32 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 13786

Ibu-ibu Dijambret, 10 Gram Emas Raib

SERGAI- Penjambretan kembali marak terjadi di Kecamatan Perbaungan, Serdang Bedagai (Sergai). Korbannya, seorang ibu rumah tangga (IRT) Yanti (27) warga Desa Melati II, Kecamatan Perbaungan. Akibat kejadian itu,  korban mengalami kerugian sekitar Rp7 juta.

Perampokan itu terjadi, Kamis (22/3) sekira pukul 22.30 WIB di Jalan Amir Hamzah Dusun I, Desa Kota Galuh, Kecamatan Perbaungan, Sergai. Usai kejadian korban langsung membuat laporan ke Polsek Perbaungan.

Kepada polisi, Yanti menceritakan, pada malam itu, ia berboncengan dengan temannya, Astuti mengendarai sepeda motor Revo BK 4972 AAG berniat untuk pulang ke rumahnya. Namun, ditengah perjalanan mereka dipepet oleh pengendara sepeda motor Satria FU.

Kejadiannya begitu cepat, seorang pria yang dibonceng sepeda motor itu merampas gelang emas Yanti seberat 10 gram. Tak hanya itu, dompet berisi handphone Blackberry dan uang Rp500 ribu, beserta dokumen penting lainnya juga ikut dirampas.

Kanit Reskrim Polsek Perbaungan Ipda Ilham, kepada Sumut Pos mengatakan, pihaknya kini masih menyelidiki kasus tersebut, sejauh ini polisi belum mengetahui pelaku penjambretan itu. (mag-16).

Mantan Pegawai Kantor Pos Ditangkap Nyabu

TEBING TINGGI- Muhammad Sofian Nasution (42) warga Jalan Plamboyan, No. 1, Kelurahan Satria, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi ditangkap petugas Satuan Narkoba Polres Tebingtinggi memiliki barang haram narkotika jenis sabu-sabu dirumahnya, Jumat (23/3) sekira pukul 01.00 WIB.

Barang bukti didapat dari dalam kamar rumahnya, dua paket sabu yang dibungkus menggunakan plastik putih transparan, dua buah alat hisab sabu (bong) dan satu buah telepon seluler. Barang bukti bersama tersangka kemudian di gelangdang ke Mapolres Tebingtinggi guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dari keterangan tersangka barang haram tersebut didapat dari temannya bernama Klintoy (DPO) warga Kota Tebingtinggi yang hendak dipergunakan berdua. Barang haram tersebut dibeli dengan harga Rp300 ribu.

Kapolres melalui Kasubag Humas Polres Tebingtinggi, AKP Ngemat Surbakti membenarkan penangkapan tersangka. (mag-3)

Bayi tanpa Batok Kepala Sudah Sembuh

MEDAN- Ingat dengan Syahrani? Bayi perempuan berusia 12 bulan tanpa batok kepala, anak pasangan Sutrisno (25) dan Eliana (25), pedagang putu bambu keliling di Kota Padangsidimpuan, telah sembuh dan akan kembali ke Medan, hari ini, Sabtu (24/3).

Syahrani telah berhasil dioperasi oleh Tim Dokter  Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, yang  dipimpin oleh Dokter Ahmad Yani dkk, difasilitasi oleh Dokter Ahli Bedah Anak Rumah Sakit Adam Malik Medan, Dr Mahyono. Setelah menjalani perawatan intensif selama lebih kurang 3 bulan.
“Allah SWT telah menunjukkan mukjizatnya, Rumah Sakit Adam Malik telah pernah menolak menangani Syahrani 6 bulan lalu. Besok (hari ini, red) Syahrani dan keluarga akan kembali ke Medan, menumpang pesawat Lion Air sekitar pukul 12.00 WIB dari Jakarta,” ungkap Chaidir Ritonga, Wakil Ketua DPRD Sumut yang selama ini menjadi fasilitator dan donatur atas proses pengobatan Syahrani,Jumat (23/3).
Dijelaskannya, di Indonesia, kasus bayi tanpa batok kepala terbilang sedikit yang mampu bertahan.

“Tiada kata yang bisa kami ungkapkan kecuali rasa syukur pada Allah SWT yang telah menunjukkan kekuasaannya melalui ‘Tangan Mukjizatnya’ menyembuhkan Syahrani dibawah pertolongan dokter-dokter ahli RSUPN “RSCM” yang sangat berempati dan simpatik. Terimakasih yang tulus juga kami ucapkan kepada warga dan masyarakat Padangsidimpuan serta Sumatera Utara yang telah turut mendoakan kesembuhan hamba Allah ini,” ucapnya. (ari)

Bupati Tapsel Keluarkan Izin Lokasi PLTA Batangtoru

Bakal Dioperasikan Seperti Pembangkit Siguragura

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) berencana membangun tiga Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), salah satunya di Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Hal itu dibenarkan Humas PLN Sumut, Raidir Galingging saat dikonfirmasi Sumut Pos, Jumat (24/3).

“Ya, itu masih perencanaan di pusat. Kita belum mendapat instruksi itu. Kalau untuk kapasitas yang kecil, biasanya izin dari pemerintah kabupaten/kota saja. Kalau ini, kapasitasnya 500 Megawatt mungkin akan minta izin dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu). Tapi kita belum bisa bertindak, karena menunggu dari pusat dulu. Karena ini masih rencana,” ungkap Raidir.

Dikatakannya, sejauh ini daya yang dibutuhkan di Sumut sudah cukup memadai dan bisa tertangani oleh PLN, karena ada sisa sekitar 100 Megawatt untuk penyuplai kebutuhan listrik di Sumut.

“Sudah pas-pasan, karena ada sisa 100 Megawatt untuk suplai di Sumut. Kita juga masih menyimpan daya yang besar, karena masih banyak pelanggan yang masuk dalam daftar antre,” tambahnya.

Lebih lanjut dikatakannya, sejauh ini memang pembangkit di Sicanang Belawan, relatif sudah tidak produktif. Maka alih teknologinya ke arah pembangkit bertenaga air. Seperti PLTA Asahan III dan rencana pembangunan PLTA Batangtoru.

Menurutnya, PLTA Asahan III jika nantinya sudah beroperasi maka akan berdampak positif pada suplai energi listrik di Sumut. Terlebih jika benar nantinya pembangunan PLTA Batangtoru berkapasitas 500 Megawatt.

Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sumatera Utara (Bappedasu) Riadil Lubis, kepada Sumut Pos menyatakan, saat ini rencanan pembangunan PLTA Batangtoru sudah sampai tahapan studi kelayakan. Dan sejauh ini, sudah mendapat izin lokasi dari Bupati Tapsel, Syahrul Pasaribu.
“Ini sudah dapat izin lokasi dari bupati setempat. Dan saat ini dalam tahap studi. Saat ini kita sudah mengikat kerja sama dengan pihak ketiga sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No.14 tahun 2012. PLTA Batangtoru ini nantinya, akan seperti pembangkit listrik Sigura-gura. Jadi ketika beban puncak pada malam hari, langsung bisa dioperasikan,” bebernya.

Diketahui, selain PLTA Batangtoru, PLTA yang akan dibangun PLN terhitung dari tahun 2013 dan diproyeksikan selesai 2018 mendatang antara lain PLTA Kerinci, Jambi, dan PLTA Karama, Sulawesi Barat.

Untuk ketiga PLTA yang menelan investasi US$2,9 miliar atau sekitar Rp26,6 triliun, dengan tujuan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak dan guna diversifikasi energi.

PLTA Batang Toru dibangun KSO Dharma Hydro berkapasitas 500 MW dengan nilai investasi sebesar US$1,2 miliar. Sedangkan, PLTA Karama akan dibangun PT Sulbar Group dan Cina Gezhoumba Group dengan kapasitas 450 megawatt dengan nilai investasi sebesar US$1,2 miliar. Sementara itu, PLTA Kerinci dibangun PT Kerinci Hydro Energy dengan kapasitas 350 MW senilai US$0,51 miliar

Pengamat kelistrikan Sumut, Surya Tarmizi Kasim, kepada Sumut Pos menyatakan, saat ini masih ada kendala atau kekurangan suplai energi listrik. Itu disebabkan karena pembangkit listrik di Sicanang Belawan, sudah tidak produktif dalam memasok listrik.

Rencana pembangunan PLTA Batangtoru, menurut pria yang juga Kepala Departeman Teknik Elektro, Fakultas Teknik Elektro, Universitas Sumatera Utara (USU) ini, satu hal yang baik, mengingat selama ini juga masih banyak pelanggan yang masih dalam daftar tunggu.

“Selama ini masih adan realita, misalnya energi 2.000 watt dijual dengan harga 800 watt. Kemudian, masih banyak yang dalam daftar antre. Maka dari itu, sebaiknya masyarakat berhemat dulu dalam penggunaan energi listrik,” terangnya. Sementara itu, .(ari)

Tak Sanggup Beli Tiket, Sasa tak Kembali

MEDAN- Stopper PSMS asal Serbia Sasa Zecevic yang ditunggu kehadirannya tak kunjung datang. Alhasil, pelatih sementara PSMS Suharto AD memastikan skuadnya bakal tak diperkuat stopper jangkung itu, saat menjamu PSPS Pekanbaru Senin (26/3) mendatang.

Mepetnya waktu mengharuskan Suharto menggantikan posisinya ke pemain yang juga potensial. Kendala keuangan yang melilit kubu manajemen Ayam Kinantan ini terpaksa menahan Sasa di negara asalnya. Tak memiliki cukup uang, Sasa pun tak bisa membeli tiket untuk balik ke Medan.

“Kondisi ini sudah kita antisipasi sejak kepulangangannya ke Serbia. Awalnya memang ia meminta izin untuk memperpanjang Kitasnya di Singapura. Tapi, beginilah keadaannya saat ini. Hingga saat ini ia belum balik, namun, kita juga sudah mempersiapkan Ramadhan sejak jauh hari,” ungkap Suharto.
“Latihan demi latihan sudah semakin dipatenkan, baik taktik juga strategi. Jika ia datang pun besok (Hari ini), ia tetap tak akan saya turunkan. Karena, akan sulit baginya masuk ke dalam taktik dan strategi yang sudah kita bangun. Bisa runyam, kalau dia harus mengulang dari awal lagi,” tambah Suharto.
Menurut Suharto, motivasi anak-anak asuhnya semakin optimis bisa meraih poin penuh di dua laga kandang yang bakal dilakoni. “Melawan PSPS Pekanbaru, dengan terus melakukan latihan dibarengi simulasi taktik dan strategi, mereka seperti sudah mengenal pola permainan lawan. Mudah-mudahan mereka bisa bermain enjoy nanti,” tuturnya.

Ia juga menuturkan, semua pemain sudah siap diturunkan, termasuk Dong Soo yang belakangan masih dibekap cedera. Sehingga pertandingan uji coba melawan PS PTPN IV yang baru saja digelar, Dong Soo tampak tak diturunkan. “Dong Soo sudah pulih, juga Anton Samba yang sudah cukup fit. Semua pemain dalam performa baik, dan tetap saja pemain dengan performa terbaik jelang pertandingan, itu yang bakal diturunkan,” jelas Suharto.
Menyampingkan permasalahan keuangan yang diderita PSMS, menurut Suharto mental anak-anak asuhannya sudah kembali. “Pertandingan terakhir kita memang dibantai Persidafon Dafonsoro 4-1 di tur Jawa Timur-Papua lalu. Namun, mental yang drop itu sudah kita hentikan sejak kita menginjakkan kaki lagi di Medan 8 Maret lalu. Dan kini mental anak-anak sudah semakin membaik,” pungkasnya. (saz)

Tambun Naibaho Naik Meja Operasi

PRO DUTA dipastikan belum bisa memakai tenaga Tambun Naibaho menghadapi laga lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia 2011/2012 kontra PSSB Bireuen 30 Maret mendatang. Cedera Tambun yang cukup parah di engkel kanannya membuat Tambun belum bisa bergabung dengan rekan-rekannya.
Cedera Tambun didiagnosa akibat pertumbuhan tulang di bagian engkelnya. Tulang bermasalah itu yang harus diangkat. Jika itu sudah dilakukan pemain berusia 22 tahun itu dapat kembali bermain.

Agar Tambun bisa kembali turun bertanding, operasi menjadi jalan terbaik. Selama ini pihak tim medis memang berencana melakukan hal itu, namun terganjal belum adanya persetujuan manajemen.  Namun belakangan, pihak manajemen sudah memberikan lampu hijau agar Tambun bisa segera naik ke meja operasi.

“Sudah kami berikan surat kepada manajemen dan sudah disetujui. Segera Tambun akan dioperasi,” kata Kepala tim medis Pro Duta FC dr Aan Gustinaz, Jumat (24/3) kemarin.

Aan memang belum bisa memastikan kapan tanggal dan tempat operasi nanti. Namun secepatnya ia menjanjikan penyembuhan cedera Tambun itu. “Saat ini kami masih menunggu, sementara Tambun memang sudah siap untuk melakukan operasi. Lebih cepat lebih baik,” tambah dia.
Sementara saat dikonfirmasi manajemen lewat Asisten Manager Pro Duta FC, Amin tak membantah pihaknya menyetujui operasi. “Manajemen tidak masalah. Oke-oke saja. Kapan akan dilakukan operasi,” pungkasnya.

Keberadaan Tambun di skuad Pro Duta tentu cukup krusial. Ia kerap dipasang untuk melapis Ghozali Muharram dan Laakkad di depan. Bahkan tak jarang ia masuk tim inti jika Bianchi menerapkan tiga striker di depan.

Di sisi lain, dua pemain rekrutan dari Akademi Sepak Bola Medan United (ASMU), Bambang dan Adli juga semakin mantap beradaptasi dalam tim. Bukan tak mungkin keduanya akan masuk skuad pada laga kontra PSSB Bireuen. (mag-18)

Axiata Gelar Turnamen Bulu Tangkis

Diikuti Pebulu Tangkis Dunia

JAKARTA – Hari ini kejuaraan beregu Axiata Cup 2012 akan mulai digeber. Even bulu tangkis beregu putra yang kali pertama digelar ini diprakarasai perusahaan telekomunikasi terbesar Asia Axiata itu akan dihelat di daua Negara. Yaitu Indonesia dan Malaysia.

Di Indonesia yang diikuti oleh tim Indonesia Garuda, Malaysia Leopards, Vietnam, dan Singapura pertandingan babak penyisihan akan dilangsungkan di Gedung Tennis Indoor Senayan  mulai siang ini pukul 12.00 WIB. Babak semifinal (30 Maret -1 April) rencananya akan digelar di Sport Mall Kelapa Gading.

Kepada wartawan di Jakarta kemarin, pebulutangkis andalan tim Indonesia Garuda, Taufik Hidayat, mengatakan ajang ini sangat bagus untuk membangun kebersamaan tim sebelum  berlaga di Piala Thomas pada Mei mendatang. “Ajang ini sangat bagus untuk membangun kebersamaan tim,” kata Taufik Hidayat. “Di event ini kita baru bisa melihat kebersamaam dulu. Sebab kalau dari sisi pertandingan tim elitnya (Piala Thomas) tidak ikut di ajang ini. Seperti Tiongkok, Denmark, dan lainnya,” sambung Taufik.

Mantan pebulutangkis terbaik dunia itu menyatakan Axiata Cup juga menjadi ajang pembuktian bagi tim Thomas Indonesia jika mereka memang layak lolos ke putaran final. “Kami akan tampil all out untuk mempersembahkan yang terbaik. Apalagi kami akan tampil di hadapan pendukung sendiri.
Di ajang yang menyediakan hadiah total USD 1 juta ini Indonesia menurunkan dua tim.

Tim Indonesia Garuda yang tampil di Jakarta selain diperkuat Taufik Hidayat juga diperkuat Simon Santoso, Bona Septano, Mohammad Ahsan, Sony Dwi Kuncoro, Markis Kido, dan Hendra Setiawan. Tim kedua adalah Indonesia Rajawali yang bermain di Malaysia. Tim ini diperkuat Tommy Sugiarto, Dionysius Hayom Rumbaka, Alvent Yulianto Chandra,.Hendra Aprida Gunawan, Shesar Hiren Rhustavito, Angga Pratama, dan Rian Agung Saputro.
Juniarto Suhandinata, akil presiden BAC berharap even ini tidak hanya berlangsung tahun ini saja. “Kami sangat berharap even seperti ini berlanjut. Paling tidak untuk tiag sampai empat tahun lagi.  Even ini dapat memotivasi pemain muda dan calon calon pemain bulu tangkis. Ini bisa menunjukkan jka menjadi pemain bulu tangkis itu punya depan.”  Katanya.

Sementara itu, kemarin BWF (Badminton World Federation) merilis peringkat tebaru dunia. Pasangan Tontowi Ahmad /Liliyana Natsir yang baru saja menjadi jawara All England dan Swiss Open naik dari posisi keempat ke posisi tiga dunia. Taufik Hidayat naik ke peringkat 11 dari posisi 12. .
Sayang, kenaikan peringkat Tontowi/Liliyana itu tak diikuti kenaikan Muhammad Rijal/Debby Sutanto. Pasangan yang diproyeksikan mampu ikut Olimpiade ini terpaksa turun ke pringiat ke-13 dari posisi ke-12.

Selain itu, peluang tampilnya 2 ganda putra Indonesia di Olimpiade mengecil. Alvent Chandra/Hendra Gunawan turun satu peringkat ke posisi 11. Menurut Yacob Rusdianto, Sekjen PB PBSI, Alvent/Hendra adalah pasangan yang paling memungkinkan untuk menemani Mohammad Ahsan/Bona Septano di Olimpiade. Asalkan, Ahsan/Bona mampu menempati peringkat 8 besar dunia. (ila/ali/jpnn)

PTMSI Ancam Boikot PON XVIII

JAKARTA- Kredibilitas Tono Suratman sebagai Ketum KONI semakin diragukan. Setelah melakukan keputusan sepihak dengan menambah tiga cabor di PON 2012, Tono juga dikritik karena tak jua menerbitkan SK kepengurusan PB PTMSI masa bakti 2012-2016. Padahal, PB PTMSI sudah melakukan Munaslub pada 11-12 Desember 2011 lalu.

Selain itu, PB PTMSI juga sudah berulangkali menemui KONI untuk meminta penjelasan mengenai hal tersebut. Sayangnya, hingga kemarin (22/3) belum ada kepastian yang didapat. Tak pelak, hal tersebut membuat banyak Pengurus Provinsi (Pengprov) PTMSI geram.
“Ini akan menjadi preseden buruk bagi KONI dan Pak Tono sendiri yang baru menjabat selama empat bulan. Apa dasarnya kok tidak segera diterbitkan?” kritik Ketua Harian Pengprov PTMSI Jateng M Farchan di kantor PB PTMSI kemarin.

Sekretaris umum Pengprov PTMSI Kalimantan Timur (Kaltim) Imron Rosyadi bahkan berencana melakukan demo pekan depan. Sebanyak 25 Pengprov yang sudah menyatakan dukungan kepada Ketum terpilih Tahir di Munaslub lalu akan berdemo di KONI.
“Kalau memang tidak diterbitkan dan dikukuhkan, tennis meja tidak akan dipertandingkan di PON. Karena memang PB nya belum dikukuhkan. Berarti kalau PBnya dianggap bermasalah, bagaimana dengan Pengprov nya,” ancam Imron. (ru/jpnn)

ASSBI Sumut Kirim Pemain Ikuti Seleknas U-14

Medan-Sebanyak 13 pesepak bola U-14 yang terjaring dari hasil seleksi yang digelarAsosiasi Sekolah Sepak Bola Indonesia (ASSBI) Sumut pada Jumat (16/3) lalu di Stadion Teladan Medan, Kamis (22/3) lalu bertolak ke Cibubur, Provinsi Banten guna mengikuti seleksi pembentukan tim nasional yang dilangsungkan 23 hingga 25 Maret.

Ketua Komda ASSBI Sumut H Simantraji bersama Wakil Ketua Drs Azam Nasution, MAP kepada wartawan, Senin (19/3) mengatakan, bahwa seluruh pemain yang mengikuti seleksi timnas dipilih karena memiliki kemampuan yang lebih baik dibanding pemain lainnya.

“Karenanya kami berharap agar mereka dapat bertahan dan lolos untuk memperkuat timnas U-14 yang akan berlaga pada kejuaraan antar negara di Malaysia .

“Sudah saatnya di Sumut kembali lahir pemain andal yang dapat memperkuat timnas baik itu usia dini maupun senior nantinya,” ungkap Sumantraji.
Hal senada juga diungkapkan Azam Nasution. Ditambahkannya bahwa hasil seleksi yang digelar ASSBI Sumut merupakan para pemain yang terdaftar sebagai anggota ASSBI. Oleh karena itu, sebut Azam, pihaknya melakukan seleksi tanpa interfensi dari pihak manapun.

Selanjutnya Azzam menyebutkan jika para pemain yang bertolak mengikuti seleksi pembentukan timnas U-14, sepenuhnya dibiayai ASSBI Sumut.  “Ini merupakan komitemen dari ASSBI Sumut yang tetap konsen terhadap untuk memajukan system pembinaan pemain usai muda. ASSBI Sumut tak ingin mengambil keuntungan dari even itu,” tandas Azzam lagi.

Adapun pemain Sumut yang mengikuti seleksi timnas adalah Sanjen Prakas (Striker) SSB Mayang Putra, Mulyo Danurtirto (Striker) SSB Rajawali, Syaiful Bahri Anggia (Gelandang) SSB KTB Binjai, Reza Surya (Gelandang) SSB Mayang Putra, Julio Manulang (Gelandang) SSB Bumi Serdang Damai, Yuda Rizky (Gelandang) SSB Gumarang, M Hilmi Dalfa (Belakang) SSB Gumarang, Desfawer Sibuea (Belakang) SSB Putra Porsea, M Rizky (Belakang) SSB Havea FC Batu Bara dan Rizky Khairi Habibi (Penjaga Gawang) SSB Rajawali, Reza Surya (Medan), Wilmar Dwi Sukma (Deli Serdang) dan Aldo Febri Akbar (Deli Serdang). (jun)

Pelita Jaya Kehilangan Dimas

JAKARTA- Dima Aryo Dewanto kembali didera cedera. Guard Pelita Jaya (PJ) Esia Jakarta tersebut kembali mengalami cedera lutut kanan. Cedera itu didapat saat PJ menjalani latihan rutin di Hall Basket Senayan Jakarta kemarin pagi (22/3). Saat latihan sore hari, mantan pilar Bimasakti Nikko Steel Malang itupun hanya bisa berlatih ringan dan terpisah dengan rekan-rekannya.

“Saya salah tumpuan ketika sedang ofensive rebound. Setelah ini harus sering terapi,” terang Dimas saat ditemui di sela-sela latihan kemarin.
Cedera tersebut merupakan efek panjang di seri ketiga di Palembang lalu. Di seri keempat di Bali, mantan penggawa Timnas SEA Games 2011 itu bahkan tak tampil sama sekali. Dimas baru comeback di seri kelima di Surabaya. Catatannya di Surabaya juga oke. Saat bersua Bimasakti, Dimas membukukan delapan poin. Sementara, ketika PJ menekuk Comfort Mobile BSC Jakarta, pemain 25 tahun itu menyumbangkan 12 angka dan tujuh rebound.
“Tentu saja saya berharap bisa tampil maksimal di sisa seri ini,” tegas pemain kelahiran 2 Mei 1986 tersebut.

PJ tentu membutuhkan tenaga Dimas untuk mengarungi sisa seri. Pasalnya, lawan yang akan dihadapi di seri Jakarta terbilang berat. PJ bakal bersua Garuda Speedy Bandung, Dell Aspac Jakarta, Stadium Jakarta serta Satria Muda (SM) Britama Jakarta. Apalagi, mereka juga tak berada dalam posisi ideal. Hingga kini, tim racikan Rastafari Horongbala tersebut masih bertengger di posisi keempat.

Rastafari mengatakan, jadwal yang dihadapi tim racikannya memang termasuk berat. Namun, dia optimistis anak asuhnya bisa meraup hasil maksimal. Syaratnya, anak asuhnya bisa tampil konsisten. Konsistensi memang menjadi barang nan mahal bagi PJ. Berulang kali mereka malah tampil melempem saat bersua tim yang di atas kertas bisa ditekuk. Meski menghadapi jadwal yang ketat, namun PJ tak mengagendakan uji coba.
“Uji coba memang tidak memungkinkan karena tim-tim yang ada di Jakarta juga akan ketemu dengan kami. Hanya Muba yang tak ketemu. Tapi mereka meminta uji coba saat kami tak bisa,” tegas Rastafari. (ru/jpnn)