Home Blog Page 13797

Sanggar Budaya Didata untuk Dikembangkan

MEDAN-Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Medan menurunkan lima tim ke 21 kecamatan untuk melakukan pendataan sanggar budaya dan kesenian serta seluruh Lembaga Adat di Kota Medan.

Hal tersebut dilakukan karena selama ini keberadaannya tidak diketahui. Selain itu, pembinaan sanggar yang sebelumnya di bawah pemerintah provinsi, secara bertahap akan diserahkan ke Pemko Medan melalui Disbudpar Kota Medan.

“Kita sedang melakukan pendataan sanggar budaya dan kesenian serta lembaga adat di Kota Medan yang sudah berjalan sejak Januari sampai Maret 2012 ini melalui tim. Hasil sementara masih belum akurat dan baru didapat 20 sanggar,” kata Kadisbudpar Kota Medan Busral Manan didampingi Kabid Kebudayaan Disbudpar Medan, Mansur, Jumat (16/3).

Dikatakan Busral, sulitnya kordinasi dengan Pemprovsu untuk memberikan data seluruh Sanggar budaya dan seni yang selama ini dikelola Pemprovsu. Akibatnya,  seluruh kegiatan yang selalu dilaksanakan Pemko Medan, selalu menyewa dari para pemilik sanggar budaya dan seni di kota Medan untuk mengisi acara.

Ditegaskan Busral, sanggar budaya dan kesenian ini sangat potensial dikembangkan di kota Medan dengan anggaran yang ada dan akan di sosialisasikan di tahun depan untuk dipromosikan ke luar daerah. “Harus melalui promosi dan pembinaan yang baik tentunya. Ini yang sedang kita rancang, dengan lebih dulu melakukan pendataan pada tahun 2012 ini, untuk selanjutnya kita lakukan sosialisasi dan pembinaan sanggar,” jelasnya.

Kabid Kebudayaan Disbudpar Medan Mansur, menjelaskan setelah pendataan pihaknya akan melakukan sosialisasi. Pihak pengelola sanggar diundang untuk mensinkronkan program Disbudpar Medan untuk mengembangkan kesenian yang ada di Medan itu.

“Setelah itu, kita akan menggelar perlombaan untuk seni unggulan dari sanggar masing-masing. Pemenangnya akan menjadi ikon kebudayaan pariwisata Kota Medan. Bisa jadi, sanggar seni, sastra, galeri ataupun adat. Semuanya kita data secara perlahan, sesuai data yang ada di kecamatan di Kota Medan,” jelasnya.

Menurutnya, sanggar merupakan potensi kebudayaan daerah yang harus dikembangkan sebagai salah satu potensi promosi pariwisata daerah. Karena banyak sanggar di Medan bahkan tidak hanya mengembangkan seni tarian tradisional daerah namun banyak hal seperti sastra, galeri dan adat.(adl)

Ditinggal Melayat, Rumah Ludes Terbakar

MEDAN-Bencana kebakaran masih terus menghantui. Terbaru, si jago merah mengamuk dan melahap satu unit rumah semi-permanen di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Sei Sikambing C, Kecamatan Medan Helvetia, Minggu (18/3), sekira pukul 15.00 WIB.

Sontak, warga sekitar yang umumnya masih terlelap, dibuat heboh. “Kebakaran… kebakaran…,” teriak histeris warga panik.

Beberapa warga yang mendengar teriakan spontan berhamburan keluar rumah dan berupya memadamkan kobaran api yang menggerogoti rumah milik Rusli yang sudah 4 hari ditinggal penghuninya itu.  Ada yang mengambil air dari rumah, ada pula membawa ember dan mengambil air dari selokan.
Upaya awal belum berhasil. Api makin besar dan mengancam membakar rumah-rumah yang berada sekitar 20 meter dari kawasan komplek perumahan Bank Mandiri itu.

Takut api merembet ke rumah yang lain, tetangga rusli langsung menyelamatkan harta berharga dari rumah mereka.

Sekitar setengah jam warga berjuang memadamkan api, suara sirine member harapan api segera padam. Tanpa dikomando, warga langsung bahu membahu membantu petugas pemadam kebakaran menyiapkan peralatan. Petugas yang membawa tiga unit mobil pemadam akhirnya berhasil melokalisir api lalu memadamkannya. Beruntung, api tidak merembet ke rumah warga lain.

Kapolsek Helvetia, Kompol Sutrisno Hadi yang memastikan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Sedangkan kerugian masih dihitung, diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Pasalnya, tak ada satu pun barang di rumah yang sedang ditinggal pemiliknya itu bisa diselamatkan.

“Kita belum bisa memastikan disebabkan arus pendek listrik atau yang lain. Kita tunggu hanya hasil indetivikasinya,” terang Kompol Sustrino.
Kuat dugaan, api berhasal dari arus pendek. “Kita sudah memasang garis polisi, guna penyelidikan lebih lanjut,” ujar Kapolsek. (mag-5)

Potensi Hujan Berkurang, Suhu 35 Derajat

BMKG: Waspadai Ancaman Kebakaran

MEDAN-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Polonia Medan meminta warga Medan mewaspadai terjadinya kebakaran yang bersumber dari percikan api, mengingat suhu udara mencapai 35 derajat celsius hingga akhir bulan Maret 2012 ini.

“Suhu panas meningkat, khususnya di kawasan Kota Medan dan sekitarnya. Selain itu, potensi hujan juga mulai berkurang. Karena sampai akhir bulan Maret ini juga kita prediksi terjadi suhu udara pada 35 derajat celsius. Potensi hujan terjadi hanya sesekali saja dan intensitasnya mulai berkurang, “ kata Kasi Data dan Informasi BMKG Polonia Medan Hartanto, Minggu (18/3).

Dikatakan Hartanto, suhu udara yang panas dan gerah akan terjadi berkepenjangan. Sedangkan potensi hujan lokal sedang dan lebat tetap terjadi, namun intensitasnya sudah mulai berkurang tidak seperti pada pekan sebelumnya.

“Untuk gelombang di laut Pantai Timur masih setengah meter sampai satu meter dan di Pantai Barat setengah meter sampai satu setengah meter. Itu masih wajar untuk melaut bagi nelayan, gelombang dua meter baru agak berpengaruh bagi nelayan. Kita mintakan juga pada warga tetap mewaspadai terjadinya hujan lokal sedang dan lebat yang masih berpotensi terjadi satu pekan kedepan walau agak berkurang dari pekan sebelumnya,” ucapnya.
Dijelaskannya, warga Medan dan sekitarnya juga patut mewaspadai terjadinya potensi panas yang berhari-hari terjadi. Sebab, dampaknya akan menyebabkan kebakaran yang bersumber dari perilaku manusia, daerah hutan atau lahan yang jelas kebakaran akan meningkat.

“Kebakaran kita prediksi akan meningkat mengingat cuaca yang terjadi pada satu pekan kedepan sampai akhir bulan terus berubah. Khususnya, pada perilaku manusia yang bisa menyebabkan kebakaran dengan pemicu terjadinya kebakaran itu akibat percikan api kecil. Dengan kondisi suhu udara seperti ini dapat menyebar dengan cepat. Inilah yang patut kita waspadai, agar pemicu kebakaran bisa dikurangi karena suhu udara saat ini terbilang panas gerah mudah membuat api menyebar,” jelasnya.(adl)

800 Siswa YPIT Khairul Imam Try Out UN Jujur

MEDAN- Sebanyak 800-an siswa dari 24 Sekolah tingkat Menengah Pertama (SMP) mengikuti try out Ujian Nasional (UN) 2012 di Yayasan Pendidikan Islam Terpadu (YPIT) Khairul Imam di Jalan STM Ujung, Medan. Try out yang digelar tersebut sebagai bagian untuk mensosialisasikan UN jujur 2012.

Koordinator UN Yayasan Pendidikan Islam Terpadu Khairul Imam, Drs H Burhanuddin Zuhlil MA menyampaikan, try out sengaja digelar untuk mensukseskan pelaksanaan UN 2012. Sukses dalam angka kelulusan dan mendapatkan nilai terbaik serta siswa di Kota Medan memiliki prestasi yang baik.
Dalam pelaksanaannya, YPIT Khairul Imam tidak memungut biaya dari siswa. Bahkan pihak yayasan memberikan subsidi seribu rupiah untuk setiap siswa. Subsidi itu diserahkan kepada setiap sekolah dan sebagai biaya pengganti ongkos transportasi. Selain itu, siswa yang mengikuti try out UN mendapatkan snack dan minum.

“Pada intinya kami memberikan try out ini untuk mendidik siswa agar lebih jujur dalam menyelesaikan soal-soal UN 2012,” sebutnya.
Pembina YPIT Khairul Imam, Drs H Harus Azwar MM menyebutkan, setiap siswa diminta jujur menyelesaikan soal UN 2012. Tak perlu mencontek atau mengopek, karena perbuatan itu justru salah dan tak sesuai dengan moral bangsa.

“Hidup ini harus jujur, dan untuk jujur itu harus dimulai dari diri sendiri,” ujarnya mengingatkan.

Lebih lanjut, dia menyebutkan, setiap guru dan kepala sekolah sebaiknya jangan memberikan bantuan bersifat menjawab soal-soal UN 2012, tapi mulai sekarang menanamkan rasa kejujuran kepada setiap siswanya dalam menjawab soal UN 2012.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, M Rajab Lubis tampak hadir dalam pelaksanaan try out tingkat SMP di yayasan tersebut. Dijelaskannya, UN 2012 tingkat SMP dilaksanakan 23 April 2012. Kian dekatnya pelaksanaan UN 2012, seluruh siswa yang hendak mengikuti UN 2012 diminta untuk terus aktif belajar dan menyiapkan diri.

Kemudian, kepada para pendidik termasuk kepala sekolah, akan membuat penandatangan fakta integritas UN jujur 2012. Setiap kepala sekolah di Kota Medan nantinya wajib menandatangani fakta integritas tersebut. (ril)

Pedagang Segera Seret Yayasan UISU ke Jalur Hukum

MEDAN- Lurah Teladan Barat, Papaner Purba dan Yayasan Universitas Islam Sumetara Utara (UISU), belum memberikan apresiasi atas somasi yang diberikan Rusdi selaku pemilik warung makanan dan minuman yang sudah melayangkan surat tersebut sejak, Jumat (16/3) lalu.

“Sampai saat ini, Lurah dan Yayasan UISU belum ada memberikan apresiasi sejak melayangkan surat Somasi sejak, Jumat (16/3) lalu,” kata Dudy Harahap SH selaku kuasa hukum Pasutri, Rusdi dan Elvita kepada Sumut Pos, Minggu (18/3) siang.

Dikatakannya, Somasi yang bersifat memberikan peringatan dengan menekankan untuk mengganti kerugian atas perobohan dan pengrusakan warung yang sudah disewakannya.

“Mereka sebagai penyewa dengan memenuhi kewajiban berdasarkan perjanjian atau menurut undang-undang. Dengan beritikad baik, bukan pendatang tanpa dasar hak. Lagi pula secara resmi melakukan sewa menyewa dan pembangunan warung,” jelasnya.

Pihaknya akan menunggu balasan somasi tersebut sampai, Senin (19/3) mendatang. “Bila tidak ada tanggapan juga, klien saya akan melanjutkan masalah ini ke  langkah hukum. Baik itu pidana dan perdata akan kita tempuh secepatnya,” ujarnya lagi.

Helmi selaku ketua Yayasan UISU yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengaku sudah aman. “Lahan itukan bukan punya mereka. Lagi pula dengan siapa mereka menyewa,” ucapnya.(adl)

Tingkatkan Penerimaan Pajak Daerah

Wali Kota Hadiri Rapat Evaluasi PAD di Dispenda Medan

Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM berpesan, untuk peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) di Kota Medan perlu tiga hal, pahami tugas dan fungsi, bekerja lebih keras dan memiliki komitmen.

Peningkatan PAD di Kota Medan perlu dilakukan pembahasan setiap bulannya untuk mengetahui angka pencapaian dari target yang ditentukan. Rapat evaluasi perolehan PAD itu digelar setiap bulannya di ruang rapat  lantai dua Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Medan.

Rapat evaluasi bulanan itu digelar di Dispenda, Rabu (7/3). Dalam rapat itu, Rahudman Harahap didampingi Wakil Wali Kota Medan, Drs H Dzulmi Eldin MSi dan Sekda Ir Syaiful Bahri. Hadir pada kesempatan itu sejumlah pejabat lainnya, seperti Kepala Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Ir Syampurno Pohan, Kepala Dinas Pendidikan DR M Rajab Lubis serta sejumlah pejabat dan staf di lingkungan Dispenda Medan.

Rahudman mengatakan, evaluasi harus dilakukan secara rutin setiap bulannya. Hal itu penting dilakukan dalam upaya meningkatkan PAD.  Di samping itu ada tiga pesan yang disampaikan untuk selanjutnya dipatuhi dan dilaksanakan guna mewujudkan hal tersebut. Pertama, semua kepala bidang maupun kepala seksi harus memahami tugas pokok dan fungsinya masing-masing.

Selanjutnya, semua unit maupun bidang-bidang pengelola sumber-sumber PAD harus bekerja lebih keras agar bisa merealisasikan penerimaan daerah. Dengan demikian tahapan target yang ditetapkan tercapai tepat waktu. Kemudian, membangun sinergitas semua PNS yang ada di Dispenda. “Karena semua pegawai harus punya komitmen apa yang harus dilakukan, terutama dalam pencapaian target,” katanya.

Dia berharap tidak ada saling menyalahkan, apa yang dilakukan itu merupakan tanggung jawab bersama. Jadi yang terpenting bagaimana caranya membangun disiplin kepribadian dan harus bekerja dengan penuh keihlasan.

“Ini yang paling perlu kita dapatkan dari jajaran Dispenda Medan,” sebutnya.

Lebih lanjut, dia menyebutkan seluruh jajaran Dispenda harus bisa berfikir bagaimana cara meningkatkan PAD, baik melalui intensifikasi maupun ekstensifikasi. Hal itu diperlukan orang-orang yang mau bekerja keras di Dispenda Medan.
“Semua pegawai di Dispenda harus bekerja sesuai dengan tugas yang telah ditetapkan. Jadi ketiga pesan tersebut harus benar-benar dilaksanakan,” ucapnya.

Selain ketiga pesan itu, Rahudman mengingatkan masalah disiplin harus lebih ditingkatkan lagi. Dengan modal disiplin, tentunya  percepatan dan peningkatan PAD dapat direalisasikan. Ditambah lagi  perlu ditumbuhkembangkan rasa kasih sayang dari pimpinan kepada bawahan.

Menurut Rahudman, Dispenda harus diisi orang-orang pilihan, berdedikasi serta mampu bekerja keras dengan penuh keikhlasan. Sebab, Dispenda merupakan institusi terdepan Pemko Medan dalam upaya penerimaan daerah.

“Kalau hal ini sudah dilaksanakan, tetapi percepatan dan peningkatan PAD tidak berjalan seperti yang diharapkan, barulah kadisnya kita evaluasi. Termasuk, para kepala dinas lainnya yang tidak memenuhi target pada 2012,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Rahudman menyampaikan ada sejumlah sektor yang masih belum digali secara maksimal, terutama potensi burung walet. Padahal Pemko Medan sudah memiliki perda tentang burung walet. Karenanya, perda itu harus terus dikembangkan dan dikaji lebih mendalam sehingga target Rp500 juta yang telah ditetapkan dapat terealisasi.

“Di samping burung walet, saya juga menilai pengelolaan parkir yang dilakukan selama ini dirasakan belum maksimal. Kondisi itu menyebakan penerimaan dari sektor perparkiran masih belum sesuai dengan potensi parkir yang dimiliki.  Untuk memaksimalkannya perlu dilakukan langkah-langkah terobosan ektensifikasi sehingga penerimaan dari sektor perparkiran bisa lebih meningkat lagi,” katanya.(adl)

Bergunjing untuk Mendongkrak PAD

Wakil Wali Kota Drs H Dzulmi Eldin MSi memberikan saran dalam upaya peningkatan PAD. Sebagai mantan Kadispenda, disarankannya perlu dilakukan komunikasi yang baik antara pimpinan dengan bawahan. Kemudian, tidak usah saling menceritakan tapi jika bergunjing bagaimana cara mendongkrak PAD bisa dibenarkan.

“Bangun kekompakan dan kerjasama.  Lebih baik berkejasama dibandingkan kerja sendiri. Di samping itu terus ciptakan rasa kebersamaan dan saling berbagi pengetahuan. Lebih penting lagi, jangan pernah merasa tertekan ketika melaksanakan pekerjaan sehingga hasilnya lebih maksimal,” sarannya.
Dia mengatakan, Dispenda Medan adalah unsur pelaksana Pemerintah Kota Medan dalam bidang pungutan pajak, retribusi dan pendapatan daerah lainnya yang dipimpin oleh seorang kepala dinas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah.
“Dinas Pendapatan mempunyai tugas melaksanakan sebagian urusan rumah tangga daerah dalam bidang pendapatan daerah dan melaksanakan tugas pembantu sesuai dengan bidang tugasnya,” ucap Eldin.

Eldin menerangkan, tugas Dispenda Medan melaksankan kebijakan teknis di bidang pendapatan daerah, melakukan pembukuan dan pelaporan atas pekerjaan penagihan pajak daerah, retribusi daerah dan penerimaan asli daerah lainnya, serta penagihan Pajak Bumi dan Bangunan.
Kemudian, melaksanakan koordinasi di bidang pendapatan daerah dengan unit dan instansi terkait dalam rangka penetapan besarnya pajak dan retribusi, melakukan penyuluhan pajak daerah, retribusi daerah dan pendapatan daerah lainnya serta PBB, melaksanakan seluruh kewenangan yang ada sesuai dengan bidang tugasnya dan melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah. (adl)

Optimis Penuhi Target PAD

Kepala Dinas Pendapatan Kota Medan, Drs Syahrul Harahap melaporkan perbandingan realisasi penerimaan Dinas Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2011 dan 2012 hingga tanggal  6 Maret. Dalam laporannya, pendapatan asli daerah (PAD) Kota Medan bisa tercapai sesuai target 2012.
Syahrul membeberkan, untuk jenis penerimaan pajak hotel tahun 2011, targetnya sebesra Rp61.903.789.500, tapi terealisasi Rp7.190.813.964, sementara 2012 targetnya Rp80 miliar, realisasinya Rp9.652.380.643.

Selanjutnya, penerimaan pajak restoran pada 2011, targetnya Rp96.209.441.389, realisasinya Rp11.217.616.014. Sedangkan pada 2012, targetnya Rp113.209.441.000, realisasinya Rp14.396.149.432. Untuk penerimaan pajak hiburan pada 2011, targetnya Rp25.308.417.400, realisasinya Rp2.196.080.029. Pada 2012, targetnya Rp32.308.417.000, realisasinya Rp3.269.178.298.

Penerimaan pajak reklame pada 2011, targetnya Rp48.161.250.000, realisasinya Rp4.961.990.211. Sedangkan pada  2012, targetnya Rp56.161.250.000, realisasinya Rp3.828.435.110. Untuk penerimaan pajak penerangan jalan pada 2011, targetnya  Rp158.400.000.000, realisasi Rp12.421.798.925. Sedangkan pada 2012, targetnya  Rp125 miliar, realisasinya  Rp17.639.738.762.

Kemudian, penerimaan pajak parkir pada  2011 targetnya  Rp11.216.150.000, realisasinya Rp782.418.158. Sedangkan  pada 2012, targetnya Rp15 miliar, realisasinya Rp955.390.700. Untuk penerimaan sektor pajak air tanah pada 2011, targetnya Rp2.830.000.000. Sedangkan pada 2012, targetnya Rp6 miliar, sedangkan realisasinya Rp1.096.850.185.

Syahrul menyebutkan, untuk penerimaan BPHTB pada 2011, targetnya Rp175 miliar, realisasinya Rp5.742.836.188. Sedangkan 2012, targetnya Rp220 miliar realisasinya Rp14.778.602.823. Sementara penerimaan PBB pada 2011, targetnya Rp192.902.847.000 realisasinya Rp2.753.994.159. Sedangkan pada 2012, targetnya Rp300 miliar, realisasinya Rp6.439.679.664.

“Insya Allah, target yang telah ditetapkan bisa tercapai. Sehingga penerimaan PAD Kota Medan bisa lebih meningkat,” ucapnya. (adl)

Tangkap Pencuri Besi di Medan Labuhan

085313393xxx

Kepada Yth Bapak Kapolda Sumut tolong tangkap para pencuri/penjarah besi digudang PT WRP Sei Mati Kecamatan Medan Labuhan karena sangat merusak mental anak sekolah. Mereka beraksi layaknya koboi, Polsek setempat terkesan membiarkan penjarahan itu terjadi.

Menjadi Tugas Kepolisian Ciptakan Rasa Aman

Sudah menjadi tugas kepolisian untuk menciptakan suasana nyaman bagi warga. Untuk itu, laporan ini akan kami teruskan ke Kapolresta dan Kapolsek terkait untuk ditindak lanjuti. Terima kasih.

Kombes Pol Raden Heru Prakoso
Kabid Humas Polda Sumut

Warga Medan Deli Keluhkan Sampah dalam Drainase

MEDAN- Sampah yang menggenangi aliran air di dalam drainase Gang Banten/Alumunium Raya Lingkungan II Kelurahan Tanjung Mulia Hilir Kecamatan Medan Deli meresahkan warga. Pasalnya, rumah warga kerap menjadi langganan banjir bila hujan deras turun akibat luapan air dari drainase.
“Kalau udah banjir, tingginya hingga sebetis orang dewasa,” beber Ani, salah seorang warga di Kelurahan Tenjung Mulia Hilir kepada Koran ini, Jumat (16/3)

Ani heran asal sampah dalam drainse itu. Padahal warga yang tinggal di sekitar tempat tinggalnya tidak pernah membuang sampah ke dalam drainse. “Kalau warga di sini tidak pernah membuang sampah ke dalam drainase kami. Biasanya, kami membuang sampah pada tempatnya,” kata Ani.
Ani beserta warga kadang bergotong-royong membersihkan tumpukan sampah dalam drainase agar tidak kian banyak menumpuk.

Ani berharap agar pihak kelurahan mengambil langkah agar masalah sampah dalam drainse itu tidak berlarut-larut terjadi. “Kalau saran saya lebih baik dipasang jaring sampah di dalam drainase agar sampah tidak terus mengalir ke mari dan gampang diangkat, kami gak tahan dengan kondisi seperti ini, karena terus dihantui banjir bila hujan deras datang,” harapnya.(omi)

Al Washliyah Butuh Inventaris Aset dan Kader

MEDAN-Ketua PW Al Washliyah H Hasbullah Hadi SH MKn meminta organisasi Al Jamiatul  Washliyah membuat inventaris aset dan kader dengan melakukan pendaftaran anggota  dan mencari kader-kader yang masih tercecer atau selama ini belum terdata.

Hal itu dikatakannya saat memberikan sambutan sekaligus membuka Rapat kerja daerah (Rakerda) I PD Al Jamiatul Washliyah dan Muslimat Al Washliyah, Ikatan Guru dan Dosen Al Washliyah (IGDA dan Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA) Kota Medan di Asrama Haji Medan, Sabtu (10/3).
Selain itu, Al Washliyah juga harus melakukan konsolidasi struktur dan program. Dalam konsolidasi struktur membuat pemberdayaan personil pimpinan sampai ke  tingkat ranting baik pimpinan daerah maupun organ-organ bagian.

Menurutnya, yang sudah melakukan konsolidasi struktur ke tingkat ranting baru Medan, Batubara, Labuhanbatu, dan Asahan. Sedangkan organ-organ bagian baru Muslimat Al Washliyah. Sementara konsolidasi program yakni tentang pendidikan akan dibuat sistem pendidikan yang baru. Selanjutnya program dakwah. “Di program ini saya melihat organisasi ini kehilangan rohnya. Karena itu dia meminta kegiatan dakwah Al Washliyah perlu digalakkan kembali terutama pengajian washliyah,” ucapnya di hadapan warga dan kader Al Washliyah Kota Medan yang hadir pada saat itu.

Kemudian lanjutnya, program kaderisasi harus memperbaharui organ-organ bagian dan pimpinan daerah yang dibuat. “Program pemberdayaan ekonomi umat di setiap daerah koperasi harus diwujudkan,” tandasnya.

Di samping membuat inventaris aset dan kader serta konsolidasi, tambahnya, Al Washliyah harus melakukan rekomendasi. Artinya pimpinan daerah Medan mencari isu-isu tertentu yang kemudian direkomendasikan. “Tapi jangan bertentangan dengan Rakernas dan rapat pimpinan wilayah,” tuturnya.
Sementara, Ketua PD Al Washliyah Medan Ir Azzam Rizal mengajak, para kader untuk membangun kebersamaan dalam bingkai Al Washliyah dan menghampiri yang jauh serta mengumpulkan anggota yang masih tercecer. Dia juga berharap rakerda dapat melahirkan program kerja yang menyentuh umat. (*/ila)

Touring, Modifikasi hingga Lomba Menyanyi

Clas Bikers Action with Anniversary 4th Jupiter MX Club Medan

MEDAN- Clas Mild bekerjasama dengan Jupiter MX (X MAX) klub Medan yang tergabung dalam BMP (Bikers Mitra Polri), kembali menggelar acara untuk  para Bikers Mania di Lapangan Tanah 600, Kecamatan Medan Marelan, Sabtu (17/3) mendatang.

Acara yang bertajuk ‘Clas Bikers Bikers Action’ dimulai dari pukul 10.00 WIB, sekaligus meramaikan ulang tahun ke-4 Jupiter MX Medan dengan memberikan inovasi terhadap komunitas sepeda motor di kota Medan.

“Adapun maksud dan tujuan dari even Clas Bikers Action ini, memberikan wadah yang positif untuk para bikers ataupun club-club sepeda motor yang ada di kota Medan untuk bisa berkreasi dan berekspresi,” kata Sulianto selaku Branch Manager Clas Mild Cabang Medan didampingi, Edi Agustin selaku Sales dan Promotion Supervisor, kemarin.

Dikatakan Sulianto, dengan keberadaan klub motor selalu mendapat pandangan negativ dari masyarakat seiring dengan maraknya isu mengenai genk motor yang sering membuat keonaran dan keresahan masyarakat, salah satunya dengan melakukan balap liar.

“Belakangan ini, pandangan masyarakat selalu negative terhadap klub motor akibat dengan maraknya isu genk motor yang selalu membuat keresahan masyarakat dan tindak kriminal. Untuk itu, kita harapkan kepada seluruh klub motor di kota Medan untuk selalu patuh dan tertib pada peraturan lalulintas,” ucapnya.

Sementara, M Zuhery selaku President X MAX club Medan menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan. Adapun materi acara Clas Bikers Action ini antara lain, city touring, bikers clinic, modification contest, kampanye safety riding, talk show, lomba fotoghrapy, lomba nyanyi (idol).

“Tak lupa juga, panitia membuat kompetisi modelling dan juga banyak materi acara dan  games- games seru yang akan diselenggarakan dari pihak Clas Mild selaku sponsor utama pada gelaran even ini.” jelasnya.(*/adl)