31 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 13845

Gerakan Baca dan Pemahaman Al-Quran

MEDAN- Al-Quran bukan sekadar memuat ajaran tentang ketauhidan berdimensi ubudiyah semata, namun juga mengandung ilmu pengetahuan yang dijadikan pedoman untuk memecahkan segala problema kehidupan di segala zaman. Karenanya, umat Islam harus menghilangkan keraguannya terhadap isi kandungan Al-Quran dengan cara membaca, memahami dan mengamalkannya. Karena itu adalah perintah Allah Subhanahuwata’ala (SWT).

“Al-Quran merupakan solusi kehidupan. Siapa pun yang meragukan kebenarannya maka tergolong orang yang ingkar. Hendaknya, Al-Quran jangan hanya dibaca saja, namun juga diresapi maknanya dan dihafalkan,” kata Ketua Majelis Pengurus Wilayah (MPW) Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Propinsi Sumatera Utara, Prof Dr M Arif Nasution MA, saat mengemukakan rencana pencanangan Program Gerakan Baca dan Pahami Alquran sekaligus menerima audiensi Persatuan Tuna Netra Muslim  Indonesia (PTNI) di Medan, kemarin.

Menurutnya, meski secara tegas Allah SWT telah menyatakan Al-Quran sebagai sumber solusi, namun masih banyak kaum Muslimin yang mengabaikan penegasan tersebut. Bahkan, Al-Quran tidak dijadikan rujukan oleh umat, khususnya para penguasa dan elit politiknya, untuk memecahkan berbagai persoalan hidup yang mereka hadapi.

“Padahal sudah jelas negeri kita sudah lama dilanda berbagai krisis seperti krisis akhlak dengan banyaknya kasus pornografi/pornoaksi, perzinaan, kemiskinan, pengangguran, krisis politik dan sebagainya. Semua ini membutuhkan solusi yang pasti dan tuntas. Namun, berbagai krisis tersebut bukannya teratasi, tetapi malah semakin menjadi-jadi. Semuanya jelas, karena kita benar-benar telah mengabaikan Al-Quran sama sekali,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, juga dibacakan ayat suci Al Quran oleh Lukman Hakim Harahap S.Ag selaku Ketua Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) dengan mengunakan Al Quran Braile. “Kita merasa tersentuh dengan Program yang dilakukan oleh Persatuan Tuna Netra Muslim Indonesia yang terus menerus mendorong masyarakat untuk gemar membaca Al-Quran. Mereka saja yang memiliki keterbatasan masih terus menjalankan perintah agama dengan membaca Al-Quran, mengapa kita tidak,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris ICMI Orwil (Organisasi Wilayah) Sumut Drs. Nuzirwan Lubis, MSP menyatakan akan mendukung semua kegiatan yang berhubungan dengan pentingnya membaca dan memahami Al-Quran. Diharapkan dengan adanya gerakan Baca dan Pahami Al-Quran ini, sedikit banyak memberi sumbangsih semangat kepada masyarakat untuk lebih gemar membaca Al-Quran dan memaknai nilai-nilai yang terkandung di dalamnya serta mampu mengaplikasikannya di dalam dirinya.

Dalam waktu dekat, tambahnya, ICMI akan mengadakan kegiatan maulid bersama ITMI serta beberapa kegiatan lainnya yang bertujuan untuk mensyiarkan agama Islam. “ICMI merupakan wadah ummat Islam untuk berkumpul dan mencari solusi permasalahan yang dihadapi serta sebagai wadah bagi orang-orang yang mau membagi waktunya untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan kepada bangsa,” terangnya. (*/mag-11)

MMPP USU akan Gelar Seminar Nilai Tanah dalam Kepentingan Pajak Daerah

Rencananya Dihadiri Kepala BPN Pusat

MEDAN- Ikatan Mahasiswa Magister Manajemen Properti dan Penilaian  (MMPP) Universitas Sumatera Utara (USU) bekerja sama dengan Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) akan menggelar seminar bertema “Penetapan Nilai Tanah Dalam Kepentingan Pajak Daerah, Nilai Jual Objek Pajak dan Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum”. Seminar ini rencananya akan dilaksanakan di Hotel Santika Jalan Kapten Maulana Lubis Medan pada 22 Maret mendatang.

Demikian disampaikan Ketua Panitia Pelaksana Muhammad Haikal Lubis SE, didampingi Sekretaris Herberto Hasugian SE dan Ketua Ikatan Mahasiswa MPPP USU Apriandi Ade Trisna ST kepada wartawan di Kampus USU Medan, Sabtu (10/3).

Haikal menegaskan, dalam seminar tersebut akan hadir sejumlah pembicara yakni Kepala Badan Pertanahan Nasional Joyo Winoto, Direktur Ektensifikasi dan Penilaian Direktorat Jenderal Pajak Hartoyo, Dosen USU Prof Dr Ir Sukaria Sinulingga, ketua umum MAPPI Ir Hamid Yusuf MAPPI (cert), Pusat Pembangunan Akademik University Malaysia Kelantan Prof Dr Rusdi AB Rahman, Dosen Universitas Gajah Madan, Prof Dr Ahmad Makhfatih. “Acara itu juga nantinya dihadiri Plt Gubsu H Gatot Pudjo Nugroho,” ujar Haikal.

Kata Haikal, rencana seminar ini sudah disampaikan kepada Rektor USU Prof Dr dr Syahril Pasaribu, dimana rektor sangat mendukung kegiatan ini. Sebab, seminar ini sangat dibutuhkan masyarakat termasuk pemerintah daerah. “Kita sudah melaporkan kegiatan ini kepada rektor dan mendapat dukung penuh. Rektor berharap, kegiatan ini dapat berjalan dengan sukses,”sebut Haikal.

Haikal menambahkan, dalam waktu dekat ini pihaknya juga akan bertemu dengan Plt Gubsu H Gatot Pudjo Nugroho guna menyampaikan pelaksanaan seminar sekaligus mengundang Plt Gubsu dalam seminar tersebut sekaligus memberikan sambutan dalam pembukaan seminar nantinya.
Sementara Ketua Ikatan Mahasiswa MMPP USU Apriandi Ade Trisna ST menjelaskan, keberadan Magister Manajemen Properti dan Penilaian (MMPP) merupakan program baru di pascasarjana USU. (ade)

AirAsia Tingkatkan Layanan untuk Pelanggan

MEDAN- Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM menghadiri acara peluncuran AirAsia Travel and Service Center (ATSC) di Kota Medan. Peluncuran berlangsung di Kantor ATSC Jalan Asia Medan, Jumat (9/3).

Peluncuran itu dilakukan sebagai komitmen AirAsia Indonesia dalam meningkatkan layanan bagi pelanggan, khususnya yang tidak memiliki banyak waktu dan fasilitas mengakses internet.

Ketika menghadiri peluncuran ATSC, Wali Kota turut didampingi Wakil Wali Kota Drs H Dzulmi Eldin MSi serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemko Medan.

Rahudman menyatakan mendukung atas kehadiran  ASTC di ibukota Provinsi Sumatera Utara. “Kita sangat mendukung sekali atas kehadiran ATSC di Kota Medan. Kehadirannya kita harapkan dapat mendukung program Visit Medan Years 2012 yang kini sedang gencar dipromosikan, sehingga memudahkan wisatawan baik lokal maupun mancanegara datang mengunjungi kota Medan,” katanya.

Wali Kota Medan berharap agar ATSC membantu kelancaran setiap even-even nasional yang digelar di kota Medan. Satu even nasional yang akan digelar yakni Musyawarah Kerja Nasional Partai Keadilan Sejahtera (Mukernas PKS).

“Semoga  dengan kehadiran ATSC  dapat memperlancar even-even nasional yang digelar di kota Medan,”harapnya.

Sementara itu Komisaris Utama ATSC, Drs H Abdillah AK mengharapkan kehadiran ATSC dapat menjadi mitra Maskapai AirAsia Indonesia. Artinya, ATSC dapat  menjadi agen AirAsia dalam mewujudkan komitmennya meningkatkan layanan untuk para pelanggan, khususnya mereka yang tidak memiliki banyak waktu dan fasilitas untuk mengakses internet.

“Dengan adanya ATSC, warga Medan tentunya tidak bersusah payah lagi untuk mendapatkan tiket penerbangan murah AirAsia, terutama bagi warga yang tidak memiliki jaringan internet. Untuk mendapatkan tiket itu, warga cukup mendatangi kantor ATSC di Jalan Asia Medan.  Seluruh staf kami pasti akan memberikan pelayanan yang terbaik,” ujarnya.

Di tempat yang sama,  Direktur Utama PT Trophy Tour and Travel, Winardi mengatakan, tidak dapat dipungkiri bahwa masih banyak para pengguna jasa penerbangan, khususnya di Medan, yang tidak memiliki fasilitas untuk mengakses internet. “Kami sangat bangga menjadi rekan AirAsia Indonesia dalam penyediaan layanan offline,” ujarnya. (*/ril)

Live Music, Pilihan Melepas Penat

Salah satu yang biasa dilakukan seseorang saat melepas penat adalah mendengarkan  musik. Terapi ini diyakini bisa melonggarkan syaraf yang mulai tegang menjadi lebih santai. Nah, biasanya kegiatan mendengarkan musik, baik secara langsung maupun tidak langsung ini dilakukan oleh para sosialita Medan. Baik dilakukan bersama keluarga, atau hanya dengan teman dekat.

Pertunjukkan live music lebih dipilih karena biasanya tempat pertunjukkan ini lebih nyaman. Seperti di lounge atau kafe. “Karena memang menyukai live music,  jadi kalau memungkinkan kita berkumpul sambil mendengarkan lagu,” ujar Sosialita Kota Medan yang juga Ketua Ikatan Pengusaha Wanita Medan (Iwapi), Rosna Rasyid, saat ditemui bersama dengan teman sosialitanya dalam pertunjukkan live music di The View.

Baginya dan teman-teman bermainnya, seperti Nanan Abdillah, dan Butet Muis Nasution, menyaksikan pertunjukkan musik secara langsung akan menambah suasana santai, dan tentu saja refreshing otak. “Kita bekerja setiap hari, jadi lebih enak mengambil waktu untuk diri sendiri dan teman adalah mendengarkan musik,” tambah Rosna.

Hal senada juga diungkapkan oleh Nanan Abdillah. Istri mantan walikota Medan, Abdillah ini juga sangat gandrung kegiatan menyaksikan pertunjukkan musik. “Kadang sama keluarga, kadang sama teman,” ungkapnya.  Dirinya menyayangkan orang yang masih berpikiran bila wanita tidak cocok menyaksikan live music. “Karena biasanya malam, jadi wanita masih dianggap tabu. Padahal kita tinggal di kota metropolitan. Sebagai wanita kita kan juga butuh refreshing, butuh waktu santai,” tambah Nanan.

Ketabuan tersebut tidak berlaku bagi Butet Muis Nasution. Selama ini, dirinya berdomisili di Medan-Jakarta. Dan baginya, kapanpun saat dirinya membutuhkan waktu untuk santai, maka ia memilih mendengarkan musik. Baik bersama teman, keluarga atau sendiri. “Tidak ada waktu khusus, kalau sudah mumet, butuh hiburan jalan terus,” ujarnya ditempat yang sama.

Biasanya para wanita ini akan berkumpul minimal 2 minggu sekali untuk menyaksikan live music. Tetapi kalau waktu terlalu sibuk, kegiatan ini dilakukan hanya 1 bulan sekali. “Yang penting harus ngumpul, dan santai,” ungkap Rosna.

Para sosialita ini juga mengatakan hiburan seperti live music yang berkualitas di Medan masih sulit ditemukan. “Kita biasanya hanya memilih dua tempat. Kalau tidak di sini (The View) ya di Emerald. Benar-benar sulit disini (Medan),” ujar Butet.

Selain menikmati aluan musik, kesempatan kumpul ini juga mereka manfaatkan untuk saling share. “Kalau kita berkumpul, banyak hal yang bisa dishare, seperti keluarga, anak, pekerjaan, dan lainnya. Wanita itu ribet, mereka juga harus punya waktu untuk diri sendiri,‘’ tambah Rosna.
Terkadang mereka juga merequst (minta) lagu favoritnya untuk dinyanyikan. Umumnya, adalah tembang lawas, atau lagu daerah. “Sesuai dengan umur, tembang lawas yang diminta,” ungkap Rosna. (ram)

Kadisdik Medan Suruh SMAN 5 Minta Maaf

Setelah Di-Blacklist di SNMPTN Jalur Undangan

MEDAN-Soal pem-blacklist-an SMAN 5 Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di jalur undangan terus menuai kabar. Sikap Kepala Dinas Pendidikan Medan M Rajab Lubis pun mulai tidak jelas. Jika sebelumnya dia membela SMAN 5, kini dia malah menyalahkan sekolah tersebut.

“Kalau perlu, mereka menyembah untuk minta maaf ke panitia pusat. Karena ini bukan hanya untuk kepentingan segelintir siswa saja, melainkan seluruh  siswa SMAN 5 Medan,” ujarnya, Senin (12/3).

Pernyataan Rajab ini ditengarai setelah semakin jelasnya SMAN 5 melakukan kecurangan yang berujung pada pem-blacklist-an. Sebelumnya, keterangan Rajab tentang blacklist karena ada empat lulusan SMAN 5 yang tidak mendaftar ulang di perguruan tinggi dibantah langsung oleh panitia pusat. “Bukan, bukan itu. Ini karena ada kaitannya dengan soal kejujuran” ujar Sekretaris Panitia Pusat SNMPTN 2012 Rochmat Wahab saat dihubungi Sumut Pos dari Jakarta, Jumat (9/3) lalu.

Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu menjelaskan, pada tahun lalu ada satu siswa yang diterima lewat jalur undangan. Sesuai prosedur administrasi penerimaan mahasiswa baru, pendaftaran dan pengisian formulir dikirim via e-mail secara online. Lantas, setelah diseleksi, ada satu siswa yang dinyatakan lolos.

Begitu dinyatakan lolos, saat melakukan pendaftaran ulang, si siswa itu lantas diminta untuk membawa dokumen-dokumen asli, termasuk data nilai-nilainya selama sekolah di situ. “Nah, dokumen aslinya itu, setelah dikonfrontir dengan data yang di-online, ternyata beda. Ada perubahan skor. Dokumen dimanipulasi. Itu persoalannya, bukan karena masalah lain,” tegas Rochmat.

Kadisdik Medan makin tak jelas setelah tim yang dibentuknya untuk kasus tersebut tidak memberikan kontribusi nyata. Pasalnya, Rajab malah sama sekali tidak tahu hasil kerja tim itu. “Mungkin sudah dibentuk. Tapi, kalau untuk lebih detailnya yang lengkap dan rinci, langsung saja ke kepala sekolahnya saja karena dia memiliki datanya,” ucapnya dengan kesal.

Diakuinya, sampai saat ini dia terus melakukan pemantauan untuk mencari jalan keluar. “Campur tangan dari Disdik pasti ada lah. Kalau untuk tindakan terhadap kepala sekolah ada, tapi tak ada sanksinya,” tegasnya.

Menghapus Ujian Tulis Dinilai Langkah Bijak

Sementara itu, adanya ketetapan Kementrian Pendidikan  dan Kebudayaan (Kemendikbud) tentang formula baru dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2013 mendatang yang dilakukan hanya dengan dua jalur yakni undangan dan jalur mandiri serta menghilangkan SNMPTN jalur tulis, dianggap sebagai langkah bijak.

Karena sesuai implementasi peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 34 tahun 2010, yang mana hasil Ujian Nasional (UN) sebagai ketentuan Penerimaan Siswa Baru (PSB) ini, dianggap layak dilakukan dalam peningkatan kualitas penidikan selama benar-benar berada dibawah pengawasan dan terjauh dari bentuk kecurangan.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Dewan Pendidikan Kota Medan, sekaligus pengamat pendidikan, Adi Munasip saat dikonfirmasi, Senin (12/3).
“Jika memang ada pemikiran hasil UN sebagai ketentuan masuk perguruan Tinggi Negeri (PTN) seharusnya dilakukan sejak awal kali. Namun satu hal yang perlu diingat, bagaimana pemerintah bisa mengawasinya sehingga tidak ada lagi ditemukan kebocoran soal seperti pengalaman sebelumnya,” ungkap Adi.

Karena menurutnya, jika tidak adanya pengawasan dari pemerintah sebagai penentu kebijakan maka langkah ini tidak akan menjadi efektif apalagi jika masih ditemukan kasus-kasus kebocoran seperti tahun-tahun sebelumnya.

Adi juga menuturkan, jika hasil UN ini nantinya murni, maka apa yang diharapkan oleh pemerintah akan tercapai. Karena jika hasil ujian ini tidak murni, sambungnya,  maka akan menutup kesempatan bagi para pelajar miskin yang memiliki berbagai prestasi baik akademik dan bidang lainnnya untuk mengecap pendidikan di PTN yang berkualitas.

“Karena cara kotor dengan cara membayar untuk mendapatkan bocoran soal, tentunya akan menguntungkan sebahagian orang dengan ekonomi mapan namun tanpa ada prestasi akademik. Sedangkan orang miskin dengan sejumlah prestasi akan tersisihkan sehingga tidak memiliki kesempatan mendapatkan pendidikan,”terangnya.

“Langkah ini tepat, tapi pakah pemerintah yakin ini sudah saatnya dilakukan. Karena ini menyangkut kepentingan orang banyak,”sebutnya diakhir perbincangan.

Seperti diketahui, SNMPTN jalur undangan mendapatkan porsi 60 persen dan jalur mandiri sebesar 40 persen. Dengan ketentuan Pagu 60 persen SNMPTN jalur undangan, merupakan batas bawah yang bisa bertambah jumlahnya, dan sebaliknya jalur mandiri adalah jumlah batas atas yang tidak boleh bertambah jumlahnya dan merupakan kebijakan majelis rektor untuk seleksinya. (uma/adl)

Pihak Sekolah Siap Disumpah Pocong

SMAN 5 Medan terus mendapat sorotan. Di-blacklist karena memanipulasi data siswa membuat sekolah ini gerah. Mereka pun berani bersumpah tidak melakukan kesalahan yang dituduhkan panitia pusat SNMPTN tersebut.

“Disumpah pocong pun saat ini, saya siap sebagai seorang muslim. Sumpah saya tidak pernah mengubah apapun,” tegas Pembantu Kepala Sekolah (PKS) I, Edi Satianto Msi, kemarin.

Edi adalah sosok yang dipercayai pihak sekolah untuk mengerjakan data siswa. Dalam kerjanya, Edy dibantu oleh pihak IT yang bernama Reza. “Seandainya saya mengubah hasil nilai rapor siswa yang dikirimkan melalui online ke pusat, tapi tidak mengubah rapor aslinya sehingga saat mereka mendaftar ulang, kecurangan ini ditemukan sesuai yang diberitakan sebelumnya. Sama saja ini menjerat leher saya sendiri. Kalaupun saya mengubah data yang dikirimkan ke online pastinya saya juga akan mengubah raportnya,” tambah Edi.

Hanya saja bilang Edi, kemungkinan besar yang terjadi adalah kesalahan dalam pengisian data, atau disebut human error. Pasalnya sistem online ini, menurut Edi, baru pertama kalinya dilakukan dan harus beradaptasi dengan sistem manual yang telah dilakukan beberapa tahun sebelumnya.

“Seharusnya Panitia Pusat memberikan hak jawab kepada kita dan tidak semerta-merta mengambil keputusan blacklist tiga tahun yang sangat merugikan seluruh siswa kita,” ucapnya.

Edi sebagai salah satu perwakilan guru yang mengikuti sosialiasi UN, mengaku tidak pernah mendapatkan keterangan resmi tentang adanya black list selama tiga tahun jika melakukan kecurangan. Bahkan sepengetahuannya, panitia hanya memberikan sanksi bagi sekolah yang siswanya telah diterima di sebuah perguruan tinggi negeri namun tidak mendaftar ulang di PTN pilihannya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 5 Lindawati mengaku, akan menemui ketua panitia SNMPTN pusat untuk mempertanyakan kejelasan sekolahnya. “Saat ini kita masih konsentrasi dulu menyelenggarakan ujian bagi siswa kelas XII. Setelah ini selesai nantinya kita akan ke Bandung dengan membawa sejumlah data, untuk menjumpai langsung ketua panitia untuk mendapatkan kejelasan masa depan sekolah ini,” tegasnya.

Blacklist yang diterima SMAN 5 bagi Lindawati sama juga membunuh sekolah itu. Apalagi setelah ada ketentuan baru dari Mendikbud soal SNMPTN tanpa ujian tulis. Sehingga secara otomatis, jika ketetapan ini nantinya diberlakukan, maka siswa kelas X dan XI yang berkisar 900 lebih itu tidak akan mendapatkan kesempatan mengikuti SNMPTN jalur undangan, dan hanya menyisakan jalur mandiri dengan kuota yang sangat minim serta harga biaya partisipasi kuliah yang  pastinya lebih tinggi juga.

“Gak-gak saja, kalaupun mau ditutup sekolah ini silahkan saja,” tegasnya.

Hingga kini, kepala Sekolah SMAN 5, Lindawati, merasa kecewa karena belum mendapatkan kepastian dari panitia SNMPTN Pusat, terkait bentuk kecurangan  yang telah dilakukan pihaknya.

“Tunjukkan sama kami, jika memang telah melakukan kecurangan. Blacklist yang dilakukan seharusnya ada konfirmasi terlebih dahulu sebelum mengambil kebijakan, karena ini akan berdampak kepada siswa didik kita,” ketusnya. (uma/adl)

Kesehatan Perempuan Butuh Perhatian

MEDAN- Penegakan Hak-Hak Azasi Perempuan (HAP) sudah menjadi isue krusial tahun 2012 di Sumatera Utara disamping beberapa isue lainnya. Namun kesehatan perempuan adalah hal yang paling penting dan merupakan bagian dari HAP.

Vita Lestari Nasution,  Ketua Perwosi  yang merupakan salah satu organisasi perempuan di Sumut mengatakan,  reproduksi dan peran perempuan yang berbeda dari laki-laki, membuat kebutuhan dan masalah yang dihadapi di bidang kesehatan juga berbeda. Program pemerintah terkait kesehatan perempuan, khususnya ibu dan anak dalam penerapannya, sambungnya masih jauh dari yang diharapkan.

Karena itu, dia mengharapkan agar pemerintah provinsi dan kabupaten/kota lebih memberikan perhatian kepada kaum perempuan.  ‘’Khususnya, perempuan muda yang rentan tertular  penyakit  HIV/AIDS, kanker serviks, payudara, dan penyakit menular seksualitas lainnya,”ujarnya disela acara jalan santai dalam rangkaian peringatan Hari Perempuan Internasional di Medan (11/3).

Acara ini sendiri, diikuti oleh beberapa organisasi perempuan di Sumut. Seperti, Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI), Barsdem,  Feminis Muda, Forum P5A, Hapsari,  Kaukus Perempuan, FMPA, Koalisi Perempuan Indonesia Daerah Sumut, Pakkar, Perwosi, Pesada, PKPA,  PSGA-Unimed,  YAK, Dan YAPIDI.

Masih terkait masalah kesehatan perempuan, Dokter Spesialis Kandungan, Khairani Sukatendel SpOG mengatakan angka kematian ibu secara nasional masih sangat tinggi dibanding negara tetangga lainnya seperti Singapura. Meski pemerintah sudah memberi solusi berupa Jaminan Persalinan Gratis (Jampersal), namun dalam penatalaksanaannya masih saja jauh dari harapan.

“Jumlah angka kematian ibu baik di Sumut maupun di Medan tidak beda jauh. Jampersal yang merupakan jalan pintas dan menjadi program pemerintah untuk menurunkan tingginya angka kematian ibu malah menjadi masalah,” kata dokter yang berpraktek di RS Sultan Sulaiman Sergai ini.
Untuk mengurangi tingginya angka kematian ibu ini, lanjutnya, bukan hanya peran medis saja, tapi seluruh masyarakat. Bahkan, di daerah-daerah pedalaman, angka kematian ibu paling tinggi. ‘’Masyarakat juga harus memiliki empat pemahaman yakni jangan hamil terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat jaraknya, dan terlalu banyak anak,” terangnya. (mag- 11)

Perbaiki Jalan Setia Budi

085360978xxx

Yth Bapak Wali Kota Medan, Bapak Kadis PU Bina Marga Kota Medan. Tolong pak segera dicor atau dibeton Jalan Setia Budi, Jalan Pasar Satu Gang Perkutut Kelurahan Tanjung Sari Kecamatan Medan Selayang berhubung sudah rusak.

Usulkan Melalui Kelurahan atau Kecamatan

Pengecoran dapat diusulkan melalui kelurahan atau kecamatan. Bisa juga melalui program P2KP kelurahan/lingkungan untuk diteruskan ke Kadis PU Bina Marga. Silahkan ke kantor lurah atau pengurus P2KP kelurahan. Terima kasih

Budi Heryono
Kabag Humas Pemko Medan

Pemko Jangan Cari Alasan

Hal ini menunjukkan masalah kerusakan jalan yang dikeluhkan masyarakat Kota Medan, masih banyak dijumpai di beberapa kelurahan yang sama sekali tidak mendapat perhatian serius dari Pemko Medan. Salah satunya Jalan Setia Budi Pasar I Gang Perkutut Kelurahan Tanjung Sari Kecamatan Medan Selayang ini. Padahal, anggaran di Dinas Bina Marga sangat besar. Mustahil tidak bisa mencari orang untuk dipekerjakan sebagai tenaga outsourcing bila minimnya pekerja menjadi alasan. Bina Marga harus bisa mengatasi masalah kekurangan pekerja tersebut dan jangan mencari-cari alasan. Kalau memang ada kemauan dari Dinas Bina Marga, saya yakin itu tidak masalah. Saya khawatir mereka malas melakukan perawatan terhadap jalan-jalan itu. Terima kasih.

Juliandi Siregar
Anggota Komisi D DPRD Kota Medan

Pilih Anas Dapat Rp90 Juta Lebih

Pengakuan Saksi di Lanjutan Sidang Suap Wisma Atlet

JAKARTA-Sidang Wisma Atlet hampir tidak pernah lepas dari nama Ketum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum. Seperti kemarin, saksi Ismiati Saidi yang menjabat sebagai Ketua DPC PD Kabupaten Goalemo, Gorontalo ikut memojokkan dia. Dalam kesaksiannya, Ismiati mengaku sejumlah uang dari tim sukses Anas.

Di hadapan majelis hakim, dia menjelaskan dengan runtut tentang uang yang diterimanya. Seingat Ismiati, sedikitnya USD 7 ribu (sekitar Rp64,4 juta) dan Rp30 juta dia kantongi untuk kepentingan kongres di Bandung 2010. Agar suara Ismiati tidak lari ke yang lain, ada perjanjian dengan materai Rp6 ribu.

“Saya bertemu Yulianis di putaran pertama pemilihan ketua partai,” ujarnya kemarin. Tidak hanya saksi kunci dalam kasus wisma atlet yang dia temui. Dia bahkan mengaku pernah bertemu langsung dengan bendahara tim sukses Anas yang bernama Eva. Pertemuan dengan kedua perempuan itu terjadi di Hotel Aston Bandung.

Dijelaskan, uang yang dia dapat terbagi dalam beberapa termin. Saat putaran pertama, kucuran dana yang dia terima “hanya” sebesar USD 2 ribu. Angka itu meningkat saat pemilihan memasuki putaran kedua. Uang dollar yang dia dapat adalah USD 5 ribu.

Untuk uang rupiah juga demikian. Rp15 juta pertama didapatnya saat baru mendarat di Bandara Soekarno Hatta menuju Hotel Sultan, Jakarta. Sedangkan Rp15 juta kedua dia dapat di Hotel Topas Bandung sehari sebelum kongres. “Saat itu, yang mengarahkan saya kordinator daerah daro Gorontalo, Pak Yoseph,” imbuhnya.

Ternyata, reward yang diberikan oleh tim pemenangan Anas Urbaningrum tidak hanya fulus. Tetapi, juga jabatan prestis di masing-masing daerah alias berkesempatan maju di Pilkada. Dikatakan Ismiyati, surat perjanjian itu dipegang oleh koordinator daerah lain yang bernama Umar Arsal.
Bagaimana peran Nazaruddin? Dia mengakui kalau mengenal sosok Nazar. Meski dia tidak tahu bagaimana hubungan antara Anas dan Nazaruddin, dia memastikan kalau bos Permai Group itu sangat aktif mengarahkan pemenangan Anas.

Di samping itu, juga ada hadiah berupa ponsel BlackBerry dan jaket khusus dari tim Anas. Agar koordinasi lebih mudah, smartphone itu sudah dilengkapi sim card dengan salah satu provider ternama. Di dalam ponsel juga sudah diisi nomor telepon milik Anas Urbaningrum.

Kesaksian itu klop kalau dibandingkan dengan pernyataan Nazaruddin di persidangan sebelumnya. Yakni, pernah ada pembagian 400 BlackBerry dari tim pemenangan Anas kepada peserta kongres. Nazar juga menjelaskan ada banyak uang yang dikucurkan agar Anas bisa menjadi pemimpin PD.

Di bumi perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Ketum PD Anas Urbaningrum kembali menegaskan kalau urusan di kongres Bandung sudah selesai. Kalau masih ada yang mempermasalahkan, disebutnya sebagai orang aneh. “Itu yang pikirannya aneh, dan digerakkan oleh yang aneh-aneh,” jelasnya.

Penegasan itu untuk menampik pengakuan Ismiati Saidi yang mengaku pernah bertemu Yulianis dan Eva saat kongres di Bandung. Anas sendiri sepertinya sudah lelah menanggapi semua pertanyaan tentang benar tidaknya dirinya terlibat dalam politik uang.

Oleh sebab itu, kepada wartawan dia mengatakan bakal menyerahkan sepenuhnya ke proses hukum yang berlaku. Baginya, kalau setiap pertanyaan harus ditanggapi satu per satu tidak ubahnya seperti berbalas pantun. Dia memastikan bakal tidak mengintervensi dan menyatakan kalau proses hukum harus berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Nazaruddin sendiri paska sidang kemarin merasa diatas angin. Bahkan, dia menyebut kalau Anas bakal menyesal dengan pernyataannya sendiri yang bilang siap digantung kalau ada uang panas di kantongnya. “Dia nakal benar-benar digantung karena memang menerima uang dari proyek Hambalang,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, mantan Bendahara Umum PD itu juga tampaknya benar-benar benci terhadap partai yang telah mencampakkannya. Buktinya, setelah berkoar tentang Anas Urbaningrum, kemarin dia kembali menyebut salah satu Ketua DPP PD yakni I Gede Pasek Suardika ikut kecipratan uang panas proyek APBN 2011.

Sewaktu dikonfirmasi, Ketua DPP PD Gede Pasek Suardika tak terlalu menganggap serius tudingan Nazaruddin itu. Dia malah balik menuding Nazar yang telah menghembuskan fitnah. “Wah gila. Rp120 miliar itu proyek apa? Itu banyak lho!” kata Pasek di Gedung DPR, kemarin, lantas tertawa.

Sekedar informasi, Pasek resmi masuk ke Komisi X DPR mulai bulan Januari 2010. Dia masuk melalui proses pergantian antar waktu (PAW) untuk mengisi kursi Jero Wacik yang ditarik menjadi Menteri Kebudayaan dan Pariwisata. Setelah itu, dia dipindahkan fraksinya ke Komisi II.

Pasek pun menyebut Nazaruddin orang stres. Sebab, semua yang tampak konsisten “menjaga” partai, menurut Pasek, pasti diserang. Sebelumnya, yang sempat dicatut namanya adalah Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Didi Irawadi, hingga Angelina Sondakh. “Itu jurus babi hutan terluka, tabrak sana, tabrak sini,” sindirnya.

Dia menduga semua ini strategi Nazaruddin untuk mengalihkan perhatian media massa dan publik supaya tidak mempertanyakan aset-asetnya yang bernilai triliunan. Ujung-ujungnya, dia malah menyarankan agar penegak hukum untuk cepat menyita semua aset Nazaruddin.

KPK sendiri memastikan bakal mendalami pengakuan M Nazaruddin terkait keterlibatan Gede Pasek. Namun, jawaban yang keluar dari mulut pimpinan KPK Zulkarnain terkesan normatif. Tidak ada penjelasan detail mengenai langkah institusi yang bermarkas di Jalan H.R Rasuna Said itu. “Kita dalami, dicek di penyidikan,” tuturnya. (dim/pri/jpnn)

Pukulan Saksi Nazaruddin

Pengakuan Ismiati:

  1. Uang USD 7 ribu dan Rp 30 juta ribu untuk memilih Anas.
  2. Ketua DPC yang memilih Anas dijanjikan maju dalam pilkada.
  3. Menerima BlackBerry dan jaket untuk memudahkan koordinasi.
  4. Ada surat perjanjian dengan materai Rp 6.000.

Tudingan Nazar:

  1. Anas menerima banyak uang dari Proyek Hambalang.
  2. Commitment fee Rp 120 miliar untuk proyek diatur oleh I Gede Pasek.

Bantahan Anas:

  1. Tidak ada permasalahan dalam Kongres PD di Bandung, 2010.
  2. Mereka yang mempermasalahkan dikendalikan oleh orang aneh.
  3. Biarkan proses hukum yang menjawab.

Sumber: Reportase Jawa Pos, 2012

Vicky Shu Dingin Terhadap Lelaki

Cantik, seksi dan menyandang status artis, Vicky Shu jadi waspada aksi kriminalitas. Terlebih baru saja artis Alexandra Gottardo jadi korban perampokan.

“Semuanya bisa mengalaminya. Ya, aku harus berhati-hati dan berdoa saja,” ujarnya.

Baru-baru ini, di sekitar lingkungan rumahnya juga baru saja terjadi kasus kemalingan. Itu terjadi di sebuah rental komputer. Kabar itu diterima Vicky dari asisten rumah tangganya. Nah sejak itu, ia wanti-wanti orang rumah untuk tidak sembarang menerima tamu asing.  Di luar rumah, Vicky juga sudah lebih waspada. Ia selalu membawa stik baseball di dalam mobilnya untuk antisipasi aksi kejahatan.

“Aku tipenya berhati-hati banget, antisipasi dari hal yang kecil. Kayak misalnya dari dulu aku suka setir mobil sendiri. Palingan di mobil ada semprotan yang buat mata sakit itu. Sama aku juga bawa stik baseball, buat jaga-jaga saja,” katanya.

Pelantun Mari Bercinta 2 ini bersyukur punya sifat tertutup, apalagi dengan orang yang tak dikenal. Itu membuat Vicky jadi lebih berhati-hati dalam bergaul.

“Kita kan nggak tahu musibah itu datangnya kapan. Kebetulan aku orangnya tertutup banget, mungkin karena aku berhati-hati juga, jadi alhamdulillah nggak terjadi apa-apa. Karena aku tertutup, orang nilainya pasti bingung sama diri aku karena aku yang terlalu berhati-hati banget,” jelasnya.
Sikap tertutupnya juga berlaku untuk urusan asmara. Vicky pernah hati putus sama pacar. Saking kecewanya, dia jadi ‘dingin’ terhadap pria.

“Putus dengan pacar pertama aku pernah jadi datar. Dan itu, berpengaruh pada perilaku aku. Putus cinta, tapi jadi kebawa gitu,” ungkapnya.
Meski perasaannya mulai pulih, belum ada pria yang dapat mengisi hatinya yang lama kosong. Namun, dia tak mau ambil pusing. Kebetulan kariernya sebagai penyanyi sedang menanjak.   (rm/jpnn)

Jennifer Love Hewitt Dada Terindah

Meski sudah tak muda lagi, Jennifer Love Hewitt masih salah satu artis terseksi di dunia. Bintang film I Know What You Did Last Summer ini pun berterima kasih dan kagum sama dadanya.

Pilihannya memang tak salah. Terbukti, bintang serial Ghost Whisperer ini sering dianugerahi sebagai pemilik dada  terindah di dunia.
Selama kariernya, ia menyesal tak banyak beradegan bugil di film. Tapi kini hasratnya terlampiaskan pada Client List. Pasalnya, kisah yang ditawarkan di serial ini adalah tentang seorang wanita yang terpaksa bekerja di sebuah tempat pijat dan spa demi menghidupi dirinya.

Tapi dia segera menyadari ada lebih dari sekadar facial dan pijat pada pekerjaannya, dan tim serta pemilik salon memberikan “tambahan” di setiap pekerjaannya.

Cerita ini kemudian menjadi perjuangan untuk Hewitt menyeimbangkan kehidupannya. Saat dia mencoba untuk memastikan anak-anak dan ibunya (diperankan oleh Cybill Shepherd) tidak menemukan kejanggalan dalam pekerjaan barunya itu.

Dalam promo Client List, tersebar foto Hewitt mengenakan bikini mini berwarna merah muda, tiduran dengan rambut panjangnya terurai. Dia terlihat begitu seksi. Sedangkan di foto lainnya, Hewitt mengenakan bikini hitam sambil duduk menyilang. Meski sebagian tubuhnya ditutupi jaket, namun dada dan paha Hewitt jelas terlihat.  (rm/jpnn)