27 C
Medan
Sunday, January 18, 2026
Home Blog Page 13833

Kesusahan Bagian dari Mendewasakan

Anda seorang wanita yang merasa depreasi, tertekan dan banyak beban? Sepertinya harus cepat-cepat mengambil langkah mencari solusi. Karena dipastikan hal-hal tersebutlah yang membuat wajah cepat berkerut. Dan  akibatnya, aktifitas keseharian menjadi terganggu.

Semua orang pasti menghadapi masalah. Oleh sebab itu hal yang paling dibutuhkan hanyalah bagaimana sikap seseorang dalam menghadapinya. Contohnya seperti saya, setiap hari paling tidak bekerja hingga 12 jam.

Kesibukannya ini ternyata tidak membuatnya saya tampak tua. Padahal usia saya sebentar lagi mendekati 63 tahun.
Saya tidak pernah merasa tambah usia tuh. Saya juga tidak merasa bosan, karena saya nikmati dan mencintai pekerjaan saya.
Untuk itu, jika kaum wanita ingin tetap tampil menawan meski usia senja menjelang, berikut beberapa tips sederhana dari wanita yang tidak pernah melepaskan senyum dari raut wajahnya yang begitu terlihat bugar:

  1. Buatlah hidup selalu menjadi berharga. Artinya buatlah kehidupan ini mempunyai nilai dengan memberikan nilai pada diri kita. Bagaimana kita mau memberikan cinta, kalau kita tidak memiliki cinta?
  2. Selalu aktif dalam berbagai kegiatan. Sebagai contoh hingga sekarang saya masih terus mengajar. Dengan hal ini membuat saya setiap hari harus mengasah otak, harus tetap fit serta sekaligus menjadi pemerhati dengan sekitar.
  3. Hidupkan spirit dalam diri. Ini harus kita yang menghidupkan. Karena spirit itu ada di dalam kita. Makanya tambah usia, tambah muda kita. Karena spiritnya lebih matang dan dia akan lebih mengalir. Kalau kita diam, maka akan selesai. Saya sampai saat ini juga nggak punya kolesterol, darah tinggi, asam urat, dan lain sebagainya. Saya bersyukur pada Yang Kuasa, karena senantiasa diberi kesehatan
  4. Belajar menyatukan body, mine dan soul, dalam satu harmoni. Dengan cinta, maka body, mine and soul dalam diri akan dialiri pancaran yang mengaura jelas dari seseorang. Cinta ini harus kita hidupkan dari diri kita.
  5. Manfaatkan istirahat dengan prima. Istirahat tidak hanya tidur. Tapi juga dengan baca buku, dengar musik, atau jalan-jalan. Dan juga sangat penting bagi kita untuk bergaul dengan orang-orang yang menyenangkan pula.
  6. Mencintai sesama dengan mencintai diri sendiri terlebih dahulu. Saya lihat banyak orang sampai 50 tahun sudah malas dandan. Ini nggak baik. Kita mulai dari diri. Kita makan kan karena kita tidak ingin sakit. Jadi kita nikmati. Mari kita pelihara. Makanya di rumah saya, itu aromanya juga selalu wangi.
  7. Mencintai kesusahan. Artinya kita juga harus mensyukuri kesusahan yang ada sebagai bagian untuk mendewasakan. Dengan kesusahan, membuat seseorang menjadi tegar. Dan membuat kita kuat. Ini makanan rohani buat tubuh. Kalau kita selalu menyukuri hidup, saya yakin tidak akan muncul penyakit yang aneh-aneh. Makanya saya katakan, semuanya bersumber dari pikiran.  (*)

Magdalena Wenas
CEO M-PR Contultant Indonesia

Kapolres Tebingtinggi Cek Senpi Personel

TEBINGTINGGI- Kapolres Tebingtinggi AKBP Andi Rian R Djajadi Sik mengingatkan seluruh personel agar menggunakan senjata api (senpi) sesuai kebutuhan dan jangan sampai menyimpang.

Demikian disampaikannya saat melakukan pemeriksaan senpi yang dipakai personel Satuan Reskrim dan Narkoba Polres Tebingtinggi, Senin (5/3) di halaman Mapolres. “Dari puluhan senjata yang diperiksa, ditemukan satu izinnya sudah kedaluarsa dan langsung ditarik oleh bagian Propam,” ujarnya didampingi Kasi Propam Ipda Mandapot Tua Sagala dan Kasubbag Humas AKP Ngemat Surbakti.

Dia menyebutkansebutkan, pemeriksaan senpi rutin dilakukan untuk mengantisipasi bila ada ancaman yang bersifat kriminal, khususnya dalam menangani masalah aksi unjukrasa yang anarkis maupun pengamanan peristiwa lainnya.

Selain memeriksa kondisi senjata dan kebersihannya, Kasi Propam memeriksa kartu izin pemegang senpi dan jumlah peluru yang dimiliki. “Jangan sampai ada senpi yang macet saat akan dipergunakan tiba-tiba,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubbag Humas AKP Ngemat Surbakti mengatakan pemeriksaan rutin akan dilakukan secara bertahap bagi semua personel sesuai satuan masing-masing. (mag-3)

Ketua PMI Sumut Jenguk Korban Tertabrak Mobil Guru

MEDAN-Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Sumut DR H Rahmat Shah meninjau kondisi siswa Taman Kanak-kanan (TK) Yayasan Boddhicita yang menjadi korban tertabrak mobil Avanza yang dikemudi guru mereka, Jumat (2/3).

Rahmat Shah melihat langsung satu per satu para para korban sambil berdialog dengan keluarga mereka di Rumah Sakit Columbia Asia Medan, di Jalan Listrik Medan, Sabtu (3/3).

“Saya menerima informasi dari salah seorang wartawan tentang kejadian ini. Ketika itu saat saya berada di Jakarta, dan saya langsung menjadwalkan akan kembali dari bandara langsung melihat keadaan mereka. Kunjungan kami ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian kami dari Palang Merah Indonesia (PMI),” tutur Rahmat Shah.

Rahmat Shah berharap kehadirannya bisa menghibur kepada anak-anak dan orangtua mereka, sehingga perasaan trauma bisa diperkecil. “Apalagi mereka masih TK, perlu untuk terus diberikan media-media yang bisa menghilangkan trauma,” imbuhnya.

Saat ditanya mengenai sanksi kepada guru yang menabrak, Rahmat Shah menyatakan yang pasti bahwa kejadian yang dialami adalah ketidaksengajaan. “Tapi silahkan pihak berwajib yang melakukan tugasnya. Tetapi sebagai seorang guru, tentu ada ketentuan-ketentuan yang harus diberikan kepada yang bersangkutan, dan mekanismenya ada pada pihak sekolah maupun organisasi guru,” ujar anggota Dewan Kehormatan Guru PGRI Sumatera Utara ini.
Selain memberikan penghiburan, Rahmat Shah juga menyampaikan kepada anak-anak serta keluarganya, setelah para korban nanti sembuh diberikan gratis masuk ke Museum Satwaliar yang dikelolanya.

“Media-media seperti inilah yang menurut kami bisa mempercepat memulihkan trauma anak-anak itu,” jelas Rahmat Shah.
Saat Rahmat Shah berkunjung anak-anak tampak gembira. Ia mendoakan anak-anak itu cepat sembuh.  “Tadi saya kasih mereka uang jajan, mereka langsung tersenyum,” katanya.(*/ila)

Sampah di Medan Petisah Dibiarkan Menumpuk

MEDAN- Tumpukan sampah terlihat digang-gang yang ada di Jalan Sei Lepan Kelurahan Sei Sikambing D dan di Jalan Rotan Baru Kelurahan Petisah Tengah Kecamatan Medan Petisah.

“Tumpukan sampah itu terlhat di gang-gang yang tak ada namanya, awalnya tidak terlalu banyak, namun semakin lama menumpuk dan berserakan,” kata Duan pengendara sepeda motor yang kerap melintasi kawasan tersebut.

Tumpukan sampah yang ada di lokasi itu sangat mengganggu pemandangan, kerana terlihat kotor. “Saya sangat khawatir bila tumpukan sampah tersebut tidak diangkut akan menjadi sarang nyamuk,” imbuhnya.

Ia berharap dinas kebersihan untuk segera mengangkut sampah-sampah itu.

Terkait dengan tumpukan sampah itu, Camat Medan Petisah, Muhammad Yunus S.STP mengatakan sampah ada yang ada di Jalan Sei Lepan bukan bagian dari kawasan Medan Petisah. “Untuk tumpukan sampah yang ada di kawasan Jalan Rotan Baru tersebut, akan segera kita bersihkan secepatnya, tapi yang lainnya bukan wilayah kita,” tandasnya.

Yunus menjelaskan tumpukan sampah yang ada berserakan di kawasan Medan Petisah merupakan tumpukan yang telah diangkut setiap pagi mulai pukul 07.00 WIB hingga 09.00 WIB. Tapi, tahap kedua pengangkutnya dilakukan mulai sore pukul 16.00 WIB-18.00 WIB.

“Mungkin tumpukan sampah tersebut, akan diangkut oleh pihak kebersihan kecamatan pada sore hari ini,” terangnya.
Untuk itu Yunus berharap kepada warganya agar membuang sampah pada tempatnya. Demi menjaga kelestarian lingkungan, keindahan dan kenyamaan.
“Marilah sama-sama kita menjaga kelestarian lingkungan kita, malulah  kita membuang sampah yang bukan pada tempatnya,” harapnya.(omi)

Lia Ananta Anti Dipingit

Jelang pernikahannya dengan pria bernama Ryan, artis Lia Ananta mengaku tidak mengalami pingitan. Katanya, hal itu tidak dirasa perlu karena calon suaminya memang tinggal di luar kota.

“Pingit nggak dipingit sama saja ya. Karena kan memang kita beda kota juga,” ujar Lia saat ditemui di sela-sela fitting baju di desainer Raden Sirait di komplek Pasar Minggu Indah, Jakarta Selatan, Minggu (4/3).

Dalam acara pernikahannya nanti, Lia memang akan memakai pakaian sebanyak dua buah. Pakaian akad nikah berupa kebaya berwarna biru, sedangkan pakaian resepsinya kebaya warna hitam.

“Kita berdua memang suka yang warna biru. Lagian kita berdua orang Jawa. Kalau pakai buat adat Nasional kan nggak masalah. Tema resepsi full colour. Bebas. Nggak terlalu fokus. Happy-happy saja,” ujar Lia. Dengan pernikahan yang dilakukan adiknya, Asti mengaku tak terpengaruh untuk segera menikah. “Nggak memiculah. Karena saya muslim, setiap manusia itu kan berpasang-pasangan. Sudah ada jodohnya juga kan ya,” ujarnya.  (kpl)

Neo Penyemangat Syahrini

Di tengah kabar mengenai liburannya ke Macau dan Hong Kong, terbetik pertanyaan, siapa sih pacar Syahrini sekarang? Ternyata, kini memang ada pria yang selalu mendampingi Syahrini dan membuatnya bersemangat. Manajer Syahrini, Reindhy mengungkapkan pria itu bernama Neo. Namun, meski sangat dekat, Reindhy membantah Neo adalah kekasih Syahrini.

“Syahrini sama cowok itu udah kenal sekitar hampir dua tahun, dikenalkan sama seorang teman. Cowok itu namanya Neo,” ujarnya.
“Kalau ada cowok itu Syahrini pasti semangat untuk melakukan apapun,” lanjutnya. Di mata Syahrini, Neo adalah sahabat sejatinya. Neo selalu bisa menghibur Syahrini ketika dirinya tengah sedih.

Terkait liburan Syahrini ke Hongkong baru –baru ini, dikabarkan,  Syahrini pulang  bawa belanjaan 9 koper. Kabarnya Syahrini menghabiskan uang hingga Rp 1 miliar hanya untuk belanja.

“Nggak enak untuk disebutkan harganya. Nanti dibilangnya Syahrini pamer atau sombong. Ditaksir sendiri sajalah nilainya,” ujar sang manajer Reindhy.
Selama Syahrini Liburan di Hongkong Syahrini belanja begitu banyak kebutuhan. Tak ketinggalan perlengkapan make-up dan busana untuk manggung pun ia beli.

Satu barang yang tak pernah dilewatkan Syahrini untuk diburu adalah tas Hermes. Kali ini kabarnya Syahrini membeli sebuah tas yang tergolong sangat mahal. Menurut sumber, tas yang dibeli Syahrini mencapai harga Rp 500 juta.
Meski Syahrini Belanja di Hongkong membuat kocek terkuras, Syahrini sepertinya sangat menikmati liburannya di Hong Kong. (net/bbs)

Sherina Menyesal Posting Foto Bripda Saiful

Berawal dari posting-an Sherina di twitter, Bripda Saiful Bachrie mendadak terkenal. “Polisi ganteng” itu pun jadi “The Next Norman Camaru”, mendadak terkenal bak selebriti. Namun, Sherina malah menyesal sudah upload dan posting foto Saiful.

“A simple joke can change someone’s life. At first it was funny, but now they have no idea how much I regret it,” tulis Sherina, tanpa menyebut nama Saiful, akhir pekan lalu.

“I never thought it would bring such a life changing impact to someone. Now, that man can’t properly do his job with all the spotlight,” lanjutnya. “I sincerely apologize. I really, really, regret this,” sesalnya.

Pelantun Pergilah Kau ini merasa tak enak hati karena Saiful kini lebih sibuk jalani profesi artis dadakan. Padahal, tugas utama Saiful adalah seorang polisi. Dia sepertinya tak mau kejadian yang terjadi pada Norman Camaru terulang kembali.

Saat itu, Norman awalnya tetap memilih menjadi polisi. Namun, pria asal Gorontalo itu akhirnya tak kuat juga menahan godaan terjun di industri hiburan. Norman pun memutuskan keluar dari Kepolisian.

Kisah serupa dialami Saiful Bachrie. Mulanya ogah, kini ia justru pro-aktif menerima tawaran ngartis. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Sherina dan semua pihak yang menjadikannya artis dadakan.

“Saya trims kepada yang sudah meng-upload foto saya, dan saya juga berterima kasih buat Sherina yang sudah komentarin foto saya. Berkat Sherina juga saya bisa jadi seperti ini,” kata Saiful.

Meski banyak yang menganggapnya ganteng, namun Saiful hanya bisa bersyukur. “Kalau ada yang bilang saya ganteng, ya Alhamdulillah, terima kasih,” tandasnya. Saiful Bachrie lahir di Subang, 26 Oktober 1990. Saat ini, dia bertugas di Satuan Anti Huru-hara Polrestabes Bandung.

Kemunculannya yang tidak disengaja bermula saat @ArdiWu memposting fotonya dengan tulisan ‘Siapa yang mau ditangkap sama polisi ini?’ (rm/jpnn)

Hayley Williams, Lebih Seksi dari Katy Perry

Lama tak mengeluarkan album bersama Paramore, bukan halangan bagi majalah NME untuk menobatkan Hayley Williams sebagai Hottest Female 2012. Hayley sukses mengalahkan empat nominator lainnya, termasuk penyanyi seksi Katy Perry.

Selain Katy Perry, musisi-musisi seksi lain yang berhasil dikalahkan Hayley adalah Amy Lee (Evanescence), Florence Welch (Florence + the Machine) serta Marina Diamandis (Marina And The Diamonds). Dengan wajah cantik dan penampilan enerjik dipadu dengan musik khas Paramore, akhirnya NME lebih memilih Hayley ketimbang nominator-nominator lainnya. Hayley lahir pada 27 Desember 1988 di Meridian, Mississippi, AS. Pada 2002, saat usianya 13 tahun, Hayley pindah dari rumahnya ke Franklin, Tennessee. Dia bertemu anggota band di sekolahnya Josh Farro dan Zac Farro.

Segera setelah kepindahannya, Hayley mulai mengambil kursus vokal kepada Brett Manning. Selama masih sekolah, dia mencoba untuk masuk band funk lokal yang dinamakan The Factory dimana Hayley bertemu Jeremy Davis. Pada 2005, John Janick, pendiri label rekaman Fueled by Ramen, menandatangani kontrak bersamanya. Hayley ikut mengisi vokal pada lagu Fallen – Death In the Park, Then Came to Kill, Keep Dreaming Upside Down, Tangled Up, The Church Channel dan Plea. (rm/jpnn)

FRB: Polres Binjai Memihak PTPN 2

Pasca Bentrok di Lahan Eks HGU PTPN 2 Sei Semayang

BINJAI- Pasca bentrok dua kubu warga dan PTPN 2 di lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN 2 Sei Semayang, tepatnya di Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur. Membuat Forom Rakyat Bersatu (FRB) Kota Binjai angkat bicara. FRB menyesalkan sikap Polres Binjai yang terkesan memihak kepada PTPN 2. Sebab, sejauh ini belum ada tindakan tegas yang diberikan petugas Polres Binjai kepada pihak PTPN 2 yang kerap kali membawa senjata tajam (sajam) ke lapangan.

“Kenapa Polres Binjai selalu mengamankan warga tani yang membawa senjata tajam saat bentrok? Kenapa Polres Binjai tidak pernah mengamankan pihak PTPN 2 yang juga membawa senjata tajam? Jadi selama ini, tindakan Polres Binjai terlihat diskriminatif dengan sikapnya yang seakan memihak kepada PTPN 2,” tegas Wakil FRB Kota Binjai Drs Rabu Alam Syahputra, Senin (5/3) di kantornya, Jalan Medan-Binjai Km 16.

Lebih jauh dikatakan Rabu Alam, bukti diskriminatifnya Polres Binjai selama menangani kasus lahan eks HGU PTPN 2, terlihat saat diaamankannya seorang warga tani bernama Abdul Azis, yang dituduh melakukan pengerusakan tanaman tebu milik PTPN 2 Sei Semayang. “Okelah kita sebut warga tani itu telah melakukan tindakan pidana. Tapi, tindakan pidana yang selama ini dilakukan PTPN 2, kok tidak pernah disikapi atau ditindak oleh Polres Binjai,” ungkap Drs Rabu Alam.

Dalam pertemuan 12 Februari 2012 di aula Pemko Binjai, sambungnya, Kapolres Binjai AKBP Musa Tampubolon mengakui, kalau pihaknya akan menegakkan hukum dengan konsekwen. “Namun, apa yang telah dikatakan Kapolres Binjai itu, berbalik dengan apa yang terjadi selama ini di lapangan,” cetus Rabu Alam.

Menyingung soal bentrok yang terjadi, Sabtu (3/3) lalu, Drs Rabu Alam Syahputra, mengatakan, agar Polres Binjai segera mengambil sikap, demi menjaga kejadian ini tak terulang kembali. “Kalau bentrok ini terus terjadi. Tidak akan tertutup kemungkinan di Tunggurono akan terjadi pertumpahan darah. Untuk itu, Polres Binjai hendaknya mengambil sikap tegas, siapa yang tersandung pidana, segara diamankan dan diproses secara hukum. Dalam hal ini saya tegaskan, kalau memang Polres tidak ada dapat apapun dari PTPN 2, tindak dong pihak PTPN 2 yang telah melakukan tindakan Pidana,”  tantang Drs Rabu Alam.

Sementara itu, data yang dihimpun Sumut Pos di lapangan menyebutkan, Cetut yang sebelumnya sudah diamankan dan kembali bentrok dengan kelompok Suyono, disebut-sebut dapat kembali menghirup udara bebas karena mendapat jaminan dari orang yang berpengaruh di Kota Binjai. Bahkan, untuk menangguhkan Cetut, oknum Polres Binjai diduga menerima uang sebesar Rp25 juta. Hal ini terus menjadi buah bibir di lapangan, khusunya di kalangan warga tani yang ada di Kota Binjai.

Namun, kabar tersebut langsung dibantah Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Roni Bonnic Sik saat dikonfirmasi via ponselnya. “Keluarnya Cetut kebijaksanaan pimpinan. Soal uang itu tidak ada. Sebenarnya begini, kebijaksanaan pimpinan itu karena banyak kepentingan. Coba kamu konfirmasi langsung saja kepada beliau (Kapolres, Red),” kata Roni Bonnic yang saat itu mengaku kurang enak badan.
Sementara, Kapolres Binjai AKBP Musa Tampubolon saat dikonfirmasi, tidak dapat dihubungi. Bahkan, ketika dihubungi berulang kali, ponselya tidak aktif.(dan)

Galian C Ilegal Menjamur di Galang dan Bangun Purba

Lubuk Pakam- Aktivitas galian C ilegal di Kecamatan Galang dan Bangun Purba semakin menjamur. Sedikitnya, ada lima titik lokasi galian C ilegal yang beroperasi. Akibatnya, kerusakan lingkungan mengancam dua kecamatan tersebut.

“Kita minta Pemkab Deliserdang harus bersikap tegas terhadap galian C ilegal yang terkesan tidak tersentuh hukum,” kata anggota DPRD Deliserdang Mikail TP Purba yang melakukan sidak ke lokasi galian c ilegal, kemarin.

Di lokasi, Mikail menyaksikan lokasi galian C ilegal mengancam keberadaan pabrik PT Sari Tani Jaya yang mengolah ubi menjadi tepung tapioka, yang berada di Dusun I Desa Baru Titi Besi, Kecamatan Galang. Di sana terdapat lokasi galian C ilegal dengan luas sekitar 5 haktare.

Tanah korekan galian C ilegal itu, sedalam 30 meter tepat berada di samping pagar pabrik, diperkirakan dapat mengancam pagar pabrik.
Bahkan, bila dibiarkan kegiatan pengalian terus-menerus bakal terjadi longsor.

Dari sana setiap hari ada sekitar 300 unit dam truk keluar masuk mengakut material tanah timbun untuk diangkut kebandara Kualanamu. Ada sekira 3 unit alat berat beroperasi disana membantu mengorek tanah.

Selain itu, tepat didusun dua desa yang sama tepatnya di bantaran sungai buaya, aktifitas galian c ilegal sedang berlangsung.
Di sana ada dua unit alat berat berupa ekskavator beroperasi. Disebutkan setiap harinya ada sekira ratusan dam truk hlir mudik mengangkut pasir sungai menuju bandara kualanamu.

Kemudian di desa tetangganya atau di Desa Bandar Kuala, terdapat aktifitas galian C di bantaran sungai buaya. Lokasi galian C ilegal itu, berada di kebun adolina avdeling 7 PTPN 4.

Aktifitas galian disana berlangsung hingga malam hari.

Biaya untuk menghindari razia Satpol-PP Pemkab Deli Serdang, pemilik galian C ilegal itu menunjukkan izin usaha galian yang diterbitkan Pemkab Serdang Bedagai. Tetapi lokasi galianya berada di wilayah adminitrasi Pemkab Deliserdang.

“Razia selama ini terkesan tebang pilih, kalau disebut sebut ada bekingnya, Satpol PP nggak mau merazia,” kata Mikail TP Purba. Lanjutnya, pihaknya akan memasukan temuannya itu dalam laporan yang bakal dibacakan di Paripurna DPRD yang bakal digelar pertengahan Maret mendatang. (btr)