28 C
Medan
Wednesday, January 14, 2026
Home Blog Page 13870

Williams Menyesal Lepas Desainernya ke Red Bull

GROVE – Sejak kehadiran Adrian Newey, Red Bull menjelma menjadi sebuah tim yang mendominasi Formula One (F1). Melihat hal itu, Williams mengaku menyesal telah melepas desainer jempolan itu.

Setelah merancang mobil Williams selama lima tahun, Newey memutuskan untuk meninggalkan tim yang bermarkas di Grove itu untuk bergabung dengan McLaren. Hebatnya, Newey langsung membawa mobil McLaren menjadi juara dunia.

Setelah membantu pembalap veteran seperti Damon Hill, Nigel Mansell, Alain Prost dan Jacques Villeneuve, Newey membantu pembalap seperti David Coulthard, Mika Hakinen, Sebastian Vettel dan Mark Webber.

Setelah melihat Newey turut andil membawa Vettel dan Red Bull berjaya di F1 dalam dua tahun terakhir, Williams mengaku melepas perancang asal Inggris itu merupakan sebuah kesalahan yang fatal.

“Newey meminta sesuatu yang tidak bisa saya berikan pada saat itu. Itu bisa dibilang sebuah pengajuan yang bisa didebatkan, sebuah kesalahan. Newey adalah sebuah kesalahan individu,” sesal sang pemilik Sir Frank Williams.

Williams berharap, pada tahun ini prestasi timnya membaik. Namun, Williams kembali mengakui kesalahannya membiarkan Newey pergi. “Masih ada masalah, hal itu bernama Adrian Newey. Hanya ada satu Newey,” tandasnya kepada Sky Sports, Senin (27/2). (net/jpnn)

Walcott-Melanie Bertunangan

Kabar bahagia datang dari Theo Walcott. Striker Arsenal itu telah resmi melamar dan menjadi tunangan dari kekasih yang telah dipacarinya selama tujuh tahun, Melanie Slade.

Sunday Mirror  melaporkan, Walcott melamar Melanie pada pergantian malam tahun baru di rumah mereka di Hertfordshire. Usai bertunangan, keduanya berusaha menutupi kabar bahagia ini. Namun hal itu sulit dilakukan, mengingat banyak yang mempertanyakan cincin di jari Melanie.

Kabarnya, Walcott memberikan Melanie cincin bertahtakan berlian besar dengan dua berlian berukuran kecil di bagian kanan dan kirinya. “Mel seperti terbang ke bulan. Cincin tunangannya sungguh luar biasa,” ujar sebuah sumber.

Kapan pernikahan Walcott dan Melanie akan digelar? Sumber itu kembali mengatakan, pernikahan agaknya tak akan dilangsungkan musim panas ini. Pasalnya, Walcott tengah berkonsentrasi dengan Arsenal dan persiapan menjelang Euro 2012.

“Mereka ingin menggelar pernikahan dimana ada banyak waktu yang tersedia untuk mempersiapkan pesta sebaik mungkin,” tutur sumber tersebut.
Tak seperti kebanyakan pemain bola yang mengencani model, Melanie berprofesi sebagai fisioterapis. Tahun lalu, gadis cantik berusia 22 tahun itu memang pernah mengungkapkan keinginannya untuk menikahi Walcott. (net/jpnn)

Mau Pulang Kampung

Dua sahabat karib Agus (24) dan Yudi (29) tertangkap tangan saat hendak mencuri tabung gas ukuran 12 kg dari rumah seorang warga, di Jalan Tangki Air, Medan Kota, Senin (27/2).

Keterangan seorang ibu saat membuat laporan di Mapolsekta Medan Kota menuturkan, saat itu dirinya hendak keluar rumah, namun dia curiga ketika pintu dapur rumahnya terbuka. Saat hendak didatangi tiba-tiba dua pemuda langsung keluar dengan membawa obeng di tangan dan mengambil tabung gas elpiji dan hendak kabur naik sepeda motor.

“Begitu aku mau keluar rumah sebentar tapi pintu belakang terbuka pas aku liat keluar dua orang bawa obeng yang satu aku teriakin maling mereka langsung tancap gas,” katanya.

Neruntung saat kejadian seorang tukang becak menghalangi laju keduanya. Warga langsung memberi bogem mentah kepada keduanya sahabat karib itu.
Agus dan Yudi saat ditanya POSMETRO MEDAN (grup Sumut Pos) mengaku nekat mencuri untuk ongkos pulang kampung ke Palembang.
“Nggak ada uang buat pulang ke Palembang. Jadi kami lihat ada gas nganggur kami ambil aja tapi tiba-tiba udah diteriakin maling,” kata Yudi. (smg)

DPRD Akan Panggil Kadisdik Medan

Outbond Kepsek SDN Medan Dikutip Rp600 Ribu

MEDAN-Wakil Ketua DPRD Medan Ikrimah Hamidy berjanji akan memanggil Pj Kadisdik Medan Dr Rajab Lubis MS, terkait kutipan biaya Rp 600 ribu setiap peserta untuk pelaksanaan out bond Kepsek SDN se-Kota Medan.

“Kalau ada kegiatan seperti outbound itu mestinya sudah terprogram oleh Pemko Medan dan dananya dianggarkan di APBD. Sehingga kepala sekolah tidak perlu bayar,”ujarnya.

Kalau diprogramkan tanpa APBD dan kalau kepala sekolah itu membayar seharusnya Kadis Pendidikan Medan berkonsultasikan dengan sekda dan wali kota, karena pelaksanaan menggunakan anggaran di luar dari APBD.

“Kalau tidak ada rekomendasi dari wali kota atau sekda sebaiknya tidak usah diadakan kegiatan itu. Karena sifatnya pribadi kepada kepala sekolah,”sebutnya.

Sementara pengamat pendidikan Dr Mutsyuhito Solin MPd mengatakan, kegiatan dan keperluan outbound itu memang ada jadi sekolah punya prioritas.
“Ikut atau tidak itu merupakan hak sekolah. Kalau menurut manajemen sekolah boleh saja mereka menolak untuk ikut,” ucapnya.
Disinggung adanya kebijakan yang nantinya diambil kadis atas penolakan yang dilakukan kepala sekolah, menurut Sholin hal itu risiko bagi kepala sekolah.

Seperti diberitakan, pelaksanaan outbond yang dilaksanakan Dinas Pendidikan (Disdik)  Kota Medan yang diikuti kepala sekolah di tingkat SD Negeri di Kota Medan dituding sebagai program mubazir. Selain dianggap tidak bermanfaat dan tidak menunjang majunya dunia pendidikan. Kegiatan tersebut malah dianggap membebankan bagi setiap kepala sekolah (kepsek) karena diwajibkan membayar Rp600.000 per orang.
Hal itu terungkap dengan adanya surat Nomor 420/94 PPMP/2012 tertanggal 03 Februari 2012, yang dilayangkan ke setiap sekolah yang ditujukan untuk kepsek SD Negeri di Kota Medan.

Dimana isi surat tersebut mengharapkan kepada pihak sekolah agar turut berpartisipasi sebagai peserta mengikuti outbond dengan biaya Rp600.000 per peserta.

Bukti-bukti tersebut dibeberkan oleh Direktur Konsultan Pendidikan Indonesia (Kopindo) Sumut, Joharis Lubis saat dikonfirmasi Jumat(24/2).
“Berdasarkan pengamatan, Disdik Medan adalah sebagai panitia pelaksana kegiatan outbond dan sudah terselenggara dua kali. Saya pikir ini tidak ada manfaatnya buat para kepsek itu. Kalaupun ada outbond, serahkan saja kepada panitia dan seharusnya jangan dibebankan biaya,” tegasnya.
Menurut informasi yang diterima, outbond telah berlangsung di kawasan Wisata Kolam Deli, Kabupaten Karo beberapa waktu lalu.

Kegiatan ini, menurut Johari, akan membuka peluang bagi dinas pendidikan Kota Medan untuk melakukan pengutipan kepada pihak kepala sekolah.
Salah seorang kepala sekolah SD Negeri yang enggan namanya disebutkan, membenarkan adanya acara outbond yang diselenggarakan oleh Disdik Medan.

Dia bahkan mengatakan jika pihaknya mendapat info kalau pada Maret mendatang akan diselenggarakan kembali kegiatan outbond yang pernah dilakukan oleh Disdik Medan semasa Rajab Lubis sebagai Kadisdik Kota Medan.

Ditanya soal biaya, kepala sekolah tersebut mengaku belum ada disebutkan nominal dan sumber biayanya.

“Jumlahnya saya belum tahu. Ada dikabari kalau Maret ini bakal ada outbond lagi. Soal biayanya belum diketahui berapa jumlahnya. Masih menunggu kejelasan juga,” ucapnya.

Begitu juga pengakuan Eva, salah satu Guru SD negeri di Kota Medan dirinya membenarkan jika ada kegiatan outbond yang dilaksanakan oleh Disdik Kota Medan beberapa waktu lalu. Namun dia tidak berani mengatakan soal biaya yang dibebankan kepada kepsek.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Rajab Lubis saat dikonfirmasi mengaku, sudah menutup kegiatan tersebut dan dipastikan tidak akan ada lagi kegiatan serupa untuk kedepannya.

Rajab mengakui jika kegiatan outbond dimasa kepemimpinannya telah  berlangsung sebanyak dua kali  dan tidak dikenakan pungutan.
Saat disinggung mengenai alasan tidak diselenggarakannya lagi outbond, menurutnya ada pihak tertentu yang merasa kegiatan itu tidak ada manfaatnya.
“Sudah kita tutup kegiatan outbondnya. Jadi sudah gak ada lagi kegiatan seperti ini karena gak ada manfaatnya kecuali buat guru,”katanya dan enggan membahas hal tersebut lebih lanjut. (uma)

Tersangka Pembunuhan Ditangkap sama Selingkuhan

MEDAN-Tersangka pelaku pembunuh Suwandi alias Abeng Botak, yang tewas mengenaskan di Jalan Benteng, Lapangan Tembak TNU AU, Sari Rejo, Medan Polonia berhasil dibekuk Gegana Brimob Polda Sumut, Senin (27/2) dini hari.

Tersangka Jesuda (31) dibekuk dikediamannya di Jalan H Zailnul Arifin, Gang Kampung Kubur Medan. Setelah dilakukan pengembangan, polisi kemudian membekuk temannya Edos (19), warga Jalan H Zainul Arifin Gang, Kampung Kubur, Sarwanen alias Wanen (15), warga Jalan Pasar VII Kecamatan Medan Marelan.

Polisi juga membekuk selingkuhan Jesuda yakni Nilam Sari (24), warga Aceh Tamiang NAD. Sari ditangkap saat bersama Jesuda, kemudian polisi kembali menangkap Agus, warga Jalan Sekata Medan, selaku penadah sepeda motor milik Vijai yang saat kejadian itu sedang digunakan korban.
Kini petugas lagi melakukan pengejaran untuk mengetahui keberadaan sepeda motor tersebut. Selain membekuk pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa pisau, mancis berbentuk pistol dan baju.

Selanjutnya para pelaku ini diboyong ke Brimob Polda Sumut untuk dilakukan pemeriksaan sementara sebelum diserahkan ke Mapolsekta Medan Baru.
Keterangan yang dihimpun Sumut Pos di Markas Komando Gegana Brimob Polda Sumut para pelaku murni melakukan pembunuhan, setelah menikam korban. Sementara itu antara korban dan pelaku Jesuda adalah teman satu permainan.

Kepala Detasemen Gegana Biromobdasu, Kompol A Darma Sinaga melalui Kanit I, Iptu Elhakim Sembiring mengaku, para pelaku diserahkan ke Mapolsekta Medan Baru untuk proses hukum selanjutnya. (gus)

Pemilik Tanah tak Diberi Kesempatan Beri Penjelasan

Kuasa Hukum Abdul Kiram Buka Mulut Soal Kedatangan Komisi III DPR RI

MEDAN-Kuasanya hukum warga penggugat dari pihak Abdul Kiram Cs, Alihasmi SH dan Rakerhut Situmorang mengatakan kunjungan anggota Komisi III DPR RI yang dipimpin oleh Azis Syamsudin SH menimbulkan kesan negatif.

“Kedatangan Komisi III DPR RI tidak memberikan kesempatan kepada pemilik tanah untuk memberikan penjelasan atas kedudukan tanah sebenarnya,” kata Alihasmi.

Menurutnya, eksekusi pengosongan di Jalan Jati yang dilakukan Pengadilan Negeri Medan telah memenuhi ketentuan Undang-undang yang berlaku, mengacu kepada keputusan No 113/pdt G/2006/PN Medan dan aparat kepolisian. Dalam melakukan eksekusi tidak melakukan perlanggaran HAM dan mengacuh pada ketentuan UU No 2 Tahun 2002.

Alihasmi menilai warga dan preman yang melakukan perusakan tembok bukan orang tereksekusi.
Sementara Wagiman, seorang warga yang memenangkan sengekata mengaku sudah melaku penggarapan sejak tahun 1947 lalu dan memiliki sertifikat yang asli.

Dirinya menilai warga Jalan Jati sudah tertipu dengan sertifikat yang dipegang selama ini dan seharusnya melakukan pengcekan atas keabsan sertifikat yang dimiliki.

“Seharusnya dicek dulu sertifikat tanahnya sebelum dibeli, jangan menganggap sertifikat miliknya itu asli,” pungkasnya.(gus)

Ditabrak Truk Pulang Mengantar Ayah Berobat

MEDAN- Dian Utari (18), warga Pasar X Desa Bandar Khalipa, Percut Seituan tewas ketika sepeda motor yang dikendarai laga kambing dengan truk, di Jalan Titi Sewa, Senin (27/2).

Keterangan Siti Mariah (71), nenek korban, Dian siang itu baru pulang dari RSU dr Pirngadi Medan mengantarkan ayahnya berobat.
Ditambahkannya, sehabis berobat dari rumah sakit lalu mereka pulang. Saat berada di Jalan Titi Sewa, tiba-tiba datang dari arah depan sebuah truk dan truk tersebut pun menabrak sepeda motor Honda Revo yang dikenderaai korban.

“Dian meninggal di lokasi, sedangkan ayahnya terlempar jauh dan hanya mengalami luka ringan. Sepeda motor yang dikenderai Dian laga kambing dengan truk. Padahal menurut keterangan ayahnya mereka berjalan di arah yang benar dan truk itu saja yang datang salah arah,” sebutnya.
Disambungnya, Dian dan ayahnya tinggal di Aceh dan mereka di Medan sudah seminggu lebih. Menurutnya, mereka datang ke Medan dan tinggal di tempat kakaknya, Dian, tepatnya di samping rumahnya untuk berobat ke Medan.

“Padahal Dian ke Medan bersama ayahnya untuk berobat. Rencananya malam ini jenazah akan dibawa ke Aceh langsung,” bebernya.
“Korban meninggal di tempat dan supir sudah diamankan dan dimintai keterangan,” jelas seorang petugas lantas.(jon)

Ajak Masyarakat Bersatu dalam Perbedaan

Pangkostrad Silturahmi ke Kota Binjai

BINJAI- Pangkostrad Letjen TNI AY Nasutioan bersilaturahi dengan Wakil Wali Kota Binjai Timbas Tarigan di Pendopo Umar Baki, Jalan Veteran, Kecamatan Binjai Kota, Senin (27/2). Kehadiran Pangkostrad itu disambut Wakil Wali Kota Binjai Timbas Tarigan dan dalam acara tersebut, dihadiri sejumlah unsur Muspika serta Muspida yang ada di Kota Binjai.

Dalam silaturahmi bertajuk “Membangun Karakter Bangsa untuk Memperkuat Ketahanan Nasonal” itu, Letjen TNI AY Nasution mengajak masyarakat Binjai bersatu dalam perbedaan. “Mari kita bersatu dalam perbedaan. Jangan sampai kita persoalkan suku dan agama yang ada. Hal itu kita lakukan, agar meraih ketentraman serta kemakmuran,” ujar AY Nasution.

Selain itu, AY Nasution juga menyampaikan, masyarakat lebih baik mencari kesamaan dari pada terus mencari perbedaan. “Kalau kita terus mencari perbedaan dengan sesama. Maka, kita akan terus seperti ini. Mulai sekarang, mari kita satukan hati, meski kita berlainan suku dan agama. Demi membangun karakter bangsa yang lebih baik ke depannya,” katanya.

Usai bersilaturahmi, Pangkostrad Letjen TNI AY Nasution, bersama Wakil Wali Kota Binjai, Timbas Tarigan menyempatkan diri makan siang di rumah Dinas Wali Kota Binjai yang bersebelahan dengan Pendopo Umar Baki. “Kedatangan Letjen TNI AY Nasution, tentunya kita sambut dengan baik dan kegiatan seperti ini sangat positif. Kalau bisa, hal seperti ini terus ditingkatkan, misalnya dilakukan di setiap sekolah yang ada di Kota Binjai. Karena, apa yang disampaikan Letjen TNI AY Nasution, sangat baik untuk para pelajar agar dapat membangun jati diri yang lebih baik,” ujar Wakil Wali Kota Binjai Timbas Tarigan di rumah Dinas Wali Kota Binjai. (dan)

Angkutan Luar Masuk Medan, Sopir Angkot Demo

MEDAN-Puluhan sopir angkot trayek 64 jurusan Pinang Baris-Amplas yang tergabung dalam Keluarga Besar Sopir dan Pemilik Kendaraan (Kesper) melakukan aksi unjuk rasa di de pan Terminal Pinang Baris, Jalan Pinang Baris Medan, Senin (27/2) siang.

Koordinator pengunjuk rasa, Israel Situmeang mengatakan, aksi yang sudah berulang kali itu menuntut agar Dinas Perhubungan (Dishub) Medan tidak diskriminasi terhadap angkot dari Deli Serdang  masuk ke Kota Medan. Namun, sampai saat ini tidak ada tindakan tegas dari Dishub Medan yang terkesan
diskriminasi terhadap supir angkot Medan.

“Mengapa trayek angkot dari Deliserdang diizinkan masuk ke dalam kawasan Kota Medan. Ini sudah membuktikan kalau Dishub Medan sudah diskriminasi terhadap supir angkot 64 di Kota Medan,” kata Israel.

Selain itu, lanjut Israel, angkot berplat hitam juga sudah merajalela di Kota Medan. Sedangkan peran Dishub Medan untuk melakukan pengawasan dan penertiban tekesan adanya pembiaran.

“Apa tindakan dari Dishub Medan terhadap angkot berplat hitam yang sudah merajalela. Kami merasa dirugikan akibat semakin bebasnya angkutan dari luar Medan masuk ke dalam Kota Medan, tetapi angkot dari Medan tidak boleh masuk,” ujarnya.
Menurutnya, bila tidak ada tindak lanjut dari Dishub Medan untuk menyikapi tuntutan para supir angkot 64. Puluhan supir akan mengancam tidak akan membayar retribusi ke Dishub Medan.

“Sebaiknya Pemko dan DPRD Medan memperhatikan permasalahan ini, sehingga tidak merugikan sopir KPUM. Kalau seperti ini terus, kami tidak akan membayar retribusi harian ke Dishub Medan,” ungkapnya.

Seorang supir angkot 64, P Silalahi menjelaskan beroperasinya angkot dari Deliserdang yang mengangkut penumpang ke Kota Medan, mengakibatkan menurunnya pendapatan para sopir 64. “Gara-gara angkot Deliserdang, pendapatan kami berkurang setiap hari, biasanya kami dapat mengantongi uang Rp150 ribu per hari, dengan keberadaan mereka pendapatan kami berkurang tajam,” katanya.

Ia menambahkan, selain pendapatan mereka berkurang jumlah angkot Binjai tersebut juga tergolong banyak, jika dibandingkan dengan angkot 64 yang beroperasi.

“Saya tidak tahu jumlah pastinya, tetapi jumlah angkot Deliserdang tersebut lumayan banyak, dapat kita lihat di daerah Jalan Gatot Subroto Medan, hampir setiap menit angkot Binjai lalu lalang, kalau ini dibiarkan terus penghasilan kami akan menurun,” bebernya lagi.
Pantauan wartawan koran ini, puluhan sopir angkot tersebut memarkirkan kendaraannya di sepanjang Jalan Pinang Baris Medan, yang mengakibatkan arus lalulintas di sepanjang kawasan tersebut tersendat.

Kepala Terminal Pinang Baris, Arjani Siregar menyatakan kalau aksi tersebut salah alamat. “Mereka (supir angkot 64) melakukan aksinya di luar terminal Pinang Baris. Aksi mereka itu sudah biasanya, karena masalah trayek. Tetapi mereka seharusnya melakukan aksi di Terminal Amplas,” jelasnya.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Medan, Armansyah Lubis menjelaskan kalau pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap supir angkot dari luar Kota Medan. “Pengawasan dan penertiban tetap kita lakukan terhadap supir angkot dari Deliserdang. Tetapi kita hanya bisa menindak para supir dari luar daerah yang kebetulan melintas dan langsung diberikan tindakan tegas,” ucapnya.(adl)

Tak Sesuai UMK, Perusahaan Dipidanakan

Dinas Tenaga Kerja Kota Binjai Segera Data Gaji Karyawan

BINJAI- Pemerintah Kota (Pemko) Binjai melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Binjai segera melakukan pendataan gaji karyawan di setiap perusahaan yang ada di Kota Rambutan tersebut. Pendataan ini dimaksudkan untuk mengetahui perusahaan mana yang menerapkan upah di bawah upah minimum kota (UMK) yang telah ditentukan.

“Memang tak tertutup kemungkinan setiap pengusaha yang ada di Binjai melanggar Upah Minimum Kota (UMK) dalam membayarkan gaji para karyawannya. Maka dari itu, kita akan segera melakukan pendataan gaji karyawan. Jika tidak ada kendala, pendataan itu akan kita lakukan Maret mendatang,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Industrial dan Pengawasan di Disnaker Binjai M Sitorus SH kepada Sumut Pos, Senin (27/2).

Menurut M Sitorus, untuk tahun ini, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) sudah menaikan gaji karyawan yang dituangkan dalam Upah Minimum Kota (UMK) Binjai, dengan surat putusan nomor 188.44/93/KPTS/tahun 2012. “Tahun 2011 lalu, gaji atau upah karyawan mencapai Rp1.050.000. Sementara, untuk 2012 ini, gaji naik sekitar Rp150 ribu, jadi Rp1.201.000 ribu,” jelasnya.

Tak sampai disitu, M Sitorus juga menerangkan, setiap perusahaan yang sudah memiliki pekerja satu orang, wajib menggaji karyawannya sesuai UMK. “Menyangkut soal UMK ini, dikenakan kepada seluruh pengusaha tanpa pengecualian, baik karyawannya hanya satu, dua dan seterusnya. Yang jelas, setiap pengusaha harus tetap membayar karyawannya sesuai dengan UMK,” tegasnya.

Mengenai gaji atau upah, sambungnya, banyak dari karyawan belum tahu sama sekali. Sehingga, banyak karyawan yang menerima gaji sebesar Rp800 ribu hingga Rp900 ribu. “Nah, disini saya mau jelaskan. Setiap karyawan yang bekerja di setiap perusahaan, baik karyawan itu digaji dengan cara harian, mingguan dan statusnya kontrak, serta nonkontrak, tetap digaji sesuai UMK,” ungkapnya.

Misalnya Buruh Harian Lepas (BHL), tambah M Sitorus, setiap pengusaha harus tetap menggajinya sesuai UMK. “Untuk pembayaran gaji BLH itu, pengusaha harus sesuaikan gaji buruh hariannya dikali 24 hari. Yang intinya, gaji para buruh tetap sesuai dengan UMK yang sudah ditetapkan Gubsu tadi,” terangnya.

Untuk itu, kata M Sitorus, jika setiap pengusaha melanggar atau tidak menggaji karyawannya sesuai dengan UMK, dapat dikenakan sangsi Pidana. “Sesaui dengan undang-undang tenaga kerja, pasal 90 ayat (1), pasal 143 dan pasal 166 ayat (4) dan ayat (7). Maka, setiap pengusaha dikenakan sangsi Pidana paling singkat 1 tahun penjara dan dikenakan denda sebear Rp Rp 100 juta, dan hukuman paling lama 4 tahun penjara dan denda sebesar Rp 400 miliar,” kata M Sitorus sembari membuka buku Undang-Undang yang dimaksud.

M Sitorus berharap, agar para karyawan atau buruh yang ada di Kota Binjai, dapat melaporkan perusahaannya ke Disnaker, jika gaji yang diterima tidak sesuai dengan UMK.(dan)