30 C
Medan
Wednesday, February 4, 2026
Home Blog Page 13808

Kecerdasan dan Kesehatan Anak Terjamin

Yayasan Nanda Putra Utama Integrasikan PAUD dan Posyandu

LABUHAN DELI- Gizi merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam pertumbuhan dan kecerdasan anak usia dini. Pemenuhan gizi yang cukup pada anak usia dini dapat mempengaruhi perkembangan mental, termasuk kecerdasan anak.

Karenanya, sesuai amanat Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, maka Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diintegrasikan dengan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Hal ini dimaksudkan untuk memberikan pelayanan yang lebih maksimal kepada kecerdasan dan kesehatan anak.

Demikian disampaikan Camat Labuhan Deli Dedi Maswardy saat meresmikan pengintegrasian Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Nanda Putra Utama dengan Posyandu di Jalan Veteran Gang Utama, Desa Helvetia, Labuhan Deli, beberapa hari lalu.

Menurut Dedi, berdasarkan suatu penelitian, tingkat kecerdasaran manusia dimulai dari usia 4 hingga 12 tahun dan 80 persen tingkat kecerdasan itu dimulai pada usia 4 tahun. “Karenanya di usia 4 tahun itulah anak harus diberikan pendidikan dan asupan gizi. Nah, di sinilah peran Posyandu itu dimaksimalkan,” kata Dedi.

Dalam kesempatan itu, Camat Labuhan Deli juga mengaharapkan PAUD Nanda Putra Utama dapat menjadi percontohan untuk Kecamatan Labuhan Deli bahkan Kabupaten Deliserdang. Dia juga mengapresiasi kegigihan Hasaidin Daulay dan istri selaku pemilik dan pengelola PAUD Nanda Putra Utama yang tak henti-hentinya mengabdi dan memberikan yang terbaik kepada masyarakat, khususnya di Labuhan Deli.

Sementara Hasaidin Daulay selaku tokoh masyarakat yang juga anggota DPRD Deliserdang dari PPP mengungkapkan, PAUD Nanda Putra Utama diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar khususnya ibu dan anak. Menurutnya, pengintegrasian PAUD dengan Posyandu ini untuk menyahuti tuntutan pemerintah melalui UU No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dalam mencerdaskan dan manyehatkan anak secara terpadu.

“Kita menyediakan sarana dan prasarana dan didukung Kades Helvetia Zakaria SH. Kita tak akan henti-hentinya membantu masyarakat,” terang Hasaidin.(ade)

Dua Bupati Teken MoU

Hindari Konflik Tapal Batas Sergai-Tebingtinggi

TEBINGTINGGI- Guna mengantisispasi konflik di wilayah perbatasan, Wali Kota Tebing Tinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan dan Bupati Serdang Bedagai Tengku Erry Nuradi sepakat menandatangi sejumlah kerja sama, Rabu (15/2).

Adapun kerja sama yang diteken dua daerah bertetangga ini yaitu, bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, kebersihan,lingkungan hidup, pelayanan air bersih, pemadam kebakaran dan tapal batas kedua wilayah.

Penandatangan yang dilaksanakan di Gedung Balai Kartini, Jalan Imam Bonjol, Kota Tebingtinggi itu, turut disaksikan Staf Ahli Gubernur Sumatera Utara  Zulkifli Taufik, Wakil Wali Kota Tebing Tinggi Irham Taufik ,Kapolres Tebingtinggi AKBP Andi Rian Djajadi, seluruh SKPD Kota Tebingtinggi dan Kabupaten Serdang Bedagai, Direktur PDAM Tirta Bulian Ir Oki Doni Siregar dan undangan lainnya.

Bupati Serdang Bedagai, Tengku Erry Nuradi mengatakan, Tebingtinggi dan Serdang Bedagai memiliki hubungan historis tersendiri, karena wilayah administratif keduanya saling berdampingan.

Perekonomian Kota Tebingtinggi, juga didukung oleh masyarakat Serdang Bedagai, sehingga saat ini hubungan baik antar kedua daerah sangat penting.
“Contohnya, tempat pembuangan akhir sampah (TPA) Tebingtinggi, sudah tidak memungkinkan lagi untuk dioprasikan, sehingga Pemkab Sergai bisa memberikan wilayahnya untuk dibuat TPA. Untuk pemadam kebakaran, pihak Tebingtinggi dan Kabupaten Sergai juga saling bekerjasama,jika pemadam kebakaran Sergai belum datang diharapkan pemadam kebakaran Tebingtinggi sudah sampai di lokasi jika terjadi kebakaran,” jelas Erry.

Masalah tapal batas dan aset Sergai yang ada di Kota Tebingtinggi, Tengku Erry Nuradi akan kembali membicarakannya dengan pemerintah Kota Tebingtinggi dengan mengambil keputusan terbaik yang tidak merugikan pihak manapun.

Sementara, Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan mengatakan, hubungan emosional masyarakat Serdang Bedagai dan Kota Tebingtinggi sangat baik, janganlah karena tapal batas wilayah menjadikan hubungan tersebut tidak harmonis. “MoU yang kita bangun hari ini, diharapkan menjadi pererat hubungan antara kedua belah pihak, sehingga saling menguntung bagi keduanya,” kata Umar.

Staf Ahli Gubsu, Zulkifli Taufik meminta perjanjian  naskah kesepakatan bersama (MoU) Wali Kota Tebingtinggi dan Bupati Serdang Bedagai bisa berjalan dengan baik, karena kedua wilayah ini saling berbatasan langsung, sehingga hubungan baik perlu dijaga untuk kemajuan masyarakatnya. (mag-3)

Oknum LSM Tipu Ribuan Siswa

Palsukan Tanda Tangan Kepala Dinas Pendidikan Tebingtinggi

TEBINGTINGGI- Abdul Sukur Nasution (22) warga Paringgoran, Kecamatan Ulu Barumun, Kabupaten Padang Lawas dan Hafzan Syahputera (27) warga Young Panah Hijau, Kelurahan Labuhan Deli, Medan Labuhan ditangkap petugas Polres Tebingtinggi di kantor Dinas Pendidikan, Jalan Balai Kota, Kota Tebing Tinggi, Selasa (14/2) malam, sekira pukul 20.00 WIB.

Penangkapan kedua pelaku terkait pemalsuan tanda tangan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tebingtinggi atas nama Drs Pardamean Siregar.
Keterangan diperoleh di mapolres Tebingtinggi, Rabu (15/2), pemalsuan tanda tangan oleh anggota LSM Lembaga Mobille Medical yang berkantor di Jalan Gatot Subroto, Kota Tebingtinggi ini, untuk memuluskan aksi mereka ke sekolah-sekolah yang ada di Tebingtinggi saat melakukan cek golongan darah kepada siswa.

Ribuan pelajar setingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) tertipu dengan aksi Mobille Medical ini. Adapun sekolah yang menjadi korban penipuan pelaku diantaranya, SMP N1, SMPN 2 dan SMPN 4.

Untuk memudahkan penyelidikan, kedua tersangka langsung di amankan ke Mapolres Tebingtinggi guna dimintai keterangan. Penangkapan pelaku berawal dari laporan Kepala Sekolah SPM Negeri 2, yang merasa curiga dengan aksi pelaku.

“Saya curiga melihat surat rekomondasi itu, kemudian dilakukan komunikasi dengan Kadis Pendidikan, tetapi rekomandasi tersebut dibantah Kadis,” kata Zulkarnaen, Kepala Sekolah SMPN 2.

Menyikapi hal itu, Kadis pendidikan Drs Pardamean Siregar langsung menghubungi pihak Mobille Medical untuk datang ke Kantor Dinas Pendidikan, saat itu langsung pihak kepolisian menangkap dua orang pelaku sekaligus pemilik Lembaga Mobille Medical.

“Saya tidak pernah memberikan rekomondasi kepada Mobille Medical untuk cek golongan darah ke palajar setingkat SD dan SMP,” bantah Pardamean.
Sementara itu, tersangka Hafzan Syaputera mengaku, terpaksa melakukan hal ini dikarenakan ada keyakinan sebelumnya saat memasukan proposal ke Dinas Pendidikan Kota Tebingtinggi akan disetujui Kadis. Usaha yang dilakoni ini sudah berjalan satu bulan dengan target utama pelajar se-Kota Tebingtinggi, biaya yang dipatok untuk satu siswa bervariasi, mulai Rp8.000 sampai Rp15.000 per siswa.

Kapolres melalui Kasat Reskrim Polres Tebingtinggi, AKP Lili Astono mengatakan, pihaknya masih meminta keterangan kedua tersangka. Dari tangan tersangka ditemukan barang bukti satu unit komputer dan alat cetak printer. (mag-3)

Program KB Perlu Komitmen Kepala Daerah

MEDAN- Komitmen stake holder atau kepala daerah disetiap Kabupaten/Kota sangat diperlukan dalam menyukseskan program Keluarga Berencana. Hal itu ditegaskan Ketua Koalisi Kependudukan Provinsi (KKP) Sumut Heru Sadono, usai melaksanakan teleconference dengan KKP provinsi di Indonesia, di aula BKKBN Perwakilan Sumut, kemarin (15/2).

“Dalam rakernas lalu, ada 7 point rekomendasi deklarasi kependudukan. Salah satu yang penting yaitu komitmen pemerintah daerah akan pentingnya kependudukan sebagai aset masa depan,” ujar Heru.

Dijelaskan Heru, jika pertumbuhan penduduk tidak di manage dengan baik, maka akan memberi beban kepada negara.

“Kita harus punya desain karena salah satunya yang berpengaruh adalah keluarga berencana (KB). Untuk itu, diperlukan revitalisasi kependudukan dan komitmen kepala daerah, agar memandang KB sebagai variabel mengatasi pertumbuhan penduduk, khususnya Sumut,” jelas Heru.
Menyikapi hal itu, tambahnya, dalam waktu dekat ini KKP Sumut akan bekerjasama dengan BKKBN Perwakilan Sumut untuk melaksanakan Rakerda yang nantinya dihadiri para kepala daerah dan legislatif.

Sementara, Kepala BKKBN Perwakilan Sumut, Djondrorini mengatakan, tujuan diadakannya teleconference sebagai sosialisasi KB, dimana hasil rakernas meningkatkan peran serta dan komitmen stake holder. “Karena sekarang program KB dilaksanakan kabupaten/kota,” ujar Rini. (mag-11)

Umat Islam Wajib Tingkatkan Iman dan Taqwa

Milad ke-16 Yayasan Majelis Ta’lim Jabal Noor

Majelis Ta’lim merupakan sumber kekuatan dalam pembangunan dan menyiarkan ajaran agama. Seperti apa yang telah dilakukan Yayasan Majelis Ta’lim Jabal Noor, di usianya genap ke-16 tahun sudah banyak melakukan pembinaan masyarakat dalam mempelajari ajaran Islam.

Yayasan Majelis Ta’lim Jabal Noor menggelar milad ke-16 di gedung Madinatul Hujaj Asrama Haji Pangkalan Mansyur, Kecamatan Medan Johor, Rabu (15/2). Hadir dalam perayaan tersebut, Plt Gubsu, H Gatot Pujo Nugroho ST, Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM, Wakil Wali Kota Medan, Drs H Dzulmi Eldin MSi dan Anggota DPD RI asal Sumut, DR H Rahmat Shah serta sejumlah tokoh lainnya.

Kegiatan milad tersebut dirangkai dengan Maulid Nabi Muhammad SAW dan sekaligus penggalangan dana umat untuk pembangunan Masjid dan Pesantren Tahfidzul Qur’an di Medan Krio, Kecamatan Sunggal.

Rahudman mengatakan Majelis Ta’lim Jabal Noor merupakan kelompok sosial yang ada di masyarakat. Kemudian, kelompok tersebut mempunyai struktur organisasi yang sudah baku. Bahkan, para jamaah merupakan individu-individu yang berkeinginan mempelajari ajaran Islam lebih baik serta mampu membaca Alquran dengan teratur sesuai tatanan yang berlaku.

“Kelompok ini adalah sumber kekuatan dalam pembangunan, Majelis Ta’lim tentunya memiliki anggota yang tidak sedikit, hal itu jelas mempengaruhi lingkungan sekitar untuk berbuat hal yang sama, yaitu mengaji,” ungkapnya.

Menurut dia, Majelis Ta’lim sebagai lembaga non formal di masyarakat. Hal itu memposisikan sarana tersebut menjadi potensial dalam menyampaikan dakwah Islam dan membina masyarakat, serta memiliki ruang lingkup yang luas. Mulai dari tingkat provinsi hingga ke tingkat lingkungan, sehingga dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat baik kelas atas, menengah hingga kelas bawah.

“Dengan perayaan milad ke-16 Majelis Ta’lim Jabal Noor, bisa semakin aktif menggerakkan masyarakat Kota Medan demi peningkatan iman dan taqwa masyarakat agar semakin relegius,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho menambahkan diusianya yang ke-16 ini, Yayasan Majelis Ta’lim Jabar Noor ibaratnya dari sisi usia manusia sudah memasuki usia Mukallaf, artinya sudah berhak mendapatkan beban dan tanggung jawab, yakni pemerintah tidak dapat bekerja sendiri di dalam menjalankan pembangunan.

“Kerja pemerintah itu harus ada sinergi di satu sisi, selain kekuatan dunia usaha juga kekuatan masyarakat di sisi lainnya, di mana Majelis Ta’lim Jabal Noor yang memiliki jamaah, cendrung memilik nilai-nilai agama, nilai Alquran. Tentu,  ini menjadi sebuah kekuatan kalau dikelola dengan baik. Untuk itulah, atas nama Provinsi Sumatera Utara mengucapkan selamat melaksanakan Milad yang ke 16,” ucapnya. (adl)

Diamanahkan Bangun Pesantren

Pimpinan Yayasan Majelis Ta’lim Jabal Noor, KH Zulfikar Hajar Lc mengatakan pada milad tahun 2012, Majelis Ta’lim Jabal Noor diberi amanah oleh hamba Allah untuk membangun Masjid dan pesantren di atas lahan seluas 1.792 m2 di Medan Krio Kecamatan Sunggal.

“Untuk itu, dana yang diperluakan sebesar Rp3 miliar termasuk pembebasan tanah warga di samping lahan yang sudah tersedia di mana masyarakatnya sudah bersedia untuk dibebaskan, dan pembangunan tersebut akan siap selama satu tahun,” ujarnya.

Zulfikar mengaku gembira mendapat penghargaan ‘Pesantren Best Executive Awards 1433 H/2012 M’ dari Yayasan Baiturrahman Internasional (Baiturrahman International Foundation) Bandung, Jawa Barat dalam satu acara di Pesantren Modern Baiturrahman 02 Jalan Prof KH M Syadli Hasan No 44 Nagrog II Ujungberung Bandung.

Dia membeberkan, penghargaan itu diberikan dikarenakan melihat dari ketokohannya yang selama ini peduli pendidikan.

Selanjutnya, tim menilai dirinya dari sisi ketokohan yang senantiasa menyikapi kondisi umat Islam, tidak saja di tanah air, tapi di dunia internasional. Seperti, mendukung perjuangan rakyat Palestina dalam melawan Zionis Israel yang ingin menguasai Masjid Al Aqsa.

“Begitu mereka menilai saya terus komitmen dalam memberantas kemaksiatan dan peduli kepada fakir miskin serta anak-anak yatim-piatu. Apalagi, setiap Milad Jabal Noor selalu membantu fakir miskin dan khiatanan massal. Selain itu, setiap menyambut Idul Fitri, Yayasan Majelis Ta’lim Jabal Noor setiap tahun menyalurkan paket sembako yang jumlahnya terus meningkat setiap tahunnya,” ujarnya. (adl)

Aktif Gelar Bakti Sosial

Panitia pelaksana, Hermansyah SE dalam laporannya mengatakan, kegiatan milad rutin dilaksanakan setiap tahun, acara milad ditandai dengan pemberian sembako kepada kaum dhuafa dan sunat rasul kepada 50 anak dari keluarga tidak mampu.

“Yayasan Majelis Ta’lim (MT) Jabal Noor melaksanakan tepung tawar kepada para jamaah haji yang baru pulang pada tahun haji 2011,” paparnya.

Dia mengatakan, acara milad ini diisi dengan pengajian yang dibawakan oleh Al Ustadz Drs H Masyhuril Khomis SH MHum dari Jakarta, dirangkai dengan kegiatan penggalangan dana umat pembangunan masjid dan Pesantren Tahfidzul Qur’an di Medan Krio, Kecamatan Medan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.
Harman mamaparkan, milad ke-16 Yayasan MT Jabal Noor yang dilaksanakan diisi dengan sejumlah acara di antaranya tepungtawar haji jamaah haji 2011 serta peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Untuk acara maulid akan diisi ceramah Ustad Drs. H. Mashuril Khamis SH. M.Hum dari Jakarta.

Hermansyah yang juga adalah Sekretaris PWI Sumut masa bakti 2000-2005 dan 2005-2009 membeberkan, pelaksanaan milad secara khusus diselenggarakan para jamaah KBIH Jabal Noor 2010 sebagai estafet pelaksana karena pada 2011 lalu yang menyelenggarakan tepung tawar haji dilaksanakan oleh KBIH Jabal Noor 2009 dipimpin ketuanya H Ismet.

“Tahun 2012 estafet itu diambil alih KBIH Jabal Noor 2010, sehingga pelakasanannya diupayakan jadi lebih baik,” ujarnya.(adl)

66 Anggota Polisi Diturunkan ke Desa

TEBING TINGGI-  Polres Tebingtinggi bersama Pemerintahan Kabupaten Serdang Bedagai melepas 66 personel polisi sebagai Babinkamtibmas dalam program satu polisi satu desa (one Vilage one police) di Kantor Camat Tebingtinggi, Rabu (15/2).

Penempatan personel polisi di tiap desa itu, untuk mewujudkan suasana kondusif ditengah-tengah masyarakat.

Pelepasan personel polisi ini langsung dipimpin Kapolres Tebingtinggi AKBP Andi Rian Djajadi didampingi Waka Polres Kompol Safwan Khayat dan Bupati Serdang Bedagai Tengku Erry Nuradi.

Ke 66 personel polisi ini akan ditempatkan di 66 desa yang ada di wilayah jajaran hukum Polres Tebingtinggi di daerah Kabupaten Serdang Bedagai. Polisi bersama kepala desa dan tokoh masyarakat nantinya bisa menyelesaikan kasus-kasus kecil yang terjadi ditengah-tengah masyarakat tanpa harus menempuh jalur hukum.

“Babinkamtibmas memberikan pengamanan kepada masyarakat, polisi senang lihat masyarakat bisa mengerti hukum dan tertib hukum,” kata Kapolres.(mag-3)

Excavator Dibakar, Kades Diperiksa Polisi

SERGAI- Terkait pembakaran satu unit excavator (beko) dilakukan OTK di PTPN IV Adolina, tepatnya dibantaran Sei Ular, Dusun I, Desa Ujung Rambung, Kecamatan Pantai Cermin, Jumat (10/2) lalu, Kades Ujung Rambung diperiksa polisi, Rabu (15/2).

Kasat Reskrim Polres Sergai AKP TM Lumbang Tobing membenarkan pemanggilan Kades Ujung Rambung terkait pembakaran beko yang dilakukan OTK. “Sunario kita periksa sebagai saksi, kasusnya masih kita tindak lanjuti,” terang Kasat.

Sementara Kades Ujung rambung Sunario ketika dimintai keterangan di mapolres Sergai mengaku tidak tahu menahu soal pembakaran excavator tersebut.
“Saya tidak tau siapa yang bakar beko itu, saya cuma mengamankan penjaga beko yang mau dikeroyok warga,” ujar Sunario.

Diceritakan Sunario, sore itu dia mendapat kabar dari Kadus III Ujung Rambung kalau ada beko di kebun sawit PTPN IV Adolina. Mendapat laporan itu, Sunario langsung mendatangi lokasi dan melihat massa sudah berada di sekitar TKP.

Setiba di TKP, dirinya langsung mendatangi penjaga beko yang lagi tidur, kemudian menyuruhnya turun dan menghindar dari beko.
“Aku mengamankan dia dari amukan massa dan membawanya ke rumah Sekdes, karena dia meminta untuk diamankan dari kejaran massa yang membawa senjata,” terang Sunario.(mag-16)

STAI Minim Peminat

MEDAN – Sekitar 50 persen kondisi sekolah tinggi agama Islam (STAI) di Sumut tidak memadai, sehingga perlu mendapat pembinaan dan pendampingan.
Hal ini disampaikan Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam (Kopertais) Wilayah IX Prof Nur Ahmad Fadhil Lubis, saat dikonfirmasi kemarin (15/2).
“Dari 35 sekolah tinggi Islam yang ada di Sumut, setengah atau 50 persen diantaranya masih memprihatinkan, sehingga perlu perhatian dan pembinaan demi kelangsungan peserta didik,” sebut Fadhil.

Masih Fadhil, dalam amatan Kopertais, sekolah tinggi agama Islam, institut, maupun fakultas agama Islam di daerah hampir seluruhnya belum memadai.
Beberapa diantaranya, yakni STAI Al-Ikhlas Sidikalang, STAI Barumun Raya Sibuhan, STAI Nias dan STAITA Padangsidempuan. “Banyak faktor yang menyebabkan perkembangan perguruan Islam tidak secepat perguruan tinggi umum, misalnya minat mahasiswa, ketersedian dosen, dan dukungan fasilitas,” ucap Fadhil.

Terkait persoalan minat, kata Fadhil, perguruan tinggi Islam atau sekolah tinggi agama Islam tidak sebanyak perguruan tinggi umum. Sebagai contoh, untuk peminat perguruan tinggi umum mencapai ribuan dan sebaliknya jumlah peminat perguruan tinggi Islam jauh lebih kecil.
Untuk itu, lanjutnya,  pengelolaan keuangan yang bersumber dari biaya pendidikan juga terbatas.

Begitu juga dengan program studi yang banyak belum terakreditasi. Dikarenakan keterbatasan tenaga pendidik, sarana prasarana dan ketersedian mahasiswanya.

“Untuk sekolah agama di daerah, dosen sebagian besar masih S1. Seyogyanya setiap prodi minimal ada enam dosen berkualifikasi magister, tetapi banyak yang di bawah itu. Bahkan, sebagian dosen yang sudah magister atau doktor itu berasal dari perguruan tinggi Islam di Medan,” jelasnya.

Kurangnya tenaga dosen berkualifikasi magister dan doktoral, disebabkan rendahnya minat menyambung pendidikan karena keterbatasan biaya. “ Tapi selama ini, beasiswa pendidikan dosen jauh lebih banyak tersedia di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional,” ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, Fadhil berharap Perguruan Tinggi Islam Swasta yang ada di lingkungan Kopertais IX dapat lebih baik ke depannya. Baik dari segi legal formal, izin, maupun sarana dan prasarana termasuk pemenuhan akreditasi.(uma)

Persiram Pede

PSMS vs PERSISAM

MEDAN- Menghadapi PSMS pada laga lanjutan kompetisi ISL sore ini (16/2) di Stadion Teladan, Persiram Raja Ampat mengaku percaya diri (pede) bisa menang.

Memang dua laga sebelum bertandang ke PSMS, tim berjuluk Dewa Laut itu mencatat dua kali perolehan poin penuh. Bentrok Persidafon Dafonsoro 9 Februari lalu Persiram menang dengan skor 5-2. Sementara laga sebelumnya pada 4 Februari kontra Deltras Sidoarjo Persiram membukukan skor 3-1.
“Menang pada dua laga sebelumnya jadi modal bagi skuad kami. Motivasi anak-anak mencuri poin di sini (PSMS, Red) juga sangat tinggi,” ungkap Asisten Pelatih Persiram Nur Abdullah, Rabu (15/2).

Abdullah juga mengatakan, skuadnya sudah didoktrin untuk tampil maksimal pada laga kali ini. “Kami akan berusaha semaksimal mungkin meraih kemenangan. Didukung performa pemain yang cukup baik, mencuri poin saat partai tandang kenapa enggak?” tegasnya.

Namun, ia mengakui tim besutan Bambang Nurdiansyah itu juga mempunyai track record buruk saat melakoni partai tandang. Dari lima laga away sebelumnya yang dilakoni Persiram, tercatat Persiram hanya sekali seri dan menderita empat kali kalah.

Saat dijamu Persiwa Wamena pada 28 Januari lalu Persiram kalah telak 3-0. Saat bertandang ke Perispura Jayapura pada 24 Januari, Persiram juga kalah 3-1. Lebih parah saat meladeni Persela Lamongan 8 Januari lalu, Persiram kalah 5-1. Dijamu Arema Indonesia 4 Januari Persiram mampu bermain imbang 2-2. Melawat ke kandang Pelita Jaya pada 7 Desember 2011 lalu, Persiram juga dikalahkan dengan skor 2-1.

“Memang rekor main tandang kita buruk. Tapi kita akan berusaha menghapus rekor itu dengan menang melawan PSMS. Kembali lagi, kemenangan dua pertandingan sebelumnya bakal jadi modal utama bagi tim kami,” tutur Abdullah.

“Persiram merupakan satu keluarga besar. Keakraban antara pemain juga manajemen merupakan satu keutamaan. Jadi kita membawa seluruh pemain yang berjumlah 28 orang ke sini (Medan, Red),” ungkap Nur Abdullah.

Dia juga menambahkan, striker andalan Persiram Jean Boumsong terkena akumulasi kartu kuning sehingga tak bisa diturunkan. “Namun, kita masih memiliki striker berpotensi lainnya untuk melapis posisi Boumsong,” jelasnya.

Sementara Asisten Pelatih PSMS Roekinoy mengaku, skuad berjuluk Ayam Kinantan dalam performa terbaik. “Semua pemain siap diturunkan. Kecuali play maker kita Inkyun Oh, ia terkena akumulasi kartu kuning. Tentunya kita tak ingin mengulang rekor buruk harus kalah di Stadion Teladan,” tegasnya.
Ia juga menuturkan, dengan sesi latihan yang dipandu adanya rekaman pertandingan Persiram sebelumnya, cukup memberikan pelajaran-pelajaran penting. “Mengenai kelebihan dan kekurangan Persiram sudah kita ketahui sedikit banyaknya. Dan kita sudah antisipasi strategi yang pas untuk meladeni mereka besok (Hari ini, Red),” tutur Roekinoy. (saz)

Warga Lingkungan 22 Helvetia Tengah Belum Punya e-KTP

085830258xxx

Yth Bapak Wali Kota Medan tolong ditindak Kepala Lingkungan (Kepling) 22 Helvetia Tengah karena semua urusan harus pakai duit. Sampe saat ini belum ada warga lingkungannya yang e-KTP. Kalau ditanya dia marah, “bukan kalian saja mau kulayani,” katanya. Mohon Pak wali kota mengganti kepling tersebut.

Cek Laporan Tertulis

Terima kasih atas informasinya, kita akan cek melalui lurah dan staf penyerapan dari masyarakat. Mudah-mudahan ada laporan tertulis dan dapat dibuktikan kebenarannya sebagai dasar kita bertindak.

Mhd Reza Hanafi
Camat Medan Helvetia