Home Blog Page 13891

Pemda Perlu Miliki Saham Inalum

Ketua Forum Bona Pasogit Ir SM Tampubolon

JAKARTA- Pemerintah Daerah (Pemda) yang berada di sekitar pesisir Danau Toba, harus segera memikirkan dana untuk dapat ikut memiliki saham dalam pengelolaan PT Indonesia Asahan Aluminium 2013 mendatang. Sebab, Pemda memiliki peranan yang cukup kuat.

Demikian diungkapkan Ketua Forum Peduli Bona Pasogit Ir SM Tampubolon kepada koran ini, di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Saya kira masukan dari Pemda-Pemda di sekitar Danau Toba harus dipertimbangkan pemerintah pusat. Jadi tahap pertama, ada satu kesungguhan dari daerah tersebut. Tahap berikutnya, segera memikirkan dana untuk itu. Kalau bersungguh-sungguh, misalkan Pemkab Tobasa, sudah harus mulai bisa menyisihkan dari APBD-nya untuk berinvestasi,” ungkap mantan anggota DPR periode 2004-2009 ini.

Langkah pemberian saham bagi Pemda-Pemda ini menurut Tampubolon cukup penting. Hal ini tidak lain demi meningkatkan sumber pendapatan asli daerah dalam jangka panjang.

“Jadi perlu memiliki saham dan tidak hanya sekedar menerima fee dari perusahaan industri yang sudah ada,” sebutnya.

Hanya saja, lanjutnya, memang terkait besaran sahamnya perlu memperhatikan segi kewajaran dan kemampuan. Untuk itu selain menyisihkan anggaran dari APBD, Pemda menurut sarjana perikanan angkatan pertama di Indonesia ini, dapat juga melakukan pinjaman agar dapat memiliki saham.
“Mungkin dalam hal ini diperlukan Peraturan Daerah (Perda) yang tidak bertentangan dengan perundangan. Jadi mungkin perlu dipikirkan terobosan perundangan, dimana kabupaten boleh meminjam uang untuk investasi bagi suatu bisnis tertentu. Ini perlu dipelajari,” ungkapnya.

Namun meski demikian, berbicara pengelolaan Inalum setelah kontrak Jepang berakhir, menurut pria yang banyak membangun usaha di bidang perikanan ini, ada tiga hal yang perlu diperhatikan. Diantaranya, terkait kemampuan teknologi, kemampuan modal maupun pasar. “Kalau pasar ada dan faktor lainnya mendukung, saya kira tidak ada masalah. Demikian juga dari segi teknologi, kalau memang kita sudah mampu kenapa tidak. Tapi bicara modal, ini kan investasi yang sangat besar. Jangan kita ini nafsu besar tenaga kurang. Ingin menguasai seluruhnya, tapi tidak memiliki tenaga,” sebutnya.
Karena apapun niat baik dari menguasai sepenuhnya Inalum ke depan, ujar Tampubolon kemudian, yang penting adanya output yang signifikan. Artinya, memiliki dampak bagi peningkatan PAD. “Katakan kalau sekarang alokasi dana untuk satu daerah mencapai Rp5 miliar. Maka setelah kita miliki harus bisa ditingkatkan menjadi Rp20 miliar, atau lebih,” tegasnya.(San)

Gelar Pengajian hingga Lomba Memasak

Kegiatan Arisan Darma Wanita PDAM Tirta Bulian Tebingtinggi

TEBING TINGGI – Untuk menjalin silaturahmi antara ibu istri pimpinan perusahaan dengan istri para karyawan, perkumpulan Darma Wanita Persatuan Perusahaan  Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bulian, Kota Tebingtinggi setiap bulanya selalu melakukan kegiatan arisan. Tidak hanya kumpul –kumpul, arisan juga dibarengi dengan berbagai kegiatan. Seperti  pengajian, masak – memasak, hingga lomba menyanyi.

“ Terutama mengikat hubungan harmonis antara pimpinan dan bawahan dengan istri-istrinya, kita tetap membangun komunikasi yang baik,”kata Nyonya Nila Oki Doni Siregar Ketua Darma Wanita Persatuan PDAM Tirta Bulian kepada Sumut Pos, Rabu (15/2) di Aula Kantor PDAM Tirta Bulain, Jalan Pusara Kota Tebingtinggi.

Menurut dia, untuk kegiatan pengajian khusus yang beragama muslim setiap bulannya, anggota bisa mengikuti bimbingan rohani untuk penyejuk hati. Diharapkan bimbingan ini bisa diterapkan agar hubungan didalam rumah tangga bisa berjalan dengan baik. “ Banyak sekarang permasalahan kecil di rumah tangga yang berujung pada perceraian, sebelumnya anggota Darma wanita dibekali ilmu agar tidak cepat mengambil keputusan,”kata  Nyonya Nila Oki Doni Siregar.

Untuk mengasah ketrampilan memasak, Darma Wanita PDAM Tirta Bulian, juga sering mengikuti lomba memasak baik tingkat kota dan kabupaten.

“Kita akan terus berlatih, mengkrasikan berbagai masakan,”ujarnya. Selain kegiatan itu, kegiatan belajar bernyanyi juga tetap dilaksanakan. Ini diharapkan akan memancing semangat para anggota untuk bisa tampil dalam even-even perlombaan kedepan nantinya. Untuk kegiatan sosial, Darma Wanita PDAM Tirta Bulian tetap solid menjaga hubungan baik dengan atasan dan bawahan, apabila salah satu anggota ada yang sakit dan meninggal, maka tetap akan mengunjungi sekaligus memberikan bantuan untuk meringankan bebannya.

“Untuk meningkatkan kesejahteraan hidup anggota Darma Wanita, kita juga membuat arisan ibu-ibu sebulan sekali. Dengan ini kesejahteraan anngota akan lebih baik dan terbantu,”kata Nyonya Nila.  (mag-3)

Wiyata Disciples Bakal Dukung Penuh

WIYATA Disciples siap dukung penuh tim basket SMA Swasta Wiyata Dharma di, Honda DBL North Sumatera Series 2012.

Wiyata Disciples yang artinya Siswa Wiyata ini merupakan kelompok dance yang dimiliki SMA Swasta Wiyata Dharma. Kelompok dance ini beraliran dance campuran. Karena mereka bukan hanya menganut modern dance, tapi juga break dance, K-Pop serta drama musical.

Setelah dibentuk dengan nama Jazz Rocka dan beraliran break dance pada November 2010 lalu, akhirnya kelompok ini merubah nama dan alirannya. Masih dipimpin Dika Prianka, Wiyata Disciples kali ini bakal menyiapkan performa-performa dance yang cukup menghibur pada gelaran kegiatan DBL ini.
“Dengan target juara yang dipatok tim basket kita, Wiyata Disciples siap mendukung tim saat bertanding nanti, baik tim basket cowok maupun cewek. Karena di Wiyata Disciples yang kini memiliki sembilan anggota juga ada yang cewek,” ujar Dika, Rabu (15/2).

Dalam rangka mendukung tim basket, Wiyata Disciples tetap memiliki rencana dan usaha untuk mengembangkan performa tampilan mereka ke arah yang lebih baik. “Dengan latihan, menyiapkan rencana dan usaha mengembangkan kreativitas, kita sangat optimis bisa memberikan hiburan yang elegan kepada teman-teman,” tutur Dika lagi.

Tiap latihannya, Wiyata Disciples menggunakan halaman sekolah. Untuk menambah pengalaman, mereka juga kerap gabung latih dengan tim yang dimiliki pelatih mereka yakni Kinniku Rocka. “Hal ini untuk mengembangkan dan meng-up to date gerakan-gerakan baru,” sambungnya.

Untuk meraih award yang disiapkan bagi pendukung terheboh di pentas DBL ini, Wiyata Disciples juga sudah mempersiapkan gerakan-gerakan yang memicu decak kagum penonton nanti. “Kita siapkan hal baru yang bakal menjadi sorak-sorai penonton. Lihat saja nanti,” ungkap Dika.

Dika juga berharap sekolah dapat memfasilitasi Wiyata Disciples dalam tiap kegiatan mereka. “Bakat kita adalah satu hal yang lebih ke arah positif. Dengan begitu kita siap meraih prestasi yang membanggakan bagi sekolah,” harapnya. (saz)

Anggota DPD RI Tinjau Pelaksaaan e-KTP

MEDAN-Anggota DPD RI utusan Sumut DR H Rahmat Shah menilai bahwa pelaksanaan E-KTP hendaknya disempurnakan, baik dari jumlah peralatan yang ideal maupun kesiapan sumber daya manusia di tiap-tiap unit pelayanan E-KTP yang ada di Sumatera Utara maupun di Indonesia pada umumnya.

Menurutnya, masyarakat harus diberi kemudahan dalam pengurusan Kartu Tanda Penduduk yang harus mereka miliki. Kemudian, lebih khusus adalah perhatian terhadap masalah ketepatan waktu yang harusnya sesuai dengan waktu yang dinyatakan di dalam undangan kepada mereka.

Hal tersebut dikatakan Rahmat Shah pada saat melakukan pengurusan E-KTP pribadi di kantor Kecamatan Medan Selayang di Jalan Bunga Cempaka Pasar III Padang Bulan Medan, baru-baru ini. Rahmat hadir bersama keluarganya yang juga mengurus E-KTP mereka.

Selain hadir sebagai warga negara yang mengurus tanda pengenal dirinya, sebagai anggota Komite I DPD RI, Rahmat juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melihat secara langsung proses pelaksanaan program pemerintah yang telah dimulai sejak awal tahun 2011 lalu.

Rahmat mengakui bahwa Komite I DPD RI yang yang salah satu tugas wewenang mereka terkait dengan  pelaksaan program e-KTP ini, telah melakukan kunjungan ke berbagai daerah di Indonesia guna mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan program e-KTP.

Rahmat mengakui, ada saat dirinya diamanahkan menjadi anggota MPR RI dari Utusan Daerah, ia telah memperjuangkan lahirnya keputusan politik MPR untuk mengamanatkan pelaksanaan KTP Tunggal di Indonesia pada tahun 2002 silam.

“MPR yang dipimpin Dr Amien Rais pada masa itu berhasil mengeluarkan Ketetapan MPR mengenai pelaksanaan Tanda Pengenal Tunggal yang belakangan disusul dengan lahirnya Undang-undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan,” ujarnya.

Untuk itu, Rahmat berharap agar pelaksanaan E-KTP, sebagai salah satu pelaksanaan amanat Undang-undang tersebut dapat dilaksanakan dengan baik dan sungguh-sungguh,  khususnya ketelitian dan kecermatan di dalam sistem pemasukan data masing-masing warga agar tujuan baik dari program ini dapat tercapai, yakni sebagai solusi atas banyaknya carut marut persoalan bangsa yang kebanyakan berasal dari sistem administrasi yang tidak tertib dan rapi.

Sebagaimana diketahui bahwa proyek KTP elektronik (e-KTP) merupakan sebagai wujud dari program Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang belakangan lebih dikenal dengan istilah Tanda Pengenal Tunggal. Program ini  diperkirakan akan menelan biaya Rp 6,3 triliun dan diberlakukan di seluruh Indonesia. Program ini  telah dimulai pada Februari 2011.

Program e-KTP ini  menggunakan sistem sidik jari atau fingerprint sebagai dasar identitas diri sehingga diharapkan dapat mengantisipasi penyelewengan kependudukan. Pada tahun 2011, program ini akan menjangkau 197 kabupaten/kota. (*/ila)

Rapat Kerja BMT se-Sumut Tahun 2012

PINBUK Sumut Gelar Workshop

KARO-Menyikapi tantangan kerja di bidang jasa pelayanan keuangan yang akan hadir dalam kurun waktu 15 tahun ke depan, 200-an lembaga keuangan non bank berbasis syariah yang tergabung dalam Baitul Maal wat Tamwil (BMT) atau Balai Usaha Mandiri Terpadu, akan menggelar Workshop dan Rapat Kerja BMT se Sumut di Asrama Haji Pangkalan Mashyur Medan.

Direncananakan, kegiatan ini berlangsung selama dua hari yakni 1-2 Maret 2012. Acara ini dibuka secara langsung oleh Plt Gubernur Sumatera Utara H Gatot Pujo Nugroho, ST.

Menurut Ketua Pusat Inkubasi Usaha Kecil (PINBUK) Sumut, Hoironi Hasibuan didampingi Sekretaris Azra’i Harahap, bidang pembinaan, Safrizal dan Humas M Nur Syam Asmarqandi, event akbar ini untuk menyatukan persepsi dan komitmen para pelaku BMT dalam meneguhkan kembali semangat pelayanan ekonomi berlatar syariah yang menjadi spirit dari lembaga keuangan non bank ini.

“Kita harus percaya akan tiadanya kesempatan untuk berkembang bila tidak ada komitmen yang dapat terbangun, lembaga ini membutuhkan itu, sebuah kesatuan gerak dan langkah dalam mendirikan bangunan ekonomi syariah yang terarah,” kata Hoironi.

Komitmen yang nantinya diharapkan muncul dalam pelaksanaan Workshop dan Rapat Kerja BMT se-Sumut tahun 2012 ini, sambung Hoironi, akan ditindaklanjuti dengan penerapan standart kemampuan management BMT dalam mengelola usahanya.

Hal ini dipandang cukup penting agar nantinya tidak ada ketimpangan yang muncul saat semua pihak masuk ke dalam system yang akan dijalankan.
Pada kesempatan penyelenggaraan event nanti, PINBUK Sumut akan menghadirkan para pembicara dari berbagai stakeholder seperti BMT Centre Pusat, PINBUK Pusat, Dinas Koperasi Sumatera Utara, Bank Indonesia dan pemegang kebijakan asal beberapa bank syariah yang secara rutin telah melakukan praktek kerjasama dengan hampir seluruh BMT yang ada di Sumut.

Pilihan mendatangkan para pihak itu pun dilaksanakan demi menjawab besarnya tantangan BMT dalam menghadapi persaingan ke depan yang secara internal maupun eksternal telah jadi batu sandungan di banyak BMT.  Masalah permodalan yang pada akhirnya berhubungan dengan bagaimana membangun pola kemitraan dengan beberapa bank syariah serta nasabah misalnya sebut Hoironi harus digagas lebih jelas lagi bangunan kerjasamanya.
“Begitupun, ke depan, PINBUK akan mulai memikirkan bagaimana usaha memperoleh sumber permodalan yang berasal dari diri sendiri dengan membentuk unit usaha yang dapat menjadi pendanaan bagi BMT di Sumatera Utara. Agenda agenda ini tentu akan dibicarakan dalam tingkat yang lebih serius nantinya di  Workshop dan Rapat Kerja BMT se Sumut tahun 2012,” tuturnya.

Di luar isu utama permodalan, sumber daya lain yang akan memberi ruang bagi BMT lebih luas lagi berkembang tentu akan menjadi topic hangat workshop.

Penerapan standarisasi jaringan dan IT dilihat harus menjadi menu utama yang dimainkan pelaku usaha BMT untuk masa depan, agar cita cita memiliki BMT yang dapat secara online berlangsung mampu terwujud. Bila ini bisa dilakukan, lagi lagi masyarakat strata ekonomi menengah dan bawah yang dimanjakan oleh pelayanan lembaga keuangan non bank berbasis syariah. (*/wan)

118 Perusahaan tak Punya IPAL

Terbanyak di Medan Utara

MEDAN-Sebanyak 118 perusahaan yang bergerak di bidang industri, rumah sakit dan perhotelan di Kota Medan tidak memiliki Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL). Hal ini dapat mengakibatkan Kota Medan menghadapi pencemaran limbah berat.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Sub Bidang (Kasubid) Penegakan Hukum, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemko Medan, Adnan Syam Zega saat dimintai keterangannya oleh Komisi B terkait IPAL di Kota Medan.

“Ada 84 perusahaan yang bergerak di bidang industri26 di antaranya tidak memiliki IPAL. Kemudian 82 rumah sakit yang terdaftar di BLH, 46 lainnya tidak memiliki IPAL dan 71 hotel yang terdaftar diketahui 46 hotel tidak memiliki IPAL,” kata Adnan kepada wartawan di Gedung Dewan, Rabu (15/2) siang.

Dijelaskan Adnan, ratusan perusahaan yang tidak memiliki IPAL tersebut sebagaian merupakan perusahaan yang telah dipanggil sepanjang 2011, namun belum memenuhi ketentuan atas dokumen yang dimiliki. “Dalam 2011 kita secara maraton sudah memanggil mereka (perusahaan, Red) untuk segera memenuhi ketentuan. Begitu pun sejumlah perusahaan juga ada yang sudah melakukan proses pembangunan IPAL,” ucapnya.
Mengenai IPAL, pihaknya dalam bulan April mendatang juga akan segera melakukan kontrol kembali ke sejumlah perusahaan agar segera memenuhi ketentuan seperti permasalahan IPAL.

Dikatakannya, pada tahun 2012 ini BLH akan juga memfokuskan pengawasan terhadap sejumlah unit usaha seperti rumah makan (RM), salon dan bengkel. Alasan perusahaan belum membuat IPAL karena masalah klasik seperti soal besaran anggaran yang akan digunakan dalam pembuatan IPAL.
“Biasanya yang terjadi adalah masalah biaya, karena pembuatan IPAL ini bisanya menggunakan konsultan untuk membangunnya,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi terparah berada di Medan Utara. Dari data BLH  sejumlah perusahaan yang melanggar IPAL terbanyak di Medan Utara, dari 26 perusahaan yang bergerak di bidang industri 16 diantaranya berada di kawasan Medan Utara. Sementara  dari 46 rumah sakit yang tak memiliki  IPAL 5 diantaranya berada di kawasan Medan Utara, sementara  dari 46 hotel yang tidak memiliki IPAL 2 diantaranya berada di Medan Utara.

Anggota DPRD Medan, Muslim Maksum Yusuf menilai penyebab terjadinya masalah ini karena Pemko Medan sangat gampang memberikan izin  dalam mendirikan bangun tanpa adanya IPAL.

“Untuk itu Pemko Medan untuk segera melakukan langkah dan tindakan  agar masalah IPAL ini tidak menjadi permasalahan serius dikemudian hari. Terkait masalah ini harus ada langkah dari Pemko Medan untuk segara memperbaiki keadaan khusunya di Medan Utara sebelum masalah limbah ini menjadi permasalahan yang sangat  serius di Kota Medan,” ungkapnya.

Dalam kasus ini, tambah Muslim, juga menuding Pemko Medan lemah dalam melakukan kontrol terhadap keberadaan perusahaan-perusahaan di Kota Medan sehingga masalah IPAL ini tidak pernah terselesaikan. “Kita melihat masalah ini timbul akibat dari lemahnya Pemko Medan dalam melakukan kontrol terhadap perusahaan-perusahaan. Pemko Medan sebagai pengendali seharusnya mempunyai peran penuh tidak berfungsi,” bebernya.

Terhadap ratusan perusahaan yang tak memiliki IPAL ini, Muslim mendesak Pemko Medan segara mengkaji ulang dokumen dan perizinan perusahaan-perusahaan tersebut  sehingga tidak menimbulkan keparahan lingkungan di Kota Medan.

“Pemko Medan harus mengambil langkah dengan mengkaji ulang dokumen dan izin perusahaan tersebut. Kalau perlu Pemko Medan mencabut izin perusahaan yang melanggar tersebut,” terangnya.(adl)

Tak Miliki IPAL

  1. 26 perusahaan di bidang industri 16 diantaranya berada di kawasan Medan Utara
  2. 46 rumah sakit 5 diantaranya berada di kawasan Medan Utara
  3. 46 hotel 2 diantaranya berada di Medan Utara

Kalau Hakim tak Adil, Saya yang Mengadili

Sidang Pembunuhan Teller BRI

MEDAN-Sidangan lanjutan kasus pembunuhan teller BRI Syariah, Sri Wahyuni Simangungsong digelar di PN Medan, Rabu (15/2). Sidang mendengarkan keterangan saksi Indra dan Munawir (23), warga Sergai.

Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Agus Setiawan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pardomuan Siburian SH, serta tiga terdakwa, Suherman alias Embot, Eva Lestari Surbakti serta Ria Hutabarat.

“Sebelum menitipkan mobil, Lenny (terdakwa Ria Hutabarat memakai nama samaran) dan Andi (nama samaran terdakwa Briptu Erwin Panjaitan) mendatangi kami untuk menanyakan apakah ada tanah yang disewakan untuk dibuat peternakan ayam,” ujar saksi Indra (28), pekerja ternak ayam warga Serdang Bedagai, saat memberikan keterangan.

Menurutnya, keduanya kemudian menitipkan mobil.

“Saya pernah diperiksa polisi tentang penitipan mobil Kijang Innova di ternak ayam. Mobil itu dititipkan dua orang perempuan dan laki-laki yang mengaku Andi dan Lenny, pada kami dengan alasan kedua kaca spion  mobil itu pecah. Jadi mereka takut pulang ke Medan dengan alasan ada razia polisi. Mobil itu berada dipeternakan selama tiga hari,” ujar Indra.

Namun, sambungnya, setelah tiga hari ternyata mobil itu tidak juga diambil. Dia menghubungi Lenni (terdakwa Ria Hutabarat). Terdakwa mengaku lagi di jalan menuju tempat penyimpanan mobil.

“Saya curiga dan melaporkan pada kepala lorong dan diteruskan ke polisi. Setelah itu polisi melakukan pencopotan ban depan mobilnya dengan alasan apabila mereka datang mereka harus melapor ke polisi. Namun tidak juga datang selama tiga hari lagi. Paginya mobil itu dibawa ke Polresta. Dari hasil pemeriksaan saya tahu bahwa mobil itu hasil curian,” ucap pria kurus itu.

Saksi juga tidak mengetahui kalau mobil yang ditipkan kedua tersangka padanya adalah mobil hasil curian. Mobil itu di pinggir jalan besar.
“Kami tidak pernah menerima penitipan mobil. Saya juga tidak dikasi uang penitipan. Untuk menitipkan kendaraan roda empat itu mereka (kedua terdakwa, Red) mengendarai sepeda motor. Yang duluan mosil masuk. Sebelum kejadian mereka pernah mendatangi kami, dengan alasan mencari kontrakan tanah untuk pemiliharaan ayam,” ujar Andi, yang diakui terdakwa Ria Hutabarat.

Hal senada juga dikatakan saksi lainnya Munawir, bahwa peternakan dimana ia bekerja dipagar seng, pelaku masuk melalui pintu pagar seng untuk menitipkan mobil dengan alasan banyak razia.

“Kurang tahulah ngapain mereka di Medan. Aku nggak ngarang-ngarang, Pak. Ada kunci duplikatnya, polisi itu yang bawa. Mana tahu aku kunci itu darimana.

“Roda ban depan mobil diambil polisi, karena apabila yang mentipkan mobil itu datang, agar melapor ke polisi,” ujar Manawir ketika ditanya hakim.
Munawir juga mengatakan bahwa di dalam mobil juga ditemukan rambut dan kartu handphone ditunjukkan polisi dari dalam mobil.

Selain itu JPU masih menghadirkan Rosiana, adik korban almarhum Sri Wahyuni Simangungsong dan Hainidar, ibu korban. Setelah mendengarkan keterangan para saksi hakim menutup persidangan dengan agenda menghadirkan barang bukti mobil di persidangan untuk segera dipraktekkan.
Namun pada saat persidangan ditutup, terdakwa Erwin Panjaitan yang masih duduk di kursi pesakitan, tiba-tiba Hainidar ibu almarhumah Sri Wahyuni Simangungsong, yang duduk di bangku pengunjung langsung melemparkan botol air meneral yang mengenai kepala terdakwa Erwin Panjaitan.
Suasana pun menjadi gaduh karena Hainidar terus memaki-maki terdakwa dengan segala umpatan.

“Pembunuh, polisi pembunuh, kalau kau merampok ya merampok sajalah. Hukum mati dia Pak Hakim, kami minta keadilan,” teriak Hainidar.
Begitu juga dengan bapak korban juga turut berteriak-teriak di persidangan dengan mengumpat persidangan.

“Hukum ini tidak jelas, keadilan tidak ada, persidangan ini tidak jelas, saya minta keadilan Pak Hakim. Kalau kami tidak dapat keadilan saya yang akan mengadili,” teriak pria yang sudah beruban itu. (rud)

Serikat Pekerja Dinsosnaker Medan Gelar Sosialisasi Pembinaan

MEDAN- Penyelesaian perselisihan antara perusahaan dan pekerja sebaiknya diselesaikan dengan cara mufakat. Hal itu bermanfaat untuk mencegah terjadinya aksi keributan antara pekerja dan pihak pengusaha.

Demikian terungkap dalam sosialisasi tentang pembinaan serikat pekerja yang digelar Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Medan, Jumat (10/2) di Hotel Delta Medan. Pada kesempatan itu, Direktorat Pencegahan dan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial, Sahat Sinurat hadir sebagai narasumber.

Sahat membeberkan, untuk menjaga suasan kondusif antara pekerja dan pengusaha dibutuhkan transparansi dalam mengelola usaha, baik itu mengenai keuangan perusahaan dan aturan yang ada. “Manfaat dari keterbukaan keuangan perusahaan untuk kalangan pekerja dalam hal mengetahui untung dan ruginya perusahaan,” ujarnya.

Dengan adanya sistem itu, dia menyebutkan pekerja bisa mengetahui posisinya, kemudian perusahaan bisa semakin baik dengan kekuatan kebersamaan dengan para pekerja. “Karena pengusaha tanpa pekerja akan mati, dan sebaliknya pekerja tanpa pengusaha tidak ada arti,” sebutnya.

Sahat menerangkan, persoalan yang muncul dari adanya gejolak anarkisme pekerja diakibatkan tidak dilaksanakannya hak pekerja, kesadaran pekerja akan perbaikan kesejahteraan dan kurangnya komunikasi antara pekerja dengan pengusaha.

“Kuncinya ditiga persoalaan itu, makanya dibutuhkan ekstra pembinaan oleh Pemerintah Daerah dan pengusaha juga harus mematuhinya,” ingatkannya.
Selanjutnya, paparnya persoalan lain terkait regulasi Pemerintah Daerah, khususnya dalam penetapan upah minimum kota (UMK). Kesesuain UMK sangat menentukan keberhasilan pengelolaan keamanan dari pekerja. “Saya lihat Kota Medan cukup baik dalam penetapan UMK, bahkan sudah ada UMSK-nya. Inilah kerja baik dari Dewan Pengupahan Kota Medan,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Pemutusan Hubungan Kerja, Dinsosnaker Kota Medan, Robert MP Tambunan mengatakan, pembinaan kepada pekerja dan pengusaha sangat sering dilakukan, bahkan pembinaan ini rutin dilaksanakan. Sehingga pengupahannya juga baik.”Kami juga aktif di Dewan Pengupahan, dan dalam penetapannya tetap melalui unsur musyawarah untuk mufakat,” katanya. (*/ril)

Citilink Raih Budgies and Travel Awards

JAKARTA: Citilink, Unit Usaha Strategis (SBU) dari PT Garuda Indonesia, Tbk, untuk jasa penerbangan berbiaya murah (LCC), berhasil memenangkan penghargaan untuk  kategori Best Overall Marketing Campaign di ajang The Budgies and Travel Awards.

The Budgies and Travel Awards adalah ajang penghargaan tahunan yang diberikan bagi para pemimpin, inovator, divisi kreatif dan para perintis dalam industri penerbangan Low Cost Carrier (LCC) yaitu, industri penerbangan berbiaya rendah di seluruh Asia Pasifik.

Penghargaan ini ditujukan sebagai bentuk apresiasi baik kepada perorangan, tim dan juga perusahaan maskapai penerbangan yang telah menunjukkan performa untuk mencapai kesuksesan dalam industri Low Cost Carrier (LCC) saat ini.

Sejak Agustus 2011, Citilink telah memulai strategi peremajaan merek dagang (brand rejuvenation) dengan tujuan meningkatkan citra dan pelayanan prima kelas dunia, sehingga Citilink  bisa menjadi salah satu maskapai penerbangan terkemuka di Indonesia.

Ternyata, kerja keras Citilink ini berbuah manis, terbukti dengan berbagai penghargaan yang diraihnya setelah melakukan peremajaan merek dagang itu. Salah satunya adalah pada 11 November 2011 lalu, Citilink mendapatkan award sebagai Indonesia Leading Low Cost Airlines 2011/2012 dari Indonesia Tour & Tourism Award (ITTA) yang dipilih oleh publik secara online.

Sebenarnya di ajang The Budgies and Travel Award 2012, CIitilink menjadi finalis untuk 3 kategori yaitu, Budgies and Travel Awards 2012 – Best Overall Marketing Campaign, Budgies and Travel Awards 2012 – Best Print Advertisement dan Budgies and Travel Awards 2012 – Best Social Media.

Pengumuman pemenang The Budgies and Travel Awards 2012 dilakukan 9 Februari 2012 lalu di Marina Bay Sand, Singapore yang diadakan bersamaan dengan Low Cost Airlines World Conference yang diadakan di tempat yang sama pada 8-10 Februari 2012.

Pemenang penghargaan The Budgies and Travel Awards 2012 dipilih melalui mekanisme polling di antara rekan-rekan industri penerbangan dan juga melalui penilaian komite penghargaan yang terdiri dari para pakar industri penerbangan.

Citilink memang telah menjalankan sejumlah kampanye yang sukses sejak peremajaan merek dagang ini diluncurkan. Salah satunya adalah kampanye pemasaran promo tarif murah Rp79.000 untuk semua tujuan.

Citilink berhasil menjual hampir 50.000 kursi dalam waktu kurang dari 6 hari, padahal kampanye pemasaran ini rencananya diadakan selama 14 hari. Ini dapat diakui sebagai prestasi luar biasa dalam peluncuran ulang brand identity  baru dengan dominasi warna hijau yang lebih segar dan mengusung tema go green.

Dua minggu lalu, sebagai bagian pemisahaan Citilink dari Garuda Indonesia, Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil mengeluarkan izin operasi (SIUAU/NB) untuk PT Citilink Indonesia. Surat izin ini memungkinkan Citilink beroperasi secara terpisah dari Garuda Indonesia dan menjalankan perluasan usaha serta berpartisipasi secara aktif dalam pasar nasional sebagai Penerbangan Berbiaya Murah kelas dunia milik Grup Garuda Indonesia.(rel/sih)

Promo Album Baru, Big Bang Tour Dunia

Boyband pelantun ‘Love Song’ Big Bang kembali tahun ini dengan album kelima. Promo album kelima ‘Alive’ ditambah tur dunia, jadwal Big Bang pun telah full booked sampai akhir tahun ini.

Hal tersebut diungkapkan sang rapper TOP dalam sebuah interview dengan majalah High Cut. Ia menyatakan 2012 akan menjadi tahun yang sangat sibuk bagi Big Bang.

“Kami punya jadwal tur dunia dan seluruh jadwal sudah penuh sepanjang tahun ini. Kami akan sangat sibuk,” ujar TOP Rabu (15/2).
Selain album kelima dan tur dunia, TOP juga menyatakan Big Bang masih punya beberapa kejutan lain untuk tahun 2012 ini. Sayang, ia belum mau mengungkapkannya.

“Kami masih punya beberapa kejutan dan berita bahagia yang belum bisa diungkapkan saat ini,” ucapnya berahasia. (ast/mmu/dtc)