di tim ‘Kuda Jingkrak’. Walau Ferrari masih mendukung Massa, namun rumor yang berkembang kerap menghubungkan mereka dengan Sergio Perez. Tak ingin mengecewakan timnya, Massa berjanji untuk memperbaiki penampilan guna memenuhi ekspektasi yang dialamatkan kepadanya.

“Ini bukan yang pertama aku menjalani momen sulit seperti ini dan aku tahu dengan baik hal-hal yang bisa berubah dengan cepat, tapi sekarang adalah waktunya untuk aku melakukan yang terbaik karena aku ingin periode negatif ini segera berakhir,” imbuh dia.
“Aku ingin semua hal kembali normal, kepada situasi yang mana aku bisa menunjukkan bakatku seperti yang aku selalu lakukan seperti yang diketahui oleh tim,” pungkasnya.  (bbs/jpnn)

Terlalu Tua, Cantona tak Sanggup Lari

LEGENDA Manchester United, Eric Cantona menjajal kemampuan aktingnya di sebuah film thriller Perancis berjudul ‘Switch’. Cantona mendapat peran sebagai detektif Forgeat.

Kisahnya berawal dari seorang gadis bernama Sophie Malaterre, diperankan oleh Karine Vanasse, menemukan seorang pria terbunuh di kamarnya. Ia kabur dari kejaran polisi dan mendatangi pemburu bayaran untuk membuktikan diri tidak bersalah.
Detektif Forgeat bertugas mencari keberadaan Sophie sebelum ia menjadi korban pembunuhan selanjutnya. Dalam video cuplikan film tersebut, Cantona terlihat gagah saat melakukan adegan tembak-menembak.

Namun, pria berkebangsaan Perancis itu kewalahan ketika harus berlari mengejar target. Wajar saja karena usianya saat ini sudah menginjak 45 tahun. Meskipun begitu, ia tetap melakukan semua adegan tanpa bantuan
pemeran pengganti.

“Saya melakukan semua adegan tanpa pemeran pengganti. Tapi, saya tidak bisa berlari lebih cepat dari Karine. Bagi saya, dia terlalu muda,” ujar Cantona seperti dikutip dari The Sun, Rabu 28 Maret 2012.

Cantona mengawali debut di dunia layar lebar bersama sang istri, Rachida Brakni di film Perancis berjudul ‘Face au paradis’, pada 2010. Saat ini, mantan pemilik nomor punggung 7 Setan Merah tersebut masih tercatat sebagai Direktur Olahraga klub Amerika, New York Cosmos.
Nama Cantona mulai dikenal sejak bergabung dengan MU dari Leeds United, pada 1992. Bintangnya semakin bersinar selama lima musim berkiprah di Old Trafford. Ia kemudian memutuskan pensiun pada 2007 setelah mempersembahkan 82 gol dari 185 laga, serta empat trofi Premier League untuk United. (bbs/jpnn)

Harga Sembako Terus Naik

Gula Pasir Capai Rp12.000 per Kg

MEDAN-Harga bahan bakar minyak belum  naik (BBM), tapi harga sembako ternyata sudah sepekan melonjak.

Berdasarkan data yang dihimpun Sumut Pos di Pasar Sei Kambing, harga gula pasir sudah mencapai Rp12.000 per kilogram dari sebelumnya Rp9.000 per kilogram, beras Ramos Tulen Rp8.500 per kilogram sebelumnya Rp8.300, beras Cap Gentong Rp8.500 sebelumnya Rp8.000 per kilogram, minyak goreng Rp11.000 per kilogram sebelumnya masih Rp10.000 per kilogram.

Sementara harga cabai merah Rp12.000 per kilogram sebelumnya Rp10.500, cabai hijau Rp10.000 per kilogram sebelumnya Rp8.000 per kilogram, bawang putih Rp10.000 per kilogram sebelumnya Rp8.000 per kilogram. Sedangkan telur bervariasi Rp1.000-Rp1.200 per butir sebelumnya Rp750-Rp950 per butir.

“Kenaikan harga sembako ini disebabkan adanya rencana kenaikan BBM. Sehingga sebagian para pedagang menaikkan harga sembako. Kalau tidak ikut naik kita akan rugi,” ungkap Wati, pedagang di Pusat Pasar, Jumat (30/3). Menurutnya, ada juga beberapa kebutuhan yang turun seperti cabe rawit Rp20.000 per kilogram sebelumnya Rp25.000 per kilogram, ayam potong Rp23.000 per kilogram sebelumnya Rp25.000 per kilogram.

Sementara harga ikan Tongkol  dari Rp20.000 per kilogram naik menjadi Rp25.000 per kilogram, ikan gembung Aso dari Rp15.000 per kilogram naik menjadi Rp30.000 per kilogram, ikan Dencis dari Rp22.000 per kilogram naik menjadi Rp33.000 per kilogram.

“Kenaikan harga ini dipicu dampak cuaca buruk. Sehingga para nelayan enggan mencari ikan ke laut,” bilang Iyan, pedagang ikan.
Sementara itu, Wali Kota Medan, Rahudman Harahap mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik menjelang rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) 1 April mendatang.

Menurutnya, Pemko Medan bersama Bulog Divre I Sumut akan mengambil berbagai langkah seperti operasi pasar secepatnya ke grosir dan pasar-pasar di Kota Medan.

Rahudman juga berharap jatah raskin yang belum disalurkan segera disalurkan secepatnya melalui kelurahan-kelurahan.
Dikatakannya, apa yang sudah menjadi keputusan pemerintah untuk menaikkan BBM akan dilaksanakan. Sedangkan untuk kenaikan upah buruh, Pemko Medan akan kembali melakukan revisi terhadap Upah Minimum Kota (UMK).

“Apa yang menjadi tuntutan buruh harus disikapi dengan baik sehingga Kota Medan tetap aman dan kondusif,” ungkapnya.
Humas Bulog Sumut, Rusli mengatakan bulog belum melakukan operasi pasar jika perhitungan keniakan belum sampai 10 persen dari harga bulan sebelumnya dan tidak ada permintaan dari pemerintah kota/kabupaten.

“Permintaan beras komersial ke bulog juga rendah karena belum juga ada tambahan penebusan beras komersial ke bulog atau masih 817 ton dengan harga tebus Rp7.100 per kilogram,” katanya. (omi/adl)

Berantas Judi di Desa Serdang

089613161xxx

Perjudian masih marak di Desa Serdang Kecamatan Beringin Kabupaten Deliserdang. Judi dilakukan siang dan malam, namun belum ada tindakan dari polisi.

Kita Cek

Kita segera cek ke lapangan, bila ditemukan, akan ditindak. Terima kasih.

AKBP H Wawan Munawar SIK Msi
Kapolres Deliserdang

Segera Ditindaklanjuti

Terima kasih atas informasinya, laporan ini akan kami teruskan kepada Polres untuk dilidik dan ditindaklanjuti.

Kombes Pol Raden Heru Prakoso
Kabid Humas Polda Sumut

Jalan Tanjung Anom Rusak Berat

08126546xxx

Yth Pak Bupati Deliserdang kami masyarakat Tanjung Anom memohon perbaikan Jalan Tanjung Anom. Tolong Pak sudah rusak berat dan banyak lubang.

Seharusnya Dibawa ke Musrembang

Seharusnya kepala desa membawa masalah itu ke Musrenbang kecamatan untuk diteruskan pada Musrenbang kabupaten pada 2013 atau PAPBD 2012. Terima kasih.

Drs Umar Sitorus
Kabid Humas Dinas Infokom Deliserdang

Revisi Perda PBB

Kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2012 mencapai 100 persen lebih sangat memberatkan masyarakat? Apa tanggapan wakil rakyat? Berikut petikan wawancara wartawan Sumut Pos, Adlansyah Nasution dengan Ketua Fraksi Demokrat, Herri Zulkarnain.

Bagaimana Anda menyikapi kenaikan pembayaran PBB?

Pemko Medan harus segera merevisi perhitungan pembayaran dan Perda PBB yang telah ditetapkan. Hal itu sangat merugikan masyarakat, apalagi dalam situasi saat ini semuanya mau naik. Jadi kita minta Pemko merevisinya.

Bagaimana dengan pembayaran tahun 2011?

Tagihan PBB tahun 2011 nilai pengaliannya hanya dua kali. Dimana nilai jual tidak kena pajak dikali 20 persen dikali lagi 0,5 persen. Maka hasilnya itu yang dibayarkan masyarakat. Tapi untuk tahun ini, pengalian 20 persen itu dihilangkan, makanya pembayaran PBB masyarakat jadi naik hingga 100 persen lebih. Inilah yang memberatkan.

Bagaimana dengan peraturan yang ada?

Sesuai peraturan Departemen Keuangan (Depkeu) atas pengalian 20 persen sebagai keringanan bagi masyarakat yang harus diberikan. Namun, Pemko Medan tidak menggunakan apa yang menjadi rumusan Depkeu dalam perhitungan PBB. Ini yang kita heran kan kenapa Pemko tidak menggunakannya. Saya mengakui, mungkin ada kealpaan anggota dewan dalam melihat perhitungan Depkeu dan Pemko Medan ketika membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) PBB, hingga akhirnya ditetapkan menjadi sebuah Perda. Akibatnya, bukan hanya masyarakat bawah yang merasa berat, pengusaha juga merasakan hal yang sama.

Bagaimana ke depannya?

DPRD Medan meminta Pemko Medan untuk merevisi kembali Perda PBB itu. Sebab, dalam situasi keprihatinan saat ini seluruh lapisan masyarakat merasa terbebani atas kenaikan pembayaran PBB yang mencapai 100 persen. Pemko harus menarik kembali SPPT yang telah dibuat.

Bagaimana dengan masyarakat yang sudah membayar?

Bagi masyarakat yang sudah membayar PBB, kita juga meminta kepada Pemko untuk mengembalikannya sembari menunggu hasil revisi Perda PBB. Karena PBB bukanlah satu-satunya sumber PAD bagi Kota Medan, tetapi masih ada sumber lain sebagai pendapatan yang tidak membebani masyarakat. Pemko harus menyikapi ini, karena sudah banyak masyarakat yang mengeluhkannya. Baik yang datang ke rumah saya maupun ke fraksi. Jika ini tidak segera disikapi dikhawatirkan masyarakat akan bereaksi atas kenaikan itu. (*)

Karcis Ziarah Ilegal

081973176xxx

Pak walikota, di Jalan Stasiun Kelurahan Kedai Durian Kecamatan Medan Johor arah Kuburan China ada pengutipan karcis ilegal masuk bagi ribuan peziarah cen beng. Untuk mobil Rp50 ribu dan sepeda motor Rp15 ribu. Kenapa pihak Kelurahan Kedai Durian tidak melaporkan ke Pemko Medan yang bisa menjadi sumber PAD, apakah memang dibiarkan begitu saja?

Kebijakan Pihak Yayasan

Hal itu merupakan kebijakan pihak yayasan pemakaman untuk waktu musiman dengan pertimbangan yang ada pastinya. Pihak kelurahan dan kecamatan tidak terlibat dalam pembuatan kebijakan tersebut. Terima kasih.

M Azwarlin Nasution SH
Camat Medan Johor