Home Blog Page 13791

20.000 Siswa Ikuti Try Out UN

MEDAN-Sekitar 20.000 siswa-siswi SMA-SMK sederajat  se-Kota Medan akan ramaikan Try Out Ujian Nasional (UN) yang digelar Dewan Pimpinan Daerah-Lumbung Informasi Rakyat (DPD LiRA) Kota Medan bersama Bimbingan Test-Bimbingan Study Bima, Selasa (27/3). Kegiatan yang dilaksanakan serentak di enam rayon Kota Medan ini pun akan dibuka secara simbolis oleh Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM di SMA Negeri 1 Medan.

Hadir Ketua Panitia Try Out, Drs Godfried Effendi Lubis  dalam rapat  panitia yang dihadiri pihak Pemko Meda, Pimpinan BT-BS BIMA dr Roberd Valentino Tarigan  SPd, Wali Kota DPD LiRA Medan Ganda Manurung, Sekretaris Hasler Marbun, Bendahara Erwin Simanungkalit, Kadis Infokom Pemko Medan Ir Zulkifli Sitepu, dan Kadis Pendidikan Rajab Lubis.

Dr Robert Valentino Tarigan mengemukakan, materi yang diujikan adalah seluruh mata pelajaran yang akan diujikan pada UN sesungguhnya. Begitu juga dengan nomor Try Out yang dipakai adalah nomor UN sesungguhnya (asli).

BT-BS BIMA akan menyediakan seluruh logistik UN seperti soal, lembar jawaban, kunci jawaban dan alat pemeriksa komputerisasi. Hasil Try Out secepatnya diumumkan dengan dua versi yakni hasil berdasarkan ranking secara umum dan ranking berdasarkan rayon masing-masing.
Menurut Valentino, tujuan digelarnya Try Out ini untuk melatih para siswa-siswi bagaimana mengerjakan ujian UN sebelum mereka menghadapi ujian UN sesungguhnya  16 April mendatang. Lewat Try Out ini mereka tidak akan canggung atau gugup sehingga dapat menghindari tingkat kesalahan dalam mengisi nomor ujian dan lembar jawaban. (uma)

UMN Al-Washliyah PTS Favorit dan Kebanggaan di Sumut

PB Al-Washliyah Dorong Berdirinya Fakultas Kedokteran

Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Sumut Dr H Bahdin Nur Tanjung MM menilai Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah sebagai kampus perguruan tinggi swasta (PTS) terfavorit dan kebanggaan di Sumatera Utara.

APRESIASI terhadap kemajuan kampus dipimpin Rektor UMN Al-Washliyah Drs H Kondar Siregar MA juga dilontarkan Ketua Umum PB Al-Washliyah Prof Dr H Muslim Nasution MA dan Koordinator Kopertis Sumut/NAD diwakili Pelaksana Sespel yang juga Kabag Tata Usaha Drs Syaiful Bahri MAP yang menghadiri acara wisuda di Wisma Benteng, Sabtu (17/3).

Hadir dalam acara ini Badan Pengurus Harian (BPH) UMN Al-Washliyah Prof Ramli Abdul Wahid, Wakil Rektor I Prof Dr H Ahmad Laut Hasibuan MPd, Wakil Rektor II Drs H Zuberuddin Siregar MM dan Wakil Rektor III Drs H Milhan Yusuf MA, mantan Koordinator Kopertis Sumut/NAD yang juga Wakil Direktur PPs UMN Al-Washliyah Prof Dr Zainuddin MPd.

Hadir juga mantan Pembantu Rektor II UMN Al-Washliyah Drs H Firmansyah MSi, mantan Pembantu Rektor I UMN Al-Washliyah Drs H Ridwanto MSi, Ketua Panitia M Faisal Husna SSos SPd MH, dosen dan pegawai UMN Al-washliyah, orangtua wisudawan dan undangan lainnya.

Bahdin Nur Tanjung menyampaikan pujian atas pengelolaan UMN Al-Washliyah yang dilakukan secara bersama-sama disertai dengan perganti pimpinan kampus yang berjalan dengan baik. ‘’PTS dipercaya pemerintah, tidak berbeda dengan PTN. Pilihlah PTS yang memang memiliki kredibilitas, kepemimpinan, kampus dan proses belajar mengajar yang baik serta dimiliki organisasi yang besar seperti di UMN Al-Washliyah,’’ tegasnya.
UMN Al-Washliyah, lanjut Bahdin, wajar memiliki kelebihan dan kebesaran karena dimiliki sebuah organisasi besar yakni Al-Washliyah. ‘’Aptisi mengamati alumni UMN Al-Washliyah yang baik belum tamat sudah diminta bekerja sebagai guru dan tempat stategis. Lulusan UMN Al-washliyah cepat dan mudah mendapat pekerjaan’’ kata Bahdin.

Koordinator Kopertis Sumut/NAD diwakili Pelaksana Sespel yang juga Kabag Tata Usaha Drs Syaiful Bahri MAP mengakui peran besar PTS dalam membangun pendidikan bersama perguruan tinggi negeri (PTN). ‘’Dalam rangka pengawasan dan pengendalian PTS di Sumut/NAD, Kopertis menyampaikan terima kasih karena UMN Al-washliyah bantu program mencerdaskan kehidupan bangsa dan peradaban manusia,’’ puji Syaiful.
Ketua Umum PB Al-Washliyah Prof Dr H Muslim Nasution MA kembali memberi dukungan bagi pengelola UMN Al-Washliyah dalam penambahan program studi dan fakultas baru termasuk pembukaan Fakultas Kedokteran. Guru Besar UPI Prof Dr Jam’an Satori MA dalam orasi ilmiahnya mengingatkan pentingnya sistem penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan. ‘’Ini sebagai upaya meningkatkan daya saing, pencitraan dan akuntabilitas publik,’’ katanya.

Sedangkan Rektor UMN Al-Washliyah Drs H Kondar Siregar MA mengemukakan, peran lembaga penjamin mutu pendidikan di UMN Al-Washliyah yang melaksanakan audit akademik. ‘’Sehingga program studi di UMN Al-Washliyah dapat terus ditingkatkan akreditasi dan mutu. Kita juga terus menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi ternama di dalam dan luar negeri,’’ ucapnya. ‘’Sejak 2009 hingga kini, UMN masih dipercaya sebagai pelaksana sertifikasi guru dalam jabatan sebagai rayon 132 bekerjasama dengan LPMP untuk peningkatan kualitas guru profesional,” pungkasnya. (*)

Wujudkan Kota Sehat dan Bebas Gizi Buruk

Ir Riadil Akhir Lubis MSi Pimpin Bakti Sosial Alumni SMA Negeri 8 Medan

Ketua Ikatan Alumni SMA Negeri 8 Medan Ir Riadil Akhir Lubis MSi yang juga Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut memimpin bakti sosial alumni SMA Negeri 8 Medan di Medan Marelan, Sabtu (17/3).

BAKTI Sosial alumni SMA Negeri 8 Medan dilaksanakan dengan seabrek kegiatan dalam membangun kepedulian dengan masyarakat Kota Medan. Ada kegiatan pemberian makanan tambahan bagi siswa SD, bantuan buku ke sekolah, pengobatan kesehatan warga lanjut usia (lansia), sosialisasi jaminan persalinan Jampersal dan penyuluhan kesehatan bahaya HIV/AIDS.

Alumni SMA Negeri 8 Medan ini juga menggelar kegiatan pemeriksaan gigi gratis bagi siswa SMA Negeri 8 Medan, fongging nyamuk demam berdarah dan program bakti sosial lainnya. ‘’Alumni SMA Negeri 8 sudah ada sejak tahun 1969 dimana diwakili Pak Azwir. Kita memberi penghargaan pada masyarakat Medan Marelan yang antusias datang pada acara bulan bakti dipimpin Ketua Panitia Hj Fatmawati yang juga Ketua DPRD Deli Serdang,’’ ujar Riadil.
Ketua Ikatan Alumni SMA Negeri 8 Medan mengatakan rangkaian bulan bakti sebagai bagian dari mewujudkan misi organisasi untuk memberi pengabdian pada sekolah, guru dan siswa SMA Negeri 8 Medan, masyarakat, semua alumni. Keberadaan alumni SMA Negeri 8 Medan begitu banyak yang tersebar di Indonesia dan dunia.

‘’Pembinaan alumni yang sudah berjalan selama tiga tahun. Kami mohon doa agar kegiatan alumni yang akan memiliki kepengurusan baru 2012 dapat terus dapat membantu pemerintah khususnya dalam bidang kesehatan dimana penderita HIV/AIDS di Medan sangat tinggi. Mari kita dukung program Pemko Medan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat,’’ imbuhnya.

Ketua Panitia yang juga Ketua DPRD Deli Serdang, Hj Fatmawati mengutarakan rencana pelaksanaan pertemuan alumni sosialisasi HIV/AIDS, sunatan massal 120 anak, sosialisasi Jampersal, pemberian Jamsostek pada 50 orang bilal mayit, pengobatan ceragem bagi 160 peserta, lomba masak nasi goreng bagi pria di Lapangan Garuda Tanjung Morawa pada 24 Maret 2012.

Demikian pula Kongres I Alumni SMA Negeri 8 Medan se-Dunia di Hotel Tiara pada 7 April 2012. ‘’Ini yang pertama di Sumut melaksanakan kongres dengan mengundang alumni baik di Indonesia maupun yang sudah berdomisili di manca negara yang akan datang ke Medan,’’ kata Fatmawati.
Atas kiprah alumni SMA Negeri 8 Medan, Wali Kota Medan diwakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Dr Rajab Lubis memberi apresiasi. Ia menilai bulan bakti Ikatan Alumni SMA Negeri 8 Medan bekerja  sama dengan Dinas Kesehatan Kota Medan, dan pihak lainnya patut diteladani. (*)
Ia menyebut kegiatan ini akan semakin membantu Pemko Medan dalam menyukseskan program bidang kesehatan untuk menjadikan Kota Medan sebagai kota sehat dan kota bebas giri kurang atau buruk.

‘’Bentuk kepedulian ini semestinya dipupuk sejak dini mengingat banyak saudara kita yang kurang mampu baik secara finansial maupun keterhubungan dengan akses vitas seperti pendidikan dan kesehatan,’’ tuturnya.

Camat Medan Marelan Pulungan Harahap SH MSi memberi apresiasi terhadap kepedulian alumni SMA Negeri 8 Medan dengan menggelar bakti sosial di Marelan. ‘’Atas nama masyarakat Medan Marelan, kami ucapkan terima kasih kepada alumni SMA Negeri 8 Medan angkatan tahun 1969-2011,’’ kata Pulungan. (*)

Satu Lubang Kuburan Dihargai Rp15-Rp30 Juta

081362063xxx

Kenapa biaya pemakaman kuburan Kristen di Simalingkar mahal sekali? Kami para keluarga diminta Rp2 juta dan pembuatan makam diminta Rp5juta – Rp10 juta, padahal kalau dihitung-hitung bìaya pembuatan makam paling besar hanya Rp500 Ribu, jadi bagaimana kalau keluarga miskin?

Buat Kesepakatan yang Sesuai

Kuburan tak boleh diperjualbelikan, apabila ada pungutan di luar ketetapan seharusnya Dinas Pertamanan segera mengambil tindakan seperti memberi himbauan. Dengan begitu bisa dilakukan penertiban para oknum yang “menjual” makam. Praktek pembangunan makam hingga Rp10 juta sulit dideteksi dan dibawa ke ranah hukum. Karena orang yang membangun makam dengan keluarga pemilik makam membuat kesepakatan, apabila kesepakatan cocok maka dilaksanakan pembangunan makam. Kami meminta kepada warga untuk sama-sama membuat kesepakatan yang sesuai, apabila harga tak sesuai sebaiknya jangan buat kesepakatan. Terima kasih.

Ahmad Arif SE MM
Ketua Fraksi PAN DPRD Medan

Retribusi Sesuai Perda

Kami dari Dinas Pertamanan Kota Medan hanya memungut retribusi sesuai yang ada di Perda, selanjutnya akan dikenakan biaya perpanjangan sebesar Rp36 ribu.  Terkait adanya biaya pemakamam hingga mencapai puluhan juta, sebenarnya itu tak menjadi urusan dari Dinas Pertamanan Kota Medan. Hal itu lantaran kepentingan pembangunan makam. Kami di Dinas Pertamanan hanya membagi setiap lahan kuburan dan menjaga ukurannya agar tak lebih.  Selanjutnya, Dinas Pertamanan juga tak bisa menertibkan adanya pungutan itu dikarenakan sepenuhnya harga-harga tersebut lantaran adanya kesepakatan antara yang bekerja melakukan pembangunan dan keluarga pemilik makam. Terima kasih.

Erwin Lubis SH M Hum
Kadis Pertamanan Kota Medan

Cara Mengurus Akta Kelahiran

087867208xxx

Kepada yang mulia Kadis Kependudukan Medan. Anak saya sudah berumur 2 tahun, bagaimana cara pengurusan akta kelahirannya? Benarkah ada proses sidang yang harus dilalui? Jika memang ada, siapa-siapa saja yang harus kami hadirkan dalam persidangan itu? Berapakah biaya administrasi pengurusannya? Saya tidak pernah tahu kapankah idealnya orangtua mengurus akta kelahiran anak? Mengapa tentang pentingnya mengurus akta kelahiran anak sejak usia dini tidak pernah sekalipun disosialisasikan via TV, Koran, dan media massa lainnya? Terima kasih.

Lengkapi Syarat

Untuk mengurus akta kelahiran anak, cukup melampirkan surat kelahiran dari bidan atau rumah sakit, dengan catatan lahir di Kota Medan. Apabila lahirnya di luar Kota Medan, maka diurus sesuai domisili kelahirannya. Selanjutnya, melampirkan foto copy KTP kedua orang tua dan kartu keluarga.
Untuk mengurusnya tak dikenakan biaya apapun, namun dengan syarat usia bayi tidak lebih dari 60 hari. Apabila kejadiannya, usia bayi sudah 1,5 tahun. Orang tua terlebih dahulu mengambil formulir di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan di Jalan Iskandar Muda, Medan. Selanjutnya, petugas akan mengarahkan mengurus surat-surat dan membawanya ke pengadilan negari Medan. Sebelum surat dibawa, diwajibkan kepada pemohon membayar Rp10 ribu sebagai biaya keterlambatan atas pengurusan administrasi kependudukan. Sedangkan bagi bayi yang baru berusia 1 bulan, silahkan saja langsung datang sendiri tanpa melalui calo ataupun menyuruh orang lain. Dengan itu, kami tak akan memungut biaya apapun untuk pengurusan akta kelahiran anak.

Drs Darussalam Pohan MM
Kadisdukcapil Kota Medan

Jalan Setia Indah Sunggal Kanan Berlubang

08126019xxx

Kepada Yth Pemkab Deli Serdang mohon segera menambal lubang Jalan Setia Indah Sunggal Kanan mulai dari jembatan sampai depan pintu masuk Kompklek Srigunting yang sangat membahayakan pengendara terutama sepeda motor pada malam hari. Jalan tersebut sangat dibutuhkan sebagai jalan alternative, terima kasih.

Perbaikan Jalan Wewenang Camat

Perbaikan jalan menjadi tanggung jawab dan wewenang Camat. Untuk itu silahkan berkoordinasi dengan pihak kecamatan agar diusulkan ke Pemerintah Kabupaten Deliserdang. Terima kasih.

Drs Umar Sitorus
Kabid Humas Dinas Infokom Deliserdang

Sampah Bekas Topang Ekonomi Keluarga

PLASTIK kantongan bekas merupakan sampah anorganik yang sulit diurai oleh tanah. Kendati begitu kantongan plastik bias dimanfaatkan kembali menjadi produk daur ulang berupa tali plastik.

Itulah yang dilakoni Mak Ebet di kawasan pekuburan China Jalan Stasiun Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor dan Zein Hutajulu, warga Pasar VII Mariendal di proyek kanal di Kelurahan Harjosari II, Medan Amplas.

Dua pencari barang bekas terutama plastik kantongan yang ditemui terpisah itu mengaku sisa sampah ini dapat menghasilkan pendapatan tambahan buat keluarga. ‘’Bapak kerjanya buruh bangunan. Dari sampah ini kami dapat sedikit tambahan buat biaya hidup,’’ tutur Mak Ebet saat ditemui di Kedai Durian, Minggu (18/3).

Katanya, keluarganya saat ini mengontrak rumah di dekat kawasan tumpukan sampah Kedai Durian sehingga memudahkannya memilih sampah yang masih bisa dijual. ‘’Plastik ini setelah bersih dapat dijual Rp2.800 per kilogram. Ada juga barang bekas lain yang bisa dimanfaatkan,’’ ucap Mak Ebet.
Sedangkan Zein yang biasa dipanggil Dodon itu pekan lalu mengatakan, sampah plastik itu dikumpulkannya dari berbagai lokasi di Medan. ‘’Ini sampah yang dikumpulkan selama empat hari,’’ kata Zein dibantu istri dan seorang anaknya.

Dalam mengumpulkan sampah, Zein membawa satu unit becak barang. ‘’Dari ratusan kilogram sampah, setelah dibersihkan akan dihasilkan 65 kilogram sampah kantongan bekas yang dapat dijual untuk diolah sebagai bahan pembuat tali,’’ katanya.
Menurutnya, setelah plastik dibersihkan dari kotoran lalu dijemur. ‘’Dari 65 kilogram sampah plastik yang telah dibersihkan dan dijemur lalu dijual kepada penampung dengan harga Rp2.500 per kilogram,’’ katanya. (dmp)

Membaca Bisa Hindari Kepikunan

Dosen Unpab Tambah Koleksi Perpustakaan Lansia Sumut

DOSEN Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Pancabudi (FP Unpab) Ir Jason K Tarigan MMA menyumbang sejumlah buku ke Perpustakaan Lanjut Usia (Lansia) Sumut di Jalan Candit Mendut Nomor 5 Belakang Satdion Kebun Bunga Medan, Sabtu (17/3).

Sumbangan buku di perpustakaan lansia pertama di Sumut ini diterima Ketua Yayasan Prestasi Lansia Sumut H Sanggup Purba. Jason yang juga Anggota Club Deli Hash Lintas Alama di Desa Tiang Layar Pancur Batu dan pengelola Kebun Mangga milik Hotel Rindu Alam Bukit Lawang Bahorok ini menyerahkan buku-buku peternakan termasuk buku berjudul ‘Itik Hibrida Unggul’ dan buku lain.

Dosen mata kuliah Ilmu Pemuliaan Ternak dan Manajemen Ternak Perah dengan golongan Lektor Kepala (IV C) ini berharap sumbangan buku di Perpustakaan Lansia Sumut dapat bermanfaat bagi para lansia dan masyarakat yang akan mengembangkan usaha peternakan.
‘’Buku-buku ini diharapkan memberi manfaat bagi para pengunjung perpustakaan lansia yang buka setiap hari ini,’’ kata Jason yang menjadi dosen Unpab sejak tahun 1983 dan pernah Ketua Program Studi Peternakan FP Unpab.

Atas sumbangan buku ini, Ketua Yayasan Prestasi Lansia Sumut H Sanggup Purba memberi apresiasi atas kepedulian dosen Unpab tersebut. Ia berterimakasih karena perpustakaan yang dikelola yayasan beranggotakan lebih 2.500 lansia telah menerima sumbangan buku antara lain dari Dinas Pendidikan Sumut, Dinas Pendidikan Kota Medan, Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Sumut, Ketua DPD Pepabri Sumut Brigjen Pol Ali Imran Siregar dan Ketua PP Polri Sumut Kombes Pol Purn Amrin Karim.

Ia menyatakan, minat lansia dan masyarakat membaca buku di Perpustakaan Lansia Sumut yang diresmikan Kepala Dinas Pendidikan Sumut Drs Syaiful Syafri Sipahutar MM tahun lalu, semakin tinggi. Sebab, lanjut Sanggup yang juga Purnawirawan Bidang Humas Polda Sumut, dari hasil penelitian diketahui bahwa lansia yang berusia 60 tahun ke atas akan terhindar dari kepikunan apabila otak terus diaktivasi antara lain melalui sering membaca buku, koran atau majalah.

Mantan Pemimpin Redaksi Majalah Satya Bhakti Poldasu yang pernah menjadi Anggota DPRD Tapanuli Selatan ini menyebut pihaknya juga aktif menggelar sejumlah perlombaan khusus lansia. ‘’Kita rutin menggelar turnamen catur khusus lansia Piala Ketua Percasi Sumut, lomba baca puisi perjuangan menyambut hari kemerdekaan khusus lansia dan lomba tahtim khusus lansia Piala Gubsu dan perlombaan lain,’’ katanya yang juga pernah menjabat Sekretaris klub sepakbola Persitas Tapsel.

Disamping itu, kata Sanggup, pihaknya aktif menggelar penyuluhan kesehatan bersama PT Askes Medan, pemeriksaan kesehatan khusus lansia, pengajian bagi lansia muslim, kebaktian bagi lansia non-muslim dan kegiatan sosial kemasyarakatan lain. ‘’Lansia bisa terus aktif dan berprestasi,’’ imbuhnnya. (*/dmp)

STPDN Angkatan XII Sumut Gelar Reuni dan Temu Kangen

Medan-Purna Praja Alumni Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) Angkatan XII Provinsi Sumatera Utara menggelar reuni dan temu kangen di Balai Rasa Sayang Hotel Polonia Medan, Sabtu Malam (17/3) kemarin. Dalam acara tersebut dihadiri 41 alumni STPDN Angkatan XII asal Sumatera Utara (Sumut).

Dalam reuni itu rasa kebersamaan dan gembira muncul kembali setelah delapan tahun lulus dari STPDN pada Tahun 2004 lalu, dan sekarang mendapat jabatan dan tugas yang berbeda di berbagai daerah di Sumatera Utara.

Rangakain kegiatan teuni dan temu kangen ini dimulai dari makan malam bersama, diskusi serta rapat persiapan keberangkatan Reuni Nasional Angkatan XII yang akan di gelar pada Bulan Desember mendatang di Kampus STPDN Jati Nangor Sumedang Jawa Barat.

Sambutan Ketua Panitia Alexander Sinulingga SSTP yang juga Lurah Sei Rengas II mengatakan bangga dengan semangat kebersamaan hingga terlaksananya kegiatan ini. Munculnya ide kegiatan reuni dan temu kangen ini atas dukungan teman-teman yang selalu berkomunikasi agar rasa persaudaraan dan kebersamaan tetap kompak mulai saat pendidikan hingga sekarang, kegiatan ini merupakan awal yang sukses dan akan berkelanjutan.
Senior Purna Praja Alumni STPDN Angkatan XII Muhammad Andi Syahputra SSTP MAP yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Camat Medan Denai mengatakan, diantara lulusan Purna Praja Alumni STPDN Angakatan XII asal Sumut perlu tetap saling mengingatkan sesama lulusan agar tidak sombong dan tetap saling membantu teman yang membutuhkan.

Hadir dalam acara tersebut para Purna Praja Alumni STPDN Angkatan XII asal Sumut diantaranya M Ridho Siregar SSTP (Lurah Karang Berombak Kecamatan Medan Barat), Samsul Fitri SSTP MAP (Lurah Pandau Hulu II Kecamatan Medan Area), Alexander Sinulingga SSTP (Lurah Sei Rengas II Kecamatan Medan Area), Sysca U A Hasibuan SSTP MSP (Lurah Merdeka Kecamatan Medan Baru), Candra Dalimunthe SSTP MSP (Lurah Sekip Kecamatan Medan Petisah), Yuda P Setiawan SSTP (Lurah Sei Agul Kecamatan Medan Barat), Frans Saragih SSTP (Kepala Satpol PP Simalungun), Lenny Agustina Rambe SSTP (Kasi Kesos Kecamatan Medan Baru), Aisyah Rambe SSTP (Kasi Bencana BPBD Kota Medan), Muhammad Andi Syahputra SSTP MAP (Sekcam Medan Denai), Ridho Nasution SSTP (Sekcam Medan Tembung), Ahmad Husein Tambunan (Auditor Kemendagri), Lion Nasution SSTP (Kasubag BKD Madina), Putra Landri Sitepu SSTP MSi (Staff Kesbanglinmas Pemprovsu), Syamsir Situmeang SSTP (Lurah di Sibolga), Ismail SSTP (Sekcam Namorambe), Arbi Harahap SSTP (Kasubag BKD Madina), Darwis Sianipar SSTP (Lurah di Lubuk Pakam), Surya Lubis SSTP (Sekretaris Satpol PP Asahan), Herianto Siddik SSTP (Sekcam Siantar Timur), Robert Sitanggang SSTP (Sekcam Siantar Barat), M Fahmi SSTP (Lurah di Sergai), Andriza Daulay SSTP (Kasi Bapeda Deli Serdang), Iwan Siregar SSTP (Staff Bapeda Pemprovsu), Wina Juwita SSTP (Lurah di Binjai), Nelly Hasibuan SSTP (Kabag Sekwan Binjai), Rony Sinaga SSTP (Kasubid Bapeda Siantar) dan Aulia SSTP (Sekcam di Aceh Tamiang). (*)

PMI Sumut Kerjasama dengan Lima Perguruan Tinggi

MEDAN – Kesadaran masyarakat Sumatera Utara (Sumut) untuk melakukan donor darah semakin tumbuh. Padahal dahulunya Sumut, khususnya kota Medan  termasuk yang  paling rendah, sehingga butuh pasokan dari daerah lain. Demikian Ketua Umum Palang  Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) saat memberikan sambutan dalam acara penandatanganan naskah kesepahaman (MoU) PMI Sumut dengan Lima Perguruan Tinggi, bertempat di Ruang Rapat Senat Akademik Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, Sabtu (17/3).

Kelima Perguruan Tinggi yang turut menandatangani naskah kesepamahan tentang kerjasama bidang Kepalangmerahaan tersebut adalah Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Negeri Medan (Unimed), Institut Agama Islam Negeri Sumatera Utara (IAIN-SU), Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).

Sebelum MoU ditandatangani Rektor USU, Prof DR dr Syahril Pasaribu, selaku tuan rumah menyampaikan bahwa sebanrnya USU sudah rutin melakukan kerjasama dengan PMI terutama dalam hal kegiatan donor darah dimana dalam setiap kefiatan kampus tetap ada aktivitas donor darah. Apalagi setelah adanya penandatanganan MoU ini, jelas akan lebih baik karena sudah ada “payung” hukum.  “Perlu kita jiwai, bahwa donor darah amat penting, untuk itu mari sama-sama kita sukseskan, terutama bagi mahasiswa-mahasiswa baru nantinya”, ujarnya mengajak kalangan perguruan tinggi yang hadir, di antaranya Ketua MWA USU Ir H Joefly J Bahroeny.

Sementara itu DR H Rahmat Shah, Ketua PMI Sumatera Utara, mengucapkan terimakasih atas kesediaan Perguruan Tinggi untuk bekerjasama dalam hal pelaksanaan kepalangmerahaan di lingkungan kampus.  “Alhamadulillah, hari ini PMI Sumut bisa menandatangani naskah kesepahaman dengan USU, UNIMED, IAIN, UISU dan UMSU, serta sebelumnya dengan Organisasi DPP Aceh Sepakat Sumut,  ini tentunya menambah semangat kita semua dalam rangka tugas kemanusiaan, di mana sebelumnya juga telah dilakukan MoU serupa dengan Kodam I/BB, Poldasu, Korpri Sumut, Kosek Hanudnas, dan BPD HIPMI Sumut, yang juga disaksikan oleh Bapak Jusuf Kalla,” ujarnya.

Dalam kata sambutannya, JK juga menyatakan kebahagiaannya untuk sama-sama beramal, karana PMI bukan tempat dagang, tetapi adalah untuk mengabdi. Donor darah sangat dibutuhkan oleh masyarakat, semakin makmur suatu negara semakin tinggi kebutuhannya terhadap darah. Lebih lanjut dikatannya bahwa PMI ditugaskan oleh negara sejak tahun 1950. Darah tidak boleh diatur secara komersial. Dengan MoU ini ke depan, Sumut tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan darahnya, akan tetapi juga mampu membantu daerah lain. “Saudara Rahmat telah menebarkan amal,” ujar JK.
Sebelum menyaksikan penandatangan MoU, JK menjadi Keynote Speaker pada Seminar Konstruksi Perdamaian Aceh dengan tema “Memperkokoh Kesinambungan Perdamaian Aceh”, yang dilaksanakan oleh DPP Aceh Sepakat, berlangsung di Emerald Garden Hotel, Medan.

Jusuf Kalla hadir didampingi Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan dan sosial, Rumah Sakit  dan transfusi darah PMI Pusat dr Farid Husain, Sp Bd, dan tokoh-tokoh nasional lainnya seperti, Prof Dr Bachtiar Ali, Ferry Mursidan Baldan, Hamid Awaluddin, Anggota DPD RI Aksa Mahmud dan Sofyan Jalil. (*/ila)