Home Blog Page 13825

Tak Digaji, Makan Dijatah dan Dilarang Bergaul

PRT Diperbudak Selama 25 Tahun

Sri Purwati alias Purowati alias Butet (30), warga Jalan Brigjen Katamso Gang Datuk, yang berprofesi sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) mengalami perbudakan selama lebih kurang 25 tahun oleh majikannya.

Karena tidak tahan lagi mengalami siksaan sejak usia 9 tahun, akhirnya Sri mengadu ke Mapolsekta Medan Kota. Pengaduan itu dilakukannya usai dirinya berhasil menyelamatkan diri  dari kediaman majikannya yang berinisial PRS, sekira pukul 19.00 WIB dengan didampingi kepling setempat 8 Februari 2012 lalu.

Menurut Sri, selama dirinya bekerja dengan majikannya itu tidak pernah sekalipun mendapatkan upah kerja. Selain itu,  Sri juga sering mendapat perlakuan kasar dan penganiayaan. Untuk makan saja, Sri diberi jatah, serta dilarang bergaul.

Tidak hanya sampai di situ saja, perilaku yang juga tidak terpuji dilakukan oleh majikannya, dengan cara mengubah identitas Sri secara keseluruhan. Ini dibuktikan dari Kartu Keluarga (KK) yang dibuat oleh keluarga majikannya.

Ketika ditemui temui wartawan di Penang Corner, Jalan Dr Mansyur Medan, Selasa (13/3), Sri mengaku rindu pada keluarganya.
“Saya mau ketemu keluarga ayah dan adik. Saya mau dia (majikan) dihukum ringan tapi saya minta ganti rugi,” ungkap Sri.

Koordinator Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Sumut, Rina Sitompul SH yang mendampingi Sri mengemukakan,  kasus Sri Purwati alias Purowati alias Butet merupakan kasus perbudakan pertama kalinya yang terjadi di Sumut yang ditanganinya.
“Tidak menutup kemungkinan  masih ada dan banyak Sri-Sri lainnya di luar sana. Kita minta, agar aparat penegak hukum segera memproses kasus dengan tegas dan tuntas,” ucap Rina.

Ia menjelaskan, Sri menjadi dampingan P2TP2A sejak  10 Februari 2012 lalu, diantar oleh Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPID) Sumut. Sekarang, untuk sementara waktu Sri tinggal di rumah Aman milik lembaga di bawah naungan Biro Pemberdayaan Perempuan Sumut.
Dalam konteks UU Perlindungan Anak bisa berlaku surut, maka majikan Sri sudah melakukan pelanggaran UU tersebut.

“Kita berharap, agar aparat penagak hukum untuk tidak kecolongan dalam menentukan dan mengenakan pasal berlapis bagi pelaku. Selain KUHP, pelaku juga dikenakan UU KDRT karena kekerasan fisik, psikis, dan kekerasan ekonomi yang dialami korban selama ini,” terangnya.
Apa yang dialami Sri tersebut, kata Rina Sitompul, merupakan kekerasan dalam rumah tangga dan melanggar undang-undang tenaga kerja yang mengarah ke perbudakan.

“Ini pelanggaran HAM dan tidak berprikemanusiaan. Hak-hak Sri telah dirampas,” tegas Rina.(ari)

Diancam Bunuh Usai Cerai

Seorang pengusaha, Yasir (40) mengadukan mantan abang iparnya ke Mapoldasu, karena diancam mau dihabisi, Selasa (13/3) siang. Menurut Yasir yang ditemui di Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu Mapolda Sumut, usai membuat laporan, pengancaman itu berawal  usai dirinya melakukan ikrar talak di Pengadilan Agama Jalan SM Raja Medan dengan mantan istrinya, Selasa (13/3).

Dalam sidang itu diputuskan hakim Yasir harus memberi Rp21 juta kepada mantan istrinya Elvy Mahalli sebagai pembagian harta gono gini.
Nah, usai sidang  abang kandung Elvy Mahalli, Amru Mahalli dan Kasiful Mahalli menghadang Yasir di depan  pintu pengadilan. “Mereka tidak terima keputusan hakim, makanya habis sidang saya langsung dihadang mantan abang ipar saya Amru dan Kasiful. Mereka  meminta saya  membayar Rp638 juta sebagai harta gono gini hari ini (kemarin) juga. Inikan  sudah di luar keputusan pengadilan. Saya tidak terima,” ujar Yasir.

Karena didesak, Yasir mengaku  mengajak kedua mantan abang iparnya untuk membicarakan pembagian harta gono gini dengan pengacaranya, Wildan Areza.

Dalam pembicaraan itu, Wildan Areza menyarankan, bila tidak senang dengan keputusan tersebut,  Amru dan Kasiful membuat laporan di pelelangan negara.

“Amru dan Kasiful Mahalli merasa tidak senang dan mengusir pengacara saya dan  mereka berdua mengancam akan menghabisi saya jika saya tidak memberikan harta gono gini sesuai dengan permintaan mereka,” ucap Yasir.

Yasir kemudian mendatangi Mapolda Sumut untuk membuat pengaduan pengancaman atas dirinya, nomor  Laporan LP Nomor TBL/289/III/2012 SPKT II tanggal 13 maret 2012.

Didampingi 3 pengacaranya yakni Hasbih Sitorus SH, Johan Arifin SH dan Sariman SH, Yasir pun resmi melaporkan mantan abang iparnya tersebut.
“Ingat, sudah mantan. Jadi yang kami laporkan ini mantan abang ipar saya,” kata Yasir.

Hasbih Sitorus, pengacara Yasir mengatakan ancaman yang diterima kliennya tersebut telah melanggar hukum. Dia berharap kepada Kapoldasu untuk memerintahkan anggotanya agar cepat melakukan pemanggilan terhadap Amru dan Kasiful Mahalli.

“Polisi diharapkan secepatnya menindak lanjuti laporan ini dan mengambil  tindakan tegas. Jika tidak diselesaikan, saya atas nama kuasa hukum saudara Yasir akan mengadu ke Mabes Polri,”tegas Hasbih. (mag-5)

TRTB Bongkar Tower Telepon

MEDAN-Dinas TRTB Kota Medan membongkar tower  telepon seluler di Jalan Tembakau Deli, Kelurahan Kesawan, Medan Barat, Selasa (13/3) siang.
“Pembongkaran kita lakukan karena tower  tanpa SIMB. Di samping itu warga yang tinggal di sekitar tower keberatan dan melayangkan surat pengaduan ke Dinas TRTB karena takut kena radiasi,” kata Kabid Pemberdayaan dan Pemanfaatan Tata Ruang  Dinas TRTB, Ali Tohar, di lokasi pembongkaran.
Untuk melakukan pembongkaran terpaksa mendatangkan tiga teknisi. Pasalnya,  personel Dinas TRTB Medan gagal.

“Kita tidak memiliki tenaga ahli yang memiliki kemampuan dalam membongkar tower.  Karenanya, kita takut apabila salah membongkar justru akan mendatangkan bahaya. Tower sudah beroperasi dan mengandung arus listrik,” jelasnya.

Pantauan wartawan di lokasi, sebelum proses pembongkaran dilakukan, seorang teknisi langsung memanjat tiang listrik yang berada di depan rumah berlantai dua tempat tower berdiri dengan menggunakan tali. Kemudian, dia memutus aliran listrik yang tersambung ke tower.

Setelah itu, tim terpadu Dinas TRTB Medan diikuti para teknisi menuju lantai dua tempat tower berdiri. Dalam pembongkaran, Dinas TRTB tidak membongkar  tower maupun konstruksinya melainkan menurunkan seluruh kabel dan peralatannya saja.

Untuk mencegah  pemasangan  kabel dan peralatan pendukung tower kembali oleh, Dinas TRTB berjanji akan terus melakukan pengawasan.
“Jika tidak ada SIMB dan warga tetap keberatan, maka tower ini tidak bisa difungsikan kembali. Kita akan terus melakukan pengawasan,” tegasnya.(adl)

Mobil Terbalik Usai Menabrak Tiang Listrik

MEDAN-Mobil Suzuki Swift nomor plat B 1903 EFK yang dikendarai mahasiswa bernama Abdullah Voyer (24) terbalik di Jalan Setia Budi, Medan Sunggal, Selasa (13/3) pagi. Beruntung, warga Jalan Bunga Cempaka, Medan Sunggal itu hanya menderita luka ringan.

Informasi yang dihimpun, mobil tersebut melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Jalan Ring Road menuju Jalan Setia Budi. Mendekati simpang empat Jalan Setia Budi dan Dr Mansyur, persis di depan Warung Annisa, tiba-tiba ban mobil naik ke median jalan hingga mobil terbalik menabrak tiang lampu dan pohon. Akibatnya, tiang listrik oleng dan pohon tumbang.

Petugas Lakalantas Polresta Medan, Aiptu Syahnan dan Aiptu Sianturi yang turun ke lokasi kejadian tak menemukan pengendara mobil. Sementara mobil dibiarkan terbalik. Selanjutnya, mobil diderek ke gudang di Jalan Kayu Putih.

Menurut Aiptu Syahnan pengemudi mobil masih terbaring di rumahnya. Namun, seorang keluarga korban menyebutkan bahwa kondisi Abdullah Voyer hanya luka-luka ringan saja. Pengakuan Ansari (38), petugas Dinas Pertamanan Rayon Medan Selayang di dalam mobil korban bersama dengan seorang temannya.

Ansari menuturkan, saat dirinya mendekati pengemudi mobil, dari mulutnya tercium aroma bau tak sedap. “Yang saya cium bau aroma minuman keras dan mungkin mereka habis meminum-minuman keras dan mungkin mereka mau pulang. Saya lihat mimik wajah mereka seperti ketakutan dan taruma. Temannya itu cewek,” jelasnya. (jon/gus)

Medan Sunggal Juara Umum MTQ ke-45 Kota Medan 2012

MEDAN-Kecamatan Medan Sunggal keluar sebagai juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-45 Kota Medan tahun 2012, yang berlangsung selama delapan hari di Jalan Amal Lingkungan III, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal.

Keberhasilan ini diraih setelah qari dan qariahnya berhasil memperoleh 93 poin. Sedangkan  juara kedua diraih Kecamatan Medan Polonia dengan 73 poin dan Kecamatan Medan Helvetia sebagai  juara ketiga dengan perolehan  22 poin.

Sementara itu Kecamatan Medan Timur  menempati posisi keempat dengan 17 poin dan Kecamatan Medan Kota di tempat kelima dengan raihan 15 poin. Selanjutnya Kecamatan Medan Johor ditetapkan sebagai tuan rumah penyelenggaraan MTQ ke-46 Kota Medan tahun 2013.
Acara penutupan yang dihadiri sekitar 10 ribu pengunjung  ditutup langsung Wali Kota Medan Rahudman Harahap.

Dalam sambutannya, Rahudman berharap pelaksanaan MTQ ke-45 tingkat Kota Medan bisa meninggalkan bekas dan pengaruh yang positif bagi pembinaan karakter masyarakat yang tercermin dari meningkatnya pemahaman dan pengamalan nilai-nilai universal yang terkandung dalam Al Quran.
Pemenang MTQ ke-45 Kota Medan diantaranya adalah Cabang Mujawwad golongan anak-anak (putra) juara I, II dan III, Muhammad Yandri (Medan Sunggal), Zainur Anwar (Medan Labuhan), Abdur Rahim Harahap (Medan Perjuangan). Golongan Putri, Ayu Ratika Putri (Medan Marelan), Silvia Hartanti (Medan Deli), Fathima Muthiah (Medan Kota).

Remaja Putra, juara I, II dan III M Andiko Ananta (Medan Sunggal), Muhammad Alfi Syahri (Medan Perjuangan), dan Hadi Gunawan Tanjung (Medan Johor). Golongan remaja putri Arsi Zahiri (Medan Perjuangan), Sri Wahyuningsih (Medan Sunggal), Imeldawaty Harahap (Medan Helvetia).(adl)

Pengusaha Iklan Bersedia Reklame di Trotoar Dibongkar

MEDAN-Perusahaan periklanan mengapresiasi kebijakan Pemko Medan membongkar papan reklame, yang sudah berakhir masa berlakunya di atas trotoar.
“Kita setuju untuk dibongkar, kalau papan reklame itu berdiri 100 persen di atas trotoar jalan. Sebab itu memang mengganggu pejalan kaki. Tapi kalau papan reklame hanya berdiri di atas 30 hingga 40 persen di trotoar saya kira itu tidak masalah,” kata Direktur PT Star Indonesia, Iskandar, Selasa (13/3).
Dikatakannya, papan reklame harus berdiri di atas trotoar karena di Kota Medan tidak memiliki tempat untuk mendirikan papan reklame. “Trotoar itu kan lebarnya ada satu meter setengah, kalau dipakai setengah meter tentu  tidak akan mengganggu pengguna jalan,” terang Iskandar.

Iskandar menilai, kalaupun papan reklame di tengah trotoar dibongkar jangan hanya papan reklame yang berdiri di trotoar jalan protokol, tapi keseluruhan.

“Kalau memang mau dibongkar jangan setengah-setengah hanya di jalan protokol tapi keseluruhannya kalau memang itu tujuannya untuk kenyamanan pejalan kaki. Ini kan yang mau dibongkar hanya di jalan protokol saja,” papar Iskandar.(adl)

Nias yang Mandiri dan Sejahtera

Kesatuan Mahasiswa Nias (KMN) Komisariat Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia (UPMI) gelar seminar bertema “Grand Design Pembangunan Kepulauan Nias Menuju Kepulauan Nias yang Mandiri dan Sejahtera” di Hotel Grand Antares Medan Sabtu, (10/3) kemarin.

Seminar yang di gelar Kesatuan Mahasiswa Nias (KMN) Komisariat Universitas Pembinaan Indonesia (UPMI) dalam rangka membuka wacana percepatan pembangunan hingga rencana pembentukan Provinsi Nias. Turut hadir dalam seminar H Al Umry SH MHum (Dekan Fakultas Hukum UPMI) mewakili Rektor UPMI, Fatibaso Mendrofa, Sekhili Lasa SH (Penasehat KMN kom-UPMI), Zaman Karya Mendrofa (Pembina KMN kom-UPMI) yang juga mewakili Dirut PDAM Tirtanadi dan Fasa”aro Zalukhu (BPH KMN kom-UPMI), seluruh mahasiswa NIAS dan perwakilan KMN dari Universitas Darma Agung, STMIK Budi Darma dan Lembaga Swadaya Masayarakat dengan nara sumber H Ahmad Nasir Hia SH MHum (Dosen Fakultas Hukum UPMI), Dr H Didin Muhafidin MSi (Ketua PPs Ilmu Administrasi UPMI), Drs Sukawafi Zalukhu MM (Asisten I Pemkab. Nias Utara), Faduhusi Daely SPd (Kepala Inspektorat Pemkab. Nias Selatan) dan Ir Agustinus Zega (Kepala Bappeda Pemko Nias).

Dalam sambutan Dekan Fakultas Hukum UPMI H Al Umry SH MHum yang mewakili Rektor UPMI mengatakan pentingnya mempererat kembali rasa kebersamaan dari seluruh mahasiswa UPMI yang ada di Kota Medan dari berbagai Universitas dibawah wadah Kesatuan Mahasiswa Nias (KMN) yang dipelopori Komisariat KMN UPMI demi percepatan pembangunan Kepulauan Nias dengan Sumber Daya Alam (SDA) yang memiliki potensi dan hasil pertanian sebagai sektor yang berpengaruh,” katanya.

Dalam orasinya Dr H Didin Muhafidin MSi  menyampaikan perlu adanya strategi dalam meningkatkan partisipasi masyarakat menuju pembangunan daerah dalam hal kebijakan pemerintah harus berorientasi utama pada kondisi nyata yang ada di daerah berdasarkan pengamatan dan peran Dewan Perwakilan Daerah sangat penting dalam menunjang percepatan pembangunan,” Katanya.

Narasumber lain H Ahmad Nasir Hia SH MHum mengatakan dalam rangka mewujudkan masyarakat madani dan Good Governance sebagai paradigma dan sistem penyelenggaraan pemerintah daerah dan pembangunan kepulauan Nias perlu diterapkan prinsip pemberdayaan, pelayanan, transparansi, partisipasi, kemitraan, konsistensi kebijaksanaan dan kepastian hukum,” ungkapnya.

Kepala Inspektorat Pemkab Nias Selatan Faduhusi Daely SPd mewakili Bupati Nias Selatan mengatakan sektor pariwisata bahari  perlu dikembangkan dan dilestarikan sebagai objek wisata bagi wisatawan asing dan pembangunan ekonomi dengan potensi sumber daya alam  harus dipandang sebagai satu kesatuan pada Kepulauan Nias,” katanya. (*)

Kembalikan Kejayaan Sepak bola Indonesia

Indra Sakti Harahap Institute Gelar Seminar Pembinaan Pemain Sepak Bola Usia Dini

Sebagai wujud kepedulian terhadap pembinaan sepak bola, Indra Sakti Harahap Institut (ISHI) bekerjasama dengan Asosiasi Sekolah Sepak bola Indonesia (ASSBI) Sumut, Forum Komunikasi Pelatih Sepak Bola Sumatera Utara (FKPSBSU) dan PT Revell Indonesia menggelar Seminar Pembinaan Pemain Sepak bola Usia Dini di Hotel Royal Perintis, Sabtu (10/3).

SEMINAR sepak bola ini dibuka pimpinan ISHI yang juga Pembina SSB Cikal Garuda dan Ketua ICMI Kota Medan, Indra Sakti Harahap ST MSi. Pembicara dalam seminar ini yakni praktisi kesehatan olahraga dari KONI Jawa Barat dr Chandra W MKes, Mantan Sekretaris Persitas Padang Sidempuan yang juga Ketua Yayasan Prestasi Lansia Sumut H Sanggup Purba, Ketua FKPSBSU Legirin, Pengurus ASSBI Sumut Jhoni Rakasiwi.

Indra Sakti Harahap ST MSi mengemukakan, pembinaan pemain sepak bola usia muda berusia 12 tahun melalui SSB diharapkan mampu menjadikan pemain kawakan yang berprestasi di tingkat regional, nasional dan internasional.

‘’Karenanya ISHI bekerjasama dengan pengurus dan pelatih sepak bola menggelar seminar untuk mengantar adik-adik yang berlatih di SSB menjadi pemain internasional,’’ kata Indra Sakti yang juga Kepala Badan Riset Ketahanan Nasional (BRKN) Sumut tersebut.

Tokoh muda asal Langkat kelahiran 1 Oktober 1970 ini menggambarkan Indonesia dengan jumlah penduduk sebanyak 250 juta jiwa belum memiliki kesebelasan yang berprestasi di kancah internasional. ‘’Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua terutama dalam menghasilkan pemain sepak bola berkualitas dari Sumut. Sekolah sepak bola akan menerapkan kurikulum sehingga anak-anak SSB memiliki kelebihan. Konsumsi gizi pemain sepak bola harus mencukupi dan terukur,’’ katanya.

Mahasiswa Program Doktoral Universitas Sumatera Utara (USU) ini yakin menjadi pemain dan pelatih sepak bola menjanjikan dari segi kesejahteraan. ‘
‘Seminar dan dialog pembinaan sepak bola ini diharapkan tak terhenti sekali ini aja karena olahraga ini begitu memasyarakat dan menjadi karir sepak bola yang tidak lagi disepelekan kalau dibangun dengan baik. Ada pelatih yang melatih 8 bulan, dapat Rp178 Miliar yang melebihi pensiun presiden atau gubernur,’’ katanya.

dr Chandra, dokter kesehatan KONI Jabar mengungkapkan dalam meningkatkan kualitas pemain sepak bola juga harus memperhatikan asupan mineral, vitamin dan gizi. Sebab, lanjut dia, tanpa dukungan mineral, vitamin dan gizi justru membuat gangguan pada tubuh atlet tersebut. Ia menyebut keberadaan mineral seperti Natrium, Kalium, Chlorida, Besi, Calsium dan Zink serta vitamin Thiamin, riboflavin, antioxidants A, C, E, B12 dan D sangat dibutuhkan tubuh.

‘’Nutrisi yang baik untuk meningkatkan kinerja, mengurangi risiko cedera.. Nutrisi tidak baik menyebabkan berat badan turun, kekuatan berkurang, lesu, linu, infeksi pernafasan dan performance turun. Vitamin dan mineral memberikan atlet energi ekstra yang dibutuhkan saat bertanding,’’ jelas Chandra.
Sedangkan Mantan Sekretaris Persitas Padang Sidimpuan yang juga Ketua Yayasan Prestasi Lansia Sumut H Sanggup Purba berbagi pengalaman pembinaan sepak bola di kota salak. ‘’Persitas semasa dipimpin Bupati Tapanuli Selatan Nurdin Nasution, orangtua Pangkostrad Letjen AY Nasution, mampu berprestasi,” kenangnya. (*)

Sikap Demokrat Terhadap Kader yang Korup

Oleh:
Jonson BS Rajagukguk SSos SE MAP

Kader partai Demokrat menjadi berita utama semua media massa beberapa hari belakangan ini. Kesaksian Mindo Rosaline Manullang bukan hal yang mengejutkan kita semua. Sejak awal masyarakat sebenarnya sudah tahu siapa dalang dibalik semua persoalan kasus korupsi pembangunan Wisma Atlet SEA Games Hambalang di Sumatera Selatan. Ini hanya menguatkan dan mengatakan kepada kita bahwa banyak kader partai Demokrat yang terlibat dalam kasus korupsi di Wsima Atlet Palembang tersebut, proyek PLN, dan masih banyak yang belum terdeteksi lagi.

Bahkan kita mendengar istilah ketua besar, bos besar, apel malang yang merupakan kata sandi tingkat tinggi untuk mengatur proyek yang ada di Departemen dan instansi negara lainnya untuk mengeruk uang negara secara kasar. Kita tidak tahu, apa motif penggasakan uang negara dengan cara permainan yang sangat rapi ini. Kita hanya berasumsi, korupsi lahir dari praktik penggunaan kekuasaan yang salah. Korupsi lahir karena kekuasaan mendukung, dan partai Demokrat membutuhkan amunisi menghadapi pemilu 2014 yang semakin dekat.

Hanya saja, apakah dengan alasan menggunakan dana menghadapi Pemilu 2014 Partai Demokrat harus kehilangan ruh dan fungsi utamanya sebagai parpol pemenang pemilu yang dimenangkan oleh suara rakyat secara langsung? Idealnya, sebagai parpol yang dipercaya rakyat dalam pemilu secara langsung, Demokrat perlu memberikan pendidikan politik yang baik kepada rakyat demi terbangunnya pondasi politik yang punya basis nilai dan ideologi di negara ini. Ini tidak, Demokrat justru mendorong secara tidak langsung kepada kader parpol untuk mencari amunisi dan gizi politik menghadapi Pemilu 2014. Adanya sokongan kekuasaan membuat banyak kader partai politik dari Demokrat melakukan berbagai manuver yang sangat licin untuk memuluskan proyek kepada para koleganya yang bisa diajakan untuk kompromi. Sekalipun petinggi partai Demokrat selalu menyangkal hal ini.

Keterlibatan kadernya dalam proyek bermasalah merupakan bukti bahwa Partai Demokrat gagal mengemban amanah untuk memberantas korupsi. Masyarakat pun tahu persis, tidak mungkin kadernya senekat itu jika tidak mendapat sokongan kekuasaan, ketiban kadernya sial dan terperangkap hukum partai lepas tangan dengan berpura-pura memproses kadernya melalui sandiwara hukum. Sandiwara yang hanya menjadi tontonan rakyat sebagai akrobat politik yang sangat tidak mendidik, sangat tidak elegan, membuat rakyat hanya menghela nafas melihat politisi di negara kita yang tidak punya cita-cita, nilai, dan ideologi sedikit pun.

Kondisi ini diketahui oleh rakyat, dan rakyat sudah sangat apatis sehingga mereka membenarkan itu sebagai hal yang wajar dalam dunia politik negara kita. Inilah yang sangat berbahaya ke depan. Apa jadinya sebuah negara jika apatisme masyarakat semakin tinggi? Semua kader parpol tentu harus punya visi yang sama, demokrasi adalah persoalan bagaimana menegakkan kedaulatan rakyat dengan cara mensejahterakan rakyat sebagai amanat UUD 1945.
Tontonan politik yang tidak mendidik ini pun menjadi potensi ancaman bagi hibrida demokrasi di negara ini. Konsep politik menjadi kabur karena tidak punya muatan pendidikan politik yang bagus bagi rakyat. Berbicara politik di negara kita di tingkat masyarakat awam berarti berbicara mengenai manipulasi, ketidakjujuran, saling sikut, uang masuk, saling sikut, saling tekel, semuanya bermuara pada makna yang super negatif.

Di mata masyarakat politik selalu memakan korban dan penuh dengan jurus kotor yang penting tujuannya bisa tercapai. Apakah politik memang seperti itu?

Sudah terlalu lelah kita menjelaskan bahwa politik itu tidak kotor, politik bukan arena tipu menipu, dan politik bukan sarana untuk melakukan tindakan manipulasi. Politik dan politisi harus dibedakan dengan jelas.

Politik secara konsep bukan untuk menipu dan koruptor. Memang watak koruptif politisi kita sangat kental, bahkan tidak pernah lepas dari isu korupsi. Masalah inilah yang dilihat masyarakat sehingga persepsi mengenai politik kembali menjadi salah. Politik secara konsep harus berakhir pada penciptaan keadilan dan kesejahteraan yang riil bagi rakyat. Politik bermuara pada bagaimana menciptakan sebuah tatanan yang bagus dan bernilai bagi rakyat. Maka politik adalah tempat para kaum moralis, dan inilah yang dikemukakan oleh Aristoteles ribuan tahun yang lalu.

Bagaimana seharusnya Partai Demokrat menghadapi kadernya yang banyak terlibat dalam korupsi kekuasaan? Mulai dari Mohammad Nazarudin, Angelina Sondakh, Mirwan Amir, dan masih banyak kader lainnya yang belum terdeteksi oleh publik.

Partai Demokrat sebagai parpol pemenang pemilu tentu harus bertindak tegas kepada kader yang melakukan korupsi melalui jualan kekuasaan sebagai partai penguasa. Inilah momentum yang paling tepat bagi Partai Demokrat kalau ingin masih dipilih oleh rakyat. Partai Demokrat tidak usah merasa malu memproses kadernya melalui hukum yang tegak. Menggiring kader yang bermasalah ke hukum tentu bukan mempermalukan diri sendiri.

Justru masyarakat akan semakin simpati kepada parpol pemenang pemilu ini. Masyarakat saat ini sudah muak dan prihatin melihat politisi kita yang kian lama makin tidak bermoral. Bicara mengenai kepentingan rakyat, rakyat terus dieksploitasi, kenyataannya mereka banyak yang terlibat kasus korupsi. Kader parpol banyak yang mengatur proyek di DPR. Proses legislasi anggaran dimanfaatkan untuk meluluskan apa yang menjadi proyek mereka. Mereka melakukan persekongkolan dengan pengusaha, eksekutif dalam meloloskan proyek melalui lobi dan suap. Uang dimuka kembali menjadi lagu lama dalam memuluskan niatan yang sarat dengan perilaku korup ini.

Seperti pepatah mengatakan, sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga. Berkat kerja keras pegiat antikorupsi, masyarakat, akademisi, LSM segala bentuk korupsi ini tercium oleh publik dan menjadi masalah nasional. Lucunya lagi, Partai Demokrat justru sibuk mempersiapkan agenda untuk perlindungan diri dengan manajemen penyangkalan yang dilakukan oleh mereka. Kader Partai Demokrat melakukan proteksi dengan berbagai dalil, tidak mendukung dan mendorong proses hukum agar kadernya di sidang melalui pengadilan. Padahal, sebagai partai pemenang pemilu yang dipercaya rakyat, Partai Demokrat harus di depan dalam misi pemberantasan korupsi.

Misi pemberantasan korupsi ini mulai hilang karena banyak kader parpol yang bermasalah. Kita tidak tahu, mengapa partai Demokrat yang dipercaya oleh rakyat justru melibatkan diri dalam berbagai kasus korupsi yang melanda negara ini. Apakah memang parpol tidak tahu kadernya banyak terlibat korupsi? Apakah kader seberani itu melakukan tindakan korup jika tidak didukung oleh kekuasaan? Logika yang paling sederhana adalah, tidak mungkin anggota berani macam-macam kalau tidak didukung oleh pimpinan.

Pimpinan yang tegas akan membuat anggotanya takut melakukan hal yang bertentangan dengan hukum. Semoga partai Demokrat mendorong proses hukum pada kadernya sebagai bagian dari pendidikan hukum dan politik di negeri ini, bahwa semua warga negara sama di depan hukum. Jika tidak, partai Demokrat bisa ditinggalkan oleh rakyat pada pemilu 2014. merebut hati rakyat bukan dengan iklan dan pencitraan, tetapi dengan kinerja dan prestasi yang berhubungan dengan kesejahteraan rakyat.(*)

Penulis adalahDosen STIE -STMIK IBBI Medan dan Direktur Eksekutif ELSANEK

Kemenangan Pertama

Inter Milan vs Marseille

MILAN- Kekalahan ditelan Inter Milan pada leg I babak 16 besar Liga Champions kontra Olympique Marseille. Nerazzurri pulang dari markas klub Prancis tersebut dengan kekalahan 0-1.

Tak ayal, kini Inter punya tugas membalikkan kedudukan tersebut saat ganti menjamu Marseille di partai leg II di Giuseppe Meazza, Rabu (14/3)  dinihari WIB, guna mengamankan tiket ke perempatfinal.

Padahal, saat ini Inter Milan tak punya catatan kandang yang cukup bagus. Dari lima laga kandang terakhir di Liga Champions, Reuters mencatat Javier Zanetti cs sudah empat kali menuai kekalahan. Padahal sebelum rentetan buruk itu, Inter melaju mantap dengan tujuh kemenangan kandang beruntun.
Musim ini saja, dari tiga laga kandang di fase grup Inter sudah dua kali kalah, yakni 0-1 dari Trabzonspor dan 1-2 dari CSKA Moskow.

Namun demikian, Inter tak lantas pesimistis. Berharap dukungan dari Internisti di Meazza, seluruh punggawa Inter  Milan yakin lolos ke babak delapan besar.

“Kami yakin bisa membalikkan kedudukan. Kami bermain sangat baik di leg I dan tak pantas kalah. Kami yakin kami bisa menang dengan bantuan suporter kami,” tegas Diego Milito, striker Inter Milan di situs resmi Inter.

Sah-sah saja jika Milito memiliki optimisme yang membuncah seperti itu. Pasalnya, dua hari lalu  La Benneamata meraih kemenangan pertama mereka dalam sepuluh laga terakhir saat menghadapi saat menghadapi Chievo di Verona.

Performa Javier Zanneti dkk memang sedang angin-anginan sepeninggal Jose Mourinho. Di tangan pelatih Claudio Ranieri rapor Inter bisa dianggap merah. Bagaimana tidak, di kompetisi domestik mereka sudah kalah 11 kali dan tercecer di posisi 7 klasemen.

Nah, keadaan inilah yang  coba dimanfaatkan Marseille untuk merebut tiket babak perempat final. Terlebih Marseille, juga punya modal bagus. Mereka bertandang ke kota Milan dengan bekal kemenangan 1-0 di Stade Velodrome tiga minggu lalu. Pastinya mereka akan berusaha sekuat tenaga untuk bisa mempertahankan keunggulan itu, atau bahkan menambahnya selama 90 menit laga dini hari nanti.

Hanya saja, menghadapi Inter Milan di depan pendukung sendiri seharusnya bukan hal mudah bagi Marseille, meski dalam 16 laga terakhir mereka belum tersentuh kekalahan. Soalnya laga mungkin harus dijalani tanpa beberapa pemain pilar.

Sebut saja Mathieu Valbuena dan Alou Diarra yang didera kelelahan, atau Morgan Amalfitano dan Loic Remy yang juga berkutat dengan masalah fisik. Ada juga Andre Ayew yang baru pulih dari cedera bahu. Namun pemain-pemain ini memiliki peluang yang cukup untuk bisa tampil.
Ada pun Inter harus kehilangan Cristian Chivu karena skors, Andrea Ranocchia dan gelandang Ricardo Alvarez karena cedera.
Sebagai refrensi, sejauh ini Inter Milan dan Marseille telah bertemu sebanyak tiga kali. Dari ketiga pertemuan itu, seluruhnya dimenangkan oleh Marseille. Artinya, jika dini hari nanti Inter menundukkan Marseille, maka itu adalah kemenangan pertama mereka atas wakil dari Prancis tadi. (bbs/jpnn)