23 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 13827

Dituduh Mengancam, 10 Warga Diamankan Polisi

KARO- Dituduh melakukan pengancaman dengan senjata tajam di sekitar areal perusahaan PT Wampu Electric Power (WEP), sepuluh warga Desa Payung, Kecamatan Payung, diamankan polisi dari lokasi kejadian, Kamis (15/3). Informasi yang diperoleh Sumut Pos, kesepuluh orang yang diamankan yakni berinisial AK, MS, DG, MS, JP, RP, ROP, JK, ZK, RM.

Seorang warga mengatakan, mereka tidak pernah melakukan pengancaman. “Hanya saja, kami menguasai lahan dengan bercocok tanam di areal pembangunan PT WEP. Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes kepada perusahaan, yang hingga saat ini belum mengganti rugi tanah seluas 36 hektar yang diambil alih oleh PT WEP,” katanya.

Sementara Sukiman Kembaren (52), warga Desa Payung, Kecamatan Payung, yang mengaku sebagai ahli waris tanah tersebut mengatakan, PT WEP malah membayar ganti rugi kepada pihak lain yang bukan ahli waris. Perusahaan itu membayarkan uang kepada salah seorang warga, bernama Tammat Ginting. Padahal sebelumnya, Humas PT WEP, Waspada Sebayang, menjanjikan akan mengganti rugi tanah tersebut kepada ahli waris, namun hingga sampai saat ini terealisasi.

Sukiman menambahkan, bahwa pihaknya telah menyampaikan permasalahan tersebut ke DPRD Kabupaten Karo untuk memohon perlindungan keadilan atas penyerobotan tanah milik orang tua mereka yang dilakukan perusahaan PT WEP. Namun, belum ada titik  temu dengan PT WEP.

“Telah kami jelaskan kronologis duduk masalah yang dihadapi. Namun tidak sedikitpun mereka merasa iba melihat kami. Tetapi jika perusahaan PT WEP yang melakukan kesalahan, mereka diam saja,” katanya kesal.

Kasi Humas Polres Tanah Karo, AKP Sayuti Malik ketika dihubungi melalui telepon selularnya mengatakan, kesepuluh tersangka yang dituding melakukan pengancaman di sekitar lokasi perusahaan, masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Terkait kontroversi ganti rugi lahan, Kasi Humas belum mau merinci lebih lanjut, dan menyatakan menunggu hasil pengembangan kasus. (wan)

Kerja tak Maksimal, BBPOM Mengaku Minim SDM

MEDAN- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) berdalih, mimimnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki membuat kinerja balai tersebut tidak maksimal. Itu terlihat dari kinerja BBPOM yang hanya mampu memeriksa 20 persen dari 1.627 sarana produksi obat dan makanan di Sumut.

“Kami akui, saat ini kami terkendala SDM dan tidak ada penambahan sejak dua tahun ini. Malah terus ada pengurangan karena pegawai yang pensiun,” ungkap Kepala BBPOM Medan Agus Prabowo, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi E DPRD Sumut, di Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Kamis (15/3). Dijelaskannya, SDM di BBPOM Medan hanya sebanyak 127 orang, 42 orang diantaranya adalah lulusan apoteker.
“Kondisi ini menyebabkan pengawasan tidak begitu kuat untuk mengawasi 33 kabupaten/kota yang tersebar di Sumut. Akibatnya, sampai Februari 2012 lalu, BBPOM Medan cuma mampu memeriksa 20 persen dari total 1.627 sarana produksi obat dan makanan yang ada di Sumut. Dari pemeriksaan itu, 4 persen diantaranya dinyatakan tidak memenuhi syarat sebagai obat dan makanan yang diperbolehkan beredar,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Agus Prabowo menambahkan, pada rentang waktu yang sama, sarana distribusi yang sudah diperiksa BBPOM Medan hanya 44 persen dari total 6.116 sarana distribusi dan pelayanan obat dan makanan di Sumut. 12 persen diantaranya, tidak memenuhi syarat dan 32 persen lainnya memenuhi syarat, dalam distribusi dan pelayanan obat dan makanan.

Keluh kesah BBPOM Medan tersebut, disayangkan oleh Ketua Komisi E DPRD Sumut John Hugo Silalahi. Menurutnya, semestinya, leading sector dalam pengawasan obat dan makanan harusnya BBPOM.

“Sangat disayangkan kalau seperti ini yang terjadi, padahal harapan masyarakat BBPOM inilah yang menjadi pengawas dan penindakan beredarnya obat dan makanan berbahaya di masyarakat,” tegasnya.(ari)

Massa Demo Bina Marga Sumut

Medan- Massa dari Kaukus Pemerhati Pengembangan Otonomi Daerah mendatangi kantor Dinas Bina Marga Provinsi Sumatera Utara di Jalan Sakti Lubis, Kamis (15/3) pagi. Mereka mendesak pengusutan dugaan penyelewengan proyek infrastruktur di Kota Siantar dan Kabupaten Simalungun.
Kelana, selaku kordinator aksi, dalam orasinya meminta aparat penegak hukum segera mengusut tuntas dugaan penyelewengan anggaran proyek di Dinas Bina Marga, khususnya di Siantar dan Simalungun.

Mereka juga meributi pembangunan dan perbaikan jalan di kawasan Aek Latong. Mereka menilai, dana alokasi perbaikan jalan tersebut tidak sepenuhnya direalisasikan.

Selanjutnya, pihak Dinas Bina Marga menerima tiga orang perwakilan pengunjuk rasa untuk berdialog. Namun, perwakilan pengunjuk rasa tak puas dengan jawaban yang diberikan Dinas Bina Marga sehingga mereka kembali melakukan orasi di depan pintu masuk kantor Dinas Bina Marga.(mag-5)
“Kepada Kapolda Sumut, kami minta periksa pejabat Dinas Bina Marga Sumut, karena diindikasikan telah melakukan tindakan korupsi dana miliaran rupiah dalam melaksanakan tender di Siantar dan Simalungun,” tegas Kelana.

Sementara, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut Kombes Pol Sadono Budi Nugroho yang dikonfirmasi wartawan koran ini terkait tuntutan pengunjuk rasa mengatakan siap menindaklanjuti kasus tersebut jika ada laporan dari masyarakat. “Segera laporkan ke kita dan bawa bukti yang konkrit. Atas laporan mereka kita akan tindak lanjuti,” ujar Sadono yang mengaku sedang di Jakarta ketika dihubungi wartawan Sumut Pos, Kamis (15/3).(mag-5)

New Yaris Diluncurkan Dibanderol Rp190 Juta

PT Toyota Astra Motor (TAM) resmi meluncurkan Toyota New Yaris di Indonesia, Rabu (14/3) di Jakarta. Hatchback terbaru Toyota ini dibanderol mulai Rp190 juta untuk versi J Manual sebagai varian paling standar.

Sementara itu, untuk varian New Yaris J automatic dilepas Rp200 juta, E manual Rp199 juta, E automatic Rp209 juta, S manual TRD Rp211 juta, S limited auto Rp233 juta dan varian tertinggi atau New Yaris versi S TRD Sportivo dibanderol Rp228 juta. Harga tersebut sedikit mengalami kenaikan dari Yaris generasi sebelumnya. Kenaikan harga tersebut antara Rp3 hingga Rp5 jutaan dan harga sudah OTR Jakarta.

“Kenaikan harga ini kami sesuaikan dengan spesifikasi serta perubahan yang ada pada New Yaris. Karena, perubahan ini cukup membawa New Yaris ini tampil lebih agresif,” kata Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor (TAM), Joko Trisanyoto.

Lebih lanjut, kenaikan harga itu didukung dengan perubahan yang terjadi di New Yaris, seperti penyegaran secara desain eksterior front dan rear bumper, khususnya untuk tipe E dan S yang disematkan aeromudguard dengan desain baru agar memperkuat kesan sporty. Rear Combination lamp, kali ini tampil lebih atraktif dengan menggunakan New LED Lamp.

Menambahkan kesan sporty diaplikasikan pada interior desan New Yaris. Perubahannya terdapat pada roda kemudi dengan desain flat dibagian bawah (flat bottom design) dan menggunakan bahan kulit kombinasi jahitan berwarna merah. Kombinasi jahitan merah ini terdapat juga pada shift knob dan bahan fabric pada kursi kendaraan.

Toyota Yaris juga berhasil menjadi pemimpin pasar di kelas compact 4×2 medium pada 2011 dengan market share 44 persen, terutama di Februari 2012 ini, berhasil terjual 2.575 unit. Hal ini merupakan faktor penjualan tertinggi Toyota Yaris sejak pertama kali diluncurkan pada 2006 lalu.(net/jpnn)
“Dengan perubahan sekarang, kami optimis Toyota New Yaris akan tetap menjadi pilihan pertama bagi mereka yang memiliki jiwa muda dan sporty,” tandas Joko.(net/jpnn)

Pemilik 10 Kg Ganja Divonis 10 Tahun

MEDAN- Miliki 10 kg daun ganja kering, dua warga Kelurahan Tanjung Rejo, Medan Sunggal, divonis 10 tahun penjara, Kamis (15/3). Putusan itu dibacakan ketua majelis hakim Julilawaty SH, disaksikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sani SH.

Kedua terdakwa yang divonis 10 tahun yakni Hamidi (35), dan Amir Syarifuddin (50). Selain divonis 10 tahun penjara, kedua terdakwa juga didenda sebesar Rp1 miliar subsider 6 bulan penjara.

Usai divonis, kedua terdakwa yang tidak didampingi penasehat hukum inipun menerima putusannya dan tidak melakukan upaya banding.
Kedua terdakwa ditangkap pada 12 November 2011 lalu sekira pukul 12.00 WIB di Jalan Intisari Nomor 5 E Blok M, Kelurahan Tanjung Rejo, Medan Sunggal. Dalam penangkapan itu, personel Direktorat Narkoba Poldasu menyita barang bukti berupa 10 bungkus daun ganja seberat 10 Kg yang disimpan didalam dua tas berwarna putih dan satu unit handphone warna hitam.(rud)

Motor Tukang Ojek

Menyaru Penumpang, Perampok Sikat

LABUHAN- Monang Lumbantobing (63), penarik ojek yang biasa mangkal di Simpang Martubung, Medan Labuhan, menjadi korban perampokan, Rabu (14/3). Pelaku yang menyaru penumpang berhasil membawa kabur sepeda motor Vega R BK 6822 ABY dan uang puluhan ribu rupiah setelah lebih dulu menodongkan pisau ke leher korban.

Aksi perampokan yang dialami warga Jalan Tangguk Lestari Blok IV Perumnas Griya Martubung, Medan Labuhan itu ketika dia menunggu penumpang dan didatangi pelaku. Saat itu, pelaku meminta korban untuk mengatarkannya ke kawasan PDAM Paya Rumput, Medan Deli.

Sedikitpun Monang tak merasa curiga kalau penumpang yang dibawanya tersebut adalah perampok. Sesampainya dialamat yang disebutkan, pelaku yang telah mempersiapkan sebilah pisau langsung menodongkannya ke leher korban. Merasa keselamatannya terancam, korban lantas menuruti permintaan pelaku. (mag-17)

AHM Bangun Pabrik Keempat Berkapasitas Produksi 1,1 Juta Unit

PT Astra Honda Motor (AHM) membangun pabrik baru dengan kapasitas produksi sebesar 1,1 juta unit pertahun untuk memenuhi permintaan pasar sepeda motor skutik di Indonesia yang tumbuh pesat. Untuk rencana ini, AHM yang merupakan perusahaan joint venture  PT Astra International Tbk dan Honda Motor Co. dengan komposisi saham 50:50, menanamkan modal sebesar Rp3,128 triliun.

Pabrik baru AHM ini akan dibangun di Kawasan Industri Bukit Indah yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat. Fasilitas perakitan sepeda motor ini diharapkan beroperasi pada akhir semester kedua 2013.

Pabrik keempat AHM ini akan melengkapi tiga pabrik sepeda motor Honda yang sudah ada sebelumnya, yaitu di Sunter, Pegangsaan dan Cikarang. Dengan demikian, secara total kapasitas produksi sepeda motor Honda di Indonesia akan mencapai 5,3 juta per tahun.

“ Kami berkomitmen 100 persen menyuplai produk berkualitas terbaik dengan teknologi canggih untuk kesenangan berkendara dengan harga terjangkau dan ramah lingkungan sesuai dengan kebutuhan konsumen,” kata President Director AHM Yusuke Hori.

Sementara itu, Leo Wijaya, Marketing Manager CV. Indako Trading Co selaku main delaer Honda di wilayah Sumatera Utara mengungkapkan pihaknya sangat menyambut baik rencana AHM membangun pabrik keempat ini, karena kebutuhan masyarakat Indonesia akan kendaraan berkualitas tinggi pastinya akan semakin terpenuhi.
Pabrik baru AHM ini akan menyerap tenaga kerja sekitar 3.000 orang, sehingga total tenaga kerja di pabrik Honda, menjadi sekitar 21.000 tenaga kerja. (dra)

WiGO Rilis di Medan Bantu MP3EI

MEDAN- Masyarakat di empat kota besar di Indonesia, Medan, Batam, Balikpapan dan Bali, kini bisa menikmati jaringan internet kecepatan tinggi WiGO dari PT Berca Hardayaperkasa dengan teknologi 4G.

VP Sales dan Marketing Berca, Parlindungan Marius menuturkan, dengan kemampuan itu, pengguna dapat menikmati layanan broadband dengan kecepatan akses yang tinggi untuk streaming video dengan kualitas HD atau game online.

“Dalam lima tahun ke depan, sesuai dengan komitmen kepada pemerintah serta lisensi, Berca akan mengembangkan layanan ini di seluruh Sumatera, Kalimantan, Selawesi bagian selatan, Bali, Nusa Tenggara hingga kota dan kecamatan,” ungkap Parlindungan pada konferensi pers di WiGO Center Medan Ruko Royal Residence Jalan Palang Merah No 22 Medan, Kamis (15/3).

“Untuk merealisasi target, perusahaan telah menyiapkan dana investasi hingga US$500 juta yang bersumber dari institusi pembiayaan, vendor dan mitra dengan meraih dua juta pelangan hingga 2015 mendatang,” tambahnya.

WiGO 4G beroperasi di frekuensi 2,3 GHz dengan lebar bandwidth 30 MHz akan menjamin layanan akses data internet berkecepatan tinggi, bahkan bisa mencapai 100 Mbps.

Berbeda dengan jaringan-jaringan internet dari provider seluler, WiGO murni hanya memberikan layanan data, bukan voice. “Hingga saat ini, kita telah membangun 46 unit BTS di Medan, Batam 19 unit, Balikpapan 26 unit dan Bali 26 unit,” papar Parlindungan.

Setelah resmi diluncurkan 16 Februari lalu, kehadiran WiGO juga mendukung program pemerintah terkait Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). “Hal ini mengenai perlunya penyediaan infrastruktur untuk mendukung konektivitas terutama di luar pulau Jawa yang selama ini mengalami kesenjangan digital. Penyediaan konektiviats akan mendorong meningkatnya e-government, e-education, e-buisiness dan sebagainya,” tandas Parlindungan. (saz)

Bawa Foto Anak, Ibu Datangi Polres

Pasca Penemuan Mayat Cewek Muda di Perkebunan sawit

TEBINGTINGGI- Setelah membaca pemberitaan di media terkait masalah ditemukannya mayat wanita muda tanpa identitas di perkebunan sawit PT Paya Pinang Grup, Rabu (14/3) lalu,  Sumiasti Ginting (47) warga Jalan Prof DR Hamka, Lingkungan VI, Kelurahan Durian, Kecamatan Bajenis, Kota Tebingtinggi, mendatangi Polres Tebingtinggi untuk mengetahui informasi terkait wanita muda tersebut, Kamis (15/3).

Menurut Sumiasti, dia ingin mengetahui siapa gadis yang ditemukan tewas di perkebunan sawit tersebut, apakah itu anaknya yang telah kabur sebulan lalu dari rumah.

“Sri Wahyuni (20) anakku, telah kabur dari rumah sebulan lalu tanpa memberi kabar keberadaan dirinya, katanya merantau di Pangkalan Kerinci, Riau. Itupun informasi dapat dari adiknya, Kartini,” kata Sumiasti kepada Sumut Pos, ketika membawa foto anaknya ke Mapolres Tebingtinggi, Kamis (15/3) siang.

Dikatakan Sumiasti, mayat yang tewas tersebut mirip dengan anaknya Sri Wahyuni, sudah seminggu ini kehilangan kontak denganya, padahal beberapa minggu lalu Sri masih berpesan kepada adiknya (Kartini) )agar ibunya (Sumiasti) tidak cemas. “Jangan cemas emak, aku kerja di Kerinci, minggu depan pulang ke rumah,” ujar Sumiasti menirukan pesan Sri sembari mengeluarkan air mata ketika diperlihatkan foto diduga jenazah Sri di ruang Tim Identifikasi Polres Tebingtinggi.

“Ada tahi lalat dibagian tubuh tepatnya di dada dan tahi lalat diatas bibir,” ucap Sumiasti kembali.

Setelah diperlihatkan ciri-ciri tubuh korban tewas itu, ternyata hampir ada kemiripan seperti pada wajah dan rambutnya yang panjang, untuk ciri-ciri tahi lalat yang dikatakan ibunya belum bisa ditemukan dibagian perutnya. Sehingga pihak Polres Tebingtinggi belum bisa memastikan itu adalah mayat Sri Wahyuni.

Sumiasti mengaku, anaknya ini bandal dan tidak lulus sekolah dasar. Untuk teman laki-laki, Sumiasti tidak mengetahui siapa teman dekatnya. Sri jarang bergaul dengan teman perempuan, dia hanya bergaul dengan laki-laki saja. “Memang pernah ada teman dekatnya yang selalu menjemput di luar rumah, lelaki itu orang Kampung Mandailing, Kota Tebingtinggi,” ujarnya.

“ Sepintas memang mirip, tetapi setelah dilihat dari dekat ternyata mayat MRX itu bukanlah anak saya,” sambung Taswid, suami Sumiasti, ketika mendampingi istrinya di Polres Tebingtinggi.

Kapolres melalui Kapolsek Tebingtinggi AKP HE Harahap menyatakan, keluarga bisa melihat pakaian milik mayat tersebut untuk mengetahui apaakah itu pakaian milik anaknya? Masalah mayat MRX itu, Kapolsek mengaku sudah membawanya ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan guna dilakukan otopsi. (mag-3)

Pengelolaan Sampah di Sungai Deli Buruk

MEDAN-Upaya Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk membersihkan sampah di Sungai Deli dengan menggunakan dua sampan dinilai belum maksimal. Salah satu kendala yang dihadapi manajemennya yang kurang baik.

“Pembersihan Sungai Deli dengan mengaktifkan sampan atau rakit sampah sebenarnya sudah sangat baik dan dapat meminimalisir sampah yang ada di bantaran Sungai Deli, namun, selama ini yang kurang kan manajemen pengelolaanya yang belum baik dan saya pikir itu tinggal penyempurnaannya saja,” kata Pengamat Lingkungan di Medan, Jaya Arjuna, Rabu (14/3) siang.

Dikatakan Jaya, ide untuk membuat sampan sampah di Sungai Deli itu, disebutkannya merupakan ide yang dicetuskannya kepada Wali Kota Medan, Rahudman Harahap. Namun, apa yang diinginkan Wali Kota Medan untuk konsep sampan di Sungai Deli itu belum dijalankan sesuai dengan apa yang diinginkan.

Sebenarnya yang dibutuhkan dalam pengelolaan sampah di Sungai Deli adalah desain teknis yang benar. Harusnya berapa sampah yang dihasilkan setiap hari dari Sungai Deli harus jelas, dan berapa rakit dan petugas yang dibutuhkan. Setelah itu, pengelolaannya harus dilakukan dengan baik. “Setiap sampah yang sudah dikutip dari bantaran Sungai Deli, selanjutnya ditampung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun di Belawan,” jelasnya.

Selain itu, hal yang harus dilakukan Pemko Medan adalah dengan menetapkan batasan jalur hijau sungai yakni sekitar 10-15 meter dari garis sempadan sungai. Batasan jalur hijau sungai yang sudah ditetapkan ini, menurut Jaya ke depan juga bisa dijadikan Pemko Medan menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH), sehingga bisa semakin menambah jumlah RTH di kota Medan.

Selanjutnya, yang harus disempurnakan kata Jaya adalah Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah di pinggiran sungai.

Di tempat terpisah, Kadis Kebersihan kota Medan, Pardamean Siregar mengatakan, pihaknya tetap menyiagakan petugas dan sampan untuk membersihkan Sungai Deli setiap hari. “Kita standby kan di sana, itu ada dua sampan dengan empat petugas, setiap hari itu mereka secara rutin sudah membersihkan sampah yang ada di bantaran sungai lalu kemudian sampah itu diangkut ke TPA,” kata Pardamean.

Tak hanya di Sungai Deli, tambah Pardamean mereka juga menyiagakan sampan dan personel di dua sungai lainnya yakni di sungai Sikambing ada dua sampan dengan empat petugas dan di Seikera ada enam sampan dengan dua belas petugas. (adl)