24 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 13823

Semuanya Menentang Darwin

Terkait Wacana Pengambil Alihan Tim Sepak Bola dan Futsal Sumut

MEDAN-Kabar tentang pengambilalihan tim sepakbola PON Sumut oleh Pengprov PSSI Pusat dinilai salah, dan dapat memecah belah konsentrasi pemain yang kini sedang menjalani TC penuh di Mess PTPN IV, Bah Jambi, Simalungun.

Hal itu disampaikan mantan pemain PON 1997 Colly Miseun bersama rekan-rekan lainnya yang pernah memperkuat sepakbola PON seperti Markus Horizon Subandi dan lainnya, kepada wartawan, Jumat (16/3).

“Jangan diobok-obok lagi tim PON Sumut yang sekarang ini. Mereka telah kompak dan memiliki prestasi baik dibeberapa even yang diikuti,” sebut Colly.
Mantan pemain Harimau Tapanuli dan PSMS Medan ini juga menyampaikan, PSSI Sumut jangan senaknya saja mengambil tim yang sudah lama dibina. Pasalnya, pelaksanaan pesta olahraga empat tahunan itu hanya tersisa enam bulan lagi.

Menurut Coly, Pengprov PSSI Sumut juga tidak berhak untuk mengambil alih tim sepakbola PON Sumut ini, karena ajang PON ini bukanlah ajang PSSI, sehingga secara otomatis kekuasaan penuh ada di tangan KONI Sumut.

“Memang PSSI dilibatkan dalam pelaksanaan PON. Akan tetapi, PSSI sebagai perangkat saja dalam pelaksanaan, tidak dalam mengurus tim., seperti yang dilakukan selama ini,” ungkapnya.

Sementara itu di tempat terpisah, Ketua Badan Futsal Daerah (BFD) Sumut Rafriandi Nasution yang sebelumnya sempat pasrah dengan kebijakan Darwin itu, kemarin (16/3) secara tegas menentang pengambil alihan tim futsal Sumut.

“Semua kan ada mekanisme organisasinya. Undangan rapat atau untuk berkoordinasi saja tidak ada. Kalau saya tidak datang diundang rapat lalu mereka menonaktifkan sah-sah saja mereka memutuskan,” ujarnya.

Selain itu menurut Rafriandi, selama ini Pengprov PSSI Sumut tidak punya kontribusi terhadap kemajuan futsal Sumut. Termasuk meraih tiket ke PON Riau. “Mereka tidak punya kontribusi apakah itu memberikan dana dalam persiapan PON atau memutar kompetisi futsal ,” lanjutnya.
Karenanya BFD Sumut takkan giyah dengan apa yang disebut Darwin Syamsul yang ingin mengambil alih tim futsal. Tak sampai di situ, Rafriandi juga telah menetapkan manajemen futsal yang baru lewat Surat Keputusan Nomor :KPTS/A/095/III/BFD PSSI/2012 tertanggal 1 Maret 2012, yang akan dilantik pekan depan. Terbitnya SK ini otomatis mencabut SK Nomor: KPTS/A/002/III/BFD-PSSI/2011 tanggal 26 Maret 2011tentang susunan tim official Pra PON 2011 BFD PSSI Sumut dan membubarkannya.

“Kita sudah tetapkan manajemen futsal untuk PON 2012. Kita sudah minta persetujuan ke KONI Sumut termasuk Pak Gatot (Gubsu-red). Jadi tidak ada masalah,” tuntas Rafriandi. (mag-18/jun)

Babak 16 Besar Tingkat SMA Dimulai

MEDAN- Sebanyak 16 tim tingkat SMA melaju dari babak penyisihan II Turnamen Futsal Wali Kota Medan Cup 2012 menuju babak 16 Besar mulai Sabtu (17/3) ini di Cemara Sport Centre. Itu terjadi setelah berjibaku di laga penyisihan terakhir, Jumat (16/3) kemarin.

Kemenangan SMA Dharma Wangsa Medan A atas SMK Mulia Medan dengan skor 4-2 memastikan tiket dari grup E dengan menduduki posisi runner up. Dua gol Gilang Ramadhan dilengkapi masing-masing satu gol Ferryansyah dan Ari Pradhana memastikan tiket perdelapan final. Dua gol Alfi Syahri dan Ardiansyah tak cukup membawa SMK Mulia melaju. Tampil sebagai juara grup SMKN 9 Medan.

Sementara duo tim SMAN 13 Medan  memastikan tiket dari grup F. Itu terjadi setelah SMAN 13 Medan B memenangkan duel ketat dengan SMKN 7 Medan 3-2. Harapan SMKN 7 lewat dua gol Reza dipupuskan Fandy, Widia dan Ikhsan yang bergantian membobol gawang Taufik. Hasil ini menempatkan SMAN 13 Medan B di posisi runner up dibawah SMAN 13 Medan A yang merajai grup.

Di grup H, SMA Kemala Bayangkari yang menyerah 2-4 dari SMK Mulia lolos dengan dramatis. Itu terjadi setelah saingan terkuatnya SMAN 15 Medan yang sehari sebelumnya ditahan imbang juga menderita kekalahan dari SMK Mulia. Dengan torehan satu angka, Tarmizi dkk melangkah ke babak 16 Besar sebagai runner up grup H. Sedangkan SMK Mulia dengan koleksi dua kemenangan berada di tempat teratas.

Sebelumnya dari grup A melaju SMA As-Syafi-Iyah B sebagai juara grup disusul SMAN 3 Medan A sebagai runner up. Dari grup B, SMA Multikarya menjadi wakil bersama SMK Telkom. Langkah itu diikuti SMAN 11 Medan yang menjuarai grup C disusul SMAN 2 Medan di posisi runner up. Sedangkan di grup D, SMAN 1 Medan A dan SMAN 12 Medan melaju menyingkirkan SMAN 6 Medan.

Selain itu tim-tim dari tingkat SMP juga sudah menyelesaikan babak penyisihannya dan akan memasuki babak Perdelapan Final, Sabtu (17/3) hari ini. Akan dilanjutkan dengan babak semifinal dan final untuk tingkat SMP dan SMA akan digelar Minggu (18/3) besok.(mag-18)

NSRC Naik Level Jadi Kejurnas

MEDAN- Impian insan otomotif Sumut agar provinsi ini kembali menjadi tuan rumah seri Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Reli, akhirnya jadi kenyataan.
Kisharyanto Pasaribu selaku Ketua I Panpel North Sumatera Rally Championship (NSRC) menyebutkan seri I NSRC yang bakal berlangsung 6-8 April 2012 di Perkebunan London Sumatera (Lonsum) Kabupaten Langkat, dipastikan naik  levelnya menjadi seri Kejurnas Reli 2012.

“Impian IMI Sumut dibawah kepemimpinan Ijeck untuk kembali menjadi tuan rumah Kejurnas Reli dalam tahun ini akhirnya menjadi kenyataan. Hal ini setelah PP IMI menunjuk kita sebagai tuan rumah seri I Kejurnas Reli 2012,” sebut Kisharyanto saat ditemui di sekretariat Pengprov IMI Sumut, Jumat (16/3)

Dengan naiknya gengsi seri kejuaraan NSRC menjadi seri Kejurnas, dipastikan penyelenggaraan seri I di Kab. Langkat bertambah menarik, sebab bakal dibanjiri pereli-pereli nasional.

Disebutkan, sejumlah pereli nasional sudah mengkonfirmasikan keikut sertaannya, diantaranya adalah Subhan Aksa yang merupakan penyandang gelar juara nasional reli 2010, bahkan juga merupakan juara seri ketiga Reli Sumut 2011.

Pereli asal Jawa seperti Akbar Hadianto, Andry Tan dan pereli Kaltim akan ikut menyemarakkan persaingan Kejurnas tahun ini. “Persaingan dipastikan bakal seru karena Kejurnas mempunyai gengsi yang tinggi, kita yakin jumlah pereli nasional yang tampil di Sumut bakal bertambah,” kata Kisharyanto lagi.

Kembalinya Sumut dipercayakan menggelar Kejurnas, menurut Kisharyanto mempunyai nilai positif bagi IMI Sumut. Sebab, Pengprov IMI Sumut memang mempunyai sasaran untuk menggelar seri reli Asia Pasifik di Sumut. Bahkan, IMI Sumut akan berupaya ketiga rangkaian seri NSRC yang berlangsung di Sumut seluruhnya bisa menjadi seri Kejurnas.

Sebab itu, disebutkan Pengprov IMI Sumut tidak bisa berjalan sendiri dan diperlukannya dukungan dari Pemprovsu maupun Pemkab Langkat, serta pihak sponsor.(jul)

Bupati Sergai Sambut Open Motorcross Sergai

SERGAI- Open Motorcross Sergai  dan Grasstrack 2012 yang akan digelar Sabtu-Minggu (7-8 April 2012) di Lingkungan I Kelurahan Pekan Dolok Masihul, Sergai disambut baik oleh Bupati Sergai HT Erry Nuradi. Dihadapan panitia ketika audiensi, Jumat (16/3) Erry Nuradi menyebutkan  kegiatan ini bertujuan untuk menyalurkan hobi dan minat masyarakat khususnya generasi penerus dalam mengendarai sepeda motor, agar lebih terarah dan mampu meraih prestasi yang membanggakan. Kegiatan olahraga ini diharapkan dapat mengurangi aksi balap liar yang dilakukan oleh anak muda dijalan raya dan memerangi narkoba.

“Kegiatan motorcross dan grasstrack ini tentunya sebagai ajang adu keahlian para generasi muda mengendarai sepeda motor. Dengan adanya kegiatan olahraga ini, diharapkan tingkat kecelakaan lalulintas di jalan raya menjadi berkurang,” katanya.

Sedangkan  Safety Reading yang juga akan dilaksanakan pada Sabtu pagi, 7 April 2012, disarankan mengambil lokasi halaman kantor Mapolres Sergai yang baru persis di samping kantor DPRD Sergai Dusun I Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah.

Para pembalap yang akan mengikuti perlombaan nantinya, kata Erry Nuradi didampingi Kadis Parbudpora Sergai Drs Herlan Panggabean, mengharapkan dapat bermain dengan sportif dan berjiwa besar, apabila belum mampu meraih juara.

“Bagi peserta yang mengalami kekalahan dapat meningkatkan latihannya pada masa mendatang. Sehingga kedepan bisa tampil sebagai sang juara. Sedangkan tim juri yang telah diberi amanah dapat bersikap netral dan tidak berpihak, sehingga keputusan yang diambil tidak merugikan pihak manapun,” ujar Bupati.

Ketua panitia pelaksana kegiatan Darma Wijaya SE didampingi Wakil Ketua Iptu Zulfikar, Sekretaris Drs Fajar Simbolon, Wakil Sekretaris Zuhari dan Bendara Drs Suprin menyampaikan, open motorcross memang mengalami perubahan dari  sebelumnya yang telah dijadwalkan Sabtu-Minggu, 31 Maret – 1 April 2012 menjadi 7-8 April 2012. (mag-16)

Laga Tensi Tinggi

MEDAN- Pertandingan PSMS bentrok Semen Padang pada lanjutan IPL di akhir putaran pertama bagi PSMS bakal tersaji dengan tensi tinggi. Pasalnya laga yang bakal digelar di Stadion Teladan, besok (18/3) sore ini, kedua skuad bertekad tampil maksimal demi raihan poin penuh.

Skuad Semen Padang sudah tiba di Medan sejak Kamis (15/3) lalu dan menginap di Hotel Soechi untuk melakukan persiapan lanjutan di Medan. Bagi Semen Padang, menghadapi PSMS merupakan momentum kebangkitan, usai capaian hasil tak maksimal di dua laga sebelumnya, kalah menghadapi Persijap Jepara dan ditahan imbang Persija Jakarta.

Pelatih Semen Padang Nilmaizar yang dikonfirmasi kemarin (16/3) mengaku, PSMS bukanlah tim yang mudah ditaklukkan. Menurutnya, hasil imbang PSMS di dua partai tandang terakhir membuktikan PSMS sedang berada pada jalur positif. “PSMS memiliki banyak pemain berpotensi,” ungkapnya.
Menurutnya, skuad Semen Padang harus mampu tampil baik untuk meredam kekuatan lawan yang bakal tampil di hadapan publik pendukung. Semen Padang yang punya rekor tak maksimal di dua laga terakhir dinilai Nilmaizar bukan berada pada situasi yang rawan. Kekalahan dan hasil seri tersebut menurutnya terjadi karena anak-anak asuhannya kurang beruntung.

“Tim hanya kurang beruntung, sementara dari segi permainan, taktik dan strategi, saya puas dengan kemampuan pemain,” tutur Nilmaizar. (saz)
Tapi, dua pemain timnas Semen Padang Abdul Rahman dan Ferdinand Sinaga siap tempur menghadapi PSMS. “Mereka siap, nggak ada masalah untuk tampil minggu mendatang,” ungkapnya.

Sementara itu, PSMS juga mewaspadai kebangkitan Semen Padang. Kendati dua laga sebelumnya cukup buruk.
Skuad Ayam Kinantan tentunya ingin tetap meneruskan tren posistif dan bahkan lebih baik ketika bermain di kandang. “Saat ini mereka (Semen Padang) tengah berada pada kondisi antiklimaks setelah hasil tak bagus menghadapi Persijap dan Persija di kandang. Tentunya, Semen Padang tetap harus diwaspadai,” tegas asisten pelatih PSMS M Khaidir.(saz)

Barang Bekas Diolah Jadi Barang Bernilai

Evi Amroeni, Kepeduliannya Melatih Ibu-ibu Berkreatifitas

Tak semua orang dapat mengelola limbah sampah menjadi sesuatu bermanfaat dan menghasilkan uang. Lain halnya dengan Evi Amroeni (41). Sejak remaja, wanita serba bisa ini memiliki ketertarikan dan cerdas dalam mengelola barang-barang bekas. Bahkan, Evi tak segan-segan berbagi ilmu dengan para ibu-ibu yang ingin berkreatifitas.

Saat ditemui  di kediamannya di Jalan Pengabdian Gg Pulungan Dusun I Bandar Setia Kecamatan Percut Seituan, Evi terlihat tengah membereskan rumahnya. Terlihat sampah yang tidak terpakai lagi seperti kotak, kaleng susu, botol plastik, kain perca dan lainnya disusun rapi.  Maklum, rumah bercat putih itu akan direnovasi sebagai Yayasan Bait Al-Hikmah Lembaga Pendidikan Keterampilan Hidup (Life Skill) dan Gallery.

“Lagi beres-beres, karena saya ingin memperbesar rumah ini, supaya ibu-ibu yang mau ikut pelatihan lebih mudah belajar. Nantinya, hasil kerajinan tangan yang dibuat mereka akan dipajang di galery ini dan dipasarkan,” kata Evi yang memiliki tiga orang anak itu.

Yayasan Bait Al-Hikmah Lembaga Pendidikan Keterampilan Hidup (Life Skill) sendiri dibentuk oleh Evi atas inisiatifnya dan sang suami Prof.Amroeni Drajat pada 2005 lalu sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan dana independent.

‘’Yayasan milik saya ini akan tetap berjalan,” ujar Evi yang juga sebagai Ketua Ikatan Pembuat Hataran Kota Medan.

Evi mengaku, awalnya menyukai keterampilan karena ibunya. Setelah menikah pada 1994, Evi harus ikut suami ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikan S2 nya. Di Jakarta kehidupan serba sulit dan mahal. Evi pun mulai berpikir membuka usaha sendiri dengan memanfaatkan skill yang dimilikinya.
“Dulunya ibu saya suka mengumpulkan barang-barang bekas terutama kain perca. Lalu barang-barang itu dibuat menjadi bunga, taplak meja dan barang lainnya. Karena hasilnya bagus kenapa tidak dikembangkan,” jelasnya.

Dari kreatifitas lalu menjadi usaha dan berkembang pesat. “Ternyata ibu-ibu di Jakarta menyukai baju dari kain perca buatan saya. Pesanan mulai banyak bukan dari luar kota saja namun sudah merambah ke negara tetangga,’’ ungkapnya.

Hanya 7 tahun Evi dan suami tinggal di Jakarta. Setelah itu, karena tugas sang suami sebagai dosen, memaksa mereka kembali ke Medan. Di Medan, Ketua Himpunan Perempuan Pendidik Kewirausahaan Deli Serdang ini berharap bisa membantu perekonomian para ibu-ibu yang ekonomi rendah. “Ada kepuasan tersendiri ketika memberi ilmu yang kita punya kepada mereka tanpa berharap balasan dalam bentuk apapun. Saya panggil mereka ke rumah untuk belajar, paling tidak mereka bisa mengatasi ekonomi dalam keluarganya,’’ujarnya.

Dirinya juga membuat pelatihan mengelola limbah sampah mahasiswa dan anak sekolah. “Mereka diajarkan membatik, menjahit, membuat souvenir dari barang bekas,’’sebutnya . (mag- 11)

Pengetahuan Sebagai Kekuatan Seks

Mewujudkan sebuah hubungan seks yang sehat dan menggairahkan, bukanlah suatu hal mudah. Setiap orang memerlukan pengetahuan yang jelas dan benar mengenai ruang lingkup kehidupan seks.

Banyak ditemukan kasus pasangan yang ternyata hanya melakukan hubungan seks saja, tanpa diiringi oleh pengetahuan yang benar soal itu.
Tak heran kalau nantinya bakal banyak masalah yang akan melanda kehidupan seks mereka. Mulai dari kebosanan, frigiditas dan bahkan hingga berakhir pada perpisahan atau penceraian. Setiap pasangan tentu saja harus mengetahui pengetahuan soal seks.

Pakar seks, Joel D Block Ph D, penulis buku Secrets of Better Sex menyebutkan, bahwa sesungguhnya pengetahuan adalah kekuatan seksual. Sebab, kehidupan seks tentunya perlu pengetahuan yang benar, bukannya hanya anggapan atau mitos yang dipercaya menjadi pegangan.

Jika setiap pasangan mengetahui masalah seks dengan benar, tentu saja hubungan seksual akan berjalan harmonis. Misalnya, jika lelaki mengalami masalah seks seperti ejakulasi dini, tentunya pasangan perempuan harus mengetahui apa yang dapat menyebabkan masalah ini terjadi dan bagaimana mengatasinya.
Kurangnya informasi mengenai masalah seks, tentu bisa mengakibatkan kesalahpahaman, yang dikhawatirkan akan berakibat buruk bagi kelangsungan hubungan cinta. Hal ini pula, yang bakal menjadi penyebab menurunnya gairah seksual dalam sebuah rumah tangga.

Untuk itulah, disarankan kepada setiap pasangan untuk terus berusaha menambah pengetahuannya soal masalah seksual. Dengan begitu, setiap masalah seks yang datang menghampiri hubungan mereka, maka akan bisa diatasi sedini mungkin dengan baik dan benar. (net)

Gizi Buruk karena Miskin

Kasus gizi buruk di Kota Medan masih tetap tinggi. Data terakhir yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Medan, tercatat sebanyak 124 anak menderita gizi buruk dan 4 orang diantaranya meninggal dunia. Kenapa? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Farida Noris Ritonga dengan tokoh masyarakat Sumut, dr Sofyan Tan.

Kenapa jumlah kasus gizi buruk tetap tinggi?
Kasus gizi buruk masih tinggi karena kurangnya peranan perangkat desa. Misalnya saja posyadu dan kepling yang tidak berfungsi dengan baik. Harusnya dengan banyaknya ditemukan kasus gizi buruk maka bisa ditanggulangi dan memantau anak-anak yang kurang gizinya. Memang saat ini, posyandu sudah dihidupkan tapi masih belum maksimal.

Apa sebenarnya faktor utama gizi buruk ini?
Gizi buruk dikarenakan faktor kemiskinan dan makanan yang dikonsumsi kurang bergizi. Selain itu, kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pemberian asupan gizi terhadap anak-anak menyebabkan tingkat kasus gizi buruk masih tinggi.

Saat ini kasus gizi buruk bukan hanya di desa tapi juga banyak ditemukan di kota. Bagaimana pendapat Anda?
Persaingan diperkotaan yang semakin meningkat menyebabkan pengangguran juga semakin tinggi. Hal ini membuat persaingan hidup yang tidak sehat dan daya beli masyarakat terhadap makanan bergizi juga semakin menurun. Berbeda dengan di pedesaan, saat kebutuhan bahan pokok semakin menipis, masyarakatnya masih bisa bercocok tanam dan memanfaatkan alam. Sedangkan di perkotaan, sudah tidak ditemukan lahan lagi dan rumah-rumah penduduk juga berdesakan. Tentunya ini sangat mempengaruhi jumlah penderita gizi buruk.

Apa yang harus dilakukan untuk meminimalisir tingginya kasus gizi buruk?
Posyandu sebagai wadah terdepan harusnya memiliki peranan penting dalam meminimalisir kasus gizi buruk. Pertumbuhan bayi harus sering dikontrol dan ditimbang setiap bulannya. Jadi nantinya diketahui berat badan bayi dari hasil penimbangan. Posyandu menyerahkan hasilnya ke Puskesmas dan nantinya diserahkan ke Dinas Kesehatan. Berat badan yang terus menurun harus diambil tindakan.

Bagaimana peranan instansi terkait seperti Dinas Kesehatan?
Dinas Kesehatan harusnya tidak hanya mengurus izin surat di rumah sakit saja, tapi juga harus menganalisa data yang terkumpul dari bawah. Harus dilakukan peninjauan secara langsung apakah laporan sudah benar atau tidak. Jangan cuma menerima laporan diatas kertas saja.

Apakah menurut Anda program wali kota dengan Medan bebas gizi buruk di tahun 2015 akan tercapai?
Kita harus optimis program ini akan mendapat pencapaian dengan baik. Tapi hendaknya, program ini jangan hanya sekadar seremonial belaka tanpa ada tindakan nyata. Pencanangan tanpa kerja nyata, tidak akan menghasilkan sesuatu penyelesaian. Untuk itu, perhatian terhadap posyandu harus lebih ditingkatkan. Begitu juga halnya dengan Pemko, harus memberi apresiasi kepada perangkat desa. Yang paling cepat memberitahu kasus, harus diberikan apresiasi. Karena banyak petugas dari posyandu merupakan sukarelawan.

Apa harapan Anda?
Kasus gizi buruk harus dituntaskan salah satunya dengan cara memaksimalkan kinerja perangkat desa yang merupakan ujung tombak. Selain itu, kesejahteraan masyarakat juga harus menjadi perhatian karena gizi buruk berkaitan dengan kemiskinan. (*)

Peternak Disuruh Ganti Itik dan Ikan Lele

Penertiban Ternak Babi Dihentikan

MEDAN-Penertiban ternak babi dihentikan sementara. Pasalnya, Dinas Pertanian dan Kelautan (Distanla) Medan fokus mencari solusi dengan melakukan persuasif.

“Kita lebih fokus untuk mengajak pemilik ternak melakukan alih fungsi ternak dari ternak kaki empat menjadi ternak itik dan ternak lele,” kata Kepala Distanla Medan, Wahid, usai melakukan rapat koordinasi penertiban ternak kaki empat di Pemko Medan, Jumat (16/3).

Dijelaskan Wahid, alih fungsi usaha ini merupakan satu solusi yang ditawarkan Pemko Medan kepada pemilik ternak babi di Medan.  “Melalui camat dan lurah kita sosialisasikan dulu kepada pemilik ternak untuk melakukan alih fungsi ternaknya,” jelasnya.

Ditegaskannya, penertiban ternak babi tetap akan dilakukan tahun 2012, namun untuk sementara diundur lebih dulu dan disosialisasikan alih fungsi ternak.

“Kita sosialiasikan dulu alih ternak ini. Kalau ternyata bisa diterima dengan baik kan penertiban itu bisa menjadi langkah terakhir saja. Alih fungsi inilah yang kita upayakan dan menjadi fokus kita,” ucap Wahid.

Dikatakannya, hingga saat ini sudah banyak pemilik ternak kaki empat yang melakukan alih fungsi ternak. Hal itu bisa dilakukan dengan pengajuan kepada pihak kecamatan ataupun kelurahan. Setelah ada pengajuan alih fungsi ternak, maka Distanla Medan akan melakukan survei ke lapangan melihat kondisi kandang dan luas lahan, baru kemudian bantuan bibit lele ataupun itik diberikan secara gratis.

“Kita juga akan memberikan bimbingan kepada pemilik ternak. Intinya kita kan berupaya untuk meminimalisir pencemaran dan bau yang dihasilkan dari ternak. Memang ada peternak yang tidak mengetahui cara beternak lele, sehingga bisa menyebabkan pencemaran dan bau. Contohnya, kalau dia memberikan makan lele dari kotoran ayam yang tidak dimasak, tentu saja itu akan membuat pencemaran dan bau di masyarakat sekitarnya,” ungkapnya.

Sedangkan untuk laporan masyarakat terhadap pemotongan ayam di sekitar Kecamatan Medan Area, Distanla Medan akan melakukan peninjauan ke lapangan.

“Ternyata, tempat pemotongan ayam itu sama sekali tidak ada rekomendasi dari Distanla Medan. Seharusnya untuk pemotongan ayam ataupun untuk ternak lainnya tetap harus mendapatkan rekomendasi dari Distanla Medan dan juga harus mendapatkan bimbingan sehingga tidak memicu pencemaran dan bau,” jelasnya.

Kabid Produksi Peternakan Distanla Medan, Emilia Lubis mengatakan, saat ini pihaknya sudah menyediakan sebanyak 8.070 ekor bebek petelur yang berusia lima bulan. Untuk itu, diharapkan pemilik ternak yang bersedia mengalihfungsikan ternaknya.

“Kita sediakan bibitnya yang memang sudah matang, biasanya untuk bebek itu lima dan enam bulan usianya sudah bisa bertelur, makanya kalau dirawat dengan baik ketika dipelihara sekitar dua minggu saja sudah bisa menghasilkan,” kata Emilia.

Namun, untuk perbandingan penghasilan antara ternak kaki empat dan ternak lele ataupun bebek dan itik tentunya tidak bisa dikalikan.
“Kalau penghasilannya jelas tidak bisalah kita kalikan dengan penghasilan babi,” terang Emilia.

Dijelaskannya juga, dalam pemberian bibit lele ataupun itik dan bebek, pihaknya tetap akan melakukan survei ke lapangan untuk melihat ketersediaan kandang juga lahan. Kalau untuk kandang bebek dan itik masih bisa mengunakan kandang ternak babi. Namun, untuk bibit lele, tentunya peternak harus lebih dulu membuat kolamnya.

“Kita lihat nanti apakah kalau untuk lele sudah tersedia kolamnya. Dan kita lihat ukuran lahannya. Jadi kalau dia minta bibitnya 60 ekor, tapi lahannya hanya mampu menampung sebanyak 40 ekor, maka 40 ekorlah bibit yang kita berikan. Kalau kita berikan bibitnya berlebih dari lahan yang ada kita khawatir justru akan membuat bibit bermatian, makanya itulah kita perlu melakukan survei ke lapangan,” jelas Emilia.(adl)

Lurah Teladan Barat Bakal Digugat

Konflik Yayasan UISU vs Pemilik Warung Berlanjut

MEDAN-Rusdi pemilik warung makanan dan minuman di atas lahan milik Yayasan Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), berencana akan menggugat Lurah Teladan Barat, Papaner Purba, jika permintaan ganti rugi atas pembong karan yang dilakukannya tak ditanggapi.

“Saya sudah membayar sewa untuk menampati lahan tersebut melalui pihak ketiga yang merupakan kordinator yayasan UISU. Itulah yang menjadi alasan saya menggugatnya, karena sudah membayar sewa dan warung sudah berdiri. Sementara, selama ini warung sudah berdiri tidak ada masalah. Kenapa dilakukan pembongkaran?” kata Rusdi, Jumat (16/3).

Rencana gugatan akan dilakukannya pekan depan bersama kuasa hukumnya. Bila pihak Kelurahan Teladan Barat dan Yayasan UISU tidak menanggapi surat yang sudah diajukan untuk mengganti rugi sesuai dengan kesepakatan yang ada.

“Melalui kuasa hukum saya, kami sudah menyurati Lurah Teladan Barat, Papaner Purba untuk mengganti rugi kerugian yang sudah saya derita. Sedangkan untuk pihak yayasan, juga sudah kami surati dengan hal yang sama. Bila tidak ditanggapi, kami akan mengambil sikap dengan menggugat Lurah Teladan Barat,” jelasnya.  Menurutnya, bila ada jalan lain tidak sampai ke persidangan, Rusdi siap menerima untuk berdamai dengan membayar seluruh kerugiannya.

“Kalau ada jalan keluar untuk berdamai, kita meminta Rp40 juta sesuai kesepakatan. Itupun sudah rugi sedikit. Tapi kalau tidak mau membayar dengan nilai sebesar itu, harus mengganti sesuai dengan berapa besar kerugian yang ada setelah dilakukan pembongkaran,” ujarnya.

Sampai saat ini, Rusdi bersama istri dan karyawannya tidak bisa masuk ke warung miliknya. Dikarenakan lahan yang berdiri di atas lahan milik Yayasan UISU di Jalan SM Raja, tepatnya di samping Fakultas Pertanian USIU itu sudah dipagar seng.

“Kami sudah nggak bisa masuk lagi ke dalam karena dipagar seng, sementara barang-barang masih di sana. Sungguh tidak manusiawi mereka ini,” ujarnya.

Camat Medan Kota, Parlindungan Nasution yang dikonfirmasi enggan berkomentar. Dan menyerahkan semuanya ke Yayasan UISU.  “Langsung saja tanya kepada yang bersangkutan,” jelasnya.
Lurah Teladan Barat Papaner Purba yang dikonfirmasi juga enggan berkomentar. (adl)