General Manager Awaluddin Hafid beserta istri (seragam putih) menyaksikan penyembelihan hewan kurban
MEDAN, SUMUTPOS.CO – PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara menyalurkan 2.639 paket daging kurban dalam perayaan Idul Adha 1444H. Ribuan paket tersebut merupakan hasil penyembelihan hewan kurban yang dilaksanakan di Kantor Induk dan Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3).
Simbolis penyerahan hewan kurban dilakukan dan disaksikan oleh General Manager Awaluddin Hafid di pelataran masjid Nurul Iman PLN UID Sumatera Utara pada Jumat (30/6/2023).
General Manager PLN UID Sumatera Utara Awalludin Hafid menyampaikan sebagai rangkaian dari perayaan Idul Adha 1444H akan dilakukan penyembelihan hewan kurban dari para pegawai PLN yang dengan keikhlasan dan ketulusan hati memberikan hewan kurban untuk disembelih dan selanjutnya dibagikan kepada masyarakat kurang mampu disekitar kantor.
“Pada perayaan Idul Adha 1444H ini, sebanyak 26 ekor sapi dan 8 ekor kambing merupakan hasil pengumpulan dari para pegawai dan mitra kerja PLN. Sebanyak 9 UP3 juga melaksanakan penyembelian hewan kurban sejak kemarin hingga hari ini,” kata Awaluddin.
Awaluddin juga menambahkan, seluruh daging daging kurban terlebih dahulu diperiksa dinas kesehatan dan kemudian paket daging tersebut akan didistribusikan kepada masyarakat yang kurang mampu disekitar kantor PLN.
Ia juga berharap melalui pemberian hewan kurban tersebut dapat memberikan kebahagian dan keberkahan kepada orang yang membutuhkan.
Adapun 9 UP3 yang melaksanakan penyembelihan hewan kurban tahun ini diantaranya Kantor Induk sebanyak 7 sapi dan 5 ekor kambing, UP3 Medan sebanyak 9 ekor sapi, UP3 Medan Utara sebanyak 2 ekor sapi dan 1 ekor kambing, UP3 Binjai sebanyak 3 ekor sapi, UP3 Lubuk Pakam sebanyak 2 ekor sapi, UP3 Rantauprapat sebanyak 2 ekor sapi, UP3 Bukit Barisan sebanyak 2 ekor sapi dan 2 ekor , UP3 Padang Sidimpuan sebanyak 4 ekor sapi, UP3 Sibolga sebanyak 1 ekor sapi dan UP3 Nias sebanyak 1 ekor sapi. (ila)
MAKKAH, SUMUTPOS.CO – Ribuan jamaah haji Indonesia dikabarkan terlantar di Muzdalifah, Rabu (28/6/2023). Mereka menunggu bus jemputan dengan duduk di tepian jalan sambil terjemur terik matahari di tengah lapangan pada suhu yang mencapai 42 derajat celcius, tanpa ada makanan dan minuman yang minim.
Menurut Petugas Haji Daerah (PHD) asal Sumatera Utara (Sumut) Dr Aswan Jaya, peristiwa ini terjadi karena penjemputan jamaah sedikit tersendat. Berikut kesaksian Aswan Jaya dalam keterangan tertulisnya yang diterima SumutPos.co, Jumat (30/6/2023) malam.
Aswan Jaya mengatakan, pelaksanaan wukuf di Arafah berlangsung dengan baik. Seluruh rangkaian ibadah mulai dari khutbah Arafah dan wukuf, berlangsung dengan khidmat dari maktab masing-masing, makan dan minum tercukupi dengan baik.
Di muzdalifah, diakui Aswan, memang penjemputan sedikit tersendat sehingga menguras energi para jamaah, karena cuaca sangat panas. “Soal makan malam saat di Muzdalifah memang tidak ada, tetapi jamaah sudah makan malam di Arafah. Sedangkan, minuman di Muzdalifah sesungguhnya cukup, bahkan kalau dilihat kasat mata minuman berserakan,” terangnya.
Memang, lanjut Aswan, tidak ada serapan pagi di Muzdalifah, sebab asumsinya sarapan disediakan di Mina. Tetapi disebabkan penjemputan tersendat hingga siang hari, menyebabkan banyak jamaah terutama lansia yang tidak kuat menahan suhu panas dan harus terus antrean menunggu jemputan yang tersendat.
“Alhamdulillah seluruh jamaah terbawa ke Mina walau sampai tengah hari. Masing-masing kloter memiliki tenaga medis untuk terus mengantisipasi jamaah yang kelelahan dan beberapa jatuh pingsan. Tetapi semua cepat ditangani. Kalau ada petugas kesehatan yang mengeluhkan soal itu, berarti petugas tersebut tidak bekerja sesuai tugasnya sebagai tim kesehatan haji Indonesia,” ujarnya.
Selanjutnya, Aswan juga menepis kabar yang menyebutkan, jamaah mengeluhkan fasilitas tenda yang tidak layak di Mina. Sebab, satu tenda yang sebetulnya berkapasitas maksimal 200 orang, ternyata untuk satu kloter atau sekitar 450 orang. “Sangat disayangkan, informasi yang dinyatakan salah satu anggota DPD RI itu adalah hoax yang sangat besar. Sebab, setiap kloter jumlahnya hanya 360 jamaah dan masing-masing kloter mendapatkan 3-4 tenda. Jadi, tidak mungkin sampai 460 jamaah pertenda, gak masuk akal berita itu,” tegas Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut ini.
Dia juga menyebutkan, jamaah yang tidur di luar tenda, itu bukan jamaah yang terlantar. Tetapi jamaah itu sendiri yang memilih tidur di luar disebabkan lebih nyaman. “Sebab harus diakui, satu tenda yang diisi oleh puluhan orang, sebanyak-banyaknya 65 orang, tentu bagi jamaah yang tak terbiasa hidup berjamaah dan sederhana, pastilah akan tidak nyaman menghadapi situasi itu,” ungkapnya.
“Padahal sudah dinyatakan dalam Alquran bahwa haji itu ibadah fisik yang membutuhkan kemampuan fisik itu sendiri sehingga benar-benar harus istitoah, membutuhkan kesabaran dan keikhlasan,” imbuhnya.
Namun begitu, Aswan mengakui, memang terjadi berbagai dinamika selama pelaksanaan puncak haji. Namun, dinamika itu masih sangat wajar dan dalam dimaklumi karena di tengah ratusan ribu bahkan jutaan jamaah haji yang berkumpul dalam waktu yang bersamaan di tempat yang sama. “Pastilah ada dinamika dan berbagai hal yang mungkin tidak diharapkan, karena itu kesabaran dan keikhlasan menjadi kunci mendapatkan haji yang Mabrur. Semoga seluruh jemaah mendapatkan haji yang Mabrur,” harapnya.
Sebagai evaluasi, kata Aswan, untuk pelaksanaan ibadah haji tahun depan, pemerintah harus selektif betul dalam membuat standar istitoah jamaah haji sesuai dengan perintah Allah dan Rasulullah. (adz)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sumatera Utara menyembelih lima hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1444 H/2023 M l di Kantor PWI Sumut, Gedung Parada Harahap, Jalan Adinegoro No. 4 Medan, Jumat (30/6/2023).
Ketua PWI Sumut, H. Farianda Putra Sinik SE, di dampingi Sekretaris SR Hamonangan Panggabean dan Ketua Panitia Ahmad Rivai Parinduri, S.Ag, mengatakan penyembelihan hewan kurban merupakan rutinitas tahunan di laksanakan PWI Sumut pada setiap Hari Raya Idul Adha.
Penyembelihan hewan kurban ini merupakan wujud kepedulian keluarga besar PWI Sumut untuk berbagi. “Kita berbagi kepada seluruh anggota PWI yang berdomisili di Medan, anggota IKWI dan Warakawuri,” katanya.
Farianda mengakui jumlah hewan kurban yang disembelih pada tahun ini berkurang dari tahun sebelumnya. Namun, hal itu tidak mengurangi esensi dari berkurban itu sendiri.
Farianda mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkurban di PWI Sumut. “Doa kita bersama, semoga ibadah kurban yang kita laksanakan dapar diterima oleh Allah SWT dan menjadi berkah bagi kita semua. Insya Allah ke depan semakin banyak anggota PWI yangu berkurban dan PWI semakin baik,” ujarnya.
Sementara, Ahmad Rivai Parinduri, menambahkan hewan yang disembelih PWI Sumut pada Hari Raya Idul Adha 1444 H terdiri dari empat ekor lembu dan satu ekor kambing. Lembu disumbangkan oleh Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah (Ijeck), PT. Kurnia, keluarga H. Agus S Lubis-Hj. Ayu Kesumaningtiyas, dan PWI Sumut. “Sedangkan kambing dari H. Abdillah,” ungkapnya.
Rivai juga mengucapkan terima kasih kepada para pengkurban dan mitra kerja yang telah bersedia berkurban di PWI. “Semoga semua amal baik para pengkurban mendapatkan ganjaran setimpal dari Allah SWT,” pungkas Rivai. (dek)
Ketua Golkar PK Medan Polonia Rommy Van Boy menyerahkan daging kurban kepada warga
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pimpinan Kecamatan Partai Golongan Karya (Golkar) Medan Polonia sembelih 1 ekor sapi dengan bobot 400 kilogram. Sapi tersebut nantinya akan dibagikan kepada masyarakat sekitar dan anggota Golongan Karya Kecamatan Medan Polonia. Kurban yang dilakukan ini diharapkan dapat dimaknai dengan rasa kepedulian sesama umat dan Partai Golkar selalu ada dan siap hadir ditengah-tengah masyarakat, Jumat (30/6) pagi.
“Sapi kurban ini sudah kita beli satu bulan sebelum Hari Raya Idhul Adha, kalau diperkirakan bobotnya sekitar 400 kilogram, dan direncanakan akan kita bagikan kepada masyarakat sekitar Kecamatan Medan Polonia dan seluruh pengurus juga akan membawa daging kurban ini”. Kata Ketua Golkar PK Medan Polonia Rommy Van Boy.
“Rommy juga mengucapkan Selamat Hari Raya Idhul Adha bagi umat Islam yang merayakan, semoga dengan Idul Adha ini kita dapat memupuk persatuan dan kesatuan antar umat beragama, dan saling menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia” Tambah Rommy didampingi sekretarisnya Roby dan Bendahara PK Golkar Medan Polonia Widya Lubis.
Salah seorang warga penerima daging kurban, Khairil Anwar merasa bersyukur dan berterimakasih kepada pengurus Golkar PK Medan Polonia pimpinan Rommy Van Boy, dirinya mendoakan Rommy Van Boy menjadi pemimpin yang rendah hati dan terus peduli kepada masyarakat.
“Meski terbilang muda, namun Rommy Van Boy terlihat sangat-sangat peduli kepada masyarakat di Kecamatan Medan Polonia, yang kita lihat, sejak Golkar PK Medan Polonia dipimpin Rommy, banyak kegiatan sosial yang dilakukan nya, mulai dari pembagian sembako kepada seluruh umat beragama disaat perayaan hari besar keagamaan, seperti Idul Fitri, Devawali, Natal dan Imlek dirinya terus hadir ditengah masyarakat untuk membabtu” ujar Khairil Anwar warga Medan Polonia usai menerima bungkusan berisi daging kurban.
Hari ini juga, DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Medan melaksanakan penyembelihan hewan kurban sebanyak 27 ekor sapi yang dilakukan secara serentak se-kecamatan di kota Medan.(rel/tri)
GMC Sumut dengan memperingati Hari Raya Iduladha 1444 Hijriah dengan mwmotong dua wkor kambibg di Jalan Sei Kera, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, Kamis (29/6)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kelompok anak muda yang tergabung dalam Ganjar Milenial Center (GMC) Sumatera Utara (Sumut) memperingati Hari Raya Iduladha 1444 Hijriah dengan menggelar ‘Milenial Qurban’ di Jalan Sei Kera, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, Kamis (29/6).Sukarelawan Ganjar Pranowo itu menyembelih hewan kurban sebanyak dua ekor kambing
“Kegiatan hari ini adalah berkurban, di mana ini memperingati Hari Raya Iduladha. Iduladha itu yang kita pasti semua umat Muslim selagi kita mampu agar melaksanakan kurban. Jadi, GMC Sumut mengurbankan kambing, dua ekor,” ujar Koordinator (Koeda) Wilayah Yusuf Elpa Sagala.
Setelah melakukan penyembelihan dan proses pengulitan kambing, sukarelawan Ganjar Milenial itu langsung bergerak menuju Sekretariat GMC Sumut yang berada di Jalan Halat, Kota Medan.
Mereka langsung membagikan daging kurban kepada masyarakat. Setidaknya, ada 30 paket daging kurban yang dibagikan dengan cara menukarkan kupon yang telah diberikan untuk warga kurang mampu.
Yusuf menyampaikan, daging kurban dibagikan kepada warga kurang mampu sesuai dengan hadis Rasulullah SAW sehingga dapat berbagi kebaikan dan kenikmatan secara bersama-sama.
“Karena yang kami ketahui, ada beberapa masyarakat yang tidak bisa menikmati daging bahkan jarang, jadi kita hadir dari Ganjar Milenial Center Sumut, membagikan itu kepada masyarakat yang kurang mampu sehingga mereka bisa menikmati juga,” ujar Yusuf.
Yusuf menjelaskan selain memperingati Hari Raya Iduladha 1444 Hijriah dan berbagi kebaikan dengan warga kurang mampu, GMC Sumut juga bertujuan mempererat silaturahmi dengan masyarakat.
Tak hanya itu, mereka juga menyosialisasikan sosok Ganjar Pranowo kepada warga bahwasannya GMC mendukung Ganjar Pranowo untuk menjadi Presiden 2024.
“Selain untuk berbagi kebaikan, kurban ini adalah suatu bentuk silaturahmi kita kepada tetangga juga. Melalui GMC Sumut berkurban, bisa menyambung silaturahmi antara Ayah Ganjar dan masyarakat di Kota Medan khususnya,” ungkap Yusuf.
Dia melanjutkan, kegiatan relawan yang memiliki tagline ‘Semangat Mengabdi Membangun Negeri’ itu diterima dengan baik dan mendapat antusias tinggi dari masyarakat.
Oleh sebab itu, lanjut Yusuf, pihaknya berkomitmen akan terus melakukan kegiatan positif dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Alhamdulillah sejauh ini kita laksanakan beberapa kegiatan dari beberapa tahun sampai saat ini, sambutan masyarakat respeknya bagus,” kata Yusuf.
“Jadi menyambut bagaimana harapan masyarakat ke depannya, kita GMC Sumut ini akan terus membuat kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat hari ini,” sambungnya. (rel/tri)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan kembali menyembelih hewan kurban di kantor Dishub Medan, Jalan Pinang Baris, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, Jumat (30/6/23).
Pada Idul Adha 1444H/2023 ini, Dishub Medan menyembelih 14 ekor sapi dan 2 ekor kambing. Jumlah itu meningkat dari tahun sebelumnya, yakni 12 ekor sapi.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Medan, Iswar Lubis S.SiT MT mengatakan, semua hewan kurban yang disembelih di kantor Dishub Medan merupakan hasil sumbangan seluruh personel Dishub Medan.
“Alhamdulillah, kesadaran para personel untuk berbagi kepada sesama semakin meningkat setiap tahunnya. Mudah-mudahan niat baik personel ini diijabah Allah SWT,” ucap Iswar usai menyaksikan penyembelihan hewan kurban.
Dijelaskan Iswar, dari 14 ekor sapi yang disembelih Dishub Medan, 1 ekor diantaranta diserahkan ke Kecamatan Medan Baru.
“Jadi yang kita sembelih di kantor 13 ekor sapi dan 2 ekor kambing, yang 1 ekor sapi disembelih di Kecamatan Medan Baru. Nantinya daging-daging hewan kurban ini akan dibagikan kepada pegawai-pegawai lapangan serta warga sekitar kantor Dishub Medan,” ujarnya.
Iswar menjelaskan, saat dirinya pertama kali menjabat sebagai Kadishub Kota Medan, pihaknya hanya menyembelih 3 ekor sapi. Taun berikutnya bertambah menjadi 7 ekor sapi
“Di tahun berikutnya lagi 12 ekor sapi dan tahun ini 14 ekor sapi. Jadi ini merupakan kali keempat Dishub Medan melakukan penyembelihan. Saya berharap kegiatan kurban ini bisa terus berlangsung dan terus bertambah jumlahnya di tahun-tahun berikutnya,” katanya.
Iswar pun berharap, meningkatnya kesadaran personel Dishub Medan tentang pentinya berbagi kepada sesama pada perayaan Idul Adha tahun ini dapat diikuti dengan peningkatan kinerja para personel Dishub Medan kedepannya.
“Dengan meningkatkanya kinerja, kita harapkan program-program Dishub Medan bisa lebih sukses kedepannya,” pungkasnya. (map)
SUMUTPOS.CO – JNE kembali melaksanakan Perayaaan Idul Adha 1444 H dengan membagikan sebanyak 40.000 daging hewan kurban, diberikan secara langsung kepada masyarakat. Perayaan kali ini bertajuk #JNEBerkurban2023 menyiapkan 59 ekor sapi dan 127 ekor kambing untuk dikurbankan, yang berlangsung pada Kamis (29/6) di Yayasan Taman Yatim Piatu & Tuna Netra (Yatuna) Suprapto Suparno Jl. Pusdiklat Depnaker, Kec. Makasar, Jakarta Timur dan di 62 kantor cabang seluruh Indonesia.
JNE selain turut membantu masyarakat untuk tetap berkecukupan pangan dengan membagikan daging kurban, juga memberikan hadiah 10 ekor kambing. Dalam menyemarakan Idul Adha 1444 H kali ini, JNE mengadakan program tukar resi dan dapatkan 5 kambing kurban secara gratis untuk 5 orang pemenang dengan cara menukarkan resi pengiriman. Serta khusus untuk member JNE Loyalty Card (JLC) dapat menukarkan poin langsung untuk mendapatkan kambing kurban gratis
Selain tukar resi dan tukar poin, seluruh pelanggan mempunyai kesempatan untuk mengikuti giveaway untuk mendapatkan kambing kurban secara gratis melalui akun resmi JNE di Instagram @jne_id dan seluruh periode promo spesial dimulai sejak 15-25 Juni 2023. Setiap pemenang akan mendapatkan hadiah masing-masing 1 ekor kambing kurban, dan mereka pun dapat berbagi kebahagiaan kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
Promo spesial Idul Adha lainnya adalah memberikan diskon pengiriman 50% untuk tujuan kiriman ke Negara Timur Tengah (Arab Saudi, Turki, Qatar, Mesir, Uni Emirat Arab, Yordania, Kuwait, Bahrain, Oman) tanpa minimal berat, promo ini tidak dapat digunakan bersama program diskon lainnya dan promo berlangsung pada tanggal 21-30 Juni 2023, dengan syarat dan ketentuan berlaku .
M. Feriadi Soeprapto selaku Presiden Direktur JNE mengatakan, “Perayaan Hari Raya Idul Adha 1444 H merupakan momentum yang sangat baik bagi kita semua untuk selalu berbagi serta membantu sesama. Semangat JNE dalam mengantarkan kebahagiaan sesuai tagline Connecting Happiness harus terus diwujudkan. Nilai-nilai spiritual Berbagi, Memberi dan Menyayangi kepada sesama dalam ibadah kurban yang kita laksanakan di hari yang suci ini, semoga memberikan manfaat untuk seluruh masyarakat. Penyembelihan hewan kurban ini pun sebagai bentuk kepedulian kita kepada kemajuan UKM baik peternak hewan kurban dan pengrajin besek dari bambu, sehingga dapat membangkitkan perekonomian nasional menjadi lebih baik lagi setelah pandemi berlalu”.
Rasa syukur juga dirasakan manajemen dan karyawan JNE agar dapat terus memberikan kebahagiaan kepada seluruh masyarakat. Seluruh daging kurban ini dibagikan kepada karyawan, kaum dhuafa, yatim piatu, seluruh masyarakat di sekitar kantor pusat maupun cabang JNE di 62 kota. Hari istimewa penuh berkah ini dimanfaatkan sebagai momen untuk mempererat tali silaturahmi agar mendapatkaan keberkahan, pungkas Feriadi. (rel/sih)
Budi memetik biji kopi liberica di pekarangan rumahnya. Berkat pendampingan oleh Sinar Mas Agribusiness and Food, jumlah pohon kopi yang kini dibudidayakan telah lebih dari 2.000 pohon.
SUMUTPOS.CO – Hujan turun membasahi tanah saat Budi Rianto baru saja menuangkan kopi hitam dalam gelas kaca. Pada sore yang dingin itu, daun-daun pinang merunduk diselimuti kabut dan gemericik air terdengar jelas di genangan parit. Namun dalam rumah panggung kayu sederhana milik Budi, suasana terasa nyaman dengan obrolan dan uap kopi yang sama hangat. Ada kisah nostalgia yang sedang mengalir.
Budi menunjuk sebuah pohon kopi di pekarangan rumahnya. Dari sanalah segala rasa dan aroma kopi yang kini tersaji di depan mata berasal. “Kopi yang kita minum ini adalah kopi liberica. Pohonnya ada di luar sana. Ditanam oleh mertua saya hampir setengah abad yang lalu,” ujar Budi. Menurutnya, bibit kopi tersebut dibawa dari Lampung dan ditanam di lahan sekitar rumah untuk konsumsi pribadi.
Meski pohon kopi itu telah berusia puluhan tahun, tetapi Budi baru mengenalnya pada tahun 2012 lalu. Saat itu, ia baru pindah ke rumah yang kini ia tempati, tepatnya di Desa Pebenaan, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. “Saya baru tahu setelah saya menikah dan pindah ke sini. Ketika saya membersihkan kebun, saya lihat ada beberapa pohon kopi yang sudah besar. Saya rawat pohon itu dan mencoba mengolah bijinya,” ungkap Budi.
Pada mulanya, Budi tidak memahami jenis kopi apa yang tumbuh di pekarangan rumahnya. Namun setelah ia banyak berbincang dengan para penggemar kopi, ia pun mengetahui bahwa kopi tersebut berjenis liberica, sebuah jenis yang berasal dari negara Liberia. Kopi ini memiliki aroma pekat yang khas, dengan ukuran pohon dan buah yang lebih besar dibandingkan kopi arabica dan robusta.
Budi (tengah) dan rekan-rekan Kelompok Tani Karya Lestari memanen biji kopi liberica. Budi daya kopi telah memberikan penghasilan tambahan untuk kebutuhan sehari-hari.
Kopi yang dihasilkan dari kebun sendiri memberikan kebahagiaan luar biasa bagi Budi. Ia gemar berkebun, ia gemar meminum kopi, dan semua kegemaran itu bisa ia ciptakan sendiri. “Ini sebuah hal yang menyenangkan bagi saya. Oleh karena itu, saya ingin berbagi kesenangan kepada orang-orang terdekat, kepada keluarga dan teman-teman saya di sini. Jika telah ada kopi bubuk yang siap seduh, saya selalu bagikan kepada mereka,” ujar Budi.
Lambat laun, semakin banyak orang yang mengenal kopi liberica olahan Budi. Banyak orang yang menyukainya. Pesanan pun mulai berdatangan meski dalam volume kecil. “Yang memesan itu kerabat saya. Mereka menyukai kopi ini. Saya tidak mematok harga khusus karena saya bahagia jika ada orang-orang yang suka dengan kopi olahan saya,” kata Budi.
Suatu hari, terbesit ide di kepala Budi. Ia ingin mengajak teman-temannya untuk turut serta berbudi daya kopi liberica. Ia membayangkan betapa menariknya jika pohon kopi ini tumbuh lestari, menghadirkan lebih banyak kehangatan dan cita rasa bagi banyak orang. “Saya ingin saling berbagi kopi ini dengan teman-teman. Syukur-syukur jika dapat menghasilkan penghasilan tambahan untuk keperluan sehari-hari,” harapnya.
Namun, ia menyadari proses yang harus ditempuh tidaklah mudah. Ia memiliki keterbatasan pengetahuan dalam budi daya dan pengolahan kopi. Ia pun tidak memiliki banyak pengalaman untuk membentuk sebuah kelompok. “Saya merasa semangat, begitu juga teman-teman. Kami ingin budi daya kopi menciptakan pemberdayaan yang lebih luas. Namun kami juga bingung bagaimana sebaiknya memulai agar rencana ini berhasil,” keluhnya.
Menebar cita rasa bersama
Bantuan peralatan pengolah kopi membuat produksi kopi Kelompok Tani Karya Lestari menjadi lebih baik dari segi kualitas dan kuantitas produk.
Di tengah kebimbangan itu, Budi bertemu dengan tim Community Economic Empowerment (CEE) Sinar Mas Agribusiness and Food, melalui anak usahanya PT Bumipalma Lestaripersada (BPLP). Budi banyak bertukar pikiran dan berusaha mencari cara agar kopi liberica semakin berkembang di Indragiri Hilir, Negeri Seribu Parit. “Saya mendapat jawaban-jawaban dari masalah yang dihadapi. Saya menemukan arah yang dapat membuat budi daya kopi ini terus berkembang,” ucapnya.
Upaya pendampingan dari pihak perusahaan telah memberikan banyak perubahan bagi Budi, yang kini tergabung dalam Kelompok Tani Karya Lestari bersama 8 orang lainnya. “Dulu kami tidak memiliki banyak pohon kopi, mungkin hanya seratusan pohon di pekarangan. Saat ini kami bisa memperbanyak pohon kopi hingga 2.000 pohon yang tersebar hingga ke 9 desa di Keritang,” ujar Budi yang merasa senang karena bibit kopinya semakin dikenal luas.
Ketua Kelompok Tani Karya Lestari, Mardi, juga merasakan manfaat dari kehadiran Sinar Mas Agribusiness and Food dalam pengembangan usaha kopi ini. “Dukungan sarana produksi kopi juga sangat membantu dalam menghasilkan produk yang lebih baik. Kami dibantu beberapa alat pengolah kopi yaitu pemecah biji kopi, alat sangrai, kemudian alat mengubah biji menjadi bubuk kopi,” ungkap Mardi.
Menurut Mardi, terdapat peningkatan hasil produksi berkat kehadiran alat-alat tersebut. Sebelumnya, jika menggunakan cara tradisional, 1 kilogram biji kopi hanya dapat diolah menjadi 6 ons kopi bubuk. Sementara dengan menggunakan peralatan, jumlah biji yang sama dapat diolah menjadi 7,5 ons kopi bubuk atau 1,5 ons lebih banyak. “Tekstur dan rasanya juga jadi lebih baik. Selain itu, waktu dan tenaga yang dikeluarkan pun lebih efisien,” katanya.
Menurut Budi, berbagai pendampingan mulai dari teknik budi daya, pengolahan, manajemen kelompok, hingga pengemasan dan pemasaran, membuat produknya menjadi lebih baik dan semakin dikenal masyarakat luas. Ia pun bersyukur karena mampu mendapatkan penghasilan tambahan dari usaha kopi yang diberi nama ‘Lestari Liberica’ ini.
“Alhamdulillah dalam satu pekan minimal ada pesanan 2 kilogram kopi bubuk. Usaha sampingan ini sangat bermanfaat bagi kami untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama ketika harga pinang dan kelapa sedang rendah,” ungkap Budi. Ia pun merasa bersyukur karena perusahaan telah membantu pelengkapan administrasi usaha seperti sertifikat halal dan Nomor Induk Berusaha (NIB) sehingga usahanya bisa kian profesional.
Head of Economic Empowerment, Sustainability, and Strategic Projects Sinar Mas Agribusiness and Food, Jusupta Tarigan, mengatakan bahwa petani kopi liberica di Indragiri Hilir memiliki potensi sekaligus tantangan dalam mengembangkan usaha. Mereka memerlukan akses dan dukungan dalam meningkatkan pengetahuan budi daya, manajemen bisnis, hingga akses permodalan.
“Untuk menjawab tantangan tersebut, di bawah payung program Community Economic Empowerment, kami memberikan pendampingan bagi Pak Budi dan kawan-kawan mulai dari budi daya yang lestari hingga pemasaran produk. Kami berharap melalui program ini terdapat peningkatan hasil produksi dan penjualan bagi masyarakat yang terlibat langsung. Semoga ke depannya lebih banyak lagi orang yang bisa terlibat dan merasakan hasilnya,” tandas Jusupta.(rel)
MEDAN SUMUTPOS.CO – Tokoh muda Partai Golkar Kota Medan, Novandy Nasty Sandya, menegaskan tentang pentingnya peran kaum millenial di tengah-tengah masyarakat, khususnya bagi pembangunan Kota Medan. Untuk itu, setiap anak muda diharapkan dapat terlibat dalam kegiatan-kegiatan positif agar setiap anak muda dapat memberikan manfaat bagi lingkungan di sekitarnya.
“Untuk itu, anak muda tidak boleh lagi hanya diam dan menjadi penonton, namun harus ikut ambil bagian dalam setiap kegiatan yang bermanfaat untuk masyarakat luas,” ucap Novandy saat dirinya menggelar pemotongan hewan kurban di Jalan Seroja, Kecamatan Medan Sunggal, Jumat (30/6/2023) pagi.
Seperti diketahui, pada perayan Idul Adha 1444H/2023 ini, Novandy menggelar pemotongan tiga ekor sapi kurban di dua lokasi, yakni dua ekor sapi di Jalan Eka Wahid Kecamatan Medan Johor, Kamis (29/6/2023) dan satu ekor sapi di Kecamatan Medan Sunggal, Jumat (30/6/2023).
Dikatakan Novandy, belakangan ini banyak anak muda yang lebih memilih untuk terlibat dalam kegiatan yang merusak moral bangsa, seperti tawuran hingga penggunaan narkoba yang kerap menjadi pemicu meningkatnya aksi-aksi kriminalitas di Kota Medan.
“Bila anak muda mau menyibukkan diri dalam kegiatan-kegiatan positif, contohnya seperti kegiatan pemotongan hewan kurban ini, InsyaAllah akan menghindarkan kita dari hal-hal negatif. Semakin sibuk dengan hal-hal positif dan bermanfaat bagi masyarakat luas, maka akan semakin baik,” ujarnya.
Oleh sebab itu, tokoh muda asal Medan Johor ini mengajak anak-anak muda di Kota Medan untuk mau mengambil bagian dan ikut serta dalam pembangunan Kota Medan dengan ikut menyumbangkan tenaga, fikiran, maupun ide-ide terbaiknya.
“Setidaknya, setiap anak muda dapat memulainya dari hal-hal yang harus dilakukan oleh diri kita sendiri, yakni dengan memastikan dan melindungi diri kita sendiri dan keluarga kita dari bahaya narkoba,” katanya.
Setelahnya, sambung Novandy, setiap anak muda harus mulai melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan positif, meskipun hanya untuk peran-peran kecil. Bertahap, kepercayaan masyarakat kepada anak-anak muda alan terus bertumbuh sehingga layak diberi peran besar dalam pembangunan.
“Wali Kota Medan, Pak Bobby Nasution sebagai salah satu contoh nyata. Beliau masih begitu muda, namun ditangan beliau pembangunan Kota Medan maju dengan begitu pesat. Sebagai tokoh muda, saya mengajak kaum millenial di Kota Medan untuk turut membangun Kota Medan,” pungkasnya. (map)
LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Rapidin Simbolon didampingi Sekretaris Sutarto, menyerahkan 24 ekor lembu kurban secara simbolik kepada DPC PDI Perjuangan se-Sumatera Utara. Penyerahan hewan-hewan kurban ini diterima secara simbolis oleh Ketua DPC Labuhanbatu Dahlan Bukhari, Labuhanbatu Utara Sunaryo, dan Sekretaris DPC Labuhanbatu Selatan Muhammad Hasir, di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Labuhanbatu, Kamis (29/6/2023).
“Hari ini kita meyerahkan 3 ekor lembu kurban yang kita titipkan kepada masing-masing Ketua DPC se-Sumatera Utara dan dagingnya kita bagikan kepada masyarakat kurang mampu., Untuk di Kantor DPD, akan sembelih 4 ekor,” kata Rapidin Simbolon.
Rapidin juga menjelaskan, penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha harus dimaknai sebagai kerelaan dan keikhlasan untuk berkorban untuk sesama. Komitmen dan keikhlasan pemimpin kepada yang dipimpinnya serta sebagai manifestasi keimanan sebagai umat beragama, yang kesemuanya bermuara pada kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu atau wong cilik dan kaum Marhaen.
“Jadi, dengan adanya Hari Raya Idul Adha harus kita jadikan momen bagi seluruh kader PDI Perjuangan untuk lebih membangkitkan semangat untuk terus menggelorakan komitmen dan semangat rela berkorban untuk kepentingan rakyat, bangsa dan negara untuk menuju Indonesia yang lebih baik dan semangat dalam membela hak-hak masyarakat kecil atau wong cilik dan Kaum Marhaen,” beber mantan Bupati Samosir tersebut.
Rapidin juga menambahkan, hakikatnya ritual kurban pada Hari Idul Adha merupakan ritual sosial atau ibadah sosial yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. “Untuk itu, sebagai Hamba Tuhan yang baik, kita harus turut serta dalam memberikan sedikit kebahagiaan kepada masyarakat, sesuai dengan ungkapan Bung Karno bahwa Tuhan bersemayam di gubuk-gubuk orang miskin. Maka jadikan hari ini menjadi hari rayanya Kaum Marhaen dan Wong Cilik sebagai bukti bahwa kita masih menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” tegas Rapidin.
Selain itu, kata Rapidin, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen penuh dari DPD PDI Perjuangan, dalam menjalankan instruksi Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, agar seluruh kader PDI Perjuangan terus menjaga dan merawat silaturahmi melalui momentum hari-hari besar keagamaan. “Maka setiap tahun DPD PDI Perjuangan melakukan penyembelihan hewan kurban, sebagai manifestasi Partai Nasionalis – Religius,” pungkasnya.
Ketua DPC PDI Perjuangan Labuhanbatu Dahlan Bukhari menyampaikan ucapan terima kasih kepada DPD PDI Perjuangan Sumut yang telah menitipkan hewan kurbannya ke DPC-DPC se-Sumut. “Hewan kurban dari DPD akan akan kita sembelih bersama hewan kurban dari gotong royong DPC Labuhanbatu, dan rencananya akan kita bagikan kepada masyarakat yang berhak,” ujar Dahlan. (adz)