31 C
Medan
Tuesday, April 7, 2026
Home Blog Page 13832

Futsal Piala Wali Kota Medan Masuki Penyisihan II

MEDAN- Turnamen futsal Piala Wali Kota Medan 2012 mulai memasuki fase-fase menegangkan. Terutama di tingkat SMA yang mulai memasuki babak penyisihan II, Kamis (15/3) hari ini. 24 tim SMA dari 24 grup dipastikan melangkah ke babak selanjutnya.

SMA As-Syafi-Iyah B memastikan tiket dari grup F1 dengan kemenangan WO dari SMAN 1 Medan (Shahibul Junior), di Cemara Sport Centre, Rabu (14/3) kemarin. Sedangkan SMA Darmawangsa Medan A lebih dulu memastikan lolos dari grup F2 sehari sebelumnya.

Sedangkan dari G1, Kemenangan telak 5-0 SMAN 1 Medan A atas SMA As-Syafi-Iyah A memastikan tiket penyisihan II. Hattrick Dian dan dua gol Sarul menjadi penentu. Persaingan ketat terjadi di grup G2. Kekalahan SMKN 4, 3-5 dari SMAN 3 Medan B membuat tiga penghuni grup mengoleksi poin sama. Produktivitas gol SMAN 13 Medan A akhirnya mengantarkan mereka menjuarai grup G2.

Kemenangan telak SMKN 7 Medan 7-1 atas SMA Ksatria memastikan tiket dari grup H1. Aidil mencetak hattrick diikuti dua gol Prasetio, dan masing-masing satu gol Aldi dan Ganda Putra. Sedangkan grup H2 dirajai SMA Cahaya Medan yang kemarin menang tipis 3-2 atas SMA Harapan Mandiri B lewat dua gol Jho dan satu gol Ferdinan. Sedangkan tiket grup I2 menjadi milik SMA Amir Hamzah Medan.(mag-18)

KONI Medan Kerja Sama dengan Unimed

MEDAN-Memang terobosan program KONI Kota Medan untuk melakukan pembinaan sangat luar biasa. Dalam hal ini, KONI Medan dibawah pimpinan Drs H Zulhifzi Lubis “Opunk Ladon” yang bekerjasama dengan FIK Unimed dalam pemetaan olahraga di 21 kecamatan dan 151 kelurahan di Kota Medan.

Hal ini justeru mendapatkan dukungan sepenuhnya dari Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap yang sangat berkeinginan Kota Medan menjadi Kota Atlet di tahun 2016 mendatang.

Dengan adanya program ini, Dekan Fik Unimed Drs H Basyaruddin Daulay, MKes kepada wartawan, Selasa (13/3) mengatakan, apa yang dilakukan KONI Medan melalui program pemetaan olahraga prestasi di seluruh kecamatan dan keluharan itu merupakan terobosan satu-satunya yang baru di di Indonesia.

“ Kita menyambut baik program yang dilakukan KONI Medan itu. Maka dari itu kita akan membatu semaksimal mungkin untuk melaksanakan amanah yang diberi oleh KONI Medan untuk melakukan program tersebut. Oleh karena itu, hendaknya secepat mungkin kita melakukan MoU untuk melaksanakan program itu,” sebut Dekan FIK Unimed itu.  Lebih lanjut Basyaruddin menambahkan, dalam mengemban amanah tersebut FIK Unimed telah menyusun program apa yang diterapkan nantinya dalam pemetaan.(jun)

Manajer Harus Proaktif

MEDAN- Terhitung 27 Desember 2011 lalu, saat itulah pertama dan terakhir pemain PSMS menerima gaji dari manajemen. Hingga saat ini, terhitung 2,5 bulan berjalan, skuad berjuluk Ayam Kinantan sama sekali tak menerima gaji maupun intensif juga bonus.

Tertera dalam draf gaji pemain, per tanggal 27 tiap bulan mereka harusnya sudah menerima gaji. Namun, sepertinya manajemen hanya bisa pasrah menunggu kabar dari sponsor utama PSMS Bakrie Plantion.

Menanggapi hal tersebut, pengamat sepak bola Sumut Rafriandi ngotot harusnya PSMS sudah mengembangkan manajemen yang profesional berbasis interpreneur. “Dengan sistem ini, paling tidak tak ada pemain yang kita ‘cederai’ dalam hal hak mereka, yang utama yakni gaji,” tegasnya, Rabu (14/3).

“Jika manajemen, dalam hal ini manejer yang bertanggung jawab mengenai gaji pemain, hanya menunggu kucuran dana dari sponsor utama, ya begini ini jadinya? Harusnya manajer bisa lebih pro aktif,” tambah Rafriandi.

Menurutnya, jika memang PSMS sudah memiliki sponsor utama, harusnya manajemen bisa berfikir ke arah interpreneur. “Dengan bisnis, menciptakan dan menghasilkan berbagai kreativitas dan inovasi tentu akan mengembangkan ekonomi dan keuangan di tubuh PSMS sendiri. Jadi kita tak hanya pasrah dan menunggu kucuran dana,” ujar Rafriandi lagi.

“Bussines plant PSMS paling tidak harus sudah ada untuk mencapai manajemen yang profesional berbudaya interpreneur tadi. Seperti menyewakan ruko yang ada di Stadion Teladan untuk menjual barang-barang kebutuhan olahraga. Baik untuk anak-anak maupun orang dewasa dan semua cabang olahraga bukan hanya sepak bola,” katanya.

Tak hanya itu, sambung Rafriandi, mengeksklusifkan foto-foto pemain PSMS untuk diperdagangkan bukan hal tabu. “Contoh hasilnya bisa kita lihat manajemen Persib Bandung. Di mall-mall terbesar di Bandung sudah bisa kita dapati produk-produk eksklusif Persib, seperti jersey, syal, foto dan kaos-kaos bertanda tangan pemain. Itu baru manajemen profesional berbasis interpreneur,” tuturnya.

“Kita harus membangun paradigma di masyarakat, bahwa mereka bukan hanya bisa menyaksikan PSMS bertanding untuk menunjukkan mereka mencintai PSMS. Tapi dengan berbelanja akan menimbulkan kefanatikan fans juga pendukung,” jelas Rafriandi, seraya menambahkan, bekerjasama dengan tim sepak bola dunia juga merupakan bagian dari menginterpreneurkan manajemen.

Sementara itu, manajer PSMS Benny Tomasoa menuturkan, belum turunnya kucuran dana dari Bakrie Plantation tak diketahui penyebabnya. “Kita gak tau apa yang terjadi, kenapa hingga saat ini dana belum turun termasuk gaji pemain,” ujarnya.

Mengenai hal itu, pada Jumat (16/3) mendatang Benny mengaku akan berangkat ke Jakarta bersama Komisaris PSMS Iswanda Nanda Ramli, menanyakan hal itu. “Sekaligus menghadiri KLB, kita akan tanyakan mengenai hal itu ke Bakrie Plantation,” katanya. (saz)

Ada Apa di Balik Kenaikan BBM?

Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan kebutuhan utama bagi seluruh masyarakat Indonesia bahkan dunia. Tanpa BBM, kendaraan roda dua dan roda empat tidak bisa bergerak, bahkan beberapa perusahaan pun tidak bisa berproduksi.

Oleh:Benni Sinaga, SE

Karena begitu pentingnya, makanya kenaikan harga BBM menjadi suatu topik yang hangat untuk dibicarakan. Kondisi masyarakat yang berbeda-berbeda terbagi ke dalam masyarakat miskin, menengah dan kaya, membuat pemerintah mengadakan kebijakan yang bertujuan agar BBM dapat dikonsumsi secara merata.

Oleh karena itu, muncullah subsidi BBM. Subsidi BBM, sebagaimana dapat dipahami dari naskah RAPBN dan Nota keuangan adalah “Pembayaran yang dilakukan pemerintah Indonesia kepada Pertamina”.

Terkait dengan kenaikan BBM yang akan dilaksanakan pemerintah pada April mendatang, mendapat tanggapan dari masyarakat. Masyarakat tercengang dan kabar tersebut menjadi topik hangat untuk dibicatakan hampir di setiap tempat. Bahkan beberapa masyarakat sudah ada yang memprotes kenaikannya, tapi belum mendapat tanggapan dari pemerintah.

Kenaikan BBM ini bukan pertama kali kita dengar. Pada 2008, BBM juga mengalami kenaikan dan pada saat kenaikan tersebut, pemerintah memberi kompensasi kepada masyarakat berupa BLT (Bantuan Langsung Tunai) dengan jumlah Rp300.000 per tiga bulan. Gejolak juga terjadi, akhirnya kenaikan tersebut perlahan diterima masyarakat dan masyarakat dapat beradaptasi. Dan pemerintah pernah berjanji tidak akan menaikkan lagi harga BBM.

Alasan pemerintah untuk menaikkan harga BBM, karena harga minyak dunia di atas 104,70 dollar AS per barel. Sementara dalam APBN 2012, harga minyak diasumsikan 90 dollar AS per barel. Harga minyak dunia naik disebabkan karena memanasnya suasana di Iran dan timur tengah yang notabene sumber minyak dunia paling banyak.

Alasan kenaikan ini menurut saya tidak kuat, karena menurut saya tahun lalu pun harga BBM sudah naik. Dan yang menjadi pertanyaan, kenapa harga BBM dinaikan pada April ini? Kenapa tidak tahun lalu? Padahal, Indonesia berbangga atas keberhasilan mengatasi krisis dunia. Kalau menurut saya, ada empat aspek yang harus dilihat dan dampaknya atas kenaikan BBM ini yaitu aspek ekonomi, sosial, politik dan birokrasi.

Dari segi ekonomi, kenaikan BBM adalah keterpaksaan, karena kenaikan harga minyak dunia. Mau tidak mau, kita harus naikkan harga minyak kita karena berpatokan kepada harga minyak dunia. Bisa diterima logika, tapi kenaikan BBM ini juga harus diikuti dengan perkembangan ekonomi nasional. Dan baiknya, dari kenaikan ini adalah, kita bisa mengikuti harga minyak dunia, sehingga diekspor-impor minyak kita mendapat keuntungan yang sejalan dengan harga minyak dunia, kalau nilai ekspor minyak kita mengalami peningkatan. Kalau itu tidak terjadi, kita akan mengami pengurasan minyak nasional untuk mengimbangi harga minyak dunia.

Dilihat dari aspek sosial, kenaikan BBM akan menaikkan tarif ongkos penumpang, kemudian harga komoditas barang juga akan meningkat. Ketika urusan perut sudah dicampuri dan dibebani, maka yang lain harus ditambahi. Supir punya keluarga untuk dihidupi, belum lagi untuk perawatan mobil, seperti spare part akan naik juga harganya. Kalau BBM naik, otomatis biaya pengangkutan barang akan naik, sehingga harga barang yang mau dibeli pun akan naik.

Nelayan akan terbebani biaya bensin yang mahal, maka mereka pun akan menaikkan harga ikan hasil tanggapan mereka. Di dunia perindustrian dan usaha kecil menengah juga akan mengalami gangguan untuk mengoperasikan perusahaan atau industri membutuhkan energi. Jika harga BBM naik, maka biaya produksi akan naik dan harga barang pun akan naik juga, karena menurut saya tidak ada perusahaan yang mau rugi paling tidak impas. Yang paling ditakutkan adalah penimbunan BBM oleh pihak yang berkepentingan sehingga ada spekulasi untuk menaikkan harga lagi.

Dari aspek politik, isu kenaikan BBM ini bisa jadi pengalihan atas isu-isu yang ada, yaitu korupsi dan rekening gendut ditambah permainan politik pencitraan. Ada sedikit persamaan kebijakan pemerintah di 2008 dengan 2012 ini, yaitu di tahun 2008 pemerintah mengadakan kompensasi BLT, ditahun ini pemerintah mungkin akan memberikan BLSM (Bantuan Langsung Sementara Masyarakat). Artinya, pemerintah memperhatikan rakyat kurang mampu, namun yang menjadi permasalahan adalah pemberian kompensasi ini terkesan tidak tepat sasaran.

Kalau menurut hemat saya, janganlah pemerintah terkesan baik pada masyarakat dengan memberikan bantuan kepada orang kurang mampu atau miskin untuk menarik simpatik atas keberlangsungan tatanan politik dalam negeri. Apalagi dua tahun lagi mau pemilihan kepala negara di negara kita ini.

Dari aspek birokrasi, kalau kita lihat biaya antara subsidi dan biaya birokrasi mengalami penurunan yang signifkan. Biaya sudsidi menurun 14 persen dan biaya birokrasi naik 29 persen. Ternyata memang kurangnya subsidi kepada masyarakat di sebabkan biaya birokrasi yang naik. Ini perbuatan pemerintah yang menciderai masyarakat. Kalau menurut saya, ini tidak adil. Yang menjadi pertanyaan saya adalah, kenapa biaya birokrasi di atas penderitaan rakyat? Anggota DPR berpoya-poya di senayan, rekening gendut PNS semakin banyak. Kalau pun harga minyak dunia naik tak semestinya pemerintah menaikkan BBM.

Menyikapi kenaikan BBM ini, menurut sdaya pemerintah harus bijak mengambil langkah yang mendukung kepada rakyat bukan malah menyengsarakan rakyat. Fungsi kontrol pemerintah harus dibuktikan bila terjadi gejolak internasional seperti kenaikan BBM ini. Bisa saja pemerintah membendung supaya kenaikan tidak terjadi. Kalau pun pemerintah sudah habis, ku pikir-pikir kita harus bekerja sama untuk mencari solusi.

Selama ini pemerintah tak pernah curhat kepada masyarakat miskin hanya curhat kepada masyarakat menengah dan kaya. Padahal yang paling banyak di imbas kenaikan BBM ini adalah masyarakat miskin. Menurut hemat saya, kalau tidak terbendung lagi kenaikan BBM ini. Ada beberapa solusi untuk mengatasi kenaikan BBM ke depan yaitu; 1, Pemerintah harus mengurangi biaya Birokrasi Seperti mengurangi gaji DPR, Mengurangi gaji Presiden bahkan PNS lainnya itu pun kalau mau. 2, Menghemat pemakaian BBM. 3, Kalau pun naik Harga BBM tapi kalau UMR dan sistem penggajian lainnya naik ini bisa menolonng kepada penanganan masalah kebutuhan. 4, Merealisasikan sistem ekonomi kreatif yang bisa mendukung dan memfasilitasi masyarakat untuk kreatif menambah nilai produk dalam negeri yang berdaya jual tinggi.

Kupikir pemerintah punya andil yang kuat untuk mengambil keputusan dalam menyikapi kenaikan harga BBM. Kalaulah pemerintah berpihak kepada rakyat, tak semestinya menyengsarakan. Keputusan yang bijak akan membawa damai bagi negeri ini tapi keputusan yang salah akan membawa malapetaka.(*)

Penulis adalah Dosen STIE IBMI
Medan aktif di Campus-Concern Medan (Putra Laumil Sialaman)

Afgan Berkolaborasi dengan Jessie J

Kedatangan penyanyi asal Inggris, Jessica Ellen Cornish atau lebih dikenal dengan nama Jessie J sangat dinanti oleh penggemarnya di Tanah Air. Jessie yang dipastikan akan manggung di Jakarta, 18 Maret 2012 juga dikabarkan akan berkolaborasi dengan penyanyi Indonesia, Afgan Syahreza.

Afgan mengaku senang mendapat kesempatan berkolaborasi dengan pelantun ‘Price Tag’ itu. Namun ketika ditanya  sejauhmana persiapannya, penyanyi berkacamata itu enggan menceritakan lebih detail.

Bagi Afgan, bisa tampil satu panggung dengan Jessie adalah pengalaman yang sangat luar biasa. Ia pun tak akan main-main untuk mempersiapkan penampilannya nanti.

“Konsepnya in progress. Pastinya satu panggung. Besok baru mau persiapannya, karena baru sempat besok soalnya,” tutur pria berlesung pipit itu.

Mengenai persiapan konsep, manajernya, Widi, juga mengatakan hal yang sama, bahwa konsep panggung penampilan Jessie J dan Afgan masih digodok. Belum diketahui berapa lagu yang akan mereka bawakan.

“Iya pas dikabarin duet sama Jessie J, dia senang banget. Konsep kita masih menggodok. Paling nyanyinya 25 sampe 30 menit. Pendek durasinya,” tandasnya.

Kedatangan Jessie ke Jakarta sebagai bintang tamu utama di acara ‘Pond’s Teen Concerts’. Acara itu akan digelar di JIExpo Kemayoran Hall D2, Jakarta Pusat. Manajer Afgan, Widi pun memberi sinyal seolah-olah ia memang akan duet dengan Jessie. Secara tak sengaja ia pun berujar. “Iya pas dikabarin duet sama dia, (Afgan) senang banget,” ucap Widi. (bbs/net)

Dipantau Observer FIA

North Sumatra Rally Championship 2012

MEDAN- Meneruskan gelaran reli yang telah dimulai pada 2011, Pengurus Provinsi  Ikatan Motor Indonesia Sumatera Utara (Pengprov IMI Sumut) kembali menggelar North Sumatra Rally Championship 2012. Dipastikan, kompetisi dan gengsi yang tersaji akan berbeda.

Menurut Ketua Pengprov IMI Sumut, Musa Rajeckshah yang akrab disapa Ijeck, NSRC 2012 kembali dilaksanakan dalam tiga seri dengan jarak antar seri lebih dari dua bulan. Hal itu dilakukan agar para pereli dapat membuat persiapan dengan maksimal.

“Dengan persiapan yang sedemikian rupa, kita (Pengprov IMI Sumut) berharap seluruh pereli Sumatera Utara dapat ambil bagian. Tentunya dengan persiapan yang mencukupi di seluruh bidang. Apalagi di masing-masing seri ada tantangan dan gengsi berbeda yang dapat dirasakan peserta,” jelas Ijeck didampingi Ketua Harian Jhon Lubis, Sekretaris Umum Drs H Zulhifzi Lubis, Bendahara Faisal, dan Pengawas Lomba Elwin Siregar usai rapat panitia di Sekretariat IMI Sumut Jalan Taruma No.52 Medan, Selasa (13/3).

Kata Ijeck, pada pelaksanaan NSRC 2012 ini Pengprov IMI Sumut berencana menggandeng Pengprov IMI Kaltim dan Sulsel untuk membahas kelangsungan kejuaraan nasional (kejurnas) reli. Salah satu seri NSRC 2012 ini akan dijadikan seri kejurnas.

Selain naik level menjadi kejurnas, salah satu seri juga akan didatangi oleh observer dari FIA. Maksudnya untuk menilai kelayakan reli tersebut untuk dijadikan salah satu rangkaian seri Asia Pacific Rally Championship (APRC). Menurut Ijeck, observer tersebut akan didatangkan pada seri 1 di Langkat. Seri I NSRC 2012 akan dimulai di Kabupaten Langkat, 6-8 April mendatang. Lomba yang akan dilaksanakan di kawasan perkebunan sawit dengan lintasan perpaduan tanah dengan batuan akan menjadi tantangan pembuka. Khususnya di Grup N4 dan GR2 yang pada pelaksanaan sebelumnya cukup kewalahan. Terlebih bila turun hujan.

Pemerintah Kabupaten Langkat sendiri memastikan dukungan penuh atas pelaksanaan Seri I NSRC 2012 nanti. Seperti yang disampaikan Bupati Langkat H Ngogesa Sitaepu melalui Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Langkat Drs Surya Djahisa saat menerima audiensi panitia NSRC 2012 di Alun-alun Kantor Bupati Langkat, Rabu (14/3).

Untuk seri II, lomba berlanjut di  Sergai, 6-8 Juli yang juga tak kalah menantang. NSRC 2011, lintasan di Sergai yang memiliki karakter high speed cukup menguji nyali seluruh peserta. Seri III yang direncanakan di Medan, 5-7 Oktober mendatang.(jul)

Batal Latihan di Stadion Teladan

MEDAN- Adaptasi di Stadion Teladan menjadi satu hal wajib dilakukan skuad PSMS dalam persiapan lanjutan laga IPL bentrok Semen Padang FC, Minggu (18/3) mendatang.

Sempat diapungkan pelatih PSMS Fabio Lopez, ia akan memimpin latihan bersama pemain di Stadion Teladan hari ini (15/3) dan Sabtu (17/3) mendatang untuk uji lapangan. Namun, menurut informasi berkembang, PSMS IPL akhirnya membatalkan latihan di Stadion Teladan sore ini (15/3). Hal ini karena bertabrakan dengan jadwal PSMS ISL yang juga melakukan latihan rutin tiap sore di sana.

“Harusnya manajemen mereka berkoordinasi, jadi bisa ditemukan jalan keluarnya,” ungkap Sekretris Tim PSMS ISL Fityan Hamdy, Rabu (14/3).

Sebenarnya, PSMS IPL telah mendapat waktu untuk melakukan latihan di Stadion Teladan pada pagi ini (15/3). Namun, Fabio Lopez memang sudah memiliki agenda tetap bagi anak-anak asuhannya. Skuad PSMS IPL sudah dijadwalkan berlatih pagi di lapangan Thamrin Graha Metropolitan (TGM).

Ketua Panpel PSMS IPL Suryono mengaku sudah mendapat izin dari Dinas Pertamanan untuk menggelar latihan. “Besok pagi (Pagi ini) sudah bisa latihan. Namun, pelatih sepertinya menginginkan latihan di Stadion Teladan sore hari, karena jadwal latihan pagi sudah tetap di lapangan TGM,” ujarnya. (saz)

Retribusi Terminal Beratkan Supir

Ratusan Angkot Mogok di Depan Kantor Bupati Karo

KARO- Ratusan supir angkutan kota (Angkot) di Kabanjahe menggelar aksi mogok di depan Kantor Bupati Karo, Rabu (14/3). Aksi tersebut dilakukan untuk memprotes kenaikan tarif retribusi terminal sebesar 100 persen, dari Rp500 menjadi Rp1.000 sesuai Perda Nomor 5 Tahun 2012.

Para supir melakukan konvoi dari Terminal Tiga Baru Kabanjahe menuju kantor Bupati Karo mulai pukul 09.30 WIB hingga pukul 14.00 WIB. Menurut supir angkutan Merga Silima dan Persada Nusantara, kenaikan tarif retribusi terminal ini sangat memberatkan mereka.

Pasalnya, dalam satu hari, mereka masuk terminal minimal 50 kali. Maka, jika dikalikan Rp1.000 setiap kali masuk terminal, maka pengeluaran mereka untuk retribusi sebesar Rp50 ribu. Belum lagi uang setoran ke pemilik angkutan sebesar Rp60 ribu per hari dan uang mandor serta uang operasional sebesar Rp5.500 per hari. Jadi totalnya, dalam satu hari para supir ini mengeluarkan biaya sebesar Rp115.500.

Di hadapan para supir angkot, Bupati Karo DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti yang kala itu didampingi Wakil Bupati Karo Terkelin Brahmana, Sekda Ir Makmur Ginting Msi dan Kadis Perhubungan Drs Jamin Ginting menjelaskan, kenaikan retribusi tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Karo.

Menyikapi keberatan para supir angkot itu, Bupati Karo memberikan solusi, setiap kendaraan yang beroperasi dikenakan tarif Rp5.000 per hari. Namun, para supir tetap keberatan dengan kebijakan itu. Karena tak ditemukan kata sepakat, akhirnya Bupati Karo mengambil kebijakan untuk tidak melakukan pengutipan tarif retribusi terminal.

Diketahui, berdasarkan Perda Nomor 5 Tahun 2012 tentang tarif retribusi terminal, setiap bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) diwajibkan membayar Rp2.000 per satu kali masuk terminal.

Bus Angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) kendaraan roda enam Rp3.000 setiap masuk terminal, dan kendaraan roda empat atau angkutan pedesaan Rp2.000 per satu kali masuk terminal serta angkutan kota dikenakan Rp1.000 sekali masuk terminal.(wan)

Parkir di Dinas Pendidikan Kota Medan

08786841xxxx
Yth Bapak Wali Kota Medan, saya mau bertanya soal biaya parkir. Apa Pemko Medan membuat surat edaran resmi soal retribusi parkir? Di Dinas Pendidikan masih saja dimintai uang parkir, kami sangat keberatan dengan keberadaan si baju oranye yang minta uang parkir tanpa ada aturan yang jelas.

Tidak Ada Kami Terima
Masalah perparkiran di Dinas Pendidikan Kota Medan tidak ada anggota kami mengelola parkir. Limper dibelah tujuh tidak ada kami terima. Siapa yang mengelola itu bagian perparkiran.

Rajab Lubis
Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan

Itu Daerah Pengadilan
Itu memang daerah khusus parkir. Itu Rivaldo namanya yang memegang lokasi parkir di sana.

Pahmi Harahap
Kepala Bagian Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Medan

Dua Tahun Beroperasi Tanpa Izin

PT MEG Rugikan Kas Pemkab Deliserdang

LUBUKPAKAM- Kilang pemecah batu ilegal semakin menjamur di Kecamatan Galang, Kabupaten Deliserdang. Salah satunya milik PT Mitra Engineering Group (MEG) yang berlokasi di Desa Paku, Kecamatan Galang, Deliserdang. Sejak beroperasi pada 2010 lalu, kilang ini tak memiliki izin sehingga diduga merugikan negara miliaran rupiah.

Hal ini terungkap saat Komisi C DPRD Deliserdang melakukan kunjungan kerja ke kilang pemecah batu tersebut, kemarin (13/3). Ketika Komisi C meminta kepada Charles Lumban Gaol selaku penanggungjawab kilang batu tersebut untuk menunjukkan surat izin usahanya, dia tak mampu menunjukkan surat tersebut.

“Sejak berdiri pada 2010 lalu, tak satu pun izin kami kantongi. Baik itu izin usaha industri atau izin amdal,” kata Charles kepada rombongan Komisi C DPRD Deliserdang.

Menurut Charles, pihaknya pernah berniat mengurus izin. Namun, selalu gagal karena terbentur urusan birokrasi yang terkesan berbelit-belit. Bahkan, surat permohonan pengajuan pengurusan yang sempat diajukan ke Pemkab Deliserdang pada 2008, belum diproses. “Tiga tahun mengurusnya belum selesai,” bilang Charles.

Mendengar pernyatan itu, ketua Komisi C DPRD Deliserdang Mikail TP Purba didampingi anggotanya Moh Syahrul, Mbergap Sembiring, Khairul Anwar terlihat terjejut. Bahkan mereka merasa tidak yakin atas keterangan Charles tersebut. “Sudah tiga tahun permohonan pengurusan izin ngak kelar-kelar? Pantasan banyak pengusaha tidak memiliki izin di Deliserdang ini,” keta Mikail.

Atas temuan timnya itu, Mikail mengagendakan akan memanggil dinas terkait dan manajemen PT MEG untuk mengkonfrontir keterangan Charles tersebut. “Nanti akan kita tanyakan langsung kenapa pengurusan izin bisa lamban. Apalagi sampai ada pengusaha yang ingin mengurus izin tidak direspon,” kata Mikail.

Diketahui, kilang PT MEG ini mampu menghasilkan sekitar 60 ton batu pecah per hari. Batu pecah serta aspal yang produksi, dijual kepada kontraktor atau panglong sekitar Deliserdang.

Aktivitas kilang pemecah batu yang memiliki luas sekitar 1 hektare itu, menimbulkan polusi. Apalagi, truk bertonase berat milik PT MEG keluar masuk dari kedua kilang sehingga memicu kerusakan sarana infrastruktur di sana. (btr)