32 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 13818

Traffic Light Disabotase

Anjal-Pengendara Bersitegang, Simpang Juanda Macet Total

MEDAN-Perilaku anak jalanan (Anjal) di perempatan Simpang Jalan Ir H Juanda Medan, mulai meresahkan masyarakat, khususnya pengguna kendaraan roda dua dan empat. Diduga, mereka sengaja mematikan traffic light, hingga kondisi arus lalulintas di perempatan simpang empat jalan tersebut macet total, Sabtu (17/3) sekitar pukul 21.30 WIB hingga dua jam lamanya.

Keributan pun terjadi antara pengguna jalan yang sudah berpapasan dengan kendaraan lainnya untuk bisa melaju kendaraannya. Sedangkan puluhan anjal terlihat sibuk mengatur dari arah Jalan Brigjen Katamso ke Jalan Juanda, namun hasilnya tidak ada dan membuat kondisi arus lalulintas semakin semerawut.

Pantauan wartawan koran ini di lokasi, seluruh lampu jalan dan pemukiman masyarakat serta toko-toko terlihat terang benderang.  Petugas Satlantas Polsek Medan Kota juga tidak berada di lokasi untuk mengatur lalulintas.  Kemacetan panjang tidak terelakkan. Makin ramai karena puluhan Anjal yang mengatur arus lalulintasn adu mulut dengan pengguna kendaraan karena tidak ada hasilnya.

Seorang pengguna jalan yang mengaku warga sekitar menjelaskan matinya lampu jalan tersebut akibat ulah anak jalanan yang sengaja mematikannya untuk mencari uang tambahan. “Ini ulah kalian semua yang sengaja mematikan lampu jalan ini. Nanti kalian kulaporkan ke polisi ya, akibat ulah kalian (anjal) arus lalulintas macet,” ucap pengendara sepeda motor itu kepada puluhan Anjal yang berdiri di tengah jalan mengatur lalulintas.

Dikatakannya, ulah anak jalanan mematikan traffic light sudah sering terjadi bila tidak ada petugas lalulintas yang mengatur lalulintas. Ditambah lagi dengan kondisi jalanan kota yang ramai dengan pengendara roda dua dan empat.

“Ini sudah sering terjadi kalau malam-malam libur, apalagi tidak ada petugas yang menjaga dipersimpangan. Anjal ini hanya mencari uang masuk saja dengan turun ke jalan mengatur lalulintas akibat ulah mereka sendiri,” jelasnya.

Sementara, seorang Anjal membantah matinya lampu pengatur lalu lintas akibat ulah mereka. “Enak kali kau tuduh kami, kami punya niat baik mengatur lalulintas agar tidak macet. Kalau kalian tidak mau diatur, ya udahlah. Kami tinggal saja. Macam betul aja kalian semua,” kata anjal itu sambil memegang lem kambing yang dibungkus plastic kepada pengendara sepeda motor itu.

Ketika pengguna kendaraan mengancam akan melaporkannya ke polisi, Anjal itu malah balik menantang. “Panggillah sana, kami tidak takut. Kami kan membantu tugas polisi mengatur lalulintas. Jadi jangan sembarangan cakap dan menuduh kami yang tidak-tidak,” ujarnya lagi menjerit keras sambil mengucapkan bahasa kotor.

Sementara, Kapolsek Medan Kota, Kompol Sandi Sinurat yang mendapat informasi dengan gangguan itu, langsung menurunkan petugas satlantas mengatur lalulintas dan segera memperbaiki traffic light yang sudah dua jam mati.

“Kami sudah menurunkan personil dengan mengatur lalulintas agar tidak terjadi kemacetan yang lebih panjag lagi,” ucapnya singkat.
Setelah petugas satlantas turun ke lokasi, puluhan anjal tersebut langsung meninggalkan lokasi menuju kearah Jalan Brigjen Katamso. Petugas kepolisian terlihat sibuk mengatur dan memperbaiki traffic light yang berada di pulau jalan, tepatnya di depan simpang plaza Ace Hardware. Setelah disetel oleh petugas, lampu hidup kembali dan dalam waktu setengah jam, kondisi arus lalu lintas kembali normal.

Menyikapi hal tersebut, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker), Marah Husin yang dikonfirmasi enggan memberikan komentar. Beberapa kali telepon selulernya dihubungi dan di-sms tidak dijawab.(adl)

Kepuasan Sejati melalui Sebuah Pemahaman

Menikmati Kopi dengan Nuansa Tempoe Doeloe di Kopi Ong

Bagi penikmat kopi, kualitas minuman dan suasana yang mendukung menjadi syarat mutlak mereguk segelas kenikmatan. Cita rasa itu tersedia di Kopi Ong. Seperti apa?

INDRA JULI,  Medan

Irama keroncong Bengawan Solo dari Gesang memberikan nuansa berbeda saat menikmati secangkir kopi di Kopi Ong yang terletak Komplek Grand Legian Jalan Kapten Muslim Medan. Hilir mudik kendaraan di jalan menjadi pemandangan tersendiri, membuat pembicaraan, Rabu (14/3) sore itu semakin hangat.

Ya, tidak seperti kedai kopi pada umumnya, Kopi Ong menawarkan konsep berbeda bagi penikmat kopi di Kota Medan. Tata dekorasinya seolah membawa pengunjung kembali ke masa lalu.

“Kita coba cari perbedaan dari bisnis kopi kebanyakan. Sekaligus coba mengembalikan ke makna yang seharusnya. Walau pun kita jadi sedikit keluar dari jalur biasanya,” buka pemilik Kopi Ong Salimin Djohan Wang kepada Sumut Pos.

Lantai satu rumah toko (ruko) bernomor 6 itu pun diberi hiasan yang tidak biasa. Jendela kayu terpasang di kedua sisi di mana satu sisi dalam setting tertutup dan sisi lain menawarkan pemandangan terbuka. Tidak itu saja, berbagai benda antik; telepon, mesin jahit, dan setrika turut dipajang sebagai hiasan dinding.

Delapan meja bundar kecil berkonsep pualam dengan kursi dari kayu di empat sisi dan delapan sangkar burung sebagai penerangan dalam lapisan kain berwarna merah, mengembalikan kenangan pada masa kehadiran warga China peranakan di Indonesia di masa lalu.

“Masa itu, kedai kopi ini bukan hal yang eksklusif seperti sekarang melainkan tempat bersosialisasi sesama penikmat kopi. Bahkan karena kedekatan itu, pemiliki kedai kopi tidak perlu bertanya karena sudah tahu keinginan pengunjung yang datang. Nuansa itu yang mau kita bangun dari desain ruangan ini,” jelas pria yang akrab disapa Djohan ini.

Sebagai tongkrongan penikmat kopi, Kopi Ong tidak hanya menawarkan kopi berkualitas dari berbagai daerah di Sumatera seperti Aceh, Sidikalang, Lintong, juga Kopi Luwak, juga menawarkan variasi rasa dari perpaduan kopi dengan bahan lain. Sebut saja Alpokat Coffe, perpaduan bubuk kopi dengan buah alpokat yang khas tentunya.

Namun kepuasan sejati hanya didapat melalui sebuah pemahaman. Hal itu yang juga ditawarkan Kopi Ong kepada pengunjung. Mulai dari penjelasan mengenai biji kopi dan proses pembuatannya dalam tulisan, sampai penerapan oleh pegawai yang dapat disaksikan langsung.

“Kopi harus dipadatkan terlebih dahulu sehingga kualitas yang didapat maksimal. Akan lebih baik, kopi digiling sesaat sebelum diseduh sehingga aromanya tidak banyak yang hilang,” beber pehobi motor gede (moge) ini.

Begitu juga dengan pengenalan akan kategori kopi yang terbagi dua yaitu kopi biasa dan kopi lanang (jantan). “Kopi lanang memiliki minyak yang lebih, otomatis mengandung kafein yang lebih. Tandanya bisa dilihat dari buih kopi saat disajikan. Tapi biji kopi lanang ini jumlahnya lebih sedikit, ditandai bijinya bulat dan lebih kecil dari biji kopi kebanyakan,” bebernya.

Dari sisi rasa, kopi lanang seduhan pertama memang berbeda. Saat di mulut, kopi lanang terasa lebih kental. Hanya saja terasa lebih manis di lidah. Sementara seduhan kedua terasa lebih ringan di mulut dan lebih pahit di lidah. Hal ini akan menjadi pengalaman tersendiri bagi siapa saja yang ingin mengenal kopi lebih jauh.

Tak perlu takut ketinggalan dalam menikmati kopi berkualitas di Kopi Ong dikarenakan waktu yang mepet. Kenikmatan sejati ini juga dapat dinikmati di rumah dengan memilih paket kemasan. Mulai dari 100 gram sampai satu kilogram. Kemasan yang dibuat dari bahan berkualitas menjamin cita rasa kopi tetap terjaga. Sehingga menarik untuk dijadikan souvenir bagi teman dan kerabat luar kota Medan.

Produk kemasan ini melengkapi kenikmatan para pecinta kopi di Kota Medan. Seperti tulisan pada daun pintu yang terletak di atas pintu Kopi Ong. “Hidup terlalu singkat untuk minum kopi yang tidak enak”. (*)

Mau Untung, Beli Sukri

Sukri 004 adalah surat berharga pemerintah dalam bentuk syariah telah dikeluarkan sejak awal Maret hingga 16 Maret kemarin, dengan harga mulai Rp5 juta. Apakah keuntungan membeli Sukri 004? Berikut wawancaranya dengan wartawan Sumut Pos, Juli Ramadhani Rambe dengan Manager Sistem Pembayaran BI Medan, Kahfi Zulkarnaen.

Apa Sukri 004 itu?

Pemerintah pusat setiap tahunnya selalu mengeluarkan surat berharga atau surat utang dengan istilah yang berbeda-beda. Untuk tahun ini, pemerintah mengeluarkan surat utang dalam bentuk syariah namanya Sukri 004. Surat utang ini merupakan investasi, karena bertahan selama 3 tahun, tapi ada beberapa bank yang menggunakan sistem percobaan. Karena itu, ini keuntungan bagi nasabah bila investasi dengan surat utang syariah ini.

Keuntungan seperti apa ini?
Banyak, pertama karena dikeluarkan oleh pemerintah jadi penyimpanannya terjamin. Dapat kupon dengan harga 3,5 pertahun. Selain dengan adanya sistem percobaan, sukri dapat dijual dalam waktu 6 bulan, sehingga bila ada nasabah yang merasa tidak cocok, dapat dijual ke agen dalam masa percobaan. Hal lain, target pemerintah, dalam sukri ini untuk pendidikan. Jadi, kita bisa berinvestasi sekalian membantu pendidikan.

Kenapa surat berharga ini untuk pendidikan?
Salah satu tugas pemerintah kan untuk mensejahterakan rakyat. Dan rakyat membutuhkan pendidikan. Jadi, untuk saat ini target pemerintah adalah pendidikan. Bila penjualanan Sukri mencapai target, berarti target pemerintah untuk pendidikan tercapai. Mungkin dikarenakan dana pemerintah yang kurang, yang dapat ditutupi dengan dana masyarakat. Karena itu, pemerintah mengeluarkan surat utang.

Bagaimana untuk pencairan surat utang?
Nah, untuk pencairan yang harus diperhatikan adalah jenis surat utang tersebut. Ada surat utang atas unjuk (tidak ada nama) dan ada yang bebas. Kalau yang tidak ada nama bisa dipindah tangankan. Sedangkan yang memakai nama, yang mencairkan harus sesuai nama, kalau pun tidak ada harus menggunakan surat kuasa, tetapi ini juga sedikit sulit. Harus benar-benar jelas keterangannya. Yang memiliki nama misalnya deposito.

Apakah ini bisa dijual lagi?
Bisa, tergantung agen. Bisa dijual kembali ke agen, atau under warter. Jadi, investasi ini sangat menguntungkan. Karena berbagai jaminan yang telah diberikan. Jadi jangan takut bila berinvestasi dengan menggunakan surat utang pemerintah.(*)

Sanggar Budaya Didata untuk Dikembangkan

MEDAN-Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Medan menurunkan lima tim ke 21 kecamatan untuk melakukan pendataan sanggar budaya dan kesenian serta seluruh Lembaga Adat di Kota Medan.

Hal tersebut dilakukan karena selama ini keberadaannya tidak diketahui. Selain itu, pembinaan sanggar yang sebelumnya di bawah pemerintah provinsi, secara bertahap akan diserahkan ke Pemko Medan melalui Disbudpar Kota Medan.

“Kita sedang melakukan pendataan sanggar budaya dan kesenian serta lembaga adat di Kota Medan yang sudah berjalan sejak Januari sampai Maret 2012 ini melalui tim. Hasil sementara masih belum akurat dan baru didapat 20 sanggar,” kata Kadisbudpar Kota Medan Busral Manan didampingi Kabid Kebudayaan Disbudpar Medan, Mansur, Jumat (16/3).

Dikatakan Busral, sulitnya kordinasi dengan Pemprovsu untuk memberikan data seluruh Sanggar budaya dan seni yang selama ini dikelola Pemprovsu. Akibatnya,  seluruh kegiatan yang selalu dilaksanakan Pemko Medan, selalu menyewa dari para pemilik sanggar budaya dan seni di kota Medan untuk mengisi acara.

Ditegaskan Busral, sanggar budaya dan kesenian ini sangat potensial dikembangkan di kota Medan dengan anggaran yang ada dan akan di sosialisasikan di tahun depan untuk dipromosikan ke luar daerah. “Harus melalui promosi dan pembinaan yang baik tentunya. Ini yang sedang kita rancang, dengan lebih dulu melakukan pendataan pada tahun 2012 ini, untuk selanjutnya kita lakukan sosialisasi dan pembinaan sanggar,” jelasnya.

Kabid Kebudayaan Disbudpar Medan Mansur, menjelaskan setelah pendataan pihaknya akan melakukan sosialisasi. Pihak pengelola sanggar diundang untuk mensinkronkan program Disbudpar Medan untuk mengembangkan kesenian yang ada di Medan itu.

“Setelah itu, kita akan menggelar perlombaan untuk seni unggulan dari sanggar masing-masing. Pemenangnya akan menjadi ikon kebudayaan pariwisata Kota Medan. Bisa jadi, sanggar seni, sastra, galeri ataupun adat. Semuanya kita data secara perlahan, sesuai data yang ada di kecamatan di Kota Medan,” jelasnya.

Menurutnya, sanggar merupakan potensi kebudayaan daerah yang harus dikembangkan sebagai salah satu potensi promosi pariwisata daerah. Karena banyak sanggar di Medan bahkan tidak hanya mengembangkan seni tarian tradisional daerah namun banyak hal seperti sastra, galeri dan adat.(adl)

Sanggar Budaya Didata untuk Dikembangkan

MEDAN-Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Medan menurunkan lima tim ke 21 kecamatan untuk melakukan pendataan sanggar budaya dan kesenian serta seluruh Lembaga Adat di Kota Medan.

Hal tersebut dilakukan karena selama ini keberadaannya tidak diketahui. Selain itu, pembinaan sanggar yang sebelumnya di bawah pemerintah provinsi, secara bertahap akan diserahkan ke Pemko Medan melalui Disbudpar Kota Medan.

“Kita sedang melakukan pendataan sanggar budaya dan kesenian serta lembaga adat di Kota Medan yang sudah berjalan sejak Januari sampai Maret 2012 ini melalui tim. Hasil sementara masih belum akurat dan baru didapat 20 sanggar,” kata Kadisbudpar Kota Medan Busral Manan didampingi Kabid Kebudayaan Disbudpar Medan, Mansur, Jumat (16/3).

Dikatakan Busral, sulitnya kordinasi dengan Pemprovsu untuk memberikan data seluruh Sanggar budaya dan seni yang selama ini dikelola Pemprovsu. Akibatnya,  seluruh kegiatan yang selalu dilaksanakan Pemko Medan, selalu menyewa dari para pemilik sanggar budaya dan seni di kota Medan untuk mengisi acara.

Ditegaskan Busral, sanggar budaya dan kesenian ini sangat potensial dikembangkan di kota Medan dengan anggaran yang ada dan akan di sosialisasikan di tahun depan untuk dipromosikan ke luar daerah. “Harus melalui promosi dan pembinaan yang baik tentunya. Ini yang sedang kita rancang, dengan lebih dulu melakukan pendataan pada tahun 2012 ini, untuk selanjutnya kita lakukan sosialisasi dan pembinaan sanggar,” jelasnya.

Kabid Kebudayaan Disbudpar Medan Mansur, menjelaskan setelah pendataan pihaknya akan melakukan sosialisasi. Pihak pengelola sanggar diundang untuk mensinkronkan program Disbudpar Medan untuk mengembangkan kesenian yang ada di Medan itu.

“Setelah itu, kita akan menggelar perlombaan untuk seni unggulan dari sanggar masing-masing. Pemenangnya akan menjadi ikon kebudayaan pariwisata Kota Medan. Bisa jadi, sanggar seni, sastra, galeri ataupun adat. Semuanya kita data secara perlahan, sesuai data yang ada di kecamatan di Kota Medan,” jelasnya.

Menurutnya, sanggar merupakan potensi kebudayaan daerah yang harus dikembangkan sebagai salah satu potensi promosi pariwisata daerah. Karena banyak sanggar di Medan bahkan tidak hanya mengembangkan seni tarian tradisional daerah namun banyak hal seperti sastra, galeri dan adat.(adl)

Ditinggal Melayat, Rumah Ludes Terbakar

MEDAN-Bencana kebakaran masih terus menghantui. Terbaru, si jago merah mengamuk dan melahap satu unit rumah semi-permanen di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Sei Sikambing C, Kecamatan Medan Helvetia, Minggu (18/3), sekira pukul 15.00 WIB.

Sontak, warga sekitar yang umumnya masih terlelap, dibuat heboh. “Kebakaran… kebakaran…,” teriak histeris warga panik.

Beberapa warga yang mendengar teriakan spontan berhamburan keluar rumah dan berupya memadamkan kobaran api yang menggerogoti rumah milik Rusli yang sudah 4 hari ditinggal penghuninya itu.  Ada yang mengambil air dari rumah, ada pula membawa ember dan mengambil air dari selokan.
Upaya awal belum berhasil. Api makin besar dan mengancam membakar rumah-rumah yang berada sekitar 20 meter dari kawasan komplek perumahan Bank Mandiri itu.

Takut api merembet ke rumah yang lain, tetangga rusli langsung menyelamatkan harta berharga dari rumah mereka.

Sekitar setengah jam warga berjuang memadamkan api, suara sirine member harapan api segera padam. Tanpa dikomando, warga langsung bahu membahu membantu petugas pemadam kebakaran menyiapkan peralatan. Petugas yang membawa tiga unit mobil pemadam akhirnya berhasil melokalisir api lalu memadamkannya. Beruntung, api tidak merembet ke rumah warga lain.

Kapolsek Helvetia, Kompol Sutrisno Hadi yang memastikan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Sedangkan kerugian masih dihitung, diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Pasalnya, tak ada satu pun barang di rumah yang sedang ditinggal pemiliknya itu bisa diselamatkan.

“Kita belum bisa memastikan disebabkan arus pendek listrik atau yang lain. Kita tunggu hanya hasil indetivikasinya,” terang Kompol Sustrino.
Kuat dugaan, api berhasal dari arus pendek. “Kita sudah memasang garis polisi, guna penyelidikan lebih lanjut,” ujar Kapolsek. (mag-5)

Potensi Hujan Berkurang, Suhu 35 Derajat

BMKG: Waspadai Ancaman Kebakaran

MEDAN-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Polonia Medan meminta warga Medan mewaspadai terjadinya kebakaran yang bersumber dari percikan api, mengingat suhu udara mencapai 35 derajat celsius hingga akhir bulan Maret 2012 ini.

“Suhu panas meningkat, khususnya di kawasan Kota Medan dan sekitarnya. Selain itu, potensi hujan juga mulai berkurang. Karena sampai akhir bulan Maret ini juga kita prediksi terjadi suhu udara pada 35 derajat celsius. Potensi hujan terjadi hanya sesekali saja dan intensitasnya mulai berkurang, “ kata Kasi Data dan Informasi BMKG Polonia Medan Hartanto, Minggu (18/3).

Dikatakan Hartanto, suhu udara yang panas dan gerah akan terjadi berkepenjangan. Sedangkan potensi hujan lokal sedang dan lebat tetap terjadi, namun intensitasnya sudah mulai berkurang tidak seperti pada pekan sebelumnya.

“Untuk gelombang di laut Pantai Timur masih setengah meter sampai satu meter dan di Pantai Barat setengah meter sampai satu setengah meter. Itu masih wajar untuk melaut bagi nelayan, gelombang dua meter baru agak berpengaruh bagi nelayan. Kita mintakan juga pada warga tetap mewaspadai terjadinya hujan lokal sedang dan lebat yang masih berpotensi terjadi satu pekan kedepan walau agak berkurang dari pekan sebelumnya,” ucapnya.
Dijelaskannya, warga Medan dan sekitarnya juga patut mewaspadai terjadinya potensi panas yang berhari-hari terjadi. Sebab, dampaknya akan menyebabkan kebakaran yang bersumber dari perilaku manusia, daerah hutan atau lahan yang jelas kebakaran akan meningkat.

“Kebakaran kita prediksi akan meningkat mengingat cuaca yang terjadi pada satu pekan kedepan sampai akhir bulan terus berubah. Khususnya, pada perilaku manusia yang bisa menyebabkan kebakaran dengan pemicu terjadinya kebakaran itu akibat percikan api kecil. Dengan kondisi suhu udara seperti ini dapat menyebar dengan cepat. Inilah yang patut kita waspadai, agar pemicu kebakaran bisa dikurangi karena suhu udara saat ini terbilang panas gerah mudah membuat api menyebar,” jelasnya.(adl)

800 Siswa YPIT Khairul Imam Try Out UN Jujur

MEDAN- Sebanyak 800-an siswa dari 24 Sekolah tingkat Menengah Pertama (SMP) mengikuti try out Ujian Nasional (UN) 2012 di Yayasan Pendidikan Islam Terpadu (YPIT) Khairul Imam di Jalan STM Ujung, Medan. Try out yang digelar tersebut sebagai bagian untuk mensosialisasikan UN jujur 2012.

Koordinator UN Yayasan Pendidikan Islam Terpadu Khairul Imam, Drs H Burhanuddin Zuhlil MA menyampaikan, try out sengaja digelar untuk mensukseskan pelaksanaan UN 2012. Sukses dalam angka kelulusan dan mendapatkan nilai terbaik serta siswa di Kota Medan memiliki prestasi yang baik.
Dalam pelaksanaannya, YPIT Khairul Imam tidak memungut biaya dari siswa. Bahkan pihak yayasan memberikan subsidi seribu rupiah untuk setiap siswa. Subsidi itu diserahkan kepada setiap sekolah dan sebagai biaya pengganti ongkos transportasi. Selain itu, siswa yang mengikuti try out UN mendapatkan snack dan minum.

“Pada intinya kami memberikan try out ini untuk mendidik siswa agar lebih jujur dalam menyelesaikan soal-soal UN 2012,” sebutnya.
Pembina YPIT Khairul Imam, Drs H Harus Azwar MM menyebutkan, setiap siswa diminta jujur menyelesaikan soal UN 2012. Tak perlu mencontek atau mengopek, karena perbuatan itu justru salah dan tak sesuai dengan moral bangsa.

“Hidup ini harus jujur, dan untuk jujur itu harus dimulai dari diri sendiri,” ujarnya mengingatkan.

Lebih lanjut, dia menyebutkan, setiap guru dan kepala sekolah sebaiknya jangan memberikan bantuan bersifat menjawab soal-soal UN 2012, tapi mulai sekarang menanamkan rasa kejujuran kepada setiap siswanya dalam menjawab soal UN 2012.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, M Rajab Lubis tampak hadir dalam pelaksanaan try out tingkat SMP di yayasan tersebut. Dijelaskannya, UN 2012 tingkat SMP dilaksanakan 23 April 2012. Kian dekatnya pelaksanaan UN 2012, seluruh siswa yang hendak mengikuti UN 2012 diminta untuk terus aktif belajar dan menyiapkan diri.

Kemudian, kepada para pendidik termasuk kepala sekolah, akan membuat penandatangan fakta integritas UN jujur 2012. Setiap kepala sekolah di Kota Medan nantinya wajib menandatangani fakta integritas tersebut. (ril)

Pedagang Segera Seret Yayasan UISU ke Jalur Hukum

MEDAN- Lurah Teladan Barat, Papaner Purba dan Yayasan Universitas Islam Sumetara Utara (UISU), belum memberikan apresiasi atas somasi yang diberikan Rusdi selaku pemilik warung makanan dan minuman yang sudah melayangkan surat tersebut sejak, Jumat (16/3) lalu.

“Sampai saat ini, Lurah dan Yayasan UISU belum ada memberikan apresiasi sejak melayangkan surat Somasi sejak, Jumat (16/3) lalu,” kata Dudy Harahap SH selaku kuasa hukum Pasutri, Rusdi dan Elvita kepada Sumut Pos, Minggu (18/3) siang.

Dikatakannya, Somasi yang bersifat memberikan peringatan dengan menekankan untuk mengganti kerugian atas perobohan dan pengrusakan warung yang sudah disewakannya.

“Mereka sebagai penyewa dengan memenuhi kewajiban berdasarkan perjanjian atau menurut undang-undang. Dengan beritikad baik, bukan pendatang tanpa dasar hak. Lagi pula secara resmi melakukan sewa menyewa dan pembangunan warung,” jelasnya.

Pihaknya akan menunggu balasan somasi tersebut sampai, Senin (19/3) mendatang. “Bila tidak ada tanggapan juga, klien saya akan melanjutkan masalah ini ke  langkah hukum. Baik itu pidana dan perdata akan kita tempuh secepatnya,” ujarnya lagi.

Helmi selaku ketua Yayasan UISU yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengaku sudah aman. “Lahan itukan bukan punya mereka. Lagi pula dengan siapa mereka menyewa,” ucapnya.(adl)

Tingkatkan Penerimaan Pajak Daerah

Wali Kota Hadiri Rapat Evaluasi PAD di Dispenda Medan

Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM berpesan, untuk peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) di Kota Medan perlu tiga hal, pahami tugas dan fungsi, bekerja lebih keras dan memiliki komitmen.

Peningkatan PAD di Kota Medan perlu dilakukan pembahasan setiap bulannya untuk mengetahui angka pencapaian dari target yang ditentukan. Rapat evaluasi perolehan PAD itu digelar setiap bulannya di ruang rapat  lantai dua Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Medan.

Rapat evaluasi bulanan itu digelar di Dispenda, Rabu (7/3). Dalam rapat itu, Rahudman Harahap didampingi Wakil Wali Kota Medan, Drs H Dzulmi Eldin MSi dan Sekda Ir Syaiful Bahri. Hadir pada kesempatan itu sejumlah pejabat lainnya, seperti Kepala Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Ir Syampurno Pohan, Kepala Dinas Pendidikan DR M Rajab Lubis serta sejumlah pejabat dan staf di lingkungan Dispenda Medan.

Rahudman mengatakan, evaluasi harus dilakukan secara rutin setiap bulannya. Hal itu penting dilakukan dalam upaya meningkatkan PAD.  Di samping itu ada tiga pesan yang disampaikan untuk selanjutnya dipatuhi dan dilaksanakan guna mewujudkan hal tersebut. Pertama, semua kepala bidang maupun kepala seksi harus memahami tugas pokok dan fungsinya masing-masing.

Selanjutnya, semua unit maupun bidang-bidang pengelola sumber-sumber PAD harus bekerja lebih keras agar bisa merealisasikan penerimaan daerah. Dengan demikian tahapan target yang ditetapkan tercapai tepat waktu. Kemudian, membangun sinergitas semua PNS yang ada di Dispenda. “Karena semua pegawai harus punya komitmen apa yang harus dilakukan, terutama dalam pencapaian target,” katanya.

Dia berharap tidak ada saling menyalahkan, apa yang dilakukan itu merupakan tanggung jawab bersama. Jadi yang terpenting bagaimana caranya membangun disiplin kepribadian dan harus bekerja dengan penuh keihlasan.

“Ini yang paling perlu kita dapatkan dari jajaran Dispenda Medan,” sebutnya.

Lebih lanjut, dia menyebutkan seluruh jajaran Dispenda harus bisa berfikir bagaimana cara meningkatkan PAD, baik melalui intensifikasi maupun ekstensifikasi. Hal itu diperlukan orang-orang yang mau bekerja keras di Dispenda Medan.
“Semua pegawai di Dispenda harus bekerja sesuai dengan tugas yang telah ditetapkan. Jadi ketiga pesan tersebut harus benar-benar dilaksanakan,” ucapnya.

Selain ketiga pesan itu, Rahudman mengingatkan masalah disiplin harus lebih ditingkatkan lagi. Dengan modal disiplin, tentunya  percepatan dan peningkatan PAD dapat direalisasikan. Ditambah lagi  perlu ditumbuhkembangkan rasa kasih sayang dari pimpinan kepada bawahan.

Menurut Rahudman, Dispenda harus diisi orang-orang pilihan, berdedikasi serta mampu bekerja keras dengan penuh keikhlasan. Sebab, Dispenda merupakan institusi terdepan Pemko Medan dalam upaya penerimaan daerah.

“Kalau hal ini sudah dilaksanakan, tetapi percepatan dan peningkatan PAD tidak berjalan seperti yang diharapkan, barulah kadisnya kita evaluasi. Termasuk, para kepala dinas lainnya yang tidak memenuhi target pada 2012,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Rahudman menyampaikan ada sejumlah sektor yang masih belum digali secara maksimal, terutama potensi burung walet. Padahal Pemko Medan sudah memiliki perda tentang burung walet. Karenanya, perda itu harus terus dikembangkan dan dikaji lebih mendalam sehingga target Rp500 juta yang telah ditetapkan dapat terealisasi.

“Di samping burung walet, saya juga menilai pengelolaan parkir yang dilakukan selama ini dirasakan belum maksimal. Kondisi itu menyebakan penerimaan dari sektor perparkiran masih belum sesuai dengan potensi parkir yang dimiliki.  Untuk memaksimalkannya perlu dilakukan langkah-langkah terobosan ektensifikasi sehingga penerimaan dari sektor perparkiran bisa lebih meningkat lagi,” katanya.(adl)

Bergunjing untuk Mendongkrak PAD

Wakil Wali Kota Drs H Dzulmi Eldin MSi memberikan saran dalam upaya peningkatan PAD. Sebagai mantan Kadispenda, disarankannya perlu dilakukan komunikasi yang baik antara pimpinan dengan bawahan. Kemudian, tidak usah saling menceritakan tapi jika bergunjing bagaimana cara mendongkrak PAD bisa dibenarkan.

“Bangun kekompakan dan kerjasama.  Lebih baik berkejasama dibandingkan kerja sendiri. Di samping itu terus ciptakan rasa kebersamaan dan saling berbagi pengetahuan. Lebih penting lagi, jangan pernah merasa tertekan ketika melaksanakan pekerjaan sehingga hasilnya lebih maksimal,” sarannya.
Dia mengatakan, Dispenda Medan adalah unsur pelaksana Pemerintah Kota Medan dalam bidang pungutan pajak, retribusi dan pendapatan daerah lainnya yang dipimpin oleh seorang kepala dinas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah.
“Dinas Pendapatan mempunyai tugas melaksanakan sebagian urusan rumah tangga daerah dalam bidang pendapatan daerah dan melaksanakan tugas pembantu sesuai dengan bidang tugasnya,” ucap Eldin.

Eldin menerangkan, tugas Dispenda Medan melaksankan kebijakan teknis di bidang pendapatan daerah, melakukan pembukuan dan pelaporan atas pekerjaan penagihan pajak daerah, retribusi daerah dan penerimaan asli daerah lainnya, serta penagihan Pajak Bumi dan Bangunan.
Kemudian, melaksanakan koordinasi di bidang pendapatan daerah dengan unit dan instansi terkait dalam rangka penetapan besarnya pajak dan retribusi, melakukan penyuluhan pajak daerah, retribusi daerah dan pendapatan daerah lainnya serta PBB, melaksanakan seluruh kewenangan yang ada sesuai dengan bidang tugasnya dan melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah. (adl)

Optimis Penuhi Target PAD

Kepala Dinas Pendapatan Kota Medan, Drs Syahrul Harahap melaporkan perbandingan realisasi penerimaan Dinas Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2011 dan 2012 hingga tanggal  6 Maret. Dalam laporannya, pendapatan asli daerah (PAD) Kota Medan bisa tercapai sesuai target 2012.
Syahrul membeberkan, untuk jenis penerimaan pajak hotel tahun 2011, targetnya sebesra Rp61.903.789.500, tapi terealisasi Rp7.190.813.964, sementara 2012 targetnya Rp80 miliar, realisasinya Rp9.652.380.643.

Selanjutnya, penerimaan pajak restoran pada 2011, targetnya Rp96.209.441.389, realisasinya Rp11.217.616.014. Sedangkan pada 2012, targetnya Rp113.209.441.000, realisasinya Rp14.396.149.432. Untuk penerimaan pajak hiburan pada 2011, targetnya Rp25.308.417.400, realisasinya Rp2.196.080.029. Pada 2012, targetnya Rp32.308.417.000, realisasinya Rp3.269.178.298.

Penerimaan pajak reklame pada 2011, targetnya Rp48.161.250.000, realisasinya Rp4.961.990.211. Sedangkan pada  2012, targetnya Rp56.161.250.000, realisasinya Rp3.828.435.110. Untuk penerimaan pajak penerangan jalan pada 2011, targetnya  Rp158.400.000.000, realisasi Rp12.421.798.925. Sedangkan pada 2012, targetnya  Rp125 miliar, realisasinya  Rp17.639.738.762.

Kemudian, penerimaan pajak parkir pada  2011 targetnya  Rp11.216.150.000, realisasinya Rp782.418.158. Sedangkan  pada 2012, targetnya Rp15 miliar, realisasinya Rp955.390.700. Untuk penerimaan sektor pajak air tanah pada 2011, targetnya Rp2.830.000.000. Sedangkan pada 2012, targetnya Rp6 miliar, sedangkan realisasinya Rp1.096.850.185.

Syahrul menyebutkan, untuk penerimaan BPHTB pada 2011, targetnya Rp175 miliar, realisasinya Rp5.742.836.188. Sedangkan 2012, targetnya Rp220 miliar realisasinya Rp14.778.602.823. Sementara penerimaan PBB pada 2011, targetnya Rp192.902.847.000 realisasinya Rp2.753.994.159. Sedangkan pada 2012, targetnya Rp300 miliar, realisasinya Rp6.439.679.664.

“Insya Allah, target yang telah ditetapkan bisa tercapai. Sehingga penerimaan PAD Kota Medan bisa lebih meningkat,” ucapnya. (adl)