24 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 13824

Demo Tolak Kenaikan BBM, Mobil Pengangkut Avtur Disandera

MEDAN-Aksi penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) makin tak terkendali. Pendemosudah berani melakukan penyanderaan terhadap sebuah mobil Tangki BBM milik Pertamina yang mengangkut BBM jenis Avtur menuju Bandara Polonia Medan.

Aksi penyanderaan tersebut terjadi di depan Hotel Tiara Medan, Jalan Imam Bonjol, Jumat (16/3), sekira pukul 10.30 WIB oleh sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Universitas Muslim Nusantara (UMN) Medan. Mahasiswa mengambil alih mobil tersebut, lalu menyanderanya di tengah jalan, sebagai bentuk penolakan atas rencana pemerintah pusat menaikkan harga BBM.

Menurut massa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Universitas Muslim Nusantara (UMN) Medan, upaya yang mereka lakukan itu bertujuan agar pemerintah pusat menggagalkan kebijakan untuk menaikkan BBM, karena dengan naiknya BBM, secara otomatis akan berimbas pada harga-harga kebutuhan pokok lainnya.

Dengan kata lain, kebijakan menaikkan BBM tersebut membuat masyarakat dan rakyat Indonesia menjadi lebih sengsara.
Dalam aksi tersebut, sempat terjadi adu tegang antara mahasiswa dengan personel polisi dari Polsek Medan Baru.

Usai mengambil alih truk tangki milik Pertamina tersebut, mahasiswa memaksa pengemudi truk turun. Mereka lalu berorasi di atas truk sambil membentangkan spanduk penolakan atas kenaikan harga BBM. Upaya penyanderaan mobil Pertamina tersebut berhasil digagalkan petugas patroli lalulintas, meskipun sempat terjadi kejar-kejaran antara petugas dengan pengunjuk rasa.

Koordinator aksi,  Abdul Razak Nasution juga sempat diamankan petugas. Namun, kemudian memicu kemarahan demonstran lainnya. Untungnya, segera dilakukan negosiasi antara kedua belah pihak dan mahasiswa yang sempat diamankan akhirnya dilepaskan.

Pengunjuk rasa ini sedianya akan menyampaikan orasinya di Kantor Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Jalan Diponegoro Medan.
Aksi unjuk rasa ini mengakibatkan kemacetan di Jalan Imam Bonjol Medan. Sejumlah karyawan di sekitar lokasi bahkan sempat keluar gedung.
Di kantor Gubsu, Jalan Diponegoro Medan, dalam orasinya Rusdi Gayo mengatakan, pemerintah hanya mengutarakan alasan klasik untuk merasionalisasi kenaikan BBM. Padahal masih banyak upaya lain yang harusnya bisa dilakukan untuk meningkatkan pendapatan negara dari sektor migas tanpa harus mencabut atau mengurangi subsidi BBM bagi rakyat.

Beberapa upaya tersebut antaralain dengan menaikkan pajak tambahan atas keuntungan perusahaan minyak akibat lonjakan harga minyak mentah dunia.

Mengevaluasi atau memangkas cost recovery atas biaya non operasional dan CSR kontraktor kontrak kerja sama dengan cara merenegoisasi semua kontrak kerja perusahaan nasional dan asing di Indonesia.

Memangkas alur perdagangan minyak dalam rangka ekspor dan impor. Menerapkan pajak tambahan bagi pemilik mobil pribadi karena turut menikmati penggunaan BBM bersubsidi. Menambah kapasitas kilang Pertamina sesuai dengan spesifikasi minyak mentah Indonesia dan mengharuskan kontraktor asing menjual semua jatah minyaknya kepada PT Pertamina agar proses di dalam negeri dan kebutuhan domestik nasional.
Selain itu pemerintah juga harus bisa menciptakan iklim investasi yang ramah untuk kebutuhan eksplorasi agar ada penemuan baru dan tambahan cadangan minyak bumi.

“Masih banyak alternatif pilihan lain untuk menyelamatkan APBN tanpa harus mencabut subsidi BBM bagi rakyat. Tapi pemerintah tidak ingin
ambil pusing dan takut dengan tekanan asing,” kata Rusdi.

Koordinator Aksi UMN Alwashliyah Abdul Razak Nasution dalam membacakan tuntutannya mengatakan, apapun alasan pemerintah, mahasiswa akan tetap bersatu menolak kenaikan BBM 1 April mendatang. Pemerintah juga dituntut untuk tidak menaikkan tarif dasar listrik (TDL).

“Bukan menunda kenaikan TDL yang kami minta. Tapi menolak TDL dinaikkan,” tegas Razak.

Menurut mereka, kenaikan harga BBM memiliki indikasi politis demi kepentingan kelompok tertentu. Untuk itu UMN Alwashliyah berharap, seluruh elemen masyarakat bersatu merapatkan barisan bersama-sama menolak kenaikan BBM pada 1 April mendatang.

“SBY-Boediono harus turun dari jabatannya jika tetap menaikkan harga BBM,” tandasnya.
Usai berorasi sekitar 30 menit, puluhan massa akhirnya membubarkan diri. Pengawalan ketat tampak terlihat dari kepolisian dan Satpol PP di Kantor Gubernur.

Pendemo Anarkis Ditindak Tegas

Kapolresta Medan, Kombes Pol Monang Situmorang SH MSi akan menindak tegas pengunjuk rasa yang melakukan tindakan anarkis dalam setiap aksi unjuk rasa.

“Saya akan tindak tegas mengunjuk rasa yang anarkis,” katanya.

Terkait semakin maraknya aksi unjuk rasa di Kota Medan, terkait penolakan kenaikan BBM TDL, pihaknya telah menyiagakan personel.
Monang mengimbau kepada pengunjuk rasa agar melakukan demo secara damai dan jangan melakukan tindakan-tindakan  anarkis.

“Kita minta untuk melakukan aksi harus dilakukan dengan tentram, damai jangan melakukan tindakkan anarkis,” katanya.
Monang menambahkan, untuk pengamanan menjelang kenaikan BBM dan TDL, polisi menyiapkan pengamanan satu personel di setiap SPBU di Kota Medan.

“Satu personil menjaga satu SPBU untuk mengantisipasi agar tidak ada pihak yang akan melakukan penimbunan BBM menjelang kenaikkan BBM,” jelasnya.

“Kalau terjadi penimbunan akan kita tindak tegas,” katanya. ((ari)
gus)

17 Pelajar Diciduk, 2 Warnet Diputus

MEDAN-17 pelajar SD dan SMA terjaring dalam razia petugas gabungan Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Medan di sejumlah warnet di Kota Medan. Petugas juga memutus dua saluran koneksi internet dua warnet karena tidak memiliki izin usaha, Jumat (16/3).

Petugas pertama kali mendatangi warnet Laz Vegas di Jalan Krakatau Ujung. Di lokasi ini, tim razia menjaring 9 pelajar SD, 3 pelajar SMP dan 2 pelajar SMA yang masih memakai pakaian sekolah sedang asyik bermain game online.

Para pelajar yang terjaring, kemudian diberi pengarahan tidak boleh berada di warnet saat jam sekolah. Kemudian pelajar diserahkan kepada pihak sekolah.

Petugas kemudian memeriksa situs dan menemukan situs porno yang disediakan pihak warnet. Pihak pengelola juga tidak dapat menunjukkan surat izin usaha warnet. Akibatnya, petugas langsung memutus koneksi internet warnet karena melanggar Peraturan Walikota (Perwal) Medan.

Kemudian petugas bergerak ke warnet Astro Boy Net di kawasan Jalan Bilal. Di lokasi ini, tim razia menemukan 3 pelajar SMA sedang bermain game online. Sama seperti warnet sebelumnya, pengelola warnet juga menyediakan situs porno dan tidak dapat menunjukkan surat izin usahanya, dan langsung diputus koneksi internetnya.

Kepala Dinas Kominfo Medan, Zulkifli menyebutkan, berdasarkan Peraturan Walikota (Perwal) Medan No 28/2011 tentang aturan usaha warnet, pengusaha warnet wajib memiliki izin, beroperasi sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB pada hari biasa dan boleh sampai pukul 02.00 WIB pada hari lubur.

“Pengelola warnet juga harus melarang pelajar menggunakan fasilitas warnet pada jam sekolah dan tidak boleh menyediakan situs porno,” kata Zulkifli.
Zulkifli juga mengatakan, tinggi bilik (kamar) penyekat warnet tidak boleh lebih dari 120 centimeter. Pengelola yang melanggar Perwal akan dijatuhi sanksi pencabutan usaha atau pencopotan koneksi internetnya.

Dari sekitar 850 warnet yang tersebar di 21 kecamatan di Kota Medan, hanya 20 persen saja yang memiliki izin, sisanya ilegal. (adl)

Akibat tak Puas

Heri Azhari (22) ditangkap polisi karena ketahuan mencuri di rumah Iskandar (70), di Jalan Bustaman, Percut Seituan, Selasa (13/3).
Pengakuan Heri Azhari  di Mapolsekta Percut Seituan, sebenarnyan Heri berniat pergi ke rumah temannya di Jalan Kolam Percut Seituan dengan mengendari sepeda motornya.

Saat menuju rumah temannya, Heri melihat rumah Iskandar sepi dan pintunya terbuka. Karena ada kesempatan, niat Heri untuk mencuri pun timbul. Heri pun masuk ke rumah Iskandar.

Saat berada di ruang tamu Heri menemukan dua handphone merek China di atas meja tamu. Spontan, Heri mengambil kedua handphone tersebut dan disimpan dalam saku celananya. Tak puas, Heri kemudian masuk ke dalam kamar. Sial, Iskandar mempergokinya. Heri pun langsung kabur. Tapi, Iskandar teriak. Warga yang mendengar teriakan Iskandar langsung menangkap Heri dan menjadi bulan-bulan warga. Warga kemudian melaporkan kejadian itu ke Mapolsekta Percut Seituan.

Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan AKP Faidir Chan mengaku pelaku sudah diamankan. (gus)

Tuntut Janji Muspida Bangun Masjid

Ormas Islam Kembali Demo Emerald Garden

MEDAN-Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Ormas  Islam kembali mendatangi Hotel Emerlad Garden, di Jalan KL Yos Sudarso Medan, Jumat (16/3) siang.

Massa kembali menuntut Masjid Al-Ikhlas di Jalan Timor yang dijanjikan oleh muspida plus segera dibangun kembali.

Massa tampak meluapkan kekesalannya atas aksi pihak kepolisian yang dianggap represif pada aksi sebelumnya. Massa sempat memaksa masuk ke dalam hotel dengan mempersiapkan anggota laskar dan barisan mahasiswa. Namun hal tersebut kembali di hadang aparat kepolisian yang berjaga.
Murwinto, koordinator aksi kepada Sumut Pos mengatakan jika mereka akan terus melakukan aksi dengan jumlah massa yang lebih besar hingga tuntutan mereka di dengarkan oleh pihak pengembang.

Dirinya juga meminta agar petugas kepolisian yang berjaga menghadirkan pihak perwakilan hotel guna membicarakan langkah yang akan di ambil untuk menyelesaikan konflik yang terjadi.

Tak mendapat tanggapan dari pihak hotel massa kemudian membubarkan diri sekitar pukul 15.30 WIB dan berjanji akan kembali mendatangi hotel dengan jumlah massa yang lebih besar.

Dari pantauan Sumut Pos di sekitar lokasi aksi mendapat pengawalan puluhan petugas kepolisian yang berjaga di depan hotel. Tampak pula 1 unit mobil water cannon yang di persiapkan guna mengantisipasi terjadinya kerusuhan.

Indra Suheri, orator aksi menyatakan aksi akan terus berlanjut hingga tuntutan mereka di dengarkan. “Kami tak akan lelah hingga tuntutan kami didengarkan,” teriaknya.

Dirinya juga mengatakan seharusnya pemerintah mengambil sikap untuk mengembalikan Masjid Al-Ikhlas dengan mendirikan kembali, jangan pemerintah ingkari janji lagi terhadap Umat Islam.

“Jangan kami dibohongi, seharusnya pemerintah secepatnya membangunan Masjid Al-Ikhlas, sehingga Umat Islam tidak menunggu realisasi tersebut,” ungkapnya.

Untuk pembangunan Masjid Al-Ikhlas, Suheri menegaskan kepada pemerintah untuk menepati janji dalam pertemuan muspida plus yang dilaksanakan di Hotel Madani.

“Kami meminta janji muspida plus untuk membangunan Masjid Al-Ikhlas, sudah cukup Umat Islam menerima janji tanpa ada realisasinya,” ungkapnya.(gus)

Kawanan Pencuri Gasak Indomaret

MEDAN-Kawanan pencuri menyatroni  Indomaret di Jalan William Iskandar Medan, Jumat (16/3) pagi. Akibatnya, pengusaha mengalami kerugian Rp10 juta lebih.

Informasi yang dihimpun, saat kejadian toko sedang tertutup. Pelaku diduga lebih dua orang mem buka gembok rolling door secara paksa. Kemudian kawanan pencuri memecahkan kaca pintu.

Kawanan pencuri dengan leluasa menjarah barang dagang  seperti rokok, kosmetik, susu. Kejadian itu pertama kali diketahui oleh karyawati toko yang hendak membuka toko. Melihat pintu sudah terbuka dan pintu kaca  pecah penjaga toko melaporkan kepada pihak manajemen M Tiar Arif.
Selanjutnya Tiar melaporkan kejadian itu ke Mapolsekta Percut Seituan. Polisi langsung melakukan pengecekan ke lokasi kejadian.

Kanit Reskrim Polsekta Percut Seituan, AKP Faidir Chan saat dikonfirmasi mengaku, sudah melakukan pengecekan, namun pihak toko tidak membuat laporan. (gus)

Shodo Kian Diminati

MEDAN-Shodo atau seni kaligrafi Jepang kian digemari di Medan, khususnya oleh kalangan muda. Hal ini merujuk pada pertumbuhan minat masyarakat Indonesia yang berkembang sejalan dengan minat belajar bahasa dan budaya Jepang.

Konjen Jepang di Medan, Yuji Hamada menuturkan, dewasa ini semakin banyak yang tertarik dengan kaligrafi Jepang.
“Trend pertumbuhan seperti ini memberikan semangat bagi kami untuk mengadakan pertukaran budaya seperti kaligrafi Jepang ini,” ungkapnya pada workshop Kaligrafi Jepang yang di gelar di Fakultas Ilmu Budaya USU, Jumat (16/5).

Ia juga mengatakan, di Jepang seni menulis indah juga sangat digemari bahkan menjadi satu budaya yang mempunyai peranan cukup besar. “Kaligrafi Jepang biasanya digunakan untuk hiasan dinding dan ada juga kata-kata mutiara yang ditulis dengan kaligrafi,” tambah Yuji.
Menurutnya, tata cara penulisan kaligrafi Jepang dengan huruf Jepang biasa jauh berbeda. “Perbedaaan itu terutama terletak pada tiap goresannya yang juga harus menggunakan kuas dan di kertas khusus,” ujar Yuji lagi.

Workshop yang diikuti 40 mahasiswa USU ini langsung diasuh oleh master kaligrafi Jepang yakni Meguro Masao. Selain kegiatan ini, hari ini (17/6) juga akan diadakan workhsop Kendo yang juga akan disampaikan oleh Meguro Masao.

Sebelumnya, Dekan Fakultas Ilmu Budaya USU Syahron Lubis mengatakan dengan banyaknya mahasiswa USU yang belajar kaligrafi Jepang, membuktikan minat untuk belajar budaya Jepang semakin meningkat.

“USU sendiri saat ini memiliki dua program studi Kejepangan yakni Prodi S-1 Sastra Jepang dan D-3 Bahasa Jepang,” katanya.
“Sejak didirikannya Prodi Bahasa Jepang pada 1980, banyak acara pengenalan budaya Jepang di gelar di USU. Dengan adanya workshop ini diharapkan hubungan Indonesia dengan Jepang kedepannya dapat semakin erat,” tutur Syahron.

Sementara Meguro Masao sendiri dalam paparannya menjelaskan, belajar kaligrafi Jepang tidak sulit asalkan dilaksanakan dengan serius dan berkesinambungan. Artinya kaligrafi merupakan pembelajaran seumur hidup, karena dituntut untuk terus belajar dan yang utama adalah memahami filosofinya.

“Kaligrafi mengutamakan keindahan dan kelembutan. Bagi pecinta kaligrafi harus benar-benar memahami filosofinya yang mengutamakan keindahan dan kelembutan,” ungkap pria pemegang gelar Kyoushi DAN-7 Kendo ini.(saz)

Wadah Pemberdayaan Wanita Muslimah

Lebih Dekat dengan Salimah Sumut

Perempuan mempunyai peranan penting bagi kemajuan bangsa untuk melahirkan generasi penerus yang memiliki iman dan taqwa. Sebagai wadah dalam memberdayakan perempuan sehingga dapat berperan optimal ditengah keluarga dan masyarakat, maka dibentuklah Organisasi Salimah (Persaudaraan Muslimah) Sumut.

“Salimah merupakan organisasi masyarakat yang mempunyai peranan penting dalam memajukan wanita-wanita muslimah. Selain itu meningkatkan kualitas anak-anak, perempuan yang keberadaannya sering termarginalkan,” kata Hj. Sri Prafanti, ST Ketua Umum Salimah Sumut.

Menurutnya, Salimah Sumut yang dibentuk pada 2002 lalu memiliki peran bagaimana menciptakan wanita-wanita muslimah yang kreatif dan berkualitas. Sekretariat Salimah Sumut sendiri berada di Jalan Setia Budi No.24 C Medan. “Banyak masalah-masalah perempuan yang saat ini dihadapi seperti kasus kekerasan dalam rumah tangga dan sebagainya. Kita tidak ingin hal ini terus terjadi,” katanya lagi.

Selain itu, tambahnya, Salimah Sumut  ingin para wanita muslimah khususnya di Sumut lebih memiliki skill dan mengikuti perkembangan informasi yang berkembang pesat. “Kita ingin memberdayakan ibu-ibu rumah tangga dan saling sharing ilmu mengenai pendidikan agama dan bagaimana menjadi istri sholihah,” terangnya.

Dalam setiap kegiatan, Salimah Sumut melakukan pemberdayaan ekonomi keluarga. Bahkan membentuk Koperasi Syariah dan Pelatihan Kewirausahaan bagi para wanita muslimah. “Dengan dibentuknya koperasi ini, kita harapkan para ibu-ibu juga lebih memiliki peranan dan membantu ekonomi dalam keluarga. Disini, para wanita muslimah juga bisa mengkonsultasikan pernikahan serta kesehatan lingkungannya, karena anggota Salimah Sumut terdiri dari berbagai macam profesi seperti majelis taklim, akademisi, praktisi dan lainnya,” ucapnya.

Dalam waktu dekat, Salimah Sumut akan mengadakan kegiatan konsolidasi pengurus internal. “Nantinya bulan April ini, kita adakan kegiatan konsolidasi internal yang didalamnya membahas mengenai intelensia anak-anak, ilmu agama dann banyak lagi. Anggota Salimah Sumut juga sudah banyak mencapai ribuan. Untuk menjadi anggotanya syarat utama harus wanita muslimah,” ungkapnya.

Harapnnya, dengan adanya Salimah Sumut, akan lebih bermanfaat terhadap masyarakat dan keluarga. “Setiap bulannya kita mengadakan pertemuan dan pelatihan untuk menjalin silaturrahmi antar sesama anggota dan pengurus didalamnya. Kita juga bekerjasama dengan instansi lainnya agar setiap kegiatan berjalan dengan baik sesuai syariah Islam,” bebernya. (mag-11)

High Fighting Spirit

Chelsea vs Napoli 

LONDON- Di bawah arahan Roberto Di Matteo, Chelsea kembali mempertontonkan cara memainkan fighting spirit dalam sebuah pertandingan. Bak cerita perang, Matteo sukses meracik strategi jitu kala menjungkalkan kedigdayaan Napoli.

Bagaimana tak digdaya, Napoli datang ke Stamford Bridge dengan selisih agregat dua gol karena mampu melibas Chelsea 3-1 di San Paolo pada leg pertama perempat final Liga Champion. Hasil itu membuat kursi Andre Villas Boas makin panas hingga akhirnya lengser.

Sang suksesor yang ditunjuk Roman Abramovich adalah sang asisten, Roberto Di Matteo. Pilihan itu sekaligus mengubah persepsi media Inggris, yang menyebutkan calon pengganti AvB pasti pelatih nama besar. Dan kini, Abramovich tampaknya bisa kembali senyum-senyum karena pilihannya terhadap Matteo bisa dibilang sukses.

Menangi tiga laga pasca lengsernya AvB, Matteo menang tiga kali. Pertama di ajang FA Cup, lalu liga, dan Champion. Tahapan berat yang dilaluinya dengan manis. Ya meskipun Matteo masih memikirkan laga awal pekan depan ketika mereka harus melawat ke markas Manchester City.

“Hasil yang kami raih adalah buah kerjas keras yang luar biasa. Skuad bermain fantastis,” kata Matteo di ITV. “Saya pikir kami telah menciptakan sejarah, karena kami ada dalam posisi yang luar biasa sulit sebelum game dimulai,” tambah Orang Italia itu.

Hasil itu juga menjelaskan kepada fans Chelsea bahwa dia mampu menggabungkan pemain senior dengan pemain muda. “Penampilan dari seluruh tim ini sungguh luar biasa. Bukan cuma pemain-pemain senior, tapi penampilan secara kolektif seluruh tim,” sahut Di Matteo di Football Italia.
Di pasang sebagai starter, beberapa pemain senior Chelsea memang tampil apik di sepanjang pertandingan. Didier Drogba, Frank Lampard dan John Terry bahkan ikut mencetak gol.

“Pemain-pemain senior menunjukkan pengalamannya di atas lapangan, karena mereka terbiasa memainkan laga seperti ini. David Luiz sampai tak bisa berjalan di akhir laga dan John Terry mengalami kejang di malam yang luar biasa ini,” lanjut Matteo seolah menggambarkan betapa sengitnya pertandingan itu.

Well, jalannya pertandingan itu memang seru. 15 menit pertama, Chelsea yang tertekan karena harus menang minimal 2-0, tampak bingung harus mulai dari mana. Di saat begitu, pasukan Walter Mazzari sukses meneror pertahanan Chelsea. Berulang kali gawang Peter Cech diserang tapi masih aman. Hingga pada akhirnya Chelsea bisa mencetak angka lebih dulu pada menit 28, lewat tandukan Didier Drogba memanfaatkan umpan silang  Ramires. Skor itu bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, Terry menambah gol lewat tandukan hanya tiga menit babak kedua berjalan. Agregat jadi 3-3 tapi jika skor berakhir demikian, maka yang lolos adalah Chelsea karena lebih agresif di kandang. Tak lama memikirkan itu, Inler mencetak gol indah bagi Napoli tujuh menit berselang. Dengan demikian Napoli yang kembali unggul agregat.

Beruntung pada menit 75 wasit asal Jerman Felix Brych yang memimpin laga menunjuk titik putih karena menganggap Andrea Dossena hands ball. Lampard mengambil ekskusi penalti dan gol untuk keunggulan 3-1. 90 menit tak terasa dengan agregat sama kuat 4-4. Perpanjangan waktu diwajibkan. Pada menit 105, Ivanovic jadi pahlawan dengan golnya memanfaatkan umpan datar Drogba. Skor jadi 4-1 plus agregat 5-4 untuk keunggulan tim asal London Barat itu bertahan hingga laga benar-benar usai.

“Tentu saja hasil ini kekecewaan besar bagi kami. Terutama melihat bagaimana kami harus tersingkir. Tapi kami memang harus membayar kurangnya pengalaman di pentas ini. Pun begitu, saya senang dengan performa tim secara keseluruhan,” beber Arsitek Napoli Walter Mazzari di situs resmi Uefa. (ful/bbs)

Ngisap Ganja Dekat Kanal Jalan STM Ujung-Jalan Suka Agung

08126012xxx

Kepada Yth Bapak Kapolresta Medan tolong ditertibkan anak muda di Jalan STM Ujung Suka Agung dekat kanal karena sering mengisap ganja dan minum minuman keras. Kami warga cukup resah Pak, mohon perhatian Bapak Kapolresta Medan, terima kasih.

Kami Teruskan

Terima kasih, informasi ini akan kami teruskan ke Kapolres dan Kapolsek terkait agar segera ditindaklanjuti dan diantisipasi.

Kombes Pol Raden Heru Prakoso
Kabid Humas Polda Sumut

Tindak Tegas Tanpa Tebang Pilih

Kepolisian harus aktif merespon laporan warga untuk segera melakukan penyelidikan. Seperti yang kita ketahui, bangsa ini tengah diancam bahaya penyalahgunaan narkoba di tengah-tengah masyarakat. Khususnya terhadap generasi muda yang merupakan cikal bakal pemimpin bangsa ini di masa depan. Untuk itu polisi harus bertindak tegas tanpa pandang bulu mengungkap keberadaan jaringan pengedar di tengah-tengah masyarakat. Juga menindak bila ada anggotanya yang terlibat.

Begitu pun masyarakat juga dituntut peran aktifnya dalam memberantas peredaran narkoba ini dengan memberikan laporan-laporan yang akurat. Hal ini akan sangat membantu kinerja kepolisian yang juga kekurangan dalam jumlah anggota.

Aripay Tambunan
Anggota Komisi A DPRD Medan

Kapan Penjaga Sekolah Honorer Didata?

085362133xxx

Kepada Bapak Wali Kota Medan Drs H Raudman Harahap, kapan Pak ada kesempatan penjaga sekolah negeri yang honorer didata agar bisa diangkat menjadi PNS? Mohon kali Pak Wali Kota Medan.

Belum Ada Keputusan

Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari semua sektor hingga hari ini belum ada keputusan. Termasuk untuk penjaga sekolah. Terima kasih atas apresiasinya.

H Rajab Lubis
Kadis Pendidikan Kota Medan