Home Blog Page 13925

Razia Geng Motor!

Perintah Kapolresta Medan Kepada Seluruh Jajaran

MEDAN-Kombes Pol Monang Situmorang diawal menjabat sebagai Kapolresta Medan berjanji akan memprioritas tugasnya untuk memberantas gank motor yang selama ini meresahkan masyarakat. Sebagai langkah awal ia telah menginstruksikan seluruh jajaran Polresta Medan menggelar razia geng motor.

“ Saya akan memfungsikan petugas patroli, dengan menempatkan di daerah-daerah yang dianggap rawan di wilayah hukum Polresta Medan untuk menggelar razia geng motor,” seru Kombes Pol Monang Situmorang kepada wartawan usai melakukan peninjauan lokasi kebakaran di Jalan Brigjen Katamso Medan, Sabtu (11/2).

Perwira berpangkat melati tiga ini juga mengatakan, bahwa pihaknya telah mendata daerah- daerah yang dianggap menjadi titik kumpul bagi geng motor. “Saya telah perintahkan seluruh jajaran Polsekta di Medan untuk menggelar patroli dan razia di daerah hukumnya masing-masing. Bagi pengendara harap melengkapi kelengkapan dokumen kendaraannya , apabila tidak lengkap akan ditindak, dan bagi yang melakukan tindak pidana akan diproses secara hukum” tegas Monang.

Sebelumnya, Armi (19) warga Jalan Panglima Denai Gang Komar, belum lama ini membuat laporan ke Polresta Medan akibat dipukuli oleh sekelompok anak remaja yang menggunakan motor dan merampas sepeda motornya.

Warga Jalan Panglima Denai ini mengaku kalau dirinya menjadi korban penganiayaan pelaku geng motor, yang berjumlah puluhan orang. Bukan itu saja harta benda milik korban juga turut menjadi sasaran genk motor, untuk dirampas..

Kapolsekta Percut Seituan, Kompol Maringan Simanjuntak menyambut hangat perintah Kapolresta Medan itu. Ia bahkan tidak segansegan mengatakan tidak akan memberi ampun kepada geng motor melakukan kejahatan tertangkap.

” Sudah berbagai upaya kita lakukan untuk mencegah aksi geng motor ini, namun tetap saja polisi menerima laporan dari korban. Ini tidak bisa dilembuti lagi, makanya, akan kita tindak tegas,” seru mantan Kasat Reskrim Polresta Tebing Tinggi ini. (rud/gus)

DPO Curanmor Ditangkap

TEBING TINGGI- Pelarian tersangka pencuri kendaraan bermotor (Curanmor), Gianto Sianturi (23) warga Jalan Pasar Tengah, Kelurahan Lubuk Baru, Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebing Tinggi berakhir sudah. Setelah empat tahun menjadi daftar pencarian orang (DPO), Goanto akhirnya ditangkap Satuan Reskrim Polres Tebing Tinggi di salah satu kedai tuak di Jalan Gatot Subroto Tebing Tinggi, Sabtu (11/2) sekitar pukul 10.00 WIB.

Aksi kejahatan yang dilakukan Gianto terjadi pada Juni 2008 lalu. Waktu itu Gianto membawa kabur sepeda motor Honda Astrea Grand warna hitam BK 5910 NB milik temannya, Japinta Iwan Tarigan di Jalan Lorong Batu Sangkar, Kelurahan Durian, Kota Tebingtinggi. Setelah itu Gianto melarikan diri bersama sepeda motor curiannya.

Empat tahun menjadi DPO, petugas akhirnya mengetahui keberadaan Goanto. Ia ditangkap saat hendak pergi ke Medan yang sebelumnya mampir di sebuah kedai tuak di Jalan Gatot Subroto.

Gianto langsung digiring ke Mapolres Tebing Tinggi guna menjalani pemeriksaan. (mag-3)

Empat Jari Tangan Terpotong

MEDAN- Empat jari tangan kanan pekerja pabrik pemotongan besi baja, TAO Nainggolan (45), warga Jalan Sri Gunting, Sunggal, terpotong. Itu terjadi saat bekerja di pabrik besi baja tak jauh dari rumahnya, Sabtu (11/2). Kini TAO Nainggolan harus dirawat intensif di RSU Pirngadi Medan.

Pengakuan Rita br Aritonang (40), istrinya, suaminya pagi itu berangkat kerja sekitar pukul 09.00 WIB, lalu mendengar kabar suaminya masuk RSU Pirngadi Medan.

Katanya, peristiwa itu terjadi saat TAO hendak memasukkan besi untuk dipotong kedalam tempat pemotongan.

“Saat bahan dimasukkan ke dalam, rupanya tangan suami saya, ikut masuk ke dalam dan jari tangan kanan suami saya pun ikut terpotong,” terangnya.

Akibat luka itu suaminya harus menjalani perawatan untuk beberapa hari. “Saya mengharapkan agar suami saya cepat sembuh,” harapnya.(jon)

Mobil PNS Dishub Medan Digasak Maling

LABUHAN- Semalaman main facebook (FB) membuat, Syafrizal (34) lupa dengan mobil miliknya yang diparkirkan di depan warnet (warung internet). Akibatnya, mobil jenis Panther BK 9508 BN milik PNS Dinas Perhubungan (Dishub) kota Medan ini hilang digasak pencuri.

Dengan wajah lesu warga Perumahan Griya Minimalis Kecamatan Medan Marelan ini melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsekta Medan Labuhan, Sabtu (11/2).

Diceritakan korban, dirinya baru menyadari mobil miliknya raib dicuri pada saat hendak pulang seusai bermain internet di Friends Net di kawasan Jalan Marelan Raya Pasar IV Kel.Rengas Pulau, Medan Marelan.

“Tadinya mobilku parkirkan di depan warnet, aku baru sadar pada saat aku mau pulang ke rumah,” ucapnya.

Sadar mobilnya tak lagi berada di depan warnet, Syafrizal lalu mencoba menanyakan pada pekerja operator di warnet tersebut. Namun pria pekerja warnet mengaku tak mengetahuinya. “Aku sering main di warnet itu, dan biasanya tak pernah terjadi seperti ini,” keluhnya. (mag-17)

Modem Murah Diminati Masyarakat di Telkomsel Gadget Fair

MEDAN- Hari terkahir pameran Telkomsel yang diselenggarakan di Lobi Selecta Jalan Listrik Medan terus menarik perhatian masyarakat. Selain menampilkan produk gadget dengan harga spesial, pameran ini juga memberikan bandling kartu Telkomsel Flash gratis pemakaian internet unlimited selama 3 bulan bagi setiap pembelian produk gadget.

“Pameran ini kita selenggarakan selama tiga hari, mulai tanggal 9 hingga 11 Februari ini,” ujar Manager Branch Manager Telkomsel Medan, Heribertus Ariyanto.

Menurutnya, walau pameran berjalan singkat, setidaknya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama bagi pelanggan Telkomsel.

“Walau singkat, setidaknya kita berikan kemudahan bagi masyarakat, misalnya dengan gadget dan bandling kartu dan paket gratisannya,” tambah Heribertus.

Salah satu teknologi yang mendapat tawaran harga khusus yaitu Modem SpeedUp.

Modem dengan kecepatan 3,6 Mbps itu mendapat harga khusus menjadi Rp299 ribu dari harga normal Rp349 ribu, sedangkan dengan kecepatan 7,2 Mbps menjadi Rp399 ribu dari harga Rp499 ribu.

Sedangkan modem dengan kecepatan 14,4 Mbps dari harga normal Rp799 ribu menjadi Rp599 ribu. Tawaran harga menarik ini lah yang membuat pameran yang diadakan oleh Telkomsel ini menjadi perhatian masyarakat.

Seperti Jhoni, pegawai negeri sipil (PNS) Disperindag Sumut yang mengunjungi pameran Telkomsel ini untuk membeli modem. “Saya baca di Sumut Pos, harga modem lebih murah dipamerandibandingkandenganharganormal.

Jadi datang saja untuk membeli,” ujar Jhoni (52), warga Asrama Bintara Medan itu.

Menurut Jhoni, pameran ini mempermudah masyarakat, terutama dalam hal gratisannya.

“Begini, saya beli modem, dapat Flash gratis pemakaian tiga bu- lan, lumayan kan,” ungkap Jhoni.

Selain itu, harapannya ke depan, pameran ini dapat diadakan secara berkesinambungan. “Jadi, beli gadget atau modemnya dapat yang lebih murah dan lebih sering,” ungkap Jhoni sambil tersenyum.

Bukan hanya modem yang mendapat tawaran menarik, gadget lain seperti BlackBerry, Iphone, Ipad, Tab, dan lainnya.

Potongan harga spesial yang diberikan mulai dari Rp100 ribu hingga Rp500 ribu dari harga normal dipasaran. juga mendapat paket gratis internet unlimited selama tiga bulan dengan kartu FlashUnlimited. Padahal, kalau dipasaran kartu ini ditawarkan dengan harga Rp60 ribu. “Tapi kalau dipameran hanya Rp50 ribu saja,” ungkap Heribertus.

(ram)

Wali Kota Medan Kunjungi Korban Kebakaran di Jalan AR Hakim Gang Bakung Medan Area

Rumah Direhabilitasi Akhir Februari Ini

MEDAN- Pemerintah Kota (Pemko) Medan akan merealiasikan rehabilitasi rumah korban kebakaran di Jalan AR Hakim, Gang Bakung I dan II, Medan Area di akhir Februari. Retribusi Izin Membangun (IMB) juga digratiskan dan pembangunan dilakukan dari dana donator yang terkumpul hingga Rp1,330 M.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, saat melakukan dialog kepada korban kebakaran, kemarin.

“Kita sudah melakukan inventarisasi, berapa jumlah korban dan jumlah rumah yang terbakar. Saat ini jelas surat tanah yang dimiliki mereka juga pasti terbakar, untuk itu nanti kita minta ada surat keterangan dari lurah tentang tanah dari masing-masing pemiliknya.

Minggu depan ini nanti akan kita proses izinnya dan dua minggu lagi akan sudah kita mulai membangun.

Pembangunan ini mendesak, apalagi sudah banyak donator yang membantu ada yang membantu Rp500 juta (dari Edi Kusumah, anggota DPD RI asal Jakarta putera kelahiran Medan) dan ada juga dana yang sudah terkumpul dari donator sebanyak Rp830 juta. Ini terjadi karena adanya kerjasama, dan kerjasama itulah yang merupakan modal untuk membangun kota ini,” papar Rahudman.

Selain itu, kata Rahudman, Dinas TRTB Medan juga nantinya akan melakukan penataan bangunan di kawasan tersebut.

“Nanti akan ada penataan bangunan di sini, jalan ini akan kita lebarkan menjadi 6 meter, dan ada jalan bisa langsung mengakses dari Jalan Selam ke Jalan Mandala By Pass,” terang Rahudman.

Dalam dialog tersebut, Rahudman mengungkapkan kalau wajah korban kebakaran saat ini sudah tidak terlihat lagi suasana duka, itu artinya kepedulian masyarakat sudah memotivasi korban untuk tidak merasa sendiri dalam menghadapi musibah ini. “Korban ini sekarang saya lihat wajahnya sudah tidak berduka lagi, itu tandanya mereka sudah merasa diayomi dengan kita,” kata Rahudman.

Setelah lepas dari kesedihan, katanya maka langkah selanjutnya adalah maju ke depan dan berpikir untuk kembali membangun dan segera menempati rumah yang sudah terbakar itu.

“Saya melihat bantuan untuk membangun juga sudah mengalir deras, ini tandanya hebatnya kita sebagai masyarakat yang multicultural tapi tetap bisa bersama untuk saling membantu.

Saya sudah minta kadis TRTB Medan untuk mengurus suratsurat dan itu harus segera diproses dan segera dilakukan pembangunannya.

Komisi D DPRD Medan kita minta juga untuk memback up, sehingga proses ini tidak terlalu lama, dan hari Selasa (15/2) saya akan minta laporan ke kadis kapan pembangunan bisa dimulai,” tegasnya.

Untuk membuka Jalan akses dari Jalan Selam ke Jalan Mandala by Pass, maka kata Rahudman nantinya akan dilakukan dengan anggaran dari APBD terutama untuk membebaskan dua rumah yang berada di Jalan Selam.

“Nantinya, Jalan di Gang Bakung ini akan lebar 6 meter, jadi bangunan yang lama memang harus dimundurkan, dan pembangunan nanti bisa dilakukan ke atas, karnea ini Medan dan kota, maka pembangunan ke ataslah yang semakin bagus. Kalau lebar itu pembangunan di kampong saya karena di kampong saya kalau bangunan bertingkat justeru akan diketawain, tapi di kota bangunan makin tinggi makin bagus,” papar Rahudman.

Rahudman juga mengucapkan terima kasihnya kepada semua masayrakat yang telah memberikan bantuan. “Saya berterima kasih dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua masyrakat yang sudah membantu korban kebakaran, sekecil apapun bantuan yang diberikan tetap kita hargai,” katanya.

Kadis TRTB Medan, Syampurno Pohan kesempatan itu mengatakan, lokasi kebakaran akan ditata ulang kembali dan mengacu dengan rencana kota.

(red)

Poli Bertahan di Inter

BARU setengah musim memperkuat Inter Milan, rupanya sudah cukup bagi Andrea Poli untuk membuat keputusan bertahan di Giuseppe Meazza.

Gelandang berusia 22 tahun ini bergabung dari Sampdoria pada musim panas 2011 lalu dengan status selama semusim. Nerazzurri mempunyai opsi untuk mematenkan statusnya di akhir musim nanti, dan Poli ingin hal itu segera terwujud.

“Senang rasanya untuk mengenakan seragam Inter dan saya berharap bisa terus melakukan ini hingga beberapa tahun mendatang.

San Siro adalah tempat yang menyenangkan untuk fans yang selalu berada di belakang kami dan Saya ingin berterima kasih kepada mereka karena memberikan sambutan hangat kepada saya di sini,” ucap Poli seperti dikutip oleh Inter Channel.

“Saya bahagia di Inter karena klub ini berambisi untuk memenangkan gelar, Saya merasa nyaman berada di sini sejak awal, terutama dengan Presiden Moratti.

Dia adalah orang sangat cerdas dan orang yang akan Anda hormati, Pria yang hebat,” ungkapnya.

“Saya juga cocok dengan pemain lainnya. Sekalipun ada ikatan lebih kuat dengan pemain yang saya kenal di Sampdoria,” pungkasnya.(net/jpnn)

Janda Ditemukan Tewas Bugil

Diduga Diperkosa Lalu Dibunuh

TAPANULI-Lina br Napitupulu (40), janda anak 5 warga Desa Lumban Ina-ina, Kecamatan Pagaran, Kabupaten Tapanuli Utara, ditemukan tewas bugil di hutan dekat kebun kopi miliknya, Sabtu (11/2) sekitar pukul12.30 WIB.

Disekitar tubuh korban, ditemukan pakaian korban bersimbah darah, buah kopi, serta seutas kabel tali klos sepeda motor. Adalah Mangaji Lumbantoruan (42), warga Desa Lumban Ina-ina, saksi mata yang pertama menemukan jasad korban di lokasi.

Menurut keterangan Salker Lumbantoruan (45) yang juga warga setempat, bahwa korban, Jumat (10/2) sekitar pukul 07.30 WIB, berangkat ke ladang kopi miliknya. Kemudian, siang harinya, setelah tiga anaknya pulang sekolah, berangkat menuju ladang kopi tersebut.

Namun, setibanya di ladang kopi itu, ketiga anak korban, masing-masing, Rudi Lumbantoruan (14), Rio Lumbantoruan (12) dan Lidia Lumbantoruan (9) tidak menemukan ibu mereka di ladang itu. Sehingga, ketiga anak korban tersebut memberitahukan hal itu kepada sejumlah warga.”Semua warga mengetahui ibu korban tidak ada di ladang itu dari anak-anaknya,”tutur Salker Lumbantoruan.

Sore harinya, sejak pukul 17.00 WIB, warga pun mulai mencari korban disekitar ladang kopi miliknya. Namun, hingga pukul 03.00 WIB dini hari, warga tak kunjung menemukan jasad korban.

Esok harinya, Sabtu (11/2), warga mencoba meminta bantuan salah seorang paranormal di desa itu. Oleh paranormal itu menyebut, bahwa korban masih disekitar ladang kopi miliknya. Saat itu, warga sudah memberitahukan kepada pihak Polsek Siborongborong, terkait hilangnya korban. Sehingga, saat pencarian, sejumlah personil Polsek Siborongborong ikut menyisir kawasan hutan dekat kebun kopi milik korban.

Hingga pukul 11.00 WIB pencarian, jasad korban belum juga ditemukan. Sehingga, warga mengubungi Mangaji Lumbantoruan (saksi yang pertama menemukan jasad korban) yang memiliki se ekor anjing pemburu.

Oleh Mangaji sendiri, ia pun segera turun ke lokasi dan membawa anjingnya berkulit hitam untuk membantu pencarian. Berselang setengah jam mengikuti pencarian, anjing milik Mangaji, berhasil menemukan jasad korban sekitar 100 meter dari kebun kopi miliknya.

“Saat itu, anjing saya langsung naik ke hutan perbukitan kebun kopi milik korban. Saya pun mengikutinya terus. Dan, sekitar 100 meter masuk ke hutan ini, anjing saya sudah menemukan mayatnya. Saat itu, saya pun langsung memanggil warga yang kebetulan ikut mencari disekitar lokasi,”sebut Mangaji Lumbantoruan kepada METRO (Group Sumut Pos), Jumat (11/2) di lokasi kejadian.

Amatan wartawan, di lokasi kejadian, korban mengalami luka-luka dibagian tangan, pinggul dan perut. Korban sendiri, ditemukan dalam posisi kepala telungkup dan tubuh tergeletak menyamping.

Luka ditubuh korban, saat proses identifikasi pihak Polres Tapanuli Utara menunjukkan, adanya luka akibat benda tajam di pinggul sebelah kanan, luka tusuk di perut kiri dan kanan, luka di pergelangan tangan sebelah tangan, serta luka di bagian lengan kanan dan kiri.

Yang aneh di lokasi kejadian, buah kopi yang diduga baru dipanen korban, ada di hutan dekat jasad korban. Namun, termos, gelas, ember dan kotak nasi korban tidak ditemukan di lokasi, sebab korban diketahui membawa perbekalan tersebut dari rumah.

Melihat kondisi tubuh korban, sejumlah warga yang ada di lokasi kejadian menduga, korban diperkosa terlebih dahulu kemudian dibunuh.

“Kalau melihat mayatnya ini, korban saya duga diperkosa dulu baru dibunuh. Karena, korban telanjang dan penuh luka di tubuhnya,”sebut salah seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya. (hsl/smg)

Putri Tunggal Majikan Dikubur Hidup-hidup

ACEH-Benar-benar sadis perbuatan seorang pembantu di Kampung Babussalam, Simpang Tiga Redelong, Bener Meriah. Seorang pembantu Karmiadi alias Adi (16) tega menculik, menyodomi dan membantai anak semata wayang dari majikan yang masih bocah, Shufi Alifah (5). Karena tak juga tewas setelah dicekik, pelaku kemudian mengubur korban hidup-hidup hingga akhirnya meregang nyawa.

Pelaku mengakui seluruh perbuatannya dalam pemeriksaan, di hadapan penyidik Polres Bener Meriah, Sabtu (11/ 2) dinihari. Ia awalnya membawa Shufi membeli jajan ke warung. Kemudian bocah malang tersebut minta ikut ke ladang tomat. Hingga di tengah perjalanan berkisar 250 meter, dari tempat tinggal orangtua korban, Shufi lantas ditarik ke semak-belukar. Disinilah putri tunggal pasangan Ibnu Faisal (35) dan Hayati (25), disodomi tersangka.

Pasca mengalami ejakulasi, Adi sempat menyuruh Shufi pulang ke rumah. Tapi anak kecil ini malah tetap ingin ikut dengan dirinya, sambil berurai air mata. Takut perbuatannya terungkap, ia pun membekap mulut anak majikan dan mencekik lehernya, hingga Shufi lemas.

Karena tak juga meregang nyawa, Adi segera mengorek tanah dengan cangkul yang sudah persiapkan, sebagai alat bercocok tanam di kebun tomat. Selanjutnya tubuh putri Faisal tersebut dimasukkan dan dikubur hidup-hidup. Tersangka menyadari kondisi ini, karena melihat kaki Shufi masih bergoyang-goyang saat badannya ditimbun tanah.

Usai memastikan korban tewas, Adi melangkah pulang ke rumah orang tua Shufi, yang sudah ditempatinya sejak dua bulan silam. Seolah tak terjadi apa-apa, ia tetap beraktivitas seperti biasa. Sementara keluarga si bocah sudah kalang-kabut.

Mereka berusaha melakukan pencarian, termasuk menyisir seantero kampung Babussalam. Sayangnya usaha ini tak berhasil, hingga kasus dilaporkan ke polisi.

Sementara itu, aparat Polsek Bukit yang menerima pengaduan langsung menerjunkan tim, guna melacak keberadaan Shufi. Kecurigaan mengarah kepada orang di sekitar rumah.

Karena menurut petugas, tak mungkin korban dibawa orang tak dikenalnya, karena sedang bermain-main di halaman.

Dari hasil pemeriksaan secara intensif, insting polisi pun terbukti. Adi mengakui seluruh perbuatannya terhadap korban, Sabtu dinihari.

Remaja putus sekolah SMP ini lalu dibawa ke tempat kejadian perkara (TKP) pada malam itu juga. Ternyata jasad korban ditemukan dalam kondisi telungkup di dalam tanah.

Sebagian punggungnya tampak menyembul, tak terkubur secara utuh. Saat proses evakuasi dilakukan, tak tercium bau busuk dari mayat meski sudah tiga hari ditanam tersangka. Diduga karena cuaca cukup dingin seperti beku, membuat proses pembusukan berjalan lambat.

Kasat Reskrim Polres Bener Meriah AKP Hartana, dihubungi Metro Aceh (Group Sumut Pos) pada Sabtu siang mengaku sedang memeriksa tersangka lebih lanjut. (jpnn)

Tragedi 1993 Membuat Skuad Yakin akan Takdir Juara

Zambia Lakukan Upacara Tabur Bunga Jelang Final Piala Afrika

Bukan hanya Manchester United atau Torino saja yang pernah bersedih akibat tragedi jatuhnya pesawat yang mengangkut skuadnya. Dari Afrika, timnas Zambia juga pernah mengalaminya pada 1993 lalu.

BEGITU tiba di Libreville, Gabon, kemarin, untuk persiapan jelang final Piala Afrika 2012 pada Senin dini hari WIB (13/2), penggawa timnas Zambia tak langsung menuju tempat latihan. Tapi, mereka justru berangkat ke sebuah pantai di wilayah Libreville. Mereka bukan datang untuk berwisata.

Namun, di pantai yang dipenuhi banyak sampah itu mereka melakukan upacara tabur bunga. Kenapa harus di sana? Ternyata, pantai tersebut merupakan titik terdekat dari jatuhnya pesawat Zambian Air Force Buffalo DHC-5D. Pesawat itu mengangkut skuad Zambia yang akan bertarung pada kualifikasi Piala Dunia 1994 melawan Senegal di Dakar.

Nah, sekitar 500 meter dari bibir pantai itulah, pesawat naas tersebut jatuh setelah singgah mengisi bahan bakar di bandara Libreville pada 27 April 1993 lalu. Akibat insiden itu, Zambia kehilangan 18 pemain, empat staf pelatih, dan tiga petinggi FAZ (asosiasi sepak bola Zambia).

Itu belum ditambah dengan lima kru pesawat. Kecelakaan tersebut menjadi hari berkabung nasional.

Pemerintah Zambia pun sampai membuat monumen khusus di Acre, Lusaka, untuk mengingatkan tragedi menyedihkan tersebut.

Kini, setelah 19 tahun berlalu, timnas Zambia kembali lagi ke Gabon.

Tapi, bukan untuk mengisi bahan bakar pesawat, melainkan untuk menjalani pertandingan final Piala Afrika2012.

Merekahanyatinggalselangkah untuk meraih gelar pertama sepanjang keikutsertaan di ajang itu.

“Begitu tiba di Libreville, memang menjadi agenda kami untuk pergi lokasi ini. Kami akan memberikan penghormatan kepada arwah para pahlawan itu. Sangat penting bagi kami bermain demi mereka dan Zambia,” kata Herve Renard, pelatih Zambia, seperti dikutip AFP.

Renard menjadikan spirit tragedi 1993 sebagai pembakar semangat pasukannya. “Satu hal yang membuat kami termotivasi adalah karena tragedi itu. Bila dulu yang terjadi adalah duka, maka kami kembali untuk membawa kesenangan,” terang Renard.

Kapten Zambia Chris Katongo juga punya pandangan serupa.

“Sungguh luar biasa karena kami memainkan final di Gabon. Masyarakat Zambia selalu mengingat tragedi 1993, dan karena final di Gabon, mereka yakin inilah takdir kami untuk juara,” ujar Katongo.

Sebagian besar para pemain yang sekarang membela Zambia masih anak-anak ketika tragedi itu terjadi.

Makanya, yang memimpin penghormatan itu adalah Kalusha Bwalya, kapten Zambia saat tragedi berlangsung dan Presiden FAZ sekarang.

Bwalya yang juga merupakan anggota skuad itu, lolos dari maut karena tidak ikut penerbangan yang sama.

Karena bermain di Eropa membela klub Belanda PSV Eindhoven, membuat dirinya harus terbang sendirian langsung dari Eropa ke Dakar.

Padahal, menurut Bwalya, skuad ketika itu sangat tangguh dan berpeluang besar lolos ke putaran final Piala Dunia 1994. “Anda bisa melihat koneksi dari pasukan 1993 dengan sekarang. Mereka memiliki determinasi yang sama, sikap, kepercayaan diri, dan motivasi. Mereka tahu akan sejarah mereka dan saya pikir inilah kesempatan kami,” kata Bwalya.

“Mereka yang meninggal 19 tahun lalu, memiliki motivasi yang sama dengan kami sekarang. Mereka ingin membuat bangga negaranya, Zambia.

Makanya, mereka akan tetap hidup dalam semangat kami pada final nanti,” kata Bwalya. (ham/bas/jpnn)