Home Blog Page 13763

Berbuahlah dalam Pelayanan

Pengharapan pada Wisudawan STT Paulus

Sekolah Tinggi Theologia Paulus Medan Program Pasca Sarjana menggelar acara Wisuda V di Hotel Danau Toba International Medan, Sabtu (3/3). Wisudawan yang berjumlah 121 orang merupakan lulusan Sarjana Strata-2 (S-2) Jurusan Pendidikan Agama Kristen (PAK) dan Theologi. Dari seratusan jumlah lulusan ini, enam orang diantaranya lulus dengan predikat Cum Laude, dan berasal dari denominasi gereja di Sumut.

Acara ini diwarnai kebaktian dan renungan disampaikan oleh Pdt Kalebi Hia. Ephorus BNKP ini menyinggung thema wisuda ini dengan mengharapkan para wisudawan-wisudawati menghasilkan buah dan berinovasi dalam pelayanan.

Hadir dalam acara ini Tokoh masyarakat Sumatera Utara yang juga mantan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Dr RE Nainggolan,MM, perwakilan dari Dirjen Agama Kristen di Jakarta Drs Andar Gultom MPd dan Drs Roseli Siahaan beserta sekitar 500 keluarga besar wisudawan.

Ketua Panitia Wisuda Adolfina Elisabeth Koamesakh, MTh, MHum menyampaikan bahwa ada beberapa kekhususan dan keunikan dalam wisuda kali ini. Antara lain perbedaan umur, suku, denominasi gereja dan latar belakang pekerjaan membuat warna indah bagi STT Paulus Medan. Diharapkannya para wisudawan terus belajar dalam pengalaman nyata di lapangan melalui inovasi baru dalam menjawab segala kebutuhan hidup dan menjadi penolong bagi masyarakat untuk menjadi lebih maju.

Ketua STT Paulus Medan Pater Dr CP Manalu MTh dalam sambutannya menegaskan bahwa perkuliahan selama kurang lebih 2 tahun telah merajut tali kasih persaudaraan antara wisudawan dengan dosen, staf dan pegawai di STT Paulus Medan. “Bertitik tolak dari kebanggaan kami telah mendidik para lulusan dengan segala upaya, maka kami sekarang tidak galau dan kuatir mengutus Anda untuk pergi dan menghasilkan buah,” tandasnya.

Sebelum penyerahan ijazah para wisudawan, Dr Jason Lase MSi menyampaikan orasi ilmiahnya tentang pendidik dan pelayan Kristen yang innovative. Dalam orasinya, Jason Lase menekankan pentingnya melakukan inovasi dalam pelayanan dan membangun tubuh Kristus.

Sementara itu dalam sambutannya Dr RE Nainggolan,MM mengungkapkan banyak tantangan yang dihadapi gereja belakangan ini, dengan diwisudanya 121 orang sarjana strata-2 dari STT Paulus Medan diharapkan dapat menjadi penyejuk dan ke depan dapat menghadapi kehidupan yang lebih baik. Lulusan yang hari ini telah menyelesaikan studinya akan menjadi tokoh masyarakat dalam membawa masyarakat lebih dekat kepada Tuhan,” ujar Tokoh Masyarakat Sumut ini. (*/rs)

Tomcat Bukan Penggenapan Wahyu

Wabah Serangga Mirip Kalajengking Jadi Pembahasan Umat Tuhan

Wahyu 9:3-5, 10
Dan dari asap itu berkeluaranlah belalang-belalang ke atas bumi dan kepada mereka diberikan kuasa sama seperti kuasa kalajengking-kalajengking di bumi.
Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya.
Dan mereka diperkenankan bukan untuk membunuh manusia, melainkan hanya untuk menyiksa mereka lima bulan lamanya, dan siksaan itu seperti siksaan kalajengking, apabila ia menyengat manusia.
Dan ekor mereka sama seperti kalajengking dan ada sengatnya, dan di dalam ekor mereka itu terdapat kuasa mereka untuk menyakiti manusia, lima bulan lamanya.

Fenomena serangga tomcat yang menghebohkan masyarakat di Surabaya, oleh sebagian orang dikaitkan dengan kitab Wahyu. Saat ini kehebohan bahkan hamper mencapai Jakarta. “Tinggal 20 kilometer lagi, serangan tomcat akan masukibukota,” demikian televisi swasta mengabarkan, Jumat (25/3).

Dari berita yang menyebar lewat Blackberry Messenger (BBM),  serangan ini disebut-sebut sebagai penggenapan Firman yang tertulis di Wahyu 9:3-5 dan ayat 10 diadopsi untuk menyatakan bahwa serangga tomcat adalah pertanda akhir zaman.

Lewat pesan di BBM, serangan ini menjadi pembahasan alot para penggiat Firman. Bahkan, di jejaring sosial lain dan di dunia maya, serangan tomcat yang dihubungkan dengan Wahyu  9 inim enjadi trending topic.

Benarkah tomcat terkait Wahyu 9? Berikut beberapa pendapat para hamba Tuhan.

Pdm Edison Sinurat STh berpandangan, tidak setuju dengan pandangan demikian. “Agak terlalu dipaksakan . Tidak ada hubungan tomcat dengan Wahyu 9. Walau kita harus tetap mewaspadainya sebagai tanda-tanda akhir zaman,” ujar pengajar Kitab Wahyu di Sekolah Tinggi Alkitab Purbasari di Simalungun ini kemarin (23/3).

Dipaparkannya, penggenapan Wahyu 9 terjadi saat gereja-gereja Tuhan dan umatNya sudah diselamatkan. Serangan itu akan mengarah kepada mereka-mereka yang belum dimaterai Allah Bapa, Yesus Kristus dan Roh Kudus di dahinya. “Kalau tomcat ini kan menyerang siapa saja. Dan orang-orang percaya pun belum terangkat. Jadi saya kira belum kea rah sana,” sebut salah satu pelayan di GPdI ini.

Dijelaskannya, Wahyu 9 akan digenapi menjelang kedatangan Yesus kedua kali, saat pemerintahan antikristus selama 3,5 tahun. Saat itu aka nada penganiayaan besar. Lantas, kapan itu terjadi? “Tidak ada yang tahu, hanya Bapa yang tahu seperti tertulis di Matius 24,” katanya dengan pasti dan meminta umat Tuhan terus berjaga.

Pendapat hamper serupa disebutkan JP Simamora, orang yang bergelut di bidang teologia. Menurut Simamora, apa yang tertulis di kitab Wahyu tentang binatang yang menyerupai belalang dan kalajengking memang akan digenapi, namun hal itu bukanlah apa yang terjadi saat ini.

“Tujuh materai saja belum semua digenapi, padahal apa yang dikaitkan dengan fenomena tomcat itu sudah masuk peniupan sangkakala. Jadi apa yang terjadi saat ini belum apa-apa dan masih ada yang lebih hebat lagi nantinya,” ungkap koordinator konselor program televisi Onecubed.tv.
Simamora memastikan, semua yang tertulis di kitab Wahyu memang akan digenapi, namun menurutnya hal itu tidaklah leterlek atau sama persis dengan teks. Dia mengambil contoh tentang binatang buas, menurutnya saat ini binatang buas yang dimaksud kitab Wahyu bukanlah harimau, macan, singa dan lain sebagainya yang notabene sudah bisa dikendalikan oleh manusia, tetapi lebih kepada virus-virus yang mematikan yang belum bisa dikalahkan oleh manusia.

“Binatang buas yang di kitab Wahyu lebih cenderung kepada virus, bakteri, bahkan nyamuk,” jelas Simamora.

Walaupun demikian, Simamora mengungkapkan bahwa fenomena tomcat ini sebagai peringatan bahwa Tuhan akan menggenapi apa yang tertulis di kitab Wahyu. Simamora menghimbau agar masyarakat merespon hal ini dengan bijaksana dan menggunakan kesempatan ini untuk lebih dekat lagi dengan Tuhan.

Hal yang sama juga disampaikan Daniel Salim, segmen producer program televisi SOLUSI. Menurutnya, jika tidak hati-hati dalam mengaitkan fenomena-fenomena tertentu dengan kitab Wahyu, justru akan membuat kitab Wahyu kehilangan karismanya.

“Kalau sudah di blow up secara berlebihan tapi ternyata tidak terjadi apa-apa, dan lewat begitu saja, nanti kitab Wahyu bisa dianggap sebelah mata dan kehilangan kharismanya. Lalu saat tanda-tanda itu benar terjadi, orang-orang sudah terlanjur tidak percaya,” ungkap Daniel.
Tanpa dihubungkan dengan fenomena tomcat ataupun fenomena-fenomena lainnya, sebagai orang Kristen kita harus sadar bahwa Yesus akan datang untuk kedua kalinya untuk itu kita harus berjaga-jaga, karena hari Tuhan akan datang seperti seorang pencuri.(tms/jc)

TKI Diperkosa dan Disiksa

Korban Alami Depresi dan Trauma Berat

BATAM – Selalu kita mendengar kalau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) kerap mendapat perlakuan kasar oleh majikanya, ketika bekerja di Malaysia. Begitu lah yang dialami delapan dari 13 TKI yang diderpotasi dari Malaysia ke Indonesia. Mereka yang sekarang ditampung di shelter Dinsos sejak Jumat (23/3) sekitar pukul 21.00 WIB mengaku selama di Malaysia pernah diperkosa dan disiksa.

“TKI yang datang sekarang, rata-rata diperlakukan kasar oleh majikanya. Bahkan tak satupun yang membawa uang dari bekerja di sana,” tutur Febrina pendamping TKI dari Kementrian Sosial kepada Batam Pos (Group Sumut Pos), Sabtu (24/3)

Diceritakan oleh Febri,  RN gadis yang baru berusia 16 tahun asal Atambua, Kupang, Nusa Tenggara Timur itu dikirim oleh agensinya dengan cara ilegal ke Malaysia. Di sana RN dipekerjakan sebagai  cleaning service di salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit. Satu bulan lebih bekerja di sana, RN kerap mendapat perlakuan kasar oleh atasanya hingga kakinya luka dan bengkak.

Perlakuan itu,membuat RN melarikan diri dari perusahaan tersebut dan berdiam sementara di perkebunan sawit karena tak tahu jalan keluar. Namun malang bagi gadis berkulit hitam manis ini, ia diperkosa oleh segerombolan orang yang tak dikenal. Usai diperkosa, RN pun ditinggal begitu saja dengan kondisi yang lemas dan tanpa busana.

Untung lah saat itu, ada orang yang berbaik hati kepada RN dan langsung membawanya ke Konsulat Jendral Indonsesia. Tapi, akibat perkosaan itu, gadis berambut pendek ini mengalami trauma mendalam. Ia pun susah untuk diajak berbicara dan selalu akan menangis bila  melihat laki-laki.

“Dia masih trauma dan masih susah untuk diajak bicara. Kalau saya mendekatinya, dia selalu pegang tangan saya dan bilang jangan tinggalkan dia. Suaranya pelan sekali, jadi susah untuk didengar. Kasihan dia,” ujar Febri.

Febri menjelaskan kalau RN sudah mendapatkan pengobatan ke Puskesmas Sekupang. Hasilnya dokter mengatakan mengalami depresi dan diminta untuk kontrol kembali.

“Dia masih trauma, Menurut dokter tadi depresi. Nanti kita minta rekomendasi ke Rumah Penampungan Trauma Centre (RPTC) untuk pengobatan nanti ketika dia sudah di Jakarta,” ungkapnya.

Hal yang sama juga dialami oleh Suhayati  TKI asal Kalimantan yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia. Suryati mengaku kerab mendapat perlakuan kasar hingga diperkosa oleh majikannya.

Bahkan sebelum diperkosa ia diiming-imingi akan diberi uang tambahan. Namun setelah diperkosa, perkataan majikanya tersebut hanya tinggal janji.
Karena tak tahan mendapat perlakuan seperti itu, Suryati akhirnya melarikan diri Ke Konjen indonesia.
Febri mengatakan seluruh TKI yang ditampung di shelter akan dipulangkan ke kampung halaman masing-masing pada Rabu depan. “Kita menunggu kedatangan kapal dulu. Rabu depan kita pulangkan semua, tapi kalau TKI yang sakit dirawat dulu di Jakarta,”tutup Febri. (she/jpnn)

Hamilton, Raih Pole Karena Ban

SEPANG- Pembalap McLaren, Lewis Hamilton secara terbuka membeberkan kunci rahasia keberhasilannya merebut pole-position di GP Malaysia yang berlangsung di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu (25/3) hari ini.

The Britton memang telah menunjukkan sinyalemen akan tampil cemerlang mengawali balapan di Sepang. Menilik dua sesi latihan bebas, juara dunia 2008 itu keluar sebagai pembalap tercepat. Dia hanya kehilangan momentum di sesi FP III, tercecer di peringkat sembilan
Beruntung, Hamilton kembali tampil konsisten dan sanggup mengawali lomba di posisi pertama. Ini menjadi pole kedua beruntun Hamilton pada musim ini.

“Ini sangat krusial, terutama posisi dan manajemen ban,” kata Hamilton, setelah sesi kualifikasi dikutip dari Autosport, Sabtu (24/3).
Strategi ban yang tepat, menurut Hamilton memainkan peranan penting atas keberhasilannya bisa mengawali start terdepan. “Pada kondisi ini, Anda tidak pernah mengetahui apa yang akan terjadi. Ban menjadi masalah sulit di sekeliling kami pada waktu ini. Jadi, berada di pole-position akan sangat menarik,” ujar Hamilton.

Dia juga tidak menampik anggapan, bakal melalui momen sulit di Sepang. Selain faktor suhu yang bisa berubah drastis, lay-out sirkuit yang menantang, menuntut pembalap harus bekerja ekstra keras saat berlomba.

“Sepang sirkuit rumit dengan tempratur dan kelembapan tinggi. Ini akan menjadi pertarungan massif esok hari. Jadi, kami harus percaya pada kemampuan diri sendiri untuk mendapatkan tempat terbaik seperti yang kami mampu,” tuntas Hamilton. (net/bbs)

Jesus Tarpajal di Tano Batak

Drama Kolosal yang Siap Ditampilkan Ratusan Pelajar Kota Parapat. Memperingati Hari Raya Paskah 6 April mendatang, dipastikan lebih dari seratusan pelajar di Kota Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, akan mempersembahkan pagelaran drama kolosal. Menariknya, drama tersebut yang berkisah penyaliban Yesus Sang Juruslamat, mengangkat judul, “Jesus Tarpajal di Tano Batak.”

Sang sutradara sekaligus penulis skenario, Sarido Ambarita dalam siaran persnya yang diterima koran ini, kemarin, memastikan pagelaran ini nantinya akan berbeda dari drama pada umumnya. Sebab kisah penyaliban Jesus dikemas dengan nuansa etnis batak. Baik termasuk pemakaian kostum pemain yang akan menggunakan ulos batak. “Jadi ini sebuah refleksi kalau Jesus lahir di setiap hati manusia yang mempercayaiNya.”

Menurut Sarido, direncanakan rute penyaliban akan menempuh perjalanan sekitar satu kilometer, yang dimulai dari Tigaraja melewati Siburak-burak hingga di Open stage , Pagoda. “Kisahnya tidak jauh berbeda dengan apa yang dialami Jesus dulu, penuh penderitaan dan penyiksaan. Jadi kita rencanakan selama perjalanan menempuh rute-rute tersebut, tetap akan diwarnai dengan bagaimana Yesus dulunya juga memanggul salib dan mengalami siksaan.”

Hanya bedanya, dalam drama teaterikal kali ini, akan dimulai ketika Tanah Batak masih menganut kepercayaan kuno. “Jadi sesuai jamannya, peranan datu atau dukun sangat penting dan menjadi mediator antara manusia dengan Mulajadi Na Bolon atau Sang Kuasa Pencipta alam Semesta. Begitu juga ketika seorang Raja di Tanah Batak (diperankan Andreas Manik) merasa gundah dengan mimpinya sehingga harus bertanya dan minta petunjuk kepada dukun akan firasat dari mimpinya.”

Dikisahkan kemudian, setelah melalui proses acara ritual, sang Datu mengungkapkan bahwa kekuasaan Raja akan berakhir manakala seorang pemuda bernama Jesus (diperankan Lambok Manurung) akan hadir ke Tanah Batak dan menggantikan posisi sang raja. Wajar kiranya jika sang raja marah besar dan berusaha mencari tahu siapa sesungguhnya yang bakal datang menggantikan posisinya. Serdadu pun dikerahkan menyelidiki. Ramalan dukun ternyata benar. Beberapa masyarakat sudah mulai mengikuti ajaran Yesus.  (gir)

Akhir Zaman, dan Pengharapan

Ada banyak perbedaan tentang konsep akhir zaman, namun pendeta dari Calvary Chapel Costa Mesa, Chuck Smith mengungkapkan akhir zaman adalah pengharapan bagi semua gereja Tuhan di tengah berbagai krisis dan konflik yang melanda dunia.

Dalam kotbahnya, pendeta yang berusia 84 tahun itu mengutip Titus 2:13, dimana dijelaskan sebagai orang percaya kita harus hidup dalam pengharapan penuh akan kedatangan Kristus.

Banyak orang yang menyatakan bahwa mereka bisa memberi jalan keluar terhadap masalah-masalah dunia, namun bagi Smith hanya Yesuslah jalan keluarnya.

“Yah, mungkin Anda berharap pada orang-orang, tapi aku sudah hidup cukup lama dan sudah kehilangan harapan terhadap program yang dibuat manusia. Saya telah mencari sebuah harapan yang lebih baik – yaitu harapan tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus,” ungkap Smith kepada delapan ribu hadirin pada konferensi gerejanya.

Pendeta California ini menyimpulkan pesannya dengan mengatakan, “Masa depan untuk dunia sangat suram, namun untuk gereja itu menarik. Dalam dunia yang makin bergejolak, kita teap berdiri tegak dan kuat karena iman kita terhadap pengharapan dari Allah,” ungkap Smith.

Salah seorang bapak gereja, Agustinus pernah berkata, “Kalaupun besok Tuhan datang, hari ini saya akan tetap menanam padi.” Hal ini mengingatkan kita bahwa dalam menantikan kedatangan Tuhan, kita harus tetap produktif, baik dalam pelayanan maupun profesi kita. (cp/jc)

Potensi Sekolah Curangi Nilai Rapor Masih Ada

JAKARTA – Jajaran panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jalur undangan mulai pasang telinga dan mata. Dalam fase verifikasi nilai rapor saat ini, mereka terus memantau potensi pelanggaran atau manipulasi data rapor. Sanksi tegas siap diberikan kepada sekolah yang nakal.

Dihubungi kemarin (24/3), Ketua Panitia Pusat SNMPTN 2012 Akhmaloka menuturkan, saat ini sampai pertengahan April nanti merupakan masa verifikasi data calon mahasiswa pelamar jalur undangan. Rektor ITB itu mengatakan, verifikasi kali ini merupakan tahap pertama dan dilakukan oleh PTN yang menjadi pilihan pertama para pendaftar.

Selanjutnya, dokumen atau data mahasiswa yang dinyatakan tidak diterima pada PTN pilihan pertama, akan dilimpahkan ke PTN pilihan kedua. “Waktu verifikasi dua tahap ini sama. Masing-masing tiga bulanan,” ujar pria kelahiran Cirebon, 1 Februari 1961 itu. Jika masih ada kuota di PTN pilihan kedua, pelamar yang tidak diterima di PTN pilihan pertama tadi masih berpeluang diterima dalam SNMPTN jalur undangan.

Akhmaloka menjelaskan, potensi kecurangan dalam pengisian rapor siswa oleh pihak sekolah tetap ada tahun ini. Seperti diketahui, syarat utama dalam jalur undangan adalah melayangkan salinan nilai rapor semester III, IV, dan V.

Berdasarkan tahun lalu, pelanggaran berupa mengatrol nilai rapor ini baru ditemukan saat pengumuman penerimaan SNMPTN jalur undangan. Meskipun begitu, dia menginstruksikan seluruh tim yang bertugas memverifikasi data pelamar di masing-masing PTN untuk tetap teliti. “Tetap pasang mata untuk melihat ada kejanggalan nilai rapor,” katanya.

Dia lantas menuturkan, pengalaman tahun lalu kasus mengatrol nilai rapor ketahuan beberapa saat setelah kelulusan jalur undangan diumumkan. Saat itu, ada protes dari pelamar yang dinyatakan tidak lulus. Menurut Akhmaloka, kala itu siswa yang tidak lulus tadi protes karena selama ini nilai rapornya bagus-bagus terus. “Sedangkan ada temannya yang nilainya rendah, malah lulus,” ujar Akhmaloka.

Dari protes ini, terang Akhmaloka, tim pantia SNMPTN langsung terjung ke lapangan untuk klarifikasi dan investigasi. Dan akhirnya, sekolah tempat anak tadi menuntut ilmu ditetapkan curang karena mengakali nilai siswanya. Hukumannya, sekolah tadi di-blacklist tidak boleh ikut SNMPTN jalur undangan selama satu tahun. Menurut beberapa keterangan, sekolah yang di-blacklist ada di Medan dan Bali.

Untuk tahun ini, Akhmaloka menuturkan tetap akan menerima komplain atau protes dari para pelamar jalur undangan. “Kalau masih tahap verifikasi, belum ada yang protes. Ditunggu saja nanti saat pengumuman,” katanya. Pengumuman jalur undangan dijadwalkan pada 28 Mei nanti.
Akhmaloka menuturkan, ada banyak saluran yang bisa digunakan para pelamar untuk menyampaikan protes terhadap penilaian jalur undangan. Diantaranya, bisa dialamatkan langsung ke panitian SNMPTN. Selain itu, bisa dilayangkan melalui PTN yang menjadi pilihan pertama.(wan/jpnn)
atau kedua. “Dan juga bisa menyampaikan protes kepada media,” cetus Akhmaloka. Intinya, seluruh protes akan ditindalanjuti secepatnya.

Rano Karno Buat Album untuk Refreshing

DI tengah masalah yang dialami anaknya, Raka Widyarma, Wakil Gubernur Banten, Rano Karno menyempatkan diri untuk membuat video klip untuk singlenya yang berjudul Putri Sang Fajar.

“Memang hari ini saya membuat video klip untuk lagu Putri Sang Fajar, saya buat lagu ini terinspirasi dari buku yang saya baca,” terang Rano saat ditemui wartawan di kantornya Karnos Film, Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (24/3).

Rencananya, bukan hanya single yang akan diluncurkan aktor kawakan itu, melainkan dalam bentuk album. Rencananya pada bulan Ramadan nanti album tersebut sudah dirilis.

“Bukan hanya single ini, Insya Allah Ramadan saya akan keluarkan album, yah belajar lagi jadi penyanyi setelah lama saya tinggalkan,” jelasnya.

Rano sendiri tidak menargetkan album atau single-nya harus laku keras. Bagi pemeran Si Doel itu menyanyi merupakan hobi sekaligus bagian dari refreshing dari padatnya aktivitas sebagai wakil gubernur. “Mau laku apa enggak terserah, ini hobi saja. Refreshing saya, saya ngajar, kalau nyanyi itu bagian refreshing saya,” katanya.(net/jpnn)

Tak Tertarik Nonton Lady Gaga

Astrid Tiar

Geliat antusiasme kedatangan penyanyi sekaliber Lady Gaga rupanya ditanggapi dingin presenter Astrid Tiar. Meski menyabet presenter musik, Astrid tak tertarik menyaksikan konser penyanyi negeri asal Paman Sam itu.

“Saya cuek saja tuh. Aku nggak begitu antusias dan aku memang tidak suka Lady Gaga,” katanya singkat di Jakarta, Selasa (20/3).
Presenter Inbox ini mengaku tak tertarik dengan penyanyi yang terlalu eksentrik itu. Apalagi menurutnya, banyak hal aneh dari penampilan Lady Gaga yang tak sesuai karakteristiknya.

“Aku sebutin ya, dalam penampilannya, mulai baju, gaya panggungnya hingga riasan wajahnya, pokoknya hampir semuanya nggak cocok sama aku. Jadi bukan aku banget. Aliran musiknya itu kan universal. Aku nggak suka musiknya, wajar kan. Jadi aku biasa aja,” paparnya.  Selain itu, kedatangan Gaga juga sama dengan musisi dunia lainnya. Makanya pesinetron Atas nama Cinta ini meminta masyarakat Indonesia jangan terlalu mengagungkan musikalitas Lady Gaga

“Dia (Gaga) sama kok kayak penyanyi dunia lain yang gelar tur di Indonesia. Antusias boleh, jangan terlalu heboh. Mungkin pamornya lagi di atas sekarang, jadi pada berlebihan menanggapi kedatangannya,” ujarnya.

Selain itu, pemeran FTV Cewek Penakluk ini menilai komentar Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kholil Ridwan yang mengharamkan konser Lady Rocker tersebut sebagai sesuatu yang wajar.

“Ya sah-sah aja ada himbauan kayak begitu. Mereka (MUI) itu kan lembaga agama. Pasti ada maksud keluarin komentar itu. Mungkin selama ini, ada aksi panggungnya yang nggak sesuai hukum, adat budaya dan nilai agama kita. Fatwa mereka itu, kan biar ngontrol mental kita biar nggak terlalu nyentrik, kayak dia (Gaga),” terangnya. (ins/jpnn)

Awas, Tomcat Bisa Serang Sumut

JAKARTA-  Serangan sejenis serangga bernama Tomcat sudah mulai menjalar ke sejumlah daerah. Pertama kali kasusnya ditemukan di 13 kecamatan di Surabaya, kemarin diberitakan sudah merambah Tuban dan Yogyakarta. Bisa jadi, diam-diam saat ini sudah menyerang warga yang ada di Sumut. Hanya barangkali belum terdeteksi.

Kemungkinan bisa menjalar ke Sumut, berdasar keterangan Prof Dr Sumali Wiryowidagdo, Apt, Kepala Pusat Studi Obat Bahan Alami, Departermen Farmasi Fakultas MIPA Universitas Indonesia (UI), kepada koran ini, kemarin (21/3). Menurutnya, pola penyebaran Tomcat ini mirip-mirip dengan serangan ulat bulu yang sempat heboh beberapa waktu lalu.

Menurut Sumali, pola penyebaran bukan berantai berdasarkan kedekatan dengan Surabaya. Melainkan, bisa terjadi di mana pun yang terdapat tanaman yang menjadi makanan idola serangga Tomcat itu. “Seperti serangan ulat bulu dulu itu, di daerah mana pun, jenis tanaman yang dihinggapi sama,” ujar Sumali.

Karena sudah sulit menemukan makanan di habitatnya, Tomcat hijrah ke pemukiman-pemukiman penduduk, mulai dari desa dekat kawasan pertanian, hingga masuk ke kawasan perkotaan. Sebenarnya, kata Sumali, Tomcat bukan menyerang manusia. “Hanya karena jumlahnya banyak, ada yang hinggap di tubuh manusia,” ujarnya.

Bagaimana cara mengatasi jika ada Tomcat hinggap di tubuh manusia? “Jangan dipukul. Tapi cukup diusir dengan cara halus sehingga dia tidak merasa terganggu. Kalau merasa terganggu dia mengeluarkan semacam enzim yang bisa menyebabkan kerusakan kulit, panas dan melepuh,” sarannya. Sedang kalau dipukul, otomatis tubuhnya pecah dan enzimnya menempel di kulit.

Saat ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mencegah kemungkinan mewabahnya serangan tomcat. Melalui jajaran di daerah, mereka berupaya mengepung persebaran kumbang dengan nama ilmiah Paederus littoralis itu.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemenkes Tjandra Yoga Aditama mengatakan, skenario membendung laju serangan tomcat sejauh ini berjalan sesuai dengan rencana.

Di Surabaya, Jatim, misalnya, dinkes setempat sudah menyiagakan pusat kesehatan masyarakat (PKM) selama 24 jam. PKM terdapat di puskesmas hingga rumah sakit milik pemerintah. “Pengobatan di PKM gratis,” ujar Tjandra.

Tjandra mengatakan, petugas dari dinas pertanian boleh menyemprot tomcat, tetapi dengan pestisida nabati. Sasaran yang boleh disemprot, antara lain, rumah-rumah yang sudah dijamah tomcat.

Kondisi penderita pada umumnya menunjukkan iritasi kulit di seputar titik yang terkena racun atau toksin tomcat. “Kami terus mengingatkan, iritasi itu sebenarnya bisa sembuh sendiri sekitar enam hari kemudian,” ujar dia.

Tjandra menambahkan, di Yogyakarta populasi tomcat meningkat ketika rata-rata umur padi yang ditanam petani sekitar 1,5 bulan. Perkembangan tomcat itu terus stabil hingga musim panen. Tomcat punya kebiasaan mengitari lampu rumah warga saat malam. “Warga mengantisipasi dengan memasang lampu perangkap,” papar dia. Dengan lampu perangkap itu, tomcat tidak sampai masuk ke rumah dan menyerang penghuninya.
Dengan upaya jajaran petugas kesehatan mulai pusat hingga daerah itu, Tjandra mengharapkan masyarakat tidak resah gara-gara ancaman serangan tomcat. Serangga tersebut adalah hewan yang sudah cukup lama menghuni persawahan Indonesia. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak cemas secara berlebihan. (sam/jpnn)