Akselerasi Kota Maju: UMA-Pemko Binjai Jalin Kemitraan Strategis Transformasi SDM hingga Hilirisasi Inovasi Berdampak

Universitas Medan Area (UMA) memperkokoh posisi sebagai pioneer kampus berdampak yang menjadi motor penggerak pembangunan daerah. Pada 12 Juni 2026, UMA menandatangani nota kesepakatan bersama (MoU) dengan Pemerintah Kota (Pemko) Binjai.

Penandatanganan memorandum yang monumental ini berlangsung khidmat di Kantor Walikota Binjai.
Kesepakatan berlaku selama lima tahun kedepan ini mengusung misi besar.

Yaitu kemitraan strategis transformasi sumber daya manusia, tata kelola inovatif dan hilirisasi inovasi berdampak dalam rangka akselerasi pembangunan kota yang maju dan sejahtera. Melalui payung kemitraan ini, posisi UMA sebagai penyedia solusi (solution provider) berbasis riset, inovasi dan penguatan mutu SDM. Sedangkan Pemko Binjai sebagai fasilitator kebijakan sekaligus penyedia lokus implementasi inovasi di lapangan.

Ruang lingkup kerja sama taktis ini mencakup tujuh sektor krusial. Mulai dari program Beasiswa Utusan Daerah (BUD) untuk putra-putri berprestasi dan ASN Kota Binjai, pendampingan teknologi pertanian presisi untuk ketahanan pangan hingga inkubasi bisnis dan legalitas HAKI/halal bagi UMKM melalui Inkubator Bisnis UMA.

Kolaborasi ini juga menyasar pada penerapan teknologi pengelolaan sampah zero waste, transformasi E-Government pelayanan publik, audit organisasi merit sistem ASN hingga intervensi lintas disiplin dalam percepatan penurunan angka stunting serta pengentasan kemiskinan ekstrem di Kota Binjai.

Rektor UMA Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng, M.Sc didampingi Tim Biro Inovasi dan Kemitraan (BIK) UMA kesepakatan bersama ini merupakan ejawantah langsung dari pelaksanaan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada peningkatan daya saing regional.

Dari aspek kebijakan strategis institusi, kata rektor, MoU merupakan!implementasi nyata dari rencana strategis untuk mentransformasikan UMA menjadi impactful campus (kampus berdampak).

UMA merancang kebijakan akademik yang tidak lagi menjaga jarak dengan realitas sosial, melainkan melompat langsung ke daerah untuk menyelesaikan tantangan rill di masyarakat. Melalui ketetapan formal ini, lanjutnya, UMA membuka pintu selebar-lebarnya bagi ASN dan pemuda berprestasi Kota Binjai untuk menimba ilmu di jenjang sarjana maupun pascasarjana.

“Kami memastikan bahwa seluruh instrumen riset, keahlian SDM dosen, dan pendanaan internal yang dialokasikan dalam kerja sama ini akan dikerahkan secara optimal untuk menjadi fondasi ilmiah yang mempercepat laju pembangunan di Kota Binjai,” rinci Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng, M.Sc.

Wali Kota Binjai Drs. H. Amir Hamzah, M.AP memberi apresiasi atas inisiatif dan komitmen nyata yang ditunjukkan oleh UMA dalam mendukung roda pemerintahan dan pelayanan publik.

Atas nama Pemko dan masyarakat Binjai, wali kota berterima kasih kepada UMA. “Kehadiran fungsi akademis dari UMA adalah berkah strategis bagi akselerasi pembangunan Kota Binjai,” tegasnya.

Membangun kota yang maju dan sejahtera, kata wali kota, tidak bisa dilakukan sendiri oleh birokrasi, melainkan butuh sentuhan teknologi terapan dan ilmu pengetahuan dari perguruan tinggi.

“Kami sangat terbantu dengan adanya program konkrit. Seperti pendampingan pertanian presisi, digitalisasi UMKM, hingga audit merit sistem pelayanan publik,” sebut Drs. H. Amir Hamzah, M.AP.

Wali kota menegaskan sinergi ini memastikan kebijakan yang diambil Pemko Binjai ke depan berjalan berbasis data (data-driven) dan kajian ilmiah yang matang.

Sebagai arsitek penggerak kemitraan, kepala BIK UMA menekankan bahwa komitmen ini dikunci dengan mekanisme monitoring yang ketat demi menjamin hadirnya hasil yang terukur bagi kedua belah pihak. Secara visioner, BIK UMA memastikan bahwa MoU ini tidak akan menjadi sekadar dokumen di atas meja (paper-only), melainkan sebuah ekosistem kolaborasi berkelanjutan yang berorientasi ketat pada outcome (hasil berdampak).

Menurut kepala BIK UMA, pihaknya telah mengunci klausul evaluasi berkala untuk mengukur efektivitas pergerakan di lapangan. Dari segi branding dan kemitraan, kolaborasi ini adalah perwujudan komitmen UMA terhadap pencapaian SDGs Desa dan IKU 3 atau mahasiswa berkegiatan diluar kampus.

“Output jangka pendek adalah akselerasi program kota. Namun outcome jangka panjang adalah lahirnya model kota percontohan (pilot project) berbasis inovasi hijau digital di Binjai yang digerakkan bersama oleh peneliti dan mahasiswa UMA,” ujar Dian Fajar Prayoga. (dmp)

Universitas Medan Area (UMA) memperkokoh posisi sebagai pioneer kampus berdampak yang menjadi motor penggerak pembangunan daerah. Pada 12 Juni 2026, UMA menandatangani nota kesepakatan bersama (MoU) dengan Pemerintah Kota (Pemko) Binjai.

Penandatanganan memorandum yang monumental ini berlangsung khidmat di Kantor Walikota Binjai.
Kesepakatan berlaku selama lima tahun kedepan ini mengusung misi besar.

Yaitu kemitraan strategis transformasi sumber daya manusia, tata kelola inovatif dan hilirisasi inovasi berdampak dalam rangka akselerasi pembangunan kota yang maju dan sejahtera. Melalui payung kemitraan ini, posisi UMA sebagai penyedia solusi (solution provider) berbasis riset, inovasi dan penguatan mutu SDM. Sedangkan Pemko Binjai sebagai fasilitator kebijakan sekaligus penyedia lokus implementasi inovasi di lapangan.

Ruang lingkup kerja sama taktis ini mencakup tujuh sektor krusial. Mulai dari program Beasiswa Utusan Daerah (BUD) untuk putra-putri berprestasi dan ASN Kota Binjai, pendampingan teknologi pertanian presisi untuk ketahanan pangan hingga inkubasi bisnis dan legalitas HAKI/halal bagi UMKM melalui Inkubator Bisnis UMA.

Kolaborasi ini juga menyasar pada penerapan teknologi pengelolaan sampah zero waste, transformasi E-Government pelayanan publik, audit organisasi merit sistem ASN hingga intervensi lintas disiplin dalam percepatan penurunan angka stunting serta pengentasan kemiskinan ekstrem di Kota Binjai.

Rektor UMA Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng, M.Sc didampingi Tim Biro Inovasi dan Kemitraan (BIK) UMA kesepakatan bersama ini merupakan ejawantah langsung dari pelaksanaan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada peningkatan daya saing regional.

Dari aspek kebijakan strategis institusi, kata rektor, MoU merupakan!implementasi nyata dari rencana strategis untuk mentransformasikan UMA menjadi impactful campus (kampus berdampak).

UMA merancang kebijakan akademik yang tidak lagi menjaga jarak dengan realitas sosial, melainkan melompat langsung ke daerah untuk menyelesaikan tantangan rill di masyarakat. Melalui ketetapan formal ini, lanjutnya, UMA membuka pintu selebar-lebarnya bagi ASN dan pemuda berprestasi Kota Binjai untuk menimba ilmu di jenjang sarjana maupun pascasarjana.

“Kami memastikan bahwa seluruh instrumen riset, keahlian SDM dosen, dan pendanaan internal yang dialokasikan dalam kerja sama ini akan dikerahkan secara optimal untuk menjadi fondasi ilmiah yang mempercepat laju pembangunan di Kota Binjai,” rinci Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng, M.Sc.

Wali Kota Binjai Drs. H. Amir Hamzah, M.AP memberi apresiasi atas inisiatif dan komitmen nyata yang ditunjukkan oleh UMA dalam mendukung roda pemerintahan dan pelayanan publik.

Atas nama Pemko dan masyarakat Binjai, wali kota berterima kasih kepada UMA. “Kehadiran fungsi akademis dari UMA adalah berkah strategis bagi akselerasi pembangunan Kota Binjai,” tegasnya.

Membangun kota yang maju dan sejahtera, kata wali kota, tidak bisa dilakukan sendiri oleh birokrasi, melainkan butuh sentuhan teknologi terapan dan ilmu pengetahuan dari perguruan tinggi.

“Kami sangat terbantu dengan adanya program konkrit. Seperti pendampingan pertanian presisi, digitalisasi UMKM, hingga audit merit sistem pelayanan publik,” sebut Drs. H. Amir Hamzah, M.AP.

Wali kota menegaskan sinergi ini memastikan kebijakan yang diambil Pemko Binjai ke depan berjalan berbasis data (data-driven) dan kajian ilmiah yang matang.

Sebagai arsitek penggerak kemitraan, kepala BIK UMA menekankan bahwa komitmen ini dikunci dengan mekanisme monitoring yang ketat demi menjamin hadirnya hasil yang terukur bagi kedua belah pihak. Secara visioner, BIK UMA memastikan bahwa MoU ini tidak akan menjadi sekadar dokumen di atas meja (paper-only), melainkan sebuah ekosistem kolaborasi berkelanjutan yang berorientasi ketat pada outcome (hasil berdampak).

Menurut kepala BIK UMA, pihaknya telah mengunci klausul evaluasi berkala untuk mengukur efektivitas pergerakan di lapangan. Dari segi branding dan kemitraan, kolaborasi ini adalah perwujudan komitmen UMA terhadap pencapaian SDGs Desa dan IKU 3 atau mahasiswa berkegiatan diluar kampus.

“Output jangka pendek adalah akselerasi program kota. Namun outcome jangka panjang adalah lahirnya model kota percontohan (pilot project) berbasis inovasi hijau digital di Binjai yang digerakkan bersama oleh peneliti dan mahasiswa UMA,” ujar Dian Fajar Prayoga. (dmp)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru