Home Blog Page 13796

Terbenam ke Dasar Klasemen

PSMS vs Semen Padang

MEDAN-PSMS harus rela berbagi poin saat menjamu Semen Padang FC pada akhir putaran pertama IPL di Stadion Teladan, Minggu (18/3) sore.
Hasil 1-1 bagi skuad besutan Fabio Lopez dinilai positif,  karena bisa tetap meraih poin di tiga laga terakhir. Saat melawat ke Persiba Bantul dengan skor 2-2 dan saat dijamu Persijap Jepara dengan skor akhir 1-1.

Namun, raihan satu poin sama sekali tak memberikan arti apa-apa bagi skuad berjuluk Ayam Kinantan itu. Pasalnya, PSMS saat ini masih terjerembab di juru kunci klasemen sementara IPL dengan mengoleksi enam poin. Sementara Bontang FC yang berada di posisi 11 klasemen sementara sudah mengumpulkan 10 poin.

Pada awal babak pertama, PSMS langsung dikejutkan gol cepat yang dilesakkan gelandang Semen Padang Elie Aiboy menit 4. Usai gol tersebut, kedua tim saling melancarkan serangan. Namun, tak satupun yang berbuah gol. Hingga turun minum skor tetap 0-1.

Di babak kedua, permainan menjurus keras dan cepat. Terbukti ada sembilan kartu kuning dan satu kartu merah yang dibukukan wasit Faulur Rossi. Berbeda pada babak pertama yang hanya membukukan satu kartu kuning. Di menit 73 PSMS berhasil menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas gelandang asal Korea An Hya Yoen.

Bisa menyamakan kedudukan ternyata membuat pemain Semen Padang frustasi. Pada babak kedua intensitas penyerangan tim berjuluk Kabau Sirah ini bisa dikatakan nol. Permainan menjurus kasar terbukti pada menit 80 pemain belakang Tomy Rifka membukukan kartu kuning kedua karena tertangkap wasit menyikut striker PSMS Julio Alcorse.

Tomy yang tak terima dikartu merah oleh wasit langsung protes kepada hakim garis Arman. Pada insiden tersebut keduanya terlihat saling sundul. Wasit pemimpin pertandingan juga tak bisa melerai dan memerintahkan Tomy untuk keluar lapangan. Dan karena hal tersebut, pertandingan sempat dihentikan selama 15 menit.

Semen Padang bermain dengan 10 orang pemain di 10 menit jelang bubaran tak bisa dimanfaatkan PSMS untuk menggandakan gol. Hasil 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Pelatih PSMS Fabio Lopez usai laga menuturkan, tetap mensyukuri hasil seri ini. “Tiga laga terakhir kita tetap bisa mengoleksi poin, itu hasil positif dari laga yang berakhir draw ini,” ungkapnya.

Fabio sempat mengeluhkan tim besutannya yang tak pernah tampil full team. “Tiap laga pasti ada tiga pemain yang terkena kartu kuning. Laga berikutnya ada tiga pemain yang tak memperkuat tim, sekaligus ada lagi tiga pemain yang terkena kartu kuning. Ini sangat menghambat performa skuad untuk tampil maksimal,” tuturnya.

Ia juga menyesalkan keputusan wasit yang kurang tegas dalam menyikapi kartu merah yang diberikannya kepada pemain Semen Padang. “Kita kehilangan 15 menit di  sana. Anehnya, kenapa wasit malah memberikan waktu bagi pelatih Semen Padang untuk berembuk membicarakan hal tersebut,” tegas Fabio.

Menurut Fabio, yang masih kurang pada anak-anak asuhannya adalah mental juara yang belum terbentuk. “Pada 30 menit babak pertama mereka bermain cukup buruk. Di babak kedua sudah membaik dan bisa menyamakan kedudukan. Namun, mereka belum punya mental untuk menang,” katanya.
Pelatih Semen Padang Nil Maizar mengaku bersyukur sekaligus kecewa dengan hasil imbang ini. “Kita tetap bersyukur bisa meraih poin di Medan. Kita lihat PSMS bermain cukup baik,” katanya.

“Namun, hasil ini juga menimbulkan kekecewaan. Karena harusnya kita bisa menang di sini untuk bisa naik ke puncak klasemen pada paruh musim,” tandasnya. (saz)

Salomo Pardede Kembali Pimpin POBSI Sumut

MEDAN-Salomo TR Pardede SE secara aklamasi kembali memimpin Pengprov POBSI Sumut periode 2012-2016 untuk keduakalinya  melalui Musorprov yang berlangsung, Sabtu (17/3) malam di Pardede Hotel Jalan Juanda Medan.

Sebanyak 13 Pengcab POBSI se-Sumut dengan bulat mendukung Salomo Pardede untuk kembali memimpin POBSI Sumut 4 tahun ke depan.Seluruh Pengcab menilai Salomo telah mampu membangkitkan prestasi Biliar di Sumut dalam kurun waktu 4 tahun terakhir.

Musorprov POBSI Sumut yang berlangsung lancar dan sukses tersebut dihadiri Sekjen PB POBSI Soedarianto,Ketua II Bidang Organisasi PB POBSI Lilik Hartono, Kadisporasu H Ristanto SH,Ketua Harian KONI Sumut John Ismadi Lubis, Tokoh Pemuda Sumut Syaf Lubis, Pengrov Cabang Olahraga serta undangan lainnya.

Dalam sidang pleno tentang laporan pertanggungjawaban Ketua Umum Pengprov POBSI Sumut Periode 2008-2012 secara bergantian 13 Pengcab menerima sekaligus mendukung Salomo Pardede untuk melanjutkan kepemimpinan POBSI Sumut periode 2012-2016.

Pengcab menilai Salomo Pardede telah meletakkan program pembinaan biliar Sumut di rel yang benar. Beberapa prestasi telah diraih selama 4 tahun kepengurusan. Diantaranya,sejak dilantik sebagai pengurus POBSI Sumut mampu meraih medali perunggu di PON XVII Kaltim 2008 lalu.
Saat itu Salomo baru memimpin 3 bulan, setelah itu beberapa even nasional selalu diikuti atlet Biliar Sumut dan pada kejurnas 2010 di Semarang POBSI Sumut meraih satu medali emas.

Kemudian POBSI Sumut kembali menunjukkan tajinya pada Kejurnas 2011 di Medan dengan meloloskan 8 atlet ke PON XVIII Pekanbaru Riau.
Fakta tersebut menjadi pertimbangan seluruh Pengcab POBSI untuk kembali mendukung Salomo Pardede agar tetap memimpin POBSI Sumut.
Pendapat dari seluruh Pengcab tersebut sejalan dengan apa yang disampaikan Ketua Umum KONI Sumut H Gus Irawan dalam pidatonya. Dikatakan, bahwa Salomo merupakan anak muda yang potensial dan sangat mencintai olaghraga terutama biliar. (jun)

NSRC/Seri I Kejurnas Reli 2012 Gengsi Lebih

MEDAN- Seri I North Sumatera Rally Championship (NSRC) 2012 di Langkat 6-8 April yang juga Putaran I Kejuaraan Nasional Reli 2012 akan memberikan gengsi lebih bagi seluruh peserta.

Demikian disampaikan Kisharyanto Pasaribu yang ditemui di Sekretariat IMI Sumut Jalan Taruma No 52 Medan, Sabtu (17/3). “Tentunya berbeda dari pelaksanaan sebelumnya. Mengingat beberapa pembalap nasional juga turun, tentu menjadi tantangan lebih bagi seluru peserta. Khususnya pereli Sumut sebagai tuan rumah,” ucap Ketua I Panpel NSRC 2012 ini.

Selain Subhan Aksa lanjutnya, pereli asal Jawa yang lain seperti Akbar Hadianto, Andry Tan, juga pereli asal Kalimantan Timur, Roy Nirwan sudah mengkonfirmasi keikutsertaannya. Bahkan nama-nama tadi dipastikan terus bertambah.

Untuk itu, panitia bersama Londom Sumatera (Lonsum) menggelar perubahan pada lintasan, memastikan jalannya lomba dengan total lintasan 160 kilo meter dalam 11 super stages (SS) ini akan semakin sengit.

“Kali ini kita menggunakan lintasan perkebunan milik Lonsum yang cukup menantang. Bahkan pihak Lonsum langsung terlibat dalam mempersiapkan lintasan sebaik mungkin untuk dilintasi para peserta,” tambahnya.

Menurut Kisharyanto, Pengurus Provinsi Ikatan Motor Indonesia Sumatera Utara (Pengprov IMI Sumut) tengah mengupayakan dua dari tiga seri Kejuaraan Daerah (Kejurda) NSRC 2012 ini dapat menjadi Kejurnas Reli 2012. Dengan demikian merupakan moment bagi pereli Sumut untuk mencatat namanya di papan prestasi reli nasional.

“Ini juga harapan Ketua Pengprov IMI Sumut Ijeck agar pereli Sumut dapat menoreh prestasi di tingkat nasional. Selain seri Langkat, masih diupayakan agar seri II atau seri III juga masuk pada kalender Kejurnas Reli 2012 ini,” bebernya.

Antusias pereli lokal juga akan menentukan penilaian akan kesiapan Sumut sebagai tuan rumah Asia Pasific Rally Championship (APRC) 2013 mendatang. Hal ini merupakan tahapan menuju pelaksanaan World Rally Championship (WRC). Sumut sendiri pernah menjadi tuan rumah WRC medio 1996/1997 silam dengan lintasan Rambong Sialang Kabupaten Serdangbedagai.

Menanggapi hal itu, pereli profesional asal Sumut Eddy WS/Syariful Adil pun menyampaikan apresiasi. Menurutnya, moment ini akan menjadi kaderisasi pereli Sumut dengan mental juara.

“Kita sangat bangga kepada IMI Sumut pimpinan Ijeck dengan semua upaya yang sudah dan akan dilakukan dalam mengangkat prestasi otomotif,” katanya.(jul)

PTPN IV Jajal PSMS

MEDAN- PSMS akan menjamu tim divisi II ISL PTPN IV, sore ini (19/3) di Stadion Teladan. Pertandingan uji coba ini sangat membantu tim besutan Suharto AD dalam melakukan recovery fisik.

Asisten pelatih PSMS Roekinoy membenarkan hal tersebut. Ia mengaku, sejak pulang dari tur Jawa Timur-Papua pada 8 Maret 2012, baru ini fisik pemain kembali pada performa terbaiknya. “Kita terus berikan latihan, setelah pulang dari Dafonsoro dan diliburkan lima hari, kini fisik mereka sudah kembali 100 persen,” ungkapnya, Minggu (18/3).

Menurut Roekinoy, Kamis (15/3) lalu performa tim berjuluk Ayam Kinantan ini masih mencapai 30 persen. “Namun, tetap saja masih ada beberapa pemain yang belum pada performa maksimal. Seperti Arie Supriatna, ia kan terlambat datang memulai latihan kemarin. Jadi tinggal dia dan beberapa pemain saja yang belum prima,” kata Roekinoy lagi.

Pertandingan uji coba ini dianggap Roekinoy merupakan bentuk evaluasi fisik kepada para pemain. “Fisik mereka harus terus dibentuk, meski belum harus menghadapi pertandingan dalam waktu dekat ini. Jadi uji coba ini memang sangat kita butuhkan,” paparnya.(saz)

PSMS Incar Elie Aiboy dan Mustofa Aji

MEDAN-Roekinoy yang ditemui wartawan di Stadion Teladan menonton laga PSMS IPL bentrok Semen Padang FC. Saat ditanya gerangan apa yang membawanya menyaksikan seteru timnya (PSMS ISL) itu, Roekinoy menjawab hanya memantau. “Kita mau liat-liat pemain dari Semen Padang. Bursa transfer paruh musim aka segera dibuka, jadi kita sedang memantau pemain-pemain yang berpotensi, baik dari ISL maupun IPL,” ujarnya.

Ia juga mengaku melakukan pantauan tersebut di Stadion Teladan tak sendiri, ia menemani pelatih sementara PSMS Suharto AD. “Bang Harto juga nonton, dia di ujung sana, dia masuk dari pintu Timur,” kata Roekinoy.

Saat ditanya memantau siapa, Roekinoy pun nyeletuk. “PSMS tertarik sama gelandang Semen Padang yakni Elie Aiboy dan Mustofa Aji,” singkatnya, yang kemudian mengklarifikasi ia datang hanya untuk memantau-mantau saja.

Tak dimungkiri, minimnya gol yang dihasilkan anak-anak PSMS hingga dua laga sisa jelang paruh musim, karena kurang tajamnya lini depan skuad. Hal tersebut memaksa manajemen dan pelatih harus mencari-cari pemain yang bakal direkrut untuk memperkuat PSMS. (saz)

XL Uji Jaringan Pertama di Sungai

Dukung Gerakan Sungai Bersih Wisata Air

Mimpi Pemerintah Kota (Pemko) Medan dan Lembaga Peduli Sungai (LPS) untuk mengembangkan wisata air, cepat ditangkap sebagai peluang bisnis. PT XL Axiata Tbk mencoba membaca peluang itu dengan melakukan percobaan berkomunikasi di sekitar sungai.

“Saya membayangkan, seandainya wisata air di sungai-sungai di kota Medan benar-benar terwujud, dan Lembaga Peduli Sungai bisa menjadi motornya, maka kami sudah XLangkah Lebih Maju … sudah bisa dan siap berkomunikasi, berinternet ria, bersosial media di atas kapal atau perahu,” jelas Frenky Tobing, General Manager Network Northern Sumatera, PT XL Axiata Tbk, saat melakukan uji coba, Sabtu (17/3).

Memang unik, karena baru kali ini sebuah operator selularn berbekal perahu karet seperti yang biasa dipakai team SAR menggabungkan aktivitas peduli lingkungan dan sekaligus mengujicoba kemampuan Hot Rod 3G+.

“Selama ini kami sudah melakukan ujicoba jaringan di banyak tempat di Medan. Namun, baru kali ini, kami melakukan ujicoba jaringan di Sungai yang ada di kota Medan. Ujicoba tahap awal sudah kami lakukan, dan berlangsung mulus dan lancar. INi semua berkat Hot Rod 3G+, yang tidak hanya bisa dinikmati di mall-mall maupun pusat kota, tapi juga di Sungai Babura,” ujar Frenky tersenyum.

Ujicoba sederhana dilakukan dengan cara melakukan panggilan Video Call, dari Sungai Babura (antara Jalan Wolter Monginsidi dan Jalan Kejaksaan) ke kantor PT XL Axiata, Tbk, di Jalan Diponegoro.  Ujicoba kedua dilakukan dengan melakukan browsing di sepanjang sungai Babura, yang dapat disaksikan langsung oleh rekan wartawan di kantor XL.

Bambang Badra, General Manager Finance & Management Services, PT XL Axiata, Tbk, Regional Sumatera menyebut rencana mengembangkan wisata sungai sebagai hal yang luar biasa.

“Tanggal 22 Maret merupakan Hari Air Sedunia. PT XL Axiata, Tbk, mendukung niat dan rencana yang luar biasa dari Lembaga Peduli Sungai dan Pemerintah Kota Medan, untuk bersama-sama mewujudkan Sungai yang bersih,” tegas Bambang Badra.

Lebih dari sekadar menjaga lingkungan sebagai langkah awal, namun juga menghidupkan kembali kejayaan masa lalu untuk masa depan kota Medan. “Kami membayangkan, Sungai-sungai di kota Medan, apabila bersih dan terjaga, bisa menjadi tempat yang menarik sebagai Wisata Air. Berperahu menyusuri sungai yang bersih, melihat lingkungan di bantaran sungai yang tertata, tentu akan menarik sebagai Wisata Alternatif, untuk mendukung program pariwisata Visit Medan,” ungkap Faizal, Wakil Ketua LPS.

Semoga ini bukan hanya mimpi. Tindakan nyata akan membantu mewujudkan mimpi menjadi kenyataan. Perlu dukungan dari berbagai pihak untuk ikut menjaga dan berbuat. (red/ila)

Traffic Light Disabotase

Anjal-Pengendara Bersitegang, Simpang Juanda Macet Total

MEDAN-Perilaku anak jalanan (Anjal) di perempatan Simpang Jalan Ir H Juanda Medan, mulai meresahkan masyarakat, khususnya pengguna kendaraan roda dua dan empat. Diduga, mereka sengaja mematikan traffic light, hingga kondisi arus lalulintas di perempatan simpang empat jalan tersebut macet total, Sabtu (17/3) sekitar pukul 21.30 WIB hingga dua jam lamanya.

Keributan pun terjadi antara pengguna jalan yang sudah berpapasan dengan kendaraan lainnya untuk bisa melaju kendaraannya. Sedangkan puluhan anjal terlihat sibuk mengatur dari arah Jalan Brigjen Katamso ke Jalan Juanda, namun hasilnya tidak ada dan membuat kondisi arus lalulintas semakin semerawut.

Pantauan wartawan koran ini di lokasi, seluruh lampu jalan dan pemukiman masyarakat serta toko-toko terlihat terang benderang.  Petugas Satlantas Polsek Medan Kota juga tidak berada di lokasi untuk mengatur lalulintas.  Kemacetan panjang tidak terelakkan. Makin ramai karena puluhan Anjal yang mengatur arus lalulintasn adu mulut dengan pengguna kendaraan karena tidak ada hasilnya.

Seorang pengguna jalan yang mengaku warga sekitar menjelaskan matinya lampu jalan tersebut akibat ulah anak jalanan yang sengaja mematikannya untuk mencari uang tambahan. “Ini ulah kalian semua yang sengaja mematikan lampu jalan ini. Nanti kalian kulaporkan ke polisi ya, akibat ulah kalian (anjal) arus lalulintas macet,” ucap pengendara sepeda motor itu kepada puluhan Anjal yang berdiri di tengah jalan mengatur lalulintas.

Dikatakannya, ulah anak jalanan mematikan traffic light sudah sering terjadi bila tidak ada petugas lalulintas yang mengatur lalulintas. Ditambah lagi dengan kondisi jalanan kota yang ramai dengan pengendara roda dua dan empat.

“Ini sudah sering terjadi kalau malam-malam libur, apalagi tidak ada petugas yang menjaga dipersimpangan. Anjal ini hanya mencari uang masuk saja dengan turun ke jalan mengatur lalulintas akibat ulah mereka sendiri,” jelasnya.

Sementara, seorang Anjal membantah matinya lampu pengatur lalu lintas akibat ulah mereka. “Enak kali kau tuduh kami, kami punya niat baik mengatur lalulintas agar tidak macet. Kalau kalian tidak mau diatur, ya udahlah. Kami tinggal saja. Macam betul aja kalian semua,” kata anjal itu sambil memegang lem kambing yang dibungkus plastic kepada pengendara sepeda motor itu.

Ketika pengguna kendaraan mengancam akan melaporkannya ke polisi, Anjal itu malah balik menantang. “Panggillah sana, kami tidak takut. Kami kan membantu tugas polisi mengatur lalulintas. Jadi jangan sembarangan cakap dan menuduh kami yang tidak-tidak,” ujarnya lagi menjerit keras sambil mengucapkan bahasa kotor.

Sementara, Kapolsek Medan Kota, Kompol Sandi Sinurat yang mendapat informasi dengan gangguan itu, langsung menurunkan petugas satlantas mengatur lalulintas dan segera memperbaiki traffic light yang sudah dua jam mati.

“Kami sudah menurunkan personil dengan mengatur lalulintas agar tidak terjadi kemacetan yang lebih panjag lagi,” ucapnya singkat.
Setelah petugas satlantas turun ke lokasi, puluhan anjal tersebut langsung meninggalkan lokasi menuju kearah Jalan Brigjen Katamso. Petugas kepolisian terlihat sibuk mengatur dan memperbaiki traffic light yang berada di pulau jalan, tepatnya di depan simpang plaza Ace Hardware. Setelah disetel oleh petugas, lampu hidup kembali dan dalam waktu setengah jam, kondisi arus lalu lintas kembali normal.

Menyikapi hal tersebut, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker), Marah Husin yang dikonfirmasi enggan memberikan komentar. Beberapa kali telepon selulernya dihubungi dan di-sms tidak dijawab.(adl)

Kepuasan Sejati melalui Sebuah Pemahaman

Menikmati Kopi dengan Nuansa Tempoe Doeloe di Kopi Ong

Bagi penikmat kopi, kualitas minuman dan suasana yang mendukung menjadi syarat mutlak mereguk segelas kenikmatan. Cita rasa itu tersedia di Kopi Ong. Seperti apa?

INDRA JULI,  Medan

Irama keroncong Bengawan Solo dari Gesang memberikan nuansa berbeda saat menikmati secangkir kopi di Kopi Ong yang terletak Komplek Grand Legian Jalan Kapten Muslim Medan. Hilir mudik kendaraan di jalan menjadi pemandangan tersendiri, membuat pembicaraan, Rabu (14/3) sore itu semakin hangat.

Ya, tidak seperti kedai kopi pada umumnya, Kopi Ong menawarkan konsep berbeda bagi penikmat kopi di Kota Medan. Tata dekorasinya seolah membawa pengunjung kembali ke masa lalu.

“Kita coba cari perbedaan dari bisnis kopi kebanyakan. Sekaligus coba mengembalikan ke makna yang seharusnya. Walau pun kita jadi sedikit keluar dari jalur biasanya,” buka pemilik Kopi Ong Salimin Djohan Wang kepada Sumut Pos.

Lantai satu rumah toko (ruko) bernomor 6 itu pun diberi hiasan yang tidak biasa. Jendela kayu terpasang di kedua sisi di mana satu sisi dalam setting tertutup dan sisi lain menawarkan pemandangan terbuka. Tidak itu saja, berbagai benda antik; telepon, mesin jahit, dan setrika turut dipajang sebagai hiasan dinding.

Delapan meja bundar kecil berkonsep pualam dengan kursi dari kayu di empat sisi dan delapan sangkar burung sebagai penerangan dalam lapisan kain berwarna merah, mengembalikan kenangan pada masa kehadiran warga China peranakan di Indonesia di masa lalu.

“Masa itu, kedai kopi ini bukan hal yang eksklusif seperti sekarang melainkan tempat bersosialisasi sesama penikmat kopi. Bahkan karena kedekatan itu, pemiliki kedai kopi tidak perlu bertanya karena sudah tahu keinginan pengunjung yang datang. Nuansa itu yang mau kita bangun dari desain ruangan ini,” jelas pria yang akrab disapa Djohan ini.

Sebagai tongkrongan penikmat kopi, Kopi Ong tidak hanya menawarkan kopi berkualitas dari berbagai daerah di Sumatera seperti Aceh, Sidikalang, Lintong, juga Kopi Luwak, juga menawarkan variasi rasa dari perpaduan kopi dengan bahan lain. Sebut saja Alpokat Coffe, perpaduan bubuk kopi dengan buah alpokat yang khas tentunya.

Namun kepuasan sejati hanya didapat melalui sebuah pemahaman. Hal itu yang juga ditawarkan Kopi Ong kepada pengunjung. Mulai dari penjelasan mengenai biji kopi dan proses pembuatannya dalam tulisan, sampai penerapan oleh pegawai yang dapat disaksikan langsung.

“Kopi harus dipadatkan terlebih dahulu sehingga kualitas yang didapat maksimal. Akan lebih baik, kopi digiling sesaat sebelum diseduh sehingga aromanya tidak banyak yang hilang,” beber pehobi motor gede (moge) ini.

Begitu juga dengan pengenalan akan kategori kopi yang terbagi dua yaitu kopi biasa dan kopi lanang (jantan). “Kopi lanang memiliki minyak yang lebih, otomatis mengandung kafein yang lebih. Tandanya bisa dilihat dari buih kopi saat disajikan. Tapi biji kopi lanang ini jumlahnya lebih sedikit, ditandai bijinya bulat dan lebih kecil dari biji kopi kebanyakan,” bebernya.

Dari sisi rasa, kopi lanang seduhan pertama memang berbeda. Saat di mulut, kopi lanang terasa lebih kental. Hanya saja terasa lebih manis di lidah. Sementara seduhan kedua terasa lebih ringan di mulut dan lebih pahit di lidah. Hal ini akan menjadi pengalaman tersendiri bagi siapa saja yang ingin mengenal kopi lebih jauh.

Tak perlu takut ketinggalan dalam menikmati kopi berkualitas di Kopi Ong dikarenakan waktu yang mepet. Kenikmatan sejati ini juga dapat dinikmati di rumah dengan memilih paket kemasan. Mulai dari 100 gram sampai satu kilogram. Kemasan yang dibuat dari bahan berkualitas menjamin cita rasa kopi tetap terjaga. Sehingga menarik untuk dijadikan souvenir bagi teman dan kerabat luar kota Medan.

Produk kemasan ini melengkapi kenikmatan para pecinta kopi di Kota Medan. Seperti tulisan pada daun pintu yang terletak di atas pintu Kopi Ong. “Hidup terlalu singkat untuk minum kopi yang tidak enak”. (*)

Mau Untung, Beli Sukri

Sukri 004 adalah surat berharga pemerintah dalam bentuk syariah telah dikeluarkan sejak awal Maret hingga 16 Maret kemarin, dengan harga mulai Rp5 juta. Apakah keuntungan membeli Sukri 004? Berikut wawancaranya dengan wartawan Sumut Pos, Juli Ramadhani Rambe dengan Manager Sistem Pembayaran BI Medan, Kahfi Zulkarnaen.

Apa Sukri 004 itu?

Pemerintah pusat setiap tahunnya selalu mengeluarkan surat berharga atau surat utang dengan istilah yang berbeda-beda. Untuk tahun ini, pemerintah mengeluarkan surat utang dalam bentuk syariah namanya Sukri 004. Surat utang ini merupakan investasi, karena bertahan selama 3 tahun, tapi ada beberapa bank yang menggunakan sistem percobaan. Karena itu, ini keuntungan bagi nasabah bila investasi dengan surat utang syariah ini.

Keuntungan seperti apa ini?
Banyak, pertama karena dikeluarkan oleh pemerintah jadi penyimpanannya terjamin. Dapat kupon dengan harga 3,5 pertahun. Selain dengan adanya sistem percobaan, sukri dapat dijual dalam waktu 6 bulan, sehingga bila ada nasabah yang merasa tidak cocok, dapat dijual ke agen dalam masa percobaan. Hal lain, target pemerintah, dalam sukri ini untuk pendidikan. Jadi, kita bisa berinvestasi sekalian membantu pendidikan.

Kenapa surat berharga ini untuk pendidikan?
Salah satu tugas pemerintah kan untuk mensejahterakan rakyat. Dan rakyat membutuhkan pendidikan. Jadi, untuk saat ini target pemerintah adalah pendidikan. Bila penjualanan Sukri mencapai target, berarti target pemerintah untuk pendidikan tercapai. Mungkin dikarenakan dana pemerintah yang kurang, yang dapat ditutupi dengan dana masyarakat. Karena itu, pemerintah mengeluarkan surat utang.

Bagaimana untuk pencairan surat utang?
Nah, untuk pencairan yang harus diperhatikan adalah jenis surat utang tersebut. Ada surat utang atas unjuk (tidak ada nama) dan ada yang bebas. Kalau yang tidak ada nama bisa dipindah tangankan. Sedangkan yang memakai nama, yang mencairkan harus sesuai nama, kalau pun tidak ada harus menggunakan surat kuasa, tetapi ini juga sedikit sulit. Harus benar-benar jelas keterangannya. Yang memiliki nama misalnya deposito.

Apakah ini bisa dijual lagi?
Bisa, tergantung agen. Bisa dijual kembali ke agen, atau under warter. Jadi, investasi ini sangat menguntungkan. Karena berbagai jaminan yang telah diberikan. Jadi jangan takut bila berinvestasi dengan menggunakan surat utang pemerintah.(*)

Sanggar Budaya Didata untuk Dikembangkan

MEDAN-Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Medan menurunkan lima tim ke 21 kecamatan untuk melakukan pendataan sanggar budaya dan kesenian serta seluruh Lembaga Adat di Kota Medan.

Hal tersebut dilakukan karena selama ini keberadaannya tidak diketahui. Selain itu, pembinaan sanggar yang sebelumnya di bawah pemerintah provinsi, secara bertahap akan diserahkan ke Pemko Medan melalui Disbudpar Kota Medan.

“Kita sedang melakukan pendataan sanggar budaya dan kesenian serta lembaga adat di Kota Medan yang sudah berjalan sejak Januari sampai Maret 2012 ini melalui tim. Hasil sementara masih belum akurat dan baru didapat 20 sanggar,” kata Kadisbudpar Kota Medan Busral Manan didampingi Kabid Kebudayaan Disbudpar Medan, Mansur, Jumat (16/3).

Dikatakan Busral, sulitnya kordinasi dengan Pemprovsu untuk memberikan data seluruh Sanggar budaya dan seni yang selama ini dikelola Pemprovsu. Akibatnya,  seluruh kegiatan yang selalu dilaksanakan Pemko Medan, selalu menyewa dari para pemilik sanggar budaya dan seni di kota Medan untuk mengisi acara.

Ditegaskan Busral, sanggar budaya dan kesenian ini sangat potensial dikembangkan di kota Medan dengan anggaran yang ada dan akan di sosialisasikan di tahun depan untuk dipromosikan ke luar daerah. “Harus melalui promosi dan pembinaan yang baik tentunya. Ini yang sedang kita rancang, dengan lebih dulu melakukan pendataan pada tahun 2012 ini, untuk selanjutnya kita lakukan sosialisasi dan pembinaan sanggar,” jelasnya.

Kabid Kebudayaan Disbudpar Medan Mansur, menjelaskan setelah pendataan pihaknya akan melakukan sosialisasi. Pihak pengelola sanggar diundang untuk mensinkronkan program Disbudpar Medan untuk mengembangkan kesenian yang ada di Medan itu.

“Setelah itu, kita akan menggelar perlombaan untuk seni unggulan dari sanggar masing-masing. Pemenangnya akan menjadi ikon kebudayaan pariwisata Kota Medan. Bisa jadi, sanggar seni, sastra, galeri ataupun adat. Semuanya kita data secara perlahan, sesuai data yang ada di kecamatan di Kota Medan,” jelasnya.

Menurutnya, sanggar merupakan potensi kebudayaan daerah yang harus dikembangkan sebagai salah satu potensi promosi pariwisata daerah. Karena banyak sanggar di Medan bahkan tidak hanya mengembangkan seni tarian tradisional daerah namun banyak hal seperti sastra, galeri dan adat.(adl)