29 C
Medan
Sunday, January 11, 2026
Home Blog Page 13891

Gatot Salurkan Subsidi Pengolahan 2.200 Hektar Sawah

SERGAI- Petani padi sawah di Sumut mendapatkan subsidi dari pemerintah melalui dana APBN. Hal itu untuk mengajak petani tetap memproduksi padi di Sumut.

Pernyataan itu disampaikan Plt Gubsu, Gatot Pujo Nugroho, kepada Sumut Pos, Kamis (23/2) saat ditemui di VIP Room Bandara Polonia Medan, ketika hendak bertolak ke Jakarta.

Gatot membeberkan, sekarang ini ada dana APBN diperuntukkan mensubsidi kepada produksi 2.200 hektar lahan persawahan. Dalam peruntukkannya, dibagikan kepada beberapa daerah di Sumut.

“Sistemnya, petani akan dibantu dari sisi produksinya. Makanya kelanjutannya dilaksanakan secara teknis oleh penyuluh pertanian. Subsidi ini terbesar ada di kawasan Tapanuli, jumlahnya lebih dari 50 persen,” kata gatot yang mengaku baru kembali dari kegiatan panen raya di Sergai.
Dia mengatakan, untuk mendukung surplus beras 212.000 ton beras pada 2012, diperlukan komitmen semua pihak dalam mewujudkannya. Apalagi, Sumut khususnya Serdang Bedagai menjadi salah satu lumbung beras di Sumut.

“Pada 2014, rencana Pemerintah Pusat harus surplus beras sebanyak 10 juta ton beras. Hal itu penting kekuatan dan kecerdasan bangsa tergantung dari kekuatan pangannya,” katanya di lokasi Panen Raya, di Desa Sei Buluh, Kecamatan Sei Bamban, Sergai.

Lebih lanjut, juga berharap kepada Staf Ahli Menteri Pertanian RI, untuk menambah kuota bantuan benih dan percepatan realisasi bendungan Bajayu di Sergai.

Staf Ahli Menteri Pertanian RI, Akhyar, SE MM mengatakan masalah pangan merupakan isu sentral baik di Indonesia maupun di luar negeri. Bagi Kementrian Pertanian, meskipun Sumut sudah surplus tapi masih tetap diberikan batuan  pihak kementerian terus agar lebih meningkatkan hasilnya.
“Kami salurkan bantuan berupa alat-alat pertanian, benih, maupun saluran irigasi, tentunya tetap berkoordinasi melalui instansi terkait,” ungkapnya.
Bupati Sergai, HT Erry Nuradi mengatakan, Sergai memiliki luas 190.000,22 hektar, dan memiliki luas areal pertanian 40.898 hektar, pada tahun 2011 menghasilkan produksi beras 279.401 ton. Jumlah tersebut menurun bila dibandingkan tahun 2010. Penurunan itu sebenarnya diakibatkan terganggunya pelaksanaan pekerjaan bendungan Sei Ular, hingga sebagian petani beralih menanam palawija.

Erry menambahkan, dikonsumsi masyarakat Sergai memberikan surplus  sekitar 121.761 ton untuk masyarakat Sumut dan diharapkan peningkatannya, minimal bertahan, dirinya mengucapkan terima kasih  kepada Pemerintah Pusat yang telah menyelesaikan bendungan Sei Ular yang dapat mengairi 18.500 hektar areal persawahan di Sergai dan Deli Serdang. Tapi, masih ada bendungan Bajayu yang dapat mengairi sekitar 15.000 hektar persawahan di Sergai, Tebing Tinggi dan Batu Bara yang diharapkan realisasinya dari Pemerintah Pusat diharapkan dukungan dari Kementrian Pertanian RI.

Panen raya juga dihadiri, Wakil Bupati Sergai, H Soekirman, Anggota DPRD Sumut, Hj Evi Diana, Kadis Pertanian Sumut, M Roem, Kadis Peternakan Sumut, drh Febri Lubis, serta sejumlah kepala SKPD Pemprovsu, Sekdakab Sergai Drs H Haris Fadillah, Kapolres Sergai AKBP Arif Budiman SIK, dan Kapolres Tebing Tinggi, AKBP Drs.Andi Rian Djayadi.

Selain itu, Kepala SKPD Sergai diantaranya, Kepala BP2KP Sergai, Ir Safaruddin dan Kadis Hutbun, Megahadi. (ril/mag-16)
, Anggota DPRD Sergai, Budy SE, Armyn Lubis, Ketua Perpadi Sergai dan Tebing Tinggi, Junaidi (A Sun),  para camat dan kades se-Sergai, Gapoktan se-Sergai, serta ratusan petani.

Sertifikasi Guru Bukan untuk Tambahan Penghasilan

SEIRAMPAH- Ketua Fraksi PPP DPRD Serdang Bedagai H Usman Sitorus, SAg menegaskan, sertifikasi guru jangan disalahartikan sebagai peningkatan pendapatan tenaga pendidik.

Sebaliknya, sertifikasi guru adalah  sebagai upaya peningkatan mutu guru yang dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan guru. Maka dari itu  diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu pendidikan  secara berkelanjutan.

Hal itu diungkapkan Usman Sitorus yang juga Ketua DPC PPP Serdang Bedagai saat memberi pengarahan pada try out uji kompetensi  awal (UKA) yang diikuti 150  guru Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Serdang Bedagai di kantor Diknas Kabupaten Sergei, Kamis (23/2).

Sebagai tokoh masyarakat yang peduli dengan dunia pendidikan, Usman juga menegaskan, saat ini yang sangat diperlukan guru-guru adalah perlindungan hukum dalam proses belajar mengajar. Pasalnya, saat guru-guru benar-benar akan menjalankan fungsinya, acapkali mereka langsung berhadapan dengan pidana.

Misalnya, pada saat mengajar, ada siswa yang mengganggu proses belajar mengajar yang mengakibatkan guru harus memperingatkan dengan sedikit teguran. Alhasil, guru tersebut dituding telah melakukan tindakan pidana dan harus berhadapan dengan hukum. Seharusnya,  sebelum diproses secara hukum, mereka harus dibina (dinasehati), oleh satu dewan yang kita namakan “dewan guru”. Baru selanjutnya, kalau memang gagal dibina barulah diproses secara hukum.

“Kalau tidak ada perlindungan hukum, guru-guru akan mengajar secara asal-asalan. Tidak ada tanggungjawab moral untuk meningkatkan mutu pendidikan, karena tidak adanya perlindungan hukum tersebut,” ujar Usman lagi.

Dengan kata lain, lanjutnya, antara sertifikasi guru dan perlindungan hukum bagi guru-guru berbanding lurus untuk mendorong    peningkatan kesejahteraan guru,  yakni  berupa pemberian tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok bagi guru yang memiliki sertifikat pendidik.
Tunjangan tersebut berlaku, baik bagi guru yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) maupun bagi guru yang berstatus non-pegawai negeri sipil (swasta).
Maka dari itu, guru-guru yang telah memperoleh kesejahteraan profesi harus juga meningkatkan kompetensi dan mutu pendidikan, sehingga apa yang dicita-citakan di UUD 1945 yakni mencerdaskan kehidupan bangsa dapat terwujud.

Usman juga berjanji, pihaknya melalui fraksi PPP bersedia memfasilitasi kegiatan-kegiatan pelatihan serupa yang muaranya untuk peningkatan mutu guru-guru pendidik.

Usman juga mencontohkan, di beberapa negara,  sertifikasi guru telah diberlakukan secara ketat, misalnya  di Amerika Serikat, Inggris dan Australia.
Sementara itu, di Denmark baru mulai dirintis dengan sungguh-sungguh sejak 2003. Di samping itu, ada beberapa negara yang tidak melakukan sertifikasi guru, tetapi melakukan kendali mutu dengan mengontrol secara ketat terhadap proses pendidikan dan kelulusan di lembaga penghasil guru, misalnya di Korea Selatan dan Singapura.

Namun semua itu mengarah pada tujuan yang sama, yaitu berupaya agar dihasilkan guru yang bermutu.
Sementara itu, Ketua Konsultan Pendidikan Indonesia (KOPINDO), Drs HM Joharis Lubis MM,MPd mengungkapkan,  tujuan try out uji kompetensi awal (UKA)  bagi guru dalam jabatan ini adalah sebagai bahan latihan bagi guru guna menghadapi uji kompetensi pada saat sertifikasi yang akan serentak dilaksanakan pada 25 Februari ini.

UKA mengacu pada 4 standar kompetensi guru. Maka itu, pada pra uji ini dilakukan dengan uji paedagogik dan uji profesionalitas. Uji paedagogik mengacu pada standar kompetensi paedagogik dan uji profesional mengacu pada standar profesional.

Joharis menambahkan, sasaran try out  uji kompetensi sertifikasi guru ditujukan agar guru-guru  dapat mempersipkan diri menghadapi uji kompetensi,  khususnya uji paedagogik dan professional. Kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai latihan dalam penggunaan LJK komputerisasi. (ila)

Korban Ditembak Polisi Ngamuk di Mapolresta Medan

MEDAN-Keluarga Tengku Fahri (27), korban yang tewas ditembak anggota Shabara Polresta Medan Bripka Hasnul, mengamuk di Polresta Medan, Kamis (23/2) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Keluarga Fahri mengamuk saat Bripka Hasnul Arifin keluar dari ruang sidang kode etik di Malporesta Medan. Keluarga Arifin mencaci maki Hasnul. Sementara Bripka Hasnul hanya terdiam.

Kuasa Hukum Fahri, Tengku Yufina menuturkan, keluarga kecewa dengan hasil keputusan sidang kode etik yang memutuskan Bripka Hasnul hanya mendapat teguran tertulis, dengan asumsi tidak mendapat izin pimpinan masuk ke wilayah hukum Polres KP3 Belawan tempat terjadinya penembakan. “Jadi dimana keadilannya? Kami sudah berjuang sembilan bulan, tapi dia yang menembak enak-enak saja berkeliaran,” kata Tengku Yufina.
Ibu Fahri, Mini (50) menuturkan dia terpaksa berutang kepada rumah sakit tempat anaknya dirawat sebesar Rp48 juta.
“Masak main tembak aja nggak ada pertanggungjawabannya,” ucap Mini.

Kapolresta Medan Kombes Pol Monang Situmorang saat menerima keluarga korban mengatakan akan menindaklanjuti permasalahan itu.
“Saya tidak membela. Kalau memang anggota saya salah akan saya sikat,” ucap Monang.

Kasi Propam Polresta Medan, AKP Beno Sidabutar mengatakan, proses pidana terhadap kasus tersebut tengah berjalan. Polres KP3 Belawan yang melakukan penyelidikan. “Pelanggaran disiplin tapi tidak menutup kemungkinan pidananya sedang diajukan ke  kejaksaan. Ya kita tunggulah,” terang Beno. (gus)

Murahnya Kartu As Sesuai Kebutuhan

MEDAN-Kartu As, kini makin diminati sebagai sarana komunikasi dengan tarif termurah serta berbagai pilihan paket yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan dalam melakukan komuikasi.

Murahnya kartu As sangat dirasakan manfaatnya bagi segenap siswa di penjuru Kota Medan. Tak hanya masalah nelepon dan SMS-an, tapi juga berinternet ria. Banyak siswa Kota Medan mengaku layanan dari provider terbesar di Indonesia ini sangat membantu kelancaran berkomunikasi. Baik sesama teman maupun dengan keluarga.

Nurul Chotimah misalnya. Siswa kelas XI Pariwisata SMK Negeri 7 Medan ini mengaku layanan dari Kartu AS memang cukup murah. “Paket nelepon dan SMS dari AS memang luar biasa. 24 jam saya bisa berhubungan lewat telepon selular saya kepada teman-teman juga keluarga di seluruh nusantara,” ujarnya saat ditemui di acara kompetisi liga basket pelajar Honda Development Basketball League (DBL) 2012 North Sumatera  Series yang digelar  pada 18 – 25 Februari 2012  di GOR Samudera Sport Club Jalan Pancing Medan.  Acara ini sendiri didukung oleh Telkomsel dimana dalam kegiatan ini Telkomsel mengeluarkan produk Kartu As edisi khusus DBL dengan  nama TSC Card DBL Edition dengan tarif murah.

Menurut Nurul, dia  sempat menggunakan kartu dari provider lain, tetapi akhirnya kembali ke Telkomsel karena memang lebih murah.
Begitu pula Jesslyn Larissa. Siswa kelas XI IPA 8 SMA Methodist 2 Medan ini mengaku begitu senang menggunakan kartu  AS. “Selain murah, teman-teman banyak yang pakai Kartu As. Jadi semakin murah neleponnya, ‘’ ungkapnya.

Felicia. Siswa kelas XI IPA 6 SMA Sutomo 1 Medan  mengatakan, menggunakan kartu As kerena merasa nyaman. Tidak hanya karena murah sinyalnya juga kuat. “Sinyalnya cukup kuat. Jadi ke mana aja kita pergi gak perlu takut kehilangan kontak dengan orang-orang yang kita sayangi,” tuturnya.
Telkomsel memang selalu berupa memenuhi kebutuhan pelanggan agar dapat menikmati berbagai pilihan paket murah untuk komunikasi sehari-hari. Dengan menggunakan  kartu As misalnya, pelanggan dapat menikmati Promo GRATIS  nelpon 30 jam. Cukup dengan mengakses menu *100# lalu tekan OK,  selanjutnya pilih menu “GRATIS Nelpon 30 Jam”, atau langsung mengakses menu dengan menekan *100*30# lalu tekan OK. Promo ini dapat dinikmati oleh pelanggan Kartu As untuk menelpon ke seluruh pelanggan Telkomsel (KartuHALO, simPATI dan Kartu AS) mulai pukul 00:00 WIB hingga 23:59 WIB dengan akumulasi pemakaian pulsa mulai Rp500,- hingga Rp5.000,- sesuai zona lokasi pelanggan.

Setelah melewati batas akumulasi pemakaian pulsa, pelanggan akan mendapatkan total gratis 300 menit nelpon yang berlaku selama 30 jam, dengan pembagian 200 menit untuk pukul 00.00 WIB hingga 23.59 WIB dan 100 menit untuk pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB di keesokan harinya. Selain gratis  nelpon, pelanggan juga dapat menikmati gratis  SMS ke semua operator hanya dengan mengirim 1 hingga 10 SMS sesuai zona lokasi pelanggan. Setelah melewati batas akumulasi pengiriman SMS, pelanggan akan mendapatkan gratis ribuan SMS untuk pukul 00.00 WIB hingga 16.59 WIB dan gratis  ratusan SMS untuk pukul 17.00 WIB hingga 23.59 WIB.

“Promo GRATIS Nelpon 30 Jam dan GRATIS Ribuan SMS ini merupakan bentuk apresiasi bagi pelanggan kartu As dan diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi pelanggan dalam berkomunikasi, kartu As saat ini telah menjadi solusi komunikasi murah bagi pengguna seluler,’’ ujar Manager Branch Medan–Heribertus Budi Ariyanto.  Selain GRATIS Nelpon 30 Jam, pelanggan kartu As juga tetap bisa menikmati promo paket murah kartu As lainnya melalui akses *100#. Ragam bonus terus diberikan kartu As kepada pelanggan setianya, tidak sebatas pada layanan tapi juga apresiasi lainnya. (*/saz/sih)

Pemekaran Simalungun Hataran Dibahas

JAKARTA – Keinginan kuat Komisi II DPR untuk membahas usulan-usulan pemekaran daerah di masa sidang saat ini, meski pemerintah masih memberlakukan motarorium pemekaran, direspon daerah. Sejumlah daerah yang ingin ada pemekaran, mendesak agar usul pemekaran di daerahnya, ikut dibahas.

Aspirasi pembentukan Kabupaten Simalungun Hataran, yang ingin memisahkan diri dari Kabupaten Simalungun, juga memanfaatkan “angin surga” yang dihembuskan Komisi II DPR itu. Sejumlah anggota DPRD Simalungun, dipimpin langsung Ketua DPRD Binton Tindaon, Rabu (22/2) sore, mendatangi Komisi II DPR di Senayan.

Didampingi anggota Komisi IV DPR dari Sumut, Anton Sihombing, rombongan yang dipimpin Binton ini diterima Ketua Komisi II DPR Agun Gunanjar (Fraksi Partai Golkar).

Agun menjanjikan, usulan pembentukan Kabupaten Simalungun Hataran akan dibahas tahun ini. Syaratnya, berkas-berkas persyaratan pembentukan daerah otonom sesuai PP Nomor 78 Tahun 2007, segera dilengkapi.

Kepada koran ini usai pertemuan, Binton menjelaskan, berkas persyaratan sudah hampir lengkap. “Hanya kurang kajian daerah,” ujar Binton.
Dia menjelaskan, jika syarat kajian itu sudah selesai, maka rekomendasi dari Bupati Simalungun dan DPRD Simalungun, akan diteruskan ke Pemprov Sumut.

Binton yakin, Pemprov Sumut akan langsung memberikan rekomendasi setelah ada rekomendasi lengkap dari kabupaten induk, yakni Simalungun.
Sebelumnya, Anggota Komisi II DPR RI Abdul Malik Haramain menyampaikan, usul baru pemekaran daerah sebanyak 20, akan mulai dibahas lagi pada masa sidang ini.

Ke-20 daerah yang akan dibahas ini telah dinyatakan memenuhi syarat berdasarkan hasil verifikasi oleh Panja Pemekaran Daerah sebelumnya.
Dia menjelaskan, beberapa daerah yang berada di wilayah perbatasan dengan negara tetangga, khususnya  Kalimatan dan Sumatera mendapat prioritas utama dimekarkan lebih dahulu.

Berikutnya adalah daerah-daerah terluar yang terisolir dari pembangunan dan jaraknya jauh dari rentang kendali pemerintahan ibukota daerah tersebut, sehingga diharapkan segera dimekarkan menjadi satu daerah baru.

Beberapa waktu sebelumnya, jumlah usul pemekaran yang akan dibahas ada 17. Namun, belakangan tambah lagi tiga menjadi 20.  Ke-17 daerah yang pernah diusulkan oleh anggota DPR Periode 2004-2009 adalah Kabupaten Kolaka Timur,  Kabupaten Buton Tengah, Buton Selatan, Muna Barat, Kota Raha, Konawe Kepulauan, Kab Monokowari Selatan, Pegunungan Arfad, Banggai Laut, Mamuju Tengah, Taliabau, Pangandaran, Moroali Utara, Pesisir Barat, Musi Rawas Utara, Penukil Babat Pematang Ilir,  dan Provinsi Kalimantan Utara.

Belum ada data yang pasti, tiga tambahannya itu daerah mana saja. Yang jelas bukan Simalungun Hataran. Pasalnya, yang 20 itu akan dibahas pada masa sidang saat ini. Sedang Simalungun Hataran dijanjikan tahun ini. (sam)

Buka Lapangan Kerja

TEBINGTINGGI- Direktur Utama PT Bank Sumut  Gus Irawan Pasaribu bersama Wakil Wali Kota Tebingtinggi  Irham Taufik melakukan peletakan batu pertama d igedung Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bina Karya Kota Tebingtinggi, Rabu (22/2) di Kelurahan Rambung Kecamatan Tebingtinggi.
Acara peletakan batu pertama pembangunan Kampus III STIE Bina Karya Kota Tebing Tinggi yang dana pembangunannya dibiayai PT Bank Sumut Cabang Tebing Tinggi itu turut dihadiri Sekdako Hadi Winarno, Ketua Yayasan Bina Karya Lukito, Pimpinan Cabang Bank Sumut  Tebingtinggi Khairil Anwar SE, Kabag Humas Pemko Ahdi Sucipto.

Dirut PT Bank Sumut Gus Irawan berharap, dengan dibangunnya kampus tersebut dunia pendidikan di Kota Tebingtinggi dapat lebih maju dan menghasilkan sarjana-sarjana unggul dibidang ekonomi yang dapat berperan dalam pembangunan khususnya di Kota Tebingtinggi dan Sumatera Utara.
“Semoga dari Kampus STIE Bina Karya ini akan muncul ribuan sarjana ekonomi dan pelaku usaha yang dapat berperan dalam pembangunan,” harap Gus Irawan.

Senada dengan Dirut Bank Sumut, Wakil Wali Kota Tebingtinggi  Irham Taufik, berdirinya gedung Kampus III Bina Karya akan menambah nilai tambah bagi kota Tebingtinggi dengan misinya sebagai Kota Pendidikan yang Berbudaya dan Cerdas. “Kita berharap Tebingtinggi semakin maju dan berkembang dengan banyaknya perguruan tinggi yang ada,” harap Irham.

Sementara itu, Pimpinan Yayasan STIE Bina Karya, Lukito menyampaikan rasa terima kasih atas kesediaan Dirut PT Bank Sumut yang turut hadir dan memotivasi para mahasiswa binaannya. “Kami berharap semoga mahasiswa lulusan STIE Bina Karya lebih termotivasi untuk dapat menciptakan lapangan  pekerjaan baru,” jelasnya.  (mag-3)

Medan Perjuangan Gelar MTQ

MEDAN- Kecamatan Medan Perjuangan menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di Masjid Alfalah Jalan Ibrahim Umar, Sabtu (18/2) pukul 20.00 WIB. Dalam peringatan milad Nabi Muhammad Saw tersebut dirangkai dengan acara pelantikan pengurus Forum Silaturahim Kenaziran Masjid (FSKM) Kecamatan Medan Perjuangan serta perlombaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).

Camat Medan Perjuangan, Rakhmat Harahap S.SSTP, Kamis (23/2) mengatakan sebelum menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw dan pelantikan FSKM pihak kecamatan sebelumnya melakukan audensi dengan Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM di Pendopo Rumah Dinasnya di Jalan Sudirman No 35 Medan, Sabtu (15/2) kemarin. Dalam audensi itu dihaidiri camat, lurah, Kepala KUA dan MUI se-Kecamatan Medan Perjuangan serta Penasehat FSKM Enda Mora Lubis (anggota DPRD Sumut). Sebelumnya mereka juga menggelar salat Jumat berjemaah.

“Saat itu bapak Wali Kota Medan sangat mengapresiasi pembentukkan forum tersebut yang bertujuan untuk memakmurkan masjid dan jemaah,” ucap Rakhmat.

Disamping itu juga, kata Rakhmat, bapak Wali Kota Medan berjanji akan membantu sepenuhnya kegiatan FSKM serta memfasilitasi agar FSKM dibentuk di setiap kecamatan Kota Medan. Bila FSKM se-Kecamatan Kota sudah terbentuk di seluruh kecamatan di Medan harapannya nanti dapat membantu program kerja Pemko Medan untuk menghijaukan masjid dengan bantuan 1000 bibit pohon yang ditanam di setiap masjid dan kuburan. “Ini guna mendukung program Medan Go Green,” imbuh Rakhmat.

Dalam pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad yang digelar Kecamatan Medan Perjuangan Sekda Kota Medan, Ir H Syaiful Bahri Lubis serta Asisten Kesos H Musadad MSi hadir. Mereka menyampaikan arahannya berupa dukungan dan apresiasi atas kegiatan yang telah dilakukan Kecamatan Medan Perjuangan.
Sementara untuk acara MTQ dilanjutkan, Minggu (19/2) di dua lokasi masjid yakni Masjid Thaharah dan Masjid Taqwa di Jalan Pelita III Kelurahan Sidorame Barat I. Dalam acara MTQ itu, pihak kecamatan memperlombakan adzan yang diiikuti 32 peserta, lomba busana muslim diikuti 32 peserta, lomba kaligrafi diikuti 32 peserta, lomba stand bazaar 9 kelurahan dan lomba pawai ta’aruf sebanyak 900 peserta dari 9 Kelurahan di Kecamatan Medan Perjuangan. (omi)

Harlah ke-86 NU Sumut di Paluta

MEDAN-Memperingati Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-86 tahun PWNU Sumut akan melaksanakan pertemuan silaturahim ulama/tokoh NU ke-2 dan bahtsul masail ke-4 di Gunung Tua, Padang Lawas Utara (Paluta)  tanggal 25 Februari 2012.

Kegiatan silaturahim ini merupakan lanjutan sebelumnya yang dilaksanakan tahun 2011, dan kali ini khusus mengundang nahdliyyin dari unsur ulama, tokoh NU, pimpinan pesantren dan keturunannya. Sedangkan forum Bahtsul Masail sebelumnya dilaksanakan di Berastagi, Purbabaru, dan Lubukpakam tahun 2011 yang membahas masalah keagamaan aktual.

Ketua PWNU Sumut Drs H Ashari Tambunan menyampaikan bahwa dua kegiatan ini bertujuan untuk memperteguh kedudukan ulama sebagai bagian utama dan tidak terpisahkan dari NU secara historis, kultural dan religius.

Tambunan juga berharap kiranya ulama dalam kegiatan ini menyatukan visi dan misinya sebagai lokomotif dakwah Islam yang rahmatanlil’alamin di tengah maraknya gerakan dakwah Islam yang menyimpang dari nilai Islam ahlussunnah wal-jama’ah. “Saya yakin para ulama di Sumut ini sangat peka dan peduli terhadap bentuk penyimpangan ajaran Islam,”, tambahnya.

Ketua PW LBM NU Sumut Drs KH Asnan Ritonga dan Sekretaris Abrar M Dawud Faza, MA dalam siaran persnya menyebutkan bahwa peserta berasal dari 10 kabupaten/kota, yaitu Labuhanbatu, Labura, Labusel, Paluta, Palas, Tapsel, Sidimpuan, Madina, Tapteng, Sibolga, dan diperkirakan berjumlah 200 orang. (*/ton/smg)

Gunakan Bibit Unggul, Penuhi Target 10 Juta Ton Produksi Padi

Dari Kunjungan Kerja Plt Gubsu ke PT Sang Hyang Seri Tanjung Morawa

TANJUNG MORAWA- Untuk meningkatkan produktivitas dan produksi gabah petani, diharapkan untuk menggunakan benih padi unggul dan bermutu. Hal itu dikemukakan Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu, Gatot Pujo Nugroho saat  kunjungan kerja ke PT Sang Hyang Seri (Persero) Kantor Regional (KR) IV, Jalan Medan – Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang, Kamis (23/2).

Hal tersebut menurutnya, tidak saja menguntungkan petani namun juga penting dalam mewujudkan target surplus beras pemerintah pusat sebanyak 10 juta ton pada tahun 2014.

“Kalau produktivitas dan produksi padi meningkat, maka target produksi beras kita sebagaimana ditetapkan pemerintah pusat untuk Sumut sebesar 10 juta ton pada 2014 bisa terwujud,” kata Gatot kepada wartawan.

Menurut Gatot, pencapaian target produksi 10 juta ton hanya bisa dicapai bila sarana produksi tanaman (saprotan) seperti benih dan pupuk, terpenuhi dengan baik. Begitu juga dengan teknologi atau penanganan sistem pertaniannya harus benar-benar diperhatikan.

“Karena perawatan dari penggunaan benih unggul berbeda dengan benih biasa, sehingga harus diperhatikan mulai dari pengolahan lahan, pemupukan, hingga penataan air. Kalau penangannya sudah baik, maka hasil yang diperoleh jauh lebih baik. Potensi benih unggul antara 7-8 ton per hektar bahkan bisa lebih,” kata Gatot.

Dari kunjungan tersebut, Gatot memperoleh masukan, PT SHS selaku produsen benih unggul milik BUMN, untuk tahun ini memproduksi benih padi unggul sebanyak 15 ribu ton. Sementara kebutuhan benih padi Sumut mencapai 20 ribu ton.

“Ada selisih antara produksi dengan kebutuhan dan itu menandakan bahwa masih terbuka peluang bagi pengusaha untuk menjalin kemitraan dengan PT SHS KR IV dalam memproduksi benih unggul. Peluang ini jangan disia-siakan,” kata Gatot.

GM PT SHS KR IV M Yedi Firmanto mengatakan, produksi benih padi sebanyak 15 ribu ton tersebut merupakan benih padi non hibrida, sementara benih padi hibrida yang mereka produksi untuk tahun ini sebanyak 1.500 ton. Kemudian, benih jagung komposit sekitar 1.000 ton, benih kedelai sekitar 3 ribu ton dan benih jagung hibrida  sekitar 2 ribu ton.

“Inilah total benih yang diproduksi PT Sang Hyang Seri Kantor Regional IV di tahun 2012 ini. Dari pengalamaman sebelumnya, kebutuhan ini cukup untuk memenuhi kebutuhan benih bagi petani yang berada di wilayah kerja kami yang meliputi, Sumut, Aceh, Riau dan Sumatera Barat,” jelas Yedi.
Yedi juga menyayangkan rendahnya penggunaan benih unggul di kalangan petani, yakni rata-rata berkisar antara 35-45 persen. Ini disebabkan oleh daya beli petani yang masih rendah serta rendahnya pemahaman petani akan pentingnya teknologi pertanian yang salah satunya adalah penggunaan benih unggul.

“Petani kita masih suka menggunakan benih dari tanaman padi yang sudah dipanennya. Padahal, untuk benih hibrida penggunaan benihnya hanya untuk sekali tanam saja. Kalau masih tetap dipakai hasilnya justru akan menurun. Inilah kelemahan di petani kita,” kata Yedi.

Sementara, Manager Cabang Deliserdang Tikwan Siregar menambahkan, dari total produksi benih yang dihasilkan PT SHS KR IV tersebut, cabang Deliserdang menyumbangkan sekitar 4 ribu ton benih padi, sekitar 7 ratus ton benih kedelai, 100 ton benih jagung hibrida dan 100 ton benih jagung komposit.  “Untuk kekurangan benih jagung akan disuplai dari kantor regional lain atau dari outsourcing,” jelasnya.

Untuk harga benih padi, menurut Tikwan, Rp8 ribu per kg dan harga ini belum mengalami kenaikan sejak tahun 2011.
“Kalau varietas benih padi yang kita hasilkan ada ciherang, mekonga, cibogo, situbagendit, inpari 4 dan inpari 13,” ujarnya.(ari)

Gelar Perkara Ijazah Palsu Wali Kota Siantar Batal

MEDAN- Rencana gelar perkara kasus dugaan ijazah palsu  Sekolah Menengah Pertama (SMP) Hulman Sitorus, yang rencananya dilaksanakan Rabu (22/2), batal digelar.

“Penyidik terpaksa menunda, memang rencananya kemarin, namun penyidik masih memerlukan tambahan keterangan pihak Dinas Pendidikan,” ujar Kasubbid Pengelola Informasi dan Data (PID) Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan saat ditemui Sumut Pos, Kamis (23/2).
Kata Nainggolan, keterangan dari penyidik yang menangani kasus ijazah Wali Kota Siantar  dari  26 Juli 2011, akan digelar kembali pada Kamis (1/3) pekan depan.

“Setelah mengambil keterangan dari instansi pendidikan, direncanakan kita lakukan kembali gelar perkaranya,” terang  Nainggolan.
Sementara, Kasubdit II/Hardah Tahbang AKBP Rudi Rifani membenarkan pembatalan itu. “Kita masih perlu tambahan keterangan. Rencannya Kepala Dinas Pendidikan Sumut akan kita undang untuk dimintai keterangan  sebagai saksi  ahli,” ujar  Rudi.

Rudi yang ditemui Sumut Pos di ruang kerjanya belum mau menjelaskan hasil penyelidikan sementara atas kasus dugaan ijazah palsu Walikota Siantar. “Tunggu saja gelar perkaranya. Kalau sudah digelar baru jelas,” kata Rudi.

Sebelumnya, Kabid Humas Poldasu Komisaris Besar (Kombes) Pol Raden Heru Prakoso mengatakan, pemeriksaan kasus dugaan ijazah palsu Walikota Siantar yang dilimpahkan Mabes Polri sesuai surat TR Nomor  B/9707/Ops/VII/2011/. (mag-5)