31 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 13894

Pengidap Gangguan Jiwa Harus Bebas dari Pasung

MEDAN- Bagi korban gangguan jiwa, kerap diperlakukan tak wajar oleh keluarga seperti pemasungan untuk menghindari sesuatu hal yang tidak diinginkan.

Seperti dialami Jhon Parlin Silalahi, warga Desa Juma Sianak Kecamatan Sidikalang dan Tamba Tua Sianturi Paranginan, Humbang Hasundutan (Humbahas), yang dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Medan, Selasa (6/3).

Selama ini, Jhon Parlin Silalahi dipasung karena sering mengganggu keselamatan ibunya Ramian boru Sihombing, dengan memukul kepala dan badan ibunya hingga luka.

Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai Golkar, Richard Eddy M Lingga SE, selaku fasilitator yang membawa kedua orang yang mengalami gangguan jiwa tersebut menyatakan, dalam konteks pemasungan terhadap orang yang terkena gangguan mental tersebut, sebaiknya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), mengeluarkan kebijakan atau program bebas pasung.

Menurutnya, masih banyak ditemukan pemasungan terhadap anggota keluarga yang mengalami gangguan kejiwaan di Sumut, disebabkan kurangnya informasi ke pedesaan dan faktor kemiskinan.

Menurutnya, orang yang menjadi korban pemasungan itu, harus segera dibawa ke rumah sakit demi mendapatkan perawatan intensif.
“Karena takut  mengganggu kenyamanan tetangga, makanya dia dipasung. Pasalnya, keluarga korban tidak mampu mengobati anaknya yang mengalami gangguan kejiwaan itu,” kata anggota Komisi E DPRD Sumut ini mengutip pernyataan Ramian boru Sihombing, Selasa (6/3).
Dikatakannya, program pembebasan pemasungan tersebut pada dasarnya sesuai dengan visi-misi Gubsu, rakyat tidak lapar, tidak sakit, tidak bodoh dan memiliki masa depan.

“Dengan demikian, sudah selayaknya di Sumatera Utara, tidak ada lagi praktik pemasungan yang dilakukan karena kebodohan dan kemiskinan,” kata Lingga.

Dijelaskannya, selain berdasarkan hal itu, menurut UU No.23 Tahun 1966 tentang Kesehatan Jiwa, bahwa pasien dengan gangguan jiwa yang telantar harus mendapatkan perawatan dan pengobatan pada suatu tempat perawatan.

Surat Mendagri Nomor PEM.29/6/15, tertanggal 11 Nopember 1977 yang ditujukan kepada Gubernur Kepala Daerah Tingkat I seluruh Indonesia meminta kepada masyarakat untuk tidak melakukan pemasungan terhadap penderita gangguan jiwa dan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menyerahkan perawatan penderita di RSJ.

Surat tersebut juga berisi instruksi untuk para camat dan kepala desa agar secara aktif mengambil prakarsa dan langkah-langkah dalam penanggulangan pasien yang ada di daerah mereka.

“Mengacu kepada UU di atas, sudah seharusnya Pemprovsu ikut berperan membebaskan Sumut dari praktik pemasungan,” katanya.
Dikatakannya, sejak dibawa berobat ke RSJ Medan, kondisi kedua pria yang mengalami gangguan jiwa tersebut sudah berangsur membaik.
“Kemarin kondisinya sudah membaik dan telah dibawa kembali ke kampung halamannya setelah dirawat selama 1 tahun 2 bulan,” katanya.
Sementara itu, Tamba Tua Sianturi belum dibenarkan pihak RSJ Medan pulang, tetapi kondisinya sudah mulai sehat.

“Kita tinggal kita menghubungi keluarganya di Paranginan, untuk memulangkan yang bersangkutan ke kampungnya,” katanya.
Sedangkan kepada pihak RSJ Medan, Richard Lingga berpesan agar memberikan pelayanan yang terbaik kepada korban pemasungan itu, dan jika suatu saat nanti kambuh lagi, hendaknya berkenan membantu penanganannya.

Sementara itu, ibunda Jhon Parlin Silalahi, Ramian boru Sihombing mengungkapkan, adanya harapan baru bagi putranya tersebut sejak dibawa dan dirawat di RSJ Medan, yang difasilitasi politisi Golkar, Richard Eddy M Lingga tersebut.(ari)

Bulls Tanduk Indiana

CHICAGO – Chicago Bulls memakan korban lagi. Tim berlambang Banteng ini meraih kemenangan ketujuh beruntun, setelah mengalahkan Indiana Pacers 92-72.

Luol Deng menjadi bintang dalam pertandingan di United Center, Selasa (6/3) siang WIB. Deng mengemas 20 poin, sedangkan Derrick Rose menambah dengan 13 poin dan 9rebounds.

Pacers, yang mengincar kemenangan ketujuh beruntun dalam delapan tahun terakhir, sempat memberikan perlawanan pada dua kuarter awal. Bahkan, Danny Granger dkk memimpin dengan skor 43-42 menutup kuarter kedua.

Tapi, Bulls tidak tinggal diam begitu saja. Dimotori oleh Rose dan Deng, perlahan Bulls mulai meninggalkan perolehan poin Pacers. Rose melepaskan lemparan tiga angka untuk membawa tim tuan rumah memimpin 53-47.

Pacers sempat kembali memperkecil ketinggalan hanya empat angka. Namun, Bulls kembali menjauh dari kejaran Pacers, setelah Rose dan Deng bergantian melepaskan lemparan tiga angka.

Dominasi Bulls berlanjut pada kuarter ketiga. Lewat permainan aktratif Rose pada kuarter ini, tim tuan rumah semakin memperlebar keunggulan, sebelum akhirnya pelatih memutuskan untuk mengistirahatkan Rose.

Paul George menjadi top skorer bagi Pacers dengan mengoleksi 21 poin. Pemain cadangan George Hill, menambah dengan mengoleksi 17 poin. Sedangkan Granger hanya mampu mencetak 11 angka saja. (net/jpnn)

Honda Akui Yamaha Lebih Cepat

LONDON- Persaingan Honda dengan Yamaha di MotoGP musim 2012 dipastikan akan tambah sengit. Setelah melalui dua ujicoba pra musim, Yamaha diklaim lebih baik dari Honda.

Pernyataan soal posisi Yamaha yang kini berada di atas Honda bukan datang dari sembarang orang. Yang mengutarakan hal itu adalah Wakil Presiden Eksekutif HRC (Honda Racing Corporation), Shuhei Nakamoto.

“(Yamaha) sangat, sangat cepat! Ini masalah besar buat kami. Apakah mereka berada di level yang sama dengan Honda? Tidak, bahkan lebih baik lagi,” sahut Nakamoto di Crash.

Di dua sesi latihan bebas yang sudah digelar, Honda sebenarnya tampil bagus dengan berhasil menempatkan pembalapnya di posisi teratas. Namun kemajuan yang didapat Yamaha dengan mesin 1000 cc-nya dianggap mengalami peningkatan luar biasa.

“Secara historis Yamaha memiliki mesin dengan kendali yang bagus…dan itu terjadi lagi kali ini!. Situasinya sekarang sama. Secara keseluruhan Yamaha punya paket yang lebih baik,” tambahnya. (net/jpnn)

Vokalis Oasis Dukung Balotelli, Mancini Sarankan Menikah

Jika Anda penggemar kelompok band Oasis, tentunya sudah tak asing dengan sosok Noel Gallagher, sang pentolan utama grup band tersebut.
Ya, Gallagher adalah salah seorang penggemar berat Manchester City. Segala hal tentang klub berkostum biru langiut tersebut tentu selalu menjadi perhatiannya, termasuk yang berkaitan dengan seorang Mario Balotelli.

Hal itu terbukti dengan kepedulian musisi kelahiran 29 Mei 1967 tersebut pada kasus indisipliner yang menimpa striker asal Italia tersebut hingga Cesare Prandelli tak mau memanggilnya ketika Gli Azzurri beruji coba dengan Amerika Serikat lalu. “Baik, ia adalah seorang pesepakbola. Tapi saya berani bertaruh jika ia bisa mengolahnya dengan baik, ia akan sangat istimewa,” ucap Gallagher ketika mengunjungi markas latihan. “Saya senang ia bermain bagi Manchester City. Namun ketika orang-orang melihat ia tidak dalam balutan kostum sepakbola, mereka akan berpikir bahwa Mario adalah seorang rocker,” tambahnya.

Roberto Mancini sendiri sebagai manajer City juga tak tinggal diam atas apa yang sedang dialami oleh Balotelli. “Keputusan Prandelli benar. Mario memang pemain hebat, tapi ia harus bisa merubah sikapnya,” Bilang Mancio (panggilan akrab Roberto Mancini).

Selanjutnya Mancio menyarankan agar balotelli segera mengakhiri masa lajangnya alias menikah. Ini terkait dengan kasus terbaru yang dilakukan Balotelli saat kedapatan mengnjungi rumah striptis hingga larut malam.

“Mungkin dengan dirinya menikah, ia dapat memperbaiki sikapnya. Itu bisa menjadi jalan keluar baginya, karena saya ia telah sadar akan kesalahannya. Kita tidak dapat membantunya bila ia sendiri tak mampu untuk mengontrol dirinya sendiri,” ujar Mancini.

“Sepertinya berbagai hal dapat terjadi dengannya kapan saja, ia menjadi musuh bagi dirinya sendiri. Oleh karena itu, ia harus belajar. Di saat anda profesional seharusnya anda sadar tidak boleh keluar malam jelang laga. Ia masih muda dan tidak akan bisa menjadi lebih tinggi bila kehidupannya tidak baik, “ sambungnya.

Pelatih asal Italia ini mengaku telah cukup sabar dalam mengatasi tingkah laku Balotelli. Terkadang, dirinya memahami dengan situasi yang terjadi dengan pemain berusia 21 tahun itu.

“Saya sudah sangat baiknya dengannya, sama seperti kepada pemain lainnya. Hal seperti itu masih maklum di seusianya. Tapi, bila ia lakukan hal tersebut lebih dari 100 kali, ia harus sadar akan yang terjadi pada sekelilingnya,” pungkasnya. (bbs/jpnn)

Byron Mullens Dinaturalisasi

TIM bola basket putra Inggris Raya dikabarkan akan menaturalisasi salah satu bigman NBA yang bermain di Charlotte Bobcats, Byron Mullens.
Pemain dengan tinggi 231 sentimeter ini telah mengumumkan bahwa dirinya akan bermain pada Olimpiade 2012 nanti.

“Yes sir. Aku akan berada di London pada musim panas nanti! Olimpiade 2012,” kicau Mullens lewat akun Twitter-nya.
Di tweet tersebut, Mullens melampirkan foto yang menandakan bahwa ia baru saja mendapatkan paspor Inggris. Kewarganegaraan tersebut didapatkan kerena sang ibunda Mullens berasal dari kawasan Middlesex, London.

Dalam tweet selanjutnya, menjawab pertanyaan followers Mullens, dirinya mengatakan bahwa pada akhir Juni nanti ia akan mengikuti kamp latihan bersama negara barunya tersebut.

Pemain berusia 23 tahun tersebut lahir di Ohio, Amerika Serikat, 14 Februari 1989. Musim ini ia telah bermain sebanyak 33 kali dengan rata-rata 9,2 poin per game. Sebelumnya, ia masuk draf Oklahoma City Thunder pada tahun 2009 dari Ohio State University. (net/jpnn)

PS Tasbi Bantai PSLA Sicincin

MEDAN- Persatuan Sepakbola (PS Tasbi) berhasil mengalahkan PSLA Sicincin dengan skor 6-0 pada Kompetisi Turnamen Divisi Tiga Liga Indonesia  di Lapangan PPLP Jalan Pembangunan Sekolah Sunggal, Selasa (6/3).

Keenam gol itu diciptakan Abdullah Syukur, Rizky Arifandi Boni Daniel, M Wiranda, Hanafi Azis, serta Sunandra Hutama.

Permainan kedua kubu ini berlangsung apik. Dari awal babak pertama, kedua kubu saling menunjukkan kemampuannya dalam mengolah bola.
Dari awal bola bergulir, PS Tasbi besutan Riky Fahreza boleh dikatakan mempunyai serangan dan penguasan bola yang lebih dominan dibandingkan lawan, yang menggunakan formasi  permainan 4-2-1.

Berkat kepiawaian dan kekompakan tim Tasbi, akhirnya kedudukan berubah dengan satu gol pertama pada menit 15 lewat tendangan keras kaki kanan Abdullah Syukur, sehingga kedudukan berubah menjadi 1-0.

Melihat kondisi itu, PSLA Sicincin tidak mau tinggal diam, ditandai dengan peningkatan forsi serangan terhadap PS Tasbi. Namun, dengan sigap pemain Tasbi menghadapi serangan dengan tenang dan kompak.

Akhirnya kekompakan itu kembali membuahkan hasil setelah penambahan satu gol pada menit  21 oleh Rizky Arifandi dari tim PS Tasbi.
Beberapa menit kemudian kemudian disusul dengan gol ketiga oleh Boni Daniel. Sehingga babak pertama PS Tasbi tetap memimpin pertandingan dengan skor 3-0.

Di babak kedua, semangat PSLA Sicincin bangkit kembali.  Fahmi Sopianda, penjaga gawang PS Tasbi hampir terkecoh dengan serangan yang dilakukan PSLA Sicincin yang melakukan tendangan kejutan. Namun dengan apik Fahmi tetap menjaga gawangnya dengan baik tanpa kebobolan satu gol pun.
Di babak kedua ini PS Tasbi terus kembali menciptakan gol oleh M Wiranda di menit 20, kemudian gol lagi hingga skor berubah 6-0. Hingga wasit Dedi membunyikan pluit, pertandingan tetap dipimpin tim PS Tasbi . (mag-10)

Bermain Tenang dan Semangat

persidafon vs PSMS

MEDAN- Bermain tenang dan tetap semangat merupakan instruksi yang kerap diberikan pelatih PSMS Suharto AD kepada anak-anak asuhnya jelang laga kontra Persidafon Dafonsoro di Stadion Barnabas Youwe, hari ini (7/3) .

Maklum, 60 persen atau tujuh orang yang bakal memperkuat skuad Ayam Kinantan kali ini merupakan pemain lapis kedua. Karena tujuh orang pemain inti PSMS tak bisa diturunkan lantaran dibekap cedera dan akumulasi kartu kuning serta hukuman kartu merah.

“Yang penting anak-anak bisa bermain tenang dan bersemangat. Serta mereka mampu konsisten dan tetap konsentrasi selama 90 menit pertandingan berlangsung,” ungkap Suharto, Selasa (6/3).

Laga terakhir bentrok Deltras FC juga menjadi modal mental menghadapi tim bejuluk Gabus Sentani itu. Mempecundangi Deltras FC di Stadion Gelora Delta Sidoarjo pada 3 Maret lalu dengan skor 0-1, membesut semangat anak-anak Medan untuk mengulang kemenangan sama.

Mengenai taktik dan formasi yang akan diterapkan, Suharto mengaku telah mempersiapkannya. “Otomatis dengan kondisi ini kita memaksakan bermain defensif. Namun, dengan membangun pertahanan yang kuat bukan berarti kita tak melakukan serangan. Kita juga sudah melakukan simulasi dengan melakukan counter attack yang mematikan jika melihat ada kesempatan,” tuturnya.

“Seperti sebelum-sebelumnya, serangan balik kita tetap wajib diwaspadai tim lawan. Namun, memang kali ini kita memfokuskan ke arah defensif,” tambahnya.

Sementara pada laga terakhir Persidafon mampu menekuk PSAP Sigli dengan skor 4-2. dan ini juga menjadi modal percaya diri anak-anak Papua itu menghadapi PSMS.

Yang memiliki andil pada kemenangan tersebut adalah asisten pelatih Persidafon Erents Pahelarang yang tampil sebagai juru taktik saat pelatih Persidafn Serghei Dubrocin dirundung penyakit jantung yang dideritanya.

Akibat kepemimpinannya, tak heran optimisme tinggi untuk menang dalam tim kerap muncul. Karena Errents dianggap bisa meramu potensi terbaik anak-anak Persidafon yang memiliki materi pemain lokal yang belum banyak mengalami perubahan.
Karena itu, optimisme yang tinggi dari tim tuan rumah harus dibendung oleh PSMS dengan semangat untuk tetap bisa mencuri poin di kandang lawan. (saz)

Sia-sia Gelar Seleksi, PSMS Junior Absen di Suratin Cup

MEDAN- Kisruh sepakbola nasional tidak hanya merusak tatanan kompetisi klub-klub profesional. Nyatanya kondisi itu turut berimbas pada pembinaan usia dini. Terbukti Piala Suratin digelar sejak Senin (5/3) kemarin itu terlihat kurang greget.

Beberapa klub menolak tampil. Di zona Sumut misalnya, PSMS junior dipastikan absen.

Padahal pada perhelatan sebelumnya PSMS junior yang ketika itu dibesut Iwan Karo-karo melangkah ke babak empat besar nasional di Jakarta. Ketidakikut sertaan Ayam Kinantan junior di ajang ini tentu saja terbilang mengherankan.

Betapa tidak, jauh sebelum piala Suratin dihelat, tim ini sudah dibentuk. Bahkan pembentukan sudah cukup matang dengan berjalan hampir tujuh bulan. Pelatih PSMS Junior, Suyono yang ditemui di Stadion Kebun Bunga, Selasa (6/3) kemarin menyayangkan hal itu.

“Kita sudah berjalan hampir tujuh bulan. Padahal awalnya saya kira tim ini juga diperuntukkan untuk mengikuti Suratin. Karena itu para pemain yang direkrut juga kebanyakan kelahiran 1995 sementara kelahiran tahun 1994 hanya beberapa. Dan sebenarnya kita sudah cukup siap kalau diterjunkan ke Piala Suratin,” ujarnya.

Absennya PSMS junior di ajang tersebut juga berimbas pada hengkangnya dua pemain binaan. Adalah Paulo Sitanggang dan Yoga Kusnanda yang akhirnya memilih bergabung ke PSDS junior.

“Kedua pemain kita memilih gabung PSDS junior yang berlaga di Suratin. Padahal keduanya cukup berbakat. Paulo pernah ikut AC Milan junior camp dan Yoga ke Arsenal. Ini cukup disayangkan tapi kita sudah cari penggantinya dan masih dalam kita seleksi,” ujarnya.

Jika menilik absennya PSMS junior tentu tak lepas dari kebijakan pengurus PSMS sendiri. Ketika itu Pengurus PSMS, dalam hal ini Sekretaris Umum, Idris SE memutuskan kebijakan membentuk dua tim turunan PSMS senior yakni PSMS junior U-19 dan PSMS U-21.

Nah, ketika akhirnya manajemen memutuskan beralih ke Indonesian Super League (ISL) yang merupakan liga tandingan dari kompetisi resmi PSSI, kebijakan pun turut berimbas pada PSMS junior. Tidak ikut Piala Suratin yang merupakan even gawean PSSI.

Tentu saja persiapan itu memakan biaya yang tidak sedikit. Namun tak jelas juntrungannya mau kemana. “Kabarnya dari Benny (Tomasoa-red) mengatakan akan diputar kompetisi U-18 untuk tim-tim ISL. Tapi saya juga kurang tahu seperti apa kelanjutannya apakah tim ini akan bermain disitu saya juga belum jelas,” ujarnya.

Sementara itu Mantan Pelatih PSMS junior, Iwan Karo-karo saat dihubungi Sumut Pos, Selasa (6/3) kemarin menyayangkan keputusan PSMS junior tidak ikut di ajang tersebut.

“Ini kan bagian dari pembinaan usia dini. Disayangkan sekali tim sekelas PSMS tidak ikut main. Apalagi sebelumnya kita sampai di empat besar nasional. Dua kubu ini jadinya anak-anak itu yang dikorbankan. Kalau begitu bubarkan saja semua SSB di Medan ini. Mau kemana mereka. Karena mereka merintis mimpi menjadi pemain profesional awalnya kan dari PSMS junior,” pungkasnya. (mag-18)

Sirkuit Bermasalah, IMI Sumut Jalan Terus

MEDAN- Permasalahan Sirkuit Multi fungsi Jalan Pancing yang saat ini terus membuat resah  para pecinta olahraga Sumut. Khususnya dunia otomotif Sumut yang merasa mimpinya memiliki sirkuit sesuai standar nasional sudah terwujud.

Namun PT Mutiara Development, selaku perusahaan yang belakangan mengklaim sebagai pemilik yang sah lahan tersebut seakan membuyarkan mimpi itu.

Sekretaris Umum IMI Sumut, Zulhifzi Lubis saat ditemui di Sekretariat KONI Medan, Senin (5/3) menyayangkan hal tersebut. “Kita di Medan awalnya tidak pernah bermimpi akan punya sirkuit seperti ini. Namun ketika sudah ada toh kenapa terjadi seperti ini. PP IMI juga sudah mengakui sirkuit ini memadai menggelar even-even nasiona. Ketika sirkuit ini sudah beroperasi kenapa baru ribut?,” ujar pria yang akrab disapa Opung Ladon ini.

Opung sangat heran dengan permasalahan yang baru muncul ketika IMI Sumut selaku pengelola menggelar berbagai kegiatan otomotif di sirkuit yang beroperasi resmi Oktober 2011 lalu itu.

“Kalau memang bermasalah kenapa tidak dari dulu ribut. Nah sekarang ini kan jadi membingungkan. Kita punya banyak kalender kegiatan tahun ini dan sedang dalam persiapan PON XVIII,” ujar Opung.

Apalagi pembangunan sirkuit itu telah dianggarkan pada APBD selama tiga kali secara bertahap sejak 2007, 2009, dan 2011. Selain itu seharusnya juga sudah ada verifikasi terhadap lahan ini melewati beberapa badan pemerintah. “Selain itu ada banyak dinas yang dilibatkan untuk menentukan sirkuit itu layak dibangun,” tambahnya.

Sebelumnya daerah Pancing dan sekitarnya sudah digadang-gadang menjadi pusat olahraga dan pendidikan. Selain sirkuit juga telah berdiri Gedung Serba Guna (GSG) Sport Centre.

Lantas, mundurkah IMI Sumut? Opung menggeleng. Menurut Opung pihaknya akan terus memperjuangkan aset olahraga otomotif untuk Sumut ini agar tetap bisa beroperasi seperti biasanya. “Ini aset olahraga. Kita IMI Sumut tidak akan mundur. Kita jalan terus ada 138 kegiatan yang akan kita gelar disana,” ujarnya.(mag-18)

Empat Daerah Tuan Rumah

MEDAN- Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sumut berencana menggelar Kejuaraan Antar Wilayah (Kejurwil) Juni mendatang. Jadwal ini sedikit mundur dari kalender awal pada Maret ini. Empat daerah dipastikan menjadi tuan rumah ajang tersebut.

Sekretaris Umum PBSI Sumut, Syari Arwansyah saat ditemui di Gedung PBSI Sumut, Jalan Pancing, Selasa (6/3) kemarin mengatakan hal ini dilakukan untuk menampung aspirasi dari Pengcab-Pengcab di daerah. “Pengcab-Pengcab di daerah meminta agar mereka dapat unjuk gigi di daerah masing-masing sebelum Kejurprov. Jadi kita kasih kesempatan mereka untuk berkembang. Ini sesuai hasil pertemuan kita dengan Pengcab-Pengcab pada 25 Februari lalu,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Aweng itu mengatakan ini sebagai ajang seleksi Kejurprov yang rencana dihelat Oktober nanti.

Empat wilayah yang ditunjuk sebagai tuan rumah akan merangkum 33 daerah di Sumut. Wilayah I menunjuk Deliserdang sebagai tuan rumah. Daerah lain yang berada di wilayah ini antara lain Langkat, Binjai, Serdang Bedagai, Pematangsiantar, Simalungun, Tebing Tinggi, Batubara, dan Tanah Karo. Tuan rumah wilayah II ditunjuk Sibolga yang diikuti Tapteng, Taput, Humbang Hasudutan, Toba Samosir, Samosir, Pak-pak Barat, Dairi, Nias, Gunung Sitoli, Nias Barat, Nias Utara, dan Nias Selatan.

Sementara Wilayah III Labuhan Batu sebagai tuan rumah untuk Padangsidempuan, Tapsel, Madina, Padanglawas, Padanglawas Utara, Asahan, Tanjung Balai, Labuhan Batu Induk, Labuhan Batu Utara, dan Labuhan Batu Selatan. Wilayah IV akan digelar di Medan dan khusus diperuntukkan untuk atlet-atlet Medan. (mag-18)