Home Blog Page 13871

Berjalan Tertatih-tatih

Atletico Madrid vs Barcelona

MADRID- Barcelona enggan dihapus dulu dari daftar persaingan gelar La Liga musim ini. Padahal margin 10 angka dari Real Madrid hal luar biasa untuk dikejar. Apalagi di jornada 24 ini, Barca kudu melawan ke markas Atletico Madrid.

Optimisme mengejar laju Real Madrid di pucuk klasemen masih menjalari seluru skuad Barca yang kadang kala disebut Azulgrana itu. Seperti yang dibilang gelandang Seydou Keita. “Musim ini panjang dan apa pun bisa terjadi di sepak bola,’’ katanya di situs resmi klub seperti dilansir ESPN.
Barca terperosok setelah labil di awal tahun. Sepanjang 2012, mereka sudah tujuh kali main di Liga, tapi hanya empat kemenangan yang sukses diamankan. Maka, jarak 10 angka dari Madrid nyaris saja menepis usaha mereka mempertahankan gelar. Tapi La Liga masih sisakan 15 laga. Itu harus dimaksimalkan.

“Kami akan melakukan yang terbaik untuk mencoba memenangkan pertandingan lain sebanyak mungkin,” sambung Keita yang merupakan warga negara Mali itu.

Melawan Atletico apalagi di kandangnya, tentu tak semudah yang dibayangkan. Tapi kemenangan dari tangan Falcao dkk wajib direnggut.
“Melawan Atletico adalah pertandingan yang sangat penting. Jarak 10 angka dari Madrid tak boleh bertambah, caranya dengan tak lagi kehilangan poin. Namun, Atletico adalah tim yang sangat kuat sekarang. Akan sangat sulit,” tambahnya.

Satu di antara semangat dikarenakan kemenangan telak kontra Valencia akhir pekan lalu. Kemenangan itu istimewa karena Lionel Messi bisa bikin empat gol dari total kemenangan 5-1.

Untuk meraih hasil bagus lagi, Barca tampaknya bakal tak terlalu repot. Meski David Villa dan Ibrahim Afellay masih cedera, mereka punya pemain lain yang kualitasnya sama.

Sedangkan dari kubu tuan rumah, saat ini sedang butuh poin untuk mengamankan tiket Eropa. Berada di posisi enam klasemen sementara, Atletico baru kumpulkan 32 angka.

Tapi soal mental, mereka sedang bagus. Itu karena capaian di kompetisi Europa League. Melawan Lazio, total mereka menang 4-1 secara agregat. Hasil itu memastikan langkah ke babak 16 besar.

Arsitek tim, Diego Simeone lalu menatap ke kompetisi domestik. Melawan Barcelona tentu saja sangat sulit. “Kami sangat senang hasil melawan Lazio. Respon bagus untuk anak-anak,” katanya di situs resmi klub. “Kami sekarang siap melawan Barcelona dan memberikan kemampuan terbaik,” tambahnya.
Hal itu diamini gelandang Juanfran. “Ini akan menjadi pertandingan luar biasa bagi kami. Melawan Barcelona pun kami harus membawa tiga angka yang memang kami butuhkan,” katanya.

Sayangnya, kubu tuan rumah diganggu cedera. Daftarnya adalah Arda Turan (cedera paha), Salvio (cedera pergelangan kaki) dan Adrian (cedera otot). Simeone berharap mereka segera pulih tepat waktu. (ful)

Pemimpin Gereja Harus Melek Hukum

Seminar Jelang Hari Doa Sedunia 2012 di Sumut

Momentum World Prayer Assembly (WPA) 2012 menghangat di Sumut. Menjelang perayaan Hari Doa Sedunia di Sumut Tahun 2012  banyak kegiataan telah mewarnai kegiatan gerakan doa sedunia yang dilaksanakan di 220 negara dan 200 kota di Indonesia ini. Jumat, 24 Februari lalu, bertempat di GSJA Anugerah Jalan Mojopahit Medan digelar seminar “Sumatera Utaraku Sadar Hukum dan HAM”, dan ibadah doa bersama.

Sebagai Pembicara Kakanwil Departemen Hukum dan HAM Wilayah Sumut, Baldwin Simatupang BcIP SH MH dan moderator Burhan Sidabariba SH MH. Dalam seminar tersebut Baldwin Simatupang menjelaskan, masyarakat harus berupaya mematuhi hukum yang berlaku dan tidak melanggar HAM. “Gereja dan jemaatnya hendaknya terlibat mengambil kebijakan dalam kemajuan negeri ini,” ucapnya.

Acara ini digelar Yayasan Sumatera Berdoa dan dihadiri para pemimpin interdenominasi gereja di Sumut, tokoh kristen, aktivis dan pemuda gereja. Dalam ibadah doa bersama, doa pembuka dan pujian dibawakan oleh Pdt JD Manullang dan doa persembahan oleh Pdt Alexander Agustine.
Doa syafaat masing-masing dibawakan Ir Binsar Nainggolan MSi yang mendoakan tentang kebahagiaan orang yang berpegang teguh pada hukum (Amsal 29 : 18b). Pdt H Tambunan berdoa untuk suksesnya pelaksanaan WPA 2012 di  Sumut. Berdoa untuk kesatuan tubuh kristus dibawakan AP Bangun dan berdoa agar tercipta kerukunan dan persaudaraan sejati di Sumut dan Indonesia disampaikan Pdt Dian Susiarto MTh.

Kata sambutan dari Sumatera Berdoa oleh Pdt DR Paul F Wakkary. Menurut Ketua Panitia WPA 2012 di Sumut ini, puncak WPA 2012 di Sumut akan digelar pada 16-17 Mei mendatang. Pada 16 Mei 2012 WPA 2012 di Sumut akan digelar di Lapangan Benteng Medan yang dihadiri oleh anak sekolah minggu dan pada 17 Mei mendatang akan dihadiri para orangtua dan pemuda di Pardede Hall, Medan.

Selanjutnya dalam acara itu pengumuman oleh Johnny Silaban dan doa penutup oleh Pdt Samuel Ghozaly D. Sementara itu dalam temu persnya di Medan Club pada hari Rabu (22/2) yang dihadiri Ketua Yayasan Sumatera Berdoa JA Ferdinandusmengharapkan seminar dapat membekali para pemimpin interdenominasi gereja di Sumut dengan kesadaran hukum dan HAM dan sekaligus mewujudkan Sumut yang sadar Hukum dan HAM.(*/rs)

Bernabeu Gagal, Calderon Pun Jadi

TERJAWAB sudah simpang siur soal venue final Copa del Rey musim ini yang mempertemukan Barcelona dan Athletic Bilbao. Akhirnya disepakati markas Atletico Madrid, Vicente Calderon, yang akan menjadi tuan rumah.

Semula, ada beberapa opsi selain Calderon, di antaranya markas Valencia, Mestalla, dan Estadio de La Cartuja di Seville. Pilihan itu diberikan RFEF kepada Barca dan Bilbao seiring dengan penolakan Real Madrid terkait penggunaan Santiago Bernabeu.

Ya, Real menolak Bernabeu dijadikan sebagai venue. Tentu saja mereka tidak ingin menjadi tuan rumah dan melihat rival abadinya berpesta di sana. Apalagi dua klub finalis berasal dari Catalan dan Basque yang agak anti-Spanyol.

Semula Bilbao ngotot supaya final di Bernabeu. Alasannya, stadion itu memiliki daya tampung yang besar. Banyak suporter Bilbao yang bisa menyaksikan final karena daya tampung Bernabeu mencapai 85.454 penonton.

Sedangkan Barca sedikit melunak, tetapi tetap berharap final dihelat di Ibu Kota. “Kalau memang Real tidak menginginkan kami bermain di sana. Mereka tidak ingin menjadi tuan rumah, sebaiknya dimainkan di lokasi lain,” kata Josep Guardiola, seperti dikutip Goal.
Baik Calderon, Mestalla, maupun La Cartuga, memiliki kapasitas yang jauh di bawah Bernabeu. Yang sebanding adalah Nou Camp, markas Barca, tetapi tentu tidak mungkin dimainkan di stadion berkapasitas 99.354 penonton itu.

Akhinya, pilihan dijatuhkan kepada Calderon dengan pertimbangan tetap berada di Ibu Kota Spanyol. Atletico bersedia menjadi tuan rumah dan mereka menjamin rumput akan berada pada kondisi yang bagus, meski lima hari sebelum final ada konser Coldplay.
Soal waktu final, RFEF mengeluarkan dua kemungkinan jadwal, yakni pada 20 Mei dan 25 Mei. (ham/jpnn)

Pemilik Rumah Temukan 3 Mortir

Ditemukan di Depan Pintu

HAMPARAN PERAK- Tiga unit mortir, Sabtu (25/2) sore, membuat warga Dusun II Desa Sei Baharu Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deliserdang, geger. Pasalnya, benda berbahaya berdiameter 8 centimeter tersebut ditemukan tertanam di depan pintu rumah yang dihuni keluarga, Warsim (45). Sejumlah personil gegana pun diturunkan guna mengamankan mortir diduga sisa dari peninggalan zaman Belanda itu.

Peristiwa yang membuat warga setempat heboh itu terjadi sekira pukul 15.00 Wib. Ketika itu, Riki Zulkarnain (11) anak dari pasangan suami istri (pasutri), Warsim dan dan Agustina mengorek-ngorek tanah di depan pintu rumahnya dengan menggunakan obeng.

“Ceritanya tadi anakku, Riki saat itu sedang memegang obeng duduk – duduk di depan pintu rumahnya tak sengaja dia mengorek tanah dengan obeng tadi, dilihatnya ada lapisan keramik menutupi bongkahan besi berbentuk gumpalan,” ujar, Agustina orang tuanya.

Melihat ada benda aneh di dalam tanah, Riki lantas memberitahukannya kepada, Rahmad abangnya. Merasa curiga dengan benda tersebut kemudian penemuan tersebut diberitahukan kepada orang ibu mereka.”Begitu ku lihat aku pun curiga kalau itu bom, lalu ku beritahukan kepada warga yang lainnya,” katanya.

Polisi Masyarakat (Polmas) begitu mendengar kabar adanya penemuan benda diduga bom langsung menginformasikan ke petugas Polsekta Hamparan Perak. Dari hasil pemeriksaan polisi menduga kalau motir tersebut masih aktif lantas berkoordinasi dengan petugas Gegana, Penjinak Bahan Peledak Sat Brimob Polda Sumut.

Setelah melakukan pengorekan tanah sekitar 30 centimeter, 3 unit bahan peledak jenis mortil akhirnya berhasil diamankan dan dimasukan ke dalam kotak berisi pasir untuk kemudian dibawa ke Mako Brimob Polda Sumut.

Kanit Reskrim Polsek Hamparan Perak, AKP Irsol ketika dikonfirmasi mengatakan, ketiga unit mortir tersebut merupakan peninggalan zaman Belanda.”Kita belum tahu pasti, masalah ini kita serahkan ke petugas Gegana Sat Brimob Poldasu. Namun diduga mortir tersebut peninggalan zaman belanda,” tandasnya. (mag-17)

Konflik Tanah Sari Rejo, Masyarakat Jangan Terprovokasi

MEDAN – Forum Masyarakat Sari Rejo (Formas) dengan Ketua Umum Riwayat Pakpahan dan Sekretaris Umum U Sumantri Sm (Oest) mengajak masyarakat lingkungan I s/d IX untuk tidak terprovokasi dengan adanya nama Formas baru. Himbauan itu disampaikan menyusul adanya selebaran yang mengajak masyarakat untuk melakukan aksi damai ke kantor Wali Kota Medan pada tanggal 5 Maret 2012 dalam hal sengketa tanah di Sari Rejo dengan TNI AU.

“Berdasarkan akta pendirian Formas tanggal 24 Februari 2011 No.30 dihadapan notaris Muhammad Dodi Budiantoro yang berkantor di Jalan Jenderal Ahmad Yani No 70 lantai dua jelas bahwa kepengurusan Formas yang legal adalah kami yang sudah lama memperjuangkan ini,” seru Ketua Umum, Riwayat Pakpahan usai pertemuan dengan masyarakat dari lingkungan I s/d IX di Masjid Al Ikhlas Kelurahan Sari Rejo Medan, Jumat (24/2) malam.
Riwayat menyerukan kepada masyarakat agar jangan mau diadudomba. Apalagi belakangan ditemukan ada selebaran dengan mengatasnamakan Formas baru mengajak masyarakat untuk melakukan aksi damai ke kantor Wali Kota. Ajakan tersebut disebarkan ke masjid-masjid yang sudah pasti sangat tidak wajar.

“Pertemuan ini kami gelar dalam rangka silaturahmi dengan seluruh Badan Kenaziran Mesjid (BKM), pengurus perwiri, dan tokoh masyarakat serta organisasi lainnya di lingkungan ini untuk menjelaskan Formas yang benar, agar masyarakat tahu dan tidak terpengaruh dengan apapun di luar Formas yang sah,” ucapnya.
Jadi, kata Pakpahan pihaknya tidak ikut campur dengan seluruh rencana yang disampaikan selebaran itu.
“Kami tidak tahu menahu soal aksi. Apalagi pada selebaran itu, tidak ada tandatangannya sama sekali, hanya mengatasnamakan Formas saja,” tegasnya.
Dia menyesalkan selebaran tersebut yang juga membawa nama Formas. Menurutnya, kalau ingin menyampaikan aspirasi, hendaknya tidak menggunakan nama yang sama. “Boleh saja jika ingin memperjuangkan sesuatu tapi jangan mendompleng dengan nama sama. Karena kami sudah lama berjuang,” ujarnya.

Selama ini, pihaknya sudah berjuang untuk mempertahankan tanah Sari Rejo milik masyarakat.  Berbagai pertemuan sudah dilakukan sampai ke Wali Kota Medan Rahudman Harahap, hingga akhirnya diperoleh komitmen dari pemerintah daerah (pemda) untuk memperjuangkan tanah milik masyarakat ini.

“Berbagai upaya telah dilakukan sampai akhirnya pada pertemuan terakhir di kantor camat, Wali Kota berjanji akan buat surat langsung ke Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) dengan isi memperjuangkan wilayah ini menjadi milik masyarakat. Ini tentu harus di apresiasi, jangan malah di rusak hanya karena ada Formas baru,” ujarnya.

Pada surat yang disampaikan Wali Kota Medan, ada dua poin alternatif dalam penyelesaian tanah ini sesuai dengan peraturan perundang-undangan berlaku yakni TNI AU melalui izin Kementerian Keuangan harus menyerahkan lahan kepada masyarakat secara tepat hak dan sasaran tanpa ada kompensasi kepada TNI AU semata-mata untuk kepentingan nasional atau umum.

Kemudian,  TNI AU melalui izin kementrian menyerahkan lahan yang dimaksud kepada Pemk o untuk diserahkan kepada masyarakat yang punya hak tanpa ada kompensasi kepada TNI AU semata-mata untuk kepentingan umum atau Pemko menyediakan lahan pengganti sesuai luas lahan sekarang yang diserahkan kepada Pemko.
“Poin alternatif itu tertuang dalam surat NO 593/1906 tanggal 8 Februari 2012 yang ditujukan kepada Kepala Staf Angkatan Udara Ri di Jakarta. Melalui pertemuan ini, masyarakat berarti sudah tahu bagaimana perjuangan kami sebagai pengurus,” tegasnya.
Menyahuti hal tersebut, Ketua Formas (Forum Masyarakat Sari Rejo), Riwayat Pakpahan sudah berencana membuat surat penegasan kepengurusan Formas yang sah ke Instansi terkait. “Besok, Jumat (24/2) akan diantarkan surat penegasan itu dengan melampiri akte pendirian Formas dengan No. 30 tanggal 24 Februari 2011,” cetusnya.

Setelah itu, lanjutnya, Formas Akan melakukan pertemuan seluruh pengurus Formas pada, Jumat (24/2) malamnya di Mesjid Al Ikhlas Jalan Sejati, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia.”Hal itu untuk menjelaskan kondisi terkini dari perjuangan Formas, karena saaat ini ada nama Formas yang mendompleng memakai nama Formas,” bebernya.

Dijelaskannya, untuk nama Formas yang baru, Riwayat mengaku tidak tahu menahu dimana sekretariatnya. “Sedangkan informasi yang kudapat kalau mereka berada kawasan Sari Rejo juga. Tetapi kami sampai saat ini tidak mengetahui bagiamana perjuangannya yang seperti apa?,” certusnya.
Menurutnya, munculnya nama Formas baru hanya untuk melemahkan perjuangan Formas. Sementara, Formas yang perjuangannya dengan tujuan jelas hanya memperjuangakan tanah milik warga seluas 260 hektare untuk memperoleh sertifikat  karena sudah mendapat putusan dari MA. “Tanah warga Sari Rejo untuk status tanahnya sangat jelas dengan adanya dasar hukum yang jelas dikeluarkan dari Pemerintah,” pintanya.

Riwayat menduga kalau adanya nama Formas baru itu hanya berdasarkan kepentingan pribadi. “ Jadi kita juga sudah mengimbau kepada masyarakat jangan mau diadu domba dengan adanya nama Formas baru. Ini membuktikan kalau di Sari Rejo ada politik Devide Of Invera (Politik pecah belah),” jelasnya.
Kendati demikian, Riwayat mengajak seluruh organisasi yang ada di sari Rejo untuk berjuang bersama-sama.”Kalau mau berjuang, mari sama-sama berjuang karena sudah ada Formas. Karena sampai saat ini masyarakat masih solid, dan kepada nama oraganisasi yang baru agar jangan memfitnah. Karena fitnah lebih kejam dari pembunuhan. Kenapa di penghujung perjuangan ada yang seperti pahlawan kesiangan,” cetusnya.
Diketahui, organisasi perjuangan masyarakat Sari Rejo ada beberapa macam, seperti
oraganisasi PSMS (panguyuban sehati masyarakat Sari Rejo) yang sampai saat ini masih berdiri. Selain itu, Juga ada forsis 69 (forum silaturahmi lingkungan 6 dan 9).
“Kita saja bisa membuat nama beda walaupun perjuangannya sama. Kenapa manusia yang mempunyai anak kembar bisa namanya tidak sama.Ini kan bukti sudah ada yang mendompleng. Apa tidak bisa merubah namanya, Karena di Formas terus menjalin silaturahmi untuk terus berjuang,” pintanya.
Sebelumnya, Janji Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk segera menuntaskan masalah sertifikat tanah seluas 260 hektare di Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, akan terus diupayakan dengan menindaklanjuti surat yang sudah dilayangkan ke Mabes TNI AU dengan menurunkan tim untuk menjemput bola terkait realisasi lahan tersebut.
Menindaklanjuti surat yang sudah dilayangkan Pemerintah Kota (Pemko) Medan ke Mabes TNI AU, minggu lalu. Dan Rahudman juga menegaskan kalau pihaknya akan segera menurunkan tim untuk menjemput bola terkait realisasi lahan Sari Rejo seluas 260 hektare yang harus dikembalikan kepada warga.
“Sampai sekarang belum ada balasan surat yang kita kirimkan dari Mabes TNI AU, makanya kita akan jemput bola dan saya akan mengirimkan tim terkait realisasi dari surat yang kita kirimkan itu,” ucap Rahudman.
Dikatakannya, Pemko Medan menginginkan janji untuk menuntaskan masalah Sari Rejo ini kepada warga tidak hanya wacana melainkan akan berupaya untuk menuntaskannya. “Apalagi sekarang sudah bertambah Formas lainnya, tidak lagi Formas yang berjuang dari awal, tapi sudah ada lagi Formas yang juga berjuang, itulah patokan kita, makanya akan kita tuntaskan. Saya berharap suasana tetap kondusif sehingga kita bebas melakukan langkah-langkah penyelesaian masalah itu,” ujar Rahudman.
Ketua Komisi A DPRD Medan, Ilhamsyah mengatakan Pemko Medan harus segera mencari jalan keluar terhadap masalah ini karena persoalannya sudah cukup lama. Masyarakat kawasan tersebut sangat mengharapkan penyelesaian. “Pemko harus segera mengambil kebijakan agar masalah ini cepat selesai apalagi sekarang sudah hampir final,” ucapnya.
Jangan sampai, lanjut dia, kemunculan Formas lain secara tiba-tiba membuat Pemko gamang memberikan keputusan. Selama ini, perjuangan Formas telah dilakukan oleh Riwayat Pakpahan, tidak ada nama lain. Surat menyurat yang masuk ke DPRD Medan melalui Komisi A juga atas nama Riwayat Pakpahan. “Kami juga cuma tahu perjuangan Formas ini dari Riwayat Pakpahan selaku perwakilan warga. Jadi tidak ada lagi formas lainnya. Pemko diminta tidak gamang memberikan keputusan karena semuanya sudah jelas,” pungkasnya.(adl)

Turnamen AMPI Dimulai

MEDAN- Turnamen AMPI CUP-I 2012 resmi dibuka Ketua AMPI Rayon Medan Labuhan Subandi di Lapangan Martubung Jalan Rawe Pasar VI Medan Labuhan, Sabtu (25/2). Sesuai jadwal turnamen ini akan berlangsung hingga 11 Maret mendatang.
“Hendaknya turnamen ini menjadi kegiatan yang bermanfaat bagi perkembangan sepak bola di tanah air  khususnya Sumut,” tutur  Subandi  dalam kata sambutannya pada acara pembukaan turnamen itu.

Usai pembukaan, pertandingan pool A dimulai. Hasilnya SSB AMPI menang atas SSB Kenari dengan skor 3-0.
Dalam pertandingan itu dua gol tercipta di babak pertama yang dilakukan Trisna di menit 11 dan menit 32, sedangkan gol ketiga diciptakan Putra Chaniago pada menit ke 40.

Sementara itu di partai kedua dimenangkan SSB Kebun Bunga yang berhadapan dengan SSB Medan Utara dengan skor  4-0.
Dua gol pertama tercipta Dio dan Jimmy pada babak pertama. Kemudian di babak kedua kembali punggawa SSB Kebun Bunga menambah gol yang dilakukan Thomas dan Musa.

Di tempat yang sama Selamat Riyadi, Ketua Panitia Pelaksana mengucapkan terima kasih kepada semua  pihak yang mendukung suksesnya turnamen itu.  “Dari segenap panitia  kami mengharapkan lanjutan turnamen ini tetap berjalan dengan aman dan tertib,” katanya.(mag-10)

Jenazah TKW Asal Medan Tiba di Polonia

MEDAN- Jenazah tenaga kerja wanita (TKW) asal Kota Medan yang meninggal di Malaysia, Eva Cristina Telambanua (41) tiba di di Unit Bisnis Gudang dan Kargo (UBGK) Bandara Polonia Medan, Sabtu (25/2) pagi 08.30 WIB. Eva  yang pada idenitias keberangkatannya bernama Yustina Telambanua Jenazah itu tiba dengan mengunakan maskapai penerbangan Malaysia Airlines (MAS)  MH-860. Jenazah disambut dengan isak tangis keluarga.

Chairuna Syahfitri (24) anak almarhum beserta rombongan keluarga, saat itu langsung memeluk peti jenazah sang ibu ketika tiba dan hendak dimasukan ke dalam mobil ambulan dengan linangan air mata. Kedatangan jenazah Yustina Telambanua disambut juga oleh Ketua APJATI (Asosiasia Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia) Sumut, Irianto Tampubolon, Bendahara APJATI (Asosiasia Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia) Sumut, Veronica Sitanggang dan anggota DPD RI, Parlindungan Purba SH MM. Di dalam mobil ambulance, Fitri beserta keluarga diminta untuk memastikan jenazah sang ibu dengan membuka peti jenazah dan pihak keluarga menyakini bahwa itu memang jenazah keluarga mereka.

Chairuna Syahfitri saat itu mengatakan dirinya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pemulangan jenazah.
Fitri menambahkan, ibunya perginya ke Malaysia untuk bekerja dan mengadu nasib yang diberangkatkan pada bulan Desember lalu. Tapi bukan pekerjaan yang didapatkan justru ibunya terlantar hingga akhirnya sakit dan meninggal pada 14 Februari 2012 kemarin.

“Ibu berangkat karena ada calo yang menawarkan, tapi paspor ibu dibuat atas nama Yustina Telambanua dan nama ibu sebenarnya Eva Telambanua. Ibu selama berada di sana bekerja tapi hanya sebentar saja,” beber Fitri. (jon)

Harus Menang demi Jaga Jarak

Aspac vs Pelita Jaya

KARENA Satria Muda (SM) berhasil mengalahkan Garuda kemarin (25/2), tertutup sudah peluang Aspac memuncaki klasemen Flexi NBL Indonesia. Apapun hasil yang diraih Aspac melawan Pelita Jaya (PJ) pada hari terakhir hari ini (26/2), SM akan tetap kukuh di puncak.

Jika Aspac menang, maka perolehan poin mereka akan sama 41 dengan SM. Namun, SM berhak atas peringkat yang lebih baik, karena mereka unggul head to head 2-0 setelah selalu menang dalam dua kali pertemuan dengan Aspac.

Meski tidak berpengaruh pada klasemen, Aspac akan tetap ngotot memburu kemenangan. Sebab, kemenangan akan membuat mereka terus menempel SM. Jika bisa terus menempel, sekali SM terpeleset, maka Aspac akan mengambil alih pimpinan klasemen. Sebagai catatan, pada seri kelima di Surabaya nanti, SM akan menghadapi CLS Knights yang selalu menang dalam dua pertemuan.

Tidak hanya Aspac yang butuh menang untuk menjaga jarak. (PJ) pun demikian. Dua kali kekalahan dari Muba Hangtuah dan Stadium membuat mereka semakin tertinggal dalam perebutan gelar juara musim reguler. PJ harus menebus dua kekalahan itu dengan mengalahkan tim-tim yang lebih kuat seperti Aspac.

Kemenangan atas Aspac juga akan mengembalikan kepercayaan diri para pemain PJ menyambut seri kelima. Sebab, selama seri keempat mereka hanya bisa menang melawan tim lemah seperti BSC dan Pacific.

“Kami siap menyambut game melawan Aspac. Performa yang turun akan coba kami perbaiki. Kami mencoba melupakan kekalahan melawan Muba dan Stadium. Saya yakin kami meningkat terus dan puncaknya di championship series nanti,” kata Kapten PJ Erick Sebayang.
Menurut pemain yang berposisi sebagai point guard tersebut, banyak pekerjaan rumah yang harus dibereskan timnya. Berkaca pada dua game awal, PJ harus memperbaiki rebound, meminimalisir turnover, dan mempertajam free throw kalau ingin menang. “Sebetulnya pas menang melawan Pacific sudah enak lagi mainnya. Semoga saja ini berlanjut,” kata Sebayang.

Sementara itu, Aspac berada dalam puncak kepercayaan diri setelah menggagalkan Muba Hangtuah untuk menyapu bersih semua pertandingan.Mereka begitu ngotot untuk menutup seri keempat dengan kemenangan setelah sebelumnya dikalahkan SM dengan skor telak 68-52 beberapa hari lalu.
Pelatih Tjetjep Firmansyah meminta pemainnya untuk serius. Sebab meski menuai hasil buruk, PJ bukan lawan sembarangan.(nur/ang/jpnn)
“Terpenting kami harus agresif dan bermain sama seperti mengalahkan Muba. Kalau kami fokus, game itu akan kami ambil,” tandasnya.

Janda Tewas Bakar Diri

LUBUK PAKAM- Akhir hidup Karmianti Br Saragih (45) warga Dusun VI Desa Naga Rejo Kecamatan Galang Deli Serdang begitu tragis. Janda anak dua itu nekat membakar diri di kediamannya, Jumat (24/2) pukul 14.30 WIB. Ia tewas dalam kondisi luka bakar.

Iformasi yang diterima Sumut Pos, Karmianti selama ini tinggal bersama adiknya yang sudah berkeluarga, Rina Br Saragih di Dusun VI Desa Naga Rejo Kecamatan Galang. Faktor ekonomi diduga membuat korban nekat membakat diri. Aksi serupa sebelumnya sudah pernah dicoba Karmianti namun tidak terlaksana dan diselamatkan adiknya.

Sebelum kejadian, Karmianti, tinggal sendiri di rumah tersebut. Sedang adiknya sudah pergi ke sawah. Tapi ketika ditemukan, Karminati ditemukan tewas dengan luka bakar.

Kapolsek Galang AKP Wahyuddin besama Kanit Reskrim Aiptu N Bangun ketika dikonfirmasi, Sabtu (25/2) mengakui adanya seorang janda anak dua ditemukan tewas diduga bakar diri, karena di dekat tubuh korban ditemukan satu buah mancis serta sabut kelapa yang sudah terbakar. (btr)
Selain itu tubuhnya bau minyak tanah.

Kepolisian tidak dapat melanjutkan penyelidikan karena anak korban, Ridwan Barus yang tinggal di Lubukpakam membuat pernyataan bahwa ibunya murni bakar diri. (btr)

Mobil Pickup Digondol Maling

TEBING TINGGI- Juliansyah Saragih (40) pemilik Rumah Makan Restu ketiban sial. Mobil L-300 pickup BK 9098 NB miliknya digondol maling saat parkir di depan rumah makan tepatnya di Jalan Lintas Sumatera Tebing Tinggi-Asahan di Dusun VI,Desa Paya Pasir, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai, Sabtu (25/2) sekira pukul 05.00 WIB.

Akibat kejadian itu, Juliansyah menderita kerugian R103 juta . Peristiwa ini sudah dilaporkan korban ke Polres Tebing tinggi.

Pengakuan korban , malam itu ia mengantar orang tuanya berobat kerumah sakit. Setelah pulang ke rumah sekitar pukul 01.00 WIB mobilnya diparkirkannya di depan rumah. Juliansyah sempat meminta kepada tetangganya agar melihat-lihat mobilnya karena dirumahnya tidak ada garasi mobil.
“ Pagi harinya ketika hendak belanja, mobil saya sudah tidak ada di tempat, aku tanya kepada tetangga tidak ada yang tahu. Bahkan mereka tidak mendengar suara mobil hidup usai saya memarkirkan mobil malam itu,”ujar Juliansyah.

Juliansyah mengaku,nasib sial yang dialaminya dalam bulan ini terjadi secara beruntun. Mulai ayahnya yang terjatuh, hinga mobil yang dikreditnya itu pun hilang digondol maling.

Kejadian malam itu sangat tidak disangkanya, karena selama setahun setengah mobil diparkir di tempat itu tak pernah hilang. Baru kali ini terjadi.

Diapun sangat menyangkan dengan kehilangan mobil itu pasalnya surat-surat kenderaan seperti STNK ikut diambil pelaku didalam box mobil tersebut.
“ Malam itu biasanya aku jarang tertidur lelap, tetapi sial aku tertidur pulas hingga pagi. Kunci mobil memang kusimpan,tetapi pelaku berhasil mengambil mobil tanpa diketahui masyarakat sekitar dan anehnya lampu penerangan listrik ada, kenapa tidak ada orang yang tahu?” tanya Juliansyah sembari sedih.

Menerima informasi dari warga masyarakat tentang pencurian mobil, petugas Polres langsung turun kelokasi untuk melakukan olah tempat kejadian, kini masih meminta keterangan sejumlah saksi. “ Kini pelaku masih dalam lidik petugas,”jelas Kapolres melalui Kasub Humas, AKP Ngemat Surbakti.  (mag-3)